spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Ilmuwan Inginkan Foto Lubang Hitam Lebih Tajam

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, para ilmuwan berhasil menangkap gambar pertama lubang hitam dari jarak dekat. Kini, sejumlah peneliti melakukan riset untuk menghasilkan gambar fenomena kosmik secara lebih tajam.

Mereka melakukan perencanaan secara intens guna memperoleh gambar lubang hitam yang lebih nyata di jurnal Astronomi dan Astrofisika. Rencana tersebut melibatkan penyebaran dua atau tiga teleskop radio orbital yang terkoordinasi.

Untuk merealisasikan rencana itu, menurut laporan CNET, dikutip Telko.id pada Rabu (8/5/2019), mereka mengembangkan Event Horizon Imager. Teknologi tersebut akan menyimulasikan kemampuan pembuatan gambar teleskop.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap Foto ‘Black Hole’ untuk Pertama Kalinya}

“Ada banyak keuntungan menggunakan satelit daripada teleskop radio permanen di Bumi. Di ruang angkasa, kami bisa mengamati frekuensi radio yang lebih tinggi,” tutur Freek Roelofs, kandidat PhD di Radboud University Belanda.

Ia melanjutkan, jarak antara teleskop di ruang angkasa lebih besar sehingga memungkinkan untuk mengambil langkah besar ke depan. Ia yakin peneliti bisa mengambil gambar dengan resolusi lebih dari lima kali lipat daripada sebelumnya.

Belum lama ini, perempuan ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Katherine Louise Bouman menjadi perbicangan hangat. Ia adalah orang yang mengembangkan algoritma serta berhasil menangkap foto pertama lubang hitam.

Perempuan berusia 29 tahun itu memimpin pengembangan program komputer yang memungkinkan terobosan citra. Dalam foto tersebut, lubang hitam terlihat dengan rupa lingkaran cahaya berisi debu dan gas, berlokasi 500 juta triliun kilometer dari Bumi.

Bouman menceritakan kali pertama membuat algoritma pada tiga tahun lalu. Saat itu, ia masih menjadi mahasiswa pascasarjana di Massachusetts Institute of Technology. Ia dibantu oleh  tim dari Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan AI.

{Baca juga: Penelitian Hawking soal Black Hole Tersedia Secara Online}

Gambar lubang hitam ditangkap oleh Event Horizon Telescope (EHT), jaringan delapan teleskop virtual terkait algoritma buatan Bouman. “Ketika melihatnya untuk kali pertama, kami semua tidak percaya. Benar-benar spektakuler,” ujarnya. [SN/HBS]

Sumber: CNET

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU