spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1359

Soal Smartphone Lipat, Steve Wozniak: Apple Ketinggalan

0

Telko.id, Jakarta – Salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak ikut bersuara tentang fenomena smartphone lipat. Secara khusus, ia menyoroti langkah Apple yang kabarnya juga akan meluncurkan iPhone lipat, meski agak telat.

Menurut Wozniak, dalam wawancara terbaru bersama Bloomberg, Apple kemungkinan akan tertinggal dalam hal produksi smartphone berteknologi canggih itu. Padahal, ia sudah tak sabar melihat Apple memproduksi iPhone lipat.

“Saya sangat ingin memiliki smartphone layar lipat. Tapi, saya hanya akan membeli buatan Apple. Meski kemungkinan tertinggal, Apple tetap berpeluang besar meluncurkan smartphone layar lipat ke pasaran,” terangnya.

{Baca juga: iPhone Lipat Dirilis Tahun 2020?}

Seperti dikutip Telko.id dari Android Authority, Rabu (27/02/2019), Wozniak menyebut bahwa Apple kalah cepat dari Samsung dan Huawei dalam produksi smartphone layar lipat.

Sekadar informasi, Samsung sudah merilis Samsung Galaxy Fold. Di lain sisi, Huawei sudah pula menggarap Mate X. Karenanya, ia berharap Apple segera memberi kejutan menarik bagi publik terkait smartphone dengan teknologi layar fleksibel tersebut.

“Anda tahu, Apple biasa memberi kejutan,” tegasnya.

{Baca juga: 5 Smartphone Lipat yang Diperkenalkan Tahun Ini}

Sebelumnya dilaporkan, Apple akan menjadi pabrikan smartphone berikutnya setelah Samsung, Huawei, dan Microsoft yang segera memperkenalkan smartphone lipat. Laporan itu diperkuat setelah adanya sebuah paten baru soal iPhone lipat yang diajukan oleh Apple bocor.

Berdasarkan gambar paten, perangkat tersebut akan menampilkan beberapa bagian dengan engsel. Arsitekturnya sedemikian rupa sehingga memungkinkan dilipat ke dua arah. Namun, Apple belum mengonfirmasi sampai saat ini.

Canalys: Tahun 2019 Akan Ada Pengiriman 2 Juta Smartphone Lipat

Telko.id – Smartphonel lipat, tahun 2019 ini akan menjadi trend baru. Yang mengawali kehadiran smartphone lipat dipasar adalah Samsung dengan Galaxy Fold dan Huawei Mate X.

Jejak kedua brand tersebut nanti nya akan diikuti oleh banyak vendor lain. Hanya saja, tidak banyak yang akan melakukannya pada tahun 2019 ini. Tak heran, Canalys pun hanya memprediksikan 2 juta unit saja yang dikapalkan ke seluruh dunia.

“Smartphone yang dapat dilipat sekarang ini sedang dalam produksi massal, namun vendor tetap menaruh harapan pada angka yang realitis dala kinerja penjualannya. Tidak berlebihan,” kata Nicole Peng, Direktur Senior Canalys.

Nicole menambahkan “Samsung dan Huawei memang akan menjadi bagian terbesar dari smartphone pintar yang dikirm pada tahun 2019 ini. Tetapi angka pengiriman yang tinggi bukanlah prioritas kedua brand tersebut.

Tujuannya lebih pada menangkap kesadaran konsumen, dan setiap vendor ingin membuktikan bahwa mereka dapat mencapai kemajuan teknologi terbesar dengan desain industrinya yang baru. Maklum saja, teknologi layar lipat ini masih tergolong baru sehingga biaya produksi pun masih tinggi.

“Biaya adalah faktor kunci yang akan menghambat adopsi smartphone lipat ini,” kata Ben Stanton, Analis Senior Canalys menambahkan.

Misalnya, desain ‘lipat-keluar’, seperti yang digunakan pada Huawei Mate X ini akan lebih cocok digunakan pada smartphone lipat yang lebih murah karena produsen tidak perlu memasukan banyak kamera. Lalu, untuk layar ‘luar’ kedua, seperti yang dimiliki oleh Samsung, dan pada lipatan layar yang flexible tidak perlu terlalu ketat atau kencang. Kedua contoh itulah yang membuat smartphone lipat masih tergolong mahal.

Itu sebabnya, pada tahun 2019 ini, vendor yang menawarkan smartphone lipat masih belum terlalu mempengaruhi secara signifikan jumlah pengiriman secara global. Apalagi, para vendor harus memastikan kualitas dan data tahan dari produk ini pun cukup baik. Pasalnya, jika ada masalah atau kerusakan ‘gigi’ akan merusak faktor bentuk smartphone lipat, bahkan mungkin tidak lagi bisa digunakan.

Walau demikian, ada beberapa brand yang sudah siap-siap meluncurkan smartphone lipat. Seperti Xiaomi Mix Flex, Royale FlexPai dan Oppo Foldable Phone. (Icha)

 

HTC Exodus 1 Kini Bisa Dibeli Pakai Uang Asli, Harganya?

0

Telko.id, Jakarta – HTC mengumumkan bahwa smartphone blockchain mereka, HTC Exodus 1 sekarang bisa dibeli menggunakan mata uang asli. Sebelumnya, HTC Exodus 1 hanya bisa dibeli menggunakan cryptocurrency alias mata uang kripto, seperti Bitcoin dan Ether.

Selama ini, Exodus 1 memang menargetkan para pemilik uang digital. Perlu diketahui, mata uang kripto merupakan uang digital yang setiap koin memiliki nomor spesial. Transaksi menggunakan mata uang kripto juga dilakukan secara anonim menggunakan kunci khusus.

Exodus 1 memiliki fitur dompet uang virtual bernama Zion Private Vault. Fitur ini diklaim dapat menyimpan nomor seri uang kripto secara aman, dan tidak tersentuh oleh sistem operasi Android.

{Baca juga: Exodus, Smartphone Blockchain HTC Pesaing Finney}

Pada 2018, Exodus 1 dijual seharga 0,15 Bitcoin atau 4,78 Ether atau sekira Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Namun, setelah dijual dengan mata uang resmi, Exodus 1 bisa dibeli oleh konsumen seharga USD 699 atau sekitar Rp 10 juta.

Saat pertama meluncur, HTC ingin smartphone-nya ini menjadi smartphone pertama di dunia yang didedikasikan untuk memperluas ekosistem blockchain. HTC ingin Exodus 1 punya peran penting dalam mengubah stagnansi industri smartphone saat ini.

Menurut TechCrunch, seperti dikutip Telko.id, Rabu (27/02/2019), Kepala Desentralisasi HTC, Phil Chen, sempat menyatakan bahwa HTC berkomitmen mengembangkan Exodus 1 seperti halnya mengembangkan perangkat VR, HTC Vive.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Punya Fitur Dompet Cryptocurrency}

Saat ini, HTC mengaku telah memiliki 25 orang teknisi yang mengerjakan proyek itu. Dalam pengembangannya, Exodus 1 juga dibuat menggunakan komponen buatan sendiri, dan dipadu oleh bantuan para ahli keamanan mata uang kripto untuk memastikan keamanan perangkat. (SN/FHP)

Ooredoo ‘Mengantarkan’ Qatar Jadi Negara Top 5 For 5G Dunia

0

Telko.id –  Arthur D. Little baru mengumumkan laporan terbarunya. Di dalam laporan tersebut menunjukan bahwa proyek percontohan 5G Ooredoo mampu mengantarkan Qatar masuk jajaran Top Five 5G Dunia.

ADL dalam laporannya terakhir itu menentukan kemajuan 5G dari lebih 40 negara. Penilaiannya berdasarkan dua katagori. Pertama dari data input yang mencakup ketersediaan infrastruktur teknis dan kecenderungan komersialisasi 5G.

Di Qatar, Ooredoo telah secara aktif menggerakkan agenda 5G-nya, dan menemukan kesuksesan dengan meluncurkan pertama 5G pada jaringan yang tersedia secara komersial di bulan Mei 2018.

“Ooredoo selalu memiliki dorongan teknologi yang kuat dan mengikuti perkembangan teknologi secara global, termasuk adopsi teknologi jaringan seluler generasi berikutnya.  Kami sudah menyediakan spektrum untuk 5G, bahkan sudah mengumumkan peluncuran 5G dan telah berhasil menguji coba berbagai kasus penggunaan, untuk memasukkan taksi drone pertama di dunia,” ungkap Waleed Al Sayed, Kepala Eksekutif, Ooredoo Qatar.

Waleed menyampaikan juga bahwa sudah ada 100 site yang sudah ditingkatkan dan siap mengoperasi jaringan 5G. Setidaknya, pada kondisi tersebut, Ooredoo sudah mencakup lebih dari sepertiga populasi, dan hampir menjangkau semua perusahaan besar dengan 5G.  Jumlah tersebut akan terus ditambah, hingga sampai pada akhir 2019 akan mencakup 50% dari populasi.

Di luar angka-angka tersebut, Ooredoo juga sudah pernah melakukan pengujuan langsung dengan berbagai kasus penggunaa. Dalam uji coba 5G tersebut diperoleh kecepatan unduh > 2,5 Gbps termasuk juga ketika dicoba pada kendaraan yang bergerak. Drone juga dapat mengirim video langsung 4K, aplikasi VR berjalan dengan lancar di zona penggemar piala dunia, dan konektivitas Gbit dapat disediakan di gurun.

Karim Taga, Managing Partner dan Global Practice Leader, ADL TIME, mengatakan: “5G adalah generasi jaringan seluler pertama yang menjanjikan throughput data, latensi, dan fleksibilitas untuk memungkinkan tingkat digitalisasi selanjutnya di seluruh tipe konsumen.”

“Di Qatar, terutama sistem eko-vertikal dan korporasi akan mendapat manfaat paling besar dari 5G. Berdasarkan kasus 5G seperti AR / VR dan video, sangat cocok diimplementasikan pada smart venues dan smart city sehingga akan menambah pengalaman bagi para pengguna ke tinggkat berikutnya,”tambah Taga.

Saat di Mobile World Congress, Ooredoo memperluas kepemimpinan 5G dengan kemitraan baru dengan Ericsson untuk mengubah dan memodernisasi jaringan seluler untuk memperkenalkan 5G di Qatar. (Icha)

Google akan Hilangkan Password di Smartphone Android

0

Telko.id, Jakarta – Google dan Fast Identity Online Alliance (FIDO) meluncurkan sertifikasi FIDO2 untuk smartphone Android pada Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, ​​Spanyol. Sertifikasi itu nantinya akan menggantikan password dengan sidik jari sebagai kunci keamanan Android.

Dilansir CNET, kunci keamanan tersebut bisa dijalankan di Android versi 7 atau lebih tinggi. Seperti dikutip Telko.id, Rabu (27/02/2019), fasilitas sidik jari sebagai protokol utama untuk mengamankan perangkat sebenarnya sudah tersedia di beberapa aplikasi untuk Android.

Umumnya, teknologi itu tersedia di aplikasi Android untuk perbankan dan layanan keuangan. Nah, perubahan ini sendiri nantinya akan membuat fitur keamanan di Android agar memudahkan pengguna untuk login tanpa menggunakan password, melainkan hanya menggunakan sidik jari saja.

{Baca juga: Awas! Jangan Asal Download Gambar PNG di Android}

Password sebelumnya diciptakan dalam dunia digital untuk memungkinkan akses yang aman ke akun yang mengelola keuangan, kehidupan sosial, dan lainnya. Namun demikian, password dinilai sangat rentan diretas dan digunakan untuk hal-hal tidak bertanggungjawab.

Password bahkan lebih tidak efektif jika digunakan untuk banyak akun. Sebuah komputer canggih kini sudah dapat secara mudah melacak password yang rumit sekalipun hanya dalam hitungan jam. Caranya dengan memasukkan setiap kombinasi yang memungkinkan.

Itulah sebabnya, industri keamanan kini ramai-ramai ingin meninggalkan password karena sidik jari dianggap jauh lebih sulit untuk diretas secara online. Dengan sertifikasi standar FIDO2, kunci keamanan sidik jari bakal lebih terlindungi dari serangan phishing.

{Baca juga: Tidak Aman, Sistem Keamanan Ini Hilang dari Android}

“Lewat kolaborasi Google dan Fast Identity Online Alliance, jumlah pengguna dengan kemampuan otentikasi FIDO telah tumbuh secara dramatis. Sekarang, saatnya para pengembang situs untuk bebas dari risiko,” kata Brett McDowell, direktur eksekutif Aliansi FIDO. (SN/FHP)

Konsumen Bosan, Alasan Utama Samsung Bikin Galaxy Fold

0

Telko.id, Jakarta – Bosan, merupakan alasan utama Samsung mengembangkan smartphone lipat, Samsung Galaxy Fold. Director of Product Services and Commercial Strategy Samsung UK, Kate Beaumont menilai, konsumen sudah merasa bosan dengan desain dan form factor dari smartphone sekarang ini yang kurang berinovasi.

“Saya pikir semua orang telah menjadi sedikit bosan pada kurangnya inovasi di sekitar bentuk smartphone, tetapi Anda tidak ingin membuat  form factor demi hal itu,” katanya, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (27/02/2019).

Memang, ketika Samsung meluncurkan Samsung Galaxy Fold di ajang Galaxy Unpacked 2019 beberapa waktu lalu, Justin Denison selaku Senior Vice President of Product Marketing mengatakan bahwa smartphone tersebut adalah sebuah breakthrough atau terobosan baru.

{Baca juga: 5 Smartphone Lipat yang Diperkenalkan Tahun Ini}

Sebab, smartphone ini punya dua layar dan memadukan konsep desain tablet dan smartphone menjadi satu kesatuan.

“Galaxy Fold tidak seperti device yang ada sebelumnya. Kita membuat sebuah breakthrough,” ucap Justin saat itu.

Kate juga mengungkapkan, bukan sebuah kebetulan ketika mereka merilis Galaxy Fold di saat mulai diadopsinya teknologi 5G. Lewat perpaduan keduanya, semua jenis pengalaman yang membutuhkan teknologi jaringan cepat, seperti Augmented Reality (AR) dapat dirasakan langsung oleh pengguna di dalam perangkatnya.

“Ketika kita beralih ke 5G, saya tidak berpikir itu kebetulan ketika kita punya timming yang pas untuk membuka semua jenis pengalaman AR, apakah itu hologram pada smartphone lipat Anda atau siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ucap Kate.

“Saya pikir saat ini semua orang mengatakan, ‘ok, saya bisa melihat bagaimana Anda akan dapat menggunakannya’,” jelasnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold vs Huawei Mate X: “El Clásico” Smartphone Lipat}

Sekadar informasi, Samsung Galaxy Fold memang tersedia dalam dua versi, yakni versi 4G LTE dan 5G. Smartphone tersebut akan dijual resmi pada 26 April mendatang, dengan harga mulai dari Rp 27,7 jutaan.

Smartphone ini punya layar utama berjenis AMOLED fleksibel dengan ukuran 7,3 inci dan beresolusi 1536 x 2152 piksel. Samsung mendesain Galaxy Fold agar dapat dilipat ke dalam, sehingga ketika dilipat, layar sekunder atau layar luarnya yang berukuran 4,6 inci yang akan aktif.

Untuk dapur pacunya, Samsung Galaxy Fold ditopang oleh prosesor berbasis 7nm, yang diprediksi merupakan Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan baterai berkapasitas 4,380 mAh. Di sektor kamera, Galaxy Fold punya enam kamera.

Tiga kamera utama yang bisa diakses pada mode smartphone atau tablet dengan resolusi 12 MP lensa wide-angle, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide. Lalu, ada dua kamera di bagian dalam atau pada mode tablet dengan resolusi 10 MP dan 8 MP lensa RGB depth, dan satu kamera depan 10 MP pada mode smartphone. (FHP)

Qualcomm Perkenalkan Artificial Intelligence Engine Generasi 4

0

Telko.id – Tuntutan terhadap Artificial Intelligence (AI) setiap waktu nya semakin tinggi. Itu sebabnya, Qualcomm terus menerus meningkatkan kemampuan Artificial Intelligence Engine nya agar dapat lebih mencerdaskan smartphone kelas premium.

Produk tersebut, baru saja diperkenalkan pada Mobile World Congress di Barcelona minggu ini. Menurut Qualcomm, produk baru nya mampu mendukung peningkatan pengalaman pengguna ketika sedang memaksimalkan smartphone kelas premiumnya yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 855 Mobile Platform. Baik AI untuk suara, kamera maupun AR.

AI Engine generasi 4 ini pun diyakini bakan menodrong inovasi pada OEM (original equipment manufacturer), independent software vendor (ISV) dan perusahaan cloud computing sehingga mampu menghasilkan pengembangan dan penyebaran fitur-fitur unggul yang mendukung perangkat AI yang mulus dan menarik di perangkat Android. Tujuannya ya untuk menyenangkan para konsumen smartphone pada tahun 2019 ini.

Manufaktur smartphone, termasuk LG, OPPO, Samsung, Sony, dan Xiaomi, baru-baru ini sudah meluncurkan ponsel flagship mereka yang berbasis Snapdragon 855, yang semuanya mengambil keuntungan dari Qualcomm AI Engine untuk mengembangkan fitur AI di masing- masing perangkat.

Seperti yang dilakukan oleh LG pada kamera di LG G8 dan V50 yang mengintegrasikan Google Lens, kemudian menggunakan Google NN API dan Qualcomm Hexagon Vector Processor di Qualcomm AI Engine untuk mengenali dan mendapatkan konteks dari teks di pratinjau kamera hampir empat kali lebih cepat dari pada CPU.

Fitur AI tambahan yang disediakan adalah fitur kamera tunggal dan dual kamera bokeh, otentikasi wajah 3D, deteksi pemandangan, resolusi super, dan peningkatan fotografi komputasional yang banyak sekali yang akan mendukung hasil pemotretan foto dan video menjadi lebih berkualitas tinggi, pemrosesan efek secara real-time yang lebih mudah dan lebih alami bagi konsumen.

“Jumlah OEM seluler dan kolaborator ekosistem yang memanfaatkan generasi ke-4 dari Qualcomm AI Engine milik Qualcomm Technologies di Snapdragon 855 membuktikan validnya strategi produk AI kami yang beragam,” kata Gary Brotman, Senior Director of Product Management, Qualcomm Technologies, Inc.

Gary menambahkan, dengan menyediakan on-device AI yang telah dioptimalkan dan menawarkan rangkaian perangkat lunak yang luas dan neural network frameworks, Snapdragon 855 akan menjadi platform seluler pilihan bagi pengembang yang ingin mendorong batas kinerja AI pada perangkat dan memberikan fitur AI baru yang inovatif dan aplikasi untuk ponsel flagship mereka tahun ini. (Icha)

 

 

Samsung “Beri Kode” Kalau Galaxy Fold Unggul dari Huawei Mate X

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X merupakan dua smartphone lipat dengan konsep desain yang berbeda. Meski sama-sama mengadopsi teknologi layar fleksibel yang bisa dilipat, kedua smartphone ini memiliki “cara lipatan” yang berbeda.

Perlu diketahui, Samsung Galaxy Fold mengandalkan layar berukuran 7,3 inci berjenis AMOLED dengan resolusi 1536 x 2152 piksel. Sedangkan Huawei Mate X, punya layar AMOLED berukuran 8 inci dengan resolusi 2480 x 2200 piksel.

Samsung mendesain Galaxy Fold agar dapat dilipat ke dalam, sehingga ketika dilipat, layar sekunder atau layar luarnya yang berukuran 4,6 inci yang akan aktif.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold vs Huawei Mate X: “El Clásico” Smartphone Lipat}

Sementara Mate X, didesain agar layarnya dapat dilipat ke luar. Ketika dilipat, layar bagian depan berukuran 6,6 inci dan aspek rasio 19,5 : 9 akan aktif, sementara layar yang berada di bagian belakang dengan ukuran 6,38 inci dan aspek rasio 25 : 9 akan mati.

Diungkapkan Director of Product Services and Commercial Strategy Samsung UK, Kate Beaumont, desain Galaxy Fold jauh lebih baik daripada smartphone dengan lipatan layar keluar, seperti Huawei Mate X. Sebab, desain lipatan ke dalam merupakan cara terbaik untuk melindungi layar fleksibel itu sendiri.

“Kami mempertimbangkan banyak pilihan. Kami merasa memiliki layar di bagian dalam adalah cara terbaik untuk melindungi layar itu,” katanya, seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Rabu (27/02/2019).

Ia mengatakan, pihaknya memiliki teknologi untuk mengembangkan perangkat lipat dengan lipatan yang sangat kecil. Selain itu, Kate juga menyatakan bahwa perangkat dengan desain layar lipatan ke luar tidak membutuhkan penelitian dan pengembangan yang cukup banyak.

{Baca juga: 5 Smartphone Lipat yang Diperkenalkan Tahun Ini}

“Karena tentu saja jika Anda memiiki lipatan di luar, tidak perlu penelitian dan pengembangan yang cukup banyak untuk membuat perangkat lipat,” ucap Kate.

Meski demikian, belum diketahui pasti manakah yang lebih “tahan banting” antara Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X. Sebab, baik Samsung atau Huawei masih membatasi akses terhadap perangkat premiumnya tersebut sampai benar-benar dirilis secara resmi nanti.

Sekadar informasi, Samsung memastikan akan menjual Galaxy Fold pada 26 April mendatang dengan harga USD 1.980 atau Rp 27,7 jutaan. Sementara Huawei bakal merilis Mate X pada pertengahan tahun 2019 ini di harga USD 2600 atau Rp 36,4 jutaan. (FHP)

Terlalu Premium, Samsung Galaxy Fold Dijual untuk Pelanggan Khusus

0

Telko.id, Jakarta – Samsung memastikan bahwa smartphone lipatnya, Samsung Galaxy Fold akan diperlakukan dengan cara yang spesial dan berbeda ketika dijual secara resmi. Hal ini diungkapkan oleh Director of Product Services and Commercial Strategy Samsung UK, Kate Beaumont.

Menurutnya, Samsung tidak akan mengejar pasar besar untuk Galaxy Fold. Sebaliknya, mereka hanya ingin menargetkan pelanggan khusus untuk perangkat premiumnya tersebut.

“Ini adalah perangkat super premium, dan kami ingin memastikan ia (Galaxy Fold) memiliki layanan dan pengalaman seperti dijaga oleh petugas, sehingga tidak akan dipajang di semua toko,” katanya, seperti dikutip dari GSMArena, Rabu (27/02/2019).

{Baca juga: Harga Samsung Galaxy Fold Nyaris Rp 30 Juta!}

Kate juga ingin memastikan, siapapun yang akan membeli smartphone lipat tersebut akan mendapatkan pengalaman yang sangat pribadi. Selain itu, konsumen juga berhak memiliki layanan aftercare yang intensif dari Samsung.

“Anda tidak akan melihatnya di sembarang tempat, karena kami ingin memastikan bahwa itu akan menjadi pengalaman pribadi. Akan ada aftercare yang cukup intensif yang menyertainya juga,” jelasnya.

Itu berarti, proses pembelian Galaxy Fold akan cukup berbeda daripada pembelian smartphone flagship lain seperti trio Samsung Galaxy S10. Sayang, Samsung sampai sekarang belum memberikan kejelasan soal proses pembelian dari smartphone premiumnya ini.

Samsung Galaxy Fold sendiri merupakan sebuah kejutan Samsung untuk mengawali acara Galaxy Unpacked 2019. Smartphone ini punya layar utama berjenis AMOLED fleksibel dengan ukuran 7,3 inci dan beresolusi 1536 x 2152 piksel.

{Baca juga: 5 Smartphone Lipat yang Diperkenalkan Tahun Ini}

Samsung mendesain Galaxy Fold agar dapat dilipat ke dalam, sehingga ketika dilipat, layar sekunder atau layar luarnya yang berukuran 4,6 inci yang akan aktif. Untuk dapur pacunya, Samsung Galaxy Fold ditopang oleh prosesor berbasis 7nm, yang diprediksi merupakan Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan baterai berkapasitas 4,380 mAh.

Di sektor kamera, Galaxy Fold punya enam kamera. Tiga kamera utama yang bisa diakses pada mode smartphone atau tablet dengan resolusi 12 MP lensa wide-angle, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide.

Lalu, ada dua kamera di bagian dalam atau pada mode tablet dengan resolusi 10 MP dan 8 MP lensa RGB depth, dan satu kamera depan 10 MP pada mode smartphone. Samsung Galaxy Fold akan tersedia dalam dua versi, yakni 5G dan 4G LTE. Smartphone ini akan dijual mulai dari USD 1.980 atau setara Rp 27,7 jutaan pada 26 April mendatang. (FHP)

Nokia 210, Feature Phone Murah Bisa Internetan

0

Telko.id, Jakarta – Setelah meluncurkan Nokia 9 PureView, HMD Global juga meramaikan Mobile World Congress (MWC 2019) dengan meluncurkan ponsel baru lainnya, Nokia 210. Feature phone Nokia ini dibanderol dengan harga murah, yakni $ 35 atau sekitar Rp 489 ribu.

Dilansir Telko.id dari India Today pada Selasa (26/02/2019), Nokia 210 disebut-sebut sebagai Feature phone yang sudah terkoneksi internet dengan harga paling terjangkau.

Nokia 210 mendukung akses internet dan dilengkapi dengan App Store sendiri. Secara spesifikasi Nokia 210 juga dilengkapi dengan Opera Mini yang sudah dimuat sebelumnya dan mendukung penggunaan kartu SIM ganda.

Tampaknya Nokia 210 tidak mendukung jaringan 4G, karena HMD tidak menyebutkan hal itu selama peluncurannya di ajang MWC 2019. Memori penyimpanan Nokia 210 tampaknya sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Mereka melengkapi Nokia 210 dengan RAM 4 Megabyte (MB) dan penyimpanan internal 16MP. Kemudian Nokia 210 memiliki layar QVGA 2,4 inci dan keypad alfanumerik tradisional.

{Baca juga: Smartphone Menengah jadi Fokus Utama, Nokia: Biar Gak Mahal}

Ponsel ini memiliki daya baterai sebesar 1020mAh dan mendukung FM. Selain itu, Nokia 210 hadir dengan game Classic Snakes yang sudah banyak ditemukan di seri ponsel Nokia sebelumnya.

Nokia telah mempertahankan posisi yang kuat di banyak pasar, terutama India. HMD telah menjadi pemimpin pasar dalam segmen telepon fitur selama dua kuartal terakhir, dan perusahaan akan berupaya mempertahankan posisinya di segmen ini dengan bantuan Nokia 210.

Nokia 210 akan tersedia di pasar tertentu mulai minggu depan. Perusahaan ini kemungkinan akan meluncurkan Nokia 210 di India, yang merupakan salah satu pasar ponsel terbesar di dunia. Namun sampai sekarang, tidak ada kepastian tanggal kapan Nokia 210 akan dirilis di India.

Di MWC 2019 HMD Global resmi mengumumkan smartphone anyarnya yakni Nokia 9 PureView di ajang tahunan tersebut. Smartphone ini cukup bikin penasaran dan sudah lama dinanti, karena diklaim memiliki kemampuan fotografi yang luar biasa dengan mengusung 5 kamera.

{Baca juga: Nokia 9 PureView, Ponsel 5 Kamera Pertama di Dunia}

Dari sisi desain, Nokia 9 PureView nampak masih tetap setia dengan gaya yang telah dibangun HMD selama beberapa tahun terakhir. Bentuk persegi panjang dengan penampilan yang sederhana dan elegan, lis aluminium dan kaca di bagian belakang, melengkung ke arah tepi untuk pegangan yang lebih nyaman.

Sementara pada bagian layarnya, smartphone ini memiliki layar 5,99 inci dengan rasio aspek 18: 9. Resolusi ini ditandai sebagai QHD+, yang berarti 1440 x 2880 dan merupakan panel OLED untuk warna hitam pekat dan warna cerah. [NM/HBS]

Sumber: India Today