spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1643

Ooredoo Jadi Operator Pertama yang Tawarkan 4G di Myanmar

0

Telko.id – Ooredoo menjadi operator pertama di Myanmar yang akan meluncurkan layanan 4G. Perusahaan telah memperkenalkan layanan internet berkecepatan tinggi ini di Yangon, tepatnya Naypyitaw dan Mandalay.

Menurut laporan Myanmar Times, perusahaan berencana untuk menutupi setengah dari kota-kota di Yangon, sekitar 90% dari kota Naypyitaw dan 100% kota Mandalay, dengan layanannya.

Selama beberapa bulan, Ooredoo Myanmar akan meng-upgrade sekitar seperempat dari situs sel miliknya, yang total berjumlah 3800 ke 4G.

Namun penggelaran lebih lanjut akan memerlukan lebih banyak spektrum dan situs sel, menurut CEO Rene Maza seperti dikutip Telecomasia, Rabu (25/5).

Ooredoo Myanmar berencana untuk terus memperluas jaringan 4G-nya sambil mereka mengakuisisi aset-aset ini. Sebagaimana Kementerian Transportasi dan Komunikasi Myanmar yang baru mengatakan belum lama ini bahwa mereka memiliki rencana untuk melelang spektrum 2.600 MHz sebagai bagian dari rencana 100 harinya.

Selain Ooredoo Myanmar, sang pesaing Telenor Myanmar pun dikabarkan memiliki rencana untuk meluncurkan layanan 4G di Myanmar. Langkah ini diambil menyusul kesuksesan perusahaan di Yangon, Mandalay, Myawaddy dan Muse.

Vodacom Klaim Tembus 1Gbps untuk LTE-U

0

Telko.id – Kecepatan tinggi dicapai Vodacom dengan menggunakan apa yang mereka sebut sebagai teknologi small cell terbaru dan juga kombinasi dari fitur yang ditingkatkan.

Perusahaan mengklaim telah mencapai kecepatan mobile broadband lebih dari 1Gbps dengan menggabungkan spektrum di band berlisensi dan tidak berlisensi.

Dilaporkan GTB, Rabu (25/5), tes ini dilakukan dengan menggunakan apa yang diklaim operator sebagai teknologi small cell terbaru serta kombinasi fitur yang ditingkatkan. Operator disebut-sebut telah mengumpulkan berbagai band spektrum, termasuk satu operator dari spektrum berlisensi dan dua operator dari spektrum ISM tak berlisensi.

Menurut CTO Vodacom, Andries Delport, kurangnya spektrum telah menjadi salah satu rintangan terbesar dalam menggelar layanan broadband berkecepatan tinggi kepada konsumen.

“Menembus 1Gbps merupakan tonggak penting untuk kecepatan jaringan LTE di Afrika Selatan karena menunjukkan apa yang dapat dicapai dengan menggabungkan spektrum yang memadai dengan teknologi terbaru. Kurangnya spektrum telah menjadi salah satu rintangan terbesar dalam menggelar layanan broadband berkecepatan tinggi kepada konsumen,” katanya.

Merasa Dirugikan, Three Gugat EE Rp3.3 Triliun

0

Telko.id – Three dilaporkan telah mengajukan gugatan sebesar £167 juta atau sekitar Rp 3.3 Triliun kepada EE atas kerugian yang diklaim telah terjadi sejak tahun 2010, terkait kesepakatan untuk berbagi infrastruktur mobile internet.

Menurut Three, dengan bergabungnya Orange dan T-Mobile menjadi EE, harusnya perusahaan membuka 3000 jaringan tiang telepon 3G untuk diakses Three, lapor GTB, Rabu (25/5).

Namun, dokumen pengadilan menunjukkan bahwa selama enam tahun terakhir EE hanya memungkinkan Three mengakses dan memanfaatkan 1.301 tiang-tiang telepon. Itu artinya, kurang dari setengah (43,67%) tiang telepon yang disepakati, yakni 3.000 situs.

Three mengklaim bahwa kurangnya akses ke tiang-tiang telepon EE yang tersisa tidak hanya menghambat upaya untuk memperluas cakupan untuk pelanggan, tetapi juga telah menyebabkan kerugian besar untuk perusahaan, yakni sebesar £127.9 juta. Dan kerugian diperkirakan akan terus bertambah sebesar £39 juta.

Seorang juru bicara EE mengatakan pada This Is Money, perusahaan sangat keberatan dengan tuduhan ini dan akan menggugat balik Three.

2 Hari Lagi Perkumpulan Profesi Telekomunikasi Seluler Indonesia Akan Diresmikan

0

Telko.id – Teknologi telekomunikasi seluler begitu cepat berkembangnya dan sudah tentu kebutuhan akan tenaga kerja dibidang itu pun sangat dibutuhkan? Namun, ternyata saat ini, untuk mendapatkan tenaga kerja yang handal tidak mudah. Untuk itu, perlu ada beragam langkah yang dilakukan untuk meningkatkan potensi para pekerja di industri ini agar dapat bersaing dan memang berkompetensi di bidangnya. Itu sebabnya, para tenaga kerja dibidang telekomunikasi selular membentuk asosiasi yang diberi nama Perkumpulan Profesi Telekomunikasi Seluler Indonesia atau PPTSI.

Rencananya, PPTSI ini akan pada tanggal 26 Mei 2016 yang akan diselenggarakan di Pusat TIK Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika. Acara peresmian ini dapat dihadiri oleh seluruh insan telekomunikasi selular. Sekaligus juga akan ada sharing session mengenai 4G dan 5G Technology yang akan dibawakan oleh Dr. Eng Khoirul Anwar.

Perkumpulan Profesi Telekomunikasi Seluler Indonesia atau PPTSI ini memiliki visi dan Misi untuk mengembangkan SDM di bidang telekomunikasi seluler ini. Seperti memberikan kontribusi dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI di bidang telekomunikasi seluler. Termasuk di dalamnya menyusun kurikulum yang dibutuhkan oleh Lembaga Diklat Profesi (LDP), membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan melakukan sertifikasi.

Selain itu, PPTSI juga akan membantu program-program pemerintah yang terkait dalam pengembangan profesi di bidang telekomunikasi. PPTSI juga akan membangun kerjasama yang sinergi sehingga dapat saling memberikan manfaat antara industryi, pemerintah, universitas dan komunitas. (Icha)

Riset : Kebutuhan Wifi di Pesawat Akan Meningkat

Telko.id – Sebuah survei yang dilakukan oleh Inmarsat dan GfK telah menyimpulkan bahwa dalam setiap penerbangan, akses wifi merupakan sebuah fasilitas yang paling dicari oleh penumpang, setelah itu baru makan dan hiburan dalam penerbangan.

Survei ini meliputi 9.000 penumpang di Eropa, APAC dan Amerika Latin yang telah melakukan penerbangan panjang dalam satu tahun terakhir dan dilakukan setidaknya pada satu perangkat pribadi di dalam pesawat. Sekitar 92% dari mereka ingin konektivitas dan ketika diminta untuk memilih layanan tunggal, termasuk makanan dan hiburan tradisional, dengan 54%  dari jumlah tersebut lebih menginginkan untuk wifi.

Sementara ambivalensi terhadap makanan pesawat merupakan sebuah ketergantungan pada perangkat yang terhubung dan menawarkan sekelompok konten premium serta pengganti untuk bisa mendapatkan online di udara.

Dilaporkan Telecoms(25/5) sekitar 83% dari responden mengatakan mereka akan memilih maskapai penerbangan yang memiliki akses wifi di dalam penerbangan dan dua pertiga dari mereka mengatakan akan bersedia membayar ekstra untuk meningkatkan kualitas dan kehandalan. Sedangkan 78% responden berharap konektivitas untuk menggantikan hiburan dalam penerbangan dalam satu dekade.

“Permintaan untuk broadband di langit telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta orang-orang di bisnis penerbangan dan pasar penerbangan lessor, perlu untuk memenuhi harapan penumpang atau risiko kalah dari pesaing mereka,” kata Leo Mondale, Presiden dari Inmarsat Aviation.

“Survei kami jelas menunjukkan bahwa penumpang menuntut layanan yang sangat handal. Kualitas adalah unsur penting yang menentukan  aktivitas online bagi penumpang selama penerbangan. Maskapai juga berada di bawah tekanan untuk memilih mitra yang tepat untuk mendukung mereka dalam memberikan layanan handal dan hemat biaya. ” tambah Mondale.

Sebagai harapan konektivitas di mana-mana tumbuh dengan satelit datang sebagai cara untuk mengisi blind spot dan membawa konektivitas ke lingkungan terpencil. Pasar konektivitas satelit tampaknya akan booming dan dalam konektivitas penerbangan terutama tampaknya akan menjadi sangat kompetitif.

SK Telecom Luncurkan Layanan LTE-A Pro

0

Telko.id – SK Telecom berencana untuk meluncurkan layanan LTE-A dengan kecepatan 500Mbps mulai bulan depan, mereka mencoba memperoleh keuntungan dari spektrum LTE baru diperoleh.

Operator asal ‘negeri ginseng’ ini akan memperkenalkan layanan yang disebut LTE-A Pro pada bulan Juni mendatang yang akan mendukung kecepatan hingga 500Mbps, TelecomAsia (25/5) melaporkan.

SK Telecom juga mengungkapkan rencana untuk meluncurkan layanan LTE nasional dengan kecepatan hingga 1Gbps pada tahun 2019, yang akan dimulai dengan peluncuran ke daerah-daerah metropolitan di tahun 2018. Pada akhir 2019 perusahaan bertujuan untuk memperluas cakupan sampai 90% secara nasional.

Dengan penyebaran ini, SK Telecom berencana untuk menjadi operator pertama di Korea Selatan untuk mengadopsi layanan LTE-A dengan lima aggregasi.

Dalam rangka mencapai tujuan kecepatan spektrum, SK Telecom berencana untuk mengadopsi teknologi unggulan termasuk 256 QAM dan 4×4 MIMO.

Sekadar informasi, SK Telecom baru-baru ini telah mengakuisisi sekitar 60 MHz untuk spektrum 2,6 GHz ketika lelang, dan bertujuan untuk menempatkan gelombang udara tersebut dengan baik.

Sementara itu, rival mereka yakni Korea Telecom (KT) pada tahun lalu telah meluncurkan layanan GIGA LTE, yang menggabungkan LTE-A dan teknologi Wi-Fi untuk memberikan kecepatan gigabit-download.

Operator Korea Selatan ini juga diharapkan menjadi operator pertama yang mengadopsi layanan 5G, sekalipun teknologi akan tersedia secara komersial pada tahun 2020, dan berada di garis depan dalam upaya untuk mengembangkan standar yang akan datang.

LEN Telekomunikasi Indonesia Tunjuk IIF Untuk Bantu Carikan Pendanaan Palapa Ring Paket Tengah

0

Telko.id – Pemerintah, beberapa waktu lalu sudah menunjuk LEN Telekomunikasi Indonesia untuk membangun proyek Palapa Ring Paket Tengah. Setelah penunjukan tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan pencarian dana. Untuk itu, LTI menunjuk Indonesia Infrastruktur Finace untuk menjadi Mandated Lead Arranger. Di mana, tugasnya adalah mengatur, dan mencari pendanaan sindikasi guna membiayai pembangunan broadband tersebut.

IIF sangat yakin akan banyak pemberi kredit yang berminat. Pertama, karena proyek ini dijamin oleh pemerintah. “Walaupun rate nya nanti tidak terlalu besar, tetapi kami yakin proyek ini banyak yang minat,” ujar Arisudono Soerono, President Direktur IIF menjelaskan.

Sebagai tambahan informasi, proyek Palapa Ring Paket Tengah ini juga termasuk proyek pertama yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Publick Private Partnership di mana ada dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan yang dikeluarkan oleh Penjamin Infrastruktur Indonesia (persero).

IIF sendiri berniat untuk menawarkan projek ini pada bank-bank lokal. Baik BUMN maupun swasta. “Untuk bank swasta mungkin hanya satu atau dua bank saja. Akan lebih banyak bank BUMN maupun Bank daerah. Terutama bank daerah di jawa yang relatif memiliki dana yang besar dan membutuhkan penyaluran kredit,” ujar Ari menambahkan.

Rencananya, 80% dari pendanaan Palapa Ring Paket Tengah ini akan diperoleh dari sindikasi yang dibuat oleh IIF ini. Sisanya, dari LTI yang merupakan Badan Usaha Pelaksana dan terdiri dari beberapa pemegang saham. Seperti LEN industri sebesar 51%, Teknologi Riset Globl Investama 39%, Multi Kontrol Nusantara 5% dan Bina Nusantara Perkasa sebesar 5%. Total dana yang akan dicarikan oleh IIF ini sebesar Rp790 miliar dari sekitar Rp.1 Triliun yang dibutuhkan oleh LTI.

Diharapkan, pendanaan dari sindikasi ini sudah mulai dapat mengucurkan dana pada bulan Agustus atau September 2016. Namun, untuk survei sudah mulai dilakukan oleh LTI. “Kami bergerak sebelum pendanaan tersebut turun. Seperti survei, sudah kami jalani,” ujar Raden Wahyu Pantja Gelora, Direktur Utama LEN Telekomunikasi Indonesia.

Palapa Ring Paket Tengah ini mendapat tugas dari pemerintah untuk membangun di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) yang menghubungan 17 kota atau kabupaten dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Proyek ini ditargetkan selesai pada triwulan ke II tahun 2018. (Icha)

Pemerintah Indonesia Bakal Punya Satelit Sendiri di 2019

0

Telko.id – Dalam rencana pemerintah untuk membangun jaringan broadband yang menjangkau seluruh Indonesia, salah satu yang akan dilakukan adalah mengorbitkan satelit sendiri yang disebut sebagai Multi Fungsi Satelit. Satelit ini rencananya akan dijadikan backup untuk wilayah yang tidak dapat di cover oleh jaringan broadband milik operator, maupun fiber optik yang dibangun oleh perusahaan pemenang tender Palapa Ring. Pasalnya, proyek Palapa Ring sendiri hanya mencapai kecamatan saja. Padahal, masih ada wilayah yang terpencil yang belum terjangkau. Dan, wilayah seperti ini, jumlah nya sangat banyak.

“Bisa jadi, satelit milik pemerintah itu akan digunakan semuanya untuk kebutuhan pemerintah dalam pengembangan di dalam negeri. Seperti, kelautan, pertanian, pendidikan dan lainnya,” ujar Anang Latif, Kasubdit Pengembangan Infrastruktur Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan usai penunjukan Indonesia Infrastruktur Finace menjadi Mandated Lead Arranger pendanaan proyek Palapa Ring Paket Tengah (24/5).

Proyek Satelit ini, baru pada 20 April lalu memulai diskusinya. Mulai dari spesifikasi satelit yang dibutuhkan, seperti tempat orbit satelit tersebut. “Soalmya, tidak semua orbit satelit bisa digunakan untuk broadband. Padahal yang dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia adalah satelit tersebut bisa memancarkan broadband,” ujar Anang menambahkan. Disampaikan juga bahwa diskusi mengenai satelit ini juga sampai bentuk skema yang akan digunakan untuk pendanaanya.

Rencananya, dalam waktu tiga tahun ke depan yakni di tahun 2019 proyek Satelit Multi Fungsi ini sudah bisa dinikmati oleh penduduk Indonesia yang berada di wilayah terpencil. Bersamaan dengan proyek Palapa Ring. (Icha)

ShopBack Hadirkan ‘Cashback’ Untuk Pengguna Indonesia

0

Telko.id – ShopBack sebagai start-up yang menyediakan solusi belanja online di Indonesia akan meluncurkan Mobile apps yang tersedia di dua platform mobile yakni Android dan iOS.

Indra Yonatan, Co-founder ShopBack mengungkapkan, “Shopback ini berbeda dibandingkan dengan startup maupun e-commerce di Indonesia, karena kami menghadirkan semua situs e-commerce yang biasa dikunjungi di Indonesia,” ujarnya ketika peluncuran aplikasi ShopBack, di Jakarta (24/5).

ShopBack sendiri merupakan sebuah startup yang bekerjasama dengan beberapa e-commerce lokal maupun mancanegara. Melalui kerjasama tersebut, ShopBack sejatinya menghadirkan traffik pengunjung kepada partner mereka tersebut.

Di Indonesia sendiri, Startup ini telah hadir sejak Januari tahun ini dan berhasil menggandeng beberapa pemain e-commerce raksasa di Indonesia seperti Blibli.com, Tiket.com, Lazada, sertamataharimall.com, ShopBack kini telah menggandeng 80 e-commerce di Indonesia yang berasal dari berbagai sektor seperti gadget, fashion, makanan, hingga pemesanan tiket hotel dan pesawat.

Sekadar informasi, pengguna yang berbelanja di beberapa e-commerce tadi melalui ShopBack, akan mendapatkan cashback sebesar 10% dari total transaksi si pengguna.

“Kami sangat senang dapat membantu semua orang yang gemar berbelanja di Indonesia dengan memberikan alternatif berbelanja yang lebih hemat dan cermat. Sekarang belanja apapun bisa dapat
tambahan cashback yang bisa ditunaikan ke rekening bank Anda.” tambah Indra.

Pengguna ShopBack juga bisa berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti smartphone, action camera, hingga hadiah utama motor Honda dengan mengajak
teman untuk daftar (sign-up) di ShopBack.co.id

Bukan hanya itu, Khusus 2 hari pada tanggal 25 – 26 setiap belanja di 1 toko online merchant akan mendapatkan tambahan cashback Rp. 25.000. Dengan maksimum 100.000.

Hingga pertengahan bulan Mei, ShopBack Indonesia telah berhasil membagikan cashback lebih dari
7 miliar rupiah kepada pelanggannya di Indonesia.

Telkomsel Traktir Para Pelanggannya via Telkomsel Poin

Telko.id – Untuk menjaga pelanggan untuk tetap setia membutuhkan upaya tertentu. Salah satunya dengan loyality program. Bagi para pelanggan Telkomsel, pasti memiliki Telkomsel Poin yang biasanya jarang digunakan. Itu sebabnya, Telkomsel dalam rangka merayakan ulang tahunnya ke 21 dan memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri menggelar program Traktir Nasional dan Traktir Ramdahhan.

Dalam program tersebut, pelanggan Telkomsel berkesempatan mendapatkan berbagai penawaran dan hadiah menarik berupa paket layanan suara, SMS, dan data, konten layanan digital lifestyle, berbagai voucher merchant, hingga paket bundling gadget dengan menukarkan Telkomsel POIN yang dimilikinya. Selanjutnya untuk merayakan periode Ramadhan & Idul Fitri, Telkomsel juga akan menghadirkan program serupa dengan tajuk ‘Traktir Ramadhan’.

Program traktir besar-besaran khusus bagi pelanggan Telkomsel ini akan dibagi menjadi 2 periode, yaitu tanggal 21 – 26 Mei 2016 untuk program ‘Traktir Nasional’, sedangkan program ‘Traktir Ramadhan’ akan menyusul selama periode 27 Mei – 30 Juni 2016. Pada kedua periode tersebut akan ada berbagai penawaran produk dan promosi yang berbeda dengan masa berlakunya masing-masing.

Vice President Postpaid Marketing and Loyalty Management Telkomsel, Derrick Heng mengatakan, “Program loyalti ini merupakan wujud besarnya rasa terimakasih kami kepada para pelanggan setia Telkomsel yang telah memberikan kepercayaannya kepada produk dan layanan kami, sehingga kami berkesempatan melayani masyarakat Indonesia selama 21 tahun kami berdiri melalui layanan seluler kami. Telkomsel juga ingin turut menyemarakkan momen spesial Ramadhan & Idul Fitri bagi para pelanggan melalui program ini.”

“Kepercayaan dan kepuasan dari pelanggan adalah kunci bagi Telkomsel untuk terus berkembang di masa mendatang sebagai penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya”, tambah Derrick.

‘Traktir Nasional’ dan ‘Traktir Ramadhan’ merupakan program penghargaan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, baik pelanggan paska bayar (Kartu Halo) maupun pra bayar (simPATI, Kartu As dan Loop), yang bisa didapatkan dengan melakukan penukaran Telkomsel POIN dengan berbagai macam produk seperti layanan suara, SMS, dan data; konten VAS seperti layanan Tausiyah, Halo Dokter, Pop Call, Magic Call, dan T-Loker; layanan digital lifestyle dari Langit Musik, Moovigo dan voucher games, dan penawaran paket bundling Lumia 950 dan Office 365 dengan harga spesial.

Selain itu, hanya dengan menukarkan sebanyak 21 TelkomselPOIN pelanggan bisa mendapatkan voucher diskon hingga 80%, di 21 merchant-merchant online yang akan melengkapi gaya hidup pelanggan baik itu fashion, kuliner, travel, sport dan retail seperti blanja.com, MatahariMall.com, Blibli.com, Lazada.com, Agoda.com, Garuda Indonesia, Bhinneka.com, Berrybenka, Sportdeca.com, dan lain-lain.

Khusus di hari ulang tahun Telkomsel yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2016, Telkomsel juga memberikan pesta diskon tambahan bagi pelanggan di berbagai merchant seperti KFC, Chatime, Gramedia, Solaria, Ace Hardware, Garuda Indonesia Miles, dengan menukarkan sebanyak 50 Telkomsel POIN dengan voucher diskon hingga Rp. 100,000.

Tersedia pula berbagai merchandise menarik di GraPARI tertentu yang bisa didapatkan pelanggan dengan menukarkan Telkomsel POIN yang dimilikinya setiap hari Kamis di bulan Juni 2016. Merchandise tersebut dapat diperoleh dengan diskon TelkomselPOIN sebanyak 50%.

Penukaran Telkomsel POIN dapat dilakukan pelanggan melalui menu akses *123# ataupun melalui aplikasi MyTelkomsel yang telah dapat diunduh dari Google Play dan App Store. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai penawaran beserta masa berlaku penawaran masing-masing produk bisa didapatkan dengan mengunjungi www.telkomsel.com/21tahun. (Icha)