spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1649

Balon Google Jatuh di Chili?

0

Telko.id – Setelah beberapa waktu lalu sempat dikabarkan jatuh di perkebunan teh di Sri Lanka, proyek balon udara milik Google disebut-sebut kembali mengalami nasib. Menurut laporan Theregister, Selasa (26/4), balon Google tersungkur di area pertanian di Chili, Sabtu pagi waktu setempat.

Tim polisi telah memberi garis batas pada lokasi kecelakaan, yang terletak di sebelah Timur Los Angeles, sekitar 100 km sebelah Tenggara dari kota pesisir Concepción. Hingga Senin kemarin, penyelidikan terhadap sisa-sisa gumpalan balon masih dilakukan.

policia_balloon

Sementara itu, Google sendiri meyakinkan bahwa balon ini telah “berhasil menyelesaikan uji terbang”-nya. Perusahaan menyebut bahwa jatuhnya balon ini sudah direncanakan sebelumnya.

“Pendaratan ini dikontrol secara lokal, dan pada akhirnya balon ini bisa mendarat pelan-pelan di daerah Los Angeles,” katanya

Saat ini, otoritas penerbangan sipil Chili – Dirección General de Aeronautica Civil (DGAC) – masih menyelidiki.

chile_loon_balloon_teaser

Proyek balon udara Google – Project Loon – sendiri dirancang untuk mengapung di ketinggian 20 km sampai 100 hari.Setiap balon dapat menyediakan konektivitas untuk luas tanah dengan diameter sekitar 80 km menggunakan teknologi komunikasi nirkabel yang disebut LTE atau Long-Term Evolution.

Dijelaskan Google, untuk menggunakan LTE, Project Loon bermitra dengan perusahaan telekomunikasi untuk berbagi spektrum seluler sehingga orang akan dapat mengakses Internet di mana saja langsung dari ponsel mereka dan perangkat lain yang mendukung LTE.

Di Indonesia misalnya, tiga operator seluler terbesar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata telah tercatat sebagai mitra Google untuk proyek ini dan akan memulai pengujian Project Loon tahun ini.

Yang Jie Resmi Jadi CEO Baru China Telecom

0

Telko.id – Operator China, China Telecom menunjuk Yang Jie sebagai pimpinan dan CEO baru perusahaan. Penunjukkan ini, seperti dilaporkan Total telecom, (selasa (26/4), akan efektif dalam waktu dekat.

Yang Jie sendiri sebelumnya menjabat sebagai pemimpin sementara dan COO China Telecom. Dia menjabat posisi tersebut menyusul pengunduran diri pendahulunya akhir tahun lalu.

Seperti diketahui, pimpinan sekaligus CEO China Telecom, Chang Xiaobing mundur dari jabatannya akhir tahun lalu setelah tersandung kasus korupsi. Sejak saat itu, secara efektif per 30 Desember 2015, Presiden dan Chief Operating Officer (COO) Yang Jie mengambil alih tugas Chang dan bertindak sebagai CEO sementara sampai kesepakatan akhir dibuat oleh dewan perusahaan.

Kepemimpinan Yang di China Telecom akan berjalan sampai rapat umum tahunan 2016 China Telecom diselenggarakan pada 2017 mendatang. Tanggalnya sendiri belum ditentukan, kata perusahaan.

Sebagai pengganti Yang Jie di posisi presiden dan COO, perusahaan juga telah menunjuk Yang Xiaowei, direktur eksekutif perusahaan, yang akan segera efektif.

Baik Yang Jie maupun Yang Xiaowei telah sama-sama memiliki pengalaman panjang dalam sektor telekomunikasi di China.

Yang Jie menjabat sebagai Presiden dan Chief Operating Officer di China Telecommunications Corp Ltd sejak 2 November 2011, sebelum akhirnya menjabat sebagai pimpinan dan Chief Executive Officer sejak 30 Desember 2015 lalu. Sebelumnya, Yang yang merupakan Senior Engineer tingkat Profesor telah menduduki banyak jabatan di sejumlah perusahaan, seperti Wakil Direktur Jenderal Biro Administrasi Shanxi Pos dan Telekomunikasi, General Manager di Shanxi Telecommunications Corporation dan Wakil Presiden China Telecom Beijing Research Institute. Secara total, lelaki yang telah memasuki kepala 5 ini telah memiliki lebih dari 24 tahun pengalaman dalam penanganan masalah yang berkaitan dengan operasi dan manajemen industri telekomunikasi di China.

Smartfren Janjikan Kompensasi Bagi Pelanggan yang Ingin Migrasi

0

Telko.id – Smartfren berjanji akan memberikan sebuah kompensasi terkait proses migrasi pelanggan. Beberapa offering juga dipersiapkan bagi pelanggan CDMA yang ingin bermigrasi ke jaringan 4G Smartfren.

Sekadar Informasi, Sampai dengan saat ini jumlah pengguna Smartfren mencapai lebih dari 12 juta pelanggan, namun untuk pengguna 4G mereka hanya sekitar 1,4 juta pelanggan.

Sekadar informasi, proses migrasi ini juga berkaitan dengan frekuensi 1900 Mhz yang harus dikembalikan oleh pemerintah.

Derrick Surya,  VP Brand and Marcomm Smartfren meyebutkan, ” untuk pindah, pengguna hanya tinggal mengirimkan SMS dengan format LTE dan kirim ke 6046, nanti kita akan memberikan penawaran menarik terkait hal tersebut,”

Derrick juga mengungkapkan, bahwa pihak Smartfren akan memberikan offering menarik untuk para pengguna CDMA yang telah mengirimkan sms tadi.

Ia berujar, “Beberapa offering tadi seperti penggantian Handset serta potongan harga hingga Rp.600.000,-” ujar Derrick ketika ditemui pada peluncuran paket terbaru dari Smartfren di Jakarta (25/4).

Offering tadi tentunya bervariasi, dalam artian tidak semua pelanggan mendapatkan penawaran yang sama. Penawaran tadi tergantung dari ARPU serta loyalitas dari si pelanggan tersebut kepada Smartfren.

“Kita tentunya akan mempertahankan pelanggan loyal dan pelanggan yang tingkat ARPU nya tinggi,”

Berbicara mengenai proses migrasi, Bukan hanya pada frekuensi 1900 Mhz saja Smartfren harus pindah, melainkan untuk frekuensi 800 Mhz juga mereka setidaknya melakukan ‘realokasi’ spektrum. Pasalnya, akan ada rencana penggunaan frekuensi bekas TelkomFlexi oleh Telkomsel dan StarOne oleh Indosat. Spektrum itu rencananya akan digandengkan (extended) dengan spektrum yang dimiliki keduanya di 900 MHz.

Telkomsel dan Indosat nantinya menempati Band B, sementara Smartfren di band A. Posisi tak ideal ada di Jabodetabek dan Jawa Barat di mana posisi kepemilikan frekuensi selebar 5,5 MHz dari Smartfren belum berdampingan sehingga harus ada penataan ulang.

Terkait hal ini, Smartfren diberi waktu hingga akhir Desember 2016 mendatang. Namun, masalah selanjutnya adalah ketika mereka melakukan penataan ulang di frekuensi tersebut, maka mereka harus mengganti perangkat Andromax CDMA yang telah ada di pasaran, dikarenakan handset mereka yang di ‘lock’.

Sejatinya pelanggan tidak perlu khawatir dengan keadaan ini, seperti yang dibicarakan diatas, pihak Smartfren akan memberikan beberapa offering kepada pelanggan untuk bermigrasi.

OMH Jadi Senjata Baru Smartfren Garap Pengguna 4G

0

Telko.id – Total pengguna Smartfren saat ini mencapai 12 juta pelanggan. Angka ini merupakan gabungan dari pelanggan CDMA dan 4G mereka. Sementara itu, total pengguna 4G mereka mencapai sekitar 1.4 juta pelanggan.

Seperti diketahui, image Andromax sangat kental sekali dengan Smartfren, bahkan tidak jarang masyarakat yang sering keliru dengan memanggil Smartfren sebagai vendor smartphone, bukan operator. Namun, nampaknya Andromax kini bukanlah menjadi senjata dari Smartfren. Pasalnya Smartfren sendiri ke depannya lebih mengharapkan Open Market Handset (OMH) sebagai ‘senjata’ utama mereka meraih pelanggan 4G.

Berkaca dari komentar Derrick Surya, VP Brand dan Marcomm Smartfren, yang mengungkapkan bahwa segmen OMH punya potensi yang tinggi untuk tumbuh. Bahkan, Ia berujar, jika sampai akhir tahun 2016 ini OMH bisa memenuhi target sebesar 40% dari seluruh pengguna 4G milik operator yang enggan disebut CDMA ini.

“Kami yakin tumbuh karena potensi OMH tinggi. Diharapkan dapat menyasar sekitar 40% pelanggan Smartfren 4G di segmen OMH ini sampai akhir tahun,” ucap Derrick, pada peluncuran paket terbaru Smartfren di Jakarta,(25/4).

Sekadar informasi, Sejak mencanangkan penggunaan teknologi 4G, Smartfren mulai melirik segmen OMH. Salah satu alasannya adalah karena perangkat OMH yang mendukung jaringan 4G mereka sudah mulai bermunculan. Selain itu, Hadirnya OMH juga semakin memanjakan pengguna untuk memilah dan memilih brand smartphone mana yang jadi andalan mereka, dengan tetap didukung oleh sim card 4G Smartfren. Namun tentunya, ada beberapa kelebihan Andromax dibandingkan OMH terkait dengan layanan Smartfen seperti paket ‘True Unlimited’ dan VoLTE yang tertanam di dalam Andromax tanpa perlu menggunakan aplikasi.

Sejauh ini baru ada beberapa nama yang telah bekerjasama dengan Smartfren untuk penyediaan ponsel OMH, yaitu Samsung, Lenovo, dan HiSense. Namun Smartfren menegaskan bahwa ponsel yang mendukung jaringan 4G miliknya akan segera bertambah dari vendor lainnya.

“Ada (OMH lain), tunggu tanggal mainnya,” ucap Derrick.

Derrick juga mengungkapkan, kedepannya tidak menutup kemungkinan Smartfren bekerjasama dengan vendor smartphone lokal. Seperti yang dilakukan oleh Indosat dengan Advan melalui program bundling nya.

Jika menilik dari target OMH yang mencapai 40% tadi, bisa disimpulkan bahwa Smartfren memang menyimpan harapan besar dari OMH dan perangkat 4G non Andromax ini juga menjadi salah satu senjata mereka dalam menjaring pelanggan 4G baru ataupun migrasi.

Lebih lanjut, Derrick juga menyebutkan proses akuisisi pelanggan 4G yang telah dilakukan Smartfren. Ia berujar, pada saat ini proses akuisisi yang dilakukan Smartfren sudah bisa mencapai 6.000 pengguna baru tiap harinya. Dengan memberikan berbagai penawaran menarik, mulai dari smartphone gratis dan potongan harga hingga Rp.600.000,- menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka dalam memigrasikan pelanggan lama ke 4G.

Diklaim Paling Canggih, Smartphone Sirin Labs Dihargai US$10.000

0

Telko.id – Tidak semua orang rela merobek kantongnya hanya demi sebuah smartphone. Mungkin, Anda yang tengah membaca tulisan ini adalah salah satunya. Namun Sirin Labs yakin bahwa baru besutannya akan banyak diminati orang. Pun meski harga yang ditawarkannya terbilang sangat mahal. Nah, apa alasannya?

Menurut perusahaan Israel ini, smartphone perdananya akan memungkinkan pengguna mendapatkan perangkat mobile paling canggih yang menggabungkan pengaturan privasi tertinggi, beroperasi lebih cepat daripada telepon lain dan dibangun dengan bahan-bahan terbaik dari seluruh dunia.

Debut smartphone Sirin Labs ini akan diluncurkan di toko flagship baru di kawasan eksklusif Mayfair di kota London. Harga yang ditawarkan tidak tanggung-tanggung, US$10.000 atau setara Rp 132 juta.

Meskipun smartphone ini akan menjalankan Android, namun perusahaan mengatakan telah melakukan kustomisasi pada handset dengan menggunakan teknologi pertahanan cyber untuk memberikan privasi, konektivitas dan kualitas.

“Tidak seperti perusahaan teknologi mainstream dimana harga adalah yang terpenting, Sirin Labs tidak perlu menunggu beberapa tahun sebelum membawa teknologi yang paling canggih untuk pelanggan. Kami dapat menawarkan mereka teknologi yang akan datang, hari ini. Biaya tidak mempengaruhi pengambilan keputusan kami, sebaliknya, fungsi optimal dan kualitas yang berperan,” ungkap CEO perusahaan, Tal Cohen.

Smartphone ini telah dikembangkan selama dua tahun, dibawah pimpinan seorang mantan direktur produk Sony Mobile.

Saat ini, Sirin baru saja mengumpulkan dana US$72 juta, sebagai tambahan US$23 juta yang dihasilkan di 2013, dalam rangka menghadirkan handset high-end ke pasar.

Perusahaan menambahkan, rincian mengenai smartphone ini masih ‘disembunyikan’ hingga tiba saatnya waktu peluncuran.

Dua Paket Ini Jadi Pengganti Promo True Unlimited, Bagus kah?

0

Telko.id – Smartfren kembali menghadirkan paket baru untuk para pelanggan mereka. Pihak Smarfren menyebutkan, bahwa da paket ini dihadirkan sebagai pengganti dari promo paket True Unlimited yang sangat populer belakangan ini.

Kedua paket tersebut adalah paket Smartplan Limitless 75 Ribu dan Paket Kuota Super besar 30GB dengan harga Rp. 300.000,-. Seperti diketahui, promo tarif True Unlimited sebesar Rp. 75.000,- akan berakhir pada tanggal 30 April mendatang.

Derrick Surya,  “kita memperkenalkan dua paket baru kita sebagai pengganti dari promo paket true unlimited, Hadirnya dua paket ini merupakan sebuah jawaban atas banyaknya pertanyaan mengenai program apa yang akan dihadirkan oleh Smartfren ketika masa promo paket ‘unlimited’ berakhir,” ujarnya ketika peluncuran kedua paket ini, di Jakarta(25/4).

Paket Smartplan Limitless ini hadir dengan harga Rp. 75.000,- untuk satu bulan pemakaian. Pengguna akan mendapatkan kuota sebesar 2GB plus 1GB,bukan hanya itu, pengguna juga mendapatkan unlimited untuk tiga social media populer yakni Whatsapp, Line dan BBM. Meskipun pengguna melakukan theatring ke ponsel lain, ponsel tersebut masih bisa mengakses tiga OTT ini.

Namun, Tiga OTT ini hanya bisa digunakan untuk teks saja, tetapi video call ataupun panggilan melalui OTT tidak akan berlaku secara unlimited dan dikenakan pakt kuota yang telah disediakan tadi. Pengguna juga akan mendapatkan bonus sebesar 1000 menit telepon sesama Smartfren dan bisa digunaka untuk VoLTE.

Paket kedua adalah paket kuota internet sebesar 30 GB dengan masa aktif hingga 90 hari terhitung sejak aktivasi paket tersebut. Untuk paket ini, pengguna diharuskan merogoh kocek senilai Rp. 300.000,- untuk sekali aktivasi. Sama halnya seperti paket pertama, paket kedua ini juga bisa ditambahkan dengan add-ons. Untuk pembelian pertama, pengguna mendapatkan bonus 5 GB. Sekadar informasi, harga 1GB untuk data Smartfren sebesar 25 ribu rupiah.

Derrick juga menyebutkan bahwa perbedaan antara paket true unlimited dengan paket kuota super besar 30GB ini adalah paket ini bisa digunakan di semua OMH (Open Market Handset) yang telah bekerjasama dengan Smartfren.

Kedua paket ini berlaku hingga akhir tahun 2016 dan pihak Smartfren mengkliam akan menghadirkan paket terbaru lainnya. Mengenai cocok tidaknya kedua paket ini sebagai pengganti promo True Unlimited, tinggal anda saja sebagai pelanggan yang menentukan.

Kinerja Positif, Telkom Bagikan Dividen Rp9,29 Triliun

0

Telko.id – Kinerja positif terus ditorehkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2015 yang berlangsung di Jakarta, Jumat lalu, perseroan memutuskan untuk membagikan 60% dari total laba bersih perseroan, yang berjumlah Rp 15,49 triliun, sebagai dividen.

Adapun rincian dividen tunai sebesar Rp 7,74 triliun (50% dari laba bersih) atau sebesar Rp 78,86 per lembar saham dan dividen spesial Rp 1,55 triliun (10% dari laba bersih) atau sebesar Rp 15,77 per lembar saham. 40% sisa laba bersih atau sebesar Rp 6,2 triliun digunakan sebagai laba ditahan.

Kinerja yang semakin baik ini juga diikuti dengan meningkatnya kontribusi Telkom terhadap negara. Pertumbuhan kontribusi pada negara YoY 2015 untuk Total Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP (BHP Frekuensi, BHP Jastel, Konstribusi USO dan Dividen) sebesar 13,3%. Kontribusi Telkom kepada negara ini selama 10 tahun terakhir secara total mengalami peningkatan dari Rp 13,8 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 32,0 triliun pada 2015 dengan CAGR sebesar 9,8%.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga mengatakan bahwa kinerja Telkom yang baik di tahun 2015 ditandai tak hanya dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 102,47 triliun atau tumbuh 14,2%, tetapi juga kian melonjaknya kontribusi anak perusahaan di luar Telkomsel.

“Berkat kinerja yang sangat baik, pada tahun buku 2015 ini Telkom dapat membagikan dividen senilai Rp 9,29 triliun,” ungkapnya.

Dividen per lembar saham tersebut berdasarkan jumlah saham yang dikeluarkan, yaitu sebabnyak 98,18 miliar lembar sahan dan dibayarkan secara sekaligus pada tanggal 26 Mei 2016 kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 4 Mei 2016 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Pencapaian kinerja Perseroan yang baik ini ditopang dari pertumbuhan Segmen Data, Internet & IT Services (tidak termasuk SMS) sebesar 37,5% yang menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan Telkom. Segmen ini memberikan kontribusi sekitar 32% terhadap total pendapatan Telkom, naik signifikan dari kontribusi tahun sebelumnya sebesar 26%.

“Ini merupakan bukti bahwa Perseroan telah berada di jalur yang benar untuk menjadi digital company,” tambah Alex.

Perseroan juga mampu mencatat pertumbuhan EBITDA yang cukup tinggi sebesar 12,6% menjadi Rp 51,42 triliun dengan marjin EBITDA yang masih superior sebesar 50,2%, meskipun terdapat tekanan biaya operasi seiring dengan pembangunan infrastruktur dan ekspansi bisnis baik di segmen seluler maupun jaringan tetap.

Biaya operasi naik 15,8% menjadi Rp 70,01 triliun sepanjang tahun 2015, dengan Laba Bersih Perseroan yang meningkat 7,0% menjadi Rp 15,49 triliun.

Dalam mendukung penguatan infrastruktur, Telkom secara konsisten mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) yang cukup tinggi. Hal ini untuk mengantisipasi kebutuhan layanan data, baik segmen mobile maupun fixed, yang bertumbuh dengan pesat. Sepanjang tahun 2015, Perseroan membelanjakan Rp 26,4 triliun atau sekitar 26% dari pendapatan untuk membangun infrastruktur dengan fokus mendukung layanan data.

Meskipun Telkomsel merupakan entitas anak yang masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan, EBITDA dan laba bersih Perseroan, namun entitas anak perusahaan lainnya juga memperlihatkan kenaikan kontribusi yang semakin siginifikan. Tahun 2015 kontribusi pendapatan Telkomsel terhadap total pendapatan Perseroan masih dominan yakni sebesar 57%, sedangkan pendapatan anak perusahaan lainnya tahun ini memberikan kontribusi hingga 20% atau tumbuh 3%.

Kelebihan dan Kekurangan 5G

0

Teknologi generasi ke-5 menawarkan berbagai fitur, yang bermanfaat bagi semua kelompok orang termasuk mahasiswa, profesional (dokter, insinyur, guru, pemerintahan, badan-badan administratif, dan lain-lain) dan bahkan untuk orang biasa.

ericsson

Keuntungan Teknologi 5G

Ada beberapa keuntungan dari teknologi 5G, beberapa diantaranya telah ditunjukkan pada gambar Ericsson di atas, dan banyak lagi seperti dijelaskan di bawah ini:

  • Resolusi tinggi dan bentuk bandwidth yang besar dan bi-directional.
  • Teknologi untuk mengumpulkan semua jaringan pada satu platform.
  • Lebih efektif dan efisien.
  • Teknologi untuk memfasilitasi alat pengawasan pelanggan untuk tindakan yang cepat.
  • Kemungkinan besar, akan memberikan data penyiaran yang besar (dalam Gigabit), yang akan mendukung lebih dari 60.000 sambungan.
  • Mudah dikelola dengan generasi sebelumnya.
  • Teknologi suara untuk mendukung layanan heterogen (termasuk jaringan pribadi).
  • Mungkin untuk menyediakan seragam, tanpa gangguan, dan konektivitas yang konsisten di seluruh dunia.

Beberapa keuntungan lain untuk khalayak umum

  • Layanan paralel multiple, seperti Anda dapat mengetahui cuaca dan lokasi saat berbicara dengan orang lain.
  • Anda dapat mengontrol PC Anda lewat smartphone.
  • Proses belajar mengajar akan lebih mudah – Murid yang berada di belahan bumi lain dapat mengikuti pelajaran.
  • Pengobatan akan menjadi lebih mudah dan hemat – Dokter dapat mengobati pasien yang berada di tempat terpencil di dunia.
  • Monitoring akan lebih mudah – Organisasi pemerintah dapat memonitor setiap bagian dari dunia. Memungkinkan untuk mengurangi tingkat kejahatan.
  • Memvisualisasikan alam semesta, galaksi, dan planet-planet akan menjadi mungkin.
  • Memungkinkan untuk menemukan dan mencari orang yang hilang.
  • Memungkinkan mendeteksi bencana alam termasuk tsunami, gempa bumi dan lain-lain lebih cepat.

Kekurangan Teknologi 5G

Ibarat dua mata pisau, teknologi memiliki tak hanya kelebihan tetapi juga kekurangan. Nah, teknologi 5G termasuk diantaranya. Meskipun teknologi ini diteliti dan dikonsep untuk menyelesaikan semua masalah sinyal radio dan kesulitan dunia mobile, namun karena beberapa alasan keamanan dan kurangnya kemajuan teknologi di sebagian besar wilayah geografis, teknologi ini juga tak lepas dari kekurangan. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya:

disadvantages

  • Teknologi ini masih dalam proses dan penelitian.
  • Kecepatan yang dijanjikan teknologi terasa sulit untuk dicapai (di masa depan, mungkin) karena masih kurangnya dukungan teknologi di sebagian besar belahan dunia.
  • Banyak dari perangkat lama tidak akan kompeten untuk 5G, karena semuanya perlu diganti dengan yang baru – sesuatu yang tidak murah.
  • Mengembangkan infrastruktur membutuhkan biaya tinggi.
  • Keamanan dan masalah privasi belum diselesaikan.

Oppo Semakin ‘Pede’ di Indonesia

0

Telko.id – Ketika awal Oppo datang ke Indonesia, banyak pihak yang ‘mencibir’ pada merek ini. Pasalnya, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Oppo tidak seperti yang dilakukan oleh para pemilik merek di Indonesia. Mulai dari pemberian show case ke pedagang dengan ‘gampang’ karena cukup jualan 1 smartphone Oppo saja sudah bisa dapat. Hingga, cara pendistribusiannya yang sangat memberikan keuntungan bagi para penjual Oppo.

Setelah beberapa tahun, ternyata Oppo mampu membuktikan bahwa langkah awal yang dilakukannya itu, memberikan dampak yang luar biasa. Ketika, merek lain mulai ‘termehek-mehek’ jualan, Oppo tetap berkibar di pasar. Bahkan, strateginya mulai dilirik oleh merek lain.

Tak heran, Oppo pun merasa pede, dengan market share 8.8% ditahun lalu, akan meningkat menjadi dua kali lipat pada tahun ini. Selain itu, Oppo juga sangat yakin bisa berada di posisi terdekat dengan Samsung dalam waktu dekat. Strategi lain yang diaplikasikan Oppo adalah mengurangi jumlah tipe smartphone yang diluncurkan. Jumlahnya, tidak akan sebanyak tahun lalu. Jika tahun lalu mencapai 12 tipe, ini hanya 8 tipe saja. Kenapa?. “Kami sudah paham terhadap permintaan pasar. Itu sebabnya, kami hanya akan fokus pada smartphone yang memiliki keunggulan di kamera. Jadi, tidak akan banyak tipe lagi. Hanya ada 8 tipe di tahun 2016 ini,” ujar Aryo Meidianto A, Media Enggagment, Indonesia Oppo Eelectronics menjelaskan.

Salah satu yang diluncurkan adalah Oppo F1 Plus. Smartphone dengan desain yang menawan dan diperuntukan bagi pecinta selfie di Indonesia. Kamera depan yang dimilikinya sudah 16 MP dengan berbagai fitur kamera terbaru yang menjanjikan hasil selfie yang cerah dan berwarna hampir diseluruh kondisi cahaya.

Oppo F1 Plus ini juga didukung oleh teknologi sensor ISOCELL 1/3.1 inci dan hi-Light camera yang akan memberikan sensivitas cahaya lebih tinggi dibandingkan dengan kamera smartphone pada umumnya. Hal itu juga membuat smartphone ini memiliki 2x dynamic range dan gambar yang dihasilkan 4x lebih minim noise.

Sedangkan untuk performance, Oppo sudah dilengkapi dengan prosesor delapan inti miliki mediate, Helio P10 2.0Ghz dan 4GB RAM untuk mengurangi lagging saat membuka banyak aplikasi. (Icha)

Alibaba Cloud Kenalkan Platform IoT Teranyar

0

Telko.id – Alibaba Cloud telah meluncurkan serangkaian produk baru yang bertujuan untuk memperluas kemampuan IoT, hybrid cloud, penyimpanan dan keamanannya.

Pada event bertajuk Shenzhen Summit yang berlangsung pekan lalu, anak usaha Alibaba Group ini meluncurkan versi 1.0 dari IoT, platform serba ada miliknya untuk IoT dan komputasi awan. Layanan ini akan menyediakan infrastruktur untuk penyebaran IoT di beberapa area termasuk medis, energi, rumah pintar dan jaringan kampus yang cerdas.

Dilansir dari Telecomasia, Senin (25/4), IoT Versi 1.0 menggabungkan kit dasar IoT, sebuah platform diseminasi intelijen dan perangkat cerdas serta fungsi ekosistem. Platform ini kompatibel dengan berbagai protokol untuk memungkinkan perangkat terhubung dengan cepat ke awan dan perangkat lainnya.

Selain itu, dalam acara yang sama, Alibaba Cloud juga meluncurkan Apsara Stack, platform cloud khusus untuk hybrid cloud. Apsara Stack dapat digunakan untuk menghasilkan kemampuan awan publik di lingkungan yang sepenuhnya terisolasi dalam suatu pusat data perusahaan.

Untuk kebutuhan database dan penyimpanan tingkat enterprise, perusahaan meluncurkan sejumlah layanan termasuk migrasi data, mesin penyimpanan, protokol akses dan model penggunaan.

Perusahaan juga memperkenalkan konsep yang disebut “light computing”, yang melibatkan penyediaan antarmuka aplikasi penyimpanan awan yang memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi atau modul pengolahan data “instant-on.”

Terakhir, Alibaba Cloud juga mengungkapkan bahwa perusahaan telah meningkatkan fitur AliCloud CDN-nya untuk mendukung komunikasi terenkripsi HTTPS, layanan sertifikat otoritas dan layanan keamanan kelas enterprise lainnya.