spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1161

Warganet Indonesia Rentan Kena Kesehatan Mental

Telko.id, Jakarta Media sosial ternyata memberikan dampak buruk berupa kesehatan mental bagi warganet atau pengguna media sosial di Indonesia. Dampak buruk media sosial ini diungkapkan oleh riset terbaru yang dilakukan peneliti terhadap pengguna di Tanah Air.

Dilaporkan AsiaOne, seperti dilansir Telko.id pada Selasa (18/06/2019), penelitian ini dilakukan oleh Sujarwoto dari Universitas Brawijaya Malang, Gindo Tampubolon dari University of Manchester, dan Adi Cilik Pierewan dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Penelitian ini menganalisis data dari Survei Kehidupan Keluarga Indonesia tahun 2014. Mereka juga melibatkan 22.423 orang berusia 20 tahun ke atas dari 297 kabupaten di Indonesia.

Hasilnya, terjadi peningkatan satu standar deviasi dalam diri pengguna. Hal ini terjadi karena tingginya tingkat ketimpangan negara, kecemburuan dan perasaan dendam dari penggunaan media sosial.

{Baca juga: Waduh! Main Ponsel Sebelum Tidur Pengaruhi Kesehatan Mental}

Melalui makalah yang berjudul “A Tool to Help or Harm? Online Social Media Use and Adult Mental Health in Indonesia”, rasa kebencian melihat gambar-gambar bahagia yang ada di media sosial berkontribusi terhadap rusaknya kesehatan mental orang dewasa.

Menurut Gundo, penelitian ini membuktikan jika kelemahan teknologi adalah memberikan dampak buruk bagi pengguna. Gundo berharap, jika penelitian ini bisa memberikan kontribusi bagi kesehatan mental pengguna dan pejabat terkait.

“Ini adalah pengingat yang kuat bahwa teknologi ini dapat memiliki kelemahan,” katanya.

“Kami ingin melihat pejabat kesehatan masyarakat berpikir kreatif tentang bagaimana kami dapat mendorong orang untuk berhenti dari media sosial, atau untuk menyadari konsekuensi negatif yang dapat terjadi pada kesehatan mental,” tambah Gindo.

{Baca juga: Ini Durasi Ideal Penggunaan Media Sosial Menurut Ilmuwan}

Media sosial memang dapat berpengaruh pada kesehatan mental pengguna. Sebelumnya, menemukan bahwa ada jangka waktu akses media sosial yang dapat memperbaiki kesehatan mental seseorang. Penelitian menyebut bahwa membatasi penggunaan media sosial hingga maksimal 30 menit tiap harinya dapat mengurangi rasa kesepian dan depresi. (NM/FHP)

Sumber: AsiaOne

Dihantam Embargo AS, Huawei Pangkas Target Pendapatan

Telko.id, Jakarta Huawei tak berharap banyak pasca diberlakukannya embargo oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), terkait penjualan perangkat mereka. Perusahaan asal China ini bahkan memangkas target pendapatan sebesar USD$ 30 Miliar atau Rp 430 triliun di tahun ini setelah terkena embargo AS.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (18/06/2019), Huawei juga berencana untuk memotong jumlah pengiriman hingga 60 juta unit smartphone agar tetap bisa bertahan menghadapi situasi krisis seperti saat ini.

Pemotongan target tersebut diutarakan langsung oleh pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei. Dirinya memangkas ekspektasi terkait pendapatan sebesar USD$ 30 miliar atau Rp 430 triliun untuk menyikapi dampak embargo AS terhadap perusahaan yang dipimpinnya.

{Baca juga: Konsumen Takut Beli Ponsel Huawei, Penjualan Turun 40%}

“Kami tidak menyangka mereka akan menyerang kami dalam begitu banyak aspek. Diperkirakan bahwa Huawei dapat melihat kebangkitan bisnis pada tahun 2021,” kata Ren.

Ini adalah pertama kalinya Huawei memberikan gambaran yang kuat tentang dampak larangan AS. Larangan itu mencegah pemasok di Amerika Serikat melakukan bisnis dengan Huawei kecuali mereka telah diberi persetujuan khusus oleh pemerintah.

Ini telah mengakibatkan akses Huawei ke Android menjadi terbatas dan bahkan Facebook tidak lagi memungkinkan perusahaan untuk menginstal aplikasi pada perangkatnya, di antara komplikasi bisnis lainnya. Smartphone Huawei tidak pernah benar-benar tersedia di pasar AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

{Baca juga: Dampak Embargo AS, Pengiriman Smartphone Huawei Turun 60%}

Trump sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan perusahaan asal China, khususnya Huawei. Tidak hanya itu,  AS dilaporkan mendorong Korea Selatan untuk segera embargo Huawei.  Embargo AS juga berdampak pada penjualan ponsel Huawei di Indonesia.

Diperkirakan penjualan smartphone Huawei mengalami penurunan hingga 40% dibanding sebelum kebijakan soal larangan Huawei dikeluarkan pemerintah AS. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ponsel Meledak, Pemuda Malaysia Alami Luka Bakar Serius

Telko.id, Jakarta – Seorang pemuda asal Malaysia mengalami luka bakar serius usai ponsel miliknya meledak secara tiba-tiba. Ponsel meledak tepat di bagian dadanya, saat dirinya sedang tertidur pulas.

Dikutip Telko.id dari AsiaOne, Selasa (18/06/2019), kasus ini terjadi pada Sabtu (15/06) waktu setempat. Seorang pemuda berusia 21 tahun dari Sarawak, Malaysia mengalami luka bakar serius.

Menurut Sin Chew Daily, pemuda malang ini memiliki kebiasaan menggunakan ponsel di tempat tidur sambil mengisi baterai. Namun saat itu, ia tertidur pulas dengan posisi ponsel tepat di atas dadanya. Perlahan ponselnya menjadi panas dan meledak.

Pemuda itu berteriak dan anggota keluarga datang menghampirinya. Kemudian mereka menghubungi layanan darurat untuk meminta bantuan.

Paramedis tiba di tempat kejadian dan membawanya ke gawat darurat Rumah Sakit Umum Sarawak. Di sana, dokter menemukan bahwa korban telah membakar 20 persen tubuhnya termasuk dada, leher, dan tangan kanannya.

{Baca juga: Ponsel Meledak, CEO Asal Malaysia jadi Korban}

Kejadian ponsel meledak bukan pertama kali terjadi. Pada maret lalu ponsel milik seorang wanita yang tidak terhubung ke sumber listrik apa pun, tiba-tiba meledak saat dia sedang tertidur.

Kejadian ini terjadi di Segamat, Johor, sekitar pukul 4.30 pagi. Yang paling mengerikan, ponselnya ditempatkan tepat di samping bantalnya! Beruntung wanita tersebut tidak mengalami luka sedikitpun.

Dalam sebuah wawancara dengan Sinchew, wanita berusia 58 tahun itu mengatakan kepada wartawan, bahwa dia mulai beranjak tidur sekitar pukul 4.00 pagi. Sekitar setengah jam kemudian, terdengar suara keras, mirip dengan suara petasan yang langsung membangunkannya.

{Baca juga: Dikira Petasan, Wanita Ini Kaget Ponselnya Meledak Saat Tidur}

Ia mengaku, saat itu tidak dapat melihat dengan jelas karena kondisi kamarnya yang gelap. Dia hanya bisa melihat percikan api. “Saya bangun dengan kaget dan secara reflek, saya mendorong benda yang terbakar itu menjauh dari saya,” kata korban. (NM/FHP)

Sumber: AsiaOne

Game Fallout Shelter Bisa Dimainkan di Mobil Tesla

Telko.id, Jakarta – Tesla akan memasukkan video game ke dalam mobilnya. Bagi para penggemar Fallout Shelter, Bethesda akan menghadirkan permainan itu ke mobil Tesla pada masa mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh CEO Tesla, Elon Musk, pada panggung di E3. Menurut laporan Ubergizmo, ia membuat pengumuman tersebut bersama Todd Howard dari Bethesda.

Fallout Shelter bakal hadir di mobil Tesla bersama game lain dari Atari. Baru-baru ini juga diumumkan bahwa Cuphead indie juga dapat dimainkan di dalam mobil Tesla.

{Baca juga: Taksi Robot Tesla Beroperasi Mulai 2020}

Fallout Shelter awalnya diluncurkan di ponsel sebelum masuk ke komputer dan kemudian ke konsol. Nah, tak lama lagi, game itu segera dapat dimainkan di mobil listrik Tesla.

Bagi mereka yang bertanya-tanya tentang masalah keamanan video game di dalam mobil, Anda harus menjaga mobil dalam mode parkir sebelum dapat memainkan game apa pun.

Artinya, Anda tidak akan bisa mengemudi dan bermain. Namun, inovasi itu merupakan cara terbaik untuk menghabiskan waktu jika Anda berada di dalam mobil untuk menunggu seseorang.

Beberapa waktu lalu, Musk telah mengungkapkan bahwa perusahaannya telah membuat game yang bisa dimainkan di layar dashbord mobil. Game tersebut bisa dimainkan selama musim panas.

{Baca juga: Wah, Game Cuphead Bakal Hadir di Mobil Listrik Tesla}

Dilansir Ubergizmo, Musk mengatakan bahwa perusahaan telah bekerja sama dengan pengembang Cuphead untuk port game ke tampilan di dalam mobil. Jadi, tunggu saja kedatangannya. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Kocak! Menteri Ini Pakai “Filter Kucing” saat Konferensi Pers

Telko.id, Jakarta – Menteri Kesehatan dan Informasi Pakistan, Shaukat Yousafzai kedapatan menggunakan filter kucing di Facebook saat melakukan konferensi pers. Filter Facebook itu tidak sengaja aktif, ketika Shaukat bersama jajarannya sedang melakukan konferensi pers di hadapan wartawan.

Semua ini bermula ketika tim media sosial partai Pakistan, Tehreek-e-Insaf bersiap untuk meliput kegiatan Shaukat secara live streaming di Facebook.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (18/06/2019), tanpa sengaja, tim media sosial mengaktifkan fitur filter selama siaran berlangsung.

{Baca juga: Animasi Human Discoveries akan Tayang di Facebook Watch}

Sehingga, tampak wajah menteri tersebut ditempel stiker yang menyerupai kucing. Tak hanya Shaukat, beberapa wajah kolega yang ada di acara itu pun menjadi “korban” dari filter kucing ini.

Sontak, warganet pun langsung mengomentari siaran langsung tersebut. Sayang, tim media sosial Shaukat tidak memperhatikannya sehingga filter kucing tidak dihapus dalam beberapa waktu.

{Baca juga: Pakistan Blokir Semua Media Sosial, Ada Apa?}

Usai konferensi pers, Shaukat pun menyadari hal tersebut. Dia mengetahui jika filter kucing juga mengarah kepada orang-orang disampingnya. “Saya bukan satu-satunya. 2 pejabat yang duduk di samping saya juga terkena filter kucing,” kata nya.

Video konferensi pers kemudian dihapus dari laman Facebook resmi partai. Mereka memberikan tanggapan resmi bahwa kasus ini murni kesalahan manusia, sehingga mereka menghapus video tersebut. “Semua tindakan yang diperlukan telah diambil untuk menghindari insiden seperti itu di masa depan,” tambahnya. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Xiaomi Nge-Troll OnePlus Pakai AnTuTu Redmi K20 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi menyebarkan teaser yang berisi sindiran terhadap OnePlus 7 ProTeaser itu dipersiapkan Xiaomi menjelang peluncuran smartphone terbaru mereka, Redmi K20 dan Redmi K20 Pro di India pada 15 Juli mendatang.

Teaser ini diunggah oleh akun Twitter resmi Redmi India. Teaser tersebut berisi sindiran terhadap OnePlus soal klaim smartphone tercepat di dunia.

“Seseorang baru (jus+) saja mengumumkan smartphone tercepat di dunia. Oh sungguh, lihat AnTuTu kita,” kata brand asal China ini.

{Baca juga: Versi Global Redmi K20 Resmi Dirilis, Xiaomi Mi 9T}

Dilaporkan Gizchina, seperti dilansir Telko.id pada Selasa (18/06/2019), simbol “+” sebagai pengganti huruf “t” dinilai ditujukan bagi OnePlus yang menjadi kompetitor Xiaomi di India

“Redmi K20 Pro, smartphone tercepat di dunia dengan skor AnTuTu 388.903,” klaim Xiaomi.

Redmi K20 dan Redmi K20 Pro resmi dirilis sebagai smartphone “Flagship Killer 2.0” pada Mei lalu. Wajar jadi flagship killer, karena harga K20 dan K20 Pro terbilang terjangkau, meski keduanya mengusung dapur pacu dan fitur yang mumpuni.

K20 dan K20 Pro hadir dengan dua warna, yaitu Red dan Blue. Untuk harganya, K20 versi standar dibanderol dengan harga mulai dari CNY 1,999 atau setara Rp 4,1 jutaan untuk versi 6GB/64GB, dan CNY 2,099 atau Rp 4,3 jutaan untuk 6GB/128GB.

{Baca juga: Jadi “Flagship Killer 2.0”, Segini Harga Duo Redmi K20}

Sedangkan versi Pro, masing-masing dibanderol dengan harga USD 361 atau Rp 5,1 jutaan untuk 6GB/64GB, USD 377 atau Rp 5,4 jutaan untuk 6GB/128GB, USD 405 atau Rp 5,8 jutaan untuk 8GB/128GB, dan USD 434 atau Rp 6,2 jutaan untuk 8GB/256GB. (FHP)

Sumber: Gizchina

Akibat Perang Dagang Dengan AS, Huawei Merugi US$ 30 Miliar Tahun Ini

Telko.id – Huawei tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat akan merugikan begitu besar bagi bisnis nya pada tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh CEO Huawei, Ren Zhengfei beberapa waktu lalu, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

“Kami tidak menyangka mereka akan menyerang kami dalam banyak aspek,” kata Ren.

Zen menyatakan juga bahwa, “Kami tidak dapat memperoleh pasokan komponen, tidak dapat berpartisipasi dalam banyak organisasi internasional, tidak dapat bekerja sama dengan banyak universitas, tidak dapat menggunakan apa pun dengan komponen AS, dan bahkan tidak dapat membuat koneksi dengan jaringan yang menggunakan komponen tersebut.”

Akibatnya perusahaan memproyeksikan pendapatan yang diperoleh hanya sekitar USD 100 miliar tahun ini, turun dari target sebelumnya USD 125-130 miliar. Itu sebanding dengan CNY 721 miliar yang dilaporkan (104 miliar dolar AS) pada 2018. Ren mengatakan ia memperkirakan angka yang sama sekitar 100 miliar dolar AS pada 2020, sebelum pemulihan pada 2021.

Pengiriman Smartphone Huawei Turun 40%

Penjualan ponsel pintar Huawei pun dilanda ketidakpastian. Ren mengatakan pengiriman smartphone internasional perusahaan itu anjlok 40 persen.

Ini sejalan dengan laporan Bloomberg sebelumnya yang mengatakan bahwa Huawei sedang mempersiapkan penurunan 40-60 persen dalam pengiriman smartphone internasional tahun ini. Padahal, tahun 2018 lalu, Huawei menyumbangkan pengiriman smartphone hampir setengah dari 206 juta smartphone yang secara dunia.

Honor 20 pun Terjegal?

Dalam laporan Bloomberg, yang membahas soal proyeksi keuangan Huawei, sejumlah “orang dalam” Huawei dikutip menyatakan adanya kemungkinan menyetop pengiriman Honor 20 jika penjualannya dianggap tak menjanjikan, sebagai imbas dari situasi terkini.

Akan tetapi, juru bicara Honor sudah memberikan bantahan atas laporan tersebut. Disebutkan, Huawei justru punya strategi tersendiri buat seri anyar dari sub-brand miliknya tersebut.

“(Huawei) tidak mempertimbangkan untuk menarik seri Honor 20 dari pasar global,” kata juru bicara Honor secara ekslusif kepada TechRadar seraya menambahkan rencana melakukan, “promosi secara agresif.”

Honor 20 sendiri sudah diluncurkan di beberapa bagian Eropa, termasuk Perancis dan Inggris, tetapi sumber-sumber mencatat bahwa ada operator terbesar di Perancis tidak memasarkan smartphone tersebut setelah ada larangan yang dikeluarkan oleh Amerika terhadap Huawei.

Namun, ke depan nya, para eksekutif Huawei akan terus memantau penjualan. Jika pun nanti, kondisi penjualannya tidak sesuai target atau harapan, bisa saja pengiriman Honor 20 ini akan dihentikan. (Icha)

Apple Diramalkan akan Luncurkan iPhone 5G, Kapan?

0

Telko.id, Jakarta – Di tahun 2020 mendatang, Apple diprediksi akan merilis tiga iPhone terbaru. Yang menarik, perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat juga mempersiapkan iPhone 5G sebagai salah satu model andalannya.

Hal ini diungkapkan oleh analis Ming-Chi Kuo. Dilansir dari GSMArena, Selasa (18/06/2019), Kuo mengatakan bahwa iPhone tersebut seluruhnya akan mengusung layar berjenis OLED dengan ukuran yang berbeda-beda.

Dua iPhone akan menjadi model paling premium dengan ukuran layar 5,4 inci dan 6,7 inci. Keduanya telah berjalan di teknologi 5G.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini Dia Fitur Baru di iOS 13}

Sementara model lainnya, diprediksi merupakan suksesor iPhone XR dengan layar 6,1 inci dan berjalan di teknologi 4G LTE saja.

Kuo juga mengatakan, dua iPhone 5G akan menggunakan modem dari Qualcomm. Sebab, modem 5G Apple masih tidak akan tersedia hingga tahun 2022 mendatang.

{Baca juga: Catat! Ini Jadwal Peluncuran Galaxy Note 10, iPhone 2019 dkk}

Apabila prediksi Kuo benar, maka Apple benar-benar memenuhi permintaan para konsumennya soal iPhone premium yang jauh lebih kompak. Sekadar informasi, iPhone XS memiliki layar 5,8 inci dengan berat mencapai 180 gram, yang masih dinilai kurang kompak oleh para Apple Fanboy.

Apple sendiri saat ini sedang bersiap untuk meluncurkan iPhone 2019. Smartphone ini dijadwalkan akan melenggang secara resmi pada akhir September mendatang. Bisa jadi, smartphone suksesor iPhone XS, iPhone XS dan iPhone XR itu bakal diluncurkan di minggu ketiga atau keempat. (FHP)

Sumber: GSMArena

Oppo Reno ‘Sang Pengganti’ R Series pun Resmi Hadir Di Indonesia

Telko.id – Oppo sampai saat ini belum terpikir untuk menjadikan Reno series sebagai subrand. Sebagai keluarga baru Reno ini merupakan smartphone flagship dari Oppo yang akan mengedukasi masyarakat terhadap berbagai teknologi baru. Dan sekaligus juga sebagai pengganti R series yang sudah mulai kesulitan memberikan penamaan.

“OPPO Reno Series adalah bagian tak terpisahkan dari strategi pertumbuhan global OPPO di era berbasis konektivitas saat ini. Karena itu, OPPO Reno Series akan berperan sebagai dasar dari pengembangan smartphone-smartphone OPPO berikutnya,” ujar Ivan Lau, CEO OPPO Indonesia saat peluncuran Oppo Reno di Jakarta (17/06).

Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia juga menambahkan bahwa “Jadi Oppo Reno ini bukan sub brand. Reno merupakan keluarga baru Oppo untuk menggantikan R Series. Sekaligus juga flagship untuk mengusung teknologi terkini dan mengedukasi teknologi terkini di smartphone”.

Oppo sendiri berdasarkan pengakuan dari Aryo, kesulitan dalam penamaan pada R Series. “Sudah sulit kita memberi nama di R Serie, jadi kita lahirkan Oppo Reno ini”.

Oppo Reno pada peluncurannya perdana ini langsung meluncurkan dua series sekaligus. Yakni Reno 10x Zoom dan Reno, OPPO Reno Series. Unik nya, ketika melakukan kegiatan sebelum peluncuran produk ini, Aryo mengaku bahwa lebih banyak yang berminat terhadap Reno 10x Zoom dibandingkan Oppo Reno. “Biasanya, yang dicari adalah yang lebih murah. Tapi ini tidak. Masyarakat banyak yang berminat pada Reno 10x Zoom yang lebih mahal”.

Hal ini mungkin disebabkan karena Oppo Reno 10x Zoom ini dibuat dengan mendobrak batasan pada teknologi kamera dan desain smartphone biasa. Dan menyasar individu-individu berjiwa muda yang ekspresif dan dinamis untuk memacu kreativitas mereka serta melihat kehidupan dari perspektif yang unik.

“Dengan fitur-fitur fotografi dan kekuatan performanya, kedua varian OPPO Reno Series akan menginspirasi pengguna untuk melihat hal dari berbagai sudut pandang berbeda,” lanjut Ivan.

Adapun varian OPPO Reno 10x Zoom dijual dengan harga Rp12.999.000,-, sementara varian OPPO Reno dijual dengan harga Rp7.999.000,-. Keduanya hadir dengan dua pilihan warna, yaitu Ocean Green dan Jet Black. (Icha)

Kecanduan Ponsel, Balita Ini Rabun Dekat

Telko.id, Jakarta – Balita berusia dua tahun asal China menderita rabun dekat karena kecanduan ponsel. Orangtua si balita tersebut mengizinkannya bermain ponsel setiap hari selama satu tahun.

Balita perempuan bernama Xiao Man dari provinsi Jiangsu itu, baru-baru ini, didiagnosis menderita miopia parah setelah sang ayah dan ibu memutuskan untuk membawanya ke dokter.

Bocah tersebut dilaporkan mulai menonton berbagai tayangan di ponsel sejak masih berusia satu tahun. Orangtuanya tidak disiplin, mengizinkannya menggunakan ponsel dalam waktu lama.

Orangtua Xiao Man beralasan, dikutip Telko.id dari New York Post, Senin (17/6/2019), membiarkan bermain ponsel dalam waktu lama merupakan cara terbaik untuk membuatnya tetap diam.

Namun, suatu ketika, mereka memperhatikan sang anak memicingkan mata ke layar. Bahkan, anak itu kerap mengernyit saat menonton acara TV. Ia ketahuan pula sering menggosok matanya.

Semula, mereka menganggapnya sebagai kebiasaan buruk. Namun, lama-kelamaan, mereka khawatir terhadap perangai si anak. Mereka lantas buru-buru membawanya ke dokter.

Si balita didiagnosis menderita miopia parah. Ayah dan ibunya diberi tahu bahwa kondisi sang anak cukup serius dan tidak dapat dipulihkan, Bahkan, kondisinya bisa memburuk saat tumbuh dewasa.

Mereka juga diberitahu bahwa sang anak membutuhkan kacamata dengan kekuatan -9 dioptres. Kacamata berkekuatan fokus lensa seperti itu diperlukan untuk memperbaiki penglihatannya.

Dr Liu Wei dari Pusat Layanan Perawatan Ibu dan Anak Yangzhou mengatakan, kasus balita perempuan menderita rabun dekat disebabkan penggunaan perangkat elektronik secara lama.

April 2019, WHO merekomendasikan anak di bawah usia satu tahun tidak boleh terpapar layar elektronik. Anak berusia antara dua tahun dan empat tahun tidak lebih dari sejam menatap layar. (SN/HBS)

NY Post