Telko.id, Jakarta – Bersamaan dengan meluncurnya realme 3 Pro, realme juga meluncurkan seri entry-levelnya realme C2 yang dibandrol dengan harga 1 jutaan.
“Hari ini kami juga menghadirkan realme C2 yang memberikan semua penggunannya spesifikasi terbaik di segmen entry-level: layar besar, baterai besar, dan desain elegan. Dan kabar baiknya, harganya tidak naik sama sekali meskipun kami meningkatkan kualitas spesifikasinya,” ungkap Marketing Director Realme SEA, Josef Wang di Felfest UI Depok, pada Rabu (8/5/2019).
Felix Christian, Product manager realme Indonesia menjelaskan, secara spesifikasi realme C2 mengusung layar berbentang 6,1 inci dengan resolusi HD. Seperti layaknya ponsel masa kini dengan menyematkan waterdrop notch.
{Baca juga : Review Realme 3 Pro: Smartphone Flagship Anak Muda }
“Dari sektor kamera tersemat kamera ganda dengan konfigurasi 13 megapiksel lensa f/2,2 dan 2 megapiksel lensa f/2,4 sebagai depth sensor. Sementara di bagian depan, tertanam kamera tunggal dengan resolusi 5 megapiksel lensa f/2,0,” jelas Felix.
Tak cuma untuk swafoto, kamera depan juga berfungsi untuk sistem kemanan AI face unlock. Realme C2 diotaki chipset Helio P22 2Ghz octa-core yang dipadu dengan dua konfigurasi memori dan penyimpanan internal, yakni RAM 2GB dengan internal 16GB, dan RAM 3GB dengan internal 32GB.
Realme juga menyediakan slot khusus (bukan hybrid) untuk memperbesar kapasitas penyimpanan dengan microSD. Slot memori berjajar dengan dua slot lain untuk tempat kartu SIM. Realme C2 menjalankan OS Android Pie yang dilapisi antarmuka ColorOS 6.0.
Baterainya memiliki kapasitas sebesar 4.000 mAh, akan memungkinkan realme C2 untuk dipakai satu hari penuh dengan mudah.
{Baca juga : Realme 3 Pro Resmi Diluncurkan dengan Snapdragon 710 AIE}
Keunggulan lainnya termasuk casing belakang realme 3 Pro dengan desain diamond-cut namun dengan material doff/matte yang smudge-free. “Pengguna tidak perlu khawatir meninggalkan sidik jari di bodi ponsel,” kata Felix.
Realme C2 akan dipasarkan di Indonesia dengan 2 pilihan warna Diamond Blue dan Diamond Black dengan harga Rp 1,499 juta untuk varian RAM 2/16 GB. Sementara varian lebih tinggi, yakni RAM 3/32 GB, dijual dengan harga 1.699 juta. (MS)
Telko.id – Berkomitmen untuk mendukung pembangunan Indonesia melalui teknologi, Telkomsel konsisten menghadirkan program-program berbasis digital hingga ke wilayah pelosok. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberi nama Baktiku Negeriku (BN).
Program ini, berhasil mendapat pengakuan sebagai Champion bersama 72 karya pilihan lainnya dari seluruh dunia yang menyisihkan 1062 inisiatif dalam kompetisi ajang bertaraf internasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2019 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa – Swiss, 9 April 2019.
Melalui tahapan seleksi secara ketat oleh International Telecommunication Union (ITU) sebagai badan tertinggi PBB pada bidang teknologi dan informasi, BN memenangi dua kategori sekaligus dari 18 kategori yang dikompetisikan. Yaitu kategori e-business dengan proyek Baktiku Untuk Petani dan kategori e-agriculture untuk submisi kegiatan Baktiku Negeriku.
“Tahun lalu, pada fase pertama, Program BN telah berhasil meraih gelar Champion di ajang yang sama. Mendapatkan kembali dua penghargaan sekaligus, menjadi sebuah apresiasi bagi Telkomsel yang menegaskan bahwa inisiatif kami untuk mendukung terwujudnya ekosistem ‘Indonesia Digital’ melalui program edukasi teknologi kepada masyarakat hingga ke pelosok desa, telah diakui oleh dunia,” ungkap Tubagus Husniyullah, General Manager CSR Telkomsel.
Hal itu menjadi pengakuan yang juga menuntut operator ini untuk terus melakukan inovasi dalam bidang teknologi yang mampu memberi dampak besar terhadap peningkatan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.”
Dalam kategori e-business, Telkomsel mengunggulkan inisiatif ‘Baktiku Untuk Petani’ sebagai bagian dari program Baktiku Negerikuyang mengenalkan platform dan aplikasi pemasaran melalui daring (e-commerce) sebagai solusi kepada petani untuk mengurangi ketergantungan pada perantara atau tengkulak yang biasanya bertindak sebagai jembatan antara petani dan konsumen.
Dengan aplikasi ini, petani memiliki keleluasaan dalam bertransaksi jual-beli langsung dengan konsumennya.
Sementara itu, kategori e-agriculture mengusung karya pilihan program Baktiku Negeriku dengan menghadirkan platform serta aplikasi yang mendukung program edukasi kepada masyarakat desa. Edukasi yang diberikan meliputi kewirausahaan, literasi keuangan dan pemasaran secara digital melalui pemanfaatan platform aplikasi digital yang juga bernama Baktiku Negeriku.
Penganugerahan pemenang diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao. Para Champion WSIS Prizes tersebut didampingi khusus oleh Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Ahmad M. Ramli bersama dengan Hasan Kleib (Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa), WTO dan organisasi internasional lainnya bersama Delegasi RI.
“Dalam pelaksanaan dan eksekusi sosialisasi di lapangan, Telkomsel melibatkan para karyawan dari seluruh Indonesia untuk menjadi eksekutor melalui program kerja sukarela atau Employee Volunteer,” pungkas Tubagus.
Para karyawan berkolaborasi dengan organisasi Serikat Pekerja Telkomsel atau SEPAKAT dalam mewujudkan kontribusi secara langsung membangun masyarakat digital Indonesia. Aksi ini sekaligus bertujuan untuk membangun kedekatan antara institusi dengan masyarakat sekitar tempat mereka berkarya.
Baktiku Negeriku sendiri memiliki tujuan pengembangan 4 aspek utama, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement serta industrial relationship dengan mengkolaborasikan Corporate Management melalui keterlibatan Serikat Pekerja Telkomsel.
Kegiatan utama program ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa yang dilakukan oleh para karyawan secara sukarela, dengan materi tentang kewirausahaan, literasi keuangan dan pemasaran secara digital melalui pemanfaatan platform aplikasi digital bernama Baktiku Negeriku. Telkomsel juga menyediakan fasilitas Pusat Digital (Digital Center) di desa yang dituju.
Baktiku Negeriku telah berjalan dalam dua periode. Fase pertama dilaksanakan pada tahun 2017-2018 dan digelar di 8 titik se-Indonesia. Sedangkan fase kedua sudah berjalan bulan Desember 2018 lalu di 7 titik yaitu di Desa Gambung – Ciwidey, Desa Salem – Purwakarta, Desa Simanindo – Samosir, Desa Kinali – Pasaman Barat, Desa Ponggok – Blitar, Desa Bontosunggu – Selayar dan Desa Labengki Kecil – Kendari. Sedangkan fase terakhir sudah teralksana di Kaimana, Papua Barat pada minggu terakhir April 2019. (Icha)
Telko.id – Transformasi bisnis ke digital memang kini sudah menjadi keharusan. Namun, banyak yang belum melakukan karena takut mahal!. Kini, tidak perlu khawatir lagi karena Indosat Ooredoo Business memiliki layanan Managed SD-WAN.
Layanan Managed SD-WAN ini dapat dimanfaatkan pelanggan korporasidalam mengoptimalisasi jaringan, meningkatkan performansi aplikasi dan efisiensi biaya operasional. SD-WAN merupakan bentuk aplikasi spesifik dari teknologi software-defined networking (SDN) yang diaplikasian pada koneksi WAN (wide area network), yang digunakan untuk menghubungkan jaringan perusahaan termasuk kantor-kantor cabang dan data center yang memiliki jarak geografis luas.
“Indosat Ooredoo Business menegaskan komitmen sebagai preferensi utama korporasi pada solusi end-to-end dengan melengkapi jasa managed service lewat layanan Managed SD-WAN. Kami berharap layanan managed service yang kini sudah dilengkapi dengan Managed SD-WAN dapat membantu korporasi pada operasional jaringan dengan biaya yang lebih efisien sehingga bisa lebih fokus pada transformasi bisnis,” ujar Intan Abdams Katoppo, Chief Business Officer Indosat Ooredoo.
Secara bisnis, SD-WAN dapat membantu meringankan biaya operasional, dengan pilihan link yang fleksibel (MPLS dan Internet Access), penggabungan link (link aggregration) dan dukungan pembagian beban link (loadbalancing support), sehingga perusahaan tidak lagi menggunakan MPLS untuk backup link. Selain itu juga mampu mengeliminasi kompleksitas, dengan zero touch provisioning yang dapat mengatasi resiko human error.
Produk yang ditawarkan oleh Indosat Ooredoo Business adalah Advanced SD-WAN yang juga dilengkapi oleh fitur NGFW yakni firewall generasi ke-3 yang mengkombinasi tradisional firewall dan fungsi security lainnya, fitur Intrusion Prevention System yang dapat mendeteksi ancaman dengan respon cepat, dan fitur Antivus/Anti-spam yang dapat mengurangi resiko potensi terserang virus dan malware.
“Managed SD-WAN juga dapat mengurangi biaya bandwidth per Mbps sampai dengan 80%, meningkatkan performansi Office 365 sampai dengan 5x dan peningkatan waktu control terhadap perubahan policy pada multi-branch site sampai dengan 12x.” Tutup Intan. (Icha)
Telko.id, Jakarta – Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya sedang membicarakan terkait implementasi jaringan 5G dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto. Kabarnya mereka sedang membahas terkait pembangunan kawasan industri yang didukung dengan jaringan 5G.
Rudiantara mengatakan bahwa pembangunan kawasan industri 5G idealnya dilakukan di luar pulau Jawa. “Saya sudah bicara dengan menteri perindustrian, itu terkait kawasan industri khusus (Jaringan 5G) dan nanti kita bisa deploy (menyebarkan) disitu,” kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (08/05/2019)
“Tetapi jangan di Jawa ataupu di Cikampek. Tapi diluar Jawa seperti Sulawesi Tenggara karena ada potensi untuk mengembangkan industri baru disitu,” tambah Rudiantara.
{Baca juga: Menkominfo: Jaringan 5G Lebih Cocok untuk Industri}
Menurut Rudiantara jaringan 5G memerlukan frekuensi 3,5 GHz. Namun selama ini Indonesia mengalokasikan spektrum 3,5 GHz sebagai wadah lalu lintas data satelit. Walaupun begitu, peluang membangun kawasan industri khusus dengan jaringan 5G masih masih terbuka.
Caranya, perlu dicari sebuah wilayah yang belum pernah dijangkau oleh satelit sehingga jangkauan satelit bisa diarahkan ke wilayah tersebut dan jaringan 5G bisa berfungsi disana.
“Ada 1 daerah katakanlah kawasan yang tidak ada coverage satelit, tidak ada satelit nah disitu bisa digunakan,” tutur Rudiantara.
Sayangnya Rudiantara enggan menjanjikan kapan kawasan ini akan terealisasikan. Selain itu saat ini belum ada model bisnis terkait jaringan 5G, tetapi di negara lain seperti Korea Selatan jaringan generasi kelima tersebut biasanya ditujukan untuk industri.
“Korea Selatan itu jaringan 5G mereka untuk pasar bisnis,” ujar Rudiantara.
Hal serupa tampaknya juga akan terjadi di Indonesia. Pasalnya jaringan 5G memiliki kecepatan 10 kali lipat dari jaringan 4G. Tetapi jika jaringan 5G diperuntukan untuk pengguna smartphone atau pasar retail maka, biaya paket internet 5G jauh lebih mahal dari jaringan 4G.
{Baca juga:Kominfo Ajak Operator dan Akademisi Bikin Kelompok Kerja 5G}
“Kecepatan 10 kali tapi masyarakat retail. consumer itu mau gak bayar 3 kali atau 4 kali lipat dari 4G. Mau gak? Kan berat juga kan,” kata Rudiantara.
Sedangkan pasar bisnis dan korporasi itu tidak menghitung harga. Mereka selama bisa menambah pendapatan, biayanya nambah ya gak masalah,” tambah Rudiantara. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Hari ini realme secara resmi meluncurkan seri anyarnya realme 3 pro yang mengandalkan kinerja cepat dengan mengandalkan prosesor Snapdragon 710 AIE .
Marketing Director Realme SEA, Josef Wang mengatakan, realme 3 Pro adalah smartphone canggih dan berperforma tinggi yang dirancang untuk kaum muda.
“Kami tidak hanya ingin menjadi perhatian, tetapi juga ingin mematahkan tradisi. Dengan produk ini, kami berani mencoba kombinasi teknologi baru, menggabungkan masukan pengguna untuk menghadirkan produk menengah dengan kualitas flagship,”ujar Josef Wang di Felfest UI Depok, pada Rabu (8/5/2019).
{Baca juga : Review Realme 3 Pro: Smartphone Flagship Anak Muda}
Lebih lanjut Shannedy Ong, Country Director of Qualcomm Indonesia menerangkan, platform Snapdragon 710 AIE adalah platform 700-tier yang sangat signifikan menawarkan teknologi dan fitur yang sebelumnya hanya tersedia di platform flagship. Dengan menggabungkan kemampuan AI dan peningkatan kinerja, Snapdragon 710 dirancang untuk mengubah realme 3 Pro menjadi asisiten pribadi.
Foto : Helmi / Telko.id
Felix Christian, Product manager realme Indonesia juga menjelaskan spesifikasi yang dibawa realme 3 Pro, yakni memiliki ukuran layar 6,3 inci dengan dimensi 156,8×74,2×8,3 mm. Dapur pacunya ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 710 AIE yang diklaim memberikan penggunanya kecepatan yang kuat untuk setiap tugas yang dijalankan pada smartphone.
Sementara itu untuk kamera belakangnya memiliki dua kamera 16MP dan 5MP. Kamera belakang diklaim unggul dengan penyematan sensor Sony IMX519.
“Untuk Kamera depannya dilengkapi dengan sensor sebesar 25MP. Menariknya ponsel juga menghadirkan beberapa fitur untuk pengalaman fotografi yang lebih baik, Realme menambahkan fitur NightScape, Mode Ultra HD, dan Chroma Boost dalam ponsel ini. Tak hanya itu mode slow motion 960fps/720P juga, ” ungkap Felix saat presentasi.
Tak hanya peningkatan kamera, Realme 3 Pro juga dilengkapi dengan baterai yang besar 4.045 mAh dan juga pengisian cepat VOOC 3.0.
{Baca juga : Potret Suasana Malam Pakai Kamera Realme 3 Pro}
Di Indonesia realme 3 Pro akan dibandrol dengan harga Rp 2,999 juta untuk varian 4GB + 64GB sedangkan varian 6GB + 128GB dibandrol Rp 3,699 juta.
Realme 3 Pro bisa dipesan via Lazada pada 9 Mei mendatang dan mulai dijual perdana pada 11 Mei 2019 mendatang. (MS)
Telko.id, Jakarta – Dengan memindai otak orang dewasa yang suka bermain Pokémon ketika masih anak-anak, para peneliti mengetahui bahwa kelompok orang tersebut memiliki wilayah otak yang lebih merespon karakter kartun daripada gambar lain.
Lebih penting lagi, metode penelitian yang menarik ini telah memberi kita wawasan baru tentang bagaimana otak mengatur informasi visual. Para peneliti merekrut 11 orang dewasa yang “berpengalaman” bermain game tersebut sejak usia lima dan delapan tahun.
Selanjutnya, mereka memindai otak para peserta sambil menunjukkan gambar-gambar dari 150 Pokémon asli (dalam putaran delapan) bersama gambar-gambar lain, seperti binatang, wajah, mobil, kata-kata, koridor, dan kartun lainnya.
{Baca juga: Waah.. Ada Shiny Diglett di Pokemon Go Saat Earth Day}
Untuk pemain yang berpengalaman, wilayah tertentu lebih merespon game tersebut daripada gambar lain. Untuk pemula, yang disebut sulkus oksipitotemporal dan sering memproses gambar binatang, tidak menunjukkan preferensi untuk game tersebut.
Tidak mengherankan bahwa bermain game buatan Niantic itu berjam-jam sebagai seorang anak akan mengakibatkan perubahan otak. Ternyata, otak memiliki kluster sel yang merespons gambar tertentu.
Misteri yang lebih besar adalah bagaimana otak belajar mengenali gambar yang berbeda. Rekan penulis studi, Jesse Gomez, seorang rekan pascadoktoral dalam bidang psikologi di University of California di Berkeley, terinspirasi oleh jenis penelitian tentang monyet ini.
{Baca juga: Ilmuwan Teliti Otak Buaya Pakai MRI dan Musik Klasik}
“Mengajar stimulus visual baru adalah proses yang dikontrol secara cermat. Untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan data yang bersih, Anda harus menunjukkan semua subjek gambar yang sama dengan kecerahan yang sama,” terangnya. [BA/HBS]
Telko.id,Jakarta – Google mulai mengutamakan aspek privasi bagi pengguna. Dalam ajang Google I/O Developer Conference 2019, raksasa Internet ini mengumumkan untuk menghadirkan Mode Penyamaran di Google Maps dan Google Search.
Dilansir Telko.id dari Engadget pada Rabu (08/05/2019), CEO Google, Sundar Pichai mengungkapkan bahwa pembaruan di aplikasi Google akan berfokus pada retensi data dan privasi. Pichai berencana untuk memperluas fitur Mode Penyamaran, yang selama ini telah berada di Google Chrome.
Dengan mengaktifkan mode penyamaran di Chrome Android, maka membuat Chrome tidak akan menyimpan data situs yang pernah Anda kunjungi Sejak tahun lalu Mode Penyamaran telah hadir di Youtube dan Pichai berencana akan membawanya untuk Google Maps dan Google Search, di tahun ini.
{Baca juga: 3 Aplikasi Kencan Ini Dihapus Apple dan Google, Apa Saja?}
Mode Penyamaran sendiri tidak berarti semua pelacakan dinonaktifkan, tetapi sama seperti Chrome, aktivitas itu seharusnya tidak muncul yang ditautkan ke profil Anda. Namun seiring Google terus memperluas penggunaan mesin pembelajaran untuk mengumpulkan data tentang pengguna, membuat fitur Mode Penyamaran menjadi kontrakdiktif.
Sebelumnya Google memperkenalkan fitur baru. Informasi menyebut bahwa fitur tersebut akan memungkinkan pengguna untuk secara otomatis menghapus Riwayat Lokasi dan data Aktivitas Web demi keamanan.
Google bakal menghapusnya dalam periode waktu yang ditentukan. Menurut The Verge, pengguna bisa menghapus data secara otomatis setelah tiga bulan atau 18 bulan. Selanjutnya, penghapusan akan berjalan secara rutin.
{Baca juga: Riwayat Lokasi di Google Bisa Terhapus Otomatis per 3 Bulan}
Praktik pelacakan lokasi di Google sempat menimbulkan masalah pada tahun lalu. Kala itu, Google dituding masih terus melacak lokasi para pengguna meski pengaturan Riwayat Lokasi telah dimatikan alias dinonaktifkan.
Google bakal meluncurkan fitur tersebut ke seluruh dunia dalam beberapa minggu mendatang. Fitur akan tersedia di samping opsi yang memungkinkan pengguna menghapus data secara manual. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Samsung membuat kebijakan tegas terkait pemesanan Samsung Galaxy Fold. Samsung menyatakan, pemesan yang belum memberikan konfirmasi secara otomatis dianggap batal membeli ponsel layar lipat seharga USD 2.000 atau sekitar Rp 28 juta itu.
“Kalau pemesan tidak konfirmasi membeli Galaxy Fold maksimal pada 31 Mei 2019, kami anggap pemesanan batal. Kami memberlakukannya berdasarkan regulasi,” tegas Samsung via email, dikutip Telko.id dari CNBC, Rabu (8/5/2019).
Mulanya, Samsung berencana meluncurkan Fold di Amerika Serikat pada 26 April 2019. Akan tetapi, beberapa hari sebelum tanggal peluncuran, beberapa media yang berkesempatan menguji Galaxy Fold mengobral permasalahan di ponsel itu.
{Baca juga: Peluncuran Samsung Galaxy Fold Ditunda, Buntut Masalah Layar?}
Mau tak mau, Samsung menunda peluncuran ponsel tersebut. Samsung pun berkomitmen untuk memberitahu kepada pelanggan tentang status pemesanan Galaxy Fold. “Kami sedang melakukan perbaikan beberapa masalah di Galaxy Fold,” katanya.
Sampai hari ini, Samsung belum memberi pengumuman resmi lagi mengenai waktu peluncuran Galaxy Fold. Samsung memilih untuk mengontak para pemesan melalui email. Samsung memberi opsi kepada mereka terkait pemesanan tersebut.
Beberapa waktu lalu, Samsung juga memutuskan untuk menunda peluncuran Galaxy Fold di Hong Kong dan Shanghai, China. Seharusnya, peluncuran Galaxy Fold di dua negera tersebut akan dilakukan pada akhir April 2019.
Samsung sama sekali tidak mengungkapkan alasan di balik penundaan peluncuran smartphone lipat itu di Hong Kong dan China. Padahal, Galaxy Fold seharusnya sudah mulai dipasarkan pada awal Mei 2019 di Korea Selatan dan negara-negara kawasan Eropa.
Menurut laporan sumber kepada Reuters, seperti dikutip Telko.id, Senin (22/04/2019), besar kemungkinan alasan penundaan tersebut dilakukan setelah muncul laporan masalah di layar Fold yang ditemui oleh sejumlah reviewer.
Layar Samsung Galaxy Fold dilaporkan bermasalah oleh sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer. Mereka mengatakan kerusakan itu diketahui setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.
Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphone itu setelah dua hari menggunakannya.
Ia menjelaskan, mulanya ada tonjolan berukuran cukup kecil tepat di bagian tengah layar atau pada lipatan layar. Menurutnya, tonjolan itu menekan lipatan layar yang mengakibatkan panel OLED Galaxy Fold rusak.
{Baca juga:Ada “Kerutan” di Layar Galaxy Fold, Lihat Videonya}
“Apapun yang terjadi, itu pasti bukan karena saya telah memperlakukan smartphone ini dengan buruk,” jelasnya.
“Saya sudah melakukan hal-hal biasa, seperti membuka dan menutup smartphone dan menyimpannya di saku,” sambung Bohn.
Ia beranggapan, tonjolan kecil pada layar yang merusak panel OLED Galaxy Fold karena adanya benda kecil yang mungkin masuk ke celah smartphone lipat pertama Samsung itu. Sehingga akan membuat lipatan layar menjadi tidak sempurna. [SN/HBS]
Telko.id – Tahun lalu, Realme diumumkan sebagai sub-brandOppo di Indonesia. Dan sejak saat itu, merek yang sekarang independen ini kian konsisten di pasar menangah ke bawah. Di kuartal kedua 2019 ini, Realme mengumumkan seri smartphone anyarnya, Realme 3 Pro yang di khususkan “Flagship for Young” atau bisa dikatakan sebagai smartphone flagshipanak muda.
Kali ini Tim Telko.id akan mengulas Realme 3 Pro yang bakalan bersaing ketat dengan beberapa pesaingnya di kelas menengah. Smartphone ini dipastikan akan membawa beberapa fitur terbaiknya mulai dari desain yang unik hingga prosesor dan sensor kamera yang punya kualitas flagship. Memki membawa seabrek fitur flaghip, namun harga smartphone ini dipatok di rentang harga yang terjangkau.
Realme 3 Pro disokong prosesor Snapdragon 710, kamera belakang ganda 16MP + 5MP, dan baterai 4.045mAh dengan flash VOOC 3.0 dengan harga kisaran 3 jutaan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah review lengkap Realme 3 Pro.
{Baca juga: Realme 3 Pro Sanggup Main Fortnite 60fps, Pakai Spek Tinggi}
Desain
Foto : Helmi / Telko.id
Di bagian bodi belakang, Realme 3 Pro memiliki warna two-tone yang sangat catchy. Warna Nitro Blue yang kami terima memiliki campuran warna ungu dan biru yang menyatu dalam bentuk ‘S’. realme memberi tahu kami bahwa ini dilakukan dengan sengaja untuk menandakan ‘Speed’ yang terinspirasi dari Le Mans, alias Circuit des 24 Heures di Prancis. Dimana tempat ini kecepatan menjadi legenda.
Tampilan pola ukiran dalam ukuran mikron pada penutup belakang memberikan efek pencahayaan berbentuk S yang unik dengan memanfaatkan pantulan cahaya dan pembiasan. Pola berbentuk S menyerupai chicane (lekukan trek sirkut Le Mans) paling menantang dan menarik dalam balapan, memberi perhatian kepada kecepatan dan gairah yang hanya ditemukan dalam olahraga automotif.
Desain cerdik dari arah sinar cahaya mengelilingi area pengenalan sidik jari dan kamera, dan secara alami meluas ke logo realme di bagian bawah, menghadirkan rasio perpecahan yang apik secara visual.
Masih dibagian belakang terdapat dua kamera dan sensor sidik jari bersama dengan branding realme di sisi kiri bawah. Di bawahnya terdapat port micro-USB, jack headphone 3,5 mm dan grill speaker. Di sebelah kiri, ada tombol power sedangkan di kanan ada tombol volume.
Dilihat dari depan, desain Realme 3 Pro tampil agak generik. Ini mengikuti desain terbaru yang memang sedang tren, disini realme terlihat tidak memaksa dengan tampilan desain yang aneh.
Meskipun tidak ada yang unik tentang bagian depan ponsel, itu tidak berarti perangkat tampak jelek menurut kami. Pasalnya kalau diperhatikan bezel-nya terbilang sangat minim dan Anda bisa mendapatkan tampilan dewdrop atau notch menyerupai setetes air di bagian atas.
Realme 3 Pro tidak terlalu lebar, yang membuatnya nyaman untuk digenggam, tetapi cukup tinggi, sehingga biasanya untuk mencapai notifikasi perlu dua tangan. Dengan ukuran 172g, tidak terasa terlalu berat, dan dengan ketebalan 8.3mm, mudah diletakan di saku celana.
Display
Foto : Helmi / Telko.id
Layar 6,3 inci memiliki bezel yang cukup ramping di semua sisi, kecuali untuk dagu yang relatif ‘gemuk’ di bagian bawah. Realme menggunakan panel IPS dengan resolusi full-HD + (1080×2340) dan untuk pelindung menggunakan Gorilla Glass 5.
Pengalaman kami menggunakannya, layar menghasilkan warna-warna cerah, memiliki sudut pandang yang baik, dan kecerahan yang cukup untuk dapat terbaca di bawah sinar matahari. Sama seperti Realme 2 Pro, ada lekukan di bagian atas dimana itu tempat kamera depan, sementara lubang suara berada tepat di atasnya. Anda juga mendapatkan pelindung layar yang sudah ada dalam paket penjualan.
Sebagai tambahan pengaturan di layar dan untuk menyesuaikan dengan mata pengguna. Ponsel ini menyertakan pengaturan suhu warna “Screen Color Temperature Adjustment” Anda dapat menyesuaikan suhu warna ponsel, tapi bagi kami bukan penggemar berat implementasinya. Hampir terasa seperti hamparan kuning di atas layar dan itu tidak sesuai dengan kami meski ada beberapa pengguna mungkin memerlukannya.
Interface
Foto : Helmi / Telko.id
Didukung oleh sistem ColorOS 6.0 terbaru yang dikombinasikan Android 9.0 (Pie), Realme 3 Pro mengadopsi filosofi desain tanpa batas dan menggunakan area kosong untuk mengganti garis pemisah guna mengurangi rasa pemisahan visual dan menghadirkan antarmuka yang lebih baik.
Kuncinya adalah tampilan desain baru yang terlihat lebih bersih dan jauh lebih modern dari versi ColorOS sebelumnya. Layer pada layarnya terlihat putih dicampur dengan aksen biru dan hijau, dan secara keseluruhan antarmuka terlihat jauh lebih baik.
Tidak seperti Xiaomi yang telah menjadi terkenal karena ada iklan secara acak di MIUI, Realme 3 Pro tidak memiliki hal semacam itu. Namun datang dengan beberapa aplikasi tambahan pra-instal seperti Babe, Baca Plus, Vova dan TikTok. Untungnya mereka dapat dihapus.
Pada ColorOS 6.0 juga terdapat ‘Game Space’ dimana fungsinya secara kolektif mengelola aplikasi game dan menyediakan optimisasi pengalaman bermain yang bermanfaat untuk memberikan pengguna pengalaman bermain game bebas gangguan.
Game yang diunduh dapat ditemukan di Game Space kapan pun Anda ingin bermain, dan momen spektakuler Anda dalam game dapat direkam dan dibagikan kepada teman secara real time. Semua disediakan untuk pengalaman permainan yang lebih mendalam dan lebih nyaman. Anda dapat menyesuaikan mode permainan di Game Space sehingga ponsel berfungsi dalam performa terbaik saat Anda bermain game.
Lalu dari sisi keamanan ColorOS 6.0 menyediakan sensor sidik jari. Dimana saat kami mencobanya respon sangat cepat dan akurat. Kami juga mencoba system keamanan lain yakni sensor wajah yang responya juga sangat baik ketika kami coba. Kekurangannya hanya saja pada kondisi gelap, sensor tidak bekerja dengan baik.
{Baca juga: Jadi Smartphone Terlaris, Kini Realme 3 Tersedia di Seluruh Indonesia}
Kinerja
Foto : Helmi / Telko.id
Realme 3 Pro ditenagai oleh chipset Snapdragon 710. Dimana ini salah satu SoC paling kuat yang bisa Anda temukan selain seri Qualcomm 800. Snapdragon 710 yang diproduksi dalam fabrikasi 10nm dan arsitektur delapan inti Kryo, realme 3 Pro dapat mencapai kecepatan clock hingga 2.2GHz.
Untuk GPU menggunakan Adreno 616 menjamin rasa visual yang nyata dan rendering gambar 3D yang lebih efisien, dan kompatibel dengan API grafik terbaru, dengan kapasitas pemrosesan grafik paling kuat dalam kisaran harga terjangkau. Mesin AI multi-core Qualcomm yang dirancang dengan cermat dua kali lebih kuat dari kinerja mesin AI sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan dengan Snapdragon 675 yang sudah digunakan Vivo V15 Pro yang memiliki core Kryo 460 dan memiliki GPU Adreno 612. Baik core Kryo 360 dan Kryo 460 menawarkan fitur yang lebih baik dan kinerja CPU yang lebih tinggi yang dioptimalkan pada 2 kinerja dan 6 core efisiensi yang tidak akan Anda temukan di core ARM standar. Namun, CPU Kryo 460 sedikit lebih baik dioptimalkan daripada Kryo 360. Meskipun Snapdragon 675 masih rentan terhadap pemanasan karena proses 11nm-nya.
Realme 3 Pro akan ditawarkan dalam versi 4GB/64GB, dan 6GB/128GB dan unit review kami adalah yang paling spesifik dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB.
Kami juga coba menggunakan benchmark Antutu, realme 3 Pro memiliki skor 155277 dan ini melapaui skor dari Samsung Galaxy A50 yang memiliki skor 143283 dan Vivo V15 yang memiliki skor 145938. Sedangkan jika dibandingkan dengan Oppo R17 Pro memiliki skor yang sama sekitaran 155.572.
{Baca juga : Review Realme 3: Desain Menarik, Performa Apik}
Saat mencoba performa, kami juga lakukan ketika bermain games Fortnite. Sebelumnya ada yang mengatakan smartphone dapat memainkan game Fortnite dengan framerate hingga 60 fps.
Setelah kami mencoba langsung game Fortnite pada ponsel ini, ternyata menghasilkan setting-an maksimal sebagai berikut:
Jelas terpampang kalau realme 3 Pro memiliki kualitas grafis maksimal sampai medium dan mobile framerate sebesar 30 fps. Tapi tetap saja, harus kita beri tepuk tangan untuk realme 3 Pro, pasalnya hape kelas menengah ini memungkinkan penggunanya untuk bermain Fortnite.
Kamera
Foto : Helmi / Telko.id
Di sektor kamera, Realme 3 Pro memiliki kamera belakang ganda dimana kombinasinya adalah kamera utama 16MP menggunakan sensor dari Sony yakni IMX519 dengan ukuran piksel tunggal kamera utama adalah 1.22um dan dengan aperture besar f/1.7. Sedangkan kamera kedua memiliki resolusi 5MP untuk pengambilan gambar bokeh.
Kamera juga dilengkapi dengan AI scene. Dimana Anda akan melihat ikon kecil muncul ketika objek berhasil dikenali dan perangkat lunak akan menyesuaikan semua pengaturan sesuai dengan kategori yang ada seperti, makanan, salju, hewan peliharaan, matahari terbenam, rumput, di antara adegan-adegan lain sebanyak 16 kategori dan 100 kombinasi scene yang secara otomatis dapat memilih strategi pencahayaan terbaik untuk dynamic range dan rasio kontras yang lebih baik.
Untuk interfacenya realme 3 Pro sangat mirip dengan seri sebelumnya, tiga mode utama – Photo, Potrait dan Video. Diposisi kiri terdapat pilihan Chroma Boost, HDR, Filter dan LED flash. Ada juga menu yang tersimpan diposisi kiri berbentuk tiga garis yang didalamnya ada beberapa mode pemotretan lainnya seperti Expert (pengaturan manual), Pano, Time-lapse, Slow-mo, dan Nightscape.
Dalam Mode Expert Anda dapat mengubah pencahayaan (ISO dalam kisaran 100-3200 dan kecepatan rana dalam kisaran 1/8000s-16s), white balance (dengan suhu cahaya, tetapi tanpa preset), fokus manual (dalam 0 hingga 1 secara acak unit dengan 0 fokus dekat dan 1 menjadi tak terbatas) dan kompensasi eksposur (-2EV hingga + 2EV dalam peningkatan 1/6EV). Dalam mode Pakar inilah Anda akan menemukan mode untuk mode Ultra HD, yang menghasilkan gambar komposit 64MP.
Mode Slow mo pada ponsel ini mendukung pengambilan gambar video gerak lambat 960fps/720P untuk memperlambat momen indah dalam hidup agar lebih menyenangkan. Tidak sampai disitu dalam merekam video Anda juga diberikan pilihan mulai HD, Full HD hingga 4K.
Untuk hasil foto Dalam kondisi pencahayaan yang baik, foto berubah menjadi mengesankan – keseimbangan besar antara bagian yang terang dan bagian yang gelap. Warnanya cukup akurat dengan kontras yang baik.
Tapi begitu Anda memperbesar sedikit atau melakukan zoom, jumlah detail dalam gambar turun.
Mode Zoom
Rentang dinamisnya hampir rata-rata tetapi untungnya saya menemukan solusi untuk ini, dengan menggunakan mode Chroma Boost. Anda dapat mengaktifkannya dari jendela bidik, secara efisien meningkatkan jangkauan dinamis dengan menumpuk banyak gambar dan algoritma AI.
Warna-warna tertentu sekarang lebih kaya dan lebih terang tetapi saturasi kadang-kadang begitu kuat sehingga gambar tidak terlihat sangat nyata.
Mode Chroma Boost
Realme 3 Pro juga dilengkapi juga dengan mode Nightscape yang sudah diperbaharui kualitas dibandingkan seri sebelumnya. Dengan bantuan AI, sinergi multi-frame, dan algoritma anti-shake, mode Nightscape secara signifikan meningkatkan kualitas gambar dalam cahaya redup.
Dalam kondisi cahaya rendah, ada detail level rendah yang terbatas. Saya berpendapat jika hanya penggunaannya di media sosial, foto akan berfungsi dengan baik. Tetapi jika Anda berencana untuk menampilkannya dalam kondisi yang lebih besar atau bahkan mencetaknya, rasanya masih banyak yang harus diperbaiki karena noise masih sangat jelas.
Mode NormalMode Nightscape
Satu hal lagi yang keren! Realme 3 Pro memiliki Mode Ultra HD dimana dengan teknologi sintesis multi-frame, sejumlah gambar dengan 16 juta piksel dapat disintesis menjadi satu gambar ultra-HD menghasilkan resolusi 64MP, dengan ukuran lebih besar dan detail. untuk dapat menggunakannya Anda masuk ke mode Expert lalu dikiri layar ada mode pilihan Ultra HD.
Mode Ultra HD
Kamera Selfie AI 25MP
Kamera depannya telah menggunakan resolusi 25MP, dengan aperture diperbesar menjadi f/2.0, ukuran sensor menjadi 1/2,8 inci, mendukung sintesis 4-in-1 piksel dengan ukuran piksel 1,8um. Selfie yang diambil dengan ponsel ini dapat menghasilkan kualitas foto lebih baik dalam hal eksposur, restorasi detail, dan presentasi warna.
Normal
Potrait
Dalam kalibrasi kamera dan mengoptimalkan fitur beauty selfie yang sesuai. Realme 3 Pro menggunakan algoritma SelfiePro realme U1 yang secara tepat dapat mengembalikan detail kualitas kulit, mata, dan rambut melalui 296 titik identifikasi wajah.
Baterai
Foto : Helmi / Telko.id
Ponsel ini memiliki baterai 4045mAh yang juga mendukung pengisian VOOC 3.0. Cukup sulit untuk menguras baterai ponsel dalam sehari tidak peduli seberapa sering Anda menggunakannya. Dan bahkan jika Anda melakukannya, pengisian cepat VOOC pada dasarnya memastikan 50 persen baterai diisi ulang dalam waktu kurang dari satu jam.
Dalam pengujian baterai menggunakan aplikasi AccuBattery, untuk mengisi baterai yang kami coba dari 2% hingga 100% membutuhkan waktu hanya 1 jam hingga 25 menit. Pasalnya realme 3 Pro mendukung pengisian VOOC 3.0 yang mengisi ulang baterai menggunakan daya 20W (5V4A) . Teknologi yang sama digunakan pada Oppo F11 Pro. Realme 3 Pro untuk screen on membutuhkan waktu sekitar 9 jam 27 menit dari 100% hingga 0%.
Ukuran charge yang mengesankan dan menunjukkan bahwa ponsel memiliki cukup kapasitas untuk membuat Anda menggunakannya seharian. Kami juga mencoba 30 menit streaming, menguras baterai hanya 5 persen, sementara sesi PUBG Mobile 15 menit menguras baterai dari 68 persen menjadi 65 persen.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, jika Anda mencari ponsel murah yang hadir dengan desain yang fantastis, tampilan yang layak, dan performa CPU dan GPU yang hebat, ini jelas merupakan pilihan utama. Terutama jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda menggunakan ponsel, baterai 4045mAh bisa menemani Anda seharian.
Namun, kami merasa kamera masih dapat ditingkatkan. Ini tidak berarti yang sekarang tidak baik, karena untuk harga yang diberikan memang memiliki beberapa fitur mengesankan seperti mode Chroma Boost dan mode Nightscape.
Realme telah melakukan banyak upaya dalam memperkenalkan fitur yang relevan dengan target pasarnya di Indonesia. Ini membuktikan bahwa Realme bertekad untuk memenangkan pangsa pasar yang lebih besar serta memberikan layanan yang lebih baik. Dengan hadirnya Realme 3 Pro bisa jadi akan menjadi ponsel terbaik direntang harga Rp 3 jutaan.
Telko.id, Jakarta – Sensor Tower Store Intelligence mengungkapkan bahwa sejak Juli 2017 sampai sekarang, gamePokemon GO buatan Niantic telah menghasilkan pendapatan total USD 2,5 miliar. Pokemon Go mulai rilis ke publik pada 2016 silam.
Pendapatan Niantic dari Pokemon GO meningkat USD 700 juta dibanding perolehan pada Juli 2018 yang tercatat USD 1,8 miliar. Sensor Tower Store Intelligence mengungkapkan, pendapatan dari Pokemon GO rata-rata naik USD 78 juta per bulan.
Menurut laporan Sensor Tower, gameaugmented reality ini meraup pemasukan tak kurang dari USD 205 juta selama kuartal pertama 2019. Atau, secara lebih rinci, game ini mampu menghasilkan uang USD 2,3 juta per hari.
{Baca juga: Seru! Fitur Ini Bikin Seluruh Pokemon jadi Foto Model}
Masih berdasarkan data Sensor Tower Store Intelligence, para pemain game yang sempat booming ini menghabiskan uang USD 4 juta per hari. Para pemain yang mengeluarkan uang paling banyak berasal dari Amerika Serikat.
Pengeluaran para pemain game asal Amerika Serikat lebih banyak dibanding para pemain asal Jepang. Total, para pemain asal Amerika Serikat menghabiskan uang USD 875 juta demi game buatan Niantic ini.
Lain hal, para pemain asal Jepang mengeluarkan dana USD 725 juta demi game Pokemon GO. Duduk di peringkat ketiga adalah para pemain game asal Jerman, yang merogoh kocek USD 150 juta untuk bermain game ini.
{Baca juga: Wow! Niantic Raup Rp 35 Triliun dari Pokemon GO}
Saat ini, Pokemon GO adalah game mobile peringkat ke 7 di dunia berdasarkan nominal pendapatan. Setidaknya, peringkat itu rilis pada bulan lalu dengan total pengeluaran para pemain mencapai USD USD 67 juta. [BA/HBS]