Telko.id – Grab memiliki “Roadmap Teknologi Keselamatan”, untuk mencapai “nol insiden” pada jumlah kecelakaan yang dapat dicegah dan menciptakan keseharian yang lebih aman. Untuk mendukung itu semua, perusahaan ride hailling ini pun meluncurkan dua inovasi keamanan untuk penumpang dan pengemudi yakni layanan telepon cuma-cuma dalam aplikasi (VoIP) dan teknologi pengenalan wajah bagi pelanggan (Passenger Selfie Verification).
“Kedua layanan tersebut kami luncurkan karena Grab tidak pernah berkompromi tentang keamanan dan keselamatan. Keamanan telah menjadi dasar saat Grab didirikan 7 tahun yang lalu. Hal ini adalah masalah pertama yang ingin kami pecahkan dalam keamanan transportasi,” ujar Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia menjelaskan.
Fasilitas Free Call (VoIP) memberikan kemudahan untuk melakukan panggilan antar aplikasi tanpa biaya bagi mitra pengemudi dan penumpang, yang juga akan menjaga privasi dan keamanan mereka.
Sedangkan, verifikasi wajah penumpang merupakan teknologi pengenalan wajah terdepan, yang menangkap identitas pengguna saat pertama kali menggunakan aplikasi melalui swafoto (selfie) secara langsung.
Inovasi ini meningkatkan perlindungan dari kejahatan terhadap mitra pengemudi dan berfungsi sebagai sebuah pencegahan.
Sejak peluncurannya di awal tahun ini, tren kasus kriminal yang melibatkan pengguna platform; baik pengemudi maupun penumpang, menurun sekitar 45%. Hal ini memberikan ketenangan dan keamanan bagi mitra pengemudi dan pelanggan kami.
Menurut Neneng aplikasi (VoIP) dan teknologi pengenalan wajah bagi pelanggan (Passenger Selfie Verification) bukan inovasi pertama yang dikeluarkan oleh Grab. Karena sebelumnya, Grab juga miliki layanan Bagikan Tujuan (Share My Ride), Tombol Darurat (SOS Button) dan penyamaran nomor telepon pribadi. (Icha)
Telko.id, Jakarta – Sebagian dari kita mungkin masih ingat, saat-saat di mana menghasilkan foto yang bagus menjadi sama beratnya dengan menyelesaikan skripsi. Mulai dari harus beli kamera canggih, belajar software buat editing, bolak-balik baca buku manual, dan sebagainya. Berkat smartphone, khususnya yang memiliki kamera andal, semua penderitaan itu berakhir. Kini kita bahkan bisa menghasilkan foto berkualitas tinggi hanya dengan satu jepretan. Tidak peduli pagi, siang, ataupun malam. Tidak peduli portrait ataupun landscape. Tidak peduli pemandangan, orang ataupun makanan.
Singkat kata, anti ribet. Apalagi smartphone kekinian tak hanya memberikan kemudahan bagi para profesional, tetapi juga fotografer amatir seperti kita. At least, tak butuh waktu lama bagi kita untuk bisa menaklukkannya. Mungkin seminggu atau tiga hari, yang pasti tidak akan butuh waktu berbulan-bulan, apalagi sampai adik kita yang masih duduk di bangku SD lulus kuliah.
Kini, yang kita perlukan hanya lah kiat-kiat untuk meningkatkan kemampuan mengambil foto-foto hebat dengan smartphone. Yup, seperti 5 tips berikut ini, yang dijamin bisa membantu kamu bikin foto keren yang Instagramable. Ala-ala fotografer profesional gitu deh.
Lupakan Flash dan Manfaatkan Cahaya Sekitar
Menemukan smartphone yang bisa menghasilkan foto bagus dengan flash bukanlah perkara mudah. Flash cenderung membuat foto terlihat sangat terang, mengubah warna secara negatif, dan membuat subyek manusia terlihat pudar.
Sample Low light – Samsung Galaxy S10
Oleh karena itu, kami sarankan untuk tidak menggunakan flash. Cobalah untuk menggunakan fitur bawaan smartphone. Khusus pengguna Samsung Galaxy S10 bisa menggunakan Super Night Shot yang dapat menggabungkan 7 hingga 17 foto sekaligus dalam sekali tangkapan, membuatnya mampu menghasilkan satu foto yang lebih tajam, terang, dan jelas, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Yang perlu kita lakukan cuma memanfaatkan sumber cahaya alami yang ada di sekitar.
Ini juga memberi kita kesempatan untuk bermain dengan bayangan atau membuat siluet dengan sumber cahaya lainnya.
Komposisi “Anti Mainstream” Untuk Hasil Foto yang Bagus
Komposisi adalah salah satu hal terpenting yang bisa membuat sebuah foto disebut bagus atau tidak. Ide-ide unik dan kreatif biasanya sangat berperan dalam menciptakan ini. Cobalah berpikir out of the box, bahkan pada apa yang ingin kita tangkap. Ini akan membuat “penggemar” terkesima.
Di Galaxy S10, Samsung memiliki apa yang disebut shots suggestions atau kami lebih suka menyebutnya smart composition. Penggeraknya adalah teknologi AI terbaru, di mana ini memungkinkan kita menerima arahan yang sesuai ketika ingin mengambil gambar.
Sample Smart Composition – Samsung Galaxy S10
Ya, memaksimalkan database yang memuat lebih dari 100 juta foto, smart composition di Galaxy S10 akan memberikan rekomendasi kepada penggunanya dalam mengambil foto dengan proporsi, posisi, dan komposisi yang ideal. Artinya, dengan memaksimalkan fitur ini, foto yang kamu hasilkan akan tampak seperti hasil jepretan fotografer profesional yang paham betul tentang rule of third, rule of space, leading lines, ataupun aturan-aturan fotografi lainnya.
Gunakan Latar Belakang yang Memudar
Keuntungan dari memiliki smartphone dengan beberapa kamera belakang adalah terbukanya peluang untuk menghasilkan foto bokeh. Ini menghasilkan kedalaman bidang dari apa yang kita potret, membiarkan kamera membedakan antara latar depan dan latar belakang untuk mengaburkan yang terakhir. Hasilnya, tampak seperti gambar yang diambil dengan aperture DSLR yang sangat lebar.
Ya, kamu bisa dengan mudah menghasilkan foto dengan latar belakang memudar menggunakan fitur Live Focus yang ada di Galaxy S10. Dan menariknya, fitur tersebut telah diperbarui demi memungkinkan pengguna mendapatkan berbagai hasil foto bokeh yang artistik dan dramatis. Di sini, setidaknya ada 4 fitur live focusbokeh yang menyertai, termasuk blur, monotone light(color point), zoom bokeh, dan spin bokeh.
Sample Live Focus – Samsung Galaxy S10
Well, sekilas mungkin seperti efek receh. Tapi coba tanyakan ke pengguna DSLR tentang bagaimana mereka menghasilkan gambar zoom blur effect. Yup, mereka harus memutar lensa zoom secara presisi untuk bisa mendapatkan foto dengan efek tersebut. Dan itu tidak mudah. Tapi dengan Galaxy S10, efek tersebut bisa dibuat semudah meng-klik tombol shutter.
Hasilkan Gambar Horisontal
Sebagian dari kita memiliki kecenderungan mengonsumsi konten secara horisontal, dan bukannya vertikal. Karena itu, saat mengambil foto pun tujuan kita sebagai pembuat konten harus lah menghasikan gambar horisontal yang memenuhi seluruh layar. Kalau perlu dari berbagai perspektif.
Nah, kabar baik karena smartphone masa kini mulai membekali diri dengan beberapa kamera di bagian belakang. Di Samsung Galaxy S10, lensa ultra wide bekerja dengan baik dalam menangkap gambar dengan jangkauan yang lebih luas. Tidak tanggung-tanggung, hingga 123 derajat. Dengan lensa ini, kamu bisa mengambil foto landscape dengan perspektif yang lebih luas. Dan yang pasti kamu gak mesti sering-sering menoleh ke belakang saat ingin menangkap semua hal dalam satu bidikan.
Sample Wide Angle – Samsung Galaxy S10
Satu hal yang gak kalah penting, dengan kamera smartphone, kamu juga bisa memperbesar objek foto yang dibidik menggunakan zoom optik. Ini artinya, kamu gak perlu mendekat ke objek foto untuk menghasilkan gambar yang lebih detail dan jelas. Yup, kalau di Galaxy S10, kamu hanya perlu menggunakan lensa telephoto yang punya 2x optical zoom. Semudah mengklik ikon daun (satu) yang ada di viewfinder kamera.
Jangan Pernah Lelah Mengeksplor Diri
Memaksimalkan kemampuan diri dengan terus mengambil berbagai foto adalah cara terbaik untuk mengubah foto biasa saja menjadi luar biasa. Dengan berbagai fitur dari Samsung Galaxy S10, kita tidak hanya bisa mengabadikan berbagai momen tetapi juga mendapatkan hasil foto yang lebih baik. Kamu bahkan bisa memaksimalkan mode pro dan mengatur settingan sesuai dengan kebutuhan.
Ya, kamu bisa mengatur apertur atau bukaan lensa, menyesuaikan exposure time atau bahkan mengganti ISO. Dan yang pasti, jangan pernah lelah untuk mengeksplor. Coba dan coba lagi. Semangat!
Lihatlah penawaran menarik & beli Galaxy S10 atau beli Galaxy S10+ atau beli Galaxy S10e dari toko resmi Samsung.
Telko.id, Jakarta – Aplikasi pencari hotspot untuk ponsel berbasis Android membocorkan passwordatau kata sandi dua juta jaringan Wi-Fi. Aplikasi bernama Wi-Fi Finder tersebut sudah diunduh lebih dari 100 ribu kali di Play Store.
Menurut Gizmodo, Wi-Fi Finder memungkinkan pengguna mencari jaringan Wi-Fi yang tersedia di area sekitar. Pengguna bisa mengunggah kata sandi Wi-Fi itu ke database milik Wi-Fi Finder untuk bisa digunakan oleh pengguna lain.
Dikutip Telko.id, Rabu (24/4/2019), database tersebut memiliki dua juta kata sandi. Database itu dalam kondisi terbuka dan tidak dilindungi. Akibatnya, siapa saja bisa mengakses dan mengunduh konten-konten di dalamnya.
{Baca juga: Di Stasiun Ini, Download Video 4K Pakai WiFi Cuma 20 Detik}
Database ditemukan oleh peneliti keamanan sekaligus anggota GDI Foundation, Sanyam Jain. Database menyimpan nama jaringan (SSID), geolokasi jaringan, dan kata sandi yang ditulis dalam plaintext serta beragam data lain.
Pengembang aplikasi, Proofusion, mengklaim bahwa Wi-Fi Finder hanya menyediakan kata sandi untuk jaringan Wi-Fi publik. Faktanya, perusahaan asal China tersebut tak bisa mengelak. Sebab, di database ada banyak jaringan Wi-Fi pribadi.
Database yang bocor memang tidak memiliki kontak untuk pemilik jaringan Wi-Fi. Tapi, geolokasi untuk setiap Wi-Fi bisa dilihat di peta. Beberapa bahkan menunjukkan jaringan yang berada di area perumahan atau area tanpa tempat bisnis.
{Baca juga: Masalah Password: Lemah dan Mudah Diingat vs Kuat tapi Sering Lupa}
Kebocoran kata sandi untuk jutaan jaringan Wi-Fi ini tentu bisa dimanfaatkan oleh oknum. Jika ada orang yang berhasil masuk ke jaringan, lalu lintas data yang tidak terenkripsi bisa terpantau sehingga rawan mencuri kredensial lain. [SN/HBS]
Telko.id, Jakarta – Nokia 9 PureView dinilai belum sempurna, khususnya di sektor keamanannya. Dilaporkan, sensor sidik jari alias fingerprint Nokia 9 PureView mudah dikelabui jari yang tidak terdaftar.
“Cacatnya” sensor sidik jari itu diabadikan lewat sebuah video yang memperlihatkan sistem keamanan itu bisa dikelabui jari tak terdaftar, bahkan oleh sekotak permen karet.
Masalah sensor sidik jari ini diduga kuat berkaitan dengan pembaruan perangkat lunak yang bergulir pekan lalu. Bagi sejumlah pengguna, sensor di dalam layar tersebut malah jadi gampang dibobol.
{Baca juga: IFixit Beri Nilai 3 untuk Galaxy S10, Ini Alasannya}
Di akun Twitter @DecodedPixel, didemonstrasikan betapa sensor sidik jari martphone ini sangat mudah dikelabui, bahkan oleh sekotak permen karet. Dilansir Gizmochina, petinggi HMD Global pun langsung menanggapinya.
HMD Global selaku produsen Nokia berusaha menelusuri masalah itu. Namun, mereka tetap mengalami kesulitan dalam mencari penyebabnya. Bos HMD Global, Juho Sarvikas, lalu membalas cuitan akun @DecodedPixel.
Dikutip Telko.id, Rabu (24/04/2019), ia mencoba menawarkan kepada pengguna yang mengalami permasalahan tersebut untuk menukar smartphone dengan unit baru. Dengan demikian, HMD Global bisa mengecek unit yang bermasalah.
Here is my Nokia 9 Fingerprint sensor issue, phone can be unlocked using a chewing gum packet or someone else’s finger. Even unlocked with a coin or leather gloves. Please do help me get my Nokia 9 sorted. pic.twitter.com/Thce3nB2fr
{Baca juga: Waduh, Nokia 9 PureView Bikin Penderita Trypophobia Ketakutan}
Ini bukan masalah pertama yang dihadapi Nokia 9 PureView. Sebelumnya, para penderita trypophobia atau ketakutan terhadap lubang mengklaim bahwa smartphone itu telah memicu kondisi atau respon trypophobic. Mereka ngeri melihat lima lensa kamera di ponsel itu.
Apalagi, ada dua lubang tambahan untuk lensa ToF yang membantu kamera utama mendapatkan informasi kedalaman foto. Tujuh lubang di bodi belakang Nokia 9 PureView membuat pengidap trypophobia merasa tidak nyaman. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Film Avengers: Endgame resmi tayang di Indonesia pada hari ini, Rabu (24/04/2019). Sekuel dari Avengers: Infinity War ini mendapatkan respon positif dan meriah dari warganet Indonesia, yang dibuktikan dengan ramainya tagar #AvengersEndgame di Twitter.
Menurut situs Trends24, tagar #AvengersEndgame mengisi posisi pertama sebagai trending topic di Indonesia.
Lewat tagar #AvengersEndgame, warganet mengaku tidak sabar untuk melihat aksi Captain America, Iron Man dkk saat melawan Thanos. Yang menarik, sejumlah warganet juga mengingatkan kepada mereka yang telah menonton untuk tetap menjaga kebersihan bioskop setelah menonton.
Selain tagar #AvengersEndgame, ada juga beberapa tagar lain yang juga terkait film tersebut seperti #Endgame dan #DontSpoilTheEndgame. Khusus tagar terakhir, ini awalnya digaungkan oleh pihak Marvel serta para sutradara, Joe dan Anthony Russo untuk menghimbau penonton agar tidak menyebarkan spoiler Avengers: Endgame ke orang lain.
Permintaan Marvel dan Russo bersaudara tersebut terjadi setelah adanya laporan bahwa beberapa adegan film tersebut muncul secara online.
“Kami bekerja tanpa lelah selama tiga tahun terakhir dengan niat memberikan kesimpulan yang mengejutkan dan kuat secara emosional ke saga Infinity. Ketika Anda menyaksikan Endgame, mohon untuk tidak spoiler ke orang lain, sama halnya ketika Anda tidak ingin mendapatkan spoiler,” tegas mereka.
Hal ini juga ditekankan kembali oleh para warganet yang meminta untuk tidak membocorkan jalan cerita dengan cara apapun.
{Baca juga: Avengers Endgame: Fans Marvel Minta NASA Selamatkan Tony Stark}
Avengers: Endgame sendiri merupakan kesimpulan dari seluruh kisah yang diceritakan di 22 film Marvel sebelumnya. Di film ini, akan ditampilkan karakter yang tidak menjadi korban “jentikan jari” Thanos pada film Avengers: Infinity War, seperti Captain America, Iron Man, Hulk, Thor, dan lainnya. (NM/FHP)
Telko.id, Jakarta – Marvel Studios bersama para sutradara dari Avengers: Endgame memberikan himbauan kepada para penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU) untuk tidak sebar spoiler Avengers: Endgame dengan cara apapun. Himbauan ini juga diunggah lewat akun Instagram resmi Marvel dan Twitter pribadi Joe dan Anthony Russo.
Menurut The Guardian, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (24/04/2019), permintaan Marvel dan para sutradara tersebut terjadi setelah adanya laporan bahwa beberapa adegan film tersebut muncul secara online.
“#DontSpoilTheEndgame,” kata Marvel dan Russo bersaudara.
Dalam sebuah surat terbuka juga, Joe dan Anthony Russo mengatakan bahwa mereka dan para pemain film Avengers: Endgame telah bekerja keras untuk memberikan cerita yang mengejutkan dan kuat secara emosional kepada para penonton.
Sehingga semestinya, para penonton dan penggemar film ini tidak perlu menyebarkan spoiler kepada orang lain yang belum menontonnya di bioskop.
“Kami bekerja tanpa lelah selama tiga tahun terakhir dengan niat memberikan kesimpulan yang mengejutkan dan kuat secara emosional ke saga Infinity. Ketika Anda menyaksikan Endgame, mohon untuk tidak spoiler ke orang lain, sama halnya ketika Anda tidak ingin mendapatkan spoiler,” tegas mereka.
{Baca juga: Lawan Thanos, Avengers Pilih Smartphone Ini jadi “Senjata Utama”}
Avengers: Endgame sendiri merupakan kesimpulan dari seluruh kisah yang diceritakan di 22 film Marvel sebelumnya. Di film ini, akan ditampilkan karakter yang tidak menjadi korban “jentikan jari” Thanos pada film Avengers: Infinity War, seperti Captain America, Iron Man, Hulk, Thor, dan lainnya.
Film itu juga resmi tayang perdana di beberapa negara pada hari ini (24/04), termasuk di Indonesia. Nah, jangan spoiler bagi yang sudah nonton ya! (FHP)
Telko.id – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta semua pihak untuk berhenti memperdagangkan ataupun menggunakan perangkat sejenis penyebar SMS palsu. Perangkat dimaksud mampu pula berfungsi sebagai (BTS) tiruan dan mengirimkan pesan singkat SMS kepada pelanggan tanpa izin komersial.
Regulator telekomunikasi itu menengarai adanya pemakaian perangkat semacam ini, yang kadangkalai disebut sebagai Fake BTS, untuk penyebarluasan konten negatif seperti hoaks, berita palsu, provokasi, ujaran kebencian dan pelanggaran konten informasi negatif lainnya dengan menggunakan SMS.
Ketua BRTI Ismail mengatakan pihaknya menemukan adanya penggunaan SMS Blaster atau Mobile Blaster atau Fake BTS untuk penyebaran SMS yang berisi konten negatif. Tindakan ini melanggar UU Telekomunikasi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Kami minta semua pihak terkait untuk berhenti menggunakan perangkat yang tanpa Sertifikat Kominfo semacam itu,” ujar Ismail yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal SDPPI Kominfo.
Ismail menyatakan, pihaknya juga telah meminta para vendor perangkat dan toko-toko untuk tidak lagi melakukan penjualan perangkat SMS Blaster/Mobile Blaster/Fake BTS yang tidak sesuai ketentuan tersebut. Adapun kepada platform penyedia e-commerce dan toko online diminta untuk menutup iklan yang menawarkan perangkat Fake BTS.
Ketua BRTI itu menegaskan penjualan dan penggunaan perangkat semacam ini untuk penyebaran konten negatif melanggar UU Telekomunikasi dan UU ITE sehingga dapat dikenai sanksi sesuai hukum yang berlaku.
Tim dari Ditjen SDPPI bersama Balai Monitor Frekuensi Radio dan Korwas PPNS Kominfo terus melakukan monitoring penjuan SMS Blaster/Mobile Blaster/Fake BTS ke toko-toko offline berdasarkan informasi dari operator seluler maupun penelusuran di dunia maya.
Selain terkait dengan Fake BTS, penyebaran konten negatif melalui SMS juga ditengarai terkait dengan para penyedia konten SMS yang melakukan pengiriman SMS dalam jumlah besar (blasting) namun menutupi identitas pengirim (masking). Hal semacam ini dapat dilakukan oleh penyedia konten SMS yang memiliki kerja sama dengan operator seluler.
Oleh karena itu, BRTI mengingatkan operator seluler untuk melakukan peran pengawasan dan pengendalian dengan cara memberi penegasan dan mengingatkan para mitranya agar tidak menyalahgunakan tujuan kerja sama tersebut. (Icha)
Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Dan Informasi (BAKTI) dan Indosat, melakukan penandatangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pemanfaatan Layanan Palapa Ring.
Penandatangan MoU berlangsung di Ruang Rapat BAKTI, Menara Merdeka Jakarta, dilakukan oleh Direktur Utama BAKTI – Kominfo Anang Latif dan Chief Business Officer Indosat Intan Sari.
Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan efektifitas kerja, pola kerja terpadu, terarah dan berkesinambungan dalam proses optimalisasi pemanfaatan layanan Palapa Ring.
Adanya MoU ini, menjadi langkah awal dalam rangka pemanfaatan layanan Palapa Ring dengan
bersinergi memanfaatkan potensi, keahlian dan fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Hal ini dilakukan demi mewujudkan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Disamping itu, menurut Anang Latif, MoU juga bertujuan untuk mewujudkan efektifitas kerja, pola kerja terpadu, terarah dan berkesinambungan dalam mengoptimalisasi pemanfaatan layanan Palapa Ring.
“Sehingga, kami membuka peluang seluas-luasnya bagi penyelenggara layanan telekomunikasi untuk dapat memanfaatkan peluang ini dan menjadikannya sebagai prospek bisnis ke depan,” ujarnya.
Pelibatan Indosat sebagai mitra kerja sama dilatari pengalaman Indosat dalam pengelolaan jaringan tulang punggung (backbone), serta bisnis untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan industry internet di Indonesia.
Palapa Ring menjadi langkah awal yang diambil oleh BAKTI untuk mewujudkan konektivitas yang cepat dan murah. Dengan adanya Palapa Ring, seluruh kabupaten dan kota di Indonesia terkoneksi dengan jaringan serat optik. Jaringan itu, melengkapi jaringan serat optik yang sudah dibangun oleh industri telekomunikasi.
Khusus, untuk daerah tingkatan yang lebih kecil seperti kecamatan, kelurahan, sampai dengan tingkat desa belum sepenuhnya terlayani dengan program ini, melalui kerja sama itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi agar biaya internet bisa lebih murah sehingga industri telekomunikasi dapat menjangkau pasar tersebut.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum, berada dibawah dan bertanggungjawab kepada menteri. BAKTI memiliki tugas melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika. Program yang dilakukan BAKTI antara lain Palapa Ring (BAKTI Paring), Penyediaan Akses Internet (BAKTI Aksi), Penyediaan BTS (BAKTI Sinyal) dan Satelit Multifungsi (BAKTI Satria). (Icha)
Telko.id, Jakarta – Asus kembali membuka “Asus Exclusive Store” di Lippo Mall Puri Jakarta. Ini adalah outlet kedua yang ada di Jakarta, dan keempat di Indonesia yang telah dibuka pabrikan asal Taiwan itu.
Asus Exclusive Store merupakan pusat penjualan produk sekaligus tempat mendapatkan informasi terkini mengenai notebook Asus.
Di tempat ini, pengunjung juga bisa menjajal langsung berbagai produk notebook dari berbagai lini di experience zone yang telah disediakan.
“Kami tidak ingin pelanggan hanya melihat laptop Asus dari balik layar saja. Kami ingin mereka mencobanya langsung, dan Asus experience store adalah tempat yang tepat,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia.
{Baca juga:Asus TUF Gaming FX505DY, Laptop Gaming Ringkas tapi Tangguh}
Selain dapat menjajal berbagai produk laptop terbaru, pelanggan juga bisa langsung membeli produk di tempat. Keuntungan membeli produk di sini adalah terjaminnya garansi resmi karena produk dijamin orisinil.
Adapun lini produk notebook yang dihadirkan adalah mulai dari consumer notebook kelas mainstream seperti lini VivoBook dan kelas premium seperti ZenBook.
Salah satu produk unggulannya adalah ZenBook 13 terbaru yang merupakan notebook 13 inci paling kecil di dunia. Notebook tersebut bahkan memiliki ukuran yang lebih kecil dari kertas A4.
Pelanggan yang mencari lini produk gaming juga dapat menjajal lini notebook gaming ROG dan TUF Gaming. Salah satu produk unggulannya adalah ROG Zephyrus terbaru yang merupakan notebook gaming berbasis NVIDIA GeForce RTX.
{Baca juga:Siap-siap! Asus ROG Phone Generasi Kedua akan Dirilis Akhir Tahun Ini}
Selain notebook untuk consumer, toko ini juga menyediakan notebook kelas bisnis yang masuk ke dalam lini produk ASUSPro. Selain itu, tersedia juga lini produk khusus untuk pelaku UKM.
Selain sebagai tempat penjualan produk, tempat ini juga menerima layanan dukungan teknis untuk notebook. Layanan teknis yang tersedia mulai dari upgrade unit seperti menambah kapasitas RAM, hard disk, dan SSD, hingga layanan purna jual, yaitu service unit dan klaim garansi. [HBS]
Telko.id – Laper, Go-Food aja. Itu kalimat yang sering terdengar saat ini. Maklum saja, Go-Food sebagai salah online food delivery di Indonesia sudah berkembang pesar. Bagaimana tidak, bukan saja mitra Go-Food yang diuntungkan, tetapi juga merchant dan juga masyarat.
Sampai saat ini di Indonesia dan Asia Tenggara sudah menggandeng lebih dari 400.000 mitra merchant, dimana 96% diantaranya merupakan UMKM kuliner. Dan sudah menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80% atau minimal 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis. Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah order Go-Food yang tumbuh tujuh kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir.
Tidak hanya menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kuliner, Go-Food juga memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia, yaitu sebesar Rp 18 triliun, menurut hasil riset Lembaga Demografi FEB UI (LD FEB UI) baru-baru ini.
Riset ini juga melansir bahwa peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari Go-Food ke dalam usaha mereka.
Merayakan keberhasilan ini, Go-Food kembali menggelar Hari Kuliner Nasional (HARKULNAS) Go-Food untuk mengapresiasi puluhan ribu merchant, jutaan driver dan puluhan juta pelanggan setia Go-Food yang turut berperan dalam mendorong kontribusi ekosistem Go-Food kepada perekonomian Indonesia.
Program HARKULNAS Go-Food tahun kedua ini dilakukan selama 20 hari, di 16 kota di seluruh Indonesia, lebih panjang periode dan cakupan kotanya dibandingkan dengan tahun lalu.
Berkat teknologi GOJEK, mitra merchant Go-Food dapat terus mengembangkan skala bisnisnya. Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung.
“Bukan tidak mungkin, usaha mitra merchant yang terus berkembang ini akan menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menyerap ribuan bahkan jutaan tenaga kerja,” ujar Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer GOJEK Group.
Keandalan teknologi jadi alasan utama merchant bermitra dengan Go-Food dibanding dengan penyedia layanan sejenis.
Kepemimpinan pasar Go-Food di industri pesan-antar makanan online diperkuat oleh preferensi merchant terhadap kemitraan Go-Food yang dinilai paling menguntungkan karena keandalan teknologinya.
Hal ini tercermin dari hasil riset LD FEB UI yang menyatakan bahwa 92% merchant bergabung dengan Go-Food karena adanya aplikasi manajemen merchant yang memudahkan bisnis mereka, serta karena ada kemudahan teknologi non-tunai GO-PAY.
Selain itu, 87% merchant bergabung karena teknologi keamanan Go-Food yang canggih, khususnya dengan menjamin transaksi dengan PIN antara mitra restoran dan mitra driver.
Lebih jauh lagi, hasil riset ini mengatakan bahwa 87% merchant menilai layanan Go-Food lebih terpercaya dan lebih aman dibandingkan dengan kompetitor. Bahkan 90% merchant bergabung dengan Go-Food karena Go-Food sudah hadir lebih lama di Indonesia.
“Kami bersyukur data riset ini membuktikan tingkat kepercayaan mitra merchant kepada Go-Food sebagai fitur aplikasi terpercaya dan dapat diandalkan,” kata Catherine.
Selain itu, Go-Food juga memprioritaskan masalah keamanan dan kenyamanan mitra merchant. Keseriusan ini tercermin dari upaya berkelanjutan mengembangkan ekosistem pengelolaan bisnis yang lengkap dan menyeluruh dan dapat dikelola secara mandiri oleh mitra merchant melalui aplikasi Go-Biz.
GO-BIZ merupakan aplikasi khusus bagi mitra Go-Food yang dulunya dikenal sebagai Go-Resto. Melalui Go-Biz, mitra merchant dapat memanfaatkan fitur-fitur unggulan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memanfaatkan fitur e-wallet Go-Pay, mengatur ketersediaan menu, mengatur jam operasional, melihat detail daftar pesanan dan fitur-fitur lainnya. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur verifikasi PIN untuk memastikan keamanan bagi para merchant.
Hampir seluruh mitra merchant Go-Food merasakan manfaat dan efektifitas aplikasi ini dalam mengelola dan meningkatkan bisnis mereka. Data riset LD FEB UI menyatakan 93% merchant mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-Food.
“Melihat kepercayaan mitra dan konsumen dalam memanfaatkan teknologi, kami yakin GO-FOOD tidak hanya dapat terus memimpin pasar Indonesia, tapi juga memperkuat posisinya di Asia Tenggara,” tutup Catherine. (Icha)