spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1139

Huawei Tetap Masuk Daftar Hitam

Telko.id, JakartaHuawei melewati beberapa minggu yang sulit setelah masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS). Atas kebijakan embargo Huaweibrand asal China ini juga mendapatkan boikot dari sekutu-sekutu Negeri Paman Sam.

Perusahaan AS harus meminta persetujuan administrasi sebelum melakukan bisnis dengan Huawei. Padahal, selama ini, Huawei sangat bergantung kepada perusahaan AS untuk mendapatkan komponen.

Sampai kemudian, Huawei bingung mencari pengganti sistem operasi Android untuk smartphone buatannya. Sebab, Google menerima titah dari Presiden Donald Trump untuk ikut embargo Huawei.

{Baca juga: Bertemu Presiden China, Trump Cabut Aturan Embargo Huawei}

Namun, problem besar Huawei itu telah berakhir.  Di sela KTT G20 di Jepang, Trump mengaku sudah mengizinkan Huawei untuk membeli lagi produk dari perusahaan AS. Semua berkat permintaan dari Google dkk.

“Banyak orang terkejut kami mengizinkan lagi produk kepada Huawei. Saya katakan tidak apa-apa. Kami akan terus menjual produk buatan AS kepada perusahaan tersebut,” tegas Trump kepada para wartawan.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Tapi, penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, kemudian mengklarifikasi komentar Trump. Ia menjelaskan bahwa Huawei akan tetap masuk daftar hitam. Akan tetapi, mereka menghadirkan kebijakan lain untuk mengatasi nasib Huawei.

“Departemen Perdagangan bakal memberi lebih banyak lisensi kepada perusahaan AS. Dengan demikian, mereka bisa menjual produk ke Huawei asalkan tidak mengancam keamanan nasional,” tegas Kudlow. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Situs Ini Jual Murah Casing Transparan untuk iPhone, Mau?

0

Telko.id, Jakarta – Anda punya iPhone dan ingin tampilannya lebih menarik dan berbeda daripada iPhone lainnya? Sebaiknya, gunakan saja casing transparan untuk iPhone yang dirilis oleh iFixit.

Ya, tukang oprek serta bongkar-bongkar perangkat, merilis casing transparan iPhone. Pengguna pun bisa melihat jeroan iPhone tanpa ada penghalan apapun.

Menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Senin (01/07/2019), ada dua versi casing yang bisa dipilih oleh pengguna. Keduanya adalah versi reguler dan versi Plus/Max. Semuanya kompatibel untuk iPhone 6.

{Baca juga: Perginya Jony Ive jadi Tanda Era Apple akan Berakhir}

Bahkan, casing keluaran iFixit juga cocok dipasang di iPhone XS dan iPhone XR. Harganya masing-masing USD 9,99 atau sekitar Rp 140 ribu per buah.

Selama ini, iFixit memang kerap menjual aksesoris untuk perangkat keluaran Apple. Februari 2019 lalu, iFixit menjual baterai iPhone dengan harga promo alias lebih murah, yakni USD 29,99 atau Rp 422 ribuan plus bonus tambahan.

Konsumen akan mendapatkan baterai plus seperangkat alat untuk mengganti komponen perangkat keras secara manual. Panduannya pun tersedia di laman resmi iFixit sesuai dengan jenis iPhone yang konsumen gunakan.

Paket baterai dari iFixit tersedia mulai produk iPhone 4s hingga iPhone 8 Plus. Semuanya dibanderol dengan harga yang sama, kecuali untuk paket baterai iPhone 4s yang mendapatkan harga paling murah, yaitu USD 16,99 atau sekira Rp 230 ribuan.

Konsumen akan mendapatkan perlengkapan untuk melakukan prosedur ganti baterai secara personal. Ada obeng, penjepit, alat pembuka, kop kaca, karet pelindung berteknologi tahan air, serta baterai bergaransi setahun. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Bandai Namco Garap Game Adaptasi Komik One Punch Man

Telko.id, Jakarta Bandai Namco menghadirkan game terbaru bernama One Punch Man: A Hero Nobody Knows. Game tersebut merupakan adaptasi dari komik dan anime Jepang berjudul One Punch Man.

Saat ini, game itu sedang dalam penggarapan oleh studio Spike Chinsoft. Nantinya, One Punch Man: A Hero Nobody Knows akan menampilkan gameplay fighting dengan pilihan karakter dari One Punch Man.

{Baca juga: Bandai Namco akan Rilis Game Baru “Rad”}

Menurut laporan Comic Book, narasi yang disuguhkan sama persis. Karakter Saitama punya daya tahan kuat melawan serangan musuh. Ia pun punya misi penting, yakni menghentikan niat jahat musuh.

Berdasarkan trailer, tampilan grafis One Punch Man: A Hero Nobody Knows mirip dengan Dragon Ball FigtherZ dan My Hero Academia. Game One Punch Man: A Hero Nobody Knows punya grafis dan efek 3D.

Bandai Namco menyebut, One Punch Man: A Hero Nobody Knows mengusung gameplay fighting 3 vs 3. Setiap pemain bisa menyusun kombinasi tim dengan gaya bertarung berbeda dan durasi permainan lebih panjang.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

Sayang, belum ada informasi rilis game tersebut. One Punch Man: A Hero Nobody Knows masih digarap oleh studio game Spike Chunsoft yang juga mengerjakan game Jump Force dan One Piece: Burning Blood. [BA/HBS]

Sumber: Comic Book

Google Terapkan Aturan Baru untuk SwiftKey di Android

Telko.id, Jakarta – Perusahaan pengembang aplikasi pihak ketiga di ponsel harus mematuhi aturan dan kebijakan si pemilik ekosistem, baik Google maupun Apple. Kabar menyebut, Google menerapkan aturan baru untuk aplikasi SwiftKey.30

Dilaporkan Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Minggu (30/6/2019), Google memberlakukan kebijakan anyar untuk aplikasi papan ketik atau keyboard milik pihak ketiga.  Aplikasi tersebut populer dikenal dengan nama SwiftKey.

{Baca juga: Swiftkey di Android Kini Punya Tombol Pencarian Langsung}

Menurut email yang dikirimkan kepada pengguna Gmail, aplikasi SwiftKey akan mengalami penurunan kualitas dan fungsionalitas karena beberapa perubahan kebijakan yang dibuat Google untuk membantu melindungi data pengguna.

Google telah memberi batas waktu kepada SwiftKey pada 15 Juli 2019. Sampai tanggal itu, SwiftKey wajib mematuhi kebijakan baru Google. Jika tidak, SwiftKey akan kehilangan akses ke data di akun Google para pengguna ponsel Android.

Akhir 2018 lalu, Microsoft memperkenalkan cara baru bagi pengguna untuk melakukan pencarian tanpa perlu meninggalkan aplikasi Swiftkey. Versi beta terbaru dari aplikasi untuk perangkat Android tersebut dibekali dengan tombol Bing khusus.

Tombol itu tidak hanya memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian secara langsung dari Swiftkey, tetapi juga memotret tampilan di layar, memotong, dan mengirimkan hasilnya, serta berbagi alamat situs atau URL.

{Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Ada pula kemampuan layout untuk bahasa Arab baru.  Tak cukup, ada pula kemampuan layout skrip Jawi untuk bahasa Melayu, layout 12 tombol huruf mandarin Piyin baru, serta kemampuan menulis dalam bahasa msa_MY atau Melayu (Jawi). [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Warga China Setor Foto Wajah demi Panci untuk Proyek AI

Telko.id, Jakarta – Ada-ada saja yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di China. Demi memenuhi kebutuhan data untuk melatih teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mereka menawarkan hadiah peralatan masak.

Panci, cangkir teh, atau ketel bisa didapatkan oleh warga yang bersedia menyetor foto wajah ke perusahaan tersebut. Ternyata, program itu mendapat respons sangat baik dari warga di sebuah desa kecil di Provinsi Henan, China.

Menurut laporan Reuters, warga rela mengantre dengan cara berjejer di pinggir jalan untuk menyetor data wajah ke perusahaan tersebut. Mereka tak mempermasalahkannya asalkan pulang membawa panci, cangkir teh, atau ketel.

{Baca juga: Stasiun Kereta Beijing Pakai Pemindai Wajah dan Tangan}

“Sebuah proyek AI terbesar telah melibatkan 10.000 orang. Mereka berasal dari warga sebuah desa di Provinsi Henan,” kata CEO Qianji Data, Liu Yangfeng, seperti dikutip Telko.id pada Minggu (30/6/2019).

Dari pengamatan Reuters, seorang perempuan tampak berdiri di depan kamera yang disangga tripod. Ia memegang foto diri yang menampilkan kepala, mata, dan hidung terpotong di depan wajah. Foto itu kemudian perlahan berputar.

Warga desa bergantian mengambil nomor antrean. Beberapa di antaranya mengaku sudah empat kali mengikuti proyek serupa Foto-foto warga akan digunakan untuk melatih perangkat lunak AI guna mengenali fitur wajah yang sebenarnya.

{Baca juga: Cegah Siswa Bolos, Sekolah di China Pasangkan “Seragam Pintar”}

“Kami membuat lebih banyak data untuk algoritma AI perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa mengembangkan kecerdasan buatan di China,” kata Liu. Sayang, ia tidak bersedia mengungkap klien yang bekerja sama dengan Qianji Data. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Game Royale Battle Tetris Bakal Hadir di Ponsel

Telko.id, Jakarta –  Hanya beberapa minggu setelah ulang tahun ke-35, Tetris mendapatkan tampilan baru. Game royale battle Tetris akan hadir di ponsel.

N3TWORK dan The Tetris Company Inc. mengumumkan bahwa mereka telah bermitra untuk mengembangkan game Tetris yang dibuat untuk perangkat seluler di seluruh dunia.

Namun, game itu tidak akan tersedia di China. Yang jelas, game baru Tetris Royale akan menyertakan mode pertempuran ciri khas 100 pemain.

{Baca juga: Bocah 16 Tahun Menangi Kejuaraan Tetris Dunia}

Pemain akan bersaing untuk mendapatkan tempat teratas di papan peringkat setiap musim. Kedengarannya memang sangat mirip dengan Tetris 99 untuk Switch.

Menurut Engadget, Tetris Royale bisa menjangkau lebih banyak pemain karena Anda tidak memerlukan konsol khusus. Mode klasik di dalamnya memungkinkan pemain memperoleh hadiah.

Di sana adaopsi penyesuaian dan peningkatan daya. Game itu akan menawarkan kompetisi harian yang sangat besar dengan ribuan pemain, serta mode Marathon solo.

Pemain dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempersiapkan pertempuran. Kini, Tetris Royale saat ini dalam pengembangan untuk iPhone, iPad, dan Android.

{Baca juga: Begini Cara Main PUBG Mobile di PC Pakai Tencent Gaming Buddy}

Kabarnya, pengujian beta akan dimulai sekitar tahun ini. Namun, pemain harus menunggu hingga 2020 sampai secara resmi dirilis. Setelahnya, ada lagi pengembangan Tetris Royale. [BA/HBS]

Sumber: Engadget 

AS Tak Suka dengan Fitur End-to-End Encryption

Telko.id, Jakarta – Saat ini, end-to-end encryption telah menjadi fitur standar di semua aplikasi pengiriman pesan. Namun, pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak terlalu senang dengan fitur tersebut. Kenapa?

Pemerintah AS punya alasan tersendiri kenapa tak menyukainya. Informasi menyebut, fitur end-to-end encryption akan mempersulit mereka untuk membobol perangkat demi tujuan keamanan nasional.

Menurut Ubergizmo, pemerintah AS akan melakukan sesuatu untuk melarang fitur end-to-end encryption. Bahkan, hal tersebut telah dibahas dalam rapat Dewan Keamanan Nasional AS, baru-baru ini.

{Baca Juga: AS Dukung Bantahan Apple Soal “Chip Mata-mata” China}

Dikutip Telko.id, Minggu (30/6/2019), sejauh ini lembaga penegak hukum AS telah berjuang keras supaya perusahaan teknologi bersedia memenuhi permintaan untuk membuka kunci end-to-end encryption.

Mereka sudah meminta kepada perusahaan AS seperti Apple untuk memasang “pintu belakang” di perangkat buatannya. Mereka juga meminta kepada perusahaan luar untuk membantu membuka kunci ponsel.

Agustus tahun lalu, Departemen Kehakiman AS juga merayu Facebook untuk memecahkan end-to-end encryption di Facebook Messenger. Namun, laporan menyebut, Facebook menolak permintaan mereka.

Menurut laporan, end-to-end encryption membuat obrolan, baik pesan maupun konten, hanya bisa dilihat oleh masing-masing pengguna. Facebook pun tak memiliki akses tersebut di Facebook Messenger.

{Baca juga: Awas! Data Tinder Anda Bisa Diintip Lewat WiFi}

Kasus pengawasan tersebut berada di bawah wewenang Califoria sehingga tak ada dokumen atau informasi yang bisa diakses publik. Namun, kabarnya Facebook masih enggan menuruti permintaan otoritas AS. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ratusan Pengendara Kesasar Gara-gara Google Maps

Telko.id, Jakarta Google Maps ternyata tak selalu membantu pengguna dalam meniti perjalanan. Buktinya, di Denver, Colorado, Amerika Serikat, 100 pengendara justru kesasar gara-gara berkendara menggunakan aplikasi peta itu.

Menurut laporan Phone Arena, awalnya para pengendara tersebut berupaya menghindari kemacetan. Gara-garanya, terjadi kecelakaan di ruas menuju bandara. Mereka pun memakai Google Maps untuk menemukan jalan alternatif.

Kejadian berlangsung pada Minggu (23/6/2019) lalu. Seperti dikutip Telko.id, Minggu (30/6/2019), para pengendara yang mengikuti saran dari aplikasi peta itu untuk memutar arah ke jalan lain menuju bandara. Waktu tempuhnya 23 menit.

{Baca juga: Ada Fitur Speedometer di Google Maps, Apa Fungsinya?}

Dengan menit sesingkat itu, para pengendara bisa menghemat waktu hampir separuh ketimbang melalui jalan utama. Sekitar 100 pengemudi tak pikir panjang untuk menuruti saran Google Maps. Selain terbebas macet, waktunya lebih singkat.

Di tengah perjalanan, mereka mulai curiga ketika diarahkan ke jalan belum dibeton. Bahkan, jalannya berlumpur dan licin akibat hujan deras. Beberapa kendaraan tergelincir, sebagian tersangkut di lumpur. Kendaraan tidak bergerak.

Beberapa mobil tidak bisa putar balik karena jalan tersebut hanya bisa dilewati oleh satu mobil. Para pengendara tak cuma mengeluh, tetapi juga marah- marah dan protes. Mereka merasa tertipu dengan saran yang diberikan oleh Google Maps.

{Baca juga: Terima Siswa Sesuai Zonasi, SMA Ini Pakai Google Maps}

Menanggapi kejadian itu, Google menyatakan bahwa jalan alternatif yang disarankan oleh Google Maps tidak ditandai sebagai jalur pribadi. “Kondisinya tidak dapat diprediksi. Apalagi, cuaca hujan sehingga membuat mobil terjebak,” kata Google. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Apple Produksi Mac Pro 2019 di China?

0

Telko.id, Jakarta – Pada gelaran Apple Worldwide Developer Conference 2019, Apple merilis Mac Pro 2019. Dengan tampilan yang lebih baru, Mac Pro anyar dibanderol USD 5.999 atau sekitar Rp 85 juta. Kabar terbaru menyebut, Mac Pro tersebut akan diproduksi di China.

Memang terdengar agak mengagetkan, mengingat sejak 2013 Apple selalu merakit Mac Pro di pabrik mereka yang berada di Texas, Amerika Serikat (AS).

Tak bisa dimungkiri bahwa mayoritas produk Apple memang diproduksi di China. Yang menjadi aneh adalah Apple memutuskan untuk memproduksi Mac Pro terbaru di China di tengah perang dagang.

{Baca juga: MacBook Pro & iMac Pro Tak Bisa Diperbaiki Pihak Ketiga}

Meski diproduksi di China, dikutip Telko.id dari The Verge, Minggu (30/6/2019), Mac Pro terbaru tetap masih memiliki komponen yang dibuat di AS dan mendukung industri pabrik di 30 negara bagian.

Tampilan Mac Pro terbaru cukup unik. Apple menghadirkan desain perutan keju  dengan frame stainless-steel dan bungkus alumnium. Diameternya 52,9 cm x 21,8 cm x 45 cm dengan berat 18 kilogram.

Mac Pro anyar pakai sistem operasi macOS Catalina dengan prosesor Intel Xeon W.  Mac Pro terbaru juga berbekal 3.5GHz octa-core dan dapat diperbesar hingga prosesor 2.5GHz 28-core dengan cache 66.5MB.

{Baca juga: Apple Bikin Keyboard Tahan Air untuk MacBook?}

Ruang penyimpanannya pun besar. Ada memori DDR4 ECC 32GB yang dapat ditingkatkan hingga 1.5TB. Mac Pro akan memungkinkan pengguna mengonfigurasi dua Modul MPX baru Apple hingga empat GPU. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

Nintendo, Sony, Microsoft Protes Kebijakan Tarif Import AS

Telko.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menaikkan tarif import barang dari China menjadi 25 persen. Tujuannya untuk menekan pemerintah China agar menuruti kebijakan AS. Namun kebijakan tersebut diprotes oleh tiga produsen game, yakni Nintendo, Sony, dan Microsoft.

Kebijakan impor AS mendapat penolakan karena aturan baru Donald Trump dinilai berdampak buruk terhadap industri game. Nintendo, Sony, dan Microsoft meminta kepada pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu.

Menurut laporan Tech Crunch, tiga perusahaan pembuat game tersebut mengirim surat setebal tujuh halaman ke Gedung Putih. Isinya membahas tentang potensi dampak negatif bagi industri game.

{Baca juga: Bertemu Presiden China, Trump Cabut Aturan Embargo Huawei}

Surat ditulis oleh General Counsel Nintendo, Sony, dan Microsoft. Surat ditembuskan kepada Joseph Barloon, General Counsel Departemen Perdagangan AS. Ada beberapa poin penting di dalamnya.

Nintendo, Sony, dan Microsoft meminta supaya pemerintah AS memberi pengecualian terhadap konsol. Sebab, kenaikan tarif impor berpotensi membuat angka penjualan menurun drastis.

“Ada dampak negatif yang bisa disebabkan oleh kebijakan itu ke konsumen.  Tak hanya pembuat komponen atau konsol Jepang, industri pengembangan game di AS akan terdampak,” begitu isinya.

{Baca juga: Waduh, Perusahaan AS Cueki Titah Trump untuk Embargo Huawei}

Jika pemerintah AS tak menuruti perminataan mereka, perusahaan akan menaikkan harga konsol. Dampaknya, pengguna konsol bakal menurutn drastis. Demikian pula orang yang membeli game. [BA/HBS]

Sumber: Techcrunch