spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1458

Advan Optimis Tidak Lama Lagi Bakal Geser Oppo dan Samsung

0

Telko.id – Advan, merupakan salah satu merek dalam negeri yang bisa bertahan di papan atas produksi smartphone. Bahkan, mampu membangun pabrik sendiri yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan kerjanya, Chief RA, sapaan akrab Menteri Rudiantara didampingi oleh Tjandra Lianto, Marketing Director Advan, Andi Gusena, Brand Director Advan menyempatkan berbincang dengan para pekerja yang mayoritas berasal dari daerah Semarang dan Jawa Tengah. Para pekerja terampil ini sudah dibekali dengan teknik dan penguasaan teknologi berstandar global.

“Ini yang saya harapkan, perusahaan nasional memiliki komitmen untuk membangun industri di dalam negeri. Komitmen ini perlu didukung oleh segenap masyarakat tanah air. Agar smartphone buatan dalam negeri, seperti  Advan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” ungkap Rudiantara.

Chief RA berharap dengan  memiliki pabrik smartphone sendiri, Advan harus punya target menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan. Salah satunya kita harus membangun  ekosistem digital berbasis kearifan lokal. Kita juga harus membangun kesadaran massif  kepada masyarkat agar lebih  menghargai produk karya anak bangsa,” tegas Chief RA di sela-sela kunjungan Pabrik Smartphone Advan di Kawasan Industri  Candi, Semarang.

Dengan pabrik yang dimiliki tersebut, Tjandra Lianto mengatakan pihaknya optimis bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat ini, lanjut Tjandra, Advan saat ini berada di peringkat ketiga.   Laporan IDC menyebutkan bahwa Advan berada di di peringkat tiga dengan market share 7.7%.

“Progres kami sangat pesat. Sekarang posisi kami berada di posisi tiga. Dalam waku dekat, kami optimis  bisa menggeser Oppo bahkan Samsung,” ungkap Tjandra.

Kapasitas Produksi

Untuk diketahui pabrik smartphone Advan memiliki  luas area sekitar  15.000 meter persegi. Dalam waktu dekat, area tersebut akan diperluas  sekitar 3 hektar. Dengan kondisi pabrik yang ada sekarang, kapasitas produksi mencapai 30.000 unit per bulan.

Pabrik tersebut terdiri dari tiga ruang utama berupa ruang penyimpanan spare part  dan dua  ruang utama produksi. Pada ruang utama produksi terdapat 16  line dengan tugas masing-masing mulai  dari perakitan, pengetesan sampai pengemasan. Pada tahapan quality control tim R&D Advan melakukan pengujian produk secara komprehensif meliputi tes kemampuan layar, burning room, drop test dan uji daya tahan produk melalui temp & humi test mechine.

Dengan melibatkan sekitar 1000-an karyawan pabrik,  Advan telah berkontribusi secara nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penerapan alih teknologi pabrik Advan memiliki dampak yang positif terhadap peningkatan standar kompetensi karyawan ditengah era persaingan pasar bebas.

“Harapan kami, keberadaan industri mampu membuat masyarakat semakin bangga dengan Advan”, ujar Tjandra.

Lebih lanjut  Tjandra Lianto mengatakan:“Pabrik merupakan wujud kemapanan  ADVAN dalam membangun industri smartphone. Selain itu, pabrik menjadi media untuk mempermudah ADVAN dalam menghadirkan jajaran produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap  Tjandra.

Di pabrik tersebut,  ADVAN fokus memperkuat transformasi industri yang mencakup tiga  aspek utama berupa penerapan alih teknologi yang terstruktur, rekrutmen tenaga kerja yang kompeten serta proses uji produk yang secara teknologi terus ditingkatkan. Melalui penanaman modal pada industri ini, ADVAN mewujudkan komitmen mendukung kemajuan teknologi komunikasi Indonesia secara jangka panjang serta mewujudkan era kebangkitan industri smartphone dalam negeri.

Adapun nilai investasi yang ditanamkan, menurut Tjandra Lianto, kurang lebih  menghabiskan dana sekitar  Rp. 1 triliun. Dana tersebut menggunakan dana mandiri dari perusahaan. (Icha)

 

 

Menkominfo Dorong Vendor Smartphone Lokal Buat Asosiasi Sendiri, Kenapa?

0

Telko.id – Bangga dong pakai produk lokal! Sebuah ungkapan yang mudah diungkapkan, tetapi sulit untuk diterapkan. Apalagi bagi vendor smartphone lokal yang saat ini sangat terjepit ‘terserang’ oleh vendor global yang menggila. Ditambah lagi, ‘guyuran’ produk ‘black market yang tetap banyak beredar di pasar.

Namun, jumlah vendor lokal yang semakin berkurang juga membuat tidak mampu melakukan banyak hal untuk memperjuangkan agar keberpihakan pemerintah pada produk lokal ini semakin besar. Itu sebabnya, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika mendorong vendor lokal membuat Asosiasi.

“Vendor lokal buat lah asosiasi, jadi lebih enak untuk memperjuangkan kebutuhan nya. Karena saya di Kemenkominfo tidak bisa sendirian, harus kerjasama dengan kementerian lain,” kata Rudiantara, usai mengunjungi Pabrik Advan di Semarang (28/05).

Pasalnya, untuk melakukan memperkuat keberpihakan pemerintah pada vendor lokal itu, menurut Rudiantara tidak bisa dilakukan atau diberikan pada ‘satu’ orang atau ‘satu’ perusahaan. “Harus diberikan untuk sector,” ujar Rudiantara menegaskan. Jadi wajar, Chief RA, begitu bisa Menteri Kominfo ini dipanggil mendorong vendor lokal punya asosiasi sendiri. Tidak hanya mengikuti asosiasi yang bersama dengan vendor global. Dengan demikian, lebih dapat memperjuangkan kebutuhannya pada pemerintah.

Sebenarnya, apa yang diinginkan oleh vendor lokal sebagai dukungan dari pemerintah?

“Yang pertama adalah masalah ijin dan pajak. Misalnya tentang ijin produk sample. Bagi vendor lokal ini agak sulit karena ketika tidak ada produk sample masuk, maka urusan sertifikasi juga menjadi terhambat. Padahal, terlambat sertifikasi saja, maka tidak bisa jualan yang artinya bisa memperlambat kecepatan untuk bersaing dengan brand global lain,” kata Tjandra Lianto, Marketing Director ADVAN saat usai menemani Menkominfo, Rudiantara berkunjung ke pabrik Advan di Semarang.

Selain itu juga masalah pajak. Untuk masalah pajak ini, Tjandra menyoroti tentang pajak spare part atau komponen. Di mana, pajak kompenen ini sangat tinggi sehingga menyulitkan vendor lokal ini bersaing dengan merek global.

Di luar kedua masalah tersebut, masih banyak lagi persoalanya, yang harus dikemukakan oleh vendor lokal agar pemerintah juga lebih memperhatikan produksi dalam negeri.

Pasalnya, vendor lokal harus melakukan invetasi untuk pembuatan pabrik agar dapat memenuhi Tingkat Kandungan Dalam negeri yang disyaratkan oleh pemerintah untuk bisa berjualan smartphone 4G di Indonesia. Memang, ada juga yang tinggal menggandeng pabrik yang sudah ada.

Tentu, kekuatan financial dari vendor lokal tidak sekuat vendor global. Sehingga untuk bisa bertahan di Negara sendiri juga membutuhkan dukungan dari pemerintah agar mendapatkan ekosistem yang mendukung agar produksi di dalam negeri ini juga diperhitungkan oleh masyarakat Indonesia dan dihargai di negeri sendiri. (Icha)

 

 

 

 

 

 

Memasuki Bulan Ramadhan Masyarakat ‘Kalap’ Belanja via Online

0

Telko.id – Bulan Ramadhan memang memiliki fenomena tersendiri di Indonesia. Masyarakat begitu giat beribadah. Tetapi ‘giat’ juga berbelanja untuk memenuhi kebutuhan buka puasa, sedekah dan memasuki lebaran nantinya. Tak heran, marke place juga kebagian.

Tokopedia misalnya, sepanjang bulan Mei yang didalamnya juga sudah memasuki bulan Ramadhan, mencatat ada 65 juta masyarakat Indonesia yang mengunjungi Tokopedia setidaknya 300 juta kali di bulan ini. Jumlah pengunjung ini setara dengan 11 kali populasi Singapura.

Bahkan transaksi yang tercatat pun selama 1 hari Ramadhan setara dengan 5 tahun. Tepat di puncak Ramadan Ekstra pada 25 Mei lalu, Tokopedia berhasil mencatatkan nilai transaksi setara dengan akumulasi nilai transaksi sepanjang lima tahun pertama (Agustus 2009 – Juni 2014). Dalam 10 menit pertama saja, berhasil mengalahkan angka transaksi sepanjang tahun pertama Tokopedia berdiri (Agustus 2009 `– July 2010).

Bahkan Aplikasi Tokopedia berhasil memuncaki Apple Store mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Sementara di Android, Tokopedia juga berhasil menjadi #3 Top Chart di Google Play mengalahkan Facebook dan Instagram.

Namun, kondisi ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Pasalnya, Tokopedia memang khusus membuat program Ramadhan Ekstra.

“Misi kami untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital selalu menjadi motivasi utama kami dalam berkarya. Kami sangat terharu dan mengapresiasi kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Ramadan Ekstra. Kemeriahan dan antusiasme terhadap program ini memberikan pelajaran dan pengalaman berharga yang menjadi motivasi kami agar di tahun-tahun mendatang, Ramadan Ekstra dapat menghadirkan pelayanan yang jauh lebih baik lagi,” kata William Tanuwijaya, CEO sekaligus Co-founder Tokopedia.

Willian menambahkan “Melihat sambutan luar biasa dari masyarakat, bukan tidak mungkin Ramadan Ekstra dapat menjadi festival tahunan seperti Black Friday di Amerika Serikat, Boxing Day di Eropa, Single Day di China, atau Big Billion Day di India, festival yang sarat dengan kearifan lokal, memberikan kesempatan terbaik untuk memberikan yang terbaik. (Icha)

 

 

Telkomsel Perkuat Jaringan Jakarta Fair Kemayoran ke-51

Telko.id – Jakarta Fair Kemayoran ke 51 kembali digelar. Bertepatan dengan bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, tentu ajang ini bakal banyak dikunjungi masyarakat. Peningkatan pengguna di wilayah ini pun membuat Telkomsel merasa perlu meningkatkan kapasitasnya agar kenyamanan pelanggan nya pun terjaga.

Untuk itu Telkomsel juga menyiagakan 3 Compact Mobile BTS (Combat) tambahan serta peningkatan kapasitas dan kualitas sejumlah BTS Outdoor Makro dan Indoor Makro sebagai upaya untuk memastikan kenyamanan layanan telekomunikasi pelanggan seperti Internet, Nelpon dan SMS tetap lancar. Melalui gelaran JFK ini, Telkomsel selalu berusaha hadir memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” kata Ririn Widaryani , Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel.

Disamping itu, Telkomsel juga ikut menghadirkan produk dan layanan terdepan digelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) ke-51, yang kali ini juga bertepatan dengan momen Ramadhan 2018. Di gelaran JFK tahun ini Telkomsel menghadirkan nuansa Digital sebagai bentuk komitmen Telkomsel dalam mengembangkan digital society di Indonesia. Telkomsel hadir di meriahkan JFK di Hall D dari tanggal 23 Mei hingga 1 Juli mendatang.

Dalam gelaran JFK tahun ini mengusung tema “Telkomsel DigiFest” yang akan menghadirkan beragam layanan dan produk broadband serta digital terdepan. Beragam promo menarik dengan harga special kembali Telkomsel hadirkan di JFK tahun ini, sehingga dapat menguatkan adopsi layanan broadband dan digital masyarakat.

Dalam gelaran JFK tahun ini pelanggan dapat menikmati beragam produk dan layanan Digital terbaik Telkomsel seperti Mobile Device, Mobile Games dan Mobile Payment. Pada layanan mobile device Telkomsel bekerjasama dengan Telesindo Shop untuk menghadirkan program trade in dan bundling device menarik, dimana pelanggan dapat menukarkan HP lama mereka dengan smartphone 4G terbaru. Selain itu Telkomsel juga menghadirkan program clereance sale smartphone 4G dengan diskon harga hingga 7 juta rupiah dan ekstra cashback hingga 500 ribu rupiah dengan menukarkan Telkomsel POIN.

Salah satu hal yang menarik di booth Telkomsel pada gelaran JFK kali ini adalah hadirnya Mobile Games Competition selama 40 hari berturut-turut. Para pengunjung dapat memperebutkan hadiah hingga 100 juta rupiah di Mobile games competition terlama ini. Beberapa games yang sedang hits seperti Mobile Legends, Arena of Valor (AOV), Get Rich, Vain Glory dan Rules of Survival turut meramaikan kompetisi ini dengan total hadiah 100 juta rupiah.

Para pengunjung JFK juga dapat menikmati layanan mobile financial services TCash, yang menghadirkan banyak promo dan diskon menarik di banyak tenant. Di booth Telkomsel sendiri, pelanggan dapat menggunakan layanan TCash di tenant McDonald’s, Chattime dan Indomaret. Selain itu pelanggan juga dapat bertransaksi menggunakan TCash di 47 merchant booth yang ada di JFK serta akan mendapatkan cashbask hingga 20%.

Selain itu dalam upaya meningkatkan penetrasi pemanfaatan layanan broadband teknologi terdepan,  Telkomsel juga menghadirkan produk dan layanan broadband khusus selama gelaran JFK ini seperti paket internet broadband 9GB, 13GB dan 20GB. Pelanggan dapat menikmati paket tersebut dengan harga yang sangat terjangkau dan kualitas jaringan terbaik dari koneksi internet cepat 4G LTE Telkomsel.

Bagi pelanggan yang melakukan transaksi di booth Telkomsel juga berkesempatan mendapatkan hadiah utama 1 Unit Sepeda Motor Honda, serta beragam hadiah menarik lainnya seperti IPhone X, Samsung Galaxy A6, Smarphone Vivo dan ratusan ribu saldo Tcash. Cukup dengan bertransaksi seperti pembelian device atau smartphone dengan paket bundling Telkomsel, isi pulsa dan penukaran POIN serta pembelian paket internet akan mendapatkan kupon yang nantinya diundi pada akhir gelaran JFK, 1 Juli 2018 mendatang. Selain itu akan ada keseruan dari Lelang POIN Telkomsel, berupa Smartphone 4G yang dilakukan setiap harinya di Booth Telkomsel.

Guna memudahkan pengunjung untuk mendapatkan produk dan layanan, Telkomsel hadir di berbagai titik selama gelaran JFK berlangsung. Hall D sebagai pusat atau booth utama Telkomsel, lalu terdapat 4 mini booth yang ada di Hall C2, Hall A1, Selasar D1 dan Gambir EXPO. Selain itu ada 4 mobile GraPARI (MOGI) yang juga hadir dalam membantu pengunjung untuk mendapatkan layanan Telkomsel. Diprediksi dalam gelaran JFK 2018 ini akan hadir lebih dari 7 juta orang. (Icha)

 

 

 

Perusahaan di Indonesia Terancam Merugi Sebesar US$34.2 Miliar Akibat Keamanan Siber

Telko.id – Studi Frost & Sullivan yang diprakarsasi oleh Microsoft mengungkapkan bahwa potensi kerugian ekonomi di Indonesia yang diakibatkan oleh insiden keamanan siber dapat mencapai nilai US$34.2 miliar. Angka tersebut setara dengan 3,7 persen jumlah total PDB Indonesia sebesar US$932 miliar.

Selain kerugian finansial, insiden keamanan siber juga mengurangi kemampuan berbagai organisasi di Indonesia untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada diera ekonomi digital saat ini, dengan tiga dari lima (61%) responden menyatakan bahwa perusahaan mereka telah menunda upaya transformasi digital karena khawatir terhadap risiko-risiko siber. Namun, transformasi digital akan semakin genting bagi perusahaan dengan diumumkannya rencana kerja “Making Indonesia 4.0” oleh Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi setiap perusahaan di Indonesia untuk dapat menyelaraskan strategi berdasarkan rencana kerja tersebut.

Studi yang berjudul “Understanding the Cybersecurity Threat Landscape in Asia Pacific: Securing the Modern Enterprise in a Digital World” bertujuan untuk membagikan sudut pandang mendalam bagi pengambil kebijakan bisnis dan TI mengenai kerugian ekonomi oleh serangan siber di Asia dan Indonesia, dan mengidentifikasi celah pada strategi keamanan siber. Studi tersebut melibatkan 1.300 pimpinan bisnis dan TI dari organisasi skala menengah (250-499 pekerja) hingga organisasi skala besar (> dari 500 pekerja).

Studi tersebut menunjukkan hampir setengah dari seluruh organisasi yang disurvei di Indonesia telah mengalami insiden keamanan siber (22%) atau tidak yakin bahwa telah mengalaminya karena mereka tidak melakukan penelitian dengan benar atau pemeriksaan pembobolan data (27%).

“Ketika berbagai perusahaan kini menyambut peluang-peluang yang ditawarkan oleh komputasi awan dan mobileuntuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan mengoptimalkan operasi perusahaan, mereka menghadapi resiko-resiko baru,” kata Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia.

Haris menambahkan “Dengan batasan-batasan TI yang semakin menghilang, penjahat siber kini menemukan sasaran baru untuk diserang. Perusahaan menghadapi resiko kerugian finansial yang signifikan, dampak buruk pada sisi kepuasan pelanggan, dan penurunan reputasi di pasaran, seperti yang telah terlihat secara jelas pada kasus-kasus serangan tingkat tinggi belakangan ini.”

Kerugian Sebenarnya oleh Insiden Keamanan Siber – Ekonomi, Peluang dan Kehilangan Pekerjaan 

Studi tersebut menunjukkan bahwa:

  • Sebuah organisasi berskala besar di Indonesia kemungkinan dapat mengalami kerugian ekonomi sebesarUS$16,3 juta, 200 kali lebih besar dibandingkan kerugian ekonomi rata-rata sebuah organisasi skala menengah
  • Serangan siber telah menyebabkan kehilangan pekerjaan pada beragam fungsi di hampir tujuh dari sepuluh (69%) organisasi yang mengalami serangan selama 12 bulan terakhir.

Untuk menghitung kerugian kejahatan siber, Frost & Sullivan telah menciptakan model kerugian ekonomi berdasarkan data ekonomi makro dan hasil analisis yang didapat dari responden survei. Model tersebut dibagi menjadi tiga jenis kerugian yang bisa terjadi karena serangan keamanan siber:

  • DirectKerugian finansial yang berhubungan langsung dengan sebuah serangan keamanan siber – termasuk kerugian produktivitas, denda, biaya perbaikan, dll.;
  • Indirectkerugian peluang bagi perusahaan seperti hubungan baik dengan pelanggan karena kehilangan reputasi; dan
  • Induceddampak serangan siber pada ekosistem dan ekonomi yang lebih luas, seperti menurunnya jumlah pengeluaran pelanggan dan perusahaan.

“Meskipun kerugian langsung serangan siber merupakan yang paling nyata, hal tersebut hanyalah seperti ujung puncak gunung es (iceberg),” kata said Hazmi Yusof, Managing Director Frost & Sullivan Malaysia dan SVP Frost & Sullivan Asia-Pacific. “Ada banyak kerugian-kerugian tersembunyi lainnya yang harus kita pertimbangkan dari sisi indirect dan induced, dan kerugian ekonomi setiap organisasi yang mengalami serangan keamanan siber seringkali diabaikan.”

Ancaman Siber Utama dan  Celah dalam Strategi Keamanan Siber Organisasi-Organisasi di Indonesia

Meskipun serangan-serangan siber tingkat tinggi; seperti ransomware, telah menarik perhatian dari banyak perusahaan, studi tersebut menemukan bahwa bagi perusahaan yang telah mengalami serangan keamanan siber, Eksfiltrasi Data merupakan kekhawatiran terbesar karena memiliki dampak terbesar dengan waktu perbaikan yang paling lama.

Disamping ancaman dari luar, riset tersebut juga menunjukkan adanya celah-celah utama dalam pendekatan keamanan siber organisasi pada saat melindungi kekayaan digital mereka:

  • Keamanan menjadi sebuah renungan baru dipikirkan: Hanya 39% organisasi yang mempertimbangkan keamanan sebelum memulai proyek transformasi digital. Sebanyak 61% organisasi memikirkan keamanan siber hanya setelah mereka memulai proyek tersebut atau tidak mempertimbangkan sama sekali. Hal ini membatasi kemampuan mereka untuk merencanakan dan menjalankan proyek yang dikategorikan sebagai ”secure-by-design”, yang berpotensi menghasilkan produk yang tidak aman ke pasaran luas ;
  • Menciptakan sebuah Lingkungan Kompleks: Mematahkan anggapan populer bahwa mengembangkan sebuah portofolio solusi keamanan siber dalam skala besar akan menghasilkan perlindungan yang lebih kuat, survei tersebut menunjukkan bahwa 38% responden dengan lebih dari 50 solusi keamanan siber dapat pulih dari serangan siber dalam waktu satu jam. Sebaliknya, hampir dua kali lebih banyak responden (71%) dengan kurang dari 10 solusi keamanan siber memberi respon bahwa mereka dapat pulih dari serangan siber dalam waktu satu jam; dan
  • Kekurangan strategi keamanan siber: Meskipun semakin banyak organisasi yang mempertimbangkan transformasi digital untuk mendapatkan keuntungan kompetitif, studi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden (54%) melihat strategi keamanan siber hanya sebagai cara untuk melindungi organisasi dari serangan siber dibandingkan sebagai sebuah strategi penggerak bisnis. Sedikitnya 19% organisasi melihat strategi keamanan siber sebagai sebuah penggerak transformasi digital.

“Lingkungan ancaman yang selalu berubah ini merupakan tantangan, namun banyak cara untuk menjadi lebih efektif menggunakan perpaduan yang tepa tantara teknologi modern, strategi, dan keahlian,” tambah Tony Seno Hartono, National Technology Officer of Microsoft Indonesia.

“Microsoft memberdayakan bisnis di Indonesia untuk memanfaatkan transformasi digital dengan mebantu mereka untuk menggunakan teknologi yang tersedia bagi mereka, secara aman melalui platform produk dan jasa yang aman, dipadukan dengan keahlian yang unik dan kemitraan industri yang luas. Di Indonesia, kami bekerja sama dengan lima penyedia pusat data lokal, TelkomTelstra, CBN, VibiCloud, Visionet, dan Datacomm, untuk menghadirkan sebuah platform hybrid cloud yang memampukan bisnis di Indonesia untuk mengoptimalkan operasi dan memaksimalkan nilai  perusahaan mereka,” ujar Tony menambahkan.

Artifical Intelligence (AI) adalah Garda Terdepan Berikutnya dalam Pertahanan Keamanan Siber

Di dalam dunia digital dimana ancaman siber secara konstan berubah-ubah dan latar serangan yang semakin meluas, AI kini menjadi sebuah lawan yang tangguh bagi serangan siber karena kemampuannya untuk mendeteksi dan bertindak terhadap vektor ancaman berdasarkan pada data insight. Seperti yang dinyatakan dalam “Making Indonesia 4.0”, satu dari lima teknologi utama untuk mendukung pengembangan Industry 4.0 adalah Artificial Intelligence. Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 5 dari 10 (84%) organisasi di Indonesia telah mengadopsi atau sedang merencanakan untuk mengadopsi pendekatan AI untuk mendukung keamanan siber.

Kemampuan AI untuk menganalisa dan merespon secara cepat pada data dengan jumlah yang sangat banyak kini semakin diperlukan di dunia dimana frekuensi, skala, dan kecanggihan serangan siber semakin meningkat.

Sebuah arsitektur keamanan siber yang didorong oleh AI akan menjadi lebih pintar dan diperlengkapi dengan kemampuan untuk memprediksi untuk memungkinkan setiap perusahaan memperbaiki atau memperkuat postur keamanan mereka sebelum masalah muncul. Hal tersebut juga memberi kemampuan bagi perusahaan untuk menyelesaikan setiap tugas seperti mengidentifikasi serangan siber, menghilangkan ancaman berbahaya dan memberbaiki bugs, lebih cepat dari manusia, membuatnya menjadi elemen yang semakin dibutuhkan untuk strategi keamanan siber setiap perusahaan.

Rekomendasi untuk melindungi perusahaan modern dalam dunia digital

Untuk membantu organisasi untuk bertahan dan merespon serangan siber dan infeksi malware, berikut enam cara terbaik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertahanan mereka terhadap ancaman keamanan siber:

  • Memposisikan keamanan siber sebagai sebuah penggerak transformasi digital: Tidak terhubungnya praktik keamanan siber dan upaya transformasi digital membuat frustasi para pekerja. Keamanan siber merupakan kebutuhan dalam era transformasi digital untuk menuntun dan menjaga agar perusahaan tetap aman melalui perjalanan tersebut. Sebaliknya, transformasi digital memberi peluang bagi praktik keamanan siber untuk meninggalkan cara lama dan menggunakan metode yang baru untuk menghadapi tantangan-tantangan saat ini;
  • Terus berinvestasi dalam memperkuat dasar-dasar keamanan Anda: Lebih dari 90% serangan siber dapat dicegah dengan memelihara praktik-praktik dasar terbaik. Menjaga kata sandi yang kuat, penggunaan otentikasi multi-faktor terhadap otentikasi mencurigakan jika diperlukan, memperbaharui dan memelihara keaslian perlindungan sistem operasi, perangkat lunak, dan anti-malware dapat meningkatkan kemampuan menghadapi serangan siber. Hal ini seharusnya tidak hanya mengandalkan seperangkat peralatan saja namun juga pelatihan dan kebijakan untuk mendukung dasar yang lebih kuat;
  • Memilih platform Awan yang konsisten dan aman, termasuk model Hybrid Cloud: Serangan pada keamanan siber melibatkan pembobolan data dan dapat dihindari dengan menyimpan data pada sistem komputasi awan yang konsisten dan lingkungan on-premise. Teknologi Microsoft terintegrasi dengan lancar pada ekosistem keamanan mitra kami untuk menghadirkan platform keamanan yang menyeluruh, dan ada lima mitra di Indonesia yang bekerja sama dengan Microsoft untuk membangun strategi hybrid komprehensif. Mereka dapat menyediakan platform dan perangkat manajemen yang akan membantu pelanggan untuk menyederhanakan dan menjadikan hybrid cloud mereka menjadi solusi bisnis yang cepat.
  • Memaksimalkan keterampilan dan peralatan dengan memanfaatkan peralatan terintegrasi terbaik:Peralatan terbaik tidaklah berguna di tangan seorang amatir. Kurangi jumlah peralatan dan kerumitan operasi keamanan Anda untuk memungkinkan operator Anda mengasah keterampilan mereka dengan peralatan yang ada. Memprioritaskan pemakaian peralatan yang terbaik merupakan sebuah cara yang bagus untuk memaksimalkan penanganan resiko Anda tanpa resiko penggunaan terlalu banyak alat dan kompleksitas bagi lingkungan. Hal ini secara khusus benar jika setiap peralatan di dalam rangkaian terintegrasi dengan baik untuk saling memanfaatkan satu sama lainnya.
  • Penilaian, pemeriksaan dan kepatuhan berkala: Organisasi sebaiknya selalu dalam keadaan patuh. Setiap penilaian dan peninjauan sebaiknya dilakukan secara teratur untuk menguji apakah ada celah yang muncul sementara organisasi dengan cepat bertransformasi dan menutup celah-celah tersebut. Jajaran pimpinan sebaiknya tetap patuh tidak hanya pada regulasi industri tetapi juga pada bagaimana organisasi berkembang dengan praktik-praktik keamanan terbaik; dan
  • Memaksimalkan penggunaan AI dan otomasi untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas: Dengan kurangnya ketersediaan kapabilitas keamanan, setiap organisasi perlu melihat pada otomasi dan AI untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas operasi keamanan mereka. Kemajuan AI saat ini telah menunjukkan banyak hal menjanjikan, tidak hanya dalam meningkatkan deteksi yang bisa saja terlewatkan, tettapi juga dalam mempertimbangkan bagaimana signal-signal beragam data seharusnya diterjemahkan menjadi rekomendasi tindakan. Sistem seperti ini telah berhasil dalam implementasi awan dimana data dalam volume yang besar diproses secara cepat. Pada akhirnya, pemanfaatan otomasi dan AI dapat membebaskan sumber daya manusia yang berfokus pada keamanan untuk dapat melakukan aktivitas dengan tingkat yang lebih. (Icha)

 

Awas, Roaming Mantis Mulai Menyerang Smartphone iOS

0

Telko.id – Telah dilaporkan sebelumnya bahwa para peneliti dari Kaspersky Lab menemukan malware Android baru yang menyusupi router dan menggunakan metode pembajakan domain name system (DNS) untuk menyeberang menginfeksi smartphone. Malware ini kebanyakan menarget kawasan Asia, setelah satu bulan ancaman ini berkembang dengan cepat dan memperluas target kawasannya termassuk ke Eropa dan Timur Tengah.

Kini diketahui malware ini juga menyerang perangkat berplatform iOS dan melakukan penambangan kripto. Malware yang disebut dengan Roaming Mantis ini mencuri informasi pribadi pengguna dan memungkinkan pengambilalihan kontrol perangkat. Para ahli mengungkapkan kelompok berbahasa Korea atau Cina yang berada di belakang operasi ini bermotivasi mencari keuntungan finansial.

Penelitian awal Kaspersky Lab menemukan sekitar 150 target, terutama di Korea Selatan, Bangladesh, dan Jepang. Namun temuan tersebut juga menunjukkan adanya ribuan koneksi ke server pelaku setiap harinya sehingga mengindikasikan serangan dalam skala lebih besar. Perluasan serangan juga terlihat dari jumlah bahasa yang dipakai untuk menampilkan pesan di smartphone “To better experience the browsing, update to the latest chrome version.” Dari hanya empat bahasa juga, sekarang mencapai 27 bahasa termasuk Melayu, Polandia, Jerman, Arab, Bulgaria dan Rusia.

Malware kini juga berkembang tidak hanya menyerang platform Android saja. Jika malware menyusupi smartphone berplatform iOS, maka pelaku akan mengarahkannya ke situs web yang bertemakan Apple. Selain itu juga ditemukan pengarahan ke situs berbahaya dengan kemampuan penambangan kripto. Pengamatan Kaspersky Lab menunjukkan bahwa setidaknya satu gelombang serangan dengan cakupan lebih luas telah terjadi bahkan tercatat lebih dari 100 target di antaranya adalah pelanggan Kaspersky Lab diserang dalam beberapa hari saja.

“Ketika pertama kali kami melaporkan adanya Roaming Mantis pada bulan April lalu, kami mengatakan bahwa ini merupakan ancaman yang aktif dan dinamis. Bukti baru menunjukkan perluasan targetnya yang memasuki Eropa dan Timur Tengah, dan masih banyak lagi. Kami percaya bahwa para pelaku mencari keuntungan finansial dan terdapat petunjuk bahwa pelaku  berbahasa Cina atau Korea. Jelas terdapat motivasi yang cukup besar di balik ancaman ini, sehingga ancaman ini tidak akan hilang dalam waktu yang singkat.

Terinfeksinya router dan pembajakan DNS menunjukkan betapa kebutuhan akan perlindungan perangkat dan penggunaan koneksi yang aman sangat diperlukan” kata Suguru Ishimaru, Security Researcher di Kaspersky Lab Jepang.

Temuan Kaspersky Lab menunjukkan bahwa pelaku di balik Roaming Mantis ini menyerang celah keamanan router dan selanjutnya mendistribusikan malware melalui trik sederhana yang efektif dengan membajak pengaturan DNS dari router tersebut. Metode bagaimana serangan terhadap router dilakukan belum diketahui.

Setelah DNS berhasil dibajak, maka aktifitas online yang dilakukan para korban akan selalu diarahkan ke URL dengan konten palsu yang berasal server pelaku. Akan muncul pesan berikut di layar smartphone: “To better experience the browsing, update to the latest chrome version.” Dengan mengklik tautan tersebut,  maka aplikasi Trojan bernama “facebook apk” atau “chrome apk” akan terinstalasi secara otomatis

Malware Roaming Mantis ini memeriksa apakah perangkat di-root dan meminta izin notifikasi dari setiap aktifitas komunikasi atau browsing yang dilakukan pengguna, Malware ini mampu mengumpulkan bermacam-macam data, termasuk kredensial untuk dua faktor otentifikasi.

Ketertarikan pelaku terhadap pengumpulan data ini  Ditemukannya pengumpulan data yang berhubungan dengan mobile banking dan aplikasi game di Korea Selatan mengindikasikan adanya motif keuangan di operasi ini.

Produk Kaspersky Lab mendeteksi ancaman Roaming Mantis sebagai ‘Trojan-Banker.AndroidOS.Wroba’, dan penambang kripto sebagai ‘Dangerous URL blocked’.

Untuk melindungi koneksi internet Anda dari infeksi ini, Kaspersky Lab merekomendasikan  beberapa langkah. Pertama, Lihat panduan pengguna router untuk memverifikasi bahwa pengaturan DNS Anda belum diretas, atau hubungi ISP untuk mendapat bantuan.

Kedua, ubah login dan kata sandi pada web admin router dan perbarui firmware router secara rutin dari sumber resmi.

Ketiga, jangan pernah menginstal firmware router dari sumber pihak ketiga. Hindari menggunakan repositori pihak ketiga untuk perangkat Android Anda.

Ke empat, selalu periksa alamat situs web yang Anda akses. Untuk memastikan keabsahannya, carilah tanda seperi “https” ketika diminta untuk memasukkan data.

Ke lima, pertimbangkan untuk memasang solusi keamanan seluler, seperti Kaspersky Internet Security untuk Android. Solusi ini dapat melindungi perangkat Anda dari ancaman siber dan berbagai kejahatan dunia maya lainnya. (Icha)

 

 

Marbot, Chatbot Ramadan Pertama Dari Line

0

Telko.id – Bulan Ramadan memang dijadikan momen special bagi banyak perusahaan. Line Indonesia misalnya, mengeluarkan Chatbot Ramadan yang diklaimnya sebagai chatbot pertama di Indonesia. Namanya, Marbot, yang berarti “Amalan Ramadan Chatbot.

Marbot akan berinteraksi dengan pengguna LINE melalui konten seperti pengingat sholat, kultum harian, pesan inspiratif tentang Ramadan, serta promo harian untuk kegiatan berbuka puasa. Terdapat pula konten “Ramadan Hemat” dari LINE Shopping, serta pilihan permainan untuk ngabuburit (Ngabubu-Rich) dari LINE Games.

“Di bulan suci ini, kami ingin menjadi sahabat bagi para pengguna kami, dengan cara yang spesial dan bermakna – menjadi #TemanBerfaedah untuk mereka,” ucap Dale Kim, Managing Director LINE Indonesia.

Dale menambahkan “Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan fitur chatbot Ramadan, di mana kami dapat berkomunikasi dengan pengguna kami dengan cara yang menyenangkan, serta menyampaikan konten interaktif dan edukatif tentang bulan Ramadan.”

Selain itu, Line juga meluncurkan rangkaian fitur dan konten eksklusif untuk Ramadan, serta web series Ramadan dan stiker eksklusif Ramadan.

Dengan semangat menjadi #TemanBerfaedah bagi pengguna, LINE juga menciptakan web series spesial Ramadan tentang persahabatan yang berarti di bulan suci ini, berjudul ‘Ramadan Terakhir’. Web series ini terdiri dari empat episode yang akan diunggah seminggu sekali, yang juga akan menunjukkan cara penggunaan yang bermanfaat dari Marbot, sebagai teman Ramadan yang menyenangkan. Episode pertama telah diluncurkan pada 18 Mei lalu, dan telah mendapatkan tanggapan positif dari penonton yang memuji Ramadan Terakhir sebagai cerita yang menyenangkan, hangat, tetapi juga tidak mudah ditebak.

Tak hanya itu, untuk membawa semangat Ramadan kepada para pengguna, LINE juga menyediakan serangkaian stiker Ramadan eksklusif. Ini mencakup desain stiker Ramadan dari pembuat stiker ternama, stiker musik LINE Ramadan, stiker karakter LINE Friends edisi Ramadan, serta edisi selebriti yang bekerja sama dengan salah satu keluarga selebriti yang paling disukai di Indonesia, Keluarga Belo (Ditto Percussion, Ayudia Bing Slamet, dan Sekala).

Sebagai kejutan tambahan bagi para pengguna setianya, LINE juga mengadakan kompetisi harian di akun resmi LINE Ramadan berjudul ‘Kejutan Poin Ramadan’ yang akan berlangsung sampai tanggal 31 Mei 2018 di mana para pengguna dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan poin gratis dengan total poin 750 Juta.

“Yang paling penting bagi kami adalah pengalaman para pengguna kami,” ucap Dale Kim. “Kami harap rangkaian fitur dan konten Ramadan kami dapat memberikan pengalaman Ramadan yang penuh arti dan tak terlupakan bagi semua.” (Icha)

 

 

 

HUT ke 23, Telkomsel Komitmen Terus Mengembangkan Ekosistem Digital di Indonesia

Telko.id –  Bertepatan dengan ulang tahun ke-23 pada tanggal 26 Mei 2018, Telkomsel berkomitmen untuk terus melanjutkan transformasi digital dengan mengembangkan ekosistem digital melalui penggelaran jaringan broadband yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia dan mendorong adopsi layanan digital oleh masyarakat Indonesia.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat, khususnya pelanggan setia yang selama ini menggunakan layanan dan produk Telkomsel. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami untuk melayani ratusan juta pengguna layanan seluler di Indonesia sekaligus memandu industri telekomunikasi Indonesia di era digital,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Bisnis digital menjadi kontributor pertumbuhan Telkomsel yang signifikan sesuai fokus perusahaan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam membangun ekosistem digital yang produktif dan konstruktif berbasis Device, Network, dan Application (DNA). Pada kuartal pertama tahun 2018, bisnis digital Telkomsel tumbuh 24,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini berkontribusi tehadap 48% dari total pendapatan Telkomsel atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 37,7%.

“Kami tetap fokus mengembangkan ekosistem digital, di antaranya dengan terus menggelar infrastruktur jaringan secara agresif, terutama BTS berbasis teknologi mobile broadband. Kami pun menyediakan berbagai pilihan solusi layanan digital untuk melayani kebutuhan digital lifestylepelanggan dan masyarakat Indonesia,” jelas Ririek.

Fokus Telkomsel di bisnis digital terlihat dari keseriusan menggelar infrastruktur jaringan broadband. Sepanjang kuartal pertama tahun 2018, Telkomsel membangun lebih dari 6.900 BTS baru yang seluruhnya merupakan BTS 4G. Secara total hingga kuartal pertama tahun 2018 Telkomsel telah menggelar lebih dari 167.000 BTS di seluruh Indonesia, meningkat 23,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari seluruh BTS tersebut, sekitar 70% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G.

Dalam periode yang sama, penggunaan perangkat 3G dan 4G di jaringan Telkomsel meningkat 35,2%. Kini Telkomsel melayani lebih dari 108 juta pelanggan data, di mana 55 juta di antaranya merupakan pelanggan 4G. Penggunaan layanan data (payload) pun meningkat drastis sebesar 145,8% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Pertumbuhan juga terjadi untuk layanan digital Telkomsel sebesar 61,1% yang dikontribusi meningkatnya penggunaan berbagai layanan digital lifestyle, seperti video, musik, games, dan value added service (VAS); digital advertising; digital payment T-Cash; digital banking; dan Internet of Things (IoT).

“Kami senantiasa berupaya mendorong pemanfaatan jaringan broadband secara lebih optimal sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi pelanggan. Untuk itu, Telkomsel terus melakukan berbagai improvement untuk menyajikan pengalaman mobile digital lifestyle terbaik kepada para pelanggannya,” jelas Ririek.

Pengembangan ekosistem digital di Indonesia memicu lahirnya berbagai solusi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong berbagai perubahan ekonomi, sosial, dan budaya di masyarakat. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Telkomsel membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan di industri telekomunikasi untuk bersama-sama memajukan negeri.

“Kami berharap seluruh pihak di industri telekomunikasi di Indonesia dapat mempertahankan iklim industri yang sehat dan berkelanjutan. Kami juga mendorong anak muda Indonesia untuk menjadi lokomotif terdepan perkembangan digital di Tanah Air, khususnya para pengembang aplikasi dan startup yang memiliki peran yang amat sentral untuk menciptakan terobosan-terobosan baru di platform digital,” kata Ririek.

Ke depannya, Telkomsel terus melanjutkan pengembangan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan dan ragam layanan digital sebagai fondasi penting dalam transformasi digital Telkomsel. “Terbentuknya ekosistem digital menjadi fondasi utama Telkomsel untuk menjadi digital telecommunication company yang sukses, untuk Indonesia yang gemilang,” pungkas Ririek. (Icha)

 

 

 

Belajar Lebih Menyenangkan ala Extramarks

0

Telko.id, Jakarta – Disadari atau tidak, era globalisasi telah membuat banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Bukan hanya di satu atau dua bidang saja, melainkan hampir semua, termasuk pendidikan. Jika dulu informasi didapatkan dari media konvensional seperti koran dan televisi, kini siswa bahkan bisa mengaksesnya dari genggaman tangan, alias smartphone. Mau dapat informasi A, cari di smartphone; mau dapat informasi B, buka smartphone; dan seterusnya.

Di satu ini, ini mungkin bisa meresahkan, namun di sisi lain menandakan bahwa banyak siswa masa kini yang sangat dekat dengan teknologi. Karenanya, pemanfaatan teknologi di bidang edukasi pun menjadi sangat penting guna  meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menanggapi hal ini, Extramarks, sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pendidikan, tidak ingin menyia-nyiakan potensi yang ada. Berbekal konten-konten yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yang mendalam dari seluruh praktek pendidikan terbaik di seluruh dunia,  Extramarks yakin dapat menjadi solusi pembelajaran digital yang tak hanya lengkap tetapi juga menyenangkan.

“Anak-anak kini bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Tak lagi sekedar duduk dan menyimak guru yang mengajar di depan kelas. Ada juga lab virtual di mana siswa dapat melakukan eksperimen praktis di platform digital,” kata Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia dalam acara Media Gathering di Jakarta, Jumat, (25/05/2018).

Sejumlah konsep pendekatan yang dimiliki, termasuk Learn – Practice – Test, ditambah konten pembelajaran yang sudah menggunakan Bahasa Indonesia dan mengikuti Kurikulum Nasional 2013 pun dibawa perusahaan dalam mewujudkan misi besarnya di Indonesia, yakni  mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam konteks Learn (Belajar), misalnya, Uffie menyebut Extramarks  menggunakan konten pembelajaran yang dipaparkan dengan penjelasan yang berjenjang dan berlapis. Termasuk konsep narasi, mulai dari penjelasan yang sangat sederhana sampai dengan penjelasan lengkap.

Dalam Practice (Latihan), Extramarks Indonesia akan menstimulasi siswa untuk dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan keterampilan dalam memecahkan masalah. Sementara dalam Test (Pengujian), penilaian demi penilaian akan dilakukan setelah pembelajaran selesai. Mulai dari pengujian subyektif sampai dengan pengujian objektif yang diperkuat dengan tingkat kesulitan bervariasi.

“Semua metode pembelajaran itu  dikemas dalam bentuk multimedia interaktif yang dapat dipilih sendiri oleh siswanya. Mana yang kira-kira paling nyaman dan sesuai dengan karakter masing masing,” tambah Uffie.

Ditujukan tak hanya untuk siswa – SD sampai SMA, tetapi juga para guru, orang tua, bahkan sekolah, layanan Extramarks ini bakal hadir dalam dua versi, yakni berbasis web dan aplikasi.

Saat ini versi web sudah bisa diakses, meski produk secara keseluruhan baru akan hadir dalam waktu dekat. Pun demikian dengan versi aplikasi, yang nantinya akan datang bersamaan baik untuk iOS maupun Android. “Soon, akan kita perkenalkan. Tunggu saja,” katanya tanpa mau berbagi lebih banyak terkait waktu peluncuran.

Sekedar informasi, Extramarks sendiri – selain akan tersedia di Indonesia, saat ini telah diaplikasikan di India, Afrika Selatan, dan Middle East.

Selama 2018-2022 Pasar Chipset IoT Global Akan Tumbuh 13,22%

Telko.id – Internet of things perlahan sudah menunjukan pertumbuhan nya. Namun belum sampai tahap yang signifikan. Beriringan dengan itu, chipset IoT pun pasarnya terus tumbuh. Bahkab Research and Markets menyatakan dalam riset nya bahwa pasar chipset IoT ini akan tumbuh 13,22 % dari 2018-2022 mendatang.

Perusahaan yang menjadi pemain utama di pasar tersebut adalah Altair Semiconductor, Intel, MediaTek, NXP Semiconductors, QUALCOMM, SAMSUNG, dan STMicroelectronics.

Mengomentari laporan tersebut, seorang analis dari tim peneliti mengatakan: “Salah satu tren di pasar adalah pengenalan teknologi NB-IoT. Dalam laporan riset pasar modul IoT, analis kami mengidentifikasi pengenalan teknologi NB-IoT sebagai salah satu tren utama yang mendorong pertumbuhan pasar chipset IoT hingga akhir tahun 2022. Teknologi NB-IoT memungkinkan perangkat kecil dengan faktor bentuk untuk terhubung ke bandwidth sempit berlisensi untuk memastikan transfer volume data yang tinggi.

“Menurut laporan itu, salah satu variable yang mempengaruhi pasar adalah meningkatkan nya jumlah perangkat pintar dan aplikasi. Perangkat pintar adalah perangkat interaktif yang menghubungkan pengguna dan perangkat lain menggunakan teknologi seperti Wi-Fi, Bluetooth, 4G, dan 3G. Perangkat ini memungkinkan komunikasi antara manusia dan teknologi saat menghubungkan dunia digital dan fisik melalui IoT.

Lebih lanjut, laporan itu menyatakan bahwa satu tantangan di pasar adalah masalah privasi dan keamanan. Implementasi IoT menghasilkan masalah privasi dan keamanan utama. IoT memungkinkan perangkat yang berbeda, seperti peralatan rumah yang terhubung dan mobil yang terhubung, untuk terhubung satu sama lain dan berfungsi secara efisien.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi obyektif informasi primer dan sekunder termasuk masukan dari peserta utama dalam industri. Laporan ini berisi pasar yang komprehensif dan lanskap vendor di samping analisis SWOT dari vendor utama. (Icha)