spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1611

XL Manfaatkan Pokemon Go Untuk Jualan Paket Data 4G

0

Telko.id – Pokemon Go, games yang berbasis location-based augmented reality mobile game yang merupakan hasil pengembangan oleh Niantic dan dipublished oleh The Pokémon Company sungguh fenomenal. Tentu hal ini menjadi kabar gembira bagi operator karena akan merangsang penggunaan data 4G yang saat ini sedang gencar dipasarkan.

“Sebagai operator penyedia layanan internet cepat 4G LTE dan layanan Data, XL menyambut baik munculnya produk-produk inovatif yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Pokemon Go adalah salah satunya,” ujar Dian Siswarini, CEO XL Axiata ketika dimintai keterangannya melalui What’s Up.

Dian juga menambahkan bahwa XL berharap fenomena Pokemon tersebut berdampak positif pada pelaku industri digital, termasuk mampu mendorong kreativitas developer dalam negeri untuk lebih maju dan tampil di pasar produk digital.

Namun, jikapun ada kemungkinan dampak negatifnya, Dian berharap masyarakat mampu menyikapinya secara bijak dengan mempertimbangkan dampak yang bisa timbul dari permainan tersebut.

Tren Pokemon Go inipun akan dimanfaatkan oleh XL sebagai communication angle dalam memasarkan paket data 4G. Pasalnya,  pelanggan XL dalam memainkan Pokemon Go tentunya akan membutuhkan paket data dengan speed, quality dan quota yg tepat agar selalu nyaman dlm memainkan game ini.

“Untuk itu, kami juga memberikan diskon 20% paket data via modern channel agar pelanggan senantiasa lebih nyaman menggunakan paket data XL dalam setiap aktifitasnya. Sehingga kami berharap hal ini juga membantu meningkatkan penetrasi 4G di masyarakat,” ujar Dian menjelaskan. (Icha)

 

Bersinergi dengan Fishpond, MatahariMall Perbanyak Pilihan Belanja

0

Telko.id – Lebih banyak pilihan akan dapat dinikmati oleh pelanggan situs belanja online, MatahariMall.com (MatahariMall). Hal ini menyusul kerjasama marketplace tersebut dengan perusahaan asal Selandia Baru yang merupakan pemasok produk untuk pasar global terbesar dunia, Fishpond.

Lewat perjanjian ini, Fishpond akan menggunakan hak milik platform WorldFront, yang telah menjual dan mengirimkan lebih dari 20 juta produk dari pemasok di seluruh dunia.

“Dengan bermitra bersama Fishpond, kami akan memiliki tambahan mitra penting ke dalam daftar mitra strategis kami, dan yang lebih penting, pelanggan kami akan dapat menikmati pilihan produk yang lebih banyak untuk berbelanja,” kata Hadi Wenas, CEO MatahariMall, seraya menambahkan bahwa kemitraan ini akan memungkinkan perusahaan untuk lebih menumbuhkan pemetaan e-commerce di Indonesia.

Sementara itu, Ben Powles, CEO Fishpond mengungkapkan bahwa kemitraan ini akan membuat kedua perusahaan lebih fokus pada teknologi dan inovasi untuk membawa pengamalan e-Commerce terbaik ke Indonesia.

“Platform WorldFront sempurna untuk marketplace seperti MatahariMall.com karena mereka telah memiliki keahlian lokal yang dikombinasikan dengan pelanggan yang ingin membeli beragam produk yang ditawarkan,” kata Ben Powles.

Industri e-Commerce di Indonesia telah tumbuh pesat dalam tiga tahun terakhir. Indonesia telah berada pada jalurnya untuk menjadi salah satu Negara dengan pasar eCommerce terbesar di dunia. Pemerintah Indonesia telah membuka investasi asing di sektor eCommerce, dimana mereka menargetkan US$ 130 miliar nilai e-Commerce di tahun 2020. Meskipun penjualan e-Commerce di Indonesia hanya mencapai sekitar 1% dibandingkan dengan penjualan ritel secara offline, hal tersebut dipercaya akan tumbuh lebih dari sepuluh kali lipat dalam lima tahun ke depan.

“Industri teknologi merupakan sektor yang paling cepat berkembang di Selandia Baru. Hal tersebut menjadikan teknologi menjadi pendapatan ekspor terbesar ke-tiga di Selandia Baru, setelah produk susu dan pariwisata, yang menghasilkan pemasukan lebih dari $7 miliar,” tambah Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, Tim Anderson.

Online Sembarangan di Luar Negeri Berpotensi Datangkan Serangan

Telko.id – Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa banyak dari responden yang membahayakan data-data pribadi serta diri mereka sendiri karena lengah ketika berada di luar negeri. Penyebabnya bisa beragam, salah satunya adalah dengan membiarkan smartphone digunakan oleh orang asing.

Penelitian ini menyoroti bahaya yang mengintai kebiasaan responden ketika bepergian, dengan dua dari lima (42%) mengakui bahwa kurang amannya cara mereka terhubung ke internet ketika berlibur, apabila dibandingkan cara mereka terhubung ketika bepergian untuk urusan bisnis.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 11.850 orang di seluruh dunia, Kaspersky Lab menemukan bahwa dorongan yang kuat dari para wisatawan untuk terhubung ke internet, sikap sembrono terhadap keamanan data dan kecenderungan untuk berperilaku berisiko, meningkatan risiko serangan siber terhadap mereka.

Penelitian menunjukkan banyak dari responden yang ceroboh dengan perangkat digitalnya ketika berada di luar negeri. Seperempat (28%) responden meninggalkan perangkatnya secara sembrono (seperti di atas meja atau di ruang rapat), dan satu dari lima (19%) meninggalkan perangkatnya kepada hotel concierge – khusus wisatawan Amerika bahkan sebanyak dua dari lima responden.

Kesempatan untuk berfoto juga mendorong tindakan berisiko seperti ini, sebanyak 18% dari responden – dan satu dari empat responden di bawah umur 25 tahun – lebih mungkin untuk menyerahkan smartphone mereka ke orang asing yang berada di dekat mereka ketika berada di luar negeri, untuk membantu mengambil foto.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika kita dalam ‘mode liburan’, perilaku kita sering tidak menentu, dan sangat berisiko. Banyak yang mengatakan bahwa mereka lebih mungkin untuk menghubungi orang yang mereka tidak kenal (18%) dan terlibat dalam ‘sexting’ (6%) ketika berada di luar negeri. Penelitian tersebut juga menemukan 15% responden minum minuman beralkohol lebih banyak ketika di luar negeri, mengalami kenaikan 29% untuk wisatawan dari Inggris.

Banyak dari kita tidak mempertimbangkan dengan baik cara kita untuk terhubung ke internet, atau seseorang kemungkinan ‘menguping’ saat kita berada di luar negeri. Sebagian besar (82%) responden memilih sedapat mungkin untuk terhubung ke Wi-Fi publik yang tidak terjamin keamanannya ketika di luar negeri, seperti di terminal bandara, hotel dan kafe.

Memang, banyak dari kita yang menjadikan hal ini sebagai sebuah kebiasaan – 28% menggunakan Wi-Fi publik dengan lebih mudah di luar negeri daripada di rumah – dan 18% tidak mengambil tindakan pencegahan khusus sama sekali untuk tetap aman selama online.

Sepertiga responden (33%) bahkan mengaku mengunjungi situs yang sensitif ketika menggunakan Wi-Fi publik. Tidak hanya itu, hampir setengah responden melakukan online banking (48%) dan belanja online (46%) ketika mereka berada di luar negeri. Dan yang mengkhawatirkan, sepertiga responden (35%) mengakui membuat panggilan rahasia dengan alasan bahwa bahasa menjadi penghalang bagi orang asing untuk memahaminya, dan oleh karena itu menjadi suatu tindak pengamanan terhadap data.

Perilaku seperti ini cukup mengejutkan, karena dari responden yang pernah terkena serangan siber keika berada di luar negeri, sekitar satu dari lima bahkan tidak mengetahui sumber pemicu serangan tersebut.

Menurut Elena Kharchenko, Head of Consumer Product Management, Kaspersky Lab, merupakan hal yang wajar jika seseorang ingin bersantai pada hari libur, tapi seringnya kewaspadaan berkurang pada saat terhubung ke Internet, begitu juga dengan penilaian.

“Haruskah kita terhubung ke internet? Haruskah kita posting di media sosial? Ya, tentu saja – tapi kami juga menyarankan pengguna untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra ketika mereka melakukan hal ini di luar negeri. Pastikan Anda cerdas dalam hal siber dan menerapkan langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri serta data-data Anda,” katanya.

Jauh dari keamanan jaringan rumah mereka, pengguna harus menggunakan solusi keamanan TI yang kuat dan terhubung ke jaringan melalui VPN, untuk melindungi dirinya ketika bepergian.

Gedung Putih Siapkan US$ 400 Juta untuk Penelitian 5G

0

Telko.id – Gedung Putih mengungkapkan niatnya untuk memberi dukungan dalam penelitian 5G. Tak tanggung-tanggung, pemerintahan Obama bahkan bersedia mengeluarkan US$ 400 juta untuk Advanced Wireless Research Initiative yang akan dipimpin oleh National Science Foundation (NSF).

Proyek ini bertujuan untuk membangun empat “platform pengujian skala kota” selama 10 tahun ke depan. Dalam pengumuman itu, pemerintah menegaskan bahwa AS adalah yang pertama untuk membebaskan spektrum di atas 24 GHz untuk jaringan berkecepatan tinggi yang dikatakan 100 kali lebih cepat dari 4G yag kita gunakan saat ini.

Kemarin pagi, seperti dilaporkan Engadget, Senin (18/7), FCC mengadopsi sejumlah aturan yang akan memandu inovasi dan pengembangan teknologi 5G. Pedoman itu ditujukan untuk mendorong teknologi baru tanpa membiarkan regulasi yang tidak perlu menahan prosesnya.

Ini ditujukan untuk menjadi dasar bagi perusahaan dan operator nirkabel dalam membuat perangkat dan peralatan yang berjalan di jaringan itu dan mereka yang akan memberikan layanan nirkabel. Baik AT&T dan Verizon telah mengumumkan rencana pengujiannya, dan yang lain diperkirakan akan segera mengikuti.

NSF menyiapkan dana sebesar US$ 50 juta selama 5 tahun ke depan sebagai bagian dari US$ 85 juta total investasi oleh perusahaan dan sektor swasta untuk membangun platform pengujian yang dimulai pada tahun fiskal 2017. NSF juga berkomitmen dengan angka US$ 350 juta selama tujuh tahun ke depan yang akan membawa penelitian dari tahap konsep ke pengujian di dunia nyata.

National Science Foundation bekerja sama dengan Intel pada sebuah proyek senilai US$ 6 juta untuk mengembangkan jaringan tepi nirkabel super cepat yang dapat menangani banyak data dalam waktu kurang dari satu milidetik. NSF juga akan bekerja dengan Academy of Finland dalam penelitian bersama senilai US$ 4.7 juta untuk sistem nirkabel dan jaringan, teknologi yang juga mendukung Internet of Things.

Selain AT&T dan Verizon, daftar perusahaan lain yang juga turut mengulurkan bantuannya dalam penelitian 5G federal ini adalah Spring, T-Mobile, Samsung, HTC, Nokia dan Qualcomm.

Manfaatkan ‘demam’ Pokemon Go, Operator Ini Hadirkan Promo Menarik

0

Telko.id – Operator Amerika Serikat, T-Mobile AS menawarkan pelanggannya gratis penggunaan data umlimited untuk bermain game mobile Pokemon GO sebagai bagian dari promosi T-Mobile.

CEO T-Mobile AS John Legere, yang dikenal karena kemampuannya untuk menghasilkan publisitas, dengan cepat melompat pada momen ini,  Ia memanfaatkan akun twiter dan membuat tweet promosinya kemarin bersama foto dirinya dengan Pokémon pada latar belakang. Perusahaannya juga menawarkan imbalan terkait Pokemon GO lainnya, seperti mata uang virtual.

“Ini adalah tentang apa yang T-Mobile lakukan untuk berterima kasih kepada pelanggan yang hebat, kami memberikan free gift baru disetiap minggunya, dan sekarang, tidak ada yang lebih hot dari Pokemon Go,” seru Legere.

Ia menambahkan, Dengan skema data bersama ‘operator, pemain bisa dengan mudah menghambur-hamburkan data mereka dan kemudian tanpa terasa kuota data mereka habis terpakai.

“Pada T-Mobile, kita membebaskan Pokemon Go sehingga pelanggan kami dapat bermain gratis selama setahun. Ini akan menjadi T-Mobile Tuesday fantastis! “

Sekadar informasi, promosi gratis akses data untuk Pokemon Go dari T – Mobile ini hanya tersedia pada hari selasa, yang mana hal tersebut merupakan promosi lama T-Mobile yang bertajuk ‘T-Mobile Tuesday’.

Dilaporkan Telecoms (18/7), Yang kurang jelas adalah bagaimana hebatnya penawaran ini. Passlnya, permainan ini tidak mengharuskan pengguna untuk menghambur-hamburkan kuota data mereka, karena sejatinya permainan ini tidak terlalu memakan kuota data pengguna, sementara saat ini terdapat banyak layanan seperti video streaming yang kita sadar memakan banyak kuota data kita. Meskipun demikian, hal ini adalah contoh lain bagaimana pemasaran yang cepat, yang agresif sehingga memungkinkan T-Mobile AS selangkah lebih maju dibandingkan operator lain seperti AT & T dan Verizon.

Penggunaan data

Perusahaan jaringan analisis P3 telah telah melihat konsumsi data pada aplikasi Pokemon Go dan menyimpulkan bahwa penggunaan data dari aplikasi tersebut tidaklah tinggi. Rata-rata konsumsi mobile data sekitar 5-10 MB per jam, atau hanya sebagian kecil dari 350MB yang mengalir pada satu jam video beresolusi HD.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tercatat sampai dengan saat ini baru dua operator di Indonesia yang melakukan campaign promosi dengan memanfaatkan hegemoni dari Pokemon Go. Kedua operator tersebut adalah XL Axiata dan Bolt!.

Untuk XL, mereka memanfaatkan demam Pokemon Go dengan menghadirkan promo diskon tarif paket ‘Combo Xtra’ sebesar 20%, meskipun belum resmi hadir di Indonesia, dan paket ini pun tidak dikhususkan untuk Pokemon Go semata, namun melalui media sosial, promosi XL ini nyatanya memanfaatkan demam Pokemon Go di Indonesia.

IMG-20160717-WA0006

Lain halnya dengan Bolt!, operator 4G ini menyediakan aplikasi Pokemon Go pada toko aplikasi mereka yakni ‘Bolt! Apps Store’.

Screenshot_2016-07-17-21-22-15_1

Namun bagi pengguna yang tidak memiliki aplikasi mereka, dihsruskan untuk mengunduh dulu toko aplikasi milik Bolt! tersebut yang tentunya akan lebih efisien mengunduh langsung di berbagai website ataupun blog yang tersedia.

UEA Peringati Warganya Tentang Bahaya Pokemon Go

0

Telko.id – Booming Pokemon Go ditanggapi beragam oleh khalayak. Uni Emirat Arab, misalnya, memperingatkan warganya pekan lalu, bahwa penjahat bisa saja memanfaatkan pemain Pokemon Go dan aplikasi lain untuk meretas ponsel mereka dan memata-matai gerakannya.

Peringatan itu datang setelah polisi Australia mengatakan bahwa beberapa bermain Pokemon Go diancam dengan todongan senjata di sebuah taman di selatan Sydney dan menyalahkan game ini atas banyaknya kejahatan, pelanggaran lalu lintas dan keluhan yang terjadi.

Game populer ini sendiri, yang didasarkan pada game Nintendo tahun 1990an, telah menciptakan hiruk-pikuk global dimana pemain berkeliaran di dunia nyata untuk mencari monster kartun.

Game ini membutuhkan ponsel untuk mengirimkan lokasi melalui GPS dan menggunakan kameranya, yang oleh Telecommunications Regulatory Authority UEA dianggap “melanggar privasi pengguna” dan dapat menyebabkan kriminalitas.

Menurut TRA, seperti dilansir Phys, Senin (18/7), Pokemon Go dapat mengakibatkan pengguna dimata-matai dan mendesak pemain untuk tidak mengaktifkan kamera ponselnya di rumah atau di daerah pribadi lainnya.

Sama seperti di Indonesia, Pokemon Go juga bisa dimainkan di UAE, tetapi belum bisa diunduh dari toko aplikasi lokal.

Saat ini, TRA mengaku masih masih “mengkaji dampak dan bahaya yang … ditimbulkan game dan aplikasi ini bagi masyarakat” sebelum membuat keputusan tentang apakah akan merilis Pokemon Go di negaranya atau tidak.

Perpanjang Lisensi Dengan Samsung, Ini Harapan Nokia

0

Telko.id – Nokia dan Samsung pada minggu ini dijadwalkan unuk memperpanjang perjanjian paten lisensi silang mereka, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kekayaan intelektual (IP) dari Nokia untuk jangka waktu setahun penuh.

Vendor raksasa asal Finlandia mengatakan kesepakatan akan mendorong  pendapatan paten untuk tahun 2016 sebesar € 950.000.000.

Dilaporkan TotalTelecom (18/7), Langkah ini dibangun di atas perjanjian lima tahun yang didirikan pada Februari lalu, ketika pengadilan arbitrase mengakhiri sengketa paten lama antara Nokia dan Samsung dengan menyediakan akses yang lebih besar untuk teknologi yang dipatenkan masing-masing perusahaan.

“Kami menyambut perluasan perjanjian ini dengan Samsung yang mengakui kekuatan aset kami, dan kami terus mengejar peluang perizinan baru di sejumlah industri yang beragam,” kata Ramzi Haidamus, presiden Nokia Technologies, divisi yang mengawasi kegiatan IP Nokia dan R & D .

Dengan diperluasnya perjanjian, Nokia mengatakan penjualan tahunan terkait dengan paten dan lisensi merek diharapkan tumbuh menjadi sekitar € 950.000.000 pada akhir 2016. Sekadar informasi, pada tahun 2015 sendiri Nokia Tecnologies secara keseluruhan menghasilkan penjualan sebesar  € 720.000.000.

“Dengan portofolio kekayaan intelektual dari Nokia Technologies, Nokia Networks dan Alcatel-Lucent, Nokia memiliki kekayaan teknologi yang relevan untuk perangkat mobile dan seterusnya,” tutup Haidamus.

Seperti diketahui, kedua produsen global ini telah sepakat bahwa hal ini akan menyelesaikan jumlah kompensasi tambahan yang dibayarkan ke Nokia untuk perpanjangan lima tahun dari perjanjian lisensi mereka yang mencakup paten-paten Nokia untuk periode yang dimulai pada 1 Januari 2014.

Axiata Group Umumkan Nama Eksekutif Baru

0

Telko.id – Group Telko asal Malaysia yakni Axiata Group telah mengumumkan organisasi utama dan merestrukturisasi manajemen di grup perusahaan, dengan melakukan reshuffle atau pengangkatan beberapa eksekutif puncak terbaru.

Dilansir dari TelecomAsia (18/7), perusahaan ini telah memulai transformasi sebagai bagian dari strategi melaksanakan rencana sukses dan memperkuat kemampuannya untuk mengelola suatu entitas yang telah berkembang menjadi dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Axiata telah membentuk sebuah unit baru untuk mengawasi operasi mereka di Asia Tenggara. CEO yang saat ini memimpin anak perusahaan dalam negeri, Celcom Axiata yakni Dato ‘Sri Shazalli Ramly, telah dipilih untuk bertanggung jawab atas semua operasi Axiata Group di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Sekadar informasi, Axiata baru-baru ini telah mendirikan unit serupa untuk mengelola operasi mereka di Asia Selatan dengan menunjuk Dr Hans Wijayasuriya, yang saat ini menjabat sebagai CEO dari Dialog Axiata, yakni sebuah anak perusahaan di Sri Lanka sebagai CEO regional untuk Asia Selatan.

Lebih berfokus ke Celcom, operator Malaysia ini sendiri sementara akan melakukan refresh organisasi yang akan melibatkan pembentukan komite eksekutif baru, termasuk penunjukan enam posisi senior kunci baru.

CEO Axiata Group dan ketua Celcom Jamaludin Ibrahim akan memimpin komite ini. Sedangkan mantan CEO Robi Axiata Michael Kuehner sementara akan menjadi CEO baru dari Celcom yang akan dimulai pada bulan September mendatang.

Ia akan dibantu oleh dua wakil CEO yang baru yakni Azwan Khan Osman Khan dan Mohamed Adlan Ahmad Tajudin, yang telah dipromosikan dari dalam Axiata Group.

Celcom juga telah menunjuk CFO baru yakni Jennifer Wong, Chief Human Capital Officer (CHCO) Azmi Ujang dan chief transformation and digital officer Azmi Ujang.

Terakhir, Axiata Group juga telah memiliki nama penerus yang direncanakan untuk menggantikan Wijayasuriya. Adalah Supun Weerasinghe yang akan mengambil alih sebagai CEO Dialog ini pada awal tahun depan. Weerasinghe saat ini menjabat sebagai CEO Robi Axiata, dan dirinya akan digantikan oleh  COO Robi Axiata, Mahtab Uddin Ahmed.

Pokemon Go ‘Kuras’ Kuota Internet? Ini Analisa dan Tipsnya

Telko.id – Pokemon Go menjadi sebuah game mobile yang tengah menjadi buah bibir bagi masyarakat dunia. Mulai dari komentar positif, komentar negatif, hingga tingkah aneh yang kerap dilakukan oleh para pemain game besutan Niantic ini.

Bagi mereka yang sering bermain games ini, sejatinya kekhawatiran akan tergerusnya kuota data internet dengan cepat mungkin kerap terjadi. Pasalnya, Game ini mengharuskan pengguna untuk sering bertukar informasi melalui GPS dengan server Niantic secara realtime untuk menemuka pokemon di sekeliling mereka.

Hal inilah yang juga seakan menguras baterai ponsel si pengguna, disamping tentunya fitur Augmented Reality (AR) yang mengharuskan ponsel untuk mengaktifkan sensor pada kamera si pengguna.

Namun, sejatinya game ini tidak membuat kuota internet anda juga menjadi boros. Pasalnya, untuk konsumsi data internet, sepertinya lebih hemat ketimbang data baterai. Hal ini disampaikan oleh Network analytics firm P3 Communications Inc yang mengatakan bahwa game Pokemon GO tidak menyedot data terlalu banyak.

Berkaca menurut hasil analisis yang mereka lakukan, Pokemon GO nyatanya hanya mengonsumsi 5 hingga 10 MB data per jam saja. Jika dibandingkan dengan streaming video beresolusi HD, per jamnya bisa menghabis kuota data internet hingga 350 MB data. Jelas, konsumsi data Pokemon Go lebih hemat 35-70 kali bila dibandingkan dengan streaming video HD yang dewasa ini sering dilakukan oleh pengguna smartphone di dunia, seiring dengan semakin baiknya kualitas internet di masing-masing negara.

Jika berandai-andai, dalam satu bulan pengguna mengadopsi 3 GB kuota data internet, maka setiap harinya Ia dapat bermain Pokemon Go selama 10 jam. Waktu sebanyak itu, sudah termasuk lama, jika digunakan untuk mencari Pokemon Go.

Namun, bagi Anda yang masih khawatir akan borosnya kuota internet anda karena Pokemon Go, tim Telko.id telah menyiapkan beberapa tips untuk Anda berhemat dalam memainkan game ini dikutip dari Reuters, (15/7).

Sering Terhubung ke Wifi Publik

Executive Director of Corporate Communications Verizon Chuck Hamby menyarankan, para pemain Pokemon Go menyetel smartphone mereka agar secara otomatis log in ke jaringan-jaringan wifi publik di sekitar area pencarian. Hal ini agar kuota internet pribadi semakin jarang digunakan saat berburu pokemon.

Tutup Aplikasi Lain yang Tak Dipakai

Jangan lupa menutup berbagai aplikasi yang secara terus-menerus menyedot data plan. “Banyak aplikasi, terutama yang menyediakan location services, akan tetap mengirim dan menerima data bahkan saat telepon atau tablet sedang terkunci,” ucap Chuck Hamby.

Ingat Waktu Saat Bermain

Berdasarkan database Pokemon Go (www.pokemongodb.net), permainan ini bisa menghabiskan data 2-8MB per jam. “Jika Pokemon Go dimainkan lebih dari enam jam per hari, pembelian data plan lanjutan mungkin akan diperlukan,” tulis keterangan dalam laman daring Pokemon Go.

Matikan Notifikasi

Salah satu penyebab habisnya kuota internet yang sering luput dari perhatian adalah data notifikasi email dan push notification berbagai aplikasi. Di samping itu, update aplikasi otomatis juga membuat kuota internet boros. Masuklah ke menu setting dan matikan semua itu.

Berhati-hatilah dengan In-app Purchase

Sama saja bohong, menghemat kuota internet tapi loyal membeli barang-barang virtual di Pokemon Go. Menurut data yang didapatkan Reuters, total dana yang terkumpul dari ‘in-app purchase’ Pokemon Go di AS mencapai 1,6 juta dollar AS per hari atau sekitar Rp20,9 miliar.

Menghukum dengan Membayar

Menyuruh sang pemain membayar sendiri kelebihan kuota internet bukanlah tindakan yang kejam. Inilah cara Shama Diegnan, warga South Orange, New Jersey, AS yang ‘kebakaran jenggot’ karena 75 persen kuota internet bulanan keluarganya habis oleh sang anak dalam dua hari gara-gara Pokemon Go.

John Hanke Pria Di Balik Pokemon Go

Telko.id – Permainan Pokemon Go langsung melejit hanya dalam hitungan hari saja. Berdasarkan release yang dikeluarkan oleh survey monkey, game ini dalam sehari dimainkan oleh 21 juta gamer di Amerika. Lebih tinggi dibandingkan dengan Candy Crush Saga yang populer di 2013 dan sempat dimainkan oleh 20 juta gamer maupun Draw Somethings yang populer di tahun 2012.

Adalah John Hanke yang membidani Pokemon Go menjadi seperti sekarang ini. Di mana, pria yang saat ini menjadi CEO dan pendiri Niantic ini adalah ‘jebolan’ dari Google. John sendiri sempat mengemban tugas yang cukup berat dalam pengembangan Google Maps, Google Earth, Local, StreetView, SketchUp, dan Panoramio sebagai wakil presiden manajemen produk untuk divisi “Geo”. Sebelum akhirnya mendirikan Niantic sebagai starup di dalam perusahaan Google yang didirikan pada 2010 dan diberi nama Niantic Labs oleh Joh Hanke.

Di tahun yang sama, Niantic mengumumkan sedang dalam proses pengembangangame Pokemon Go dengan Nintendo dan Pokemon Company untuk perangkat Android dan iOS. Dua perusahaan itu memberi dana segar US$30 juta ke Niantic pada Oktober 2015.
John Hanke pun merupakan salah satu pendiri dari Keyhole Inc yang diakuisis oleh Google tetapi juga kemudian ‘dimatikan’ pada tahun 2004 demi pengembangan fitur Google Earth.

Berbekal pengalaman geospasial tersebut, John Hanke bersama beberapa rekannya membuat Pokemen Go. “Banyak dari kita bekerja di Google Maps dan Google Earth selama bertahun-tahun, jadi kami ingin pemetaan untuk menjadi baik,” ujar John Hanke, CEO Niantic pada Business Insider menjelaskan. Hanke pun menambahkan bahwa dalam membangun Pokemon Go ini ada tiga tujuan besar.

Pertama, Pokemen Go harus dibangun sebagai aplikasi kebugaran. Di mana, game ini dirancang untuk membuat para pemainnya bergerak. Itu sebabnya, permainan ini mengawinkan juga antara Global Positioning System dengan augmented reality. Jadi, Hanke tidak ingin para pemain Pokemen ini seperti seorang atlet Olimpiade yang gagal dan berada di sebuah ruangan saja. Seperti banyak aplikasi game yang saat ini banyak dimaikan oleh para gamer.

Kedua, Pokemon Go ini juga menjadi salah satu cara untuk melihat dunia dengan kacamata yang baru. Caranya dengan memberikan sedikit dorongan para pemainnya untuk melihat sesuatu yang keren dan menarik disekelilingnya. Ketiga, Hanke juga ingin para pemain Pokemon Go ini tamasya, berlayar di sekitar daerah para pemain itu berada. Ditambah lagi, pada tingkatan yang lebih tinggi lain, Hanke mendesain agar para pemain dapat menghabiskan waktu bersama-sama dalam bermain.

Saat ini, Pokemon Go dapat dimainkan pada smartphone Android maupun iOs.

Sebelum Pokemon Go ini dibuat, Niantic sudah terkenal dengan ‘Ingress’. Game di Android dan iPhone yang menantang para pemainnya untuk menjelajahi dunia di sekitar mereka dan mengklaim wilayahnya. Pada puncaknya, “Ingress” sudah dimainkan oleh jutaan gamer di seluruh dunia.

Lalu, Hanke pun menjelaskan bahwa “Pokémon Go” adalah seperti sekuel rohani untuk “Ingress,” Di mana, Niantic mengambil banyak data “Ingress”, dan banyak belajar untuk menjaga para pemain aman. Sedangkan pada Pokemon Go adalah untuk bergerak dan mengisi dunianya.

Pembicaraan awal antara Nintendo dengan Niantic ini berlangsung pada saat April Mop 2014 lalu. Ketika pemain ditantang untuk menemukan Pokemon melalui aplikasi Google Maps. Ternyata, permainan ini menjadi viral dan banyak yang memainkannya. “ibarat coklat dengan selai kacang,” begitu Hanke menyebutkannya. Tidak terpisahkan.

Didorong oleh keberhasilan lelucon April Mop itulah lalu Niantic bersama Nintendo dan Pokemon Company terpikir untuk membuat “Pokemon Go.” Pembicaraan ketiga pihak ini pun menjadi lebih mudah karena ternyata Pokemon CEO, Tsunekazu Ishihara sudah memainkan ‘Ingress’ di Jepang. Bahkan sudah sampai level yang tinggi.

“Lucunya, meskipun Pokemon Company menyukai “Ingress,” dan Niantic juga menyukai Pokemon, namun kami berdua ingin membuat permainan yang lain daripada yang lain,” ujar Hanke menjelaskan. Itu sebabnya, ‘perkawinan’ ini terjadi dengan mengambil beberapa hal menarik dari Pokemon, tetapi mampu menjadi game yang lebih baik dari Ingress.

Misalnya, kedua perusahaan sepakat untuk menggunakan elemen penting seperti model tiga dimensi dan suara untuk Pokemon. Hal ini diambil karena akan lebih menghemat banyak waktu dan memastikan bahwa elemen bank classic Pokemon pun tetap ada di Pokemon Go. Seperti musik. Pada Pokemon Go, musik yang mengiringi selama bermain menggunakan musik dari game klasik yang dibuat oleh Junichi Masuda.

Langkah ini diambil dengan alasan agar para penggemar game Pokemon Klasik dapat terjaring juga dan memainkan Pokemon Go. Padahal, awal mulanya, Niantic tidak setuju Pokemon hadir dalam bentuk baru karena ketakutan hal ini membuat takut para pemain lama karena Pokemon Go terlalu rumit. Namun, akhirnya Niantic mengalah dan tetap memasukan beberapa fitur klasik ke dalam Pokemon Go ini. (Icha)