Telko.id, Jakarta – Startup yang fokus pada perawatan gigi, Quip, baru-baru ini merilis sikat gigi pintar untuk anak. Mirip dengan sikat gigi elektrik dewasa, alat ini memiliki pengaturan waktu selama 30 detik. Otomatis mati pada menit kedua.
Dilansir TechCrunch, kendati diklaim mirip, ada beberapa perbedaan antara sikat gigi dewasa dan anak. Terdapat beda di pegangan plastik antiselip, kepala sikat yang ukurannya lebih kecil dan terdapat warna baru.
Sikat gigi anak dibanderol mulai dari US$25-30 atau sekitar Rp350-423 ribu. Biaya langganan akan dikenakan untuk pengguna.
{Baca juga: Sikat Gigi Pintar Ini Dilengkapi Kamera 10MP}
Mereka akan mendapat kepala sikat dan pasta gigi rasa setiap bulannya. Kepala Eksekutif Quip, Simon Enever mengatakan, menjaga kesehatan mulut dimulai sejak usia dini.
“Jika kita ingin memenuhi misi untuk meningkatkan kesehatan mulut, lebih baik membuang kebiasaan buruk dan membentuk kebiasaan baik sejak usia dini. Bangun kebiasaan yang benar sebelum berusia sembilan tahun,” katanya.
Quip merupakan perusahaan yang menyediakan alat pembersih gigi elektrik berbasis langganan. Layanan yang mereka hadirkan ialah penggantian kepala sikat dan pasta gigi. Alasannya adalah sebagian dari masyarakat tampak mengganti sikat gigi per tiga bulan.
Sejak diluncurkan, perusahaan terus mengembangkan platform. Salah satu inisiasinya adalah dengan mengundang dokter gigi. Enever mengatakan, dokter gigi meminta diciptakan sikat gigi yang sama untuk anak-anak.
{Baca juga:Setelah Mobil Otonom, Kini Muncul “Sikat Gigi Otonom”}
“Hal terbesar yang diinginkan dokter gigi adalah membuat anak-anak ingin menyikat gigi,” kata Enever. Perusahaan ini juga telah mengakuisisi startup asuransi gigi, Afora dengan nilai US$10 juta, atau sekitar Rp141 miliar,” ujarnya. [BA/HBS]
Telko.id, Jakarta – MacBook Pro 2016 dan MacBook Pro 2017 pernah mengalami masalah Flexgate. Tampilan LED ke layar tidak normal atau membuat efek seperti cahaya lampu sorot ke panggung. Kini masalah itu disebutkan kembali ditemukan di MacBook Pro 2018.
Istilah yang biasa digunakan adalah stage-light effect. Kabarnya, hal itu bisa terjadi karena Apple membuat desain kabel layar yang kurang sempurna dan jika perangkat komputer sudah berumur 1–2 tahun kabel akan mengalami masalah.
Parahnya lagi, desain baru di MacBook Pro 2016 membuat komponen kabel tersebut melekat ke komponen layar. Sebagai dampaknya, biaya perbaikan perangkat menjadi sangat mahal, yaitu mencapai USD 700.
{Baca juga: Pengguna Sebut MacBook Pro Punya Masalah “Flexgate”}
Dalam catatan terbaru di iFixit, seperti dilaporkan MacRumors, ternyata ditemukan sebuah fakta menarik. Menurut iFixit, Apple telah mengubah desain kabel dari layar MacBook Pro ke mesinnya di generasi MacBook Pro 2018.
Secara tidak langsung, Apple mungkin tahu mengenai masalah Flexgate dan merilis perbaikannya di komputer keluaran terbarunya, bahkan sebelum masalah tersebut ramai dibicarakan.
Sebelumnya, bug atau cacat perangkat lunak mengakibatkan crash sehingga MacBook Pro harus dimatikan paksa. Jarang ada bug yang membuat kerusakan fisik dan permanen di perangkat keras komputer.
{Baca juga: MacBook Pro & iMac Pro Tak Bisa Diperbaiki Pihak Ketiga}
Namun, akibat bug di Adobe membuat speaker di MacBook Pro mati total. Dalam serangkaian unggahan di forum Adobe Premiere CC, sebuah bug di perangkat lunak mengakibatkan kerusakan di speaker MacBook Pro. Speaker perangkat tersebut meledak. [BA/HBS]
Telko.id, Jakarta – Apple kabarnya bakal membuka 1.200 lowongan pekerjaan baru dalam tiga tahun ke depan di San Diego. Asal tahu saja, San Diego selama ini menjadi markas Qualcomm.
Keputusan Apple membuka ribuan lowongan pekerjaan muncul di tengah pertarungan hukum antara Apple dan Qualcomm. Sekadar informasi, Qualcomm menuduh Apple melanggar paten.
Bulan lalu, Apple bahkan dilaporkan telah memindahkan divisi tim teknisi chip ke grup teknologi internal. Hal itu mengindikasikan bahwa Apple tengah berupaya membuat modem sendiri.
Walikota San Diego, Kevin Faulconer, secara tegas mendukung keputusan Apple. Seperti dikutip Telko.id dari CNBC, Kamis (7/3/2019), dukungan tersebut disampaikan via akun resmi Twitter.
Ia mengatakan, lowongan kerja baru dari Apple akan menambahkan jumlah pekerjaan di San Diego sebesar 20 persen. Pada akhir tahun ini, Apple pun berencana membuka 200 lowongan kerja baru.
Apple mengemukakan, lowongan pekerjaan baru yang akan dibuka menyasar berbagai posisi. Apple membutuhkan personel untuk tim teknisi, baik di bidang perangkat keras maupun perangkat lunak.
Tak cukup, Apple juga berencana membangun kantor seluas ribuan meter persegi. Di sana bakal terdapat laboratorium dan tempat penelitian. Kantor itu akan dipakai oleh karyawan baru Apple.
Sebelumnya, Apple dikabarkan sedang membuka lowongan pekerjaan. Apple mencari kandidat-kandidat potensial untuk mengisi posisi anggota tim analis yang berhubungan dengan Siri.
{Baca juga: Apple Akhirnya Menangkan Sengketa Chip atas Qualcomm}
Menariknya, untuk mengisi kebutuhan tersebut, Apple tidak mencari penyandang gelar insinyur. Sebaliknya, Apple mencari sosok-sosok kreatif yang mahir dan terbiasa menganalisa media sosial.
Telko.id, Jakarta – Sony mengembalikan uang kepada para pemain game PlayStation 4 (PS4) yang membeli Anthem. Anthem adalah game terbaru besutan EA yang ternyata memiliki permasalahan serius.
Dilansir Variety, Sony mengembalikan uang dalam jumlah penuh kepada para pemain game PS4. Mereka yang menerima ganti rugi adalah yang membeli game Anthem dari layanan PlayStation Store.
Meski demikian, dikutip Telko.id, Kamis (7/3/2019), kebijakan itu tak berlaku di semua negara. Sebab, hanya beberapa layanan pelanggan yang menawarkannya. Mereka kini tengah memproses ganti rugi.
{Baca juga: 5 Game Baru PlayStation 4 yang Wajib Dimainkan}
Informasi menyebut, kebijakan pengembalian uang kepada pelanggan baru kali pertama diterapkan oleh Sony. Banyak pihak menilai, Sony seharusnya memberlakukan kebijakan serupa untuk beragam kondisi.
Kendati begitu, tak sedikit pelanggan yang memuji kebaikan hati Sony. Mereka menganggap, Sony melakukan tindakan tepat dan cepat. Sayang, pihak Sony tidak bersedia memberi komentar terkait hal ini.
Sebelumnya dilaporkan, banyak pemain game Anthem di konsol PlayStation 4 yang mengeluhkan permasalahan cukup serius. Game tersebut membuat PS4 mendadak mati dan harus dinyalakan kembali.
{Baca juga: Bukan 2021, Sony Rilis PlayStation 5 Tahun Depan?}
Sebagian bahkan mengaku PS4 juga bermasalah hingga ke database disk atau memori konsol. Pengguna PS4 akan diminta melakukan rebuild database agar konsol berjalan optimal setelah bermasalah.
Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, aplikasi bernama Absher asal Arab Saudi ditemukan di App Store dan Play Store. Aplikasi pemantau perempuan itu langsung memicu kemarahan sejumlah anggota parlemen di Amerika Serikat (AS). Namun Google menolak menghapusnya dari Play Store.
Sebab, aplikasi itu memungkinkan laki-laki Arab Saudi untuk melacak istri dan anak-anak perempuan. Absher akan mengirimkan pesan teks ke ponsel saat keluarga perempuan menampilkan paspor untuk meninggalkan negara.
Asal tahu saja, regulasi di Arab Saudi melarang perempuan di negara tersebut meninggalkan wilayah Negeri Petro Dolar itu tanpa izin dari suami atau ayah.
{Baca juga:Apple & Google Dikritik Soal Aplikasi ‘Pengawas Wanita’ Arab Saudi}
Senator AS, Ron Wyden, mengirim surat permintaan kepada Apple dan Google untuk menghapus aplikasi yang dianggap melanggar hak perempuan tersebut.
Menurut laporan Independent, surat Ron Wyden diikuti oleh surat lain dari 14 anggota legislatif AS. Surat-surat itu dikirimkan langsung kepada CEO Google, Sundar Pichai, dan kepada CEO Apple, Tim Cook, pada 21 Februari 2019 lalu.
Para anggota parlemen menyebut, Apple dan Google sebagai kaki tangan dalam penindasan terhadap perempuan Arab Saudi. Apple pun merespons. Apple mengaku sedang mengkaji keberadaan Absher di App Store.
Lain hal, seperti dikutip Telko.id, Kamis (7/3/2019), Google langsung menyatakan menolak pelarangan aplikasi Absher di Play Store. Google menegaskan bahwa aplikasi Absher telah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan Play Store.
{Baca juga: Google & Apple Didesak Hapus Aplikasi “Pengawas Wanita” Arab Saudi}
Keputusan Google menolak untuk menghapus dan kebijakan Apple mengkaji ulang Absher dinilai oleh parlemen AS sangat tidak memuaskan. Sekadar informasi, Absher meluncur pada 2015 guna memudahkan pembayaran layanan. [SN/HBS]
Telko.id, Jakarta – LG menyatakan tidak akan gegabah dalam merilis ponsel layar lipat. Yang menarik, LG justru dikabarkan punya inisiatif untuk menghadirkan perangkat dengan layar yang bisa merenggang.
Menurut informasi pertama, perangkat tersebut telah digambarkan dalam dokumen paten baru LG dengan tampilan serupa ponsel pada umumnya. Kabarnya, ponsel itu akan berbekal sejumlah komponen.
Dikutip Telko.id dari India Today, Kamis (7/3/2019), ponsel tersebut tidak seperti ponsel modern yang memiliki panel bagian belakang dengan dukungan bagian tunggal berbahan kaca atau alumunium.
{Baca juga: Bakal Rilis di MWC, Begini Wujud Smartphone 5G LG}
Ponsel LG akan dikombinasikan dengan layar berkemampuan merenggang sehingga memungkinkan pengguna untuk menarik sasis guna memperluas ukuran. Pengguna bisa menariknya dari bagian atas maupun bawah layar.
Kemudian, setelah selesai menggunakannya, bagian layar tambahan dapat didorong kembali ke posisi awal. Dengan demikian, ukuran layar secara diagonal akan menjadi kecil lagi, serupa ponsel pada umumnya.
Perangkat tersebut pun dikabarkan akan berbekal sejumlah perangkat lunak unik yang dirancang secara khusus. Secara lebih spesifik, antarmuka pengguna perangkat bakal bisa disesuaikan dengan ukuran layar.
{Baca juga: Smartphone LG Generasi Ketujuh Seri G Bakal Meluncur Awal Mei}
Informasi lebih banyak akan mulai muncul saat layar direntangkan ke arah luar. Akan tetapi, LG juga diperkirakan tidak akan buru-buru dalam merilis perangkat dengan layar berkemampuan merenggang itu.
Telko.id, Jakarta – Manchester United (MU) berhasil lolos ke babak 8 besar Liga Champions usai menang dramatis 1-3 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Kamis (07/03/2019) dini hari WIB. MU akhirnya mengandaskan mimpi PSG, karena secara agregat lebih unggul agresivitas gol pada laga babak 16 besar tersebut.
Skuat Setan Merah bersorak kegirangan setelah memastikan melenggang ke fase berikutnya berkat dua gol Romelu Lukaku dan satu gol dari Marcus Rashford.
Lain hal dengan para penggawa PSG, terutama sang megabintang Neymar. Ia benar-benar merasa tak terima melihat kebangkitan MU.
{Baca juga: Pro Evolution Soccer Segera Tutup Usia, Ini Penyebabnya!}
Pada laga kemarin, pemain yang sempat dijuliku “Moneymar” itu tak merumput. Ia hanya melihat dari bangku penonton. Usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan rampung, mantan punggawa FC Barcelona itu mengungkapkan amarahnya lewat media sosial Instagram.
Ia menuliskan sesuatu di Instagram Story. Ia menuding wasit telah mengambil keputusan yang salah. Menurutnya, wasit seharusnya tak memberikan hadiah penalti ke MU.
Ia beralasan, bola cuma mengenai lengan bagian belakang Presnel Kimpembe. Pemain asal Brasil itu berpendapat, gerak tangan Kimpembe tidak aktif alias pasif.
“Memalukan! FIFA menugaskan empat orang yang tak tahu apa-apa soal sepak bola guna mengurusi teknologi VAR. Bagaimana mungkin itu penalti jika terkena lengan bagian belakang?,” tulisnya di Instagram Story sambil menyertakan foto, seperti dikutip Telko.id dari Independent, Kamis (07/03/2019).
{Baca juga: Bisnis via Medsos, Kylie Jenner Jadi Miliarder Termuda Dunia}
Unggahannya di Instagram Story pun langsung mendapat respons dari para netizen. Mereka sepakat dengan penilaian Neymar soal keputusan wasit yang keliru memberi hadiah penalti kepada MU. Namun, tak sedikit pula yang tidak sepakat, meminta punggawa PSG itu legawa menerima hasil laga.
Selama ini, ia memang terpantau aktif bermedia sosial, khususnya Instagram. Ia juga jago bermain game online, terutama Counter Strike: Global Offensive (CS:GO). Bahkan, mantan pemain Barcelona itu punya senjata andalan untuk bisa menang bermain CS:GO. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Manchester United (MU) berhasil lolos ke babak 8 besar Liga Champions usai menang dramatis 1-3 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Kamis (07/03/2019) dini hari WIB. Secara agregat, MU kalahkan PSG, karena lebih unggul agresivitas gol pada laga babak 16 besar tersebut.
Skuat Setan Merah bersorak kegirangan setelah memastikan melenggang ke fase berikutnya berkat dua gol Romelu Lukaku dan satu gol dari Marcus Rashford.
Lain hal dengan para penggawa PSG, terutama sang megabintang Neymar. Ia benar-benar merasa tak terima melihat kebangkitan MU.
{Baca juga: Pro Evolution Soccer Segera Tutup Usia, Ini Penyebabnya!}
Pada laga kemarin, Neymar tak merumput. Ia hanya melihat dari bangku penonton. Usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan rampung, mantan punggawa FC Barcelona itu mengungkapkan amarahnya lewat media sosial Instagram.
Ia menuliskan sesuatu di Instagram Story. Ia menuding wasit telah mengambil keputusan yang salah. Menurutnya, wasit seharusnya tak memberikan hadiah penalti ke MU.
Ia beralasan, bola cuma mengenai lengan bagian belakang Presnel Kimpembe. Neymar berpendapat, gerak tangan Kimpembe tidak aktif alias pasif.
“Memalukan! FIFA menugaskan empat orang yang tak tahu apa-apa soal sepak bola guna mengurusi teknologi VAR. Bagaimana mungkin itu penalti jika terkena lengan bagian belakang?,” tulisnya di Instagram Story sambil menyertakan foto, seperti dikutip Telko.id dari Independent, Kamis (07/03/2019).
{Baca juga: Bisnis via Medsos, Kylie Jenner Jadi Miliarder Termuda Dunia}
Unggahannya di Instagram Story pun langsung mendapat respons dari para netizen. Mereka sepakat dengan penilaian Neymar soal keputusan wasit yang keliru memberi hadiah penalti kepada MU. Namun, tak sedikit pula yang tidak sepakat, meminta Neymar legawa menerima hasil laga.
Selama ini, Neymar memang terpantau aktif bermedia sosial, khususnya Instagram. Ia juga jago bermain game online, terutama Counter Strike: Global Offensive (CS:GO). Bahkan, Neymar punya senjata andalan untuk bisa menang bermain CS:GO. (SN/FHP)
Telko.id – Vivo V15 baru saja diluncurkan di sebuah acara khusus nan megah yang diadakan di Taman Wisata Air Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (05/03/2019). Di dalam acara yang diselenggarakan di taman air mancur terbesar se-Asia Tenggara itu, Vivo mengundang banyak bintang untuk meramaikan jalannya acara.
Pada acara tersebut, tampil Vivo Product Ambassador, Afgan dan Maudy Ayunda, serta Ari Lasso, Wizzy, RAN, Young Lex, dan Allfy Rev. Selain itu, acara ini juga disiarkan langsung oleh 5 statiun TV dan 9 digitalplatform, yang dipandu oleh 3 MC ternama, Daniel Mananta, Andhika Pratama, dan Prilly Latuconsina.
Nah, ketika diperkenalkan, Vivo mengumumkan bahwa harga Vivo V15 berada di bawah Rp 5 juta, atau lebih tepatnya Rp 4,3 jutaan. Harga tersebut terbilang cukup terjangkau, apabila melihat dari sejumlah keunggulan dan teknologi baru yang dipersembahkan di dalamnya.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan Vivo V15 adalah teknologi kameranya diklaim lebih canggih, berkat adanya inovasi baru serta dukungan Artificial Intelligence (AI). Berbicara soal kamera dari smartphone ini, sekarang tim Telko.id mau merangkum apa saja keunggulan dari kamera Vivo V15. Yuk simak!
AI Triple Camera
Vivo V15 jadi smartphone Vivo pertama di Indonesia yang mengandalkan AI Triple Camera atau tiga kamera sekaligus sebagai kamera utamanya. Sesuai namanya, ketiga kamera ini telah didukung oleh teknologi berbasis AI untuk membantu pengguna menghasilkan foto berkualitas terbaik di setiap momennya.
Tiga kamera tersebut masing-masing adalah lensa utama dengan sensor 12MP aperture f/1.78 dan teknologi Dual Pixel, lensa Super Wide-angle 120° beresolusi 8MP, dan lensa depth beresolusi 5MP untuk pengambilan foto bokeh.
Ada sejumlah fitur berbasis AI di dalamnya yang memungkinkan pengguna dapat mengambil foto berkualitas dengan mudah. Seperti AI Body Shaping yang memungkinkan pengguna menyesuaikan setiap aspek tubuh seperti pinggang, dan kaki.
Kemudian ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, sampai fitur Smart Framing, untuk membuat pengguna dapat mengambil foto ala profesional dengan baik.
32MP Pop-up Camera
Vivo V15 mengadopsi teknologi Pop-up Camera seperti Vivo NEX, sekaligus menjadi seri V pertama dari Vivo yang menghadirkan teknologi ini di Indonesia. Vivo menyematkan kamera beresolusi 32MP aperture f/2.0 yang mampu menangkap foto selfie berkualitas jernih dan detail yang baik.
Nah, perlu diketahui bahwa kamera mekanik ini hanya akan muncul dari dalam bodysmartphone ketika kamera depan digunakan. Vivo mengklaim, desain Pop-up Camera ini cukup kokoh untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari, karena sudah dilakukan serangkaian uji coba untuk memastikan daya tahannya.
Penggunaan desain Pop-up Camera sendiri sukses membuat rasio layar terhadap bodysmartphone menjadi lebih besar, karena tidak ada lagi notch atau poni yang “mengganggu” tampilan layar. Dengan menggunakan desain tersebut, layar 6,53 inci beresolusi FHD+ (1.080 x 2.340 piksel) ini punya rasio mencapai 90,95%.
Dengan ukuran yang lebih besar, maka berdampak pada meningkatnya pengalaman penyajian konten yang jauh lebih baik bagi penggunanya. Layar Vivo V15 juga dapat memberikan tampilan warna yang lebih detail, serta mampu menyajikan konten video atau game bergrafis tinggi dengan baik.
Official Photography Partner National Geographic Indonesia
Vivo berkolaborasi dengan beberapa partner untuk Vivo V15. Salah satunya adalah National Geographic Indonesia sebagai “Official Photography Partner” untuk menggelar kontes foto bertema “Indonesia Bercerita” yang akan berlangsung pada bulan Maret tahun ini.
Kontes foto tersebut bisa diikuti oleh seluruh masyarakat melalui microsite Vivo Indonesia dengan menggunakan kamera smartphone. Nantinya, akan dipilih 20 finalis dengan karya foto terbaik yang berkesempatan mencoba teknologi 32MP Pop-up Camera dan AI Triple Camera di Vivo V15.
Nantinya, sebanyak 20 karya foto terbaik akan dipamerkan pada Vivo Photo Exhibition di bulan April mendatang, dan 3 peserta dengan karya terbaik berkesempatan memperoleh hadiah utama berupa Vivo V15 dan uang tunai.
Bagaimana, keren kan keunggulan dari kamera Vivo V15. Selain kamera, smartphone ini juga sudah dibekali dengan spesifikasi mumpuni di dalamnya. Smartphone tersebut ditopang oleh prosesor MediaTek Helio P70 octacore 2.1 GHz, RAM 6 GB, dan ROM 64 GB yang bisa diperluas hingga 256 GB melalui microSD.
Vivo V15 juga ditenagai oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging, dan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.
Ada beragam hal baru yang terdapat pada FunTouch 9. Seperti UI yang lebih berwarna dengan ikon yang tampil lebih menarik. Selain itu, ada beberapa fitur juga di dalam sistem operasi ini.
Seperti Jovi Image Recognizer berbasis AI yang dapat membantu pengguna untuk menemukan produk yang dibutuhkan dengan cepat dan praktis. Fitur ini memiliki akses ke hampir 100 e-commerce yang memungkinkannya dapat melakukan pencarian melalui database produk yang ada.
Ada juga fitur FunMoji, Smart Panel, sampai Game Mode 5.0, yang dikhususkan bagi para gamers. Game Mode 5.0 bisa memaksimalkan penggunaan RAM untuk game, dan fps pada game akan sedikit diturunkan agar pengguna tidak akan merasakan nge-lag ketika bermain game.
Di fitur ini juga ada Competition Mode, yang mampu menghindarkan pengguna dari notifikasi dan gangguan lainnya ketika sedang bermain game.
Vivo V15 sudah dapat dipesan per 5 Maret 2019 melalui pre-order di e-commerce dan Vivo Store. Selama masa pre-order (5 – 11 Maret 2019), Vivo Official Store mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce besar Indonesia, yaitu Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia yaitu 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian Vivo V15 serta Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000.
Nah, buat kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang informasi lebih lanjut mengenai Vivo V15, bisa langsung klik disini (FHP)
Telko.id – Grab Holdings Inc. (“Grab”), everyday super app terkemuka di Asia Tenggara, baru saja mengumumkan telah menerima pendanaan dari Softbank Vision Fund (“SVF”) senilai USD1,46 miliar. Dengan putaran pendanaan Series H kali ini, Grab telah menerima total pendanaan senilai lebih dari USD4,5 miliar.
Sebelumnya, putaran pendanaan Series H ini, Grab juga telah menerima invetasi dari perusahaan pembuat mobil yakni Toyota Motor Corporation dan Hyundai Motor Group, raksasa teknologi Microsoft, Ping An Capital, perusahaan manajemen aset Oppenheimer Funds yang berbasis di A.S, Booking Holdings dan Yamaha Motor. Dengan adanya pembiayaan baru ini, valuasi Grab sekarang mencapai $ 14 miliar.
“SoftBank dan the Vision Fund adalah investor strategis jangka panjang bagi Grab dan kami berterima kasih atas dukungan berkelanjutan mereka bagi pertumbuhan Grab. Investasi ini merupakan salah satu bentuk nyata dari visi Grab sebagai super app nomor satu di Asia Tenggara dalam mengembangkan ekosistem teknologi di kawasan ini,” ungkap Anthony Tan, Grab’s Co-Founder and CEO.
Anthony menambahkan bahwa kedepannya, kita berharap dapat terus meningkatkan taraf kehidupan jutaan masyarakat di Asia Tenggara dengan menyediakan peluang yang dapat meningkatkan penghasilan mereka melalui platform Grab, dan memberikan berbagai pilihan serta kenyamanan untuk para pengguna.”
David Thevenon, Partner at SoftBank Investment Advisers, mengatakan bahwa Investasi ini akan membantu Grab mengeksplorasi peluang baru yang menarik dalam memenuhi seluruh kebutuhan mobilitas berdasarkan permintaan pengguna (on-demand mobility), layanan pengiriman, dan layanan keuangan sehingga perusahaan ini bisa terus mengembangkan platform offline-to-online di seluruh Asia Tenggara.
Aliran dana yang sudah cukup besar masuk ke Grab ini tidak kemudian perusahaan everyday super app ini kemudian menutup pintu penerimaan investasi lainnya
“Kami terus menerima minat dari investor baru dan berharap dapat menyambut lebih banyak pemimpin industri global sebagai mitra kami di tahun 2019,” ungkap Ming Maa, Presiden Grab.
Grab akan menggunakan investasi ini untuk mengembangkan visi perusahaan sebagai super app di Asia Tenggara, dengan tujuan menghadirkan lebih banyak layanan harian, aksesibilitas yang lebih besar dan kenyamanan untuk para penggunanya.
Selain itu, Grab juga berencana untuk terus memperluas layanannya, seperti layanan keuangan, pengiriman makanan, pengiriman barang, konten dan pembayaran digital, serta meluncurkan beberapa layanan baru yang telah diumumkan sebelumnya pada tahun 2018.
Beberapa layanan yang telah tersedia di open platform Grab, GrabPlatform, termasuk diantaranya layanan video on-demand yang bekerja sama dengan HOOQ, layanan kesehatan digital, penyediaan jasa asuransi; dan layanan reservasi hotel melalui kerja sama dengan Booking Holdings.
Secara khusus, Grab berencana untuk menginvestasikan sebagian besar dari dana yang diperolehnya di Indonesia, dimana Grab menjadi pemimpin dalam layanan transportasi on-demand yang menguasai 60 persen pangsa pasar roda dua dan menguasai 70 persen pangsa pasar roda empat.
Bisnis Grab di Indonesia berkembang pesat, dengan pendapatan dua kali lipat di tahun 2018. Grab akan menggunakan pendanaan ini untuk mempercepat perluasan GrabFood dan GrabExpress serta menjalankan bisnis layanan baru di Indonesia. Grab merupakan bagian dari ekosistem pembayaran digital terbesar di Indonesia melalui kerjasamanya dengan Tokopedia dan OVO.
Saat ini, GrabFood berkembang pesat di Indonesia, beroperasi di 178 kota di Indonesia dari hanya 13 kota pada tahun sebelumnya, dengan volume pengiriman hampir tumbuh 10 kali lipat di tahun 2018.
Secara grup, bisnis transportasi Grab telah tumbuh dengan pesat semenjak akuisisi Uber di Asia Tenggara, dengan pendapatan naik hampir dua kali lipat dari Maret 2018 hingga Desember 2018. Pendapatan GrabFood tumbuh 45 kali lipat pada periode waktu tersebut. GrabFood, satu-satunya pemain dalam layanan pengiriman makanan di tingkat regional, hadir di 199 kota di enam negara.
Pada tahun 2018, Grab Financial Group telah menjadi satu-satunya platform yang memiliki akses ke lisensi e- money di enam negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Sejak diluncurkan di bulan Maret 2019, Grab Financial Group telah melihat pertumbuhan transaksi bulanannya hampir lima kali lipat hingga Desember 2018. Pada periode yang sama, volume instant delivery dan same-day delivery dari GrabExpress juga telah meningkat lebih dari tiga kali lipat di tingkat regional, dan kini telah tersedia di 150 kota.
Tahun lalu, pertumbuhan ekosistem Grab telah tumbuh secara signifikan melalui kerjasama dengan pemimpin industri global, seperti Toyota, Hyundai, Microsoft, dan Mastercard. Grab juga menjalin kemitraan dengan para pemimpin industri nasional maupun regional diantaranya Central Group dan Kasikornbank di Thailand; OVO, Bank BTN, dan Bank Mandiri di Indonesia; United Overseas Bank di Singapura; SM Investment Corporation di Filipina; Moca di Vietnam, dan Maybank di Malaysia. (Icha)