spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1077

Singapura Blokir Video Sindiran Etnis di Facebook dan YouTube

0

Telko.id, Jakarta  – Singapura minta kepada Facebook agar menghapus konten video yang berpotensi memicu ketegangan rasial. Video sarat sindiran etnis tertentu itu dibuat oleh dua komedian keturunan India.

Mereka mengunggahnya sebagai respons terkait iklan berupa adegan seorang aktor keturunan China yang menggelapkan kulit dan mengenakan jilbab sehingga tampak seperti seorang Muslimah.

Konten tersebut memantik perdebatan tentang sikap rasial di Singapura. Pemerintah pun didesak untuk membatasi konten melalui pengadaan undang-undang baru tentang berita kontroversial.

{Baca juga: Facebook Dituding sebagai Produsen Konten Ekstrem}

“Kami harus membatasi akses ke konten karena melanggar undang-undang di sebuah negara meski sebenarnya tidak melanggar standar komunitas,” kata juru bicara Facebook, seperti dilansir Reuters.

Salinan video itu di YouTube telah disaksikan lebih 40.000 orang. Namun, konten kemudian dihapus dengan keterangan “Konten tidak tersedia di domain negara ini karena permintaan pemerintah”.

Dikutip Telko.id, Jumat (2/8/2019), terdapat pemberitahuan di Twitter yang menyebut bahwa konten telah diblokir di Singapura sebagai tanggapan atas permintaan berdasarkan aturan hukum.

Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, K Shanmugam, menjelaskan bahwa video itu dibuat untuk membuat kaum minoritas marah kepada etnis China, yang memang menjadi mayoritas.

Ia mengatakan, polisi sedang menyelidiki dua komedian etnis India yang mengunggah konten sindiran di facebook. Pemerintah mengaku sudah meminta kepada Facebook untuk menghapusnya.

{Baca juga: Facebook akan Hapus Konten Rasis Pemicu Kekerasan}

Etnis China di Singapura menguasai 76 persen dari populasi domestik di Singapura. Sementara etnis Melayu dan India, masing-masing berjumlah 15 persen dan delapan persen dari total populasi. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Upss! Jadi “Duta OnePlus 7 Pro”, Iron Man Ketahuan Pakai Huawei

0

Telko.id, Jakarta  –  Aktor kondang Robert Downey Jr, membuat heboh warganet setelah ketahuan bermain Weibo menggunakan Huawei P30 Pro. Padahal, pemeran sosok superhero Iron Man garapan Marvel ini diketahui sebagai duta dari OnePlus 7 Pro.

Dilaporkan Livemint, pada 30 Juli 2019, semua berawal ketika Downey meneruskan unggahan di Weibo menggunakan ponsel Huawei P30 Pro. Netizen tahu dan langsung mendokumentasikannya lewat screenshot.

Seperti dikutip Telko.id, Jumat (2/8/2019), unggahan tersebut kemudian menghilang dari profil Weibo milik sang aktor kondang Hollywood. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Netizen mengantongi bukti.

{Baca juga: OnePlus 7 Pro jadi “Daily Driver” Utama Iron Man}

Asal tahu saja, OnePlus mempromosikan OnePlus 7 Pro dengan membayar mahal Downey Jr untuk menjadi duta. Perusahaan asal China ini sampai mengalihkan semua anggaran pengurusan sertifikasi IP resmi guna menyewa aktor itu.

Beberapa pengguna mungkin masih ingat, bukan kali pertama ini saja Downey mempromosikan produk ponsel. Pada 2013 silam, ia pernah wara-wiri di media untuk menjadi bintang pariwara ponsel anyar HTC.

Ia muncul dalam serangkaian iklan HTC pada 2013 sebagai bagian dari kampanye global yang kabarnya menghasilkan donasi USD 12 juta. Namun, biaya sewa Downey saat ini jelas sangat jauh berbeda.

Maklum, Robert Downey Jr sudah lebih populer daripada enam tahun silam. Meski demikian, tidak jelas berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh OnePlus untuk mengontraknya sebagai bintang iklan OnePlus 7 Pro.

Uniknya, sang ‘Iron Man’ bukanlah yang pertama melakukan kecerobohan ini. Sebelumnya, seorang influencer di Twitter juga membuat kehebohan karena ketahuan mengunggah iklan yang mempromosikan OnePlus 7 Pro dengan tanda pagar #officiallyswitchedtoandroid dengan menggunakan iPhone.

{Baca juga: Ceroboh! Influencer Unggah Iklan OnePlus 7 Pro Pakai iPhone}

 iklan itu berasal dari T-Mobile, diunggah di Twitter oleh Kimberly Sandoval. Dalam iklan, ia tengah memperagakan foto selfie menggunakan ponsel terbaru dari OnePlus itu. Konyolnya, metadata di Twitter memuat keterangan “via Twitter for iPhone”.

Promosi tersebut bertujuan untuk mengampanyekan kamera depan. Iklan juga mengajak netizen untuk memilih perangkat bersistem operasi Android. Tapi, Kimberly terbukti ceroboh karena memposting iklan itu dengan memakai iPhone. [SN/HBS]

Sumber: Livemint

Rudiantara: Indonesia Terlambat dalam Menerapkan Regulasi IMEI

0

Telko.id,Jakarta Menkominfo Rudiantara menilai jika Regulasi IMEI harus segera diterapkan. Pasalnya, menurut dia Indonesia termasuk terlambat dalam menerapkan regulasi tersebut jika dibandingkan dengan negara lain.

“Indonesia bukan negara pertama. Bahkan Indonesia itu termasuk yang terlambat. Soalnya negara-negara lain sudah melakukan sejak jauh-jauh hari,” kata Rudiantara di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019).

Rudiantara tidak menjelaskan secara spesifik negara yang dimaksud. Namun dia berandai-andai jika dirinya telah menjabat sebagi Menkominfo sejak 10 tahun lalu mungkin regulasi IMEI sudah akan diterapkan di tanah air. “Untungnya saya menteri tahun ini. Kalo  sejak 2 periode sebelumnya saya udah teken,” tambah Rudiantara.

{Baca juga: Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan}

Dalam diskusi yang berjudul “Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri, Negara Akibat Ponsel Black Market dan Solusi” Rudiantara mengatakan jika regulasi IMEI dapat membendung peredaran ponsel ilegal atau Black Market (BM) di tanah air. Hasilnya maka tata kelola peredaran ponsel bisa lebih rapih sehingga pemerintah bisa mendapat pendapatan maksimal dari TKDN ataupun pajak.

“Tujuannya agar kita bisa melakukan mitigasi dan membatasi semaksimal mungkin masuknya barang dari luar secara ilegal,” kata Rudiantara.

Selain itu, regulasi IMEI juga membuat ponsel lebih aman. Karena jika pengguna mengalami kehilangan ponsel mereka bisa mengajukan pemblokiran IMEI sehingga ponsel yang dicuri tidak dapat tersambung oleh kartu SIM.

“Jadi masalah orang kehilangan ponsel ya sudah selesai, karena IMEI ponsel harus disesuaikan dengan kartu SIM,” kata Menteri yang akrab dipanggil RA ini lagi.

{Baca juga: Seberapa Ampuh Aturan IMEI Bisa Berantas Ponsel BM?}

Terakhir, Rudiantara mengaku jika Kominfo telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait regulasi IMEI. Dia mengatakan jika Peraturan Menteri (Permen) mengenai Regulasi IMEI bisa diteken di bulan agustus 2019 ini.

“Target kita memanfaatkan momentum 17 Agustus. Nanti ditanggal berapa ya terserah, yang penting semangat kemerdekaan,” tutup Rudiantara. [NM/IF]

ATSI Minta Investasi Minimun untuk Regulasi IMEI

0

Telko.id, Jakarta – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) buka suara terkait Regulasi IMEI yang akan ditetapkan bulan ini. Mereka meminta kepada pemerintah agar operator bisa mengeluarkan investasi minimum untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Menurut Wakil Ketua ATSI, Merza Fachys operator meminta agar mereka tidak mengeluarkan investasi yang besar demi kebijakan yang tujuannya untuk memberantas peredaran ponsel Black Market (BM).

“Regulasi tata kelola IMEI hanya boleh menambah beban opsel, baik secara investasi maupun secara operasional jaringan seminimum mungkin,” kata Merza di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019).

{Baca juga: Pemerintah Akan Gunakan “Sibina” untuk Kendalikan IMEI}

Merza memprediksi jika sebuah operator perlu melakukan investasi sebesar Rp200 miliar untuk mengembangkan sistem Equipment Identity Register atau EIR. EIR berfungsi untuk mengidentifikasi peranti melalui IMEI atau nomor unik yang diterbitkan pabrikan.

“Ratusan miliar itu untuk setiap operator. Dan angka Rp200 miliar itu untuk operator yang paling gede,” tambah Merza.

Terkait rencana implementasi regulasi IMEI yang dilakukan pada 17 Februari 2020, Merza juga menanggapi dengan meminta pemerintah untuk tidak gegagah dalam mematok target. Hal ini dikarenakan masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan.

“Kita harus duduk dulu menyelesaikan PR-PR tadi sehingga kita tahu sebanyak apa pekerjaan yang harus dilakukan. Dari situ kita bisa hitung berapa lama bisa diselesaikan, seberapa gede duitnya, baru bisa ngomong tanggalnya kapan,” tutur Merza.

{Baca juga: Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan}

“Untuk itu kita baru bisa ngomong, oh seperti itu tugas-tugasnya. Baru kita bisa minta vendor development dan tahu harganya,” tambah Merza.

Regulasi mengenai IMEI oleh pemerintah mulai menemukan titik terang belakangan ini. Jika tidak ada halangan, aturan tersebut akan ditetapkan pada bulan Agustus ini. Salah satu tujuan dari aturan ini adalah untuk menekan peredaran ponsel BM. [NM/IF]

Nintendo Izinkan Pengguna Uji Coba Penuh Mario Tennis Aces  

0

Telko.id, Jakarta – Nintendo kabarnya sedang mempersiapkan sebuah penawaran yang menarik bagi para gamer. Utamanya mereka yang merupakan pelanggan Switch.

Menurut laporan Ubergizmo, perusahaan yang berbasis di Jepang ini akan menawarkan penggunanya uji coba penuh untuk game Mario Tennis Aces. Itu artinya, Anda yang merupakan pengguna Switch bisa memainkan permainan secara keseluruhan sebelum memutuskan untuk membeli.

Uji Coba sendiri akan dilangsungkan pada 7 – 13 Agustus 2019, dengan niatan memberi kesempatan bagi para gamer untuk menikmati game lebih lama. Jika kemudian mereka memutuskan untuk memilikinya, Nintendo punya penawaran lainnya.

{Baca juga: Mulai 3 September, YouTube Disetop dari Nintendo 3DS}

Ya, perusahaan menegaskan bahwa game Mario Tennis Aces akan didiskon sebesar 33 persen dari tanggal 7 – 20 Agustus 2019. Dengan begitu, pengguna akan bisa mendapatkannya dengan harga lebih murah.

Berkat diskon 33 persen ini, pengguna yang awalnya harus membayar US$60, hanya perlu mengeluarkan uang US$40. Soal uji coba untuk game lain secara penuh, Nintendo belum memberi konfirmasi.

Belum lama ini, ada kabar gembira bagi pengguna Switch. Perangkat tersebut didasarkan pada tablet Tegra SHIELD dari NVIDIA, yang berarti dapat secara teknis dijalankan di sistem operasi Android.

{Baca juga: Nintendo Siap Perbaiki Joy-Con Switch, Gratis!}

Bicara soal Nintendo Swicth, belum lama ini perusahaan juga sempat tersandung masalah ketika banyak pemilik perangkat mengaku mengalami masalah dengan Joy-Cons. Masalah yang muncul adalah Joy-Cons “melayang” sendiri kala digunakan.

Nintendo tampaknya tidak memiliki tanggapan resmi terhadap masalah tersebut. Pun demikian tak memiliki keinginan untuk menjelaskan prosedur yang ada untuk mengatasi masalah yang muncul. Alhasil, perusahaan harus menghadapi gugatan.

Game Diablo Asli Bisa Dimainkan di Browser

0

Telko.id, Jakarta  – Game Diablo asli garapan Blizzard dirilis kembali pada tahun 1996. Kehadirannya sangat membantu mempopulerkan genre aksi RPG. Kini, ada kabar baru soal Diablo. Namun bukan dari penggarap asalnya.

Menurut laporan Ubergizmo, pemain bakal bisa menghidupkan kembali permainan tersebut di browser berkat upaya GalaXyHaXz, pengembang proyek Devilution Diablo.

GalaXyHaXz merekonstruksi kode sumber Diablo yang asli. Informasi menyebut bahwa Devilution Diablo bahkan menjaga semuanya di game itu seperti saat awal dirancang.

{Baca juga: Yeay!! Call of Duty: Modern Warfare Dukung Cross Platform}

Pengembang juga memungkinkan para pemain untuk lebih mudah dalam memperbarui, memperbaiki, maupun melakukan port game ke platform lain. Setelah kode direkonstruksi, grup mod bernama Rivsoft kemudian membuat game dapat dimainkan di browser. Nah, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengunjungi situs web Rivsoft.

Versi yang tersedia saat ini adalah versi shareware dari game. Anda hanya bisa memainkan dua bagian pertama dari ruang bawah tanah sebagai kelas prajurit.

{Baca juga: Selain Main Game, Pengemudi Tesla Bisa Nonton Netflix di Mobil}

Namun, pertanyaannya sekarang, tidakkah ini akan memicu permasalahan dengan Blizzard? Apalagi saat ini Blizzard sedang rajin menerapkan aturan tegas terhadap para pemain game buatannya.

Baru-baru ini, Blizzard berjanji akan menindak tegas para pemain cheater atau curang di game Overwatch. Blizzard akan menghentikan pertandingan jika menemukan pemain curang. [BA/IF]

Pemerintah Akan Gunakan “Sibina” untuk Kendalikan IMEI

0

Telko.id,Jakarta – Penandatanganan Peraturan Menteri (Permen) tentang regulasi IMEI akan dilakukan dalam waktu dekat. Setelah penandatanganan ini, pemerintah akan menggunakan Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (Sibina) dalam mengendalikan peredaran ponsel di tanah air.

Aplikasi Sibina digunakan sebelum dan sesudah aturan IMEI diterapkan. Ketika belum diterapkan Sibina akan menghimpun data IMEI Ponsel dari TPP Impor dan Produksi, Data Dump Operator Seluler, dan Stok Pedagang. Khusus untuk data IMEI Ponsel dari pedagang, Kominfo akan berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan.

{Baca juga: Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan}

“Kami akan konsultasikan dengan Kementerian Keuangan. Treatment-nya seperti apa,” kata Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019)

Sesudah aturan IMEI diterapkan, maka aplikasi yang dikembangkan Kemenperin ini akan mendata IMEI ponsel dari 4 unsur yakni, Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Impor dan Produksi, Data Dump Operator Seluler, Ponsel yang dibeli di luar negeri dan Milik Warga Negara Asing (WNA), serta Ponsel yang Hilang ataupun Dicuri.

Nantinya keempat unsur tersebut bisa memasukan nomor IMEI ponsel ke Sibina untuk dimasukan dalam beberapa kategori. Misalnya kategori Black List, Exception List hingga White List 2, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk yang masuk kategori Black List, nantinya akan menjadi acuan bagi operator untuk melakukan pemblokiran. Sedangan Exception List artinya ponsel tersebut masuk dalam kebutuhan khusus. Kebutuhan diplomat dan aparat  penegak hukum,” tambah Ismail.

{Baca juga: Kasus Ditutup, Menkominfo Batal Bertemu Kimi Hime}

Ismail juga memprediksi jika Regulasi IMEI baru akan aktif tahun depan karena harus ada beberapa perangkat yang perlu dipersiapkan usai peraturan tersebut ditandatangani. Nantinya acara penandatangan Peraturan Menteri (Permen) antara Kominfo, Kemenperin dan Kemendag yang dilakukan pada bulan agustus nanti.

“Kisaran 17 Agustus. Itu penandatanganan payung hukum. Momentum 17 Agustus kita buat sebagai momentum kebijakan, kebijakan itu dalam peraturan menteri yang ditandatangani oleh tiga menteri,” kata Ismail. [NM/IF]

Indosat Ooredoo Tunjuk Ahmad Al-Neama Sebagai Dirut Baru

0

Telko.id, Jakarta – Indosat Ooredoo menunjuk Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai President Director baru perusahaan. Hal ini sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019. Di usianya yang ke-38 tahun, Al-Neama sendiri telah memiliki pengalaman 15 tahun di industri telko global.

“Saya akan melanjutkan visi Indosat Ooredoo menjadi perusahaan digital terdepan dengan bekal pengalaman profesional di berbagai belahan dunia. Network roll out menjadi prioritas untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Ahmad.

{Baca juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Indosat Luncurkan Lab IoT}

Indosat Ooredoo juga diklaim lulusan University of Colorado Denver ini akan terus tumbuh secara cepat untuk berkompetisi di bisnis telekomunikasi dalam negeri. “Saya telah berkeliling ke beberapa wilayah regional di Indonesia, dan saya memahami tantangan yang ada. Kami berkomitmen memberikan apa yang kami janjikan agar menjadi perusahaan telko Indonesia yang dapat dipercaya. kami juga akan mempercepat kemampuan digital kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” tambah Ahmad.

Lantas, siapa sebenarnya Ahmad Abdulaziz Al-Neama ini?

Ahmad pernah menjabat sebagai direksi di Ooredoo Oman pada tahun 2014 dan Ooredoo Tunisia tahun 2018. Dia juga pernah menjabat sebagai Group Chief Technology Officer di Ooredoo Group pada tahun 2017. Dimana dia membawa pengalaman teknis yang relevan untuk membantu Indosat Ooredoo mencapai posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

{Baca juga: RUPS Indosat Rombak Susunan Direksi dan Komisaris}

Selain menunjuk Ahmad Abdulazis Al-Neama sebagai presiden direktur yang baru, dalam RUPSLB ini perseroan juga mengumumkan susunan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi baru, sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris:
1. Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed, Komisaris Utama
2. Hans Anthony Kuropatwa, Komisaris
3. Hilal Suleiman Malawi, Komisaris
4. Heru Pambudi, Komisaris
5. Afini Boer, Komisaris
6. Andrew Tor Oddvar Kvålseth, Komisaris
7. Chris Kanter, Komisaris
8. Syed Maqbul Quader, Komisaris Independen
9. Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen
10. Wijayanto Samirin, Komisaris Independen

Susunan anggota Direksi Perseroan:
1. Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, Direktur Utama
2. Eyas Naif Saleh Assaf, Direktur
3. Arief Musta’in, Direktur
4. Vikram Sinha, Direktur
5. Irsyad Sahroni, Direktur Independen

2020, Pengguna Android di Eropa Bisa Pilih Mesin Pencari Sendiri

0

Telko.id, Jakarta – Chrome sepertinya tidak akan menjadi satu-satunya mesin pencari di smartphone Android yang beredar di Eropa. Pasalnya, Google akan mengizinkan pengguna Android di kawasan tersebut untuk memilih browser default dan mesin pencarinya sendiri saat memasang perangkat baru untuk pertama kalinya. Hal ini dilakukan demi mematuhi perintah Komisi Eropa terkait Android.

Dilaporkan Androidcentral, Sabtu (3/8/2019), setidaknya empat penyedia mesin pencarian, termasuk Google, akan ditampilkan di layar pilihan setiap kali seseorang memasang smartphone atau tablet Android baru di Eropa mulai awal tahun depan. Namun, penyedia yang terdaftar di layar pilihan akan berbeda di setiap negara.

{Baca juga: Kudeta Apple, Induk Google jadi Perusahaan Terkaya di Dunia}

Google akan mengadakan lelang harga pertama secara tertutup untuk memilih penyedia layanan yang akan ditampilkan di layar pilihan untuk pengguna berdasarkan negara per negara. Batas waktu untuk mengajukan lelang dan mengajukan tawaran adalah 13 September 2019. Google akan mengonfirmasi daftar penyedia yang akan muncul di layar pilihan di setiap negara pada 31 Oktober 2019.

Masih menurut laporan yang sama, di setiap negara dimana lelang digelar, penyedia layanan akan menyatakan harga yang mereka bayarkan setiap kali pengguna memilih mereka dari layar pilihan di negara tertentu. Setiap negara akan memiliki ambang batas tawaran minimum. Tiga penawar tertinggi yang memenuhi atau melampaui ambang tawaran untuk negara tertentu akan muncul di layar pilihan untuk negara itu.

{Baca juga: Google Cari Relawan untuk Pixel 4, Bayarannya Rp 70 Ribu}

Lantas, apa yang terjadi setelah pengguna menentukan pilihannya?

Pengguna masih dapat menyesuaikan perangkat mereka bahkan setelah pengaturan awal. Ini berarti mereka akan bebas untuk mengubah penyedia pencarian default di widget pencarian atau Google Chrome, mengubah cara aplikasi diatur, dan banyak lagi.

Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan

0

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi jika Regulasi IMEI baru akan aktif tahun depan karena harus ada beberapa perangkat yang perlu dipersiapkan usai peraturan tersebut ditandatangani.

Hal tersebut dijabarkan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail dalam diskusi bertajuk “Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri, Negara akibat Ponsel Black Market dan Solusinya”  di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019).

Ismail menjelaskan jika tidak ada halangan acara penandatangan Peraturan Menteri (Permen) antara Kominfo, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dilakukan pada bulan Agustus ini.

{Baca juga: Kasus Ditutup, Menkominfo Batal Bertemu Kimi Hime}

“Kisaran 17 Agustus. Itu penandatanganan payung hukum. Momentum 17 Agustus kita buat sebagai momentum kebijakan. Kebijakan itu dalam peraturan menteri yang ditandatangani oleh tiga menteri,” kata Ismail.

Namun demikian, peraturan itu tidak lantas langsung diterapkan setelah penandatangan. Pasalnya, masih ada banyak hal (8) yang harus dipersiapkan.  Misalnya Penyiapan Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional (SIBINA), Penyiapan Database IMEI, Pelaksanaan Tes, Sinkronisasi Data  dengan Operator Seluler dan Sosialisasi.

“Jadi perlu ada sinkronisasi data yang solid dan sosialisasi kepada pengguna,” tambah Ismail.

{Baca juga: Akan Ketemu Kimi Hime, Rudiantara: Kita Lakukan Pembinaan}

Belum lagi perlu dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Khusus, Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiga kementerian dan Pusat Layanan Konsumen. Ismail menilai jika persiapan itu butuh waktu sehingga dirinya memprediksi jika Permen mengenai IMEI bisa diberlakukan pada 17 Februari 2020.

“Untuk memenuhi 8 hal kami membutuhkan waktu 6 bulan sejak ditandatangani untuk live. Selama 6 bulan kita lakukan persiapan. Jika seluruhnya sudah siap kita akan live,” ujar Ismail.

Terakhir, Ismail mengatakan jika implementasi peraturan mengenai IMEI bisa saja lebih cepat atau sebaliknya. Tetapi Ismail optimis jika implementasi peraturan bisa dilaksanakan Februari tahun depan. “Kami optimis peraturan ini bisa terlaksana tepat waktu,”  tutupnya. [NM/IF]