spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1576

telkomtelstra Dukung Generasi Muda Perkuat Hubungan Indonesia-Australia

0

Telko.id – Duet bareng Telstra, telkomtelstra ikut mendukung penyelenggaraan Conference of Australian and Indonesian Youth (CAUSINDY) 2016, sebuah acara bilateral yang dirancang untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda berbakat bekerjasama memperkuat relasi antara Indonesia dan Australia.

Berlangsung selama tiga hari (6-8 September 2016), program CAUSINDY 2016 diikuti oleh tiga puluh talenta muda delegasi Indonesia dan Australia. 15 delegasi Indonesia yang merupakan pemimpin-pemimpin muda dari institusi pemerintah, akademis, dan perusahaan swasta, saling bertukar gagasan dengan para pakar di bidang bisnis, pemerintahan dan akademisi melalui beragam diskusi panel.

“Kami percaya, keberhasilan transformasi teknologi digital sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, telkomtelstra mendukung upaya CAUSINDY untuk melibatkan generasi muda berprestasi di Indonesia dan Australia untuk memperkuat hubungan kedua negara, mendiskusikan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam menciptakan ide-ide baru guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui inovasi teknologi,” kata Mark Soffer, Chief of Staff telkomtelstra.

Dalam konferensi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk membahas isu sosial yang terjadi di kedua negara, diantaranya; politik, bisnis, inovasi teknologi, lingkungan hidup hingga dampak perubahan iklim di Indonesia. Dialog tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya kolaborasi untuk berinovasi, serta memperluas peluang networking dengan para pelaku industri dan pemangku kepentingan.

Telkomtelstra menyadari pentingnya peran generasi muda dalam membangun hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam mengembangkan teknologi infomasi dan komunikasi. Hal tersebut sejalan dengan fokus kebijakan pemerintahan Joko Widodo untuk mendorong pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.

Berdasarkan laporan Accenture Technology Vision 2016, 33% dari ekonomi global sudah terpapar oleh digital, oleh karena itu perusahan-perusahaan terkemuka, organisasi dan institusi pemerintah di Indonesia perlu melakukan pendekatan dengan mengedepankan upaya-upaya pengembangan sumber daya manusia (people first).

Sebagai perusahaan layanan managed solutions yang menerapkan teknologi digital, telkomtelstra juga turut mengutamakan kemajuan sumber daya manusia untuk berinovasi. Hal tersebut direalisasikan dengan mempersiapkan generasi muda berprestasi sebagai pemimpin di perusahaan.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong perubahan dan meningkatkan daya saing baik nasional maupun global.

“Kita membutuhkan komitmen dan kerja nyata dalam mendukung generasi muda. Kami berharap melalui CAUSINDY 2016, akan lahir generasi muda yang cerdas dan tanggap dalam memanfaatkan berbagai peluang ekonomi,” pungkasnya.

Ulang Tahun, Ini Pencapaian Mataharimall.com

0

Telko.id – Hari ini tepat satu tahun berdirinya e-commerce keluarga dari naungan Lippo Group yakni Mataharimall.com. Berbagai program serta fitur menarik berhasil di hadirkan oleh startup ini guna menjadikan mereka sebagai platform e-commerce terbesar di Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan kepercayaan dari pelanggan, seller, dan partner atas sepak terjang mataharimall.com di tahun pertama,” ujar CEO Mataharimall.com, Hadi Wenas pada Jumpa Media di Jakarta (9/9).

Pada perayaan ulang tahun ini, Wenas juga membeberkan pencapaian mereka pada tahun pertama mereka. Beberapa pencapaian yang patut dibanggakan adalah total coverage dari platform e-commerce ini.

Tercatat, mataharimall.com telah menjangkau 483 kota di Indonesia dan 93% dari kabupaten yang ada di Indonesia.

Selain itu, hadirnya mataharimall.com juga berhasil merangsek pertumbuhan belanja online di berbagai kota kecil dan bukan hanya Jakarta saja. Hal ini terlihat dari jumlah pertumbuhan order pada bulan suci Ramadhan lalu yang ternyata di dominasi oleh kota-kota kecil, dengan Magelang memuncaki daftar pertumbuhan yang mencapai 1241%.

Salah satu ‘aktor utama’ dari pencapaian tersebut adalah hadirnya fitur O2O (Online To Offline) yang memungkinkan para pembeli yang membeli barang secara online di mataharimall.com dan mengambilnya di titik-titik O2O terdekat. Hal serupa juga berlaku pada para seller.

“Saat ini kami memiliki 649 titik O2O di Indonesia yang tersebar di berbagai tempat seperti kantor pos, stasiun kereta, gedung perkantoran, sekolah, apartment, perumahan dan pusat perbelanjaan. Kami juga menyediakan eKios yang menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk mencoba berbelanja di mataharimall.com,” tambah Wenas.

Wenas menegaskan, Angka total market bisnis online di tahun 2025 akan mencapai USD200 miar dan USD80 miliar berada di Indonesia. Bisnis online ini sendiri dibagi tiga yakni e-commerce, pemesanan tiket, serta transportasi online. Dari ketiga kategori ini, e-commerce berada di posisi teratas. Ia juga mengatakan bahwa prospek e-commerce masih meningkat, karena e-commerce baru saja memulai eranya.

Hadapi Invasi Pemain Asing

Ketika disinggung mengenai kehadiran raksasa e-commerce asing seperti Alibaba group, Wenas mengaku tidak takut dan telah memiliki kunci untuk mengatasi hal tersebut.

Hadi Wenas - CEO Mataharimall.com
Hadi Wenas – CEO Mataharimall.com

“Kami akan tetap fokus ke konsumen, berfokus pada promo, behavior serta keinginan dari pelanggan Indonesia dan itulah yang menjadi cara kami menghadapi mereka,” ujarnya.

Wenas juga berujar, dengan masuknya pemain dari luar negeri maka semakin menegaskan bahwa pasar di Indonesia sangat besar.

“Melihat orang luar negeri masuk di pasar Indonesia mengindikiasikan bahwa mereka percaya market di Indonesia bagus. Kami juga semakin semangat untuk bersaing dengan raksasa luar negeri,”

Ia juga menegaskan tidak akan takut kehilangan para merchant mereka. Sebab jika para konsumen tetap setia dengan mereka, maka para merchant juga tidak akan pergi.

Alcatel-Lucent & Komunitas Connected Government Kerja Bareng Bikin Situs Interaktif

0

Telko.id – Komunitas Connected Government menggandeng Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia untuk meluncurkan portal http://cgc.al-enterprise.co.id/ yang berfokus kepada konten, informasi dan pemikiran mengenai penyelenggaraan e-government di Indonesia.

Situs ini bertujuan untuk memberikan akses kepada anggotanya yang terdiri dari pegawai kementerian, badan pemerintahan, pemerintah daerah serta praktisi dan akademisi. Ini merupakan wadah bagi para pelaku dan pelaksana e-government untuk tidak hanya mendapatkan informasi terkini mengenai teknologi terbaru yang dapat diaplikasikan beserta peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraannya, tapi juga memberikan ruang untuk bertukar pikiran, berkonsultasi kepada ahlinya serta saling berinteraksi.

“Alcatel-Lucent Enterprise mendukung pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan e-government di lebih banyak kota, daerah serta lembaga pemerintahan. Situs ini memfasilitasi kebutuhan para awak pemerintahan untuk mendapatkan informasi terkini sekaligus wacana-wacana terbaru dari komunikasi aktif antar para anggotanya,” kata Adios Purnama, Country Manager Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia melalui keterangan resmi.

Ia menambahkan, dengan kemudahan yang didapat dari situs ini, diharapkan implentasi e-government di Indonesia meraih standar yang lebih memuaskan bagi para penggunanya yaitu rakyat Indonesia, serta semakin tepat guna dan sasaran.

Ada tiga bagian utama pada portal ini, yaitu forum, ruang baca dan blog. Forum adalah tempat di mana para anggota dapat berdiskusi mengenai topik-topik tertentu seperti teknologi, peraturan pemerintah, contoh implementasi e-government terbaik dan lainnya. Ruang baca adalah tempat para anggota mendapatkan informasi terkini yang dibutuhkan dalam implementasi e-government. Sementara blog adalah tempat para awak pemerintahan sebagai pelaku e-government dan akademisi untuk mengungkapkan ide dan pemikirannya dalam mengadopsi teknologi yang cocok dan bermanfaat peggunaannya bagi rakyat Indonesia.

“Kebutuhan layanan masyarakat terus berkembang dan sistem informasi juga semakin maju. Saya gembira hal ini terwujud dengan adanya komunitas Connected Government yang dapat mempertemukan para pelaku e-government dengan cara yang unik. Saya harapkan akan muncul ide-ide baru yang dapat disesuaikan dengan kondisi Indonesia,” kata Budi Rahardjo, salah seorang praktisi TI yang menjadi pengisi tetap di blog.

Cakupan FTTH China di Daerah Perkotaan Capai 90%

0

Telko.id – Menurut statistik terbaru dari Academy of Telecommunication Research (CAICT), operator China telah memperluas cakupan FTTH ke hampir 90% pemukiman di kota-kota di Cina.

Sampai dengan akhir 1H16, seperti dilaporkan c114, FTTH telah mencakup 704 juta penduduk. Dengan caakupan mendekati 100% di beberapa provinsi, termasuk Tianjin dan Jiangsu.

Di daerah pedesaan, FTTH telah diperluas ke lebih dari 80% desa administratif, dengan lebih dari 50% berada pada kecepatan di atas 12Mbps. Akun koneksi rural 31,6% dari total basis pelanggan FTTH di negeri itu.

Sementara total jumlah pelanggan broadband FTTH tumbuh menjadi 62.18 juta dan diharapkan bisa mencapai hampir 100 juta pada akhir tahun ini.

Jumlah pelanggan broadband tetap mencapai 273.7 juta, yang menggambarkan tingkat penetrasi 20,4%. Di antara pelanggan tersebut, sekitar 80% berada di kecepatan 8Mbps atau lebih cepat, dan 47,7% pada kecepatan 20Mbps atau lebih.

Operator incumbent China telah menginvestasikan dana besar dalam penggelaran serat di daerah perkotaan untuk meningkatkan adopsi dan mewujudkan ambisi broadband tingkat gigabit pemerintah.

Kabel Laut Google Janjikan Transfer Data 26 Tbps Untuk Pelanggan Asia

0

Telko.id – Jumlah pengguna data yang kian meningkat membuat semua perusahaan yang berkaitan dengan data memperkuat aksesnya. Termasuk juga dengan Google. Beberapa waktu lalu, Google membangun link baru antara Jepang dan Taiwan. Sekarang ‘jalur’ tersebut sudah dapat digunakan.
Jalur baru yang dibuat oleh Google ini menggunakan kabel bawah laut yang tersambung dari pantai barat Amerika Serikat ke Singapuran dan seterusnya. Dengan jalur terebut, Google menjanjikan dapat memberikan akses layanan data hingga 26 terabit per detik.

Kabel bawah laut yang dimaksudkan oleh Google itu merupakan extention dari kable trans Pasific sepanjang 5,600 mile yang sebenarnya sudah mulai online pada bulan Juni lalu. Dengan menggunakan jalur tersebut, akan ada koneksi ke pusat data milik Google yang berada di Taiwan. Rencananya, jalur tersebut akan digunakan oleh Google untuk melayani pelanggan yang cukup banyak di Asia.
Dalam sebuah postingan di blog, kemampuan transfer data yang dimiliki oleh Google tersebut yakni 26 terabit per detik setara dengan 138 miliar selfie setiap hari. Artinya, dengan kapasitas yang dimiliki oleh Google ini akan mampu melayani setiap orang di Taiwan untuk mengirim selfie ke Jepang setiap 15 detik.

Secara teoritis, pengguna Google di Asia akan merasakan kecepatan yang meningkat akibat kabel baru yang dimiliki Google ini ketika melakukan aktifitas menggunakan spreadsheet Google Docs, maupun Google Driveuploads, dan sejenisnya. Semua kegiatan tersebut akan lebih cepat. Namun, apakah semua konsumen benar-benar akan merasakan perbedaannya? Sebenarnya, tergantung pada penyedia layanan internet yang digunakan konsumen juga. Di Korea dan Singapura, yang sudah memiliki penyedia layanan internet lebih baik dari negara lain, tentu akan merasakan peningkatan yang lebih nyata dan akan memberikan pengalaman yang lebih baik.

Kabel Trans Pasific itu sendiri terbentang dari Oregon ke dua titik pendaratan di Jepang. Diklaim bahwa kemampuan transfer data dari kabel tersebut adalah 60 terabit per detik dari bandwidth. Hal tersebut setara dengan sekitar 10 juta kali lebih cepat dari rata-rata modem kabel yang ada. Investasi untuk pembangunan jaringan bawah laut ini sebesar $ 300 juta yang dibangun oleh sebuah konsorsium perusahaan teknologi, termasuk di dalamnya adalah Google. Fiber optik yang dibangun tersebut merupakan yang tercepat saat ini untuk di dunia.

Dengan adanya link Jepang-Taiwan yang baru tersebut memperpanjang koneksi ke hub West Coast utama AS, termasuk Los Angeles, Bay Area San Francisco, Portland, dan Seattle. (Icha)

Dell Technologies Berencana PHK 3000 Karyawan Di Akhir 2016

0

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, saat ini sedang terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam industri teknologi. Tentu semua itu mengikuti dari perkembangan teknologi itu sendiri. Itu sebabnya, banyak perusahan IT yang mencoba bertahan dengan melakukan berbagai langkah strategis. Seperti yang dilakukan oleh Dell Technologies yang berencana akan melakukan pemutusan hubungan kerja dengan 2000 karyawan. Langkah ini dilakukan setelah usai mengakusisi EMC Corp. Hal ini diperoleh berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan perusahaan, seperti yang dilansir dari Bloomberg.

Langkah pengurangan karyawan yang akan dilakukan oleh Dell tersebut, rencananya akan dilaksanakan pada akhir tahun. Yang paling banyak terkena dampak adalah karyawan Dell yang berada di Amerika. Terlebih lagi adalah posisi yang berada di suply chain dan posisi yang umum. Posisi administrasi juga akan terkena dampak, seperti marketing. Dell saat ini memiliki 140.000 karyawan diseluruh dunia.

Usai pembelian EMC Corp, Dell harus melakukan penghematan biaya yang cukup besar. Setidaknya harus menghemat hingga US $ 1,7 miliar hanya pada 18 bulan pertama. Strateginya adalah melakukan beberapa kesepakatan yang memberikan dampak pada peningkatan jumlah penjualan hingga beberapa kali jumlahnya dibandingkan dengan yang terjadi sebelumnya.

Namun, langkah pemutusan hubungan kerja tidak dapat dihindari. “Seperti biasa dalam penggabungan dua perusahaan besar, maka akan terjadi tumpang tindih posisi, jadi kami perlu mengelola dan salah satunya cara adalah melakukan pengurangan karyawan. Walau demikian, kami akan melakukan segala cara untuk menimalkan dampak pada pekerja,” ujar Dave Farmer, juru bicara Dell yang menjawab melalui email, seperti yang dilansir dari Bloomberg.

Dave juga menambahkan, “Harapan Dell adalah kenaikan pendapatan akan lebih besar daripada penghematan biaya apapun, dan pertumbuhan pendapatan tersebut dapat mendorong pertumbuhan lapangan kerja.”

Akuisisi EMC Corp oleh Dell Technologies ini bernilai sekitar $ 67 Miliar seperti yang diumumkan pertama kali, sekitar setahun lalu. Langkah tersebut tentu memberikan dampak yang luar biasa bagi kedua perusahaan maupun peta perindustrian secara keseluruhan. Pasalnya, langkah strategi tersebut adalah menyatukan penyedia produk data storage dan perodusen server serta personal komputer terkemuka dunia. Tentu, hal ini juga dapat meningkatkan daya saing dengan para kompetitornya seperti Amazon.com Inc, Microsoft Corp dan Alphabet Inc Google yang juga bermain di ranah yang sama yakni layanan Cloud.

Jadi, inti dari kesepakatan Dell dan EMC Corp ini adalah untuk meningkatkan pendapatan. Michael Dell menyebutkan bahwa ada beberapa posisi yang tumpang tindih fungsi dan bukan merupakan bagian penting sehingga ada beberapa yang harus dilakukan pemangkasan. Namun, Michael sendiri menolak memberikan estimasi atas pengurangan pekerjaan tersebut. (Icha)

Riset: Jaringan 2G akan Tetap Hidup Berkat M2M

0

Telko.id – LTE boleh saja akan menjadi penyedia terbesar layanan mesin-ke-mesin pada 2021, namun bukan berarti jaringan 2G akan mati. Sebaliknya, koneksi jaringan ini disebut-sebut akan sama banyaknya dengan koneksi 4G.

Akan ada lebih dari 700 juta sambungan (M2M) jaringan mesin-ke-mesin menggunakan industri seluler pada 2021, dan mereka akan mendapatkan industri $ 67000000000 setahun pendapatan.

Laporan terbaru dari Ovum mengatakan bahwa LTE akan mendominasi, dengan 212 juta koneksi pada 2021, namun jaringan 2G juga akan memiliki koneksi yang sama banyaknya, dan akan ada sekitar 172 juta koneksi menggunakan 3G.

“Kelompok operator besar dengan bisnis M2M maju tidak akan berusaha untuk mematikan 2G hingga 2020 – dan untuk beberapa ini tidak akan terjadi sampai tahun 2025,” kata Pauline Trotter, pemimpin praktek untuk Ovum.

Namun, ia menambahkan, keputusan ini bukan hanya untuk kepentingan dukungan peninggalan: koneksi 2G M2M akan terus ditambah, karena 2G masih merupakan bentuk cakupan yang paling terjangkau dan tersedia secara internasional.

Menurut laporan GTB, Kamis (8/9), total koneksi M2M seluler akan mencapai 733 juta, kata Ovum. Pasar Asia dan Oceania akan bernilai US$ 22 miliar; pasar Amerika Utara US$ 16 miliar dan pasar Eropa Barat US$ 14 miliar.

Baik teknologi 2G dan 3G akan berada dalam taraf tanpa kemajuan dalam hal koneksi M2M pada 2021, tetapi M2M akan menjaga mereka hidup sampai LTE mengambil alih.

Pendapatan e-commerce Asia Tenggara Lampaui Rp 32 Triliun di 2020

0

Telko.id – Menurut laporan terbaru dari Frost & Sullivan, pendapatan e-commerce di Asia Tenggara kemungkinkan akan mencapai lebih dari US$ 25 miliar pada 2020, atau setara Rp 32 Triliun.

Ini lebih dari dua kali lipat dari apa yang dihasilkan pada tahun 2015, di pendapatan e-commerce tercatat sebesar US$ 11 miliar atau sekitar Rp 14 Triliun. Menurut Frost and Sullivan, jumlah tersebut berhasil dicapai setelah melalui banyak kejadian seperti akuisisi, keluar pasar dan pengecer berjuang dengan profitabilitas.

Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa pertumbuhan akan terus berlanjut seiring dengan industri yang berkembang.

Pada 2015, Malaysia dan Thailand tercatat sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dengan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 2.3 miliar dan US$ 2.1 miliar, masing-masing.

Namun, penelitian Frost & Sullivan mencatat bahwa kedua pasar ini diharapkan akan dikalahkan oleh negara-negara berkembang di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Indonesia.

Sementara itu, total pendapatan dari bisnis-ke-konsumen (B2C) e-commerce di enam negara Asia Tenggara terbesar – Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam – diproyeksikan meningkat pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 17,7%.

“Meskipun relatif muda, pasar e-commerce di Asia Tenggara berkembang dengan cepat, berkat tingkat adopsi digital yang mencengangkan di wilayah ini,” kata Cris Duy Tran, konsultan utama dalam e-commerce dan transformasi digital Frost & Sullivan Asia Pacific seperti dilansir TelecomAsia, Kamis (8/9).

Dia menjelaskan, bahwa meskipun dengan pemain yang lebih sedikit di pasar, perusahaan e-commerce mulai bersaing di luar poin harga dan logistik dan pindah ke daerah-daerah baru seperti e-commerce online-to-Offline (o2o) dan program loyalitas.

Sementara itu, layanan seperti Carousell, Tokopedia, dan Shopee secara agresif mengejar strategi ‘mobile first’, dan Frost & Sullivan mengharapkan untuk melihat lebih banyak layanan spesifik lainnya di bidang-bidang seperti perjalanan, pengiriman makanan, dan barang-barang mewah.

Tantangan yang berlaku tetap sama, yakni kepemilikan kartu kredit yang masih rendah (kurang dari 7% di semua pasar Asia Tenggara, kecuali Singapura dan Malaysia).

Di beberapa negara, lebih dari 50% populasi tidak memiliki rekening bank, menjadikan pembayaran sebagai tantangan terbesar bagi perusahaan e-commerce di wilayah tersebut. Menyusul itu, masih ada juga masalah logistik yang menghantui, terutama di daerah dengan geografis yang kompleks seperti Indonesia dan Filipina.

Lewat Permenperin No 65 Tahun 2016, Aturan TKDN Resmi Diberlakukan

0

Telko.id – Setelah melalui sekian banyak polemik, pemerintah melalui Kemenperin akhirnya resmi memberlakukan peraturan terkait Ketentuan Dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk telepon seluler, komputer genggam (Handheld), dan komputer tablet. Prosedur mengenai hal tersebut tertulis pada Peraturan Menteri Perindustiran (Permenperin) Nomor 65 tahun 2016.

Aturan TKDN sendiri, yang merupakan kesepatkan antara Kemenperin, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk mendorong Indonesia agar tak sekadar menjadi pasar, melainkan pemain dalam momentum 4G saat ini.

Berdasarkan aturan ini, para produsen ponsel yang ingin berjualan perangkat 4G mereka di Indonesia harus memenuhi syarat TKDN 30 persen pada 1 January 2017.

Kini aturan tersebut telah diumumkan dan dapat diunggah di situs resmi Kemenperin. Para vendor cukup memilih jalur yang diinginkan untuk memenuhi TKDN pada perangkat genggam 4G buatan mereka.

Total ada tiga skema yang ditawarkan oleh pemerintah pada para vendor. Pertama, sesuai dengan Pasal 4 yang merinci bahwa vendor harus memenuhi aspek manufaktur, 70 persen; aspek riset dan pengembangan, 20 persen; serta aspek aplikasi, 10 persen.

Aspek aplikasi tersebut, kemudian dirinci lagi dengan syarat pemenuhan sebagai berikut:

  • Nilai TKDN untuk riset dan pengembangan minimal 8 persen
  • Aplikasi pre load ke ponsel, komputer genggam, atau komputer tablet
  • Minimal pre load 2 aplikasi atau 4 games lokal
  • Minimal jumlah pengguna aktif aplikasi lokal 250.000 orang
  • Injeksi software di dalam negeri
  • Server di dalam negeri
  • Memiliki toko aplikasi online lokal

Kedua, pemenuhan TKDN dapat disesuaikan dengan cara yang terdapat dalam Pasal 23 ayat (1), yaitu aspek manufaktur, 10 persen; aspek riset dan pengembangan, 20 persen; dan aspek aplikasi, 70 persen.

Aspek aplikasi pada Pasal 23 ayat (1) ini dirinci lagi dengan syarat pemenuhan meliputi:

  • Nilai TKDN untuk aspek riset dan pengembangan minimal 8 persen
  • Aplikasi pre load ke ponsel, komputer genggam, dan komputer tablet
  • Minimal pre load 7 aplikasi atau 14 game lokal
  • Minimal aplikasi lokal memiliki pengguna aktif 1.000.000 orang
  • Injeksi software dilakukan di dalam negeri
  • Server di dalam negeri
  • Memiliki toko aplikasi online lokal
  • Harga Cost, Insurance, and Freight (ClF) minimal senilai Rp 6 juta

Ketiga, dalam Pasal 25, dimuat penjelasan mengenai pemenuhan TKDN melalui komitmen dan realisasi investasi.

Perhitungan TKDN berbasis nilai investasi ini hanya berlaku untuk investasi baru, dilaksanakan berdasarkan proposal investasi yang diajukan pemohon dan mendapatkan nilai TKDN sesuai total nilai investasi.

Investasi itu juga harus dilakukan dalam jangka waktu paling lama tiga tahun. Tata caranya, pada tahun pertama vendor mesti merealisasikan 40 persen dari total investasi yang disepakati, sementara sisanya dipenuhi pada tahun-tahun berikutnya.

Vendor juga harus menyertakan detail mengenai investasi yang dilakukan tiap tahun, serta mencantumkan tipe produk yang akan menggunakan skema penghitungan TKDN berdasarkan nilai investasi.

Adapun rincian nilai investasi tersebut adalah 20 persen untk total mulai dari Rp 250 miliar sampai Rp 400 miliar; 25 persen untuk total di atas Rp 400 miliar sampai Rp 550 miliar; 30 persen untuk total di atas Rp 550 miliar sampai Rp 700 miliar; dan 40 persen untuk investasi total lebih dari Rp 1 triliun.

Telkom ‘Tunjuk’ NEC Untuk Garap Kabel Laut Senilai US$195 Juta

0

Telko.id – Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau membuat jaringan kabel laut sebagi backbone sebuah keharusan. Telkom sebagai provider besar di Indonesia pun telah menunjuk NEC untuk mengerjakan proyek terbarunya.

Hal ini dilansir dari Asia Nikkei yang menyebutkan bahwa perusahaan asal Jepang, NEC telah menerima pesanan senilai sekitar 20 miliar yen atau sekitar US $ 196 juta dari Telekomunikasi Indonesia, atau Telkom. Tujuan dari pemasangan kabel komunikasi bawah laut ini adalah membantu Telkom untuk memperluas kapasitas sehingga nanti mampu mengakomodir kebutuhan komunikasi karena pengguna mobile phone dan internet yang terus tumbuh.

NEC akan menginstal 5,300km kabel dengan kapasitas 32 terabit per detik. Proyek Telkom ini juga akan menghubungkan sembilan kota besar yang tersebar di seluruh nusantara serta Singapura. Rencananya, instalasi kabel laut ini akan selesai di paruh pertama 2018.

Jaringan yang dibangun Telkom tersebut juga akan menghubungkan dua kabel yang sudah ada sebelumnya yang menghubungkan Indonesia dengan AS dan dengan Eropa. Seperti yang dilansir dari Nikkei, penunjukan ini, salah satunya karena keberhasilan NEC dengan proyek kabel-instalasi Telkom lainnya di Indonesia.

Sebagai informasi, untuk pasar kabel bawah laut secara global sendiri ada dikuasai oleh tiga pemain besar yakni NEC, perusahaan Amerika TE SubCom dan Alcatel-Lucent asal Perancis.

Persaingan di pasar kabel bawah laut kini semakin sengit karena adanya permintaan yang meningkat di kawasan Asia-Pasifik dalam beberapa tahun terakhir ini. (Icha)