spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1631

7 Peranan Penting Telkomsel Bangkitkan Era Broadband Indonesia

0

Telko.id – Untuk Indonesia, kebutuhan koneksi broadband sangat dibutuhkan. Dengan wilayah yang banyak terpisah laut dari satu pulau ke pulau yang lainnya, koneksi broadband ini menjadi salah satu pilihan untuk berkomunikasi selain tentunya infrastruktur lainnya. Telkomsel sebagai salah satu perusahaan plat merah, tentu sangat diharapkan peran sertanya agar memudahkan masyarakat Indonesia untuk saling berkomunikasi.

Agar broadband di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang, maka ekosistem pun harus mendukung. Tak heran, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, secara terus menerus mendengungkan bahwa era broadband tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh ekosistem. Apa itu ekosistem broadband? “Kita harus membangun ekosistem broadband, yakni DNA, Device, Network dan Application,” ujar Rudiantara, kominfo Indonesia dalam berbagai kesempatan.

Telkomsel 4G Nation

4GNation-1

Jika dulu, komunikasi hanya dilakukan melalui panggilan atau suara dan SMS saja, kini sudah mulai meningkat menjadi komunikasi data. Di mana, kebutuhan akan transfer gambar dan video pun sudah mulai dirasakan. Dengan broadband, maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Dengan semakin tinggi teknologi broadband yang diaplikasikan maka semakin cepat komunikasi data itu bisa dilakukan.

Itu sebabnya, Telkomsel pun sangat mengharapkan para pelangganya untuk perpindah dari 2G ke teknologi 3G atau 4G LTE. Namun sayang, semua itu tidak semudah membalikan tangan. Masih banyak pelanggan Telkomsel belum bermigrasi ke 3G bahkan ke 4G. “Dari 153 juta pelanggan, yang masih menggunakan layanan 2G mencapai 65 juta,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.

Hal ini mencerminkan, bahwa begitu sulit bagi operator, bukan hanya Telkomsel untuk mendorong masyarakat Indonesia untuk migrasi ke 3G apalagi ke 4G. “Untuk pelanggan 4G Telkomsel baru sekitar 5 jutaan. Tapi kami punya rencana migrasi dengan target pelanggan yang migrasi dari 2G ke 4G itu 8 juta sampai 11 juta,” ujar Mas’ud menambahkan.

Dari sisi operator, tentu akan sangat berpengaruh untuk membangun ekosistem dalam hal network atau jaringan. Setiap operator pun berlomba membangun jaringan dengan kualitas broadband. Baik itu 3G maupun 4G. Maklum, tidak semua wilayah bisa dipasang BTS 4G karena lebih ke hitung-hitungan ekonomi. Sehingga, tidak pelak, jumlah BTS atau node B untuk melayani 4G belum terlalu banyak. Demikian juga dengan wilayah yang dicover.

Saat ini, layanan 4G LTE Telkomsel sudah bisa dicicipi masyarakat di 100 kota kabupaten di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, kawasan Bali dan Nusa Tenggara, hingga Papua.

“Berbagai upaya peningkatan kualitas terus kami lakukan, termasuk memperluas ketersediaan layanan,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel dalam peluncuran Telkomsel 4G Nation.

Sejauh ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 4500 eNode B (BTS 4G) di berbagai wilayah di Indonesia dengan total pelanggan mencapai 5 juta.

“Kami konsisten untuk menghadirkan layanan 4G LTE yang terbesar dan terluas dengan kualitas yang sesuai harapan pelanggan,” Ririek melanjutkan.

Selama kuartal I 2016 (dibandingkan periode sama di 2015), jumlah pelanggan 4G LTE Telkomsel diklaim naik di angka yang memuaskan. Targetnya, hingga akhir 2016 Telkomsel dapat melayani 12 juta pelanggan 4G LTE.

Elang Nusa Jadi Bentuk Pembuktian Jaringan Telkomsel

Jpeg
Jpeg

Sebagai pembuktian terhadap jaringan yang sudah digelar, Telkomsel meluncurkan proyek Langit Nusantara. Sebuah pembuktian terhadap masyarakat Indonesia tentang keberadaan jaringan broadband nya di seluruh Indonesia.

Project, yang menerbangkan 2 (dua) drone dari Barat dan Timur yang kemudian bertemu di pulau Bali mengawinkan kekuatan jaringan broadband Telkomsel dengan beragam keindahan Indonesia. Hasil rekaman maupun jepretan dari kamera yang dibawa oleh drone pun dapat langsung dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Setidaknya, hingga akhir program, tayangan video streaming ini telah disaksikan oleh masyarakat selama sekitar lebih dari 75 juta menit, dengan lebih dari 24 juta kali view.

Adapun kecepatan rata-rata akses data selama perjalanan Elang Nusa berlangsung tercatat baik, di mana untuk download berada di angka 19,7 Mbps dan upload di angka 9,6 Mbps.

Vice President Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana menjelaskan, dari trafik yang masuk ternyata pengakses video streaming Elang Nusa tak cuma dari Indonesia, tak sedikit pula berasal dari negara lain.

“Trafiknya itu 90% pengaksesnya dari Indonesia dan 10% di antaranya dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan selanjutnya adalah Singapura. Jadi kami surprise juga, ternyata video streaming dari Elang Nusa memikat banyak orang, ini melebihi target kami,” lanjut Nirwan yang juga merupakan Chief The Mission dari program Elang Nusa ini saat acara akhir perjalanan Elang Nusa di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (14/5/2016).

Telkomsel Dorong Vendor Sediakan Smartphone 4G Murah

120516_caritau46

Tapi kembali lagi pada ekosistem broadband, jaringan saja tidak cukup. Harus didukung oleh device. Sayang, keberadaan smartphone 4G masih sangat terbatas. Terbatas pada range harga yang tinggi. Lebih dari harga 1 juta untuk sebuah smartphone. Coba, ada vendor yang berani meluncurkan smartphone 4G dengan harga dibawah Rp.1 juta, mungkin, akan lebih mempercepat upaya operator untuk mengisi jaringan 4G yang sudah dibangun.

Telkomsel pun tidak kehilangan akal. Berbagai program pun dibuat agar dapat memuluskan upaya migrasi ke 4G para pelanggannya. “Kami akan hadir dengan bonus paket dan handset. Harapan kami, jumlah pelanggan yang migrasi pun bertambah. Apalagi, saat ini, handset 2G sudah sulit. Kondisi ini mendukung upaya kami agar dapat memaksimalkan jaringan 4G Telkomsel,” ujar Mas’ud menjelaskan.

Telkomsel pun menggandeng para produsen smartphone global dan lokal dalam program ‘TAU 4G’. Program ini hadir dengan beragam pilihan smartphone bagi pelanggan. Program untuk smartphone Android yang melibatkan lima mitra device baik global maupun lokal ini, menawarkan skema bundling dengan paket data yang menarik.

Ririn Widaryani, Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, mengatakan layanan Telkomsel 4G LTE saat ini sudah terus digelar ke berbagai kota di Indonesia, dan tidak lupa kami pun terus melengkapi ekosistemnya, seperti dalam hal ketersediaan device (perangkat) berupa smartphone 4G yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Gebrakan Telkomsel Menuju Era IoT

DSC_0781

Dalam upaya memanfaatkan jaringan broadband yang dimiliki, Telkomsel pun melakukan inovatif layanan yakni T-Bike. T-Bike adalah salah satu gebrakan Telkomsel menuju era Internet of Things, di mana layanan ini merupakan layanan M2M atau machine to machine dari Telkomsel untuk pengendara roda dua. Yang membanggakan, T-Bike ini merupakan hasil karya anak bangsa sendiri.

Layanan T-Bike ini didukung oleh sistem GPS yang canggih. Di mana, layanan ini mampu mendukung operasional dan pengelolaan armada secara real time (tracking & fleet management), efisien, pelaporan detail perjalanan, pembatasan wilayah operasional (geofencing) dan pembatasan kecepatan (speed limit). Selain itu, aplikasi pendukung T-Bike ini pun sudah dapat diakses melalui semua jenis operating system smartphone yang banyak beredar di pasar saat ini. Mulai dari Android hingga iOS.

Jika awal kemunculannya, T-Bike hanya dapat dimanfaatkan oleh pelanggan yang berada di Jawa, sekarang, layanan ini sudah dapat dirasakan juga oleh pelanggan di luar Jawa.

Instalasi T-Bike pada kendaraan sepeda motor bermesin injeksi pun dapat dilakukan dengan cepat dan mudah karena dengan plug-in device, tidak perlu lagi dilakukan pemotongan kabel dan tidak akan menguras baterai kendaraan.

Aplikasi T-Bike ini juga dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat juga mendorong perilaku berkendara yang baik di seluruh kalangan masyarakat. Seperti ketika digunakan oleh keluarga dan anak remaja, T-Bike dapat memantau dan mendampingi mereka dalam berkendara sehingga memberikan rasa aman bagi anggota keluarga mereka.

Telkomsel Dorong Putra Putri Bangsa Buat Aplikasi

The-NextDev-2016_2

Jika jaringan sudah dibangun, maka perlu adanya aplikasi untuk mengisi ‘jalur’ broadband tersebut. Itu sebabnya, Telkomsel begitu bersemangat untuk mengajak para muda-mudi Indonesia untuk berprestasi dan membuat aplikasi yang bernuansa lokal.

Telkomsel pun membuat program The NexDev. Untuk tahun ini, NextDev 2016 mengusung tema ‘Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia’. Tujuannya menantang kawula muda untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan. Jadi, bukan hanya untuk mencarikan solusi bagi masyarakat perkotaan, tetapi juga pedesaan karena memang jaringan Telkomsel bukan hanya di kota besar saja, tetapi juga sudah masuk ke kota kabupaten, kecamatan dan pedesaan.

“The NextDev hadir untuk mendorong kontribusi positif generasi muda, di mana aplikasi seluler yang dihasilkan akan mempermudah aktivitas seluruh elemen masyarakat,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

Langkah ini dilakukan karena masalah perkotaan memiliki keterkaitan yang erat dengan masalah pedesaan. Dengan demikian, diharapkan konsep Smart City sebaiknya juga mampu mengakomodasi masalah di pedesaan untuk menciptakan dampak yang lebih holistik bagi masyarakat.

Melalui The NextDev, Telkomsel berupaya membangun ekosistem pengembangan digital Indonesia yang berkesinambungan yang ditentukan oleh Smart Innovation,Smart Community, dan Smart Solution. Sebagai Smart Innovation, The NextDev akan memberikan dampak positif dengan pemecahan masalah di Indonesia secara kreatif. Sebagai Smart Community, The NextDev akan menjadi roda penggerak masyarakat Indonesia dalam melakukan inovasi di bidang teknologi aplikasi. Sebagai Smart Solution, The NextDev akan menghasilkan teknologi aplikasi yang mampu menyelesaikan masalah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.

TCASH TAP Inovasi Telkomsel di Mobile Payment

telkomsel_t-cash

Satu lagi yang menjadi inovasi Telkomsel untuk mendukung era broadband yakni Telkomsel TCASH TAP. Layanan ini merupakan cara bayar baru dengan teknologi Near Field Communication (NFC) yang bisa digunakan untuk semua pelanggan Telkomsel dan semua jenis handphone. Tinggal tempel saja di EDC yang ada di merchant, lalu masukan PIN dan transaksi pun selesai. Begitu mudah.

TCASH TAP ini pun sudah dikembangkan sehingga kini terdapat aplikasi pembayaran berbasis NFC pertama di Indonesia. Pengguna cukup mengunduh T-Wallet dari application store dan mengaktifkan fitur NFC TCASH TAP.

Sayang, tidak mudah untuk memperkenalkan metode pembayaran digital pada masyarakat. Tidak heran, masih belum banyak pengguna dari NFC TCASH TAP ini. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Oktober 2015 lalu, saat ini baru digunakan oleh lebih dari 500.000 pengguna.

Persoalannya, bukan pada edukasi nya saja yang cukup sulit. Pasalnya, edukasi ini bukan hanya perlu dilakukan pada masyarakat saja, tetapi juga pada merchant. Sebab, jika merchant saja tidak mau menggunakan, bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan kecanggihan metode bayar digital baru ini. Ditambah lagi, masalah kepercayaan terhadap layanan ini yang masih kurang. Sehingga wajar, jika masih banyak yang belum menggunakan.

Telkomsel Semakin Dekat Lewat GraPARI

4GNation-7

Era broadband ini memang banyak hal yang perlu diedukasi pada masyarakat Indonesia. Untuk, Telkomsel pun menjadikan GraPARI sebagai pusat edukasi, selain memang menjadi tempat layanan purna jualnya. Terlebih, sebagai perusahaan dibidang jasa, perlu dekat dengan para pelanggannya, sehingga, Telkomsel tidak sendirian membangun GraPARI ini. Tetapi juga menggandeng mitra dealer untuk mendirikan pusat layanan ini.

GraPARI sendiri sekarang menjadi salah satu pusat layanan pelanggan (customer touch point) walk-in dengan konsep layanan modern dan digital ini merupakan wujud komitmen Telkomsel untuk lebih mendekatkan dan memudahkan akses bagi pelanggan untuk mendapatkan pelayanan menyeluruh tentang produk Telkomsel.

Adanya GraPARI ini juga customer touch point walk-in yang diharapkan mampu mendorong percepatan migrasi pelanggan menggunakan layanan 4G LTE Telkomsel, khususnya dalam penyediaan layanan upgrade kartu uSIM 4G LTE. Sejumlah GraPARI juga telah menyediakan layanan ATM MyGraPARI yang menyediakan fasilitas self service untuk pergantian kartu, baik upgrade maupun kehilangan, yang memudahkan pelanggan untuk tidak perlu mengantri untuk dilayani secara langsung petugas layanan.

Selain itu, Telkomsel juga mendorong pelanggan untuk mulai memanfaatkan fasilitas layanan online customer touch point digital Telkomsel untuk keperluan aktivitas yang tidak memerlukan kehadiran fisik pelanggan, melalui layanan aplikasi MyTelkomsel yang dapat dengan mudah diunduh pelanggan di Google Play Store untuk smartphone berbasis Android dan App Store untuk smartphone berbasis iOS. Pelanggan juga dapat mendapatkan layanan pelanggan Telkomsel melalui aktivitas di akun resmi social media Telkomsel, seperti di Twitter dan Facebook.

Saat ini, Telkomsel sudah memiliki telah 416 titik layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia dan 19 di antaranya terletak di pusat perbelanjaan premium seperti Mall dan Plaza. (Icha)

Qatar Jadi Negara Pertama yang Cicipi Serat 1Gbps Ooredoo

0

Telko.id – Ooredoo telah meluncurkan rencana serat 1Gbps barunya di Qatar, seiring dengan upaya perusahaan untuk terus meng-upgrade Ooredoo Supernet secara nasional. Berkat layanan ini, Qatar telah menjadi salah satu dari (hanya) 10 negara di dunia yang mampu memberikan koneksi serat tercepat untuk rumah.

“Upaya Ooredoo untuk terus mencetak rekor baru dengan investasi besar dan terus-menerus serta jaringan yang cepat di jaringan serat negara terbaru berarti bahwa pelanggan kami dapat menikmati kecepatan serat 1Gbps yang luar biasa untuk pertama kalinya,” kata CEO Ooredoo Qatar, Waleed Al Sayed.

Ia menambahkan, seperti dilaporkan Commsmea, Jumat (10/6), Ooredoo merupakan salah satu operator pertama di dunia yang meluncurkan layanan serat rumah 1Gbps dan yang pertama di Qatar.

“Kami percaya dengan teknologi jaringan kami, dan kami terus berusaha untuk menghadirkan teknologi terbaru ke negara kami terlebih dahulu,” tambahnya.

Untuk merayakan peluncuran layanan ini, setiap pelanggan yang meng-upgrade rencana seratnya saat ini ke rencana 1Gbps baru akan mendapatkan dua bulan tanpa biaya tambahan. Setelah itu, mereka akan mulai membayar harga bulanan standar sebesar QR 1.900 atau setara Rp 6,9 juta.

MobiFone Vietnam Jadi Rebutan Telstra, Axiata & Telenor

0

Telko.id – Operator nomor satu di Australia, Telstra, dikabarkan menaruh minat untuk kembali masuk ke pasar Vietnam. Untuk mewujudkan itu, perusahaan akan melakukan investasi di operator nomor dua Vietnam, MobiFone.

Telstra menarik diri dari Vietnam pada tahun 2003 setelah menginvestasikan sekitar US$ 240 juta dalam usaha patungan dengan Vietnam Post and Communications Group, tapi sekarang bisa mengambil saham di MobiFone menyusul diskusi antara COO Telstra internasional saat ini, Han Kotterman dan Menteri Informasi dan Komunikasi Vietnam, Truong Minh Tuan.

MobiFone sendiri berpisah dari sesama operator milik negara VNPT pada bulan Juni 2014, dan Kementerian Informasi dan Komunikasi bertujuan untuk memprivatisasinya selama lebih dari setahun. Operator ini diperintahkan untuk memberikan rencana untuk IPO pada akhir 2014, tetapi rencana privatisasi terus tertunda.

Pemerintah Vietnam saat ini sedang mencoba untuk memprivatisasi beberapa perusahaan milik negara seperti MobiFone, dengan investor asing dapat mengakuisisi saham hingga 49% setelah IPO yang direncanakan, demikian dilaporkan developingtelecoms, Jumat (10/6).

Telstra tidak sendirian dalam dalam ketertarikannya terhadap MobiFone. Pasalnya, Axiata, Telenor dan Comvik Internasional Vietnam juga dikabarkan memiliki minat dalam mengakuisisi saham pengendali.

IPO MobiFone yang sebelumnya dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2006, batal. Tapi ini terlalu menarik minat pemain besar, termasuk Deutsche Telekom, France Telecom (Oranye), Singtel dan Vodafone.

SpeedCast & KTsat Sediakan Broadband Global untuk 150 Kapal

0

Telko.id – SpeedCast International Limited, sebuah satelit komunikasi global dan penyedia layanan jaringan terkemuka, dan KTsat, satu-satunya penyedia satelit di Korea, telah mengumumkan kerjasamanya untuk menyediakan layanan komunikasi maritim global Ku-band ke hingga 150 kapal.

Menurut laporan Telecomtiger, Jumat (10/6), layanan ini akan dipasang selama 18 bulan ke depan.

Pita frekuensi Ku (Ku-band) sendiri merupakan kelas pertama dari K-band. Ku-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz (downlink frequencies) dan 14 hingga 14,5 GHz (uplink frequencies). Ku-band atau Kurtz-under band terutama digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television. Ku-band juga digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis.

“Kami senang melihat pertumbuhan kemitraan kami dengan KTsat, melayani pelanggan Korea dalam hal pengiriman. Selama enam tahun terakhir, SpeedCast telah menyediakan pelanggan KTsat dengan akses ke layanan jaringan telekomunikasi satelit global kami, menawarkan cakupan satelit yang tak terganggu sepanjang rute maritim utama dan wilayah lepas pantai, ” kata Wakil Presiden Layanan Maritim SpeedCast, Piers Cunningham.

Sementara itu, CEO KTsat Shin Kyushik mengatakan bahwa kerjasama dengan SpeedCast merupakan sebuah pengalaman fenomenal untuk pelanggan maritimnya. KTsat menganggap kerjasama ini sebagai momentum besar untuk terus berkembang tak hanya di Korea tetapi juga Asia-Pasifik.

“SpeedCast telah menyediakan infrastruktur yang luas untuk menyediakan konektivitas tanpa batas ini untuk layanan data, video dan komunikasi suara maritim, dan melanjutkan upaya berkesinambungan untuk meningkatkan dan memperluas cakupan, kapasitas dan kemampuan dalam solusi komunikasi maritimnya,” kata Shin.

Operator Diharapkan Bangun Tower di Pulau Penyengat

0

Telko.id – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi berujar akan segera berkoordinasi dengan operator telekomunikasi agar tower telekomunikasi dapat segera dibangun di Pulau Penyengat.

“Saya akan ajukan ke pihak mereka, bagaimana pola yang cocok untuk membangun tower di Pulau Penyengat,” ujar Wan Samsi seperti dilaporkan Batam Post (10/6).

Sebelumnya, Warga Pulau Penyengat sempat mengeluhkan akses komunikasi yang tidak lancar di wilayah mereka.  Padahal, sejatinya lokasi pulau yang dicanangkan menjadi warisan sejarah dunia itu tidak terlampau jauh dari Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, bahkan hanya memakan waktu sekitar 10 menit saja melalui perjalanan laut.

Wan Samsi menambahkan, setelah satu-satunya tower telekomunikasi di Pulau Penyengat dirobohkan, warga Penyengat memanfaatkan sinyal dari Kota Tanjungpinang yang tentunya tidak memberikan layanan komunikasi yang optimal.

Berkaca dari hal tersebut, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pihak operator telekomunikasi yang sebelumnya pernah membangun tower di Pulau Penyengat agar dibangun kembali tower di wilayah ini.

Wan Samsi mengatakan, Bidang Udara akan segera mengurus keluhan tersebut, dan akan mengecek persoalannya. “Di Penyengat boleh dibangun tower. Tapi harus dirancang bangun supaya tidak mengganggu situs budaya,” ujarnya.

Senada dengan Wan Samsi, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ade Angga sangat setuju jika Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang membantu persoalan warga Pulau Penyengat, terkait dengan sarana komunikasi tadi.

Dia akan minta Komisi I DPRD mengajak Dishubkominfo untuk meminta provider telekomunikasi memasang tower di Pulau Penyengat. “Jangan sampai Penyengat menjadi terasing di pusat Ibu Kota Provinsi Kepri,” tambahnya.

Ade juga memastikan, dia akan terus mengawasi perkembangan upaya pembangunan tower telekomunikasi itu.

Sekadar informasi, beberapa tahun lalu pernah juga dibangun tower telekomunikasi. Namun sekitar tiga tahun lalu, tower telekomunikasi dari salah satu operator seluler tersebut tersambar petir. Akibatnya merusak sebagian dinding dan menara masjid. “Alhasil tower dibongkar,” ujarnya. Hingga saat ini, pihak provider belum kembali melakukan pemasangan tower.

Kominfo sendiri sejatinya sedang mencanangkan proyek Palapa Ring yang bertujuan untuk memberikan arus internet di wilayah-wilayah rural di Indonesia. Diharapkan, kesuksesan proyek ini dapat memberikan kualitas internet yang baik di semua wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Dengan begitu, akan semakin banyak kekayaan dan pesona alam yang bisa di eksplorasi dan pada akhirnya dapat menumbuhkan perekonomian di wilayah tersebut.

Bayar Iuran BPJS Kini Bisa Pakai XL Tunai

0

Telko.id – XL Tunai kembali memperpanjang portofolio layanannya. Setelah beberapa waktu lalu memungkinkan pengguna menggunakannya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kini XL Tunai bisa digunakan juga untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

Pembayaran BPJS Kesehatan melalui XL Tunai sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat mulai 24 Mei 2016.

“Dengan e-money XL Tunai kami ingin ikut serta memberikan kemudahan kepada pelanggan dan masyarakat yang memerlukan sarana pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Karena layanan XL Tunai bisa diakses melalui ponsel, maka pelanggan menjadi semakin mudah jika membayar iuran BPJS,” kata  VP Digital Services Business XL, Rafael Jeffry A. Sani dalam keterangan resminya, Kamis (9/6).

XL Tunai sendiri merupakan layanan uang elektronik dari XL yang memungkinkan pelanggan XL melakukan transaksi keuangan hanya dengan menggunakan ponsel. Jenis transaksi yang bisa digunakan beragam, mulai dari jual beli pulsa XL, bayar tagihan, belanja di toko, belanja online, hingga kirim uang di dalam negeri dan luar negeri.

Saat ini, XL Tunai bisa digunakan di kurang lebih 202 merchant dan 20.000 lebih lokasi isi dan tarik saldo di Indomaret, Alfamart dan XL Centre.

“Dengan XL Tunai, pengguna bebas bertransaksi dengan mudah tanpa menggunakan uang tunai,” tambah Rafael.

Selain untuk pembayaran BPJS Kesehatan, XL Tunai juga bisa digunakan untuk membayar tagihan langganan PDAM di beberapa kota, juga membayar tagihan listrik PLN. XL juga telah bekerjasama dengan beberapa pemerintah daerah untuk menyediakan sarana pembayaran bagi sejumlah layanan publik, diantanya pembayaran PBB di Yogyakarta, dan pajak kendaraan bermotor di Nusa Tenggara Barat.

Merchant XL Tunai lainnya terbagi dalam beberapa jenis transaksi, merchant online shopping seperti Elevenia, Blibli, Groupon, Bhinneka, Dinomarket, pembayaran belanja di toko Alfamart, Alfamidi, Lawson dan Indomaret, serta pembayaran tagihan air di Jakarta, Bandung, Surabaya

Mulai diperkenalkan sejak 2012, saat ini XL Tunai digunakan secara aktif oleh tidak kurang dari 1.7 juta pelanggan, yang tersebar di hampir semua wilayah layanan XL. Sebagian besar pelanggan menggunakan XL Tunai untuk jenis transaksi kirim uang dan pembayaran tagihan.

 

Huawei Ujicoba Smart Parking

0

Telko.id – Vendor asal China, Huawei dan raksasa telekomunikasi yang berbasis di U.K yakni Vodafone telah menyelesaikan uji coba pertama pada jaringan komersial untuk pra-standar Smart Parking NB-IOT di Spanyol.

Huawei mengatakan bahwa solusi Smart Parking ini akan menghasilkan peluang pendapatan bagi pemerintah kota yang bersangkutan.

Dilaporkan RcrWirelles (10/6), Setelah uji coba smartbmetering di Spanyol pada November lalu, kedua perusahaan mulai bekerja pada sebuah pra-komersial NB-IOT tahap kedua untuk Smart Parking.

Ujicoba Smart Parking, yang dilakukan berkat kerjasama dengan Fangle dan Ublox, diadakan secara tertutup di berbagai tempat parkir dalam ruangan. Huawei mengatakan bahwa Smart Parking akan memungkinkan pengguna untuk mengakses data parkir jarak jauh, dari aplikasi mobile, termasuk memeriksa ketersediaan tempat parkir dan menavigasikan kendaraan mereka ke tempat yang tersedia, disamping akan akan ada fitur-fitur lainnya.

Vendor asal negeri Tirai Bambu ini juga mengatakan bahwa solusi tersebut akan menciptakan pendapatan baru untuk manajemen kota, biaya parkir umum operasional yang lebih rendah, serta membantu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang diakibatkan sulitnya mencari tempat parkir yang kosong.

“Dengan NB-IOT Open Lab yang didirikan di Inggris, Huawei berkomitmen untuk bekerja sama dengan Vodafone untuk memperluas ekosistem NB-IOT dan mengembangkan solusi yang lebih inovatif, seperti Smart Metering dan saat ini Smart Parking, untuk sepenuhnya mendukung industri dan mitra untuk merangkul setiap peluang yang dibawa oleh solusi NB-IOT ini, ” ujar David Wang, Presiden Product Line Wireless di Huawei.

Kedua perusahaan, baik itu Huawei dan Vodafone mengatakan mereka telah bekerjasama untuk mencapai standarisasi pada bulan Juni lalu serta tahap pra-komersial pada akhir tahun ini.

Sementara untuk komersialisasinya, diharapkan solusi ini bisa mulai pada awal 2017 mendatang.

Jika memang terwujud, maka bukan tidak mungkin solusi ini juga dapat diterapkan di Indonesia. Dengan banyaknya pusat perbelanjaan yang memiliki lahan parkir yang kurang mendukung, ditambah lagi semakin meledaknya jumlah kendaraan di Indonesia, sudah barang tentu solusi seperti ini akan ‘laris’ dipasaran Indonesia.

Gandeng US Cellular, Proyek Fi Google Tambah Cakupan

0

Telko.id – Proyek Fi, yakni sebuah MVNO yang diluncurkan oleh raksasa internet Amerika Serikat, Google setahun yang lalu, telah menambahkan US Cellular ke daftar jaringan seluler mereka.

“Konektivitas Mobile adalah pusat segala sesuatu yang kita lakukan,” desak pihak Google di blog yang mengumumkan berita ini, sebelum memperluas dengan narasi standar tentang bagaimana menggunakan komunikasi nirkabel. Dengan pemikiran ini Google telah memutuskan untuk menambah jaringan lain untuk Proyek Fi guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna dari MVNO di daerah di mana US Cellular kuat.

Ketika diluncurkan, Proyek Fi menggunakan T-Mobile dan Sprint sebagai mitra jaringan, sembari menekankan bahwa jaringan dirancang untuk mengalihkan orang sebanyak mungkin ke jalur wifi. Hal yang sedikit lebih cerdas ketimbang beberapa penyedia selular adalah kemampuan untuk secara dinamis menilai cakupan terbaik pada lokasi tertentu dan pemilihan jaringan ketika menggunakan Project Fi phone.

“Dengan mengakses beberapa jaringan selular, pengguna Fi memiliki koneksi hampir 99% pada smartphone mereka, dan menghabiskan sekitar 95% dari waktu selular LTE, angka tersebut akan meningkat seiring dengan penambahan US Cellular sebagai mitra mereka,” ujar blog Google, seperti dilansir dari Telecoms (10/6).

Menurut Ovum WCIS, US Cellular memiliki seperlima dari total pelanggan pada setiap operator di Amerika Serikat atau setara dengan 5 juta pelanggan, dengan akuntansi untuk sekitar pangsa pasar nasional sebesar 1%. Sementara Google belum mempublikasikan jumlah data pelanggan untuk Proyek Fi.

US Cellular sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi Asal Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan jaringan nirkabel terbesar kelima di Amerika Serikat yang melayani 4,9 juta pelanggan di 426 pasar di 23 negara bagian Amerika Serikat pada kuartal pertama di tahun 2016.  Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Chicago, Illinois.

GSA : China Kuasai Pertumbuhan Pengguna LTE

Telko.id – Jumlah koneksi layanan LTE meningkat pada angka 2 juta subscriber per hari secara global pada Q1, menurut GSA.

Dilaporkan TotalTelecom(10/6), Jumlah langganan LTE mencapai 1,29 miliar pada kuartal pertama di tahun ini, berkat penambahan bersih lebih dari 645 juta selama periode 12 bulan yang lalu, ungkap Gobal mobile Suppliers Association (GSA) pada pekan ini.

Sementara Angka-angka, yang meliputi koneksi LTE-Advanced, disediakan oleh perusahaan analis Ovum, tambah GSA.

Sekadar informasi, koneksi LTE meningkat sebesar 182 juta di Q1 tahun ini, sedangkan tingkat pertumbuhan teknologi yang lebih usang gagal untuk menyamai pertumbuhan LTE. Pertumbuhan pelanggan 3G / HSPA meningkat sebesar 48 juta, sementara subscriber GSM turun sekitar 120 juta, ujar GSA.

Lebih lanjut, GSA juga memprediksi bahwa subscriber dari teknologi jaringan LTE / LTE-A akan melebihi jumlah koneksi 3G pada tahun 2020 dan bahkan bisa lebih cepat.

“Pelanggan LTE yang mendaftar selama Q1 2016 mencapai angka rata-rata 2 juta per hari dan angka tersebut terus meningkat,” kata Alan Hadden, wakil presiden dari GSA, dalam sebuah pernyataan.

Hadden menambahkan, bahwa saat ini layanan LTE telah menghubungkan lebih dari satu per enam pelanggan ponsel di seluruh dunia, atau sekira 17,4%.

Seperti diketahui, benua Asia secara alami menjadi pasar LTE terbesar di dunia dan saham yang tumbuh, terdapat sebesar 734 juta koneksi yang memberikan 56,9% dari total koneksi LTE di dunia pada Q1. Sementara pertumbuhan terbesar berasal dari negeri Tirai Bambu, China, yang mengklaim memiliki 511 juta pelanggan LTE pada tanggal yang sama, setelah penambahan mengejutkan sebesar 96.300.000 subscriber pada kuartal pertama, atau lebih dari setengah pertambahan di dunia.

Sementara India yang digadang-gadang sebagai kekuatan baru di Asia, nampaknya belum menunjukan taring mereka. Sampai dengan laporan ini diturunkan saja, mereka masih berada di urutan keempat dari jumlah pelanggan LTE.

Amerika Utara adalah pasar LTE terbesar kedua dengan 253 juta koneksi, namun share mereka terlihat menurun. Amerika Utara menyumbang sekitar 19,6% pada Q1, sementara Eropa mengklaim 14% share pada kuartal yang sama.

GSA mencatat pertumbuhan yang kuat di Amerika Latin dan Karibia, yang kini memiliki 67 juta pelanggan, sementara Timur Tengah memiliki 46.600.000 dan Afrika 9 juta.

Terdapat sekira 503 juta jaringan LTE komersial di dunia, GSA mengumumkan baru-baru ini, dengan 500 jaringan telah diluncurkan pada Mei tahun ini.

Sebentar Lagi Bakal Ramai Smartphone 4G Harga Rp1 jutaan

0

Telko.id – Di pasar, kini untuk memperoleh ponsel 2G sudah tidak mudah. Memang eranya sudah harus perpindah menjadi 3G atau 4G. Dan ini merupakan peluang yang cukup besar bagi para pemain smartphone. Pasalnya, masih sekitar 100 juta pengguna selular masih menggunakan ponsel 2G dan harus pindah ke 3G atau 4G. Peluang ini juga dilihat oleh SPC Mobile, di bawah bendera Supertone Indonesia.

Namun, pasar Indonesia ini unik. Agak sulit memprediksi produk yang diinginkan. Hanya saja, berdasarkan pengalaman, maka smartphone 4G yang bakal diserap oleh pasar adalah di bawah Rp.1 juta. “Tidak lama lagi, kami akan mengeluarkan smartgphone 4G, kerjasama dengan operator. Dan kami sedang mencoba untuk bisa memberikan pada masyarakat Indonesia, smartphone 4G di bawah 1 juta,” ujar Raymond Tedjokusumo, Chief

Raymond menambahkan bahwa harga smarthphone 4G yang terjangkau itu disebabkan karena SPC sudah memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri yakni 20%. Sedangkan tahun mendatang SPC pun sangat optimis bisa mencapai 30%.

Hal ini disebabkan, bukan hanya SPC sudah memiliki pabrik perakitan sendiri yang membuat biaya produksi ini lebih efisien. “Kami juga sudah memiliki tim untuk creating content local sendiri atau tim software development. Jadi kami akan lebih mudah memenuhi kandungan lokal yang diatur oleh pemerintah,” tutur Raymond menjelaskan.

Untuk smartphone 4G yang rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat, SPC berencana akan menanamkan procesor milik Mediatek. Walau demikian, SPC akan tetap menyesuaikan dengan kebutuhan dalam menggunakan procesor. Bisa saja, nanti akan menggunakan Intel, Mediatek atau Qualcomm.

“Pada tahun ini, kami berencana untuk meluncurkan 3 produk 4G. Smartphone ada 2 tipe dan tablet 1 tipe,” ujar Raymond menjelaskan. Setidaknya, Raymond menyatakan bahwa pada tahun ini akan ada sekitar 15 tipe smartphone maupun tablet yang diluncurkan. Dengan komposisi 60% adalah smartphone dan 40% adalah tablet.

Selain SPC, sudah ada merek lokal lain yang juga akan meluncurkan smartphone 4G dengan harga di bawah Rp.1 juta. Direncanakan juga dalam peluncurannya akan bekerjasama dengan operator. (Icha)