spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1198

Dampak Embargo AS, Minat Pelanggan Huawei Menurun

Telko.id, Jakarta – Embargo Amerika Serikat (AS) terhadap Huawei, berdampak besar bagi perusahaan teknologi asal China itu. Setelah banyak perusahaan yang memutuskan kerja sama, data terbaru menyebut jika minat pelanggan pada perangkat Huawei menurun pasca embargo AS diberlakukan.

Dilansir Telko.id dari GSMArena pada Minggu (26/05/2019), situs perbandingan produk yang disebut PriceSpy melaporkan tingkat klik pengunjung selama 4 hari terakhir. Hasilnya smartphone Huawei mengalami penurunan sebear 26% terkait jumlah klik pengunjung.

Sementara embargo AS berdampak buruk pada Huawei, namun dilaporan tersebut jumlah klik pengunjung untuk smartphone Xiaomi dan Samsung mengalami peningkatan. Situs PriceSpy melihat terjadi peningkatan klik per tayang sebesar 13% untuk perangkat Samsung, sementara Xiaomi mencatatkan 19% lebih banyak klik dalam jumlah waktu yang sama.

{Baca juga: Huawei Didepak dari Asosiasi Pengembang Kartu SD, Kenapa?}

Embargo AS sendiri bermula kala Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional, khususnya Huawei asal China.

Padahal sebelum dilakukan embargo oleh Amerika Serikat (AS), minat konsumen terhadap Huawei terbilang cukup besar. Awal tahun 2019 lalu Huawei dilaporkan telah memecahkan rekor pendapatan di segmen bisnis produk konsumen. Capaian ini tak terlepas dari kemonceran bisnis smartphone premium Huawei yang meningkat dalam beberapa kuartal terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Huawei mengklaim pendapatan perseroan di segmen itu menembus USD 52 miliar atau Rp 735,4 triliun pada 2018. Pencapaian ini terbilang meningkat, meski dibayangi oleh sentimen global terkait isu keamanan.

{Baca juga: Bisnis Smartphone Moncer, Huawei Pecahkan Rekor Pendapatan}

Seperti dikutip Telko.id pada Jumat (25/01/2019), Kepala Divisi Konsumen Huawei, Richard Yu menyebut, penjualan perusahaan di segmen bisnis tersebut sendiri melonjak sekitar 50 persen dari realisasi 2017. [NM/HBS]

Sumber: GSM Arena

Samsung Kembangkan AI untuk “Menghidupkan” Foto

Telko.id, Jakarta – Peneliti di bidang teknologi Artificial Intelligence (AI) dari Samsung menciptakan inovasi baru yang unik. Para peneliti mengembangkan teknologi AI yang dapat “menghidupkan” sebuah foto, alias membuat sebuah foto menjadi video animasi.

Apa yang dilakukan peneliti Samsung mirip dengan deepfake atau AI yang bisa membuat video ataupun audio palsu menggunakan referensi material yang sudah ada. Yang membuat inovasi peneliti Samsung berbeda adalah, mereka mampu membuat video animasi hanya dari 1 foto saja.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Sabtu (25/05/2019), mereka mambuat makalah yang berjudul “Few-Shot Adversarial Learning of Realistic Neural Talking Head Models” yang dipublikasikan lewat Arxiv.org.

Dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa mereka mampu mengambil satu gambar seperti lukisan Mona Lisa, dan menghidupkannya seperti sedang berbicara.

Untuk mencapai hal ini, AI diajarkan bagaimana mengidentifikasi apa yang oleh para peneliti disebut fitur “tengara” dari wajah, seperti mata, mulut, panjang, dan bentuk hidung, seperti pada video dibawah ini.

{Baca juga: Model Virtual dengan Teknologi AI Ini Terlihat Menakjubkan}

Menurut para peneliti, mereka percaya bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk bermain game, efek khusus, atau avatar dalam konferensi video.  Walaupun unik, inovasi ini bukan tanpa kritik.

Jika disalahgunakan teknologi ini bisa membuat banyak informasi yang salah ketika digunakan untuk tujuan yang berbahaya seperti membuat video palsu.

Samsung memang terus berupaya membuat teknologi AI agar bisa berguna di masyarakat. Tahun lalu Samsung menerapkan teknologi AI untuk perangkat medis yang bisa menampilkan gambar.

Untuk mengembangkan perangkatnya yang menggunakan teknologi AI ini, Samsung bermitra dengan anak usahanya, yakni Samsung Medison.

{Baca juga: Samsung Terapkan Teknologi AI untuk Perangkat Medis}

Perangkat medis yang menerapkan AI tersebut antara lain peralatan ultrasound, radiografi digital, computed tomography dan magnetic resonance imaging (MRI).

Seperti dilansir ZDNet, Senin (26/11/2018), raksasa teknologi Korsel ini memamerkan perangkat anyar mereka di pertemuan tahunan Radiological Society of North America 2018 (RSNA 2018) di Chicago, Amerika Serikat (AS). [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

 

‘Ngecas’ Ponsel di Tempat Pengisian Umum Ternyata Berbahaya

Telko.id, Jakarta – Anda mungkin pernah mengalami masalah kehabisan daya baterai saat berada di bandara atau tempat umum lainnya. Karena lupa membawa charger, biasanya Anda akan mencari tempat pengisian baterai. Namun, tahukah Anda, mengisi baterai di tempat pengusian umum itu berbahaya.

Seorang ahli di Amerika Serikat, mengatakan menghubungkan ponsel ke tempat pengisian daya atau colokan USB di bandara atau di tempat umum lainnya sangatlah beresiko.

Wakil Presiden X-Force Threat Intelligence di IBM Security, Caleb Barlow, mengatakan tempat pengisian daya gratis yang berada di bandara dapat dimodifikasi penjahat cyber untuk menginstal malware di ponsel dan mengunduh informasi di ponsel tersebut tanpa diketahui.

{Baca juga: 3 Mitos Baterai Ponsel yang Selalu Dibahas, Faktanya?}

“Memasukkan ponsel ke port USB publik seperti menemukan sikat gigi di jalan dan memasukkannya ke mulut Anda,” kata Barlow, kepada Forbes.

Menurut penelitian baru dari survei IBN X-FORCE, industri transportasi telah menjadi sektor yang paling banyak diserang pada tahun 2018, naik dari peringkat 10 pada tahun 2017.

Laporan tersebut juga menyebutkan bagaimana para penjahat cyber atau peretas mengubah teknik mereka meretas perangkat, dan perangkat yang ditargetkan.

Disebutkan, bahwa industri jasa keuangan tetap menjadi sektor yang paling diserang pada 2018. Sekitar 19 persen dari semua serangan yang diamati.

Namun, industri transportasi yang bahkan tidak masuk daftar lima besar tahun lalu, kini pindah ke sektor yang paling banyak diserang pada 2018. Upaya serangan bahkan meningkat tiga kali lipat sejak tahun sebelumnya.

{Baca juga: Duh! Pria Malaysia Tewas saat Charge Ponsel}

Barlow menyarankan, akan jauh lebih aman bagi penumpang di bandara untuk membawa charger dan menancapkannya ke stopkontak di tembok. Atau, sebagai alternatif, membawa powerbank portabel untuk mengisi ulang telepon anda ketika kehabisan baterai.

“Sekarang, jika anda melihat kabel pengisian daya, anda kemungkinan akan mencolokkannya. Padahal, di dalam kabel ini terdapat chip tambahan yang akan menyebarkan malware,” imbuhnya. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

 

XL Home Baru Siap Berikan Layanan Triple Play Tahun Depan

0

Telko.id – Xl Axiata terlihat tidak terlalu agresif jualan XL Home. Bahkan sampai sekarang, layanan yang biasa disebut dengan fiber to the home atau FTTH baru melayani Internet on Fiber (up to 100 Mbps) dan Interactive TV saja. Belum sampai melayani Telepon Rumah yang sering disebut ketiga layanan itu sebagai triple play.

“Kami akan memberikan layanan triple play itu, tapi baru tahun depan,” ujar Dian Siswarini, CEO XL Axiata saat buka bersama dengan media, di Jakarta (24/05).

Bahkan dari target pelanggan pun tidak terlalu agresif.

“Tahun depan, kami berharap bisa mencapai 500 ribu pelanggan,” ujar Abhijit Navalekar, Direktur Corporate Strategy & Business Development XL Axiata.

Kabarnya, kurang nya agresifitas XL untuk mengembangkan ‘kantong revenue’ baru ini dikarenakan, sedang melakukan due digiligence dengan sebuah perusahaan yang nantikan akan memberikan layanan yang lebih lengkap dan sudah lebih berpengalaman dalam memasarkan FTTH ini.

Sayang, sudah hampir jalan dua tahun, kerjasama ini masih belum juga usai perundingannya.

Mengembangkan FTTH ini memang harus dilakukan oleh XL dengan hati-hati. Pasalnya, pemain di industri ini ad pemain besar, yakni Telkom dengan IndiHome nya. Lalu ada First Media, MNC Play atau Biznet.

Jika tidak, maka XL akan ‘keteteran’, terutama dalam hal investasi.

Lagi pula, melayani pelanggan ‘rumah’ ini tidak seperti melayani pelanggan selular. Harus satu per satu dan ini bukan tugas mudah.

Walau demikian, tetap XL mencoba untuk memasarkan dengan membuat program-program yang diharapkan dapat mendorong penetrasinya di pasar. Seperti yang baru saja diluncurkan bersamaan dengan momentum Ramadan dan Lebaran ini yakni program promo HALAL (HArga Langganan Anti mahaL).

Program ini memberikan special, mulai dari Rp 149 ribu untuk akses internet cepat hingga 1Gbps. Promo ini berlaku selama Ramadan hingga setelah libur Lebaran yang berakhir pada 15 Juni 2019.

Jangkauan layanan XL Home juga diperluas. Kini masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa menikmati layanan akses internet fiber optik cepat berbasis fix broadband dan ragam hiburan berkualitas untuk keluarga. Program HALAL juga bisa dinikmati oleh pelanggan baru di kota-kota yang telah terjangkau jaringan XL Home, seperti, Kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar. (Icha)

 

 

 

 

Ririek Adriansyah Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Telkom

0

Telko.id, Jakarta – Pergantian kepemimpinan terjadi di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah resmi ditunjuk menjadi Dirut Telkom yang baru menggantikan Alex J. Sinaga. Saat ini, Ririek menjabat sebagai Dirut PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

GM External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin mengatakan bahwa pengangkatan ini dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom pada Jumat (24/05/2019).

“Perseroan memutuskan pengangkatan Ririek Adriansyah sebagai Direktur Utama Telkom menggantikan Alex J Sinaga yang berakhir masa jabatannya. Ririek Adriansyah saat ini merupakan Direktur Utama Telkomsel sejak Januari 2015,” tulis Denny berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Sabtu (25/05/2019).

{Baca juga: Ririek Adriansyah Terpilih Jadi Ketua ATSI}

Sebelum diangkat menjadi Presiden Direktur Telkom, Ririek menjabat sebagai Dirut Telkomsel pada tahun 2015 hingga 2019. Ririek juga pernah menjabat sebagai Direktur Compliance and Risk Management Telkomsel pada tahun 2012 hingga 2013.

Ririek merupakan lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1989. Sebelum menjadi Dirut Telkomsel, ia pernah menduduki sejumlah jabatan di Telkomsel dan Telkom Grup.

Ririek mengawali kariernya di Telkom sebagai Deputi EGM Divisi Infratel sejak 2004 hingga 2008. Kemudian dia menjadi Direktur International Carrier Service, Telin pada 2008 hingga 2010 dan Direktur Marketing & Sales, PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) pada 2010-2011.

Karir pria kelahiran Yogyakarta ini semakin menanjak saat ditunjuk sebagai orang nomor satu di PT Telin. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur anak usaha Telkom itu pada 2011 hingga 2012. Kemudian dia pun menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service (WINS) sejak Mei 2012.

{Baca juga: Telkomsel Siap Manfaatkan Palapa Ring}

Saat ini, Ririek juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) periode periode 2018 – 2021. Ia menggantikan Ketua ATSI sebelumnya, Merza Fachys. Selamat buat Pak Ririek menjabat sebagai Dirut Telkom yang baru. [NM/HBS]

XL Kembangkan Pendidikan Berbasis Digital di Madrasah

0

Telko.id,Jakarta – PT XL Axiata (XL) berencana untuk mengembangkan pendidikan berbasis digital di Indonesia. XL menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) untuk menggembangkan sistem pendidikan tersebut di lingkungan Madrasah di Indonesia.

President Director dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan bahwa program ini akan menjangkau sekitar 400 Madrasah Aliyah yang ada di Indonesia.

“Kami sama-sama memiliki kepedulian yang tinggi pada kualitas pendidikan di Indonesia terutama pendidikan berbasis digital,” kata Dian di XL Axiata Tower, Jakarta Jumat (25/05/2019).

Seperti namanya pendidikan berbasis digital akan berfokus pada pengembangan diri siswa. Melalui pendidikan tersebut, XL dan Kemenag akan memberikan pelatihan soft skills dan pemanfaatan teknologi digital kepada para siswa Madrasah Aliyah.

{Baca juga: Hore! XL Axiata Bagi-bagi THR Lewat Paket Xtra Rejeki}

“Kerja sama ini sekaligus akan dapat membantu program Kementerian Agama dalam mewujudkan visi ‘Madrasah Goes Digital’ sebagai persiapan dari Revolusi Industri 4.0,” ujar Dian.

Melalui program ini, XL juga mendistribusikan secara bertahap bantuan akses internet cepat dengan perangkat router dan kuota sebesar 20GB per bulan selama satu tahun ke-400 Madrasah Aliyah.

Dian mengungkapkan bahwa program pelatihan berbasis digital meliputi program Madrasah 4.0 Ramadhan Boot Camp dan Vlog Competition Madrasah Aliyah. Kegiatan yang rencananya digelar pada 10-12 Juli 2019 ini mengikutsertakan karyawan XL sebagai pengajar untuk sejumlah materi di dalam program pelatihan tersebut.

{Baca juga: XL Axiata Kenalkan “Laut Nusantara” ke Nelayan Banyuwangi}

Selain itu para siswa-siswi yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana berpikir secara kreatif dan kritis, solusi digital serta public speaking yang efektif.

“Soal Vlog Competition Madrasah Aliyah ini terbuka bagi Madrasah Aliyah secara nasional. Akan ada  hadiah smartphone beserta paket internet Axis bagi para pemenang,” tutup Dian. [NM/HBS]

Huawei Didepak dari Asosiasi Pengembang Kartu SD, Kenapa?

Telko.id, Jakarta – Huawei terus mengalami guncangan. Setelah putus dengan berbagai perusahaan, Huawei dikeluarkan dari anggota SD Association (SDA), atau kelompok dagang yang bertanggung jawab untuk menstandarisasi kartu SD dan MicroSD. Kenapa?

Dilansir Telko.id dari Engagdet pada Sabtu (25/05/2019), SDA mengonfirmasi bahwa Huawei dikeluarkan dari grup perdagangan untuk mematuhi pesanan terbaru dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

Dampaknya Huawei tidak dapat menawarkan produk menggunakan branding SDA resmi dan akan mengecualikan Huawei dalam menetapkan standarisasi SD ke depan. Didepak oleh SD Association tentu saja merupakan pukulan telak bagi Huawei.

Huawei pun berusaha menyikapi keputusan tersebut dengan tenang. Pabrikan asal China itu mengatakan bahwa pelanggannya akan dapat terus membeli dan menggunakan kartu SD dan MicroSD buatan Huawei untuk saat ini.

{Baca juga: Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store}

Tidak jelas bagaimana langkah itu akan memengaruhi ponsel dan perangkat Huawei di masa depan, tetapi hal ini semakin menambah daftar bencana yang diterima Huawei pasca kebijakan embargo dari pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Androidi masa mendatang. Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

{Baca juga: Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei}

“Huawei hanya dapat menggunakan versi publik Android dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan dari Google,” tegas sumber dari Reuters, seperti dikutip pada Senin (20/05/2019).

Walaupun ditinggal banyak pihak, masih ada perusahaan yang setia untuk tetap bersama Huawei. Perusahaan teknologi Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) menyatakan bahwa mereka tetap setia bersama Huawei. [NM/HBS]

Sumber: Engagdet

Terkait Pengaturan Tarif Data, XL Tunggu Arahan Pemerintah

0

Telko.id, Jakarta – PT XL Axiata (XL) menunggu sikap pemerintah terkait pengaturan tarif data internet di industri telekomunikasi. XL sendiri menilai industri telko masih relatif sehat, walaupun perang tarif data masih terjadi.

Menurut President Director & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, pengaturan tarif data bukan belum diperlukan saat ini, karena industri telko masih sehat. Tetapi XL tetap menunggu kebijakan pemerintah tersebut dan akan mengikutinya jika sudah ditetapkan.

“Soal tarif dari pemerintah kalau diperlukan kami akan mengikuti, tapi kalau ditanya terkait industri telko, kami nilai masih sehat, jadi belum terlalu urgent,” ucap Dian di acara buka puasa bersama media di kantor XL Axiata, Jakarta, Jumat (25/05/2019)

Dian mengakui jika saat ini promo-promo dari penyedia jasa telekomunikasi memang terlihat agresif. Namun, ia menilai, saat ini operator telko sudah mulai menimbang-nimbang pemberian promo.

“Jadi tidak ‘jor-joran’ istilahnya. Saya rasa tahun ini para operator akan bersikap secara rasional,” ujar Dian.

{Baca juga : Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun, Ini Target XL Axiata}

“Soal tarif itu, bahkan kami pun kalau menaikkan tarif akan dilakukan secara gradual (bertahap). Dari tahun lalu (tarif) kami sudah naik, tapi bertahap,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Kominfo menerima konsultasi publik terkait penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Kominfo tentang Tata Cara Penetapan Tarif Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. RPM Tarif Jasa Telekomunikasi ini diharapkan mewujudkan iklim usaha yang kondusif.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Jumat (15/02/2019), Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan bahwa peraturan tersebut bertujuan untuk menyehatkan industri telekomunikasi di Indonesia.

{Baca juga: Kominfo Terima Konsultasi Publik RPM Tarif Jasa Telekomunikasi}

“RPM bertujuan untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui persaingan usaha yang sehat dan menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi serta untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pengguna telekomunikasi terhadap penerapan tarif layanan jasa telekomunikasi,” tulis Ferdinandus. [NM/HBS]

Kominfo Resmi Cabut Pembatasan Akses Media Sosial

Telko.id, Jakarta – Setelah sempat diblokir selama 3 hari pasca aksi 22 Mei, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada hari ini, Sabtu (25/05/2019), resmi mencabut pembatasan akses media sosial dan WhatsApp.

Seperti diketatahui, Kominfo sebelumnya memutuskan untuk membatasi akses media sosial untuk mencegah penyebaran konten provokasi di aksi 22 Mei yang terjadi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI).

Informasi pencabutan ini muncul dari akun twitter resmi Kominfo @Kekominfo pada hari ini. Akun tersebut menyatakan ucapan selamat kepada warganet karena, internet telah kembali normal seperti sedia kala.

{Baca juga: Kominfo Temukan 5 Hoaks Soal Aksi 22 Mei dan KPU}

Informasi tersebut dibenarkan oleh Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu. Saat dihubungi Tim Telko.id pada Sabtu (25/05/2019) Ferdinandus membenarkan jika WhatsApp dan media sosial telah kembali normal, karena pembatasan resmi dicabut pada pukul 13.00 WIB tadi.

“Benar mas (dicabut) Jam 13.00 WIB siang ini. Sudah diperintahkan kepada Penyelenggara jasa Internet (ISP) untuk normalisasi,” kata Ferdinandus melalui pesan singkat.

Namun ketika ditanya alasan pencabutan dilakukan hari ini, Ferdinandus tidak mau berkomentar. Sebelumnya demi mencegah provokasi pasca aksi demo yang terjadi sejak tanggal 21 dan 22 Mei 2019,  pemerintah Indonesia dalam hal ini Kominfo membatasi akses WhatsApp, Facebook, dan sejumlah media sosial lainnya.

Menurut Menkopolhukam, Wiranto, hal ini dilakukan untuk mencegah konten hoaks dan provokasi terkait aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu serta beberapa tempat lain di Jakarta.

“Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas akan kita adakan pembatasan akses di media sosial. Fitur tertentu untuk tidak diaktifkan,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Rabu (22/05/2019).

{Baca juga: Demo 22 Mei, Pemerintah Batasi Akses WhatsApp dkk}

Kebijakan tersebut dibenarkan oleh Menkominfo Rudiantara. Menurutnya, pembatasan ini bersifat sementara, bertahap dan dilakukan untuk platformmedia sosial dan layanan aplikasi pesan instan. Pembatasan akses hanya berlaku untuk fitur berbagi foto dan video saja.

Sedangkan untuk berbagi pesan teks masih bisa diakses oleh masyarakat. Sejalan dengan pernyataan Wiranto, pembatasan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran konten hoaks dalam bentuk foto dan video. [NM/HBS]

Mantap! Pesan Makanan akan Bisa Lewat Google Maps

Telko.id, Jakarta – Google terus melakukan inovasi pada layanan pemetaannya. Kabarnya, Anda akan bisa pesan makanan secara langsung lewat Google Search, Google Maps, dan Google Assistant yang memudahkan Anda dalam beraktivitas.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Sabtu (25/05/2019), Google terus mencoba membuat semua jenis informasi tersedia langsung dari platform mereka. Sekarang Google menerapkan di mana pengguna segera dapat pesan makanan mereka langsung dari Google Search, Google Maps, dan Google Assistant.

“Sekarang Anda dapat menggunakan Google Search, Maps atau Assistant untuk memesan makanan dari layanan seperti DoorDash, Postmates, Delivery.com, Slice, dan ChowNow, dengan Zuppler dan lainnya segera hadir,” tulis pihak Google.

“Carilah tombol pesan online di cari dan peta saat Anda mencari restoran atau jenis masakan,” tambahnya.

{Baca juga: Asyik! Ada Rekomendasi Tempat Bukber di Google Maps}

Sayangnya Google tidak menjelaskan apakah akan ada penambahan daftar restoran ini atau tidak. Langkah Google untuk menambah fitur bukan sekali ini saja. Di masa lalu Google menawarkan kenyamanan serupa untuk layanan lain.

Misalnya, saat mencari lokasi di Google Maps, pengguna juga dapat memperoleh tumpangan dari layanan seperti Uber meskipun tampaknya fitur tersebut sudah tidak digunakan lagi. Baru-baru ini Google Maps juga melakukan uji coba terhadap  fitur baru.

Seperti dikutip Telko.id dari 9to5google, Minggu (5/5/2019), Google sekarang sedang melakukan pengujian fitur baru yang berkaitan dengan kuliner.  Fitur anyar tersebut bakal menampilkan menu makanan restoran.

Menu restoran bisa diakses pengguna setelah membuka fitur di Google Maps. Pengguna bisa mengaksesnya melalui opsi Overview dan Reviews. Nantinya, pengguna bisa melihat menu paling populer.

{Baca juga: Asyik! Google Maps Sajikan Menu-menu Favorit Restoran}

Untuk meyakinkan pengguna, selain daftar menu populer, aplikasi peta Google ini bakal menampilkan foto-foto pengunjung restoran. Pengguna lain bahkan bisa mengedit unggahan yang terdapat di aplikasi maps tersebut. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo