spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1199

Pengemudi Ojol di Daerah Minta Tarif Dinaikkan

Telko.id, Jakarta – Tarif baru ojek online (ojol) telah berjalan hampir sebulan lamanya setelah resmi berlaku pada 1 Mei 2019 lalu. Tarif baru tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019 dan berlaku di lima kota besar yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makasar.

Menyusul pemberlakuan tarif baru yang berlaku di Jakarta tersebut, pengemudi ojol di daerah lain pun mengharapkan hal yang sama.

“Di Semarang ini belum ada perubahan tarif, kalau bisa ya tarifnya ikut naik juga,” ungkap Sugianto, Pengemudi Ojek Online yang beroperasi di Semarang beberapa waktu lalu.

{Baca juga : Grab Pelajari Penetapan Tarif Ojek Online Kemenhub}

Lebih lanjut dikatakan Sugianto, dengan adanya kenaikan tarif diharapkan akan diikuti juga dengan meningkatnya pendapatan para pengemudi.

Selain itu Sugianto juga berharap promo yang kerap dilakukan oleh pemilik aplikasi tetap dilakukan mengingat pendapatan pengemudi dapat meningkat signifikan dengan adanya promo.

Sebelumnya, terkait tarif baru ini, Darmaningtyas, Pengamat Transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Indonesia (MTI) menilai tarif ojol ini seharusnya jangan terlalu murah.

“Kalau tarif terlalu murah yang senang hanya penumpang. Tetapi jika terlalu mahal penumpang tidak senang serta hanya pengemudi dan pemilik aplikasi yang diutungkan,” jelasnya.

Sementara itu, Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, menganggap melalui pemberlakuan tarif tersebut pemerintah sudah memperhatikan kepentingan para pengemudi ojek online meskipun tarif tersebut masih belum sesuai dengan harapan.

{Baca juga : Bayar “Ojol” Grab Bisa Pakai Dompet Digital OVO}

 

Blok Akses WhatsApp, Kominfo “Gembosi” Internet Positif

Telko.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kominfo, beberapa waktu lalu melakukan pembatasan akses WhatsApp, Facebook, dan beberapa media sosial lainnya. Alasannya adalah untuk meminimalisir dampak peredaran hoax terkait aksi 22 Mei lalu. Dan itu terbukti berhasil. Timeline Facebook tak lagi riuh dan grup WhatsApp mendadak sepi.

“Pembatasan akses media sosial dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Jadi untuk sementara ini sekitar 2-3 hari tidak bisa lihat gambar (di medsos) tidak apa-apa, ini semua demi keamanan nasional,” kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Menkominfo Rudiantara menjelaskan soal keputusan pemerintah membatasi akses media sosial. Menurutnya, kemungkinan maksimal selama 3 hari pengguna medsos akan mengalami masalah, terutama dalam pengiriman foto dan video.

“Jadi untuk sementara kita akan mengalami keterlambatan dalam mengunggah foto dan video. Tapi untuk sistem komunikasi SMS dan voice (panggilan telpon) tidak masalah,” jelas Rudiantara.

Tapi sayang, alih-alih rehat sejenak dari jejaring sosial, masyarakat justru sibuk mencari cara untuk menyiasati kebijakan tersebut. Tetiba istilah VPN pun mendadak populer. Tidak hanya dikalangan masyarakat yang melek IT tapi juga dikalangan yang bahkan tidak mengerti apa arti kata VPN.

Masyarakat Melek VPN

Virtual Private Network atau biasa disebut VPN sebenarnya bukan barang baru di dunia IT. VPN adalah suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara pribadi (private) melalui jaringan publik (internet). Dengan koneksi private yang terenkripsi ini, penyedia layanan internet (ISP) tidak bisa mengetahui kemana tujuan pengguna, karena yang memiliki kunci enkripsinya hanya perangkat pengguna (laptop/HP) dan server VPN.

Sebagai informasi, pada koneksi internet publik, permintaan pengguna untuk mengakses website atau server tertentu (misal WA) memiliki alur Laptop/HP -> ISP -> WA, sedangkan jika menggunakan VPN alurnya menjadi Laptop/HP -> ISP -> VPN -> WA.

“Karena informasi yang dikirimkan pengguna dari laptop/HP ke server VPN terbungkus oleh enkripsi, maka ISP tidak bisa membaca informasi tersebut dan mem-blok akses ke website atau server aplikasi yang dituju oleh pengguna,” jelas Endy Muhardin, praktisi IT yang menjabat sebagai CEO ArtiVisi Intermedia.

Inilah mengapa penggunaan VPN dijadikan solusi untuk menyiasati pembatasan akses terhadap website ataupun server aplikasi tertentu. Termasuk akses ke WhatsApp, Facebook dan jejaring sosial media lainnya yang saat ini tengah dibatasi aksesnya oleh pemerintah.

“VPN bukan hal baru, tapi karena yang di blok adalah WhatsApp dan Facebook yang punya arti begitu penting bagi masyarakat, akhirnya banyak yang cari tahu tentang VPN dan mulai menggunakannya,” lanjut Endy.

Tapi sayang, kebutuhan masyarakat terhadap solusi untuk mengakses WA, Facebook dan jejaring sosial lainnya, tidak dibarengi dengan kehati-hatian. Sehingga ada yang asal menginstall aplikasi VPN dan menjadi korban pencurian data oleh pihak pihak yang tak bertanggung jawab.

Untuk itu, Endy menyarankan masyarakat untuk berhati-hati menginstall aplikasi berkedok penyedia layanan VPN. Menurutnya, penyedia layanan VPN sejatinya tidak bisa mencuri data pengguna pada saat mengakses server dengan protokol https seperti server internet banking.

“Seperti halnya koneksi ke server VPN, koneksi pengguna ke server https juga dibungkus oleh enkripsi. Jadi, jika ada korban yang merasa data internet bankingnya dicuri, besar kemungkinan itu karena mereka menginstall aplikasi berkedok VPN yang memang didesain untuk mencuri data,” jelas Endy.

Alternatif VPN

Terlepas dari kecilnya kemungkinan penyedia server VPN untuk mencuri data sensitif semisal data internet banking, server VPN seperti halnya ISP tentu bisa membaca data trafik pengguna. Mengingat semua lalu lintas trafik dari pengguna ke situs atau aplikasi yang dituju akan melewati server mereka.

Untuk itu, sebagai alternatif VPN, akan lebih aman bagi pengguna untuk menggunakan Domain Name Service (DNS) sendiri untuk menyiasati blokir terhadap situs atau server aplikasi tertentu.

Perlu diketahui, Domain Name Service sejatinya memiliki fungsi untuk me-resolve nama domain menjadi alamat IP. Misal jika Anda ingin mengakses WhatsApp.com, maka permintaan Anda tersebut akan masuk ke ISP lalu DNS milik ISP akan mengarahkan Anda ke alamat IP server WhatsApp.

Mekanisme inilah yang sekarang digunakan ISP mem-blok situs atau server aplikasi. Yup, ISP menggunakan DNS untuk me-resolve nama domain ke alamat IP yang bukan alamat IP dari server aplikasi yang dituju oleh pengguna. Misal jika Anda menggunakan Indihome lalu mengakses situs yang di blok, maka akan diarahkan ke alamat IP internetpostif.uzone.id.

Nah… untuk menyiasati alur tersebut, Anda bisa “potong kompas” dengan cara menggunakan DNS sendiri. Tapi jangan bayangkan Anda benar-benar membuat DNS sendiri, karena gak mudah. Tapi bagi pengguna smartphone, Anda hanya perlu menginstall aplikasi 1.1.1.1 kembangan cloudflare atau bagi pengguna Android Pie dan seterusnya, cukup aktifkan private DNS lalu isi DNS-nya dengan 1dot1dot1dot1.cloudflare-dns.com. Dengan cara tersebut, Anda akan diarahkan ke alamat IP dari situs atau server aplikasi yang ingin Anda tuju. Cara ini kami nilai lebih aman dan mudah dibanding menggunakan aplikasi VPN.

Kotak Pandora Internet Positif

Memasyarakatnya istilah VPN dan beragam alternatif untuk menyiasati pembatasan akses pemerintah terhadap WhatsApp, Facebook dan aplikasi jejaring sosial lainnya, tak ubahnya membuka kotak pandora internet positif. Bagamana tidak, internet positif yang sejatinya menjadi gerbang untuk membatasi konten-konten negatif, kini terlihat begitu rapuh dan mudah dibobol. Celahnya tak lagi menjadi rahasia. Tidak hanya mejadi “konsumsi” mereka yang melek IT, tapi sudah menjadi perbincangan dikalangan emak-emak.

Positifnya, momen ini bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk mengevaluasi mekanisme filter konten yang selama ini dilakukan. Ya, memang tidak mudah dan butuh biaya yang tidak sedikit. Tapi paling tidak, filter konten yang dilakukan bukan filter konten semu, terlihat seperti ada tapi nyatanya masyarakat lalu lalang di celah yang menganga lebar.

Tempelkan Kabel Charger ke Mulut, Seorang Bocah Tewas Kesetrum

Telko.id, Jakarta – Seringkali kita memiliki kebiasaan meninggalkan charger atau pengisi daya tetap terpasang ke soket listrik meski sudah selesai mengisi daya ponsel kita. Rupanya, kebiasaan itu sangat berbahaya, terutama apabila di rumah kita terdapat anak kecil.

Dilansir dari The Sun, seorang anak tersengat listrik hingga meninggal dunia setelah meletakan ujung kabel pengisi daya yang masih dicolokkan ke stopkontak listrik ke mulutnya.

Insiden malang ini terjadi di Jahangirabad, India. Pada hari itu, Jumat (17/5/2019) anak tersebut diajak ibunya, Razia, berkunjung dan menginap ke rumah kakek-neneknya.

Keesokan harinya, anak tersebut dibiarkan bermain sendirian. Saat itu, Razia sudah selesai mengisi baterai ponselnya, namun ia tidak melepas kabel chargernya dari stop kontak.

{Baca juga: Duh! Pria Malaysia Tewas saat Charge Ponsel}

Tanpa sepengetahuan ibunya, anak kecil tersebut bermain dengan kabel tersebut dan memasukkan ujung pengisi daya ke dalam mulutnya. Anak itu kemudian tersengat listrik karena kabel masih terhubung ke colokan listrik.

Anak tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sayangnya anak itu dinyatakan meninggal tepat saat tiba di rumah sakit.

Petugas kepolisan dari kantor polisi Jahangirabad, Akhilesh Pradhan, mengatakan pihaknya tidak dapat memproses kasus tersebur karena tidak ada laporan dari keluarga korban. Namun, apabila ada laporan dari pihak keluarga, pihaknya akan memproses sesuai aturan.

“Jika ada seseorang melapor kepada kami untuk mengajukan keluhan, kami akan memproses sesuai aturan,” katanya.

{Baca juga: Gatal, Pria di China Masukkan Kabel Charger ke Kemaluan}

Belum dipastikan berapa usia anak itu, serta tidak diketahui jenis kelamin anak tersebut. Dua surat kabar lokal mengutip usia dan jenis kelamin yang berbeda dalam laporan mereka.

Satu laporan dari media lokal menyebut, insiden horor itu melibatkan seorang gadis berusia dua tahun. Sementara media lokal lain, menyebut korban adalah bocah lelaki berusia tiga tahun. [BA/HBS]

Sumber: The Sun

Merasa Kasihan, Restoran Ini Kasih Diskon ke Pengguna Huawei

Telko.id, Jakarta – Huawei menghadapi situasi paling sulit setelah masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS).  Kondisi tersebut berdampak terhadap para pengguna Huawei hampir di seluruh negara.

Entah kasihan atau bersimpati, sebuah restoran China di Malaysia mengumumkan penawaran menarik kepada para pengguna perangkat Huawei. Penawaran tersebut berupa diskon atau potongan harga.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (24/5/2019), restoran itu menyiapkan diskon hingga 20 persen dari total tagihan pembelian makanan dan minuman yang harus dibayarkan oleh pengguna Huawei.

{Baca juga: Huawei Ditinggal ARM, Nasib P30 Pro dkk Terancam?}

Pemilik restoran, Angie Taweepan Chantowatha, mengaku sengaja memberlakukan program tersebut karena merasa bersimpati kepada Huawei. Ia menganggap, apa yang dilakukan oleh AS kepada Huawei tidaklah adil.

Namun, program diskon itu juga dinilai oleh sejumlah pihak sebagai strategi promosi  restoran supaya laris dikunjungi tamu. Bagi Anda yang tertarik, silakan berkunjung ke Sean & Angie mulai Senin (26/5/2019).

Perselisihan antara Huawei dengan pemerintah AS memang kembali memanas. Beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan AS untuk menggunakan peralatan Huawei.

{Baca juga: Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store}

Perintah yang diteken oleh Trump mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan. Google dkk kemudian sepakat memutus akses ke Huawei. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ini Nama-Nama Calon Dirut Telkomsel Yang Beredar

Telko.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 PT Telkom Indonesia merombak jajaran direksi. Salah satunya adalah menunjuk Ririek Adriansyah sebagai direktur utama menggantikan Alex Sinaga yang habis masa jabatannya.

Walaupun Ririek masih akan menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel, sampai nanti Rapat Pemegang Saham Telkomsel berikutnya, yang direncakan akan dilakukan pada tanggal 29 Juni mendatang, beberapa nama sudah muncul yang digadang-gadang akan menjabat sebagai direktur utama Telkomsel. Anak perusahaan Telkom yang prestasinya gemilang. Siapa saja?

Berdasarkan isu yang beredar, nama-nama yang menjadi calon kuat sebagai Direktur Utama Telkomsel adalah Heri Supriadi, yang kini menjabat Direktur Keuangan eksisting dari Telkomsel. Lalu kandidat lain David Bangun yang kini menjabat sebagai Direktur Digital & Strategic Portofolio Telkom, Dian Rahmawan yang kini menjabat sebagai Direktur Enterprise & Business Service Telkom dan Sukardi yang kini menjabat Direktur Sales Telkomsel.

Disebut-sebut juga, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Abdus Somad Arief juga masuk dalam bursa calon direktur utama Telkomsel. Hanya saja, kegiatan ASA, begitu sering disebut, diluar tugasnya di Telkomsel, seperti senang riding motor besar dan berkebun, kelihatannya sudah memberikan kenyamanan sendiri sehingga, ada sumber yang menyebutkan bahwa kemungkinan tidak terpilih menjadi Dirut.

Namun, disebut-sebut juga dalam bursa calon dirut Telkomsel ini sudah mengerucut menjadi tiga nama yakni Supariadi, David Bangun dan Dian Rahmawan.

Sedangkan Sukardi, kabarnya kurang mendapat dukungan.

Jadi siapa yang akan ditunjuk menjadi Direktur Telkomsel?  Kita tunggu saja sampai RUPS Telkomsel berikutnya. (Icha)

Makin Seru, Ada Perang Lawan Godzilla di PUBG Mobile

Telko.id, Jakarta Event crossover selanjutnya dari PUBG Mobile adalah perang melawan Godzilla. Pemain bisa melacak jejak yang ditinggalkan oleh sang monster dan mengumpulkan item.

Menurut laporan Venture Beat, hal tersebut didasarkan kepada film Godzilla: King of Monsters, yang akan tayang pada 31 Mei 2019 mendatang. Update game itu akan dirilis secara gratis.

Godzilla: King of Monsters adalah film sekuel dari film Godzilla pada 2014 silam. Ketika itu, film tersebut diusung sebagai film reboot. Film Godzilla  berhasil meraup USD 529 juta di dunia.

{Baca juga: Cara Gampang Ganti Nama Karakter di PUBG Mobile}

Sebelumnya, Tencent Games selaku pemilik lisensi PUBG Mobile merilis update untuk game PUBG Mobile (ver 0.12.0) yang berisi beberapa mode gameplay baru yang semakin seru.

Tencent Games rupanya menyadari penggemar PUBG Mobile sangat menyukai mode crossover dengan game Residen Evil 2 milik Capcom di akhir tahun 2018.

Salah satu yang paling disukai adalah mode melawan zombie. Sayang, event tersebut tidak permanen alias sementara.

{Baca juga: Update PUBG Mobile Ada Perang Melawan Zombie}

PUBG Mobile mendapatkan mode gameplay serupa yang disebut masih hasil kolaborasi dengan Residen Evil 2 lewat update Darkest Night. Pemain bisa memilih bermain single atau squad.

Di mode Darkest Night pemain juga harus menghindari gas beracun yang tersebar di seluruh arena permainan. Di sini pemain atau tim hanya akan bertarung melawan zombie saja. [BA/HBS]

Sumber: Venture Beat

 

Tak Mau Belikan HP, Pria Ini Ditampar Pacarnya 52 Kali

Telko.id, Jakarta – Jika Anda menelusuri Instagram pada tanggal 20 Mei, Anda akan menemukan banyak foto pasangan dengan nomor “520” dalam caption foto. Hal itu karena pada tanggal tersebut diperingati Hari Valentine China.

Pada tanggal tersebut, sebagian besar pasangan pergi untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama-sama. Namun, ada juga pasangan yang membuat keributan dan dilihat semua orang.

Pada tanggal 20 Mei di Provinsi Sichuan, puluhan pejalan kaki menyaksikan seorang wanita yang tampak menampar pacarnya beberapa kali. Pacarnya hanya berdiri di sana dan membiarkannya  wanita itu memukulnya.

Dilansir dari NextShark, rupanya wanita itu menampar pacarnya lantaran tidak jadi membelikan ponsel baru untuknya. Hal itu membuat wanita tersebut marah, dan untuk menamparnya senvanyak 52 kali!.

{Baca juga: Kacau! Istri Gugat Cerai Suami Karena Dilarang Main PUBG}

Jumlah tamparan tersebut dikonfirmasi oleh polisi setelah mereka melakukan penyelidikan atas keributan yang terjadi di tempat umum tersebut.

Seluruh momen itu terekam di CCTV dan sejumlah kamera ponsel para pejalan kaki yang berada di lokasi. Dalam video tersebut, tampak seorang wanita yang sedang memarahi pasangannya dan menamparnya dengan sangat keras karena dia tidak dibelikan smartphone baru seperti yang dijanjikan pacarnya.

Situasi menjadi lebih menarik saat polisi berusaha memisahkan pasangan yang sedang bertengkar tersebut. Sebab, pria yang ditampar itu justru bersikeras membela wanita yang menyakitinya.

Kepada polisi, pria ini mengatakan bahwa dia yang telah melakukan kesalahan karena tidak membelikannya ponsel baru. Ia mengaku menerima pelecehan fisik dari pasangannya, karena menurutnya itu adalah satu-satunya cara untuk menenangkan amarahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi juga mengetahui bahwa wanita itu rupanya adalah orang yang membayar sebagian besar kebutuhan pria tersebut, selama ini.

{Baca juga: Pria Australia Ini Ketahuan Pukuli Istri saat Streaming Fortnite}

Pasangan ini menolak untuk dibawa ke kantor polisi dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka. Pasangan ini berjanji kendepan akan menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang lebih beradab. [BA/HBS]

Sumber: Nextshark

Ririek Adriansyah Dari Dirut Telkomsel Naik Kelas Jadi Dirut Telkom

Telko.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 PT Telkom Indonesia merombak jajaran direksi. Salah satunya adalah menunjuk Ririek Adriansyah sebagai direktur utama menggantikan Alex Sinaga yang habis masa jabatannya.

Ririek sebelumnya menjabat Direktur Utama Tekomsel periode Januari 2015-Mei 2019.

Bagi Ririek, tentu keputusan RUPST tersebut menjadi sebuah promosi karena sebelumnya pria ini menjabat sebagai Direktur Utama Tekomsel periode Januari 2015-Mei 2019. Yang notabene adalah anak perusahaan Telkom.

Atas penunjukannya, Ririek menyampaikan optimismenya kepada pelanggan dan para pemegang saham bahwa perseroan dapat tumbuh lebih baik lagi ke depannya.

“Untuk penguatan kapabilitas digital, Telkom akan menjalankan strategi inorganik, melalui pendekatan akuisisi atau melalui kerja sama, baik oleh Telkom maupun entitas perusahaan,” ungkap Ririek usai menggelar RUPST di Jakarta, Jumat (25/5/2019).

Selain itu, RUPST Telkom juga mengangkat Rhenald Kasali menjadi komisaris utama menggantikan Hendri Saparini. Rhenald Kasali sebelumnya menjabat komisaris utama PT Angkasa Pura II (AP II).

Adapun susunan Direksi baru Telkom menjadi:

Direktur Utama           : Ririek Adriansyah

Direktur Keuangan      : Harry M Zen
Direktur Human Capital Management         : Edy Witjara
Direktur Enterprise Business Services        : Bogi W.
Direktur Konsumer Servis                           : Siti Choirianan
Direktur Wholesale dan Internasional Service : Edwin Aristiawan
Direktur Network IT Service                        : Zulhelfi Abidin
Direktur Digital Bisnis                                  : Faizal RD
Direktur Strategi Portofolio                          : A Sugiarto

Sedangkan untuk komisaris utama, RUPS Telkom Renald Khazali dan sebagai Komisaris adalah Ismail.

Ririek Adriansyah malang melintang di Tekomsel dan menduduki berbagai jabatan strategis di Telkom dan anak usaha sejak tahun 1990.

Pria lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, pernah menjabat Direktur Wholesale & International Service Telkom (2013-2014), Direktur Compliance and Risk Management (2012-2013), Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) (2011-2012), Direktur Marketing & Sales Telin (2010-2011). (Icha)

Gameloft Rilis Dua Game Mobile Bertema Disney

Telko.id, Jakarta Gameloft menghadirkan dua game mobile baru, yaitu game Disney Princess Majestic Quest dan Disney Getaway Blast. Gameloft menghadirkannya untuk membangun Disney Magic Kingdoms.

Dilansir Pocketgamer, game Disney Princess Majestic Quest menceritakan bangsawan terkenal, pecinta puzzle menyenangkan, dan penggemar Disney. Game mobile ini mengambil setting lokasi di wilayah Disney Princess.

Lain hal, game Disney Getaway Blast akan mengajak pemain untuk memecahkan teka-teki berbasis fisika dengan lokasi di pusat liburan baru Disney. Di dalamnya terdapat karakter Disney dan Pixar populer dengan gaya baru.

{Baca juga: Sony Luncurkan Themes ‘God of War’ dan ‘The Sims’}

Penggemar bisa membangun koleksi karakter yang sisukai saat berhasil menyelesaikan puzzle. Karakter yang dapat dikumpulkan pemain melalui game tersebut, antara lain Mickey Mouse, Belle, Aladdin, dan Stitch.

Meski demikian, game Disney Princess Majestic Quest maupun Disney Getaway Blast masih tersedia dalam versi beta di beberapa negara. Gameloft baru akan meluncurkan dua game itu ke secara global pada akhir tahun ini.

Belum lama ini, Gameloft dan Microsoft mengumumkan akses ke fitur dan fungsionalitas Xbox Live via smartphone. Total, ada 3 game besutan Gameloft yang mendapatkan dukungan Xbox Live, yaitu Asphalt 9: Legends, Asphalt 8: Airbone, dan Dragon Mania Legends.

{Baca juga: Anno 1880 Game Terlaris Ubisoft Sepanjang Sejarah}

Informasi menyebut bahwa hal pertama yang ditawarkan dalam dukungan Xbox Live bagi para gamers adalah Xbox Achievements.  Kehadiran dukungan tersebut menunjukkan bahwa Gameloft sangat senang bekerja sama dengan Microsoft. [BA/HBS]

Sumber: Pocket Gamer

 

Tak Mau Belikan Ponsel, Pria Ini Ditampar Pacarnya 52 Kali

Telko.id, Jakarta – Jika Anda menelusuri Instagram pada tanggal 20 Mei, Anda akan menemukan banyak foto pasangan dengan nomor “520” dalam caption foto. Hal itu karena pada tanggal tersebut diperingati Hari Valentine China.

Pada tanggal tersebut, sebagian besar pasangan pergi untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama-sama. Namun, ada juga pasangan yang membuat keributan dan dilihat semua orang.

Pada tanggal 20 Mei di Provinsi Sichuan, puluhan pejalan kaki menyaksikan seorang wanita yang tampak menampar pacarnya beberapa kali. Pacarnya hanya berdiri di sana dan membiarkannya  wanita itu memukulnya.

Dilansir dari NextShark, rupanya wanita itu menampar pacarnya lantaran tidak jadi membelikan ponsel baru untuknya. Hal itu membuat wanita tersebut marah, dan untuk menamparnya senvanyak 52 kali!.

{Baca juga: Kacau! Istri Gugat Cerai Suami Karena Dilarang Main PUBG}

Jumlah tamparan tersebut dikonfirmasi oleh polisi setelah mereka melakukan penyelidikan atas keributan yang terjadi di tempat umum tersebut.

Seluruh momen itu terekam di CCTV dan sejumlah kamera ponsel para pejalan kaki yang berada di lokasi. Dalam video tersebut, tampak seorang wanita yang sedang memarahi pasangannya dan menamparnya dengan sangat keras karena dia tidak dibelikan smartphone baru seperti yang dijanjikan pacarnya.

Situasi menjadi lebih menarik saat polisi berusaha memisahkan pasangan yang sedang bertengkar tersebut. Sebab, pria yang ditampar itu justru bersikeras membela wanita yang menyakitinya.

Kepada polisi, pria ini mengatakan bahwa dia yang telah melakukan kesalahan karena tidak membelikannya ponsel baru. Ia mengaku menerima pelecehan fisik dari pasangannya, karena menurutnya itu adalah satu-satunya cara untuk menenangkan amarahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi juga mengetahui bahwa wanita itu rupanya adalah orang yang membayar sebagian besar kebutuhan pria tersebut, selama ini.

{Baca juga: Pria Australia Ini Ketahuan Pukuli Istri saat Streaming Fortnite}

Pasangan ini menolak untuk dibawa ke kantor polisi dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka. Pasangan ini berjanji kendepan akan menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang lebih beradab. [BA/HBS]

Sumber: Nextshark