spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1616

Huawei Indonesia Ikut Pastikan Jaringan Operator ‘Ngacir’ di Ramadhan dan Lebaran

0

Telko.id – Momen ramadhan dan lebaran memang selalu menjadi perhatian bagi para operator. Ternyata bukan hanya operator yang dag, dig, dug menghadapi perpindahan trend komunikasi di momen besar ini. Di balik itu ada vendor jaringan juga yang selalu siap membantu operator agar layanan yang diberikan pada pelanggannya tetap berjalan lancar.

Ada 4 strategi yang selalu dilakukan oleh Huawei Indonesia menghadapi momen Ramadhan dan Lebaran. Pertama adalah Joint Planning Session dengan tim operator. Tujuannya adalah untuk memastikan kapasitas yang dibutuhkan disetiap wilayah permintaan operator tercukupi. Huawei juga memastikan pembangunan network pada area yang diminta oleh operator selesai pada waktunya. Baik untuk maintaince performance atau menjada kualitas selama Ramadhan dan Lebaran.

Kedua, Huawei Indonesia mempersiapkan ‘pasukan khusus’ yang disebut dengan Ramadhan Assurance Team. Pasukan ini harus siap 24 jam selama 7 hari. Baik yang berada di lapangan maupun yang on call untuk memastikan jaringan ‘aman’ terkendali dan pelanggan dapat melakukan komunikasi dengan baik dan lancar.

Ketiga, memastikan bahwa problem yang beresiko tinggi, terutama di Core Network sudah tertangani paling awal. Bahan, Huawei harus memastikan sudah clean sebelum ramdhan di mulai seperti yang diminta oleh operator.

Keempat, Huawei juga membuat perencanaan untuk pencegahan dan pemulihan setelah terjadi bencana sehingga jaringan dalam waktu dekat dapat langsung beroperasi lagi. “Kami punya standar, 4 jam saja jaringan sudah mampu beroperasi lagi,” ujar Mohamad Rosidi, Deputy Director, ICT Strategy and Marketing, Huawei Indonesia menjelaskan. Agar standar tersebut dapat dipenuhi, maka Huawei membangun 72 titik yang akan menyedian sparepart. Dengan demikian, pemulihan dapat berjalan cepat.

“Menghadapi ramadhan dan lebaran, kami juga menggunakan teknologi terkini untuk mendorong data service dan meningkatkan kapasitas dan kualitas. Mulai dari LTE, FTTH, Antenna multi-sector, AAU (Active Antenna Units), Software yang mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas serta tidak ketinggalan juga small cell,” ujar Rosidi menjelaskan. (Icha)

20% Pengguna Internet Tutupi Webcam Untuk Lindungi Data Pribadi

Telko.id – Banyak cara dilakukan orang untuk melindungi datanya agar tetap aman, salah satunya dengan menutupi webcam mereka. Hal ini dilakukan oleh satu dari lima pengguna internet (20%), demikian dilaporkan Kaspersky Lab dalam penelitiannya.

Cara ini dianggap cukup berguna, tetapi penting bagi pengguna untuk mengetahui bahwa menutupi webcam tidak dapat mencegah intersepsi audio dan melindungi pengguna dari didengarkan oleh hacker atau kelompok berbahaya, lanjut Kaspersky.

Sementara itu, lebih dari seperempat pengguna internet (28%) menyimpan data sensitif mereka pada perangkat yang tidak memiliki akses internet, sebuah pemikiran yang keliru apabila hal ini akan menjamin perlindungan terhadap data-data mereka. Namun, meskipun teori ini didasarkan pada logika, dan sangat penting untuk juga mengamankan cadangan data dari efek serangan ransomware, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun, sangat mungkin bagi perangkat untuk terinfeksi ketika terhubung dengan smartphone atau USB stick.

18% dari pengguna internet yang disurvei mengakui bahwa mereka mencoba untuk menghindari menggunakan situs-situs populer seperti Google dan Facebook karena informasi pribadi dikumpulkan oleh situs tersebut. Meskipun faktanya hal tersebut merupakan praktek yang normal di hampir semua situs web saat ini untuk melacak pengguna dan mengumpulkan beberapa data-data pengguna.

Selain itu, 8% pengguna yang paranoid mengaku menyembunyikan komputer mereka dari orang lain, meskipun hal ini tidak akan membantu melindungi mereka dari ancaman Internet.

7% juga mengatakan mereka menyisihkan waktu untuk log in, kemudian menghapus data kartu kredit ketika melakukan transaksi secara online, sebagai upaya mereka untuk membingungkan virus, meskipun faktanya malware, terutama keyloggers, tidak dapat dibuat bingung dengan cara ini.

Beberapa lainnya menggunakan cara-cara ekstrim, tetapi tidak kuat. Statistik menunjukkan bahwa pengguna internet lainnya sangat kurang dalam hal ketangkasan cyber. Hanya 23% pengguna yang mengatakan mereka merasa ditargetkan secara online dan 23% mengatakan bahwa mereka tidak berpikir solusi keamanan diperlukan, memunculkan pertanyaan tentang kesadaran online mereka dan kemampuan untuk melindungi diri dari bahaya.

“Temuan ini menunjukkan dua hal ekstrem – di satu satu sisi ada orang-orang yang berpikir mereka dapat menyimpan data mereka dengan aman, misalnya, menyembunyikan komputer mereka; namun di sisi lain masih ada orang-orang yang tidak mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan secara online,” kata David Emm, Principal Security Researcher dari Kaspersky Lab.

Ia menambahkan, orang-orang perlu menjadi lebih cerdas dan tangkas dalam hal cyber. “Dengan solusi keamanan yang ada saat ini sangat mungkin untuk melindungi diri dari ancaman cyber, tanpa harus melakukan hal yang ekstrim seperti menyembunyikan komputer Anda,” imbuhnya.

Sangat mungkin bagi pengguna untuk melindungi diri dari ancaman online, tanpa harus melakukan cara-cara yang ekstrim dan bisa jadi tidak akurat. Kaspersky Internet Security, misalnya, dapat melindungi pengguna tanpa mempengaruhi kehidupan digital mereka.

Fitur Webcam Protection untuk Mac dan Windows dapat menjaga privasi pengguna, sementara spesialis fitur anti-pelacakan – seperti fungsi Private Browsing – dapat membantu pengguna yang ingin menghindari dilacak oleh situs web – dengan menghilangkan data pengguna dari lalu lintas Internet.

Lelang Spektrum Terbesar Siap Digelar di India

0

Telko.id – Pemerintah India telah setuju untuk menggelar lelang spektrum telekomunikasi terbesar di negara itu. Adapun nilai spektrum yang akan dilelang adalah Rs5.66 triliun atau setara Rp 75 miliar.

Regulator telekomunikasi India, Trai, telah diminta untuk membuat rekomendasi baru untuk harga penggunaan spektrum.

Berdasarkan harga dasar, seperti dilaporkan GTB, Jumat (24/6), spektrum India seharga Rs.5.66 triliun. Pemerintah akan menjual pita spektrum 700MHz, 800MHz, 900MHz 1,800MHz, 2,100MHz, 2.300 MHz dan 2.500 MHz.

Rencana lelang spektrum direkomendasikan oleh Trai dan ditinjau oleh Departemen telekomunikasi sebelum disetujui oleh pemerintah.

Menteri Keuangan, Arun Jaitley menyebut ini sebagai lelang spektrum terbesar dalam sejarah India dan menambahkan bahwa konsultasi diperlukan untuk harga penggunaan spektrum (SUC). Trai telah diminta untuk membuat rekomendasi baru.

Pada tanggal 7 Juni, Komisi Telecom mengumumkan metodologi rata-rata yang menguntungkan untuk menghitung SUC dan menurunkan tingkat ke 3% untuk lelang mendatang dari 5% dalam lelang sebelumnya.

Perhitungan ini didasarkan pada waktu dan akuisisi frekuensi band. Pemerintah telah menyetujui usulan Trai untuk harga spektrum. Dan aplikasi untuk ini akan keluar setelah klarifikasi atas SUC diterima dari Trai.

Biasanya diperlukan waktu 60 hari bagi pemerintah untuk melakukan lelang setelah persetujuan kabinet.

Peduli Sesama, XL Sumbang Air Bersih dan Makanan ke Korban Banjir

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk menyalurkan donasi untuk warga korban tanah longsor dan banjir di Porworejo, Jawa Tengah dan Padang, Sumatera Barat. Donasi diserahkan langsung oleh Vice President XL Central Region, Rd Sofia Purbayanti di lokasi bencana, Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten, Purworejo, Rabu (23/6).

”Kami turut prihatin atas musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Purworejo dan juga di sejumlah daerah di tanah air lainnya, yang terjadi secara bersamaan. Mewakili keluarga besar XL Axiata, bersama dengan tim-tim XL di daerah lain, kami menyalurkan bantuan untuk keperluan darurat ke lokasi bencana, salah satunya di Purworejo. Sebagai bagian dari masyarakat Jawa Tengah, kami selalu siap bergotong-royong dengan masyarakat dalam meringankan beban korban bencana,” katanya melalui keterangan resmi.

Donasi dari XL diserahkan dalam bentuk air bersih, makanan siap saji, bahan makanan dan selimut.

Selain menyalurkan bantuan, lanjut Sofia, XL juga akan selalu menjaga kondisi infrastruktur jaringan dan layanan di daerah yang terkena bencana. XL akan berusaha maksimal untuk menjamin kualitas jaringan tetap terjaga selama masa kritis.

Menurutnya, ada tambahan tim khusus untuk mengawasi Base Transceiver Station (BTS) terutama di area-area rawan bencana untuk memastikan pelayanan telekomunikasi tetap berjalan lancar. Meskipun ada beberapa site sempat mengalami gangguan, namun secara keseluruhan pelayanan masih sangat normal. Kesigapan tim network yang juga didukung teknologi jaringan yang canggih mampu mengatasi gangguan yang ada.

CSR_PadangSementara itu di Padang, Tim XL West Region menyalurkan donasi ke Panti Asuhan Yatim Piatu Wira Lisma. Donasi dari XL berupa bahan-bahan makanan dan alat tulis. Panti asuhan ini salah satu panti yang terkena dampak banjir yang cukup serius.

XL akan terus memantau kondisi daerah-daerah yang rawan bencana. Selain untuk mengantisipasi dan memastikan seluruh jaringan aman, juga untuk bersiaga jika harus segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kaspersky Bagikan Tips Atasi Skimming ATM

Telko.id – Menjelang hari raya Idul Fitri, tentunya akan semakin marak tindak kejahatan dan menuntut setiap orang untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan mereka.

Tingginya lalu lintas uang pada puasa dan Lebaran juga dimanfaatkan perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk menaikkan jumlah pengguna dan transaksi. Namun, ada juga kekhawatiran yang muncul  yaitu ancaman fisik yang menargetkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau Point of Sales (PoS) seperti skimming dan pencurian terhadap ATM. Selain itu, ancaman atau serangan siber pada perangkat lunak ATM juga semakin meningkat: bank melaporkan peningkatan jumlah insiden yang melibatkan malware ATM. Contoh terbaru dengan cara menggantikan hardware card skimmer, tetapi juga memungkinkan penyerang untuk memaksa ATM yang terinfeksi untuk mengeluarkan uang tunai.

Sekadar informasi, terdapat dua cara skimming mesin ATM, yakni secara fisik maupun menggunakan kemampuan IT.

Untuk secara fisik seperti perampokan Bank yang lebih menggunakan kemampuan fisik secara manual seperti menghancurkan mesin ATM.

“Saat ini di Indonesia lebih banyak pencurian fisik ketimbang virtual, namun hal ini hanya tinggal menunggu waktu saja seiring dengan kemajuan IT di Indonesia,” ujar Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia, di Jakarta (23/6).

DSC_0118_1

Sedangkan untuk virtual, adalah pencurian uang nasabah melalui kehandalan IT dan menyerang menggunakan malware yang tentunya akan mengakibatkan pengguna umum menjadi korban, bukan Bank tersebut.

Untuk secara virtual, malware yang hadir di dalam mesin ATM biasanya berusaha untuk merusak sistem keamanan dari OS mesin tersebut. Salah satu serangan siber yang paling merusak pada tahun 2014-2015, dikenal sebagai Carbanak, diantaranya aksi penarikan uang tunai secara besar-besaran serta malware lain yang menargetkan ATM. Tahun ini kami juga mengamati perkembangan pesat dari perampokan bank berteknologi tinggi ini.

“Kebanyakan malware yang berkembang saat ini ada dua, yakni storage dan internet,” tambah Dony.

Donny juga memberikan tips kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya pencurian uang secara virtual, seperti :

  • Jangan pernah terima bantuan dr orang lain ketika mengambil atm
  • Usahakan selalu menutup, menghalangi nomor pin agar tidak bisa terlihat org lain.
  • setelah melakukan transaksi, tekan tombol untuk melakukan transaksi lanjutan dan masukan pin ATM palsu setelah itu cancel dan tarik ATM anda.
  • Lokasi ATM yang sepi juga harus dijadikan bahan perrimbangan.

Sejatinya, pihak Bank sudah prepare jikalau mesin ATM mereka terkena malware, namun setiap Bank memiliki treatment tersendiri untuk menjaga kredibilitas keamanan merek.

Dampak IoT Terhadap Ekonomi Regional

0

Telko.id – Internet of Things menjanjikan akan saling menghubungkan 20 miliar object pada tahun 2020 mendatang. Dilihat dari angka nya saja, tentu sangat menjanjikan. Namun, keberhasilan dari IoT ini tergantung berbagai aspek. Salah satu yang menjadi kunci sukses dan akan memberikan dampak terhadap ekonomi regional adalah perencanaan yang dipimpin pemerintah. Hal ini akan menjadi kekuatan besar dan dominan dalam perencanaan IoT dalam sebuah negara. Sambil, saat ini IoT pun mencari bentuk.

Hal ini juga didukung oleh berbagai riset yang sudah banyak dilakukan tentang IoT ini. Misalnya, McKinsey & Company, menganalisa bahwa bisnis IOT itu akan mampu memberikan dampak ekonomi tahunan antara $ 4 Triliun hingga $ 11 Triliun pada tahun 2025 mendatang. Dalam penelitinya McKinsey mengurutkan secara vertikal industri yang memberikan nilai paling ekonomi: pabrik, kota, manusia, ritel, transportasi logistik, manajemen proyek, kendaraan, rumah dan kantor.

Markets and Markets menganalisa bahwa kawasan Asia-Pacific akan terus menjadi memimpin, seperti juga pada tahun 2014 lalu. “Hal ini juga diprediksi akan terus terjadi dan akan terlihat pada sektor manufaktur, pertambangan, kesehatan, dan energi dan power. Di kawasan APAC ini, Cina akan memegang peranan penting dalam pengembangan IoT karena pangsa pasar nya besar. Diikuti oleh India yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tertinggi,” ujar Analis dari Market and Markets menjelaskan.

Beberapa kelompok yang akan banyak muncul pada era IoT ini adalah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Dan, akan menjadi pemimpin juga diindutsri IoT di kawasan APAC. Perusahaan tersebut diantaranya adalah General Electric, Cisco, Intel, Rockwell Automation, ARM, ABB, Siemens, Honeywell International, Dassault, Huawei, Zebra Technologies, IBM dan Robert Bosch.

Lalu, mengapa Cina akan memimpin IoT? Banyak pengamat industri melihat bahwa program pemerintah ‘Made in China 2025” yang dicanangkan dan dirancang untuk mendorong inovasi menjadi point penting. Diperkirakan, ada 10 manufaktur yang masuk dalam rancangan tersebut. Seperti advanced IT, automated machines and robotics, aerospace, maritime, rail, new energy, power, agriculture, new materials, dan biopharma/medicine.

Program ‘Made in China 2025 ini diresmikan oleh Departemen Perindustrian dan Teknologi Telekomunikasi sejak 2013. “Jika kita tidak bisa membuat produk dengan kualitas yang baik dan merek, Cina tidak akan bisa menjadi lokomotif manufaktur seperti yang kita harapkan,” jelas Sha Nansheng, MIIT Departemen wakil direktur Sains dan Teknologi dalam sebuah wawancara tahun lalu.

Salah satu point dalam program pemerintah Cina tersebut adalah peningkatan konten dalam negeri dalam komponen inti dan bahan barang yang diperoduksi mencapai 40% pada tahun 2020. Dan akan terus ditingkatkan sehingga mampu mencapai 70% pada tahun 2025.

Target pemerintah Cina dari program tersebut, seperti yang dilansir dari The New York Times, adalah untuk mendorong terjadinya transformasi ekonomi. Ada dua bidang yang menjadi fokus dari pemerintah Cina ini. Pertama adalah Internet Plus untuk insentif internet dan e-Commerce yang berhungan bisnis dan Made in China 2025 untuk meningkatkan fasilitas manufaktur Cina. Agar lebih fokus, pada tahun lalu, Cina telah memotong jutaan ton kapasitas produksi berlebih dalam baja, kaca dan aluminium dan tidak efisien industri berat lainnya.

Seperti China di wilayah APAC, Jerman di kawasan Europe, Middle East and Africa atau EMEA juga memiliki posisi terdepan untuk urusan IoT ini, terutama dalam mengotomisasi manufaktur.

Jerman sendiri memiliki Industrie 4.0 Initiative. Program pemerintah yang merencanakan Revolusi Industri ke empat. “Awal, yang menjadi fokus adalah semikonduktor ditingkat sistem elektronik mikro. Kini, Jerman Industrie 4.0 adalah program untuk memanfaatkan basis manufaktur yang ada di negara itu untuk menjadi episentrum produksi “pabrik pintar,” ujar Angela Merkel, Kanselir Jerman menjelaskan.

Jerman, dan Eropa pun pada umumnya juga memiliki jaringan IoT yang kuat. Hal ini terjadi berkat perusahaan Sigfox yang membawa Low power, wide-area network ke Jerman untuk mendukung Industrie 4.0. Jaringan Sigfox ini sendiri aktif dan akan dikembangkan lagi di 13 negara lain, termasuk Amerika Serikat.

“Jerman merupakan pasar yang sangat penting bagi Sigfox dan komitmen kami untuk menyebarkan jaringan nasional mencerminkan ini,” kata Stuart Lodge, EVP untuk penjualan global dan mitra di Sigfox. “Sigfox adalah membangun ekosistem yang kuat dari mitra di seluruh rantai nilai IOT dan Jerman memiliki banyak perusahaan yang memimpin pasar yang pengaruhnya meluas di seluruh dunia,” sahut Stuart menambahkan.

Dalam laporannya, IDC melihat prospektif lanskap IoT secara global di 2016, menyatakan bahwa APAC akan menguasai 5.4 juta peralatan yang terinstall IoT. Di Amerika Utama akan mencapai 5.2 juta dan di Eropa Barat akan mencapai 4.5 juta.

Tim riset IDC mengindifikasikan bahwa pasar utama yang kini sedang dalam pengembangan berkelanjutan adalah smart cities, smart houses dan smart cars, connectivity infrastructure, connected culture, dan lainnya.

45130451_l-1

Salah satu yang menjadi kunci agar IoT ini dapat sukses adalah standarisasi global yang sampai saat ini masih belum terbentuk. Untuk penentuan standarisasi ini perlu beberapa poin sehingga akhirnya akan membentu ekosistem. Pertama adalah global scalability, ekosistem untuk pengembangan aplikasi, prioritas dalam mengembangkan daerah bersaing dan masalah keamanan / privasi.

Dari sisi ekosistem itu sendiri, IDC memberikan catatan bahwa ada beberapa kendala yang membuat ekosistem belum terbentuk. Pertama adalah protokol konektifitas standar yang resmi dan dapat diterima oleh semua kalangan. Kedua adalah masalah privasi dan keamanan yang saat ini sangat memprihatinkan.

Di sisi lain, pasar juga sedang mengalami proses pengembangan. Di mana, dulu pasar dikendalikan oleh supply driven sedang kini harus dikembangkan berdasarkan demand driven. Sehingga, apapun yang diproduksi oleh IoT ini memang sesuai dengan kebutuhan pada konsumen. (Icha)

Ooredoo Oman Sudah Selesaikan Project SEA-ME-WE 5 Submarine System

0

Telko.id – Ooredoo Oman, baru saja mengumumkan tentang penyelesaian project Southeast-Middle East-Western Europe 5 atau SEA-ME-WE 5 yang menanamkan sistem kabel bawah laut. Instalasi tersebut dimulai dari base station di Qalhat, di Sharqiyah Selatan. Project tersebut adalah membangun 20 ribu km kabel yang akan menghubungkan multi regional data superhighway yang nantinya mampu secara substansial meningkatkan transmisi data lintas regional.

SEA-ME-WE 5 ini sudah didesain untuk mampu menangani teknologi terkini yakni dengan kecepatan 100Gbps dan mampu menghantarkan data hingga 24Tbps hanya melalui 3 kabel saja.

“SEA ME WE 5 adalah langkah ke depan tentang realisasi sistem kabel laut skala internasional yang meliputi kapasitas, diversity dan network access untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sistem ini akan menghubungkan Eas Asia, Middle East, Afrika dan Europe untuk menyediakan latency yang rendah dan data rates yang tinggi dari sistem berbagai jenis fiber optic,” ujar Jim Maxwell, Ooredoo Chief Legal, Regulatory dan Wholesale Officer menjelaskan, seperti yang dilansir dari Telecompaper.

Core sistem dari SEA-ME-WE 5 ini di desain untuk menghubungi Singapur ke Perancis dan Italia yang merupakan rute paling optimal dengan adanya bagian yang menghubungkan ke sistem inti oleh cabang via ROADM-BU. Kemudian, sistem ini berakhir pada carrier neutral POPs yang berada di Singapura, Italia & Prancis untuk lintas koneksi melalui sistem kabel lain, interkoneksi dengan operator lain dan memperoleh layanan dalam lingkungan yang kompetitif. Sistem ini telah direncanakan dengan terbukti di lapangan mampu memberikan DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) 100G koheren Teknologi.

submarine-cable-routes

Project SEA ME WE ini sendiri merupakan project jangka panjang, yang sudah dilakukan mulai 1985. Dan, SEA ME WE 5 ini, merupakan project ke lima atau terakhir yang sudah diagendakan sejak 2014. Rencananya, secara keseluruhan project ini akan diresmikan pada bulan November 2016 mendatang.

seamewe5-history-table

SEA-ME-WE 5 submarine cable system ini memang membutuhkan komitmen yang kuat dari para membernya karena diperlukan financial yang stabil agar project ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Pada SEA-ME-WE 5, terlibat 18 operator berskala internasional seperti Bangladesh Submarine Cable Company Limited (BSCCL),China Mobile International Limited (CMI), China Telecom Global Limited (CTG), China United Network Communications Group Company Limited (China Unicom), Djibouti Telecom SA (Djibouti Telecom), Emirates Integrated Telecommunications Company (du), Egypt Telecom (TE), Orange, Myanmar Post and Telecom (MPT), Ooredoo Qatar, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Saudi Telecom Company (STC), Singapore Telecommunications Limited (Singtel), Sri Lanka Telecom PLC (SLT), Telekom Malaysia Berhad (TM), Telecom Italia Sparkle (TI Sparkle), Türk Telekom International (TTI) dan Trans World Associates Limited (TWA). (Icha)

 

Streaming Video Sumbang 71% Lalu Lintas Internet di Amerika Utara

Telko.id – Hiburan real-time, seperti video dan streaming musik, menyumbang lebih dari 71 persen lalu lintas hilir di jaringan tetap Amerika Utara selama jam malam puncak pada bulan Maret, demikian dilaporkan Sandvine dalam penelitian terarunya.

Lembaga riset ini menduga Amerika Utara akan menjadi wilayah pertama yang melampaui 80 persen untuk lalu lintas internet dari Streaming hiburan, pada akhir 2020.

Dalam laporan terbaru, Netflix tetap menjadi sumber utama untuk lalu lintas download puncak, dengan 35,2 persen. Angka ini turun sedikit dari 37,1 persen enam bulan sebelumnya, menyusul peningkatan Netflix pada teknik kompresi. Di bawahnya, ada YouTube, baik untuk lalu lintas download maupun upload, dengan masing-masing 17,53 persen dan 13,13 persen. Amazon Video merangsek naik ke tempat ketiga, dari posisi delapan tahun lalu, dengan 4,26 persen lalu lintas download puncak.

Sandvine mencatat bahwa penyimpanan awan (Dropbox, iCloud, Google Drive, dll) telah melampaui file-sharing sebagai sumber terbesar dari puncak hulu lalu lintas di Amerika Utara. BitTorrent kini menyumbang kurang dari 5 persen dari total lalu lintas harian di wilayah tersebut. Demikian diwartakan Telecompaper, Kamis (23/6).

Peningkatan yang sama terjadi pada pangsa lalu lintas ke layanan streaming musik. Namun, pasar terfragmentasi berarti tidak satupun provider utama ada di sepuluh besar aplikasi. Sling TV, yang memungkinkan pengguna untuk streaming beberapa saluran kabel online tanpa perlu berlangganan kabel tradisional, menyumbang kurang dari 1 persen dari lalu lintas hilir puncak, tapi untuk pertama kalinya di antara 20 aplikasi di sebagian besar jaringan.

Bayar Grab di Singapura & Thailand Kini Bisa Pakai Alipay

0

Telko.id – Pengguna Grab di Singapura dan Thailand akan segera mendapatkan kemudahan lebih dalam hal pembayaran. Apalagi, setelah layanan ride sharing ini menjalin kemitraan dengan Alipay dari Ant Financial. Kemitraan ini juga memungkinkan wisatawan Cina melakukan pembayaran lintas batas, letika mereka menggunakan layanan di kedua negara tersebut.

Dilaporkan TelecomAsia, Kamis (23/6), moda pembayaran dengan Alipay ini akan sudah bisa dilakukan sejak hari ini. Pengguna Alipay di Singapura dan Thailand dapat membayar taksi dan orderan mobil pribadinya melalui aplikasi seluler Grab dengan account Alipay mereka.

Sebelumnya, wisatawan Cina harus membayar baik dengan uang tunai atau kartu kredit mata uang ganda mereka. Opsi Alipay memungkinkan wisatawan Cina membayar tarif mereka dalam Renminbi, tanpa harus khawatir tentang fluktuasi nilai tukar.

Setelah Singapura dan Thailand, penggunaan Alipay untuk moda pembayaran layanan Grab juga akan diperluas ke sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia.

“Dengan berkolaborasi dengan mitra seperti Grab, kami menyediakan wisatawan Cina kenyamanan yang sama seperti yang mereka dapatkan di Cina – tidak peduli di mana mereka berada,” kata VP Ant Financial untuk bisnis internasional, Sabrina Peng.

Sebelumnya, Alipay juga telah bermitra dengan Uber dalam kesepakatan serupa yang memungkinkan penumpang di seluruh dunia membayar dengan Renminbi.

Alipay sendiri telah bekerja sama dengan pedagang lokal di 69 pasar luar negeri. Hingga Mei 2016, Alipay diterima di lebih dari 70.000 toko ritel di luar Cina, dan penggantian pajak melalui Alipay didukung di 24 negara dan wilayah, termasuk Korea Selatan, Jerman dan Perancis.

Miliki Tiga Warehouse, Blibli.com Ungkap Kunci Sukses

Telko.id – Salah satu pemain e-commerce  asal Indonesia mengajak tim Telko.id untuk mengunjungi warehouse mereka di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Warehouse mereka ini merupakan gudang ketiga yang mereka miliki dan kesemuanya berada di Jakarta. Sebelumnya, mereka telah memiliki dua warehouse yang terletak di kawasan Batu Ceper dan Cakung, Jakarta Timur.

Pada kesempatan yang sama, CEO mereka Kusumo Martanto menjelaskan kunci sukses mereka menjadi salah satu e-commerce lokal terbesar di Indonesia serta mampu bertahan ditengah maraknya persaingan bisnis online yang saat ini sedang tumbuh di Tanah Air.

“E-commerce lebih dari sekadar berjualan secara online, melainkan tentang bagaimana membuat ekosistem yang aman dan nyaman untuk seluruh stake holder belanja online. Untuk itu, kami fokus menghadirkan value ke dalam e-commerce,” ujar Kusumo pada saat kunjungan warehouse yang berada di kawasan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta (22/6).

Kusumo menambahkan, setiap perusahaan e-commerce akan berhasil jikalau ekosistem yang dibangun juga berhasil. Untuk di blibli.com sendiri, setidaknya mereka memiliki tiga area besar ekosistem yakni Accesibility, Services serta relevansi.

Lebih lanjut, Accesibility yang dimaksud adalah akses yang mudah untuk para konsumen mereka. Hal ini akan sangat membantu konsumen dalam mencari produk yang mereka butuhkan.

Sementara services adalah pelayanan yang akan membuat para pelanggan ‘betah’ berbelanja diblibli.com. Dengan pelayanan yang memuaskan seperti gratis biaya ongkos kirim dan cepat, akan menyebabkan pelanggan selalu kembali ke e-commerce ini setiap berbelanja.

Sedangkan untuk relevancy adalah sebuah promosi yang tertarget sehingga akan mencapai sasaran yang tepat dan terjadi transaksi.

“Kami tidak hanya concern pada front end solution, tapi juga back-end-nya. Karena kami percaya bahwa jaminan kualitas harus didukung sistem terintegrasi, mulai dari sistem manajemen di gudang penyimpanan, manajemen stock, sistem quality control, proses packaging, hingga pengiriman barang yang tepat waktu,” tambah Kusumo.

Lonjakan Traffikready to pack EDITED_1

Memasuki minggu kedua bulan Ramadhan, aktifitas belanja online di Blibli.com mengalami lonjakan yang signifikan jika dibanding hari-hari biasa. Terlebih dengan digelarnya beragam program Ramadhan, mulai dari belanja kebaikan hingga Mobil Baru 10 Ribu.

Sementara, untuk tetap memberikan layanan terbaiknya, Blibli.com melakukan langkah antisipasi dengan menaikkan kapasitas layanan warehouse dan logistik hingga 2 kali lipat.

“Kami ingin memastikan pelanggan bisa mendapatkan barang pesanannya tepat waktu. Sehingga pelanggan tetap bisa merasakan nyamannya berbelanja di Blibli.com seperti hari-hari biasanya,” jelas Kusumo Martanto.

Kusumo menjelaskan, bahwa kenaikan saat ini terjadi di kategori busana muslim yang mencapai 3 kali lipat serta kuliner yang mencapai 2 kali lipat.

Sedangkan, untuk program Ramadhan sendiri mereka memiliki beberapa program jitu yang tentunya dapat meningkatkan traffik pengguna mereka seperti, #BelanjaKebaikan, Same day delivery, Double THR, dan Promo #MobilBaru10Ribu. Tidak berhenti sampai di situ, spesifik kategori pun menggelar promosi yang tidak kalah menarik. Mulai dari promo untuk Ibu dan Anak, Fashion wanita dan Fashion Pria, Kebutuhan Rumah tangga dan bahan masakan, sampai ke kategori hobi seperti kamera, gadget dan elektronik.

Kusumo juga menjelaskan, bahwa mobile apps mereka menyumbang dua kali lipat jumlah pendapatan dibandingkan dengan dari web browser.