Telko.id, Jakarta – Era industri musik dalam bentuk fisik seperti CD dan vinyl (piringan hitam) sudah dianggap berlalu setelah masuknya era musik streaming yang dimotori iTunes bikinan Apple. Tapi benarkah penikmat musik sudah meninggalkan media fisik? Ternyata tidak, karena penjualan CD dan vinyl malah meningkat.
Musik yang tersedia dalam media fisik seperti CD dan vinyl butuh sumber daya saat diproduksi, dan juga memakan tempat untuk dikoleksi.
Saat pertama kali diperkenalkan, musik digital dianggap sebagai standar baru di dunia musik. Tapi, tahukah bahwa ada fakta menarik terkait kecenderungan konsumen di AS?
Penjualan CD dan vinyl di AS bertambah banyak. Bahkan, penjualannya lebih banyak dibandingkan unduhan iTunes. Informasi tersebut berasal dari data yang dirilis Asosiasi Industri Rekaman Amerika RIAA (Recording Industry Association of America).
Menurut RIAA, total penjualan unduhan pada tahun 2018 – yang dipimpin iTunes – turun hampir 30%, menjadi kurang dari $ 1 miliar. Pembelian unduhan album lengkap juga turun sebesar 25%.
Singkatnya, penjualan unduhan musik streaming mewakili lebih dari 40% pendapatan industri musik pada tahun 2013, naik 11% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan media fisik termasuk CD dan vinyl, menurut laporan baru RIAA, turun 23 persen tetapi mencapai $ 1,15 miliar, sehingga merambah penjualan unduhan digital.
Hasil lain yang menarik dari laporan baru, penggemar musik membeli hampir $ 420 juta vinyl pada tahun 2018, atau hampir sama dengan jumlah yang dihabiskan orang untuk membeli unduhan album dari iTunes tahun lalu.
Tapi, bukan berarti musik dalam bentuk fisik akan menggantikan musik digital. Sekalipun unduhan musik digital mengalami penurunan, tapi layanan streaming musik di AS tetap naik tajam.
{Baca juga: Pengguna Spotify Premium Bertambah, Berapa Banyak Sih?}
Penghasilan label rekaman di AS dari layanan streaming musik mencapai 75 persen. Tidaklah mengherankan melihat ada banyak perusahaan mencoba merilis layanan streaming musik sendiri.
Saat ini, Spotify masih menjadi raja dalam layanan musik streaming. Tapi, Apple Music mengejar di belakang mereka. Layanan musik streaming Apple itu mungkin bisa menutup kerugian akibat penurunan unduhan iTunes. [BA/HBS]
Telko.id – Wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) memang masih banyak membutuhkan dukungan infrastruktur termasuk juga infrastruktur telekomunikasi. Itu sebabnya, sebagai salah satu operator di Indonesia, Smartfren hadir di salah satu kepulauan terluar Indonesia, tepatnya di Kabupaten Natuna dengan layanan 4G LTE nya.
Layanan ini juga merupakan bentuk dukungan dalam pemanfaatan komunikasi demi mengembangkan potensi sosial dan ekonomi masyarakat serta percepatan pembangunan di Natuna.
“Khusus untuk pemerintah kabupaten Natuna, kami berharap hadirnya Smartfren dapat mempermudah komunikasi juga koordinasi antar para pemangku kepentingan,” ujar Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren.
Merza menambahkan, Kita melihat bahwa Natuna memiliki bonus demografi yang sangat baik karena letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam. Namun di sisi lain, Natuna memiliki tantangan yaitu kontur wilayahnya yang cukup menantang dan berbentuk kepulauan. Untuk itu hadirnya layanan Smartfren di Natuna diharapkan dapat memberikan kemudahan akses komunikasi dan telekomunikasi bagi warga di daerah tersebut.
Bukan sekedar menyediakan layanan telekomunikasi saja, Smartfren juga berharap dapat menjadi partner dari kota Ranai di Natuna sebagai Smart City.
Kehadiran Smartfren ini juga diharapkan oleh Bupati Kabupaten Natuna, Hamid Rizal, dapat mempercepat kesejajaran Kabupaten Natuna dengan Kabupaten dan kota-kota lain di Indonesia, serta dapat mengatasi permasalahan ketersediaan sarana komunikasi dan akses informasi yang ada.
“Hadirnya Smartfren sangat kami apresiasi, karena kami melihat salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi Kabupaten Natuna adalah kelancaran dan kecepatan sarana komunikasi dan informasi,” ungkap Hamid.
Mulai Februari 2019, 15 pemancar sinyal (Base Transceiver Station) Smartfren sudah beroperasi di wilayah Natuna. Hadirnya layanan ini menjadikan masyarakat Natuna dapat merasakan kenyamanan dalam melakukan streaming video dan musik, bersosial media, hingga browsing melalui jaringan Smartfren 4G LTE. Adapun secara detail wilayah yang sudah tercakup layanan Smartfren adalah Kecamatan Bunguran Timur, sebagian Bunguran Tengah dan Selatan.
Smartfren memiliki keunggulan tersendiri sebagai operator telekomunikasi karena merupakan satu-satunya operator yang hanya menyediakan jaringan full 4G di Indonesia. Selain unggul dalam layanan data, Smartfren menyediakan layanan Selular (Voice, SMS & Internet) yang dapat digunakan di semua jenis HP/Smartphone 4G LTE. Saat ini cakupan jaringan Smartfren 4G LTE telah hadir di lebih dari 200 kota di seluruh Indonesia.
Hadirnya jaringan 4G LTE Smartfren di hampir seluruh wilayah Indonesia dan Natuna khususnya, diharapkan dapat menjadi pemersatu bangsa dan menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan bangsa serta mendorong kemajuan bangsa untuk membentuk masyarakat yang modern dengan segala macam aktifitas dan mobilitasnya, seperti chatting, streaming, shopping, sosmed dan lain sebagainya. Untuk itulah, Smartfren dengan layanan data Smartfren Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota dapat memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Natuna.
Sebagai bentuk apresiasi hadirnya Smartfren di Natuna, selama periode promo ini (6 Maret hingga 6 September 2019), Smartfren memberikan Program Unlimited Internet (Internetan Sampai Puas) dengan batas pemakaian wajar dan hanya berlaku untuk area Natuna. Selain itu, saat ini beberapa produk modem wifi seri M6 dan home router Wibox sudah bisa didapatkan di Natuna.
Dengan adanya layanan data internet berkecepatan tinggi dan stabil, Smartfren yakin bahwa layanannya dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dengan memperudah pertukaran informasi, e-commerce dan menciptakan layanan jasa digital terbaru. Saat ini, jaringan beserta ekosistem layanan data telah hadir di masyarakat dan sudah waktunya masyarakat memanfaatkan layanan 4G LTE untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia melalui kreasi dan inovasi tiada henti oleh masyarakat yang maju dan dinamis. (Icha)
Telko.id, Jakarta – Kemajuan yang luar biasa di bidang teknologi, khususnya dalam beberapa tahun terakhir telah memunculkan banyak robot mengerikan di dunia. Beberapa sudah dikenalkan, beberapa lagi dalam pengembangan. Bersamanya, kemampuan-kemampuan baru pun datang. Bahkan mungkin tak satupun dari kita pernah membayangkannya.
Saat ini, robot bisa melakukan banyak hal. Bukan sekedar mengambil meminuman, menjaga rumah, ataupun mengantar makanan. Kini robot bahkan bisa berkomunikasi seperti manusia, bahkan belajar.
Di bawah ini, melansir List25 kami mencatat sejumlah robot yang bisa berlari lebih cepat dari manusia, berpikir lebih cerdik, dan beberapa bahkan bukannya tidak mungkin berpikir untuk melukai Anda. Nah, diantara robot-robot yang berpotensi melakukan itu, berikut 8 diantaranya. Bayangkan mereka ada di sekitar kita, banyak, dan mulai berpikir tentang misi menguasai dunia. Hiii…..
{Baca juga: Kocak, Robot Mini Chettah Bisa Salto, Lihat Videonya!}
1. GhostSwimmer
GhostSwimmer adalah kendaraan bawah laut tak berawak yang dirancang untuk meniru hiu atau ikan besar lainnya yang berenang di air. “Penyamaran” sederhana ini memungkinkannya melakukan pengintaian dan pengawasan sub-akuatik pada kedalaman hingga 300 kaki sambil tetap tersembunyi dengan cara yang tidak bisa dilakukan kapal selam. Karena alasan ini, Angkatan Laut AS berencana untuk akhirnya menggunakan GhostSwimmer untuk memonitor lautan tanpa membahayakan nyawa manusia.
2. BioticANTS
Satu lagi robot yang didesain berdasarkan hewan hidup, namanya RobiticANTS. Seperti namanya, ini terinspirasi oleh semut, dan mungkin Ant Man. Robot insektoid ini bersifat otonom, artinya mereka dapat berfungsi sendiri dan bereaksi terhadap rangsangan di sekitar secara real time, namun, seperti halnya semut sungguhan robot ini jauh lebih fokus pada kelompok daripada individu. Mereka dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan RoboticANTS lain di dekatnya untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Jadi, mungkin hanya tinggal menunggu waktu hinggakita melihat segerombolan robot serangga kecil berkeliaran.
3. BigDog
Memiliki ukuran yang hampir sama dengan keledai kecil, BigDog adalah robot yang didanai militer dan diproduksi oleh perusahaan milik Google, Boston Dynamics. Robot ini punya kemampuan untuk membawa hingga 100 pound dan melintasi medan kasar yang tidak mungkin dilakukan robot dengan roda.
{Baca juga: Wow.. Ada Robot ‘Khotbah’ Ajaran Buddha di Kuil Kyoto}
Sebagai robot quadrupedal pertama Boston Dynamics, teknologi yang dibawa BigDog telah berubah secara drastis dari waktu ke waktu, dan ini menjadi dasar bagaimana banyak robot masa depan akan dimodelkan.
4. Actroid-F
Siapapun yang masih dibuat kesulitan untuk membedakan mana perempuan asli dan mana transgender mungkin juga akan dibuat bingung jika harus memilih satu diantara ketiga perempuan di atas. Asal tahu saja, yang ada di tengah-tengah itu sama sekali bukan manusia lho, apalagi perempuan sejati. Actroid-F, demikian dia dipanggil, merupakan sebuah android eksperimental yang dibuat oleh Hiroshi Ishiguro dari Universitas Osaka dengan tujuan menciptakan android yang paling mirip dengan manusia. Actroid-F sendiri dapat berbicara, berkedip, mengenali ekspresi wajah, dan bereaksi dengan caranya sendiri. Hmm… kebayang melihat ini dalam jumlah banyak dan berkeliaran di jalan atau pusat perbelanjaan.
5. Stripper Bots
Dibuat oleh pengembang perangkat lunak asal Jerman, Tobit Software, robot penari tiang ini ditampilkan di pameran CeBIT di Hanover pada tahun 2014, dan, belum lama ini di sebuah klub di Las Vegas. Tepatnya saat berlangsungnya ajang Consumer Electronics Show 2018. Sepintas, robot ini memang terlihat sederhana, tapi tunggu sampai dia menari dengan tarian robotnya dan kepala kamera keamanan di badannya.
6. Kuratas
Anda yang berpikir bahwa robot raksasa yang bisa dinaiki ini hanya bisa ditemukan di komik atau film animasi, sebaiknya berpikir ulang. Terinspirasi oleh anime yang ditontonnya sewaktu kecil, Kogoro Kurata menghubungi Industri Berat Suidobashi untuk membuat Kuratas; robot raksasa yang tingginya 13 kaki, beratnya sekitar 5 ton, dan memiliki sejumlah lampiran termasuk BB minigun yang berputar, peluncur roket, dan tangan humanoid yang sangat cekatan. Apa kabarnya kalau harus perang melawan mereka?
7. WildCat
Meskipun tidak secepat pendahulunya yang lebih kecil, Cheetah, WildCat memiliki rekor untuk robot quadrupedal jalan bebas tercepat di 19,8 mph, dan dapat mempertahankan kecepatan dan stabilitasnya saat bermanuver dan berbelok di tikungan. Para insinyur di Boston Dynamics berharap pada akhirnya WildCat dapat berjalan pada kecepatan 50 mph atau lebih, dan mereka mendapat dukungan finansial tidak lain dari DARPA untuk memastikan mereka memiliki apa pun yang diperlukan untuk memenuhi tujuan mereka.
8. Robugtix T8X
Tampangnya menjawab semua pertanyaan mengapa robot ini dimasukkan ke dalam kategori mengerikan. Faktanya, kita memang berhadapan dengan sebuah robot laba-laba raksasa disini, yang telah diprogram untuk bergerak dan berperilaku persis seperti laba-laba sungguhan. Untung, T8X hanyalah mainan yang dikendalikan dari jarak jauh. Robugtix sendiri, sebagai perusahaan di belakang T8X, disebut-sebut masih memiliki sejumlah robot laba-laba lainnya dalam pengerjaan. Konon katanya, lebih besar, lebih otonom, dan bahkan lebih mengerikan.
Telko.id, Jakarta – Pendiri Amazon, Jeff Bezos masih menduduki posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia. Artinya, untuk kali kedua Bezos berhasil mengalahkan bos Microsoft, Bill Gates yang langganan di puncak daftar orang terkaya di dunia sejak 2014.
Dilansir Times of India, seperti dikutip Telko.id, Rabu (06/03/2019), Bezos sekarang mengantongi harta USD 131 miliar atau setara Rp 1.830 triliun. Sementara Gates di tahun ini memiliki harta sebesar USD 96,5 miliar atau setara Rp 1.350 triliun.
Harta Bezos melonjak USD 19 miliar atau Rp 269 triliun hanya dalam waktu setahun. Pada 2018, harta Bezos tercatat USD 112 miliar atau setara Rp 1.512 triliun. Di posisi ketiga, ada nama Warren Buffett, bos Berkshire Hathaway dengan kekayaan USD 82,5 miliar atau sekitar Rp 1.150 triliun.
{Baca juga: Ini Daftar 10 Miliarder Muda Terkaya di Dunia, Asia Dominasi}
Selanjutnya, di posisi empat bercokol Bernard Arnault, pemilik LVMH dengan harta USD 76 miliar atau lebih kurang Rp 1.060 triliun. Kemudian menguntit Arnault, ada Carlos Slim Helu, bos Telecom dengan total kekayaan USD 64 miliar atau sekitar Rp 896 triliun.
Lantas, berturut-turut ada Amancio Ortega, bos Zara dengan harta USD 62,7 miliar atau Rp 877,80 triliun, Larry Ellison dari Oracle dengan harta USD 62,5 miliar atau Rp 875 triliun, dan bos Facebok, Mark Zuckerberg dengan harta USD 62,3 miliar atau Rp 872,20 triliun.
Terakhir, di posisi sembilan dan 10, ada Michael Bloomberg dengan harta USD 55,5 miliar atau sekitar Rp 777 triliun dan Larry Page, bos Alphabet selaku induk perusahaan Google dengan total kekayaan USD 50,8 miliar atau lebih kurang Rp 711,20 triliun.
{Baca juga: Foto Ini Buktikan Kalau Bill Gates Juga Manusia Biasa}
Sebelumnya dilaporkan, para miliarder dunia tampaknya mengubah sikap terkait pemberian donasi atau sumbangan kepada mereka yang membutuhkan. Sepanjang 2018, donasi dari sejumlah miliarder tercatat turun ketimbang 2017, termasuk Bezos.
India Today melaporkan, pada tahun lalu ada 50 miliarder yang masuk daftar paling dermawan. Satu di antaranya adalah pendiri Bezos. Ia untuk kali pertama masuk dalam daftar tersebut. Sementara Gates dan Zuckerberg, sudah lama masuk dalam daftar itu.
Namun, dalam daftar sumbangan pada 2018, 50 orang terkaya di Amerika Serikat hanya menyumbangkan harta sebanyak USD 7,8 miliar lewat donasi terbuka. Jumlah tersebut tercatat sangat jauh dibanding sumbangan 2017 yang mencapai USD 14,7 miliar. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Corning telah siapkan lapisan Gorilla Glass khusus smartphone lipat. Perusahaan tersebut sadar, bahwa biaya perbaikan untuk layar lipat yang fleksibel pasti akan mahal, sehingga mau tak mau pemilik smartphone lipat harus bisa melindungi layar smartphone-nya dari kejadian yang tidak diinginkan.
Corning punya sejarah panjang dalam menyediakan kaca pelapis yang kuat untuk layar smartphone. Menurut Ubergizmo, dilansir Telko.id pada Rabu (06/03/2019), lapisan Gorilla Glass itu akan cocok digunakan di smartphone layar lipat.
Diungkapkan General Manager Corning, John Bayne, kaca pelapis ini akan dapat digunakan dalam waktu dua tahun mendatang.
{Baca juga: Paten Apple Ungkap Solusi Hindari Kerusakan Layar Lipat}
Ia menambahkan, tantangan besar untuk Corning adalah menciptakan kaca dengan ketebalan cukup tipis. Kaca tersebut harus dibengkokkan, tapi masih cukup kuat sehingga bisa melindungi layar yang dilapisinya.
John mengatakan, Corning berusaha mencari cara untuk mencapai jarak lengkungan setebal 3 hingga 5 mm untuk kaca setebal 0,1 mm. Dengan demikian, layar lipat smartphone bisa setebal 6 hingga 10 mm dengan lapisan kaca Gorilla.
“Tantangan teknisnya adalah, bisakah Anda menjaga radius lengkungan 3 hingga 5 mm dan juga meningkatkan resistansi kaca terhadap kerusakan. Itulah yang ingin kami tuju,” kata John.
Baru-baru ini, Samsung dan Huawei saling klaim bahwa teknologi smartphone lipatnya lebih unggul satu sama lain. Bos Huawei Mobile Business, Richard Yu misalnya, mengatakan jika desain perangkat yang ditawarkannya jauh lebih baik dari Galaxy Fold.
{Baca juga: Bos Huawei Sindir Samsung Galaxy Fold, Apa Katanya?}
Yu meyakini, perangkat dengan memiliki layar ganda akan menjadikan bobot smartphone terlalu berat. Huawei sendiri akhirnya memutuskan untuk menggunakan desain berbeda pada Huawei Mate X.
Smartphone ini hadir dengan layar berukuran 8 inci dan didesain agar layarnya dapat dilipat ke luar. Ketika dilipat, layar bagian depan berukuran 6,6 inci dan aspek rasio 19,5 : 9 akan aktif, sementara layar yang berada di bagian belakang dengan ukuran 6,38 inci dan aspek rasio 25 : 9 akan mati.
Namun desain tersebut dinilai memiliki kekurangan, panel layar Mate X terpapar lingkungan sekitar tanpa perlindungan. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam jangka waktu lama, daya tahan Huawei Mate X berpotensi tidak sebaik perangkat premium Samsung tersebut. (BA/FHP)
Telko.id, Jakarta – Kinerja Indosat Ooredoo menunjukan pergerakan positif di kuartal 4 2018. Tercatat pertumbuhan pendapatan Indosat sebesar 11,7% dibanding triwulan sebelumnya. Salah satu penyebab pertumbuhan adalah kontribusi pendapatan layanan Data yang tumbuh 6% dibanding triwulan sebelumnya.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Telko.id pada Rabu (06/03/2019), pertumbuhan ini diakibatkan oleh inisiatif penyesuaian harga yang dimulai pada semester 2 tahun 2018 serta didukung oleh peningkatan volume data trafik.
Tercatat bahwa belanja modal atau CAPEX tahun 2018 sebesar Rp 9,3 triliun atau tumbuh sebesar 48,9% dibanding tahun 2017, seiring dengan percepatan penggelaran jaringan 4G yang dimulai pada triluwan 4 tahun 2018.
Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter mengatakan telah terjadi pertumbuhan berturut-turut dalam 2 kuartal terakhir di tahun 2018, dan itu menunjukan bahwa Indosat telah mengambil langkah tepat dalam mengelola perusahaan di masa transisi.
{Baca juga: Indosat Ooredoo Resmikan Gerai dengan Konsep Digital}
“Kami telah menerapkan strategi baru di berbagai bidang yang kami namakan LEAD. Strategi ini kami fokuskan untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Chris Kanter.
Dibandingkan dengan kinerja tahun 2017, pendapatan Indosat di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 22,7% menjadi Rp 23,1 triliun dan penurunan EBITDA sebesar 49,1% menjadi Rp 6,5 trilun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan EBITDA marjin dicatat sebesar 28.1% pada tahun 2018 ini.
Penurunan ini terjadi akibat oleh adanya transformasi industri telekomunikasi melalui penerapan peraturan registrasi Sim Card yang memicu persaingan ketat antar operator pada semester 1 tahun 2018 lalu.
Selain itu basis pelanggan di tahun 2018 tercatat sebesar 58,0 juta atau turun 47,3% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Namun tingkat churn atau mobilitas keluar masuk, terus turun dan stabil sebesar 12% pada akhir tahun 2018.
Kemudian ekspansi jaringan yang masif dalam triwulan terakhir 2018 telah menghasilkan lebih dari 1000 site 4G per minggu, dengan kecepatan tertinggi sebanyak 1200 site per minggu.
Di tahun 2018, Indosat telah menambah 9.871 BTS 4G dibanding tahun lalu, dimana saat ini Perusahaan mengoperasikan 17.050 BTS 4G di 376 kota dengan cakupan lebih dari 80% populasi.
{Baca juga: Indosat Ooredoo “Curhat” Rencana Merger ke Presiden Jokowi}
Indosat ooredoo terus melaksanakan inisiatif-inisiatif optimalisasi biaya. Total biaya sepanjang tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Indosat juga berhasil mengurangi 77,7% porsi utang dalam USD, dari sebesar USD 90,3 juta atau Rp 1,2 triliun (mewakili 6,3% dari total utang) di tahun 2017 menjadi sebesar USD 20,1 juta atau Rp 284 miliar (mewakili 1,4% dari total utang) di tahun 2018. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo bekerja sama dengan Universitas Teknologi Nanyang Singapura (NTU) untuk melakukan uji coba bus listrik otonom di tahun ini. Mereka telah mulai melakukan uji coba bus listrik otonom pada Selasa (05/03).
Dikutip dari Reuters, pada Rabu (06/03/2019), Singapura dengan kepadatan penduduk yang tinggi, mendorong pengembangan teknologi tanpa pengemudi atau teknologi onotom. Harapannya, para penduduk di sana jadi lebih memilih transportasi massal atau angkutan umum.
Menurut Presiden NTU, Subra Suresh, satu unit bus listrik otonom akan beroperasi di sekitar kampus hingga beberapa bulan ke depan. Jika dinilai sukses, barulah mereka akan meluncurkan bus tersebut ke jalan raya setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah.
{Baca juga: Bisa Jadi Jet Tempur, Ini Kemampuan Pesawat Otonom Boeing}
Dia berharap, uji coba akan diteruskan hingga go public dalam waktu satu tahun. Sementara bus listrik kedua akan menjalani uji coba di depot bus kota.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Volvo Buses, Hakan Agnevall mengatakan bus otonom ini memiliki panjang 12 meter, dan dapat mengangkut hingga 80 penumpang. Ia mengklaim, bus ini merupakan bus listrik full-sized otonom pertama di dunia.
“Ini adalah jenis kendaraan yang akan digunakan operator nyata, dan itu sebabnya merupakan tonggak sejarah,” ujar Hakan.
{Baca juga: Di Masa Depan, Robot Anjing jadi “Tukang Antar Paket”}
Singapura berada di peringkat nomor dua secara global dalam indeks yang menilai keterbukaan dan kesiapan negara-negara terhadap kendaraan otonom, menurut sebuah laporan terbaru oleh KPMG. Negara tetangga Indonesia itu berharap mengoperasikan bus otonom di jalan umum di tiga kabupaten berbeda mulai 2022 mendatang. (BA/FHP)
Telko.id, Jakarta – Apple masih melayani servis iPhone yang sudah mengalami penggantian baterai dari pihak ketiga atau non-Apple di Apple Store maupun Apple Authorized Service. Padahal sebelumnya, Apple tidak melayani perbaikan iPhone KW atau iPhone dengan komponen dari pihak ketiga.
Apple hanya mewajibkan semua komponen internal yang ada di iPhone tetap dalam kondisi original atau hanya boleh diganti oleh Apple untuk tetap dapat mendukung layanan perbaikan resmi.
Namun, kebijakan berubah sejak 2017, yang pada awalnya hanya berlaku untuk komponen layar. Tapi sekarang, Apple bersedia memperbaiki iPhone dengan baterai yang sudah diganti dengan komponen tak asli alias KW.
{Baca juga: Video Rahasia Panduan Servis iPhone X Terungkap}
Menurut Apple Insider, seperti dikutip Telko.id, Rabu (06/03/2019), informasi tersebut berasal dari dokumen internal Apple dan beberapa sumber lain yang terungkap. Di dalamnya terdapat keterangan rinci terkait proses servis.
Apabila perbaikan yang diperlukan di luar dari bagian baterai dan diketahui telah diganti oleh merek pihak ketiga, teknisi Apple boleh mengabaikannya dan melakukan perbaikan di komponen yang diperlukan saja.
Sebagai misal, teknisi Apple cukup melakukan perbaikan layar, logic board, dan mikrofon. Tentunya, biaya perbaikan sudah ditetapkan oleh Apple. Lalu, bagaimana jika ternyata masalah disebabkan baterai pihak ketiga?
{Baca juga: Begini Cara Perbaiki Flashdisk yang Rusak}
Teknisi Apple mendapat izin untuk menggantinya. Namun, prosedurnya adalah kondisi baterai harus di bawah 60 persen sebelum proses penggantian dilakukan. Kalau baterai KW dalam kondisi rusak, tentu aturannya berbeda.
Demikian pula berlaku prosedur yang sama apabila pemasangannya tidak sesuai atau masalah lain. Tatkala menemui kejadian seperti itu, teknisi Apple mendapat izin untuk mengganti seluruh iPhone dengan biaya khusus. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Forbes menobatkan Kylie Jenner sebagai miliarder termuda dunia. Kylie berhasil mengambil posisi bos Facebook, Mark Zuckerberg, yang punya harta mencapai USD 1 miliar atau Rp 14,4 triliun pada usia 23 tahun.
Kylie yang sekarang baru berusia 21 tahun, telah memiliki total kekayaan mencapai USD 1 miliar atau setara Rp 14,4 triliun. Salah satu sumber kekayaannya berasal dari perusahaan kosmetik yang dimiliki oleh Kylie.
Menurut laporan CNET, seperti dikutip Telko.id, Rabu (06/03/2019), perusahaan kosmetik milik Kylie dengan merek dagang Kylie Cosmetics memiliki nilai alias valuasi hingga USD 900 miliar atau setara Rp 12,72 triliun.
Kylie Cosmetics, yang awal pemasarannya mengandalkan media sosial dan hanya menjual produk melalui situs resmi tersebut mengalami lonjakan pendapatan sebesar sembilan persen atau mencapai USD 360 juta atau Rp 5 triliun.
Pada pertengahan November 2018, Kylie Cosmetics untuk kali pertama dalam tiga tahun menandatangani perjanjian kerja sama distribusi dengan distributor kosmetik kenamaan asal Amerika Serikat, Ulta.
{Baca juga: 10 Foto dengan Like Terbanyak di Instagram, Nomor 6 Mengejutkan!}
Dalam waktu enam minggu, penjualan Kylie Cosmetics di Ulta telah mencapai USD 54,5 juta atau Rp 771,3 miliar. Kylie sendiri telah memulai bisnis pada 2015 hanya dengan bantuan tujuh karyawan tetap dan lima pekerja paruh waktu.
Proses pemasaran produk Kylie Cosmetics sebagian besar dilakukan melalui media sosial. Dengan modal ratusan juta pengikut di Snapchat, Instagram, Facebook, hingga Twitter, Kylie sukses memasarkan berbagai produk. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta –Smartfren Telecom menyatakan siap mendukung dan melaksanakan amanat Surat Edaran Menkominfo Nomor 3 Tahun 2019 tentang bebas internet pada saat Hari Raya Nyepi. Untuk itu, layanan internet Smartfren akan dimatikan sementara waktu saat perayaan Nyepi di Bali.
Hal itu dilakukan Smartfren juga sebagai langkah nyata untuk memaknai kekhidmatan masyarakat di Bali saat merayakan Hari Raya Nyepi 2019 dan Tahun Baru Saka 1941.
Langkah yang diambil Smartfren ini juga sesuai dengan Surat Gubernur Bali Nomor 027/1342/Set/Diskominfos 21 Februari 2019 perihal bebas internet pada saat hari Nyepi.
{Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}
Menindaklanjuti surat edaran tersebut, maka pada hari Nyari di Bali, layanan internet Smartfren akan tidak dapat dinikmati masyarakat Bali sebagaimana hari-hari biasa.
Presiden Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys memastikan bahwa kualitas layanan Smartfren di objek vital akan tetap terjaga demi kelancaran koordinasi jika memang terjadi kondisi darurat.
“Untuk area objek vital dan layanan umum lainnya, yang sifatnya harus tetap berlangsung, seperti layanan rumah sakit, Kantor Kepolisian, instalasi Militer, BPBD, BMKG, BASARNAS, Pemadam Kebakaran, maka komunikasi masih dapat digunakan. Layanan akan kembali normal sebagaimana mestinya, pada Jumat 8 Maret 2019 Pk. 06.00 WITA,” papar Merza.
{Baca juga: Warga Bali Bakal Punya Kartu Perdana Khusus Smartfren}
Sebelumnya, Smartfren juga memberikan beberapa bentuk dukungan bagi masyarakat Bali lewat program bertajuk “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Lewat program ini Smartfren menghadirkan kartu perdana khusus Bali pada Februari 2019 yang lalu, serta kampanye anti kantong plastik, anti hoax, dan anti internet boros. [HBS]