spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1255

Bisnis Go-Food Sumbang Rp 18 triliun Pada Perekonomian Indonesia

0

Telko.id – Laper, Go-Food aja. Itu kalimat yang sering terdengar saat ini. Maklum saja, Go-Food sebagai salah online food delivery di Indonesia sudah berkembang pesar. Bagaimana tidak, bukan saja mitra Go-Food yang diuntungkan, tetapi juga merchant dan juga masyarat.

Sampai saat ini di Indonesia dan Asia Tenggara sudah menggandeng lebih dari 400.000 mitra merchant, dimana 96% diantaranya merupakan UMKM kuliner. Dan sudah menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80% atau minimal 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis. Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah order Go-Food yang tumbuh tujuh kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Tidak hanya menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kuliner, Go-Food juga memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia, yaitu sebesar Rp 18 triliun, menurut hasil riset Lembaga Demografi FEB UI (LD FEB UI) baru-baru ini.

Riset ini juga melansir bahwa peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari Go-Food ke dalam usaha mereka.

Merayakan keberhasilan ini, Go-Food kembali menggelar Hari Kuliner Nasional (HARKULNAS) Go-Food untuk mengapresiasi puluhan ribu merchant, jutaan driver dan puluhan juta pelanggan setia Go-Food yang turut berperan dalam mendorong kontribusi ekosistem Go-Food kepada perekonomian Indonesia.

Program HARKULNAS Go-Food tahun kedua ini dilakukan selama 20 hari, di 16 kota di seluruh Indonesia, lebih panjang periode dan cakupan kotanya dibandingkan dengan tahun lalu.

Berkat teknologi GOJEK, mitra merchant Go-Food dapat terus mengembangkan skala bisnisnya. Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung.

“Bukan tidak mungkin, usaha mitra merchant yang terus berkembang ini akan menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menyerap ribuan bahkan jutaan tenaga kerja,” ujar  Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer GOJEK Group.

Keandalan teknologi jadi alasan utama merchant bermitra dengan Go-Food dibanding dengan penyedia layanan sejenis.

Kepemimpinan pasar Go-Food di industri pesan-antar makanan online diperkuat oleh preferensi merchant terhadap kemitraan Go-Food yang dinilai paling menguntungkan karena keandalan teknologinya.

Hal ini tercermin dari hasil riset LD FEB UI yang menyatakan bahwa 92% merchant bergabung dengan Go-Food karena adanya aplikasi manajemen merchant yang memudahkan bisnis mereka, serta karena ada kemudahan teknologi non-tunai GO-PAY.

Selain itu, 87% merchant bergabung karena teknologi keamanan Go-Food yang canggih, khususnya dengan menjamin transaksi dengan PIN antara mitra restoran dan mitra driver.

Lebih jauh lagi, hasil riset ini mengatakan bahwa 87% merchant menilai layanan Go-Food lebih terpercaya dan lebih aman dibandingkan dengan kompetitor. Bahkan 90% merchant bergabung dengan Go-Food karena Go-Food sudah hadir lebih lama di Indonesia.

“Kami bersyukur data riset ini membuktikan tingkat kepercayaan mitra merchant kepada Go-Food sebagai fitur aplikasi terpercaya dan dapat diandalkan,” kata Catherine.

Selain itu, Go-Food juga memprioritaskan masalah keamanan dan kenyamanan mitra merchant. Keseriusan ini tercermin dari upaya berkelanjutan mengembangkan ekosistem pengelolaan bisnis yang lengkap dan menyeluruh dan dapat dikelola secara mandiri oleh mitra merchant melalui aplikasi Go-Biz.

GO-BIZ merupakan aplikasi khusus bagi mitra Go-Food yang dulunya dikenal sebagai Go-Resto. Melalui Go-Biz, mitra merchant dapat memanfaatkan fitur-fitur unggulan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memanfaatkan fitur e-wallet Go-Pay, mengatur ketersediaan menu, mengatur jam operasional, melihat detail daftar pesanan dan fitur-fitur lainnya. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur verifikasi PIN untuk memastikan keamanan bagi para merchant.

Hampir seluruh mitra merchant Go-Food merasakan manfaat dan efektifitas aplikasi ini dalam mengelola dan meningkatkan bisnis mereka. Data riset LD FEB UI menyatakan 93% merchant  mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-Food.

“Melihat kepercayaan mitra dan konsumen dalam memanfaatkan teknologi, kami yakin GO-FOOD tidak hanya dapat terus memimpin pasar Indonesia, tapi juga memperkuat posisinya di Asia Tenggara,” tutup Catherine. (Icha)

Di Jepang Ada Museum Robot Lovot yang Jadi “Teman Curhat”

Telko.id, Jakarta – Groove X membuka Museum Lovot di Tokyo Jepang untuk kesempatan bagi para calon pembeli untuk lebih dekat dengan robot Lovot.

Para calon pembeli bisa melihat langsung robot lucu ini dan bisa berinteraksi langsung, sebelum dapat membelinya tahun depan.

Museum Lovot ini dibuka gratis di Tokyo sejak Februari lalu. Namun, pengunjung disarankan untuk memesan tempat terlebih dahulu, untuk menghindari antrean.

Sejak akhir Februari lalu, sekitar 3.000 orang telah menguji robot ini. Di musem para pengunjung bisa melihat teknologi Lovot ini bekerja, makan makanan ringan bertema Lovot, dan melihat presentasi bagaimana rasanya hidup dengan robot imut ini.

{Baca juga: Toyota Bikin Robot yang Jago Main Basket}

Museum ini dibuka pada Jumat pukul 18:00 hingga 23:00, Sabtu mulai pukul 10:00 hingga 18:00, dan Minggu mulai pukul 10:00 hingga 18:00. Menurut Groove X, 98 persen pengunjung museum mengaku “puas”.

Untuk diketahui, Lovot dapat dipesan sekarang tetapi pengiriman baru dimulai musim gugur tahun depan.

Diberitakan sebelumnya, robot ini dilengkapi dengan AI dan perangkat keras untuk meniru respons emosional seperti manusia.

Lovot diklaim akan bereaksi terhadap suasana hati pemiliknya dan melakukan semuanya dengan kegembiraan.

Groove X mengatakan peluncuran Lovot akan menjadi hubungan baru antara robot dan manusia. Pendiri sekaligus CEO, Kaname Hayashi, adalah pemimpin pengembangan robot SoftBank Pepper sebelum mendirikan Groove X.

Robot beroda ini dilengkapi dengan 50 sensor dan juga artificial intelligence untuk berperilaku dan memiliki emosi seperti makhluk hidup.

{Baca juga: Wow! Robot Ini Dirancang untuk Tingkatkan Rasa Cinta}

Selain itu, robot ini juga dilengkapi kamera termal yang memungkinkan memindai ruangan, serta sensor tubuh.

Pembeli dapat memilih warna sesuai dengan selera ketika memesan Lovot mereka. Groove X juga menawarkan pakaian dan aksesori untuk robot seberat tiga kilogram ini.

Sumber: The Star

Qualcomm dan Tencent Kembangkan AI untuk Gaming

Telko.id, Jakarta – Qualcomm mengumumkan kerja sama dengan Tencent saat berlangsung acara Qualcomm AI Day yang digelar di Shenzen, China, beberapa hari lalu. Mereka akan mengembangkan teknologi AI atau kecerdasan buatan untuk gaming.

Kerja sama tersebut sebetulnya sudah dilakukan pada 2016. Tapi, saat pengumuman kemarin, keduanya lebih berfokus kepada gaming. Qualcomm maupun Tencent pun mengajak merek smartphone gaming IQOO untuk kolaborasi.

Dilansir VentureBeat, kerja sama itu didorong oleh kepopuleran industri mobile gaming. Tren tersebut juga mendorong kehadiran fitur AI yang selama ini semakin digunakan untuk mendongkrak performa smartphone saat bermain game.

{Baca juga: Qualcomm Tanamkan Chipset 5G di PC}

Qualcomm kabarnya tengah mengeskplorasi kemampuan AI untuk gaming lewat teknologi Qualcomm AI Engine Generasi ke-4. Proyek itu bernama Project Imagination. Nantinya, kemampuan AI yang di dalam smartphone tidak lagi membutuhkan kemampuan komputasi di layanan cloud, melainkan langsung di dalam perangkat.

Disebutkan Qualcomm pengembangan Project Imagination akan diuji coba pada Qualcomm Snapdrargon 855 yang sudah tertanam di smartphone gaming IQOO. Belum jelas seperti apa fitur atau teknologi yang dihadirkan.

Di lain sisi, Tencent akan menyediakan fasilitas Tencent AI Labs untuk uji coba dan pengembangan teknologi AI tersebut ke salah satu game buatan mereka. Game yang dipilih adalah Honor of Kings atau yang dikenal juga sebagai Arena of Valor.

Pihak IQOO menyebut nantinya dalam rangkaian pengembangan mereka menyiapkan tim esport berbasis AI sebagai pemainnya. Mereka akan membentuk tim bernama SUPEX untuk game MOBA Honor of Kings.

{Baca juga: Game Online Bikin Saham Tencent Melesat}

Kabarnya mereka terinspirasi oleh keberhasilan teknologi AI yang mampu mengalahkan pemain esport profesional di beberapa game. [BA/HBS]

Sumber: Venturebeat

 

Remaja Ini Tuntut Apple Rp 14 Triliun, Kenapa?

Telko.id, Jakarta – Ousmane Bah, remaja perempuan berusia 18 tahun mengajukan gugatan sebesar USD $ 1 miliar atau Rp 14 triliun kepada Apple. Gugatan ini terkait sistem pengenalan wajah atau face recognition di Apple Store sehingga dirinya menjadi korban salah tangkap kepolisian.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Selasa (23/04/2019), kejadian ini bermula saat petugas New York Police Department (NYPD) menangkap Ousmane pada tanggal 29 November 2018 lalu.

Dia ditangkap karena dituduh terlibat dalam serangkaian pencurian Apple Store di Boston, New Jersey, Delaware dan Manhattan Amerika Serikat.

Polisi menduga jika Ousmane terlibat dalam pencurian tersebut, tetapi fakta baru berkata lain. Ternyata pelaku yang sebenarnya menggunakan identitas curian yang memiliki nama, alamat, dan informasi pribadi orang lain, serta tidak tidak memiliki foto.

{Baca juga: Video Detik-detik Penangkapan Komplotan Pencuri di Apple Store}

Seorang detektif  memeriksa rekaman pengawasan Apple Store setelah penangkapan, dan menentukan bahwa apakah Ousmane yang asli tidak terlihat ketika aksi pencurian itu berlangsung.

Padahal, Ousmane sedang menghadiri sebuah acara kakak kelasnya di Manhattan ketika peristiwa pencurian di Apple Store Boston terjadi. Dia mengatakan tidak tahu soal barang-barang seharga USD $ 1.200 atau Rp 16,9 juta yang raib digondol pencuri.

Ousmane tak tinggal diam menjadi korban salah tangkap. Setelah mengetahui kekeliruan tersebut, ia menggugat pihak Apple, yang menurutnya telah memprogram sistem pengenalan wajah untuk mengaitkan wajah pencuri asli dengan rincian identitasnya.

Menurut laporan New York Post, gugatan tersebut menyatakan bahwa perangkat lunak pengenalan wajah di Apple Store untuk melacak orang-orang yang dicurigai pencuri adalah jenis pengawasan  yang ditakuti konsumen.

“Ini dapat diasumsikan bahwa mayoritas konsumen tidak menyadari bahwa wajah mereka diam-diam sedang dianalisis,” tulis gugatan tersebut.

{Baca juga: Gerombolan Pencuri Gasak Puluhan iPhone di Apple Store}

Pihak Apple memang terus menguatkan sistem keamanan, untuk menghindari aksi kriminal yang terjadi di toko retailnya.

Sebelumnya, Apple Store di Sacramento, negara bagian California, Amerika Serikat, menyewa polisi untuk menjaga toko. Polisi sewaan itu bertugas selama Apple Store beroperasi untuk mengantisipasi kejadian perampokan.

Dilaporkan The Verge, Jumat (5/10/2018), Apple Store di Arden Fair Mall Sacramento sekarang dijaga oleh minimal dua polisi. Mereka bersiaga secara penuh di dalam maupun depan Apple Store di kawasna itu. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Go-Food akan Gelar Pesta Kuliner di Harkulnas 2019

Telko.id, Jakarta – Go-Food akan menggelar Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) pada tanggal 5 Mei 2019 mendatang. Program ini hadir sebagai bentuk apresiasi pada puluhan ribu mitra merchant, jutaan driver dan puluhan juta pelanggan mereka.

Menurut Senior Marketing Manager, Go-Food Marsela Renata, keberhasilan Go-Food tidak terlepas dari kerja keras merchant, driver dan pelanggan sehingga Harkulnas 2019 hadir untuk mereka.

“Harkulnas 2019, sebagai bentuk dukungan dan terima kasih terhadap mitra merchant, mitra driver, serta para pelanggan kami,” ucap Marsela di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Harkulnas Go-Food merupakan pesta kuliner online dan offline di Indonesia yang pertama kalinya diprakasai oleh Go-Food. Acara ini berlangsung selama 20 hari mulai dari 15 April 2019 hingga puncak acara 5 Mei 2019.

{Baca juga: Go-Food Klaim Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara}

Event ini terbagi dalam tiga fase. Fase pertama adalah Bulan Kuliner Nasional (Lankulnas) mulai dari 15 April 2019 hingga 21 April 2019. Fase kedua, Lankulnas, Go-Food memberikan promo hingga 25% di ratusan merchant mereka.

“Selain itu kami menghadirkan promo happy hour diskon 50% dari jam 2 siang sampai 5 sore di Go-Food Festival,” kata Marsela.

Fase ini disebut dengan Minggu Kuliner Nasional (Mingkulnas). Fase ini dimulai tanggal 22 April 2019 hingga 4 Mei 2019. Go-Food memberikan ragam diskon 40% dan voucher potongan harga hingga Rp 50.000.

“Ada juga free ongkir hingga 5 Km hingga kesempatan memenangkan grand prize berupa 55 gram emas batangan masing-masing 5 gram untuk pelanggan Go-Food yang beruntung,” tutur Marsela.

Kemudia fase ketiga adalah puncak acara Harkulnas. Acara yang berlangsung pada 5 Mei 2019 mendatang, Go-Food akan memberikan diskon besar dan bebas ongkir, bagi seluruh pelanggan.

“Kami akan memberikan diskon hingga 55% harga makanan mulai dari Rp 5.500, free ongkir hingga jarak 5 Km,” ujar Marsela.

{Baca juga: Order Fiktif Go-Food Rp 18 Juta, Ini Tanggapan Go-Jek}

Tahun ini ada penambahan kota dari 11 menjadi 16 kota yang berpartisipasi dalam Harkulnas 2019 dengan penambahan yakni kota Pekanbaru, Manado, Batam, Solo dan Malang. Terakhir Marsela berharap jika baik mitra merchant, driver dan pelanggan bisa menikmati gelaran yang berlangsung.

“Kami berharap pelanggan dapat semakin banyak memanfaatkan promo kuliner yang tersedia, begitu pun para merchant dapat mengakses banyak pelanggan sehingga omzet bisa terus meningkat, serta membantu para mitra driver untuk semakin meningkatkan kinerja dan prestasinya,” tutup Marsela. [NM/HBS]

China Batasi Judul Game Poker dan Mah-jong

Telko.id, Jakarta – China memberlakukan persetujuan baru untuk perizinan peredaran game, khususnya game Poker dan Mah-jong. China mengharuskan penerbit untuk mendaftarkan game kepada pemerintah agar dapat dikaji terkait konten dan sistem monetisasi.

Peraturan baru yang disampaikan oleh analis pasar Niko Partners itu dinilai akan menyulitkan proses perilisan game di China.

Seperti diketahui, proses persetujuan game sebelumnya oleh pemerintah China mengalami penghentian operasional pada April 2017 lalu.

Penghentian operasional tersebut disebabkan oleh perkenalan memperkenalkan badan regulator baru, yaitu China’s State Administration of Press and Publication (SAPP). SAPP mulai kembali menyetujui game pada Desember.

{Baca juga: China Bakal Batasi Jumlah Game Online, Kenapa?}

Sejak saat itu, SAPP telah memberikan persetujuan kepada sekitar 1.000 judul. Namun, seperti dilansir Variety, SAPP kembali menghentikan proses pemberian persetujuan itu pada Februari lalu.

Badan regulator dilaporkan akan mulai mengkaji game saat sistem persetujuan baru mulai diterapkan pada akhir April 2019. Sistem baru ini turut menyertakan kontribusi dari Online Game Ethics Committee, yang dibentuk pada Desember 2018.

SAPP juga bertugas memastikan game memiliki nilai yang diusung oleh China. Tidak hanya game, penerbit juga harus mendaftarkan software melalui proses aplikasi baru ini.

 {Baca juga: Gamers PUBG di China Wajib Tunjukkan KTP}

Selain lebih ketat soal jenis permainan yang lolos sertifikasi, China juga memperketat pengawasan terhadap produk tiruan berharga terjangkau. China pun membatasi jumlah judul game poker dan mah-jong yang dapat beredar di pasar. [BA/HBS]

Sumber: Variety

Go-Biz Jadi Alasan Banyak Merchant Gabung Go-Food

Telko.id, Jakarta – Keberhasilan Go-Food menguasai pasar layanan pesan-antar makanan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan mereka dalam menjalin hubungan dengan para mitra merchant.

Berdasarkan riset dari Lembaga Demografi FEB UI, mayoritas merchant bergabung dengan Go-Food karena aplikasi Go-Biz yang dapat membantu merchant untuk mengatur bisnis mereka.

Menurut hasil survei Lembaga Demografi FEB UI yang dilakukan pada 1.000 mitra UMKM Go-Food di 9 kota besar di Indonesia tahun 2018, sekitar 92% merchant bergabung dengan Go-Food karena adanya manajemen merchant yang bernama Go-Biz.

Chief Food Officer Go-Jek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan bahwa aplikasi Go-Biz sering dipakai oleh mitra Go-Food agar usaha mereka berjalan lancar.

{Baca juga: Gandeng Get, Go-Jek Siap Layani Pengiriman Makanan di Thailand}

“Keamanan dan kenyamanan mitra merchant merupakan prioritas utama kami, untuk mengembangkan ekosistem pengelolaan bisnis yang lengkap dan menyeluruh dan dapat dikelola secara mandiri oleh mitra merchant melalui aplikasi Go-Biz,” kata Catherine dalam peluncuran acara Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) 2019 di Go-Food Festival, Jakarta, Selasa (23/04/2019)

Go-Biz merupakan aplikasi khusus bagi mitra Go-Food. Aplikasi yang dahulu bernama Go-Resto ini pihak merchant dapat memanfaatkan fitur-fitur unggulan didalamnya. Salah satu fiturnya adalah Content Management. Fitur tersebut memungkinkan mereka untuk mengatur konten promosi mereka di Go-Food.

“Iya aplikasi menajemen merchant yang bernama Go-Biz. Dalam Go-Biz terdapat fitur Content Management. Disana merchant bisa menambah menu, ganti menu, memasukan foto dan kita bisa manage disitu,” kata Catherine pada Selasa (23/04/2019).

Selain Fitur Content Management, ada juga fitur Order Management. Pada fitur ini, pelaku usaha bisa melihat perkembangan usaha mereka berdasarkan laporan terkait transaksi Go-Food, yang mereka terima.

{Baca juga: Go-Jek Ditolak Masuk Filipina karena Langgar Regulasi}

“Ini untuk melihat order yang masuk. Ini bisa lihat report ordernya setiap hari seperti apa, trend-nya seperti apa sehari-hari,” ujar Catherine.

Hampir seluruh merchant Go-Food merasakan manfaat dan efektifitas aplikasi Go-Biz ini. Masih dalam riset Lembaga Demografi FEB UI, Catherine menjelaskan jika 93% merchant mengalami peningkatan volume transaksi setelah menggunakan aplikasi tersebut.

“Melihat kepercayaan mitra dan konsumen dalam memanfaatkan teknologi, kami yakin Go-Food tidak hanya dapat terus memimpin pasar Indonesia, tapi juga memperkuat posisinya di Asia Tenggara,” tutup Catherine. [NM/HBS]

Dokter di Afrika Jadikan Smartphone untuk Alat Medis

Telko.id, Jakarta – Selama ini penggunaan smartphone selalu identik sebagai alat komunikasi, meski belakangan juga banya untuk game dan fotografi. Namun di Afrika, smartphone ternyata bisa digunakan untuk alat medis, yakni sebagai pemindai ultrasonografi.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (23/04/2019), seorang dokter di Uganda, Afrika Timur menggunakan ponsel cerdasnya untuk alat pemindai ultrasonografi.

Diketahui jika ultrasonografi adalah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, struktur, dan luka patologi. Singkatnya, teknik ini berguna untuk memeriksa organ dalam tubuh.

Berdasarkan laporan dari New York Times, dokter tersebut menggunakan perangkat yang dikenal sebagai Butterfly iQ. Perangkat tersebut merupakan pemindai ultrasonik yang telah menyusut cukup kecil sehingga bisa dibawa kemana-mana.

{Baca juga: Dokter di China Uji Coba Operasi Jarak Jauh dengan 5G}

Nantinya perangkat tersebut bisa terhubung dengan smartphone untuk melakukan pemeriksaan medis, khususnya untuk memeriksa organ dalam.

Teknologi ini memungkinkan para dokter untuk melakukan tes pada pasien yang tinggal di desa-desa di seluruh Afrika, yang mungkin tidak dapat mengakses kesehatan dengan baik.

Lewat teknologi ini maka gambar-gambar yang diambil dalam ultrasound bisa dikirim kembali ke dokter spesialis di Toronto, Kanada, yang kemudian akan membantu untuk melakukan diagnosa.

Menurut Jonathan Rothberg, pendiri Butterfly yang merupakan perusahaan pembuat perangkat mengatakan jika, teknologi ini dapat memudahkan masyarakat untuk mendeteksi kesehatan mereka

“Itulah motivasi saya yang sebenarnya untuk membuatnya. Dua pertiga dari populasi dunia tidak mendapat pencitraan sama sekali. Ketika Anda menaruh sesuatu pada sebuah chip, harganya turun dan Anda dapat mendemokratisasikannya,” kata Jonathan.

Sebenarnya perusahaan teknologi mulai melirik industri kesehatan, untuk menambah pasar mereka. Sebelumnya Samsung menerapkan teknologi kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) untuk perangkat medis yang bisa menampilkan gambar.

{Baca juga: Samsung Terapkan Teknologi AI untuk Perangkat Medis}

Untuk mengembangkan perangkatnya yang menggunakan teknologi AI ini, Samsung bermitra dengan anak usahanya, yakni Samsung Medison. Perangkat medis yang menerapkan AI tersebut antara lain peralatan ultrasound, radiografi digital, computed tomography dan magnetic resonance imaging (MRI). [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

 

 

Dituduh Maling di Apple Store, Remaja Ini Gugat Apple

Telko.id, Jakarta – Ousmane Bah, seorang siswa berusia 18 tahun asal New York, Amerika Serikat, gugat Apple ke pengadilan. Ia tak terima atas kesalahan sistem pengenalan wajah sehingga membuatnya jadi tersangka pencurian.

Menurut laporan New York Post, Ousmane ditangkap oleh aparat pada November 2018 lalu setelah terkena tuduhan pencurian. Ia disangka telah mencuri perangkat Apple di Apple Store di Amerika Serikat.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (23/04/2019), tuduhan tersebut didasarkan atas sistem pemindai wajah yang terpasang di satu bagian ruang di Apple Store. Sensor pengenal wajah di toko itu mengenali Ousmane sebagai pencuri.

{Baca: Dear Pak Polisi, Jangan Tatap Layar iPhone Milik Tersangka!}

Padahal saat dicek secara lebih lanjut, gambar si pencuri asli sama sekali tidak mirip dengan Ousmane. Parahnya, Ousmane saat itu ternyata sedang menghadiri acara senior prom di Manhattan, sementara aksi pencurian yang dituduhkan kepadanya berada di Apple Store di kawasan Boston.

Beberapa waktu lalu, seorang pengguna asal New Jersey bernama Gina Priano-Keyer juga mengajukan gugatan kepada Apple terkait masalah baterai jam tangan pintar Apple Watch. Ia menuding Apple telah melakukan penipuan.

{Baca juga: Pengguna Apple Watch Gugat Apple Gara-gara Baterai}

Gina melaporkan baterai Apple Watch miliknya mengembung. Cacat di baterai Apple Watch tak hanya merusak layar, tetapi juga berpotensi melukai si pengguna. Ia mengklaim, Apple tahu mengenai masalah itu, tetapi bergeming.

Gina menuduh Apple sengaja tetap menjual Apple Watch ke pasaran. Cacat tersebut kali pertama ia temukan saat sedang mengisi ulang baterai. Ia membawanya ke gerai resmi Apple di New Jersey, tetapi malah harus membayar USD 229 atau Rp 3,2 jutaan.

Sumber: New York Post

Qualcomm Bikin Sensor Fingerprint Dalam Layar untuk iPhone

0

Telko.id, Jakarta – Mayoritas produsen ponsel bersistem operasi Android telah mengadopsi teknologi pemindai sidik jari di dalam layar. Kabarnya, Apple akan mengikuti jejak pesaingnya di Android untuk menanamkan fingerprint di dalam layar dengan bantuan Qualcomm.

Apple dan Qualcomm dilaporkan bekerja sama untuk memperkenalkan sensor fingerprint di dalam layar untuk iPhone baru. Teknologi yang akan digunakan sangat mirip dengan sensor ultrasonik yang ada di Samsung Galaxy S10.

Dilansir Gizmochina, sensor ultrasonik di dalam layar dianggap lebih cepat, aman, dan akurat, termasuk kala lingkungan dalam kondisi basah. Dibanding sensor optikal, ultrasonik bisa membuka kunci dalam 250 milidetik.

{Baca juga: Dua iPhone 2019 Bakal Lebih Tebal dan Berlayar Besar}

Lain hal dengan 300 mikron yang merasakan sensor tradisional, sensor generasi kedua Qualcomm bisa bekerja hingga 800 mikron. Namun, sensor pernah gagal saat pengguna mencoba membuka kunci via sidik jari 3D yang dicetak.

Dikutip Telko.id, Selasa (23/4/2019), teknologi Apple rentan terhadap metode membuka kunci yang tidak diotentikasi seperti sekarang. Apple perlu mengatasinya dengan sensor fingerprint generasi kedua keluaran Qualcomm.

Baru-baru ini, Intel dikabarkan bakal berhenti total membuat modem 5G. Intel memutuskan untuk fokus menggarap modem 4G dan 5G. Peruntukkannya adalah komputer, perangkat smart home, serta bisnis infrastruktur lain.

{Baca juga: Desain iPhone XI dengan Tiga Kamera Terungkap}

Intel mengumumkannya beberapa jam setelah Apple dan Qualcomm sepakat menyelesaikan perselisihan pelanggaran paten dan royalti untuk modem khusus iPhone. Sayang, Intel kurang terbuka terkait hal tersebut. [SN/HBS]

Sumber: Gizmochina