spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 14

Telkom Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital Bersama Regulator

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional pada Rabu (3/6) di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Forum bertajuk “Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat” ini mempertemukan regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, serta mitra teknologi global untuk merumuskan cetak biru kedaulatan digital Indonesia.

Forum ini merupakan kelanjutan dari deklarasi “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” pada 20 Mei 2026. Jika deklarasi tersebut menegaskan visi bersama, forum ini menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam blueprint dan roadmap implementasi melalui tiga pilar utama: Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.

Kehadiran Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas ekosistem untuk menyelaraskan arah pembangunan cloud, AI, dan keamanan siber dengan kebutuhan nasional.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Sonny Hendra Sudaryana, menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan penyedia teknologi dalam memastikan transformasi digital nasional berlangsung secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Content image for article: Telkom Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital Bersama Regulator dan Mitra Global

“Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Sonny.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan bahwa kedaulatan digital kini telah menjadi kebutuhan strategis nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem.

“Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujar Seno.

Seno menambahkan bahwa melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai service enabler untuk membangun fondasi digital nasional yang lebih resilien, aman, dan mandiri.

Tiga Pilar Fondasi Kedaulatan Digital

Forum ini mengangkat tiga fokus utama yang menjadi fondasi kedaulatan digital Indonesia. Pertama, Sovereign Cloud yang memastikan data nasional dikelola di dalam negeri dengan standar keamanan tertinggi.

Kedua, Sovereign AI yang mengembangkan kapabilitas kecerdasan buatan secara mandiri. Ketiga, Sovereign Cybersecurity yang memperkuat sistem pertahanan siber nasional.

Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka kolaborasi untuk memastikan Indonesia memiliki kapasitas komputasi, kapabilitas AI, dan sistem keamanan digital yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di dalam negeri.

Telkom sebelumnya telah mendorong inisiatif serupa melalui Forum Tech Sovereignty yang digelar awal tahun ini.

Sebagai bagian dari forum tersebut, Telkom juga memperkuat inisiatif AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global terbaik.

AdyaCakra mencakup kapabilitas Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure; Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox; serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.

Kolaborasi Global untuk Ekosistem Berdaulat

Dalam kesempatan yang sama, delapan global technology partners turut berpartisipasi dalam diskusi strategis. Mereka juga melakukan penandatanganan Intentional Collaboration sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, resilien, dan berdaulat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan upaya Telkom Solution yang siap mempercepat transformasi digital BUMN di tanah air.

Melalui Forum Kedaulatan Digital Nasional, Telkom mendorong terbentuknya blueprint dan roadmap kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku industri, dan mitra teknologi global.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat fondasi cloud, AI, dan cybersecurity nasional.

Seluruh langkah ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.

Infrastruktur seperti NeutraDC yang telah berusia empat tahun menjadi bukti komitmen Telkom dalam memperkuat fondasi digital ecosystem hub dan infrastruktur AI nasional. (Icha)

Telkom Percepat Ekspansi NeutraDC Batam, Ini Alasannya!

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, NeutraDC, mempercepat ekspansi kapasitas data center di Batam.

Gedung pertama NeutraDC Nxera Batam (BTM-1) yang dijadwalkan beroperasi tahun ini telah terisi penuh oleh mitra strategis, mendorong persiapan pembangunan gedung kedua (BTM-2).

Tingginya permintaan pasar di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, Riau) menjadi pendorong utama percepatan ini.

Salah satu mitra yang telah mengamankan kapasitas di BTM-1 adalah Gorilla Technology, perusahaan global penyedia solusi AI dan keamanan digital asal London. Kolaborasi ini akan dimanfaatkan untuk mendukung implementasi infrastruktur AI di kawasan Asia.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan pencapaian ini memperkuat posisi TelkomGroup dalam transformasi menuju perusahaan digital infrastructure.

“Keberhasilan ini merupakan validasi atas langkah transformasi Telkom untuk membangun portofolio bisnis yang lebih fokus dan kompetitif,” ujarnya.

Seno menambahkan bahwa Batam menjadi gerbang konektivitas digital yang menghubungkan pasar domestik dengan ekosistem regional.

“Melalui pengembangan digital infrastructure berkelas dunia, Telkom ingin memastikan Indonesia menjadi bagian penting dari ekosistem digital regional,” jelasnya.

CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F, mengungkapkan antusiasme terhadap kepercayaan mitra global.

“Tingginya minat pasar menjadi validasi atas kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan yang kami bangun,” pungkasnya.

Content image for article: Data Center Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi NeutraDC Batam

Ekspansi Cepat untuk Kebutuhan AI dan Cloud

Pengembangan gedung kedua (BTM-2) merupakan langkah strategis menjawab lonjakan permintaan layanan digital. CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba, menekankan potensi besar Batam sebagai pusat data digital strategis.

“Batam memiliki konektivitas internasional kuat dan kedekatan dengan pusat ekonomi regional,” jelasnya.

NeutraDC Nxera Batam dirancang dengan kapasitas total 100 MW dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Perusahaan menerapkan teknologi efisien energi dan tata kelola operasional berstandar global. Hal ini sejalan dengan komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan infrastruktur hijau.

Selain dampak industri, kehadiran data center ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru. Pengembangan talenta digital lokal dan peningkatan aktivitas ekonomi kawasan menjadi target utama. Batam diharapkan semakin menarik sebagai destinasi investasi teknologi.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Digital Regional

Langkah Telkom memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai digital Asia Tenggara. Kebutuhan AI, cloud computing, dan layanan digital yang terus meningkat menjadikan data center sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital. Dengan ekspansi ini, Telkom optimistis mampu menangkap peluang pertumbuhan di kawasan.

Kolaborasi dengan mitra strategis seperti Medco Power juga mendukung pengembangan data center hijau. Ini memperkuat komitmen Telkom terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing regional. (Icha)

Acer Luncurkan Empat Desktop Veriton Baru, Semua Siapkan AI

Telko.id – Acer resmi memperkenalkan empat model desktop dan workstation komersial terbaru dari lini Veriton di ajang Computex 2026, Taiwan.

Jajaran produk ini mencakup Acer Veriton RA110 AI Mini Workstation, Veriton Vero 6000 Mini, Veriton Vero 4000 Mini, serta Veriton 1000 Compact Tower.

Keempatnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi stasioner yang beragam, mulai dari pengembang AI, perusahaan besar, UKM, hingga profesional kreatif.

Veriton RA110 AI Mini Workstation menjadi bintang utama dalam peluncuran ini. Perangkat berbentuk ringkas ini merupakan Copilot+ PC berbasis Windows 11 yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan grafis AMD Radeon 8060S.

Sistem ini mampu menjalankan hingga 126 TOPS dan mendukung model AI hingga 200 miliar parameter per sistem.

Veriton RA110 dirancang khusus untuk para pengembang dan profesional kreatif yang membutuhkan kemampuan menjalankan beban kerja AI tingkat lanjut secara lokal.

Untuk menunjang performa tinggi, Veriton RA110 dibekali memori LPDDR5X empat saluran hingga 128 GB dan penyimpanan SSD M.2 2280 hingga 2 TB.

Konektivitasnya juga sangat lengkap dengan dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan port USB 4 Type-C.

Perangkat ini juga dilengkapi Acer Sense Pro, sebuah dasbor AI DevOps yang menampilkan metrik seperti Token per Second (TPS) dan Time to First Token (TTFT) secara real-time.

Selain workstation AI, Acer juga menghadirkan Veriton Vero 6000 Mini dan Veriton Vero 4000 Mini. Kedua model ini mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan tersedia dalam bentuk yang sangat ringkas.

Veriton Vero 6000 Mini juga memiliki opsi platform Intel vPro untuk keamanan kelas enterprise. Keduanya mendukung memori DDR5 dual-channel hingga 64 GB dan penyimpanan SSD M.2 2280 PCIe Gen 4 hingga 2 TB.

Fitur keamanan bawaan mencakup chip TPM 2.0 dan Kensington Lock.

Selain itu, Acer menyertakan rangkaian solusi komersial seperti Acer Office Manager, Acer ProShield Plus, dan Acer System Health Indicator.

Menariknya, kedua model Vero ini telah memperoleh sertifikasi EPEAT Gold dan TCO Certified, serta dibuat dengan rangka dari plastik daur ulang pasca-konsumen (PCR).

Melengkapi jajaran, Acer Veriton 1000 Compact Tower hadir sebagai solusi desktop bisnis yang terjangkau. Meski ringkas, perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan mendukung memori DDR5 hingga 64 GB serta penyimpanan SSD 1 TB.

Keunggulannya terletak pada fleksibilitas ekspansi berkat slot PCIe yang memungkinkan penambahan kartu grafis atau penyimpanan tambahan.

Acer sebelumnya juga telah meluncurkan berbagai inovasi di segmen komputasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lini produk terbaru, Anda bisa membaca artikel terkait Desktop Veriton Baru dan Mini Workstation AI lainnya di Telko.id.

Semua produk ini diperkenalkan di Computex 2026. Spesifikasi, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di setiap kawasan.

Dengan peluncuran ini, Acer memperkuat posisinya di segmen komputasi komersial dan AI. Perusahaan yang juga dikenal dengan lini Laptop Bisnis Baru dan inisiatif AI untuk Pendidikan ini terus menghadirkan solusi yang menjembatani manusia dan teknologi.

Bagi yang tertarik dengan performa desktop ringkas, Review Acer TCX bisa menjadi referensi tambahan. (Icha)

Telkom AIcosystem, Ekosistem AI Terpadu untuk Industri

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan AIcosystem, sebuah ekosistem AI terpadu yang menyatukan seluruh kapabilitas Artificial Intelligence di lingkungan TelkomGroup.

Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan solusi AI yang kuat, terintegrasi, dan adaptif di tengah pesatnya adopsi digital di Indonesia.

Peluncuran AIcosystem dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad di Jakarta, Kamis (4/6).

Acara bertajuk “Beyond Innovation, Impact for the Nation” ini menegaskan posisi Telkom sebagai Indonesia’s End-to-End AI Ecosystem Enabler.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa AIcosystem merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan AI sebagai fondasi transformasi digital yang memberikan nilai nyata.

“AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa,” ujar Dian.

AIcosystem dirancang untuk mengorkestrasi berbagai kapabilitas TelkomGroup dalam satu arah strategis. Melalui ekosistem ini, pengembangan AI yang sebelumnya dilakukan oleh masing-masing Operating Company (OpCo) kini dapat terhubung dan bergerak lebih sinergis.

Ekosistem ini menghimpun portofolio dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, dan AI Digiserve, hingga Telkom University.

Content image for article: Telkom Luncurkan AIcosystem, Ekosistem AI Terpadu untuk Industri

Sebagai penggerak utama, Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) memainkan peran strategis melalui lima pilar: AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

Kelima pilar ini diformulasikan untuk mendorong adopsi AI secara lebih luas melalui penguatan talenta, kolaborasi, serta pengembangan solusi yang relevan dan berdampak nyata.

AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI, sementara AI Playground membuka ruang eksplorasi bagi developer dan komunitas.

AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif, sedangkan AI Hub mempercepat transformasi ide menjadi solusi siap pakai. AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar semakin cepat dan efisien.

Pendekatan Fullstack AI

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa yang membedakan AIcosystem dari inisiatif AI lainnya adalah pendekatan fullstack yang dibangun secara end-to-end.

“AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform.

Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia,” jelas Faizal.

Pendekatan fullstack mencakup tiga lapisan utama. Pertama, AI Infrastructure yang menghadirkan dukungan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI.

Kedua, AI Models & Platforms yang mencakup AI platform, big data platform, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) berbahasa Indonesia. Ketiga, AI Solutions & Applications yang telah menghadirkan berbagai aplikasi dan use case sesuai kebutuhan spesifik industri dan layanan publik.

Berbeda dengan AI individual, solusi AI TelkomGroup fokus mendukung kebutuhan enterprise dengan mengutamakan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis.

Solusi ini mampu menghasilkan insight dan keputusan strategis berbasis real data serta menjamin proses asesmen keamanan sesuai standar perusahaan.

Implementasi di Berbagai Sektor

Solusi AI TelkomGroup telah dimanfaatkan di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur.

Implementasinya mencakup pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI.

Dalam sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten. AI juga digunakan untuk mendukung solusi media dan komunikasi yang lebih efektif.

AIcosystem dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan konteks Indonesia. Dukungan terhadap Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, serta pemanfaatan infrastruktur dalam negeri mencerminkan komitmen Telkom dalam mendukung transformasi digital sekaligus memperkuat kedaulatan AI dan kedaulatan digital nasional.

Dari perspektif generasi muda, UKP Muda Seni Raffi Ahmad melihat bahwa perkembangan AI membuka peluang luas untuk belajar dan berinovasi.

“Generasi muda adalah kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi, termasuk AI. Yang penting bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Kehadiran AIcosystem menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya sebagai pengguna, namun pencipta AI,” pungkas Raffi.

Melalui AIcosystem, Telkom menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran AI sebagai penggerak transformasi digital.

Perusahaan juga terus melakukan inovasi dengan teknologi terkini lainnya untuk mendukung ekosistem digital nasional. Langkah ini sejalan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang ditandai dengan penunjukan komisaris baru di anak usaha. (Icha)

Acer Pamer Monitor QD-OLED dan Proyektor 4K di Computex 2026

Telko.id – Acer resmi memperkenalkan jajaran produk visual terbaru di ajang Computex 2026, termasuk monitor profesional QD-OLED, proyektor laser 4K, portable monitor, hingga wearable digital.

Deretan produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan kreator konten, prosumer, hingga pengguna mobile yang membutuhkan solusi tampilan berkualitas tinggi.

Acer menghadirkan monitor Acer ProDesigner PE320QK G0 dan Acer CE320QK G yang sama-sama mengusung panel QD-OLED. Kedua monitor ini menawarkan akurasi warna tinggi, refresh rate 120 Hz, serta respons super cepat 0,03 ms.

Selain itu, Acer juga meluncurkan proyektor laser Acer HL6820GTV dengan resolusi 4K Ultra HD dan dongle Google TV terintegrasi, serta smart proyektor portable Acer HD1500.

Untuk produktivitas mobile, Acer memperkenalkan portable monitor PM161Q JB dan PM131QT yang bisa terhubung langsung ke smartphone. Tak ketinggalan, Aspire Badge (AD19) menjadi wearable digital yang dirancang untuk kreator muda dengan fitur keamanan dan ekspresi personal.

Monitor QD-OLED untuk Kreator Profesional

Monitor Acer ProDesigner PE320QK G0 menjadi andalan utama bagi profesional kreatif. Dengan layar 31,5 inci 4K UHD (3840 x 2160), panel QD-OLED, dan sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500, monitor ini mampu menampilkan detail visual yang sangat tinggi.

Akurasi warna Delta E <1, sertifikasi Calman Verified, serta cakupan warna DCI-P3 99% dan Adobe RGB 98% memastikan setiap proyek kreatif memiliki spektrum warna yang luas.

Monitor ini juga mendukung refresh rate 120 Hz dan waktu respons 0,03 ms (GTG) untuk kelancaran workflow video. Acer Smart Dial memungkinkan pengguna mengontrol brightness, kontras, dan input dari jarak jauh. Software Creator Hub juga disertakan untuk menyesuaikan color space dan menghubungkan color calibrator eksternal.

Sementara itu, Acer CE320QK G hadir untuk prosumer dan kreator konten. Monitor 31,5 inci 4K QD-OLED ini menawarkan akurasi warna Delta E <2, cakupan DCI-P3 99%, serta dukungan AMD FreeSync Premium Pro untuk mengurangi tearing dan stuttering.

ErgoStand dengan pengaturan tilt, swivel, dan height adjustment memberikan kenyamanan kerja jangka panjang.

Proyektor Laser 4K dengan Google TV

Acer HL6820GTV adalah proyektor laser dengan resolusi 4K Ultra HD dan dongle Google TV terintegrasi.

Proyektor ini menawarkan kecerahan 4.000 ANSI Lumens, rasio kontras dinamis 3.500.000:1, serta konsumsi daya 35% lebih rendah dibandingkan proyektor lampu tradisional. Dukungan 1080p 240 Hz, latensi 1 ms, dan VRR hingga 144 Hz membuatnya ideal untuk gaming.

Proyektor ini juga mendukung penggunaan 24/7 untuk display publik, proyeksi 360 derajat, dan sertifikasi IP5X untuk ketahanan debu. Umur pakai sumber cahaya laser mencapai 30.000 jam.

Dengan Google TV, pengguna bisa mengakses aplikasi streaming tanpa perangkat tambahan.

Untuk hiburan portabel, Acer HD1500 menawarkan resolusi Full HD 1080p, kecerahan 8.000 LED lumens, serta fitur Auto-Focus, Auto Screen Fit, dan Auto Obstacle Avoidance.

Stand swivel dengan rotasi 360 derajat dan kemiringan 180 derajat memberikan fleksibilitas proyeksi. Sistem pintar bawaan memungkinkan streaming dari berbagai aplikasi.

Portable Monitor untuk Profesional Mobile

Acer PM131QT adalah portable monitor 12,3 inci yang dirancang untuk digital nomad dan pelajar.

Perangkat ini mendukung koneksi plug-and-play satu kabel ke smartphone, resolusi 1920 x 720, serta touch 5 titik. G-sensor bawaan memungkinkan rotasi otomatis horizontal atau vertikal, cocok untuk navigasi GPS.

Sementara itu, Acer PM161Q JB berukuran 15,6 inci dengan panel IPS Full HD 1920 x 1080, sudut pandang lebar, serta keyboard pogo yang disertakan. Kedua model mendukung VESA mount untuk fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.

Aspire Badge: Wearable Digital dengan Fitur Keamanan

Aspire Badge (AD19) adalah wearable digital dengan layar 1,85 inci resolusi 360 x 360. Perangkat ini dapat menampilkan gambar, animasi, dan memutar musik.

Terhubung melalui Bluetooth 5.4 ke aplikasi mobile, wearable ini bisa digunakan sebagai pin, lanyard, atau magnet.

Fitur keamanan mencakup alarm darurat, SOS alert dengan kode Morse, serta mode lampu malam. Baterai 400 mAh bertahan hingga 8 jam pada kecerahan minimum dan 4 jam pada kecerahan maksimum.

Acer Luncurkan TravelMate P6 14 AI dan Tiga Laptop Bisnis Baru

Telko.id – Acer secara resmi memperkenalkan empat laptop bisnis terbaru dari lini TravelMate, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan besar hingga usaha kecil dan menengah.

Model flagship dalam jajaran ini adalah TravelMate P6 14 AI, sebuah PC Windows 11 Copilot+ yang diklaim sebagai laptop paling ringan di kelasnya.

Perangkat ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan Intel vPro, yang mampu menghasilkan performa AI platform hingga 150 TOPS.

Acer juga menghadirkan tiga model lain yang menandai debut laptop komersial pertama mereka yang menggunakan prosesor Intel Core Series 3 terbaru, yaitu TravelMate P2 Spin 14, TravelMate X2 15, dan TravelMate X2 14.

“Kami memahami bahwa dunia bisnis terus berubah, dan kebutuhan akan perangkat yang ringan, aman, serta bertenaga AI semakin mendesak. TravelMate P6 14 AI adalah jawaban Acer untuk para profesional yang menuntut mobilitas tinggi tanpa mengorbankan performa,” demikian pernyataan resmi Acer dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

Acer TravelMate P6 14 AI

Seluruh jajaran laptop bisnis ini diperkenalkan di ajang Computex 2026 yang berlangsung di Taiwan. Acer menekankan bahwa setiap model memiliki segmen pasar yang berbeda, mulai dari eksekutif perusahaan hingga pelaku UMKM.

TravelMate P6 14 AI: Bobot Ringan, Performa Maksimal

TravelMate P6 14 AI hadir dengan bobot kurang dari 1 kg, menjadikannya salah satu laptop bisnis paling ringan di pasaran. Inovasi desain Acer Comfort Touch diterapkan pada keyboard dan bodi laptop yang memadukan serat karbon dengan paduan magnesium-aluminium.

Laptop ini dibekali baterai 71 Wh yang mendukung pengisian cepat melalui teknologi Power Delivery. Acer mengklaim daya tahan baterainya bisa mencapai 30 jam untuk pemutaran video, cukup untuk menemani pekerjaan seharian penuh tanpa perlu mengisi ulang daya.

Dari segi konektivitas, TravelMate P6 14 AI sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Thunderbolt 4. Pengguna juga bisa menikmati layar 14 inci dengan opsi panel OLED 2,8K yang mencakup gamut warna 100% DCI-P3 dan HDR True Black, serta dilindungi oleh kaca Corning Gorilla Matte Pro untuk mengurangi silau.

Keamanan menjadi salah satu fokus utama perangkat ini. Selain platform Intel vPro yang memberikan perlindungan berbasis perangkat keras, laptop ini juga dilengkapi enkripsi Acer ProShield Plus, Alarm Intrusi Sasis opsional, dan penutup kamera bawaan.

Untuk kebutuhan konferensi video, TravelMate P6 14 AI memiliki kamera IR 5 megapiksel dengan Acer PurifiedView. Fitur Acer Display Lens memungkinkan pengguna memperbesar detail layar hingga empat kali lipat tanpa mengganggu jalannya rapat.

TravelMate P2 Spin 14: Konvertibel untuk Fleksibilitas Maksimal

TravelMate P2 Spin 14 adalah laptop konvertibel 2-in-1 yang ditenagai prosesor Intel Core Seri 3 dengan NPU terintegrasi. Engsel 360 derajatnya memungkinkan pengguna beralih antara mode laptop dan tablet dengan mudah.

Content image for article: Acer Resmi Luncurkan TravelMate P6 14 AI dan Tiga Laptop Bisnis Baru
Acer TravelMate P2 Spin 14

Perangkat ini dilengkapi layar sentuh IPS WUXGA 14 inci dengan rasio aspek 16:10 dan stylus Wacom AES 2.0 yang bisa disimpan di dalam bodi. Konfigurasi kamera ganda dengan kamera 5MP menghadap ke luar memudahkan pengguna berbagi dokumen fisik atau catatan tulisan tangan saat rapat jarak jauh.

Acer PurifiedVoice dengan pengurangan kebisingan AI dan Acer PurifiedView memastikan kualitas panggilan video tetap jernih di berbagai lingkungan. Konektivitas Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0 juga menjadi nilai tambah untuk produktivitas tim kerja.

Dari segi ketahanan, TravelMate P2 Spin 14 telah tersertifikasi MIL-STD 810H dan dilengkapi chip TPM 2.0 terpisah. Teknologi Acer DustDefender secara otomatis membersihkan debu dari sistem pendingin setiap enam jam untuk menjaga performa tetap optimal.

TravelMate X2 15 dan X2 14: Solusi Andal untuk UKM

Melengkapi jajaran terbaru, Acer menghadirkan TravelMate X2 15 dan TravelMate X2 14 yang dirancang khusus untuk usaha kecil dan menengah. Kedua model ini ditenagai prosesor Intel Core Seri 3 dengan desain clamshell yang tahan lama.

Acer TravelMate X2 15 dan Acer TravelMate X2 14

TravelMate X2 15 hadir dengan layar IPS 15,6 inci yang lebih luas dan papan angka khusus, cocok untuk pekerjaan akuntansi dan alur kerja berbasis data.

Sementara itu, TravelMate X2 14 mengutamakan portabilitas dengan bobot 1,4 kg dan layar WUXGA 14 inci dengan rasio aspek 16:10.

Kedua model telah bersertifikat MIL-STD 810H dan dilengkapi chip TPM 2.0 terpisah. Fitur keamanan tambahan seperti pembaca sidik jari opsional dan peringatan intrusi chassis juga tersedia.

Acer PurifiedVoice dan Acer PurifiedView hadir untuk meningkatkan pengalaman rapat virtual. Konektivitas Wi-Fi 6E dan rangkaian port lengkap memastikan pengguna dapat terhubung dengan berbagai periferal tanpa hambatan.

Harga dan Ketersediaan

Semua produk Acer terbaru ini diperkenalkan di ajang Computex 2026 di Taiwan. Spesifikasi produk, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di masing-masing kawasan.

Dengan hadirnya jajaran TravelMate terbaru ini, Acer semakin memperkuat posisinya di segmen laptop bisnis di Indonesia.

Selain itu, Acer juga terus berinovasi di segmen lain. Baru-baru ini, mereka meluncurkan mini workstation dengan superchip NVIDIA untuk kebutuhan komputasi yang lebih berat.

Kehadiran prosesor baru dari Qualcomm juga menjadi angin segar bagi pasar laptop entry-level, seperti yang dibahas dalam artikel tentang prosesor entry-level untuk laptop Rp 5 jutaan. (Icha)

TelkomMetra Divestasi AdMedika ke Fullerton Health, Ini Alasannya!

0

Telko.id – PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli (SPA) dengan Fullerton Health untuk mendivestasi seluruh saham PT Administrasi Medika (AdMedika) dan entitas anaknya, TelkoMedika.

Transaksi yang berlangsung pada Selasa (2/6) ini menjadi langkah strategis dalam penataan portofolio bisnis TelkomGroup.

Langkah ini sejalan dengan arahan Danantara Indonesia untuk memperkuat struktur bisnis BUMN agar lebih fokus dan kompetitif. TelkomMetra, sebagai operating company Telkom, memilih untuk melepas bisnis non-core agar konsentrasi perusahaan tetap pada sektor telekomunikasi dan digital.

Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menyampaikan, “Langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, sehat, dan berdaya saing global. Melalui penataan portofolio yang terarah serta kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health, kami meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat kapabilitas ekosistem digital Indonesia, khususnya di sektor healthcare, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Content image for article: TelkomMetra Divestasi AdMedika ke Fullerton Health, Fokus Bisnis Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menambahkan, “TelkomGroup terus menjalankan strategi penataan portofolio bisnis secara disiplin untuk membangun perusahaan yang lebih lincah, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Kami memandang kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal agar setiap entitas dapat tumbuh secara lebih agresif serta membuka ruang inovasi bisnis yang lebih luas di masa depan.”

AdMedika Group memiliki fondasi bisnis dan kapabilitas teknologi yang kuat di industri administrasi kesehatan (TPA) di Indonesia. Di bawah kepemilikan Fullerton Health, perusahaan ini diharapkan dapat memperluas skala bisnis dan mengakses ekosistem layanan kesehatan regional.

“Akuisisi ini menegaskan komitmen jangka panjang Fullerton Health di Indonesia serta investasi berkelanjutan kami dalam membangun platform layanan kesehatan yang terintegrasi dan berskala. Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health, kami memperkuat kapabilitas operasional di bidang administrasi layanan kesehatan, sekaligus memanfaatkan jaringan regional yang telah kami bangun untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia yang terus berkembang,” ujar Ho Kuen Loon, Group CEO Fullerton Health.

Strategi TLKM 30 dan Penataan Portofolio

Langkah divestasi ini merupakan bagian dari eksekusi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30. Khususnya pada pilar ketiga, TelkomGroup melakukan penataan portofolio bisnis non-core untuk memperkuat konsentrasi pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo menambahkan, “TelkomMetra memandang langkah ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat nilai tambah AdMedika dalam jangka panjang. Di bawah kepemilikan Fullerton Health, kami meyakini AdMedika berada pada posisi yang solid untuk meningkatkan kapabilitas, memperluas skala bisnis, serta mengakses ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan fondasi kuat yang telah dibangun di Indonesia.”

TelkomGroup terus menjalankan strategi TLKM 30 secara disiplin. Penataan portofolio ini diharapkan mampu menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Ekspansi Regional AdMedika

Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health, perusahaan ini siap memasuki fase pertumbuhan baru. Fullerton Health memiliki pengalaman regional yang luas di kawasan Asia Pasifik, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi AdMedika sebagai pemain healthcare administration terdepan di Indonesia.

Melalui langkah strategis ini, TelkomGroup, TelkomMetra, dan Fullerton Health Group berharap dapat memperkuat ekosistem healthcare dan digital services di Indonesia. Sinergi ini juga menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari transformasi BUMN, Danantara Indonesia terus mendorong efisiensi bisnis Telkom melalui penataan portofolio. Langkah ini juga sejalan dengan upaya memperkuat fundamental perusahaan di tengah persaingan global.

Dengan pendapatan yang terus tumbuh, TelkomGroup optimistis dapat menjalankan strategi bisnis digital secara lebih fokus. Divestasi AdMedika menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan masyarakat.


Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

0

Telko.id – Garmin Indonesia merilis laporan data global aktivitas lari dan bersepeda yang menunjukkan tren positif signifikan di Indonesia. Tepat pada momentum Global Running Day dan World Bicycle Day, data Garmin Connect periode Januari hingga Mei 2026 mencatat aktivitas lari di Indonesia melonjak 46% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pengguna Garmin di Indonesia melakukan lebih dari 5,1 juta aktivitas lari sepanjang lima bulan pertama 2026.

Angka ini meningkat drastis dari 3,5 juta aktivitas pada periode yang sama di 2025. Sementara itu, aktivitas bersepeda outdoor juga mencatat pertumbuhan 30% dengan total 359 ribu aktivitas.

“Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya hidup, termasuk di Indonesia. Pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Peningkatan Latihan Lari Lebih Terstruktur

Data Garmin Connect juga memperlihatkan pergeseran pola latihan pelari Indonesia menuju pendekatan yang lebih terstruktur. Rata-rata pelari Indonesia menempuh jarak 6,8 kilometer per sesi dengan durasi 45,5 menit. Pace rata-rata pelari Indonesia tercatat 6 menit 44 detik per kilometer.

Secara global, rata-rata pelari mencatatkan 7,76 kilometer per aktivitas dengan kelompok usia 50–59 tahun menjadi yang paling konsisten.

Menariknya, bulan Agustus menjadi periode dengan total jarak lari terbanyak secara global, sementara hari Sabtu menjadi puncak aktivitas lari mingguan. Program half marathon menjadi program latihan paling populer melalui Garmin Coach.

Trail running juga menunjukkan pertumbuhan pesat di Indonesia. Pada Januari-Mei 2026, tercatat 58 ribu aktivitas trail run, meningkat 74% dibanding 33 ribu aktivitas di tahun sebelumnya. Fenomena ini menandakan minat pengguna terhadap variasi latihan di alam terbuka semakin tinggi.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Untuk memaksimalkan pengalaman latihan, pengguna bisa memanfaatkan Fitur Tersembunyi di Garmin Connect yang dirancang untuk membuat latihan lebih cerdas dan efektif.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Bersepeda Jadi Latihan Endurance Pilihan

Tidak hanya lari, bersepeda juga menunjukkan tren positif di Indonesia. Data Garmin Connect mencatat rata-rata pesepeda Indonesia menempuh jarak 44,7 kilometer per sesi dengan durasi rata-rata 105,6 menit. Untuk outdoor cycling, durasi rata-rata mencapai 108,6 menit per aktivitas, sementara indoor cycling tercatat 53 menit.

Dari sisi performa, rata-rata VO2 max pesepeda Garmin di Indonesia berada di angka 48,6 dengan rata-rata FTP sekitar 213 watt. Secara global, pesepeda mencatatkan kecepatan rata-rata 24 km/jam dengan elevasi rata-rata 353 meter per ride.

Hari Minggu menjadi puncak aktivitas bersepeda global, sementara Agustus menjadi bulan paling populer.

Temuan ini menegaskan bahwa bersepeda di Indonesia telah bertransformasi dari aktivitas rekreasional menjadi latihan endurance serius. Dengan durasi lebih dari 1 jam 45 menit per ride, pengguna Garmin menunjukkan komitmen terhadap konsistensi dan pemantauan performa.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Garmin menyediakan ekosistem lengkap untuk mendukung kedua olahraga ini. Lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu membantu pemantauan metrik kesehatan.

Sementara untuk pesepeda, tersedia Edge GPS cycling computer, Rally power meter, Varia smart lights, dan Tacx indoor trainer. Data dari perangkat ini bisa diintegrasikan dengan Fitur Garmin Connect untuk analisis lebih mendalam.

Secara keseluruhan, laporan Garmin menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang membantu pengguna tetap aktif.

Bagi Garmin, setiap aktivitas adalah kesempatan untuk bergerak dan menjadi lebih baik dari kemarin. Data ini juga memperkuat temuan Laporan Data 2025 yang menunjukkan lari sebagai olahraga terpopuler di ekosistem Garmin.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Melalui pendekatan latihan yang lebih terstruktur dan didukung data akurat, pengguna Garmin di Indonesia semakin memahami pentingnya konsistensi, recovery, dan variasi latihan.

Ekosistem Garmin memungkinkan pengguna melihat perkembangan performa secara menyeluruh, mulai dari pace, jarak, VO2 Max, kualitas tidur, hingga kesiapan tubuh untuk berlatih.

Dengan tren positif ini, Indonesia menunjukkan potensi besar sebagai pasar olahraga berbasis data. Kombinasi antara kesadaran kesehatan yang meningkat dan dukungan teknologi seperti yang dihadirkan Garmin menjadi kunci utama pertumbuhan aktivitas lari dan bersepeda di tanah air. (Icha)

BDx dan PLN Sepakati Pasokan Listrik 1,2 GW, Terbesar di Indonesia

Telko.id – BDx Data Centers (BDx) resmi menandatangani komitmen pasokan listrik pusat data terbesar di Indonesia sebesar 1,2 GW. Pencapaian ini memperkuat kemitraan strategis dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) untuk pembangunan infrastruktur AI nasional.

Perjanjian tersebut mencakup alokasi 788 MVA untuk kampus AI unggulan BDx, CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Selain itu, pengoperasian CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, mendapatkan peningkatan kapasitas listrik signifikan hingga sekitar 60 MVA.

BDx juga memperluas infrastruktur jaringan tegangan tinggi CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat, dengan kapasitas daya mencapai 385 MVA.

Agus Hartono Wijaya, CEO BDx Indonesia mengatakan, “Pasokan listrik yang andal dan scalable merupakan fondasi utama bagi pengembangan AI dan digital infrastruktur di Indonesia. Profesionalisme dan dukungan operasional PLN berperan penting dalam mendukung perluasan kapasitas kami di Jakarta dan Jawa Barat. Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan, hyperscaler, dan beban kerja digital yang berdaulat.”

Adi Priyanto, Direktur Retail & Niaga, PLN mengatakan, “PLN selalu berkomitmen untuk mendukung industri digital strategis, dengan menyediakan infrastruktur listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan. Kolaborasi kami dengan BDx mencerminkan peran PLN dalam mendorong pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia secara tangguh dan berkelanjutan.”

“Pertumbuhan permintaan terhadap layanan AI dan digital di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara penyedia infrastruktur digital dan ekosistem energi nasional,” kata Martindar Jalu Respati, Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan, PLN UID Jawa Barat.

Ia pun menambahkan bahwa PLN bangga dapat mendukung pengembangan infrastruktur digital berskala besar dan andal, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi regional dan AI.

Komitmen Pasokan Listrik Terbesar

Total portofolio pasokan listrik yang telah disepakati BDx Indonesia dan PLN mencapai 1,2 GW. Angka ini menjadi komitmen pasokan listrik terbesar yang pernah diperoleh operator pusat data di Indonesia. Pencapaian ini memperkuat posisi BDx dalam mendukung pembangunan infrastruktur AI, cloud, dan ekonomi digital nasional.

Perjanjian tersebut diresmikan melalui upacara penandatanganan di Jakarta. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan senior dari PLN dan BDx Indonesia, termasuk Widya Anggoro Putro, Dini Sulistyawati, Agus Hartono Wijaya, Adi Priyanto, Martindar Jalu Respati, dan Joni.

Portofolio BDx di Indonesia merupakan ekosistem infrastruktur AI paling maju di Asia Tenggara. CGK4 menjadi kampus pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi NVIDIA DGX-Ready.

Fasilitas ini menyediakan kapasitas hingga 650 MW yang selaras dengan sumber energi terbarukan. CGK4 telah mendukung penerapan GPU kelas H100 untuk pelatihan AI dan beban kerja cloud mandiri.

CGK3 menghadirkan kemampuan komputasi berdensitas tinggi dengan teknologi liquid cooling di Jakarta. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung platform AI generasi berikutnya, termasuk NVIDIA GB200.

Sementara itu, CGK5 dengan kapasitas 300 MW memperluas rekam jejak hyperscale BDx di Indonesia. Ketiga fasilitas ini menjadi fondasi utama pembangunan infrastruktur digital dan AI nasional yang mandiri.

Dampak bagi Infrastruktur Digital Nasional

Kemitraan strategis antara BDx dan PLN ini menempatkan BDx Indonesia sebagai platform infrastruktur digital dan AI operator netral terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas listrik yang masif, BDx siap memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan, hyperscaler, dan beban kerja digital yang berdaulat.

Sebelumnya, BDx telah meneken kontrak pasokan listrik dengan PLN untuk mendukung pusat data AI. Langkah ini sejalan dengan tren investasi pusat data di Indonesia, termasuk investasi EDGNEX by DAMAC senilai USD 2,3 miliar untuk pusat data AI di Jakarta. Selain itu, Anaplan buka pusat data di Indonesia untuk mempercepat inovasi bisnis.

Langkah BDx juga relevan dengan upaya efisiensi energi di pusat data. Sebelumnya, BDx telah menerapkan standar pusat data tropis Singapura yang mampu menghemat energi hingga 7%. Inovasi ini penting mengingat konsumsi listrik menjadi komponen biaya utama dalam operasional pusat data.

Dengan komitmen pasokan listrik 1,2 GW, BDx dan PLN berkontribusi langsung pada pengembangan ekonomi digital Indonesia. Infrastruktur yang andal dan scalable menjadi prasyarat utama bagi adopsi AI dan komputasi awan di berbagai sektor.

Perkembangan ini juga memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi regional. Dengan dukungan energi yang memadai, Indonesia berpotensi menarik lebih banyak investasi pusat data dari perusahaan global.

Ke depan, kolaborasi antara penyedia infrastruktur digital dan ekosistem energi nasional akan semakin penting. Pertumbuhan permintaan terhadap layanan AI dan digital membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan. Kemitraan BDx dan PLN menjadi model bagi pengembangan infrastruktur digital di negara berkembang lainnya. (Icha)

Telkomsel Gelar Baktiku Negeriku 2026, Perkuat Pemberdayaan Desa

Telko.id – Telkomsel kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan bertajuk Baktiku Negeriku 2026.

Program ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat pembangunan desa dan mendorong transformasi digital yang inklusif di Indonesia.

Pelaksanaan program tahun ini berlangsung di dua lokasi strategis. Pertama, pada 21–23 Mei 2026 di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Kedua, pada 11–13 Juni 2026 di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Pendekatan yang digunakan lebih kuat pada pemberdayaan karyawan sebagai mentor dan penggerak perubahan di masyarakat.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati”. Telkomsel hadir tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra yang memahami kebutuhan masyarakat desa.

“Baktiku Negeriku merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan karyawan sebagai agen perubahan yang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung,” ujar Abdullah Fahmi.

Program ini menjawab tantangan nyata masyarakat seperti keterbatasan akses digital, rendahnya kapasitas pengelolaan usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi desa.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional, Baktiku Negeriku juga mengacu pada Asta Cita poin ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Dalam konteks ini, Telkomsel menempatkan komunitas lokal sebagai mitra strategis melalui peningkatan kapasitas SDM, akses teknologi digital, serta pendampingan usaha produktif.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperluas adopsi layanan digital secara inklusif dan berkelanjutan.

Peran Karyawan sebagai Agen Perubahan

Berbeda dari tahun sebelumnya, Baktiku Negeriku 2026 memperkuat implementasi Employee Volunteering Program (EVP). Dalam program ini, karyawan Telkomsel tidak hanya berperan sebagai relawan, tetapi juga sebagai mentor, fasilitator, serta penghubung akses pengetahuan dan teknologi.

Melalui peran ini, karyawan turut mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan. Mulai dari edukasi literasi digital, pengembangan UMKM, hingga pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dan pariwisata.

Program ini juga mengedepankan pemberdayaan anak muda desa sebagai local champion yang dipersiapkan untuk memimpin inisiatif perubahan di daerahnya.

Mereka dilibatkan secara aktif dalam perencanaan hingga pengelolaan program berbasis potensi lokal. Hal ini dilakukan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masing-masing desa.

Aktivitas Utama Program

Program Baktiku Negeriku 2026 mencakup sejumlah aktivitas utama. Pertama, implementasi Integrated Farming Demonstration Plot yang bertujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Kedua, pengembangan Creative Tourism berbasis ekonomi sirkular untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.

Ketiga, pembangunan Telkomsel Creative Digital Center sebagai pusat literasi digital bagi masyarakat desa. Keempat, rangkaian kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat selama pelaksanaan program.

Melalui rangkaian inisiatif ini, Telkomsel menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Mulai dari peningkatan keterampilan digital, peluang pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Program ini juga memperkuat ekosistem kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan Telkomsel sebagai penggerak dan enabler pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan akses teknologi, tetapi juga dukungan menyeluruh mulai dari penguatan kapasitas, penyediaan sarana pendukung, hingga pendampingan berkelanjutan.

Dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga relevan dan berkelanjutan sesuai kebutuhan lokal. Keberlanjutan program ini juga melanjutkan dampak positif dari pelaksanaan Baktiku Negeriku di tahun-tahun sebelumnya, yang telah menunjukkan peningkatan pada aspek ekonomi, literasi digital, serta partisipasi sosial masyarakat di berbagai wilayah.

Dengan berbagai program dan kolaborasi yang terus diperkuat, Telkomsel optimistis Baktiku Negeriku 2026 dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat desa.

Transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. (Icha)