spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1360

Samsung Galaxy S10 Punya Fitur Dompet Cryptocurrency

0

Telko.id, Jakarta – Samsung menyertakan fitur dompet cryptocurrency atau mata uang digital di smartphone andalan terbarunya, Samsung Galaxy S10. Dompet ini memungkinkan pengguna menyimpan bitcoin, Ethereum, dan cryptocurrency terkait kosmetik kecantikan yang disebut Cosmo Coin. Ini adalah dompet penyimpanan yang tidak terhubung ke internet.

Dilansir Telko.id dari The Verge, Galaxy S10 juga mendukung Decentralized Applications (Dapps) atau aplikasi ini tidak dimiliki oleh siapapun, tidak dapat dimatikan, dan sistem tidak dapat down.

Saat ini aplikasi Dapps Samsung yang tersedia disebut Cosmee.  Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan token Cosmo dengan syarat harus meninggalkan ulasan kecantikan di aplikasi tersebut.

Cosmochain selaku startup blockchain asal Korea Selatan  yang mengembangkan Cosmee mengatakan bahwa imbalan tersebut berguna untuk merekam semua ulasan dengan terkait kecantikan.

Tidak hanya Cosmee, Samsung juga mengumumkan dukungan untuk cryptocurrency yang disebut Enjin Coin, mata uang digital berbasis Ethereum untuk para gamer yang didirikan di Korea Selatan. Samsung mengatakan akan mendukung pembayaran tanpa kontak menggunakan cryptocurrency.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 vs iPhone XS: Adu Kuat Flagship “Zaman Now”}

Samsung adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang telah meluncurkan ponsel dengan blockchain, dan partisipasinya dalam tren dapat mempengaruhi pemain lain di pasar. Tahun lalu, Sirin Labs meluncurkan telepon Finney dengan dompet untuk menyimpan cryptocurrency, yang harganya $ 1.000. atau Rp 13,9 juta.

Lalu ada HTC Exodus, smartphone yang telah tersedia untuk preorder sejak Oktober lalu dan hanya dapat dibeli dengan cryptocurrency. Di smartphone tersebut ada dompet untuk menyimpan token digital juga yang dipartisi dari bagian ponsel lainnya untuk keamanan yang lebih baik.

{Baca : Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Secara teknis, dimungkinkan untuk mengubah ponsel Android apa pun menjadi dompet yang menyimpan mata uang digital. Caranya cukup instal aplikasi Android untuk browser web Opera. Sayangnya dompet seperti itu hanya mendukung  mata uang digital jenis Ether sedangkan untuk mata uang lain rencananya akan ditambahkan. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Tahun Ini BlackBerry Tidak Luncurkan Ponsel Baru

0

Telko.id, Jakarta – Biasanya, pabrikan smartphone meluncurkan seri ponsel baru setiap tahun. Samsung sudah meluncurkan Galaxy S terbaru, sementara Apple merilis iPhone baru pada September nanti. Namun hal itu tidak terjadi dengan BlackBerry.

BlackBerry Mobile, yang kini ada di bawah tanggung jawab perusahaan elektronik China TCL, tampaknya tidak bisa meluncurkan satupun ponsel baru di tahun 2019.

General Manager BlackBerry Mobile, Francois Mahieu berkata, varian terbaru dari lini BlackBerry Key tidak akan dirilis sampai setidaknya enam bulan mendatang.

Itu berarti, BlackBerry Key2 baru akan tersedia di pasar selama 14 bulan ke depan, waktu yang cukup lama bagi sebuah seri ponsel baru. Sebagai gantinya, TCL merilis Key2 baru dengan sedikit perubahan.

Kali ini, mereka memperkenalkan Key2 dalam warna merah. Selain perubahan warna, Key2 juga memiliki memori internal yang lebih besar.

“Kami tidak ingin meluncurkan ponsel BlackBerry baru tanpa pikir panjang,” kata Mahieu.

Kemungkinan, apa yang dilakukan BlackBerry tidak akan ditiru oleh perusahaan smartphone lain. Berbeda dengan para pesaingnya, BlackBerry menargetkan pasar niche, yakni orang-orang yang ingin mendapatkan ponsel dengan keyboard fisik.

Namun, langkah BlackBerry ini menunjukkan bahwa pasar ponsel memang tengah menciut. Konsumen tidak lagi membeli ponsel baru sesering dulu.

Mahieu bersikeras bahwa pangsa pasar BlackBerry masih tumbuh, tapi dia juga mengaku bahwa pasar smartphone memang sangat kompetititf.

Mahieu juga menyebutkan, sama seperti pengguna ponsel merek lain, pengguna BlackBerry juga menggunakan ponselnya dalam jangka waktu lebih lama. Karena itu, mereka tidak merasa harus meluncurkan produk baru setiap tahun.

“Jika kami ingin tetap bertahan dengan segmen pasar dan target merek kami, kami harus menemukan pendorong bagi konsumen untuk memperbarui ponselnya,” kata Mahieu. “Apa yang akan membuat Anda mengganti ponsel?” sambungnya.

Salah satu hal yang bisa mendorong seseorang untuk mengganti smartphone miliknya adalah 5G. Namun, Mahieu berkata bahwa BlackBerry tidak akan meluncurkan ponsel 5G pada tahun ini. Ada kemungkinan, BlackBerry baru akan merilis ponsel 5G tahun depan. [BA/HBS]

Sumber: Cnet

Advan Siap Masuk Ke Pasar IoT Pada Semester Satu 2019

0

Telko.id – Internet of Things mulai menjadi trend saat ini. Semakin banyak perusahaan maupun smart city yang membutuhkan. Di Indonesia sendiri IoT ini diperkirakan akan menjadi pasar yang besar. Tak pelak, Advan pun tergiur untuk masuk ke bisnis ini.

Berdasarkan informasi dari IoT Forum Indonesia, pangsa pasar IoT di Indonesia diprediksi mencapai Rp 444 triliun pada 2022, dengan lebih dari 400 juta perangkat sensor terpasang.

Secara rinci, angka ini terdiri dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform sebesar Rp 156,8 triliun, perangkat IoT sebesar Rp56 triliun, serta network dan gateway sebesar Rp 39,1 triliun.

Berdasarkan itu juga, Advan melihat bahwa peluang untuk masuk ke pasar IoT ini akan menjanjikan. Bahkan, saat ini vendor smartphone lokal yang sempat berada di posisi ketiga besar tahun lalu itu sudah menggodok secara bisnis untuk masuk ke IoT.

“Kira-kira tahun ini kita akan masuk ke bisnis IoT. Tapi masih dalam penggodokan,” ujar Andy Gusena, Managing Director dan Pendiri Endee Communication yang juga menjadi konsultan marketing nya Advan.

Andy melanjutkan bahwa saat ini masih melihat-melihat juga produk IoT apa yang berkembang di Cina. Pasalnya, produksi produk-produk IoT di Cina juga sudah mulai berkembang pesat. Tapi mungkin tidak semua nya cocok atau pas dipasarkan di Indonesia.

“Kami juga masih mempertimbangkan, apakah akan menggunakan brand yang sama, Advan, atau menggunakan brand lain. Jangan sampai, bisnis baru ini mengganggu bisnis yang sudah ada atau bahkan menarik ke bawah,” ujar Andy.  (Icha)

 

 

 

 

Oppo Terinspirasi Oleh OnePlus Untuk Masuk Pasar Amerika

Telko.id – Adanya ‘perseteruan’ Huawei dengan Amerika terkait keamanan nasional ternyata tidak meluruhkan keinginan pada produsen smartphone asal Tiongkok untuk berupaya masuk ke Amerika Serikat. Salah satu yang berniat dan sudah menyampaikan keinginannya tersebut adalah Oppo.

Hal ini disampaikan oleh Alan Wu, Head of Overseas Business Oppo sesaat sebelum acara MWC 2019, di Barcelona dimulai. Wu tidak spesifik mengenai waktu, tetapi dia mengatakan dia ingin menunggu sampai Oppo berhasil di Eropa. Padahal, pasar Eropa sendiri tidak mudah untuk dikuasai.

“Pasar Eropa jelas sulit untuk ditembus, jadi Anda harus bersabar,” kata Wu, seperti dikutip dari CNET.

Bahkan Wu juga mencatat bahwa Huawei saja membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk membangun dan menjadi sukses di negara tersebut.

Oppo adalah perusahaan China terbaru yang membuat niatnya untuk pasar AS diketahui, mengikuti OnePlus, serta sesama produsen smartphone lainnya asal Tiongkok yakni TCL dan ZTE.

Sayang, niatan Oppo ini disampaikan pada kondisi yang kurang baik. Di mana antara Cina dan AS sedang tidak harmonis terkait tarif dan pernyataan keras AS tentang masalah keamanan atas Huawei. Lalu, ZTE sendiri sedang berusaha untuk bangkit kembali setelah menyelesaikan perselisihan dengan Departemen Perdagangan AS yang mengakibatkan sanksi yang menghancurkan.

Keyakinan Oppo untuk masuk ke pasar Amerika ini berkat OnePlus yang sudah lebih dahulu bisa menapakan kaki. Semua berawal tahun lalu ketika OnePlus memperoleh kesepakatan dengan T-Mobile, operator di Amerika untuk menyediakan smartphone terjangkau tapi canggih. Yang akhirnya membuat OnePlus bisa sukses di negara bagian AS. Dan perusahaan ini baru saja dinobatkan sebagai vendor smartphone premium paling populer kelima di AS oleh IDC.

Lalu, keyakinan tersebut bertambah karena Oppo, OnePlus dan Vivo ini sama-sama dimiliki oleh konglomerat Cina bernama BKK Electronics. Walau demikian, Wu menekankan bahwa Oppo dan OnePlus dijalankan secara independen, termasuk juga menentukan beragam fitur yang akan dibenamkan dalam produk.

“Mereka bisa sangat besar, atau mereka bisa sangat kecil dan cantik, tetapi mereka harus memiliki fitur yang ditentukan sendiri,” kata Wu tentang dinamika antara Oppo, OnePlus dan Vivo.

Tetapi tidak dipungkiri oleh Wu bahwa para pemimpin ketiga merek tersebut memiliki hubungan yang erat satu dengan yang lain.

Itu sebabnya, Oppo berharap OnePlus dan pembuat ponsel Cina lainnya akan membuka jalan ke pasar Amerika.

Jadi, ketika Oppo benar-benar ingin invasi ke pasar Amerika, harus bisa menemukan identitasnya sendiri. OnePlus misalnya, dikenal sebagai Flagship killer yang menyediakan fitur yang biasa ditemukan pada handset mahal, dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun, Wu sendiri lebih ‘mengagumi’ strategi yang digunakan oleh pemimpin global, Samsung dan mengambil inspirasinya dari raksasa teknologi Korea tersebut ketika menyediakan smartphone dengan desain dan warna pada produk-produknya.

Ketimbang Huawei, yang memiliki tujuan agresif untuk menggantikan Samsung. Wu mengatakan dia lebih fokus pada produk daripada papan peringkat.

“Kami tidak pernah berpikir tentang ukuran pasar atau pangsa pasar atau bahkan keuntungan,” kata Wu. Prioritasnya lebih pada menciptakan ‘produk yang menarik’ bagi konsumen.

Sebagai informasi, menurut Counterpoint Research, selama kuartal terakhir tahun 2018, Oppo memiliki 8% pasar global, menempati posisi keempat di seluruh dunia. Di Tiongkok, Oppo meraih 21% pasar samrtphone pada kuartal keempat. Itu menempatkannya di posisi kedua, tepat di belakang vendor nomor satu Huawei dengan 23%. (RIZ/Icha)

 

Advan Luncurkan Ponsel Android Go Harga Rp 800 Ribuan

0

Telko.id, Jakarta – Hari ini Advan secara resmi meluncurkan ponsel seri terbarunya Advan S6 Plus. Menjalankan system operasi Android Go, masyarakat dapat memperolehnya dengan harga Rp 800 ribuan.

General Manager Salesman Advan, Ellen Angerani mengatakan, ini akan menjadi produk “Hero” kami. Disaat vendor mengeluarkan ponsel diatas Rp 1 jutaan. Tapi banyak juga masyarakat yang masih membutuhkan produk dibawah Rp 1 jutaan.

“Saat ini market share ponsel di bawah Rp 1 juta menipis, tapi untuk di area pedesaan hingga di Jakarta sendiri masih ada pasarnya,” ujar Ellen di Paradigma Cikini Kafe & Restoran Jakarta , Selasa (26/2/2019).

{Baca juga : Diberitakan Pailit, Begini Tanggapan Advan}

Lebih lanjut Ellen mengungkapkan, Advan S6 Plus hadir dengan Android Go, dengan menyertakan RAM 1GB dan memori internal 8GB. Meski begitu, Advan mengklaim memori tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Pasalnya sebagai ponsel Android Go, toko aplikasi Advan langsung menyarankan aplikasi-aplikasi versi lite. Misalnya Facebook Lite, Twitter Lite, hingga YouTube Go.

“Tidak hanya itu yang diunggulkan Advan dalam produk yang akan diluncurkannya ini. Ponsel ini juga memiliki layar 5,5 inci yang cukup lega. Oleh sebab itu, dengan pede Advan menyebut smatphone ini sebagai “Raja Smartphone di Bawah Rp 1 Juta”,” ungkap Ellen.

{Baca juga : Advan Luncurkan S50 4G, Gratis YouTube Setahun}

Rencananya Advan S6 Plus akan dijual secara flash sale ekslusif di Tokopedia pada 27 Maret 2019. Pada penawaran flash sale ini, Advan menawarkan harga Rp 799 ribu untuk Advan S6 Plus dengan bundling paket TAU Lite 6.

Dalam bundling tersebut, konsumen akan mendapatkan paket data total 6GB, ditambah 2GB untuk aplikasi VideoMax dan GamesMax, serta 100 menit telepon, serta 500 SMS ke sesama Telkomsel.

Sementara untuk penjualan offline dilakukan usai flash sale digelar, yakni awal Maret 2019. (MS)

Apex Legends Kini Jadi Game Andalan Skyegrid Yang Baru

0

Telko.id – Skyegrid, platform Cloud Gaming asal Indonesia, telah menambah sejumlah judul game populer terbaru di dalam layanannya. Game-game tersebut di antaranya Apex Legends, Resident Evil 2 (Remake), Dead by Daylight, Divinity: Original Sin 2, dan Two Point Hospital.

Apex Legends game pamungkas andalan Skyegrid pada awal tahun 2019 ini, yang merupakan game ber-genre Battle Royale terbaru dan gratis hasil kolaborasi Respawn Entertainment sebagai pengembang game dan Electronic Arts selaku penerbit game.

Dengan tersedianya Apex Legends di platform Cloud Gaming milik Skyegrid, maka seluruh pelanggan dapat memainkan game multiplayer tersebut pada berbagai platform, termasuk di PC dan laptop Windows dengan spek rendah, Macbook, hingga ponsel dan tablet berbasis OS Android.

“Saya kira semua gamer setuju, Apex Legends adalah game yang fenomenal sekarang ini. Respawn Entertainment mencatat rekor 7,6 juta total pemain Apex online selama tiga hari berturut-turut pada saat peluncurannya. Ini sangatlah fantastis,” ujar Rolly Edward, CEO Skyegrid.

“Setiap hari, tim kami menerima permintaan pelanggan (Skyegrid) untuk segera memasukkan Apex Legends. Dan, saya pastikan sekarang game ini bisa dimainkan di Skyegrid.”

“Hal ini tak lepas dari kerja keras tim Skyegrid serta dukungan seluruh mitra kami. Sekali lagi, kami membuktikan bahwa Skyegrid adalah layanan Cloud Gaming terdepan di Tanah Air,” tegasnya.

Selain Apex Legends, Skyegrid juga menambahkan satu judul populer lainnya yang tak kalah dinanti-nanti oleh para gamer, yakni Resident Evil 2 (Remake)—yakni edisi remaster dari game Resident Evil 2 besutan Capcom tahun 1998 silam.

“Reimagine adalah kata yang lebih tepat untuk menggambarkan Resident Evil 2 Remake. Tidak hanya menampilkan kualitas grafis yang lebih tajam, tapi game ini menawarkan experience baru yang sesuai dengan ekspektasi pengembang dan gamer seperti saya,” tutur Rolly.

Sejatinya, Rolly mengakui, bahwa Resident Evil 2 (Remake) tidak masuk dalam daftar game yang akan tersedia di Skyegrid pada awal tahun ini. “Namun, para gamer kami meminta RE2 Remake segera dimasukkan (ke Skyegrid), karena saya tahu, ini bukanlah sekadar game yang baru rilis, tetapi memainkan RE2 Remake di ponsel atau tablet Android adalah redefinisi memainkan game horor penyintas,” ujar Rolly.

Dengan tambahan Apex dan RE2 (Remake), serta beberapa judul game lainnya, hingga per Februari 2019, Skyegrid telah mempunyai total 82 judul game, dengan komposisi 50-50 untuk game berbayar via akun Steam dan game Free-to-Play.

Selain menambah judul game baru, Skyegrid juga fokus mengoptimalkan product experience agar pengalaman bermain game-game PC bisa lebih nyaman dan lancar kendati dengan latensi yang rendah.

“Cita-cita kami masih sama, yakni menjadi Cloud Gaming terdepan di Indonesia, terbaik untuk para gamer dan developer lokal, serta turut membangun ekosistem game lokal yang maju dan mapan hingga kita semua dikenal luas di kancah global,” tutup Rolly. (Icha)

 

XL Perluas Jaringan Data 4G ke Nusa Tenggara Timur

0

Telko.id –  XL Axiata terus memperluas jangkauan layanan data berkualitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Sampai dengan Desember 2018, jaringan data 3G dan 4G XL Axiata telah melayani seluruh kota/kabupaten di provinsi tersebut.

Pembangunan infrastruktur data ini juga merupakan bagian dari komitmen XL Axiata untuk mendukung percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia selaras dengan visi pemerintah Republik Indonesia. Sampai dengan saat ini, XL Axiata telah memperkuat jaringan data di wilayah ini dengan membangun lebih dari 400 BTS termasuk sekitar 90 BTS 4G. Di tahun 2019 ini, XL Axiata masih akan terus memperkuat jaringan data di wilayah ini dengan membangun lebih dari 220 BTS 4G.

Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, “Perluasan jaringan data di NTT ini juga sekaligus merupakan langkah bisnis strategis XL Axiata untuk terus memperluas jaringan terutama di luar Jawa. Kami melihat NTT merupakan wilayah yang cukup potensial secara ekonomi, yang dengan dorongan layanan data digital akan bisa mengembangkan diri, terutama dari sektor pariwisata. Dari data jaringan kami, semakin banyak pula pelanggan XL Axiata yang melakukan perjalanan ke wilayah NTT, berpetualang, serta menyebarkan keindahan wilayahnya.”

Imam Mualim menambahkan, layanan 4G LTE XL Axiata mulai masuk NTT sejak Desember 2017 di Kabupaten Manggarai Barat sebagai area pertama. Lalu sepanjang 2018, XL Axiata memperluas layanan internet cepat ini, terutama di area-area tujuan wisata, antara lain Sumba dan Labuhan Bajo. Menurutnya, beberapa destinasi wisata di NTT memiliki nama yang mendunia dengan predikat yang sangat baik. Media sosial dan kemudahan akses informasi digital sangat berperan dalam meningkatkan popularitas daerah-daerah itu. Geliat industri wisata di sana juga telah menggerakkan ekonomi masyarakat.

Saat ini jaringan data XL Axiata telah tersedia di 21 kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur, dengan dukungan total lebih dari 400 BTS. Khusus jaringan 4G, sudah masuk ke 15 kota/kabupaten, dengan lebih dari 90 BTS.

Kota/kabupaten yang sudah terlayani jaringan Data XL Axiata, Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kota Kupang, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Malaka, Sumba Tengah.

Hingga akhir Januari 2019, tercatat sekitar 30 ribu pelanggan di seluruh NTT, dengan sekitar 25 ribu pelanggan di antaranya merupakan pelanggan data aktif. Imam Mualim optimis jumlah pelanggan data akan terus meningkat seiring dengan terus meningkat dan meluasnya jaringan 4G, apalagi dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat setempat yang berada di area perkotaan ataupun pedesaan untuk memanfaatkan layanan data guna mendukung aktifitas kesehariannya.

Pada tahun 2019 ini, selain akan melakukan perluasan jaringan dengan menambah BTS baru, XL Axiata juga akan meningkatkan kapasitas jaringan data di lebih dari 300 BTS. Salah satu wilayah menjadi prioritas adalah di Kota Kupang dan Flores.

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang semakin berkembang sebagai pusat pemerintahan daerah dan bisnis. Sementara itu, di Flores banyak sekali terdapat daerah tujuan wisata, seperti Labuhan Bajo dan Danau Kelimutu, serta kota-kota utama di NTT.

Dengan adanya perluasan jaringan di Nusa Tenggara Timur, diharapkan  masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dengan masyarakat Indonesia lainnya khususnya yang berada di wilayah Barat Indonesia, untuk dapat menikmati manfaat perkembangan teknologi guna mendukung aktifitas kehidupan sehari-hari.

Hingga saat ini jumlah pelanggan XL Axiata mencapai sekitar 54,9 juta pelanggan, dengan jumlah pelanggan data mencapai sekitar 82% dari total pelanggan, yang didukung dengan infrastruktur jaringan sebanyak lebih dari 118 ribu BTS termasuk lebih dari 81 ribu BTS data (3G & 4G) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia serta jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 45 ribu km. Saat ini jangkauan layanan data 4G XL Axiata juga telah melayani sekitar 400 kota/kabupaten di Indonesia. (Icha)

 

 

 

ZTE Perkenalkan Smartphone 5G, ZTE Axon 10 Pro

0

Telko.id, Jakarta – ZTE resmi memperkenalkan smartphone 5G mereka, ZTE Axon 10 Pro di Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol. Namun sayangnya, perusahaan asal China ini masih enggan menjabarkan dengan lengkap terkait spesifikasi dari smartphone tersebut.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (26/02/2019), ZTE Axon 10 Pro mengusung desain fullscreen dengan adanya notch berbentuk waterdrop sebagai tempat bagi kamera depannya.

Smartphone ini juga telah dilengkapi dengan sensor sidik jari di bagian layar, dan memiliki tiga kamera utama di body belakangnya.

{Baca juga: 5 Smartphone Lipat yang Diperkenalkan Tahun Ini}

Axon 10 Pro ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, dan sudah memiliki chip modem 5G dari Qualcomm, takni modem X50. Otomatis, smartphone ini pun masuk ke jajaran smartphone Android unggulan bersama dengan smartphone lain yang juga dirilis dalam waktu hampir bersamaan.

Meski demikian, ZTE belum memberikan banyak detail tentang spesifikasi perangkat ini, sehingga tidak jelas berapa besaran RAM dan penyimpanan yang dimilikinya.

Yang pasti, smartphone ini bakal didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu menyesuaikan tugas GPU, CPU, RAM, dan ROM menggunakan algoritma khusus.

{Baca juga: Energizer Rilis Smartphone dengan Baterai Terbesar di Dunia}

ZTE juga belum memberikan informasi harga atau ketersediaan apa pun pada saat ini. Disebutkan bahwa, Axon 10 Pro 5G akan dirilis pada paruh pertama tahun ini atau Juni 2019. Selain itu, smartphone tersebut juga hanya akan tersedia di China dan Eropa.

Sebelumnya, LG juga mengikuti tren dan perkembangan zaman dengan menjadikan jaringan 5G sebagai fokus utama. Di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2019 misalnya, perusahaan asal Korea Selatan ini tak mau ketinggalan memperkenalkan handset teranyar, LG V50 ThinQ dengan kemampuan 5G.

{Baca juga: Ikuti Tren, LG Luncurkan V50 ThinQ dengan Jaringan 5G}

Dilansir Telko.id dari GSMArena pada Senin (25/02/2019), kehadiran V5 ThinQ juga dibarengi dengan smartphone andalan lain semisal G8 ThinQ dan G8s ThinQ. Smartphone pertama menjanjikan kekuatan jaringan yang cepat, mengingat ini adalah smartphone pertama LG dengan jaringan 5G yang dibekali chipset Snapdragon 855, lengkap dengan Modem Qualcomm X50 di badannya. (NM/FHP)

Gak Usah Khawatir Sama Memori, Kini Ada MicroSD 1TB

0

Telko.id, Jakarta – MicroSD terbaru buatan Micron dan SanDisk bisa menjadi solusi bagi pengguna yang sering menyimpan banyak foto atau video di smartphone mereka. Sebab, microSD Micron dan microSD SanDisk tersebut masing-masing memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1 terabyte (TB).

Micron dan Western Digital SanDisk baru saja merilis microSD 1TB di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol.

Menurut Ubergizmo, seperti dilansir Telko.id pada Selasa (26/02/2019), keduanya memiliki spesifikasi yang sama dalam hal kecepatan transfer data, karena mengusung teknologi UHS-I microSDXC.

SanDisk mengklaim jika microSD mereka memiliki read speed hingga 160MB/s, sedangkan Micron hanya mencapai 100MB/s. Sedangkan untuk write speed, Micron mengklaim microSD-nya mencapai kecepatan hingga 95MB/s, sedangkan untuk SanDisk hanya 90MB/s.

{Baca juga: Kecepatan Baca Sandisk 400GB Tembus 160MB per Detik}

Soal harga, SanDisk akan melepas microSD 1TB tersebut seharga USD 449 atau Rp 6,3 juta dan akan dijual secara resmi ke pasaran pada April mendatang. Mereka juga akan menjual microSD 512GB di harga USD 199 atau Rp 2,7 jutaan.

Berbeda dengan SanDisk, Macron masih enggan menyebut kapan MicroSD mereka akan dijual. Mereka hanya memberikan sinyal bahwa microSD 1TB tersebut akan keluar pada paruh kedua tahun ini.

Sebelumnya, Samsung baru saja meluncurkan varian Galaxy S10 + dengan penyimpanan internal 1TB hanya beberapa bulan setelah meluncurkan Galaxy Note 9. Hal ini membuktikan, smartphone dengan memori internal yang besar akan menjadi tren karena kebutuhan pengguna yang semakin banyak dalam menyimpan foto atau video.

{Baca juga: Samsung Mulai Produksi Penyimpanan Internal 1 TB}

Selain itu, Samsung juga mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi penyimpanan internal atau Universal Flash Storage (eUFS) sebesar 1TB untuk smartphone generasi mendatang.

Dilansir Telko.id dari CNET pada Rabu (30/01/2019), inovasi ini diklaim oleh Samsung sebagai yang pertama di industri smartphone. Selain itu, dengan penyimpanan 1TB pengguna dapat menyimpan 260 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K.

Hal ini sangat jauh dibandingkan penyimpanan internal sebesar 64GB yang hanya dapat menyimpan 13 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K. Samsung juga menjanjikan transfer data yang lebih cepat hingga 10 kali lipat kecepatan kartu microSD yang sudah ada selama ini. (NM/FHP)

Ooredoo Memilih Ericsson Untuk Gelar 5G Di Qatar

0

Telko.id – Ajang Mobile World Congress yang saat ini sedang digelar di Barcelona, jadi moment penting bagi Ooredoo dan Ericsson. Pasalnya, pada event tahunan ini, kedua nya ‘berjabat tangan’ untuk membangun Ooredoo Supernet berbasis teknologi 5G dengan tujuan meningkatkan kehidupan digital orang-orang di Qatar.

Ooredoo akan memanfaatkan Ericsson Radio System, solusi 5G New Radio Ericsson, dan jaringan microwave 10 Gbps untuk mengubah secara digital dan memodernisasi jaringan seluler yang ada untuk memperkenalkan teknologi 5G terbaru di Qatar.

Saat ini, Ooredoo sedang dalam proses mempersiapkan 1.200 stasiun jaringan agar siap 5G. Setelah stasiun jaringan selesai dan perangkat yang kompatibel 5G mencapai pasar, jaringan 5G Ooredoo akan dapat memberikan kecepatan unduh sekitar 100 kali lebih cepat daripada jaringan 4G.

Sheikh Saud Bin Nasser Al Thani, Chief Executive Officer Ooredoo Group, mengatakan, “Kemitraan kami dengan Ericsson untuk menyediakan pondasi berbasis 5G pada Ooredoo Supernet sehingga kami dapat membuat Qatar menjadi Smart City, industri IoT yang kompetitif secara digital dan bisa membuat mega-event dengan pengalaman virtual reality.  Begitu 5G menjadi jaringan utama di Qatar, maka kami akan mendedikasikan untuk mentransformasikan industri dan meningkatkan kehidupan digital masyarakat. ”

Dengan menggunakan teknologi 5G kecepatan tinggi dan latensi rendah milik Ericsson, Ooredoo dapat memenuhi permintaan lalu lintas data yang terus meningkat, dan memberikan pengalaman broadband seluler maupun fixed wireless berkualitas tinggi.

Ericsson akan berbagi pengalaman globalnya yang arsitekturnya multi standar dan modular yang akan memberikan kinerja 5G hanya dengan site yang kecil dan  konsumsi energi terendah.

Rafiah Ibrahim, Kepala Area Pasar Timur Tengah dan Afrika di Ericsson, mengatakan: “Kami bermitra dengan Ooredoo untuk menghadirkan inovasi 5G terbaru kami di jaringan nasional mereka. 5G menjanjikan untuk mempercepat digitalisasi industri, membuat Ooredoo memiliki peluang baru dan memungkinkan mereka untuk meluncurkan teknologi paling canggih sambil meningkatkan pengalaman pengguna akhir dengan kecepatan lebih cepat dan latensi yang lebih rendah. (Icha)