spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1227

Niantic Panen Uang dari Pokemon GO

Telko.id, Jakarta – Sensor Tower Store Intelligence mengungkapkan bahwa sejak Juli 2017 sampai sekarang, game Pokemon GO buatan Niantic telah menghasilkan pendapatan total USD 2,5 miliar. Pokemon Go mulai rilis ke publik pada 2016 silam.

Pendapatan Niantic dari Pokemon GO meningkat USD 700 juta dibanding perolehan pada Juli 2018 yang tercatat USD 1,8 miliar. Sensor Tower Store Intelligence mengungkapkan, pendapatan dari Pokemon GO rata-rata naik USD 78 juta per bulan.

Menurut laporan Sensor Tower, game augmented reality ini meraup pemasukan tak kurang dari USD 205 juta selama kuartal pertama 2019. Atau, secara lebih rinci, game ini mampu menghasilkan uang USD 2,3 juta per hari.

{Baca juga: Seru! Fitur Ini Bikin Seluruh Pokemon jadi Foto Model}

Masih berdasarkan data Sensor Tower Store Intelligence, para pemain game yang sempat booming ini menghabiskan uang USD 4 juta per hari. Para pemain yang mengeluarkan uang paling banyak berasal dari Amerika Serikat.

Pengeluaran para pemain game asal Amerika Serikat lebih banyak dibanding para pemain asal Jepang. Total, para pemain asal Amerika Serikat menghabiskan uang USD 875 juta demi game buatan Niantic ini.

Lain hal, para pemain asal Jepang mengeluarkan dana USD 725 juta demi game Pokemon GO. Duduk di peringkat ketiga adalah para pemain game asal Jerman, yang merogoh kocek USD 150 juta untuk bermain game ini.

{Baca juga: Wow! Niantic Raup Rp 35 Triliun dari Pokemon GO}

Saat ini, Pokemon GO adalah game mobile peringkat ke 7 di dunia berdasarkan nominal pendapatan. Setidaknya, peringkat itu rilis pada bulan lalu dengan total pengeluaran para pemain mencapai USD USD 67 juta. [BA/HBS]

Sumber: Sensor Tower

Kocak, Apple akan Bikin Game Warren Buffet 

Telko.id, Jakarta – CEO Apple, Tim Cook, hadir pada acara pertemuan tahunan di Berkshire Hathaway, Amerika Serikat. Ia melontarkan candaan bagaimana kalau Warren Buffet jadi bintang di game baru iPhone.

Ternyata, apa yang diucapkan oleh Cook merupakan sebuah tanda. Apple telah merealisasikan perkataan Cook. Menurut Engadget, Apple merilis game berjudul Warren Buffett’s Paper Wizard untuk iPhone.

Game itu sangat menarik. Pemain akan menjadi pengasong yang mengantarkan koran dan melemparnya ke rumah-rumah pelanggan. Game tersebut terinspirasi oleh profesi Buffett saat masih kecil.

{Baca juga: Punya Saham Apple, Warren Buffett Pilih Pakai Ponsel Jadul Samsung}

Di game ini, pemain akan memperoleh keuntungan berupa Warren Bucks. Syarat untuk mendapatkannya, pemain harus terampil mengirim koran ke tempat tinggal para pelanggan.

Sesuai keterangan di App Store, game tersebut dikembangkan oleh Wildlife Designs. Namun, berdasarkan ketentuan permainan dan splash screen, Apple jadi pihak yang bertanggung jawab langsung atas game itu.

Game ini merupakan game pertama yang dirilis Apple sejak 2008. Pada 2008, Apple menciptakan game pertama Texas Hold’em. Sayang, Apple tak membocorkan rencana kehadiran game lain.

Baru-baru ini, GameClub baru saja menerima pendanaan segar dari berbagai perusahaan, termasuk Watertower Ventures, BreakawayGrowth Fund, dan Ride Ventures. GameClub akan menghidupkan game-game di iOS lama.

{Baca juga: Lima Persen Saham Apple Tak Cukup untuk Buffett}

CEO GameClub, Dan Sherman, mengemukakan bahwa beberapa judul game jadul sedang dikerjakan dan sedang menjalani pengujian awal. Kemungkinan, game-game tersebut bakal resmi rilis pada musim gugur tahun ini.

Buffet sendiri dikenal sebagai konglomerat yang sederhana. Meski sebagai pemilik saham Apple, namun tak lantas membuat Buffett “tergoda” memakai iPhone. Beffett justru lebih memilih pakai ponsel jadul buatan Samsung.

Seperti diketahui, Buffett adalah triliuner dan pemilik dari Berkshire Hathaway, yang memiliki 5,5 persen saham di Apple. Sang triliuner ini tercatat sebagai orang nomor tiga terkaya di dunia. Meski begitu, dia dikenal sebagai orang yang sangat sederhana.

Salah satu buktinya, ia diketahui sudah sejak lama dia setia menggunakan ponsel jadul. Padahal, kalau dia mau, ponsel dengan harga paling mahal sekalipun, mampu dia beli.

Tapi uniknya, ponsel jadul yang digunakan Buffett adalah buatan Samsung, rival utama Apple. Ponsel tersebut adalah ponsel flip Samsung SCH-U230.

Menurut laporan CNBC, di situs e-commerce Amerika Serikat, eBay, ponsel tersebut dijual seharga sekitar USD 20 atau Rp 284 ribu sampai USD 30 atau Rp 427 ribu.

Kendati begitu, Buffet menggunakan iPad sebagai sarana untuk melakukan riset. Tapi, perangkat yang setia menemaninya kemanapun dia pergi tetaplah ponsel “jadulnya” Samsung SCH-U230. [BA/HBS]

Tak Ingin Diintai Polisi, Warga Kota Ini Tolak Face Recognition

Telko.id, Jakarta – Pemerintah kota San Francisco akan menjadi kawasan pertama yang melarang lembaga-lembaga negara milik Amerika Serikat menggunakan teknologi pengenal wajah atau face recognition.

Larangan penggunaan teknologi face recognition bahkan sudah disahkan oleh legislatif lewat pemungutan suara pada Senin (6/5/2019), waktu setempat. Aturan akan masuk ke dewan pengawas pada 14 Mei 2019.

Anggota dewan pengawas, Aaron Peskin, mengatakan bahwa regulasi itu dibuat guna menindaklanjuti kekhawatiran tentang akurasi teknologi. Pihaknya juga ingin menghentikan budaya praktik pengintaian.

{Baca juga: Percepat Proses Boarding, Maskapai Inggris Pakai Face Recognition}

“Kami menginginkan kebijakan yang berlaku baik dan adil bagi masyarakat. Kami sebisa mungkin menghindarkan warga dari pengintaian oleh aparat berwenang,” katanya, dikutip Telko.id dari The Guardian, Rabu (8/5/2019).

Teknologi pengenal wajah digunakan oleh pemerintah setempat di media sosial Facebook, bandar udara, stadion, hingga pusat perbelanjaan untuk mengenali pencuri. Warga San Francisco pun merasa tidak nyaman.

Hal serupa berlaku di wilayah lain di AS. Beberapa waktu lalu dilaporkan, polisi Washington County, Oregon, memanfaatkan Face Rekognition, sistem pengenal wajah dari Amazon, untuk membantu sistem pengawasan di perkotaan.

Mereka menggunakannya untuk mengenali para pelaku kriminal. Menurut dokumen yang didapatkan oleh American Civil Liberties Union atau ACLU, dalam memanfaatkan Rekoginition, polisi melakukan perjanjian kerahasiaan.

{Baca juga: Kacau! Pengusaha Ini Dianggap Penjahat oleh Sistem Keamanan China}

Memakai Rekognition, polisi bisa mengaktifkan teknologi pengenalan wajah yang terpasang di kamera. Polisi Washington County harus membayar USD 12 atau sekitar Rp 170 ribu per bulan untuk bisa menggunakan Rekognition. [SN/HBS]

Sumber: The Guardian

Ilmuwan Inginkan Foto Lubang Hitam Lebih Tajam

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, para ilmuwan berhasil menangkap gambar pertama lubang hitam dari jarak dekat. Kini, sejumlah peneliti melakukan riset untuk menghasilkan gambar fenomena kosmik secara lebih tajam.

Mereka melakukan perencanaan secara intens guna memperoleh gambar lubang hitam yang lebih nyata di jurnal Astronomi dan Astrofisika. Rencana tersebut melibatkan penyebaran dua atau tiga teleskop radio orbital yang terkoordinasi.

Untuk merealisasikan rencana itu, menurut laporan CNET, dikutip Telko.id pada Rabu (8/5/2019), mereka mengembangkan Event Horizon Imager. Teknologi tersebut akan menyimulasikan kemampuan pembuatan gambar teleskop.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap Foto ‘Black Hole’ untuk Pertama Kalinya}

“Ada banyak keuntungan menggunakan satelit daripada teleskop radio permanen di Bumi. Di ruang angkasa, kami bisa mengamati frekuensi radio yang lebih tinggi,” tutur Freek Roelofs, kandidat PhD di Radboud University Belanda.

Ia melanjutkan, jarak antara teleskop di ruang angkasa lebih besar sehingga memungkinkan untuk mengambil langkah besar ke depan. Ia yakin peneliti bisa mengambil gambar dengan resolusi lebih dari lima kali lipat daripada sebelumnya.

Belum lama ini, perempuan ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Katherine Louise Bouman menjadi perbicangan hangat. Ia adalah orang yang mengembangkan algoritma serta berhasil menangkap foto pertama lubang hitam.

Perempuan berusia 29 tahun itu memimpin pengembangan program komputer yang memungkinkan terobosan citra. Dalam foto tersebut, lubang hitam terlihat dengan rupa lingkaran cahaya berisi debu dan gas, berlokasi 500 juta triliun kilometer dari Bumi.

Bouman menceritakan kali pertama membuat algoritma pada tiga tahun lalu. Saat itu, ia masih menjadi mahasiswa pascasarjana di Massachusetts Institute of Technology. Ia dibantu oleh  tim dari Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan AI.

{Baca juga: Penelitian Hawking soal Black Hole Tersedia Secara Online}

Gambar lubang hitam ditangkap oleh Event Horizon Telescope (EHT), jaringan delapan teleskop virtual terkait algoritma buatan Bouman. “Ketika melihatnya untuk kali pertama, kami semua tidak percaya. Benar-benar spektakuler,” ujarnya. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Resmi Dirilis, Ini 3 Fitur Baru Paling Menarik di Android Q

Telko.id, Jakarta – Dalam perhelatan Google I/O Developer Conference 2019, Google memperkenalkan sistem operasi Android Q. Kabarnya akan ada aneka fitur terbaru di OS tersebut, dan memperbaiki yang sudah ada.

Dilansir Telko.id dari GSM Arena pada Rabu (08/05/2019), ada tiga fitur baru yang paling menarik dihadirkan Android Q, yakni Live Caption, Smart Reply, dan Dark Mode.

Apa saja kelebihan dari ketiga fitur tersebut? Berikut ini ulasan singkatnya:

1. Live Caption

Fitur terbaru yang pertama adalah Live Caption. Fitur ini sangat membantu bagi pengguna yang mengalami gangguan pendengaran. Melalui fitur ini setiap konten video ataupun audio akan otomatis menampilkan teks suara yang bisa dibaca.

Fitur ini akan otomatis berfungsi untuk semua perangkat dalam Android baik itu video, podcast ataupun pesan suara.  Adapun fitur Live Caption bisa digunakan tanpa memerlukan internet ataupun paket data.

{Baca juga: Android Sah Jadi OS Terpopuler di Dunia}

2. Smart Reply

Fitur kedua adalah Smart Reply. Fitur yang didukung oleh mesin pembelajaran ini, memberikan saran yang bermanfaat untuk balasan pesan dan mengindentifikasi pesan tersebut.

Misalnya, jika Anda ingin menelusuri alamat yang tertulis dalam pesan, Anda dapat mengetuk notifikasi untuk langsung ke Google Maps.

3. Dark Mode

Kemudian ketiga, fitur Dark Mode juga akan hadir di Android Q. Dark Mode akan otomatis berfungsi ketika Anda mengaktifkan penghemat baterai. Fitur Dark Mode tidak hanya mengubah UI System menjadi gelap tapi juga mengaktifkan Dark Mode bagi aplikasi yang mendukung fitur tersebut.

Pengembang aplikasi juga dapat ikut serta dalam fitur Force Dark terbaru yang memungkinkan Android secara otomatis membuat versi gelap dari tema aplikasi mereka.

{Baca juga: Pengguna Bisa Atur Waktu Aktivasi Dark Mode di Android Q}

Android Q juga memiliki 50 fitur baru yang berfokus pada keamanan dan privasi. Misalnya Anda akan mendapatkan kontrol  ketika ingin memberikan izin lokasi, dengan tiga opsi: Izinkan akses sepanjang waktu, Hanya saat menggunakan aplikasi, Atau tolak akses lokasi.

Android Q akan tiba dengan dukungan untuk perangkat yang bisa dilipat dan datang dengan dukungan built-in jaringan 5G.  Android Q versi beta baru akan tersedia hari ini untuk 21 ponsel dari 13 merek, termasuk semua seri Google Pixel. [NM/HBS]

Sumber: GSM Arena

 

Google Latih AI agar Pahami Penderita Gangguan Bicara

Telko.id, Jakarta – Google sedang melatih Artificial Intelligence (AI) untuk membantu para penderita gangguan bicara akibat gangguan neurologis atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Pelatihan AI ini bernama Project Euphoria, yang diperkenalkan dalam acara Google I/O Developer Conference 2019.

Dilansir dari Engadget, Rabu (08/05/2019), pelatihan AI yang dilakukan Google ini untuk memahami berbagai pola bicara dari penderita gangguan bicara.

Raksasa pencarian ini bermitra dengan ALS Development Institute (ALS TDI) dan ALS Residence Initiative (ALS RI) untuk memahami penderita gangguan bicara.

Google mengatakan, ide dari Project Euphoria berasal dari kehidupan sehari-hari. Jika teman keluarga penderita ALS perlahan bisa memahami bahasa penderita, maka mereka pun bisa melatih AI melalui contoh pola bicara penderita ALS.

{Baca juga: Model Virtual dengan Teknologi AI Ini Terlihat Menakjubkan}

Google pun mulai merekam ribuan sampel suara. Seorang sukarelawan dan penderita ALS, Dimitri Kanevsky, melakukan komunikasi tercatat hingga 15 ribu frase. Kemudian, ucapan Dimitri diubah menjadi spektogram dan digunakan untuk melatih AI dalam memahami komunikasi Dimitri.

Projek ini sendiri masih dalam proses pengembangan, dan Google berupaya untuk membawanya ke orang-orang yang berbicara bahasa Inggris dan menderita ALS. Selain itu, raksasa pencarian itu pun ingin AI-nya menerjemahkan suara dan gerakan menjadi tindakan, seperti mengucapkan perintah ke Google Home atau mengirim pesan teks.

Pengembangan AI untuk kesehatan bukan yang pertama kali Google lakukan. Tahun lalu Google bahkan mengklaim jika AI miliknya bisa mendeteksi kanker payudara dengan akurasi 99%.

{Baca juga: Hebat! AI Besutan Google Bisa Deteksi Dini Kanker Payudara}

Mereka bekerja sama dengan peneliti di Pusat Medis Angkatan Laut San Diego, Amerika Serikat. Kedua pihak mengembangkan AI untuk mendeteksi awal penyebaran kanker payudara dan kabarnya AI yang dikembangkan dapat mendeteksi dini kanker payudara dengan ketepatan 99%. (NM/FHP)

Sumber: Engadget

Android Sah Jadi OS Terpopuler di Dunia

Telko.id, Jakarta Google mengungkapkan bahwa di tahun ini, sudah ada 2,5 miliar lebih perangkat Android yang aktif di seluruh dunia. Itu berarti, Android menjadi salah satu OS terpopuler yang paling banyak digunakan di dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Android di Google, Stephanie Cuthbertson dalam acara Google I/O Developer Conference 2019 pada Rabu (08/05).

Ia mengatakan bahwa 2,5 miliar lebih perangkat berbasis Android tersebut diproduksi oleh 180 perusahaan perangkat keras yang berbeda.

Selain mengungkapkan berapa banyak perangkat Android yang digunakan secara global, Google juga mengungkap angka distribusi Android berdasarkan data enam bulan terakhir.

{Baca juga: Pengguna Android Kini Bisa Pilih Urutan Linimasa Twitter}

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Rabu (08/05/2019), data terbaru menunjukkan bahwa distribusi Android Pie telah berjalan sekitar 10% dari perangkat Android.

Sedangkan Android 8.1 dan 8.0 Oreo masing-masing telah terdistribusi sebesar 15,4% dan 12,9%. Adapun Android 6.0 Marshmallow saat ini memiliki pangsa pasar terbesar dengan distribusi 16,9%.

Google sekarang bersiap untuk meluncurkan Android Q akhir tahun ini. Kabar ini telah terkonfiramsi bahwa Android Q beta 3 sudah tersedia untuk hampir dua lusin smartphone dengan mayoritas berasal dari OEM pihak ketiga.

Sistem operasi Android Q menghadirkan mode Dark System-Wide. Fitur yang terdapat di dalamnya memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan kapan Dark Mode atau mode gelap akan mati atau hidup.

{Baca juga: Pengguna Bisa Atur Waktu Aktivasi Dark Mode di Android Q}

Apabila ingin digunakan pada malam hari, fitur tersebut secara otomatis aktif sesuai waktu yang dijadwalkan oleh pengguna. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu repot mengaktifkannya secara manual.

Menariknya, model gelap ini bisa pula secara otomatis hidup jika level daya baterai perangkat mulai turun. Google menyebut bahwa Dark Mode memang hadir untuk menghemat daya tahan baterai perangkat. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Lebih Mahal! Ini Bocoran Harga Asus Zenfone 6

0

Telko.id, Jakarta – Kurang lebih seminggu lagi, Asus Zenfone 6 bakal diperkenalkan secara resmi pada acara yang digelar di Valencia, Spanyol. Menjelang peluncurannya pada 16 Mei mendatang, muncul bocoran terkait harga Asus Zenfone 6 saat dijual perdana nanti.

Dikutip Telko.id dari Playfuldroid, Rabu (08/05/2019), suksesor Zenfone 5 ini akan dibanderol dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, untuk versi terendahnya saja dengan RAM 6GB dan ROM 128GB, Asus melepasnya di harga USD 646 atau Rp 9,2 jutaan.

Sedangkan untuk versi menengah dengan RAM 8GB dan ROM 256GB, Asus setidaknya melepasnya di harga USD 776 atau setara dengan Rp 11,1 jutaan.

{Baca juga: Mau Diluncurkan, Asus Kasih Bocoran Desain Zenfone 6}

Sementara versi tertinggi dengan RAM 12GB dan ROM 512GB, Asus Zenfone 6 dibanderol dengan harga mencapai USD 970 atau sekira Rp 13,8 jutaan.

Harga itu terhitung jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan Asus Zenfone 5z yang diluncurkan tahun lalu. Apabila dibandingkan dengan model RAM 8GB dan ROM 256GB misalnya, Zenfone 6 lebih mahal Rp 2,3 jutaan daripada Zenfone 5z dengan model yang sama.

Meski begitu, selisih harga tersebut “akan diganti” oleh Asus dengan serangkaian peningkatan fitur dan teknologi baru pada Zenfone 6. Dari sisi mesin utama misalnya, smartphone ini akan oleh prosesor Snapdragon 855, dan ditenagai oleh baterai dengan teknologi fast charging 18W.

{Baca juga: Ini Bocoran Spesifikasi dan Benchmark Asus Zenfone 6}

Kemudian ukuran layar dan desainnya, bisa jadi Asus akan menyematkan layar berukuran besar untuk Zenfone 6. Meski ukurannya belum dikonfirmasi, namun resolusi layar yang digunakan adalah Full HD+ atau 1080 x 2340 piksel.

Layar besar itu nantinya akan dipadu dengan konsep desain fullscreen dengan bezel yang tipis di tiap sisinya. Ya, smartphone ini diperkirakan akan mengusung konsep kamera pop-up mekanik seperti Oppo F11 Pro atau Vivo V15.

Hingga kini, belum diketahui persis seperti apa spesifikasi dari smartphone itu. Tapi yang pasti, smartphone tersebut bakal menawarkan banyak hal baru kepada penggunanya sebagai “kompensasi” dari harganya yang terbilang tinggi. (FHP)

Sumber: Playfuldroid

Catat! Ini Daftar 21 Smartphone yang Dapat Android Q

Telko.id, Jakarta – Google telah merilis versi beta 3 dari Android Q, sebelum resmi meluncurkannya ke perangkat Pixel pada akhir musim panas mendatang. Total, ada 21 smartphone dari 13 merek yang mendukung pembaruan Android 10 Q versi beta 3 yang dikeluarkan oleh Google.

Dilansir dari GSMArena, Rabu (08/05/2019), ini adalah jumlah smartphone terbanyak yang pernah berpartisipasi dalam program beta Android.

Sebab di tahun sebelumnya, hanya ada 8 smartphone dari 7 merek yang bergabung dan mendukung Android Pie beta. Smartphone yang mendukung pembaruan di antaranya adalah seluruh generasi Google Pixel.

{Baca juga: Game Mario Kart Tour Mulai Diuji Coba di Android}

Kemudian, Asus Zenfone 5z, Essential Phone, Huawei Mate 20 Pro, LG G8 ThinQ, Nokia 8.1, OnePlus 6T, Oppo Reno, Realme 3 Pro, Sony Xperia XZ3, Techno Spark 3 Pro, Vivo X27, Vivo NEX S, Vivo NEX A, Xiaomi Mi 9, dan Xiaomi Mi Mix 3 5G.

Google menyatakan, untuk berpartisipasi dalam program ini, pengguna Google Pixel bisa mendaftarkan perangkat mereka di situs Android Beda. Lalu nantinya, pembaruan akan dikirimkan via OTA atau Over the Air.

Khusus untuk smartphone non Pixel, pengguna wajib menginstall Android Q beta secara manual dengan mengikuti instruksi yang ada di situs Android Developers.

Android Q sendiri memiliki banyak fitur dan mengalami sejumlah perubahan desain. Salah satunya adalah UI yang mendukung form factor dari smartphone lipat, dan hadirnya Dark Mode.

{Baca juga: Tak Cuma Android, iOS Juga Jadi Sasaran Spyware Exodus}

Sistem operasi ini juga sudah mendukung teknologi 5G sampai teknologi berbasis machine learning bernama Live Caption. Fitur ini berfungsi untuk menampilkan caption dari media yang sedang dinikmati pengguna.

Menariknya, fitur tersebut tidak membutuhkan koneksi internet, karena machine learning diproses di dalam smartphone atau disebut sebagai on-device machine learning. Lalu ada Smart Reply yang mampu memberikan saran pesan balasan kepada pengguna secara otomatis. (FHP)

Sumber: GSMArena

10 Smartphone Canggih yang Muncul di Film Avengers

Telko.id – Sudah kurang lebih 2 minggu film Avengers: Endgame tayang di bioskop seluruh dunia. Ada beberapa hal unik atau easter egg yang tampil di film pahlawan Avengers tersebut, salah satunya adalah ditampilkannya smartphone canggih dan terbaru buatan Google, Google Pixel 3a dan Google Pixel 3a XL.

Smartphone ini diketahui digunakan oleh dua karakter utama. Salah satunya, digunakan ketika tiga anak membawa smartphone Google untuk berfoto dengan Bruce Banner alias Hulk.

Sementara kemunculan Pixel 3 lainnya adalah ketika Hawkeye menerima telepon dari istrinya. UI panggilan telepon khas Pixel 3 muncul di scene itu yang disebut sebagai Screen Call.

{Baca juga: Awas Spoiler! Detik-detik Pixel 3 jadi Bintang di Avengers: Endgame}

Nah ternyata, kemunculan smartphone Avengers yang digunakan di karakter pada film Marvel Cinematic Universe bukan hanya Google Pixel 3a Series saja, melainkan ada banyak smartphone yang juga tayang di film besutan Marvel lainnya.

Seperti dikutip dari phoneArena, pada Rabu (08/05/2019), setidaknya ada 10 smartphone ataupun ponsel biasa yang tampil pada film-film pahlawan Avengers. Ingin tahu apa saja smartphone tersebut? Yuk simak!

LG VX9400

Ponsel pertama yang digunakan pahlawan Avengers adalah LG VX9400. Ponsel ini digunakan Tony Stark yang dibintangi Robert Downey Jr pada film pertama Iron Man yang rilis tahun 2008 silam.

LG VX9400 muncul pertama kali pada adegan saat Tony Stark dikawal oleh konvoi militer, dan tiba-tiba diserang oleh sekelompok teroris. Ia lantas berusaha mencari perlindungan dengan mengeluarkan ponselnya, sesaat sebelum roket buatan Stark Industries meledak di dekatnya.

Secara teknis, ponsel ini punya tampilan unik dengan layar yang bisa berputar. Diketahui, ponsel ini sudah di-lock di jaringan CDMA milik Verizon, operator asal Amerika Serikat.

Smartphone Transparan LG

Masih buatan LG, namun ini memiliki konsep ala ponsel masa depan. Di film Iron Man 2, Tony Stark menggunakan smartphone transparan nan futuristik buatan LG.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini yang Spesial dari Oppo F11 Pro Avengers Edition}

Smartphone itu tampak punya fitur yang mengesankan, salah satunya adalah mudahnya smartphone untuk meretas sistem komputer, dan menampilkan informasi rahasia pada monitor di ruang persidangan saat Tony Stark berhadapan dengan Justin Hammer, pimpinan dari Hammer Industries, pesaing Stark Industries.

LG Lotus Elite LX610

Selanjutnya, ada LG Lotus Elite LX610 yang digunakan Black Widow alias Natasha Romanoff pada film pertama Avengers yang rilis tahun 2012. Ketika itu, Romanoff sedang ditawan dan tiba-tiba ponselnya berdering hingga mengejutkan orang-orang di sekitarnya.

Ternyata, ia menerima panggilan telepon dari Agen Coulson yang meminta Romanoff untuk segera membebaskan diri, dan segera mencari Bruce Banner alias Hulk.

Alcatel One Touch Idol

Kini giliran smartphone buatan Alcatel yang muncul di film besutan Marvel Cinematic Universe. Smartphone itu adalah Alcatel One Touch Idol yang terlihat ada film Iron Man 3 yang dirilis pada tahun 2013.

{Baca juga: Oppo F11 Pro Avengers Resmi Dirilis, Segini Harganya}

Dalam satu adegan, smartphone ini muncul ketika Tony Stark dikelilingi oleh media saat ia mengancam karakter villain, Mandarin. Saat itu, ada seseorang merekam tindakan Tony menggunakan Alcatel One Touch Idol, meski pada akhirnya smartphone itu diambil dan dilemparkan ke dinding oleh Tony Stark.

HTC One X+

HTC juga menampilkan smartphone andalannya di film buatan Marvel. Terbukti saat HTX One X+ ikut mejeng di film Captain America: Winter Soldier yang rilis tahun 2014 silam.

Smartphone ini digunakan oleh karakter Alexander Pierce yang diperankan oleh Robert Redford. Pierce saat itu sedang menyandera Black Widow sambil memegang HTC One X+, sampai akhirnya ia tak sadar saat Nick Fury yang diperankan Samuel L. Jackson sedang bersiap untuk menembaknya.

Smartphone Samsung dan Samsung Galaxy S6 Edge+

Samsung menjadi salah satu sponsor untuk film Avengers: Age of Ultron yang dirilis tahun 2015. Sehingga, smartphone buatan Samsung pun akhirnya nongol pada film tersebut.

Ada dua smartphone Samsung yang terlihat pada film ini. Pertama adalah smartphone transparan Samsung yang digunakan oleh Tony Stark saat sedang berdiskusi dengan Bruce Banner saat merancang Ultron yang dikombinasikan dengan algoritma Jarvis.

{Baca juga: Avengers Endgame Tayang, Fortnite Bikin Event Khusus}

Kemudian, ada juga Samsung Galaxy S6 Edge atau Samsung Galaxy S6 Edge+ berwarna Gold yang terlihat jelas sedang digunakan Black Widow.

Smartphone Konsep Vivo

Giliran Vivo yang muncu di film Marvel Cinematic Universe, tepatnya pada film Captain America: Civil War yang tayang tahun 2016. Film ini menayangkan pertarungan antara tim Iron Man melawan tim Captain Amerika yang akhirnya menghancurkan Avengers.

Smartphone Vivo sendiri tampil pada saat Tony Stark sedang melihat informasi dari karakter Dr Broussard dan Baron Zemo. Yang menarik, smartphone itu juga punya desain transparan, dengan body berwarna hitam pekat yang mengelilingi layar transparannya.

Samsung SCH-S336CAATFN

Masih di film Captain America: Civil War, ada ponsel lain yang muncul yaitu Samsung SCH-S336CAATFN dengan desain lipat model clamshell. Ponsel ini diselipkan Captain America ketika mengirimkan surat kepada Tony Stark di akhir film.

Di dalam surat itu, Captain America memberitahu Stark bahwa meski mereka berselisih, ia masih akan membantu Stark ketika dibutuhkan. Nah, ponsel itulah yang nantinya harus digunakan untuk menghubungi Captain America dkk saat Stark dan timnya butuh bantuan.

Honor 8

Tayangnya film perdana Doctor Strange di tahun 2016 memang tak diragukan lagi sangat mengesankan. Film ini kental dengan kesan mistik dan magis, yang memang jadi kekuatan utama Doctor Strange.

Strange sendiri awalnya adalah seorang dokter syaraf terkenal. Ketika itu, ia sedang mengendarai sport car sambil menggunakan smartphone-nya yang diketahui adalah Honor 8.

{Baca juga: Peringatan! Dilarang Bagikan Spoiler Avengers: Endgame}

Ingat, menggunakan smartphone sambil mengendarai mobil itu dilarang karena membahayakan diri sendiri dan orang lan. Itulah yang terjadi pada Strange, saat dirinya mengalami kecelakaan parah saat berkendara sembari menggunakan smartphone.

Sony Xperia

Terakhir adalah seri Sony Xperia yang tampil di film Spider-Man: Homecoming yang tayang tahun 2017. Ya, itu tidak mengherankan, karena filmtersebut didistribusikan oleh Sony Pictures.

Peter Parker atau Spider-Man yang diperankan oleh Tom Holland terlihat menggunakan Sony Xperia untuk menonton YouTube, dan aktivitas lainnya. Bahkan, beberapa karakter penjahat di film itupun menggunakan smartphone buatan Sony tersebut. Sehingga bisa dibilang, seri Sony Xperia sebenarnya memiliki peran penting di film tersebut. (FHP)