spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1074

Game Diablo Asli Bisa Dimainkan di Browser

0

Telko.id, Jakarta  – Game Diablo asli garapan Blizzard dirilis kembali pada tahun 1996. Kehadirannya sangat membantu mempopulerkan genre aksi RPG. Kini, ada kabar baru soal Diablo. Namun bukan dari penggarap asalnya.

Menurut laporan Ubergizmo, pemain bakal bisa menghidupkan kembali permainan tersebut di browser berkat upaya GalaXyHaXz, pengembang proyek Devilution Diablo.

GalaXyHaXz merekonstruksi kode sumber Diablo yang asli. Informasi menyebut bahwa Devilution Diablo bahkan menjaga semuanya di game itu seperti saat awal dirancang.

{Baca juga: Yeay!! Call of Duty: Modern Warfare Dukung Cross Platform}

Pengembang juga memungkinkan para pemain untuk lebih mudah dalam memperbarui, memperbaiki, maupun melakukan port game ke platform lain. Setelah kode direkonstruksi, grup mod bernama Rivsoft kemudian membuat game dapat dimainkan di browser. Nah, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengunjungi situs web Rivsoft.

Versi yang tersedia saat ini adalah versi shareware dari game. Anda hanya bisa memainkan dua bagian pertama dari ruang bawah tanah sebagai kelas prajurit.

{Baca juga: Selain Main Game, Pengemudi Tesla Bisa Nonton Netflix di Mobil}

Namun, pertanyaannya sekarang, tidakkah ini akan memicu permasalahan dengan Blizzard? Apalagi saat ini Blizzard sedang rajin menerapkan aturan tegas terhadap para pemain game buatannya.

Baru-baru ini, Blizzard berjanji akan menindak tegas para pemain cheater atau curang di game Overwatch. Blizzard akan menghentikan pertandingan jika menemukan pemain curang. [BA/IF]

Pemerintah Akan Gunakan “Sibina” untuk Kendalikan IMEI

0

Telko.id,Jakarta – Penandatanganan Peraturan Menteri (Permen) tentang regulasi IMEI akan dilakukan dalam waktu dekat. Setelah penandatanganan ini, pemerintah akan menggunakan Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (Sibina) dalam mengendalikan peredaran ponsel di tanah air.

Aplikasi Sibina digunakan sebelum dan sesudah aturan IMEI diterapkan. Ketika belum diterapkan Sibina akan menghimpun data IMEI Ponsel dari TPP Impor dan Produksi, Data Dump Operator Seluler, dan Stok Pedagang. Khusus untuk data IMEI Ponsel dari pedagang, Kominfo akan berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan.

{Baca juga: Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan}

“Kami akan konsultasikan dengan Kementerian Keuangan. Treatment-nya seperti apa,” kata Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019)

Sesudah aturan IMEI diterapkan, maka aplikasi yang dikembangkan Kemenperin ini akan mendata IMEI ponsel dari 4 unsur yakni, Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Impor dan Produksi, Data Dump Operator Seluler, Ponsel yang dibeli di luar negeri dan Milik Warga Negara Asing (WNA), serta Ponsel yang Hilang ataupun Dicuri.

Nantinya keempat unsur tersebut bisa memasukan nomor IMEI ponsel ke Sibina untuk dimasukan dalam beberapa kategori. Misalnya kategori Black List, Exception List hingga White List 2, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk yang masuk kategori Black List, nantinya akan menjadi acuan bagi operator untuk melakukan pemblokiran. Sedangan Exception List artinya ponsel tersebut masuk dalam kebutuhan khusus. Kebutuhan diplomat dan aparat  penegak hukum,” tambah Ismail.

{Baca juga: Kasus Ditutup, Menkominfo Batal Bertemu Kimi Hime}

Ismail juga memprediksi jika Regulasi IMEI baru akan aktif tahun depan karena harus ada beberapa perangkat yang perlu dipersiapkan usai peraturan tersebut ditandatangani. Nantinya acara penandatangan Peraturan Menteri (Permen) antara Kominfo, Kemenperin dan Kemendag yang dilakukan pada bulan agustus nanti.

“Kisaran 17 Agustus. Itu penandatanganan payung hukum. Momentum 17 Agustus kita buat sebagai momentum kebijakan, kebijakan itu dalam peraturan menteri yang ditandatangani oleh tiga menteri,” kata Ismail. [NM/IF]

Indosat Ooredoo Tunjuk Ahmad Al-Neama Sebagai Dirut Baru

0

Telko.id, Jakarta – Indosat Ooredoo menunjuk Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai President Director baru perusahaan. Hal ini sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019. Di usianya yang ke-38 tahun, Al-Neama sendiri telah memiliki pengalaman 15 tahun di industri telko global.

“Saya akan melanjutkan visi Indosat Ooredoo menjadi perusahaan digital terdepan dengan bekal pengalaman profesional di berbagai belahan dunia. Network roll out menjadi prioritas untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Ahmad.

{Baca juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Indosat Luncurkan Lab IoT}

Indosat Ooredoo juga diklaim lulusan University of Colorado Denver ini akan terus tumbuh secara cepat untuk berkompetisi di bisnis telekomunikasi dalam negeri. “Saya telah berkeliling ke beberapa wilayah regional di Indonesia, dan saya memahami tantangan yang ada. Kami berkomitmen memberikan apa yang kami janjikan agar menjadi perusahaan telko Indonesia yang dapat dipercaya. kami juga akan mempercepat kemampuan digital kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” tambah Ahmad.

Lantas, siapa sebenarnya Ahmad Abdulaziz Al-Neama ini?

Ahmad pernah menjabat sebagai direksi di Ooredoo Oman pada tahun 2014 dan Ooredoo Tunisia tahun 2018. Dia juga pernah menjabat sebagai Group Chief Technology Officer di Ooredoo Group pada tahun 2017. Dimana dia membawa pengalaman teknis yang relevan untuk membantu Indosat Ooredoo mencapai posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

{Baca juga: RUPS Indosat Rombak Susunan Direksi dan Komisaris}

Selain menunjuk Ahmad Abdulazis Al-Neama sebagai presiden direktur yang baru, dalam RUPSLB ini perseroan juga mengumumkan susunan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi baru, sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris:
1. Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed, Komisaris Utama
2. Hans Anthony Kuropatwa, Komisaris
3. Hilal Suleiman Malawi, Komisaris
4. Heru Pambudi, Komisaris
5. Afini Boer, Komisaris
6. Andrew Tor Oddvar Kvålseth, Komisaris
7. Chris Kanter, Komisaris
8. Syed Maqbul Quader, Komisaris Independen
9. Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen
10. Wijayanto Samirin, Komisaris Independen

Susunan anggota Direksi Perseroan:
1. Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, Direktur Utama
2. Eyas Naif Saleh Assaf, Direktur
3. Arief Musta’in, Direktur
4. Vikram Sinha, Direktur
5. Irsyad Sahroni, Direktur Independen

2020, Pengguna Android di Eropa Bisa Pilih Mesin Pencari Sendiri

0

Telko.id, Jakarta – Chrome sepertinya tidak akan menjadi satu-satunya mesin pencari di smartphone Android yang beredar di Eropa. Pasalnya, Google akan mengizinkan pengguna Android di kawasan tersebut untuk memilih browser default dan mesin pencarinya sendiri saat memasang perangkat baru untuk pertama kalinya. Hal ini dilakukan demi mematuhi perintah Komisi Eropa terkait Android.

Dilaporkan Androidcentral, Sabtu (3/8/2019), setidaknya empat penyedia mesin pencarian, termasuk Google, akan ditampilkan di layar pilihan setiap kali seseorang memasang smartphone atau tablet Android baru di Eropa mulai awal tahun depan. Namun, penyedia yang terdaftar di layar pilihan akan berbeda di setiap negara.

{Baca juga: Kudeta Apple, Induk Google jadi Perusahaan Terkaya di Dunia}

Google akan mengadakan lelang harga pertama secara tertutup untuk memilih penyedia layanan yang akan ditampilkan di layar pilihan untuk pengguna berdasarkan negara per negara. Batas waktu untuk mengajukan lelang dan mengajukan tawaran adalah 13 September 2019. Google akan mengonfirmasi daftar penyedia yang akan muncul di layar pilihan di setiap negara pada 31 Oktober 2019.

Masih menurut laporan yang sama, di setiap negara dimana lelang digelar, penyedia layanan akan menyatakan harga yang mereka bayarkan setiap kali pengguna memilih mereka dari layar pilihan di negara tertentu. Setiap negara akan memiliki ambang batas tawaran minimum. Tiga penawar tertinggi yang memenuhi atau melampaui ambang tawaran untuk negara tertentu akan muncul di layar pilihan untuk negara itu.

{Baca juga: Google Cari Relawan untuk Pixel 4, Bayarannya Rp 70 Ribu}

Lantas, apa yang terjadi setelah pengguna menentukan pilihannya?

Pengguna masih dapat menyesuaikan perangkat mereka bahkan setelah pengaturan awal. Ini berarti mereka akan bebas untuk mengubah penyedia pencarian default di widget pencarian atau Google Chrome, mengubah cara aplikasi diatur, dan banyak lagi.

Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan

0

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi jika Regulasi IMEI baru akan aktif tahun depan karena harus ada beberapa perangkat yang perlu dipersiapkan usai peraturan tersebut ditandatangani.

Hal tersebut dijabarkan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail dalam diskusi bertajuk “Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri, Negara akibat Ponsel Black Market dan Solusinya”  di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019).

Ismail menjelaskan jika tidak ada halangan acara penandatangan Peraturan Menteri (Permen) antara Kominfo, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dilakukan pada bulan Agustus ini.

{Baca juga: Kasus Ditutup, Menkominfo Batal Bertemu Kimi Hime}

“Kisaran 17 Agustus. Itu penandatanganan payung hukum. Momentum 17 Agustus kita buat sebagai momentum kebijakan. Kebijakan itu dalam peraturan menteri yang ditandatangani oleh tiga menteri,” kata Ismail.

Namun demikian, peraturan itu tidak lantas langsung diterapkan setelah penandatangan. Pasalnya, masih ada banyak hal (8) yang harus dipersiapkan.  Misalnya Penyiapan Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional (SIBINA), Penyiapan Database IMEI, Pelaksanaan Tes, Sinkronisasi Data  dengan Operator Seluler dan Sosialisasi.

“Jadi perlu ada sinkronisasi data yang solid dan sosialisasi kepada pengguna,” tambah Ismail.

{Baca juga: Akan Ketemu Kimi Hime, Rudiantara: Kita Lakukan Pembinaan}

Belum lagi perlu dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Khusus, Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiga kementerian dan Pusat Layanan Konsumen. Ismail menilai jika persiapan itu butuh waktu sehingga dirinya memprediksi jika Permen mengenai IMEI bisa diberlakukan pada 17 Februari 2020.

“Untuk memenuhi 8 hal kami membutuhkan waktu 6 bulan sejak ditandatangani untuk live. Selama 6 bulan kita lakukan persiapan. Jika seluruhnya sudah siap kita akan live,” ujar Ismail.

Terakhir, Ismail mengatakan jika implementasi peraturan mengenai IMEI bisa saja lebih cepat atau sebaliknya. Tetapi Ismail optimis jika implementasi peraturan bisa dilaksanakan Februari tahun depan. “Kami optimis peraturan ini bisa terlaksana tepat waktu,”  tutupnya. [NM/IF]

Lewat Fitur Baru, WhatsApp Beritahu Pengguna Soal Pesan Berantai

0

Telko.id, Jakarta – Penyebaran informasi yang salah sepertinya telah benar-benar membuat cemas banyak pihak, tak terkecuali WhatsApp. Dalam upaya untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah pada platformnya, aplikasi perpesanan ini memperkenalkan sebuah fitur baru yang memudahkan pengguna untuk mengetahui berapa banyak pesan yang diterimanya telah diteruskan.

Singkat kata, ketika pengguna menerima pesan yang telah diteruskan diantara pengguna lainnya sebanyak lebih dari lima kali, seperti pesan berantai, maka pesan itu akan ditandai dengan ikon panah ganda. Sebelumnya, ikon panah tunggal di WhatsApp menunjukkan bahwa pesan telah diteruskan.

{Baca juga: WhatsApp Web Tak Perlu Lagi Terhubung ke Ponsel}

Dilaporkan BuzzFeed, Sabtu (3/8/2019), jika pengguna mencoba meneruskan pesan yang telah diteruskan berkali-kali oleh pengguna lain, WhatsApp akan mencatat bahwa pesan tersebut merupakan pesan yang “diteruskan berkali-kali,” sebelum dikirim.

Hal yang sama berlaku pula untuk semua pesan lain yang dikirim di WhatsApp. Sebanyak apapun pesan tertentu telah diteruskan, pihak perusahaan mengklaim bahwa pesan akan tetap terenkripsi.

“Kami baru-baru ini memperkenalkan pembaruan pada label pesan yang diteruskan yang membantu orang mengidentifikasi ketika mereka menerima pesan yang sebelumnya diteruskan beberapa kali, seperti pesan berantai,” kata juru bicara WhatsApp sebagaimana dikutip dari BuzzFeed News.

{Baca juga: Aplikasi WhatsApp Bakal Segera Hadir di iPad?}

Fitur baru ini merupakan bagian dari upaya WhatsApp untuk mengurangi kesalahan informasi yang menyebar melalui pesan yang diteruskan pada platformnya. Aplikasi milik Facebook, dengan lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia ini adalah vektor untuk informasi yang salah di dua pasar terbesarnya, yakni India dan Brasil.

Tahun lalu misalnya, gerombolan massa yang marah karena desas-desus WhatsApp tentang penculik anak telah menghukum lebih dari 45 orang di seluruh India. Di Brasil lain lagi, aplikasi ini telah digunakan oleh aktivis politik sayap kanan untuk berorganisasi.

 

LG Siapkan Ponsel Lipat Ganda dengan Stylus?

0

Telko.id, Jakarta – Foldable phone atau ponsel lipat masih menjadi segmen yang menarik bagi sebagian pembuat smartphone. Jika sebelumnya kita telah mendengar banyak tentang ini dari Samsung dan Huawei, bahkan sebuah nama yang tak dikenal Royole, kini giliran LG yang disebut-sebut bakal mendatangkan perangkat serupa.

Dilaporkan PhoneArena, Sabtu (3/8/2019), LG, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, kemungkinan besar sedang mengerjakan konsepnya sendiri. Dan baru-baru ini, muncul sebuah paten yang berasal dari perusahaan.

{Baca juga: LG Siapkan Sebuah Ponsel dengan Kamera Berlubang?}

Dokumen tersebut mengungkap rupa sebuah ponsel yang bisa dilipat tidak hanya sekali tetapi dua kali, dan secara efektif membuatnya memiliki layar tiga lapis. Menariknya lagi, dari ilustrasi ini tampak sebuah celah yang kemungkinan menjadi tempat bagi sebuah pensil.

Dengan kata lain, LG mungkin akan memperkenalkan ponsel lipat dengan stylus. Ini akan menjadi tawaran yang menarik bagi para pecinta stylus, mengingat Galaxy Fold yang sangat diharapkan tidak mendukung hal tersebut. Namun demikian, membuat digitizer lipat yang tepat, yang memastikan akurasi yang baik dan resistif secara sempurna mungkin merupakan tantangan tersendiri.

{Baca juga: Gara-gara Jepang, Apple, Samsung dan LG Saling “Baku Tembak”}

Jadi, ide LG ini mungkin untuk hanya mengemas stylus kapasitif dengan perangkat – seperti edisi LG Stylo Fold. Atau, ini bisa saja ide yang dipatenkan, yang tidak pernah terwujud.

Sepeti diketahui, perusahaan cenderung untuk mengamankan apa pun yang mereka hasilkan melalui paten jauh sebelum benar-benar memutuskan apakah mereka dapat atau ingin memproduksinya atau tidak. Nah, kalaupun LG nantinya memutuskan untuk membuat smartphone ini menjadi nyata, banyak orang mungkin akan menantinya.

Rilis 7 Agustus, Segini Harga Samsung Galaxy Note 10 dan 10+

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah bocoran baru terkait harga yang akan dibawa smartphone teranyar Samsung, Galaxy Note 10 dan Note 10 + menyambangi Twitter. Bila dikaitkan dengan laporan awal yang keluar bulan lalu, bocoran kali ini tampaknya cukup akurat.

Melansir GSM Arena, Sabtu (3/8/2019), bukannya mulai dari € 999 atau setara Rp15,7 jutaan, sang pembocor Ishan Agarwal mengklaim bahwa Galaxy Note10 akan berharga € 949 atau sekitar Rp15 juta saja untuk model 256GB. Galaxy Note 10 sendiri, seperti diketahui, tidak akan memiliki versi 128GB. Mereka akan mulai dari 256GB sebagai gantinya.

{Baca juga: Edan! Samsung Galaxy Note 10 Punya RAM 12GB DDR5}

Sementara itu, Samsung Galaxy Note 10+ akan dibanderol pada harga €1,049 atau sekitar Rp16,5 jutaan untuk versi 256GB dan €1,199 atau hampir Rp19 juta untuk versi 512GB.

Samsung Galaxy Note 10 diketahui akan datang dengan RAM 12GB. Dibawah layar Super AMOLED berdesain Infinity-O atau lubang kamera yang dibawanya, kita akan menemukan prosesor Exynos 9825 yang dibangun berdasarkan fabrikasi proses EUV 7nm generasi kedua.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Di bagian kamera, flagship terbaru Samsung ini akan dibekali tiga kamera belakang, sementara Galaxy Note 10+ punya tambahan lensa 3D ToF yang diletakkan sejajar dengan LED Flash.

Dilansir Telko.id dari Android Authority, dalam undangannya Samsung mengumumkan bahwa Note 10 akan dirilis pada 7 Agustus mendatang di tempat yang sama seperti tahun lalu, Barclay’s Center, New York, Amerika Serikat.

Ahmad Al-Neama ‘Anak Muda’ Yang Jadi Bos Baru Indosat Ooredoo

0

Telko.id – Indosat Ooredoo memiliki President Director yang baru usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis 1 Agustus 2019.  Dia adalah Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama seorang pria, 38 tahun dengan 15 tahun pengalaman di industri telko global.

“Saya akan melanjutkan visi Indosat Ooredoo menjadi perusahaan digital terdepan dengan bekal pengalaman profesional di berbagai belahan dunia. Network roll out menjadi prioritas untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Ahmad Al-Neama ketika berkenalan dengan awak media di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Target Ahmad di Indosat pada tahun pertama ini adalah mengakselerasi jaringan sehingga dapat menambah kapasitas dan kualitas jaringan 4G nya. Selain itu juga meningkatkan level video. Karena Ahmad melihat tren saat ini adalah menikmati berbagai pengalaman melalui video.

“Jadi, jaringan harus kuat sehingga pengalaman pelanggan untuk layanan data, khususnya video juga baik,” ujar nya.

Ahmad juga menambahkan, bahwa upaya penguatan jaringan 4G ini seiring dengan tiga visi Indosat Ooredoo. Ketiga visi tersebut yakni menjadi leading digital telco, membuat Indosat jadi perusahaan telcoyang bisa dipercaya, dan mempercepat akselerasi digital.

“Untuk menjadi perusahaan yang fokus dengan digital, kami butuh jaringan yang baik agar bisa memberikan layanan data yang baik,” tutur dia.

Namun, ketika ditanya sumber pendanaan Indosat Ooredoo untuk mengimplementasikan itu semua, CEO termuda di Qatas Group ini tidak mau menjawab.

Indosat Ooredoo akan terus tumbuh secara cepat untuk berkompetisi di bisnis telekomunikasi dalam negeri. “Saya telah berkeliling ke beberapa wilayah regional di Indonesia, dan saya memahami tantangan yang ada. Kami berkomitmen memberikan apa yang kami janjikan agar menjadi perusahaan telko Indonesia yang dapat dipercaya. kami juga akan mempercepat kemampuan digital kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” tambah Ahmad.

Ahmad juga menaruh perhatian dalam pengembangan talenta digital dalam negeri dengan melansir Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp). Tujuannya, mencetak 10.000 developer muda bersertifikasi global.

“Kami ingin mengambil peran aktif membangun dunia digital Indonesia melalui program edukasi yang menghasilkan para talenta muda creator solusi digital sebagai wujud kepedulian sosial kami untuk meningkatkan dan memperkaya kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Program ini kami harapkan dapat mencetak para developer muda bersertifikasi yang tidak hanya dapat membangun ekosistem digital Indonesia, namun juga mampu bersaing di dunia digital global,” tutupnya. (Icha)

 

Implementasi regulasi Validasi IMEI Ada Tiga Fase Pengendalian

0

Telko.id – Implementasi regulasi validasi IMEI dengan MISDN akan berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, inisiasi ditandai dengan penandatanganan tiga peraturan menteri. Selanjutnya, fase kedua, persiapan.

“Dalam fase ini pemerintah menyiapkan SIBINA (Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional) agar bisa dilakukan sinkronisasi data dengan data operator seluler. Selain itu juga melakukan sosialisasi dan penyiapan pusat layanan konsumen. operator seluler serta penyiapan pusat layanan konsumen. Fase pertama dan kedua ini diharapkan bisa terealisasi bulan Agustus 2019,” tutur Ismail, Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, dalam Talkshow dan Seminar Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri dan Negara Akibat Ponsel Black Market dan Solusinya di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (2/8/2019).

Fase selanjutnya yang dilakukan disebut fase operasional dalam bentuk eksekusi oleh operator telekomunikasi dengan melakukan pengiriman notifikasi oleh operator ke pemegang IMEI duplikat untuk membuktikan keaslian perangkat. penyediaan layanan lost and stolen dan sosialisasi laniutan.

Dirjen SDPPI, Ismail mengatakan dalam pengendalian IMEI ini pembagian tugas dibagi tiga kementerian. “Kemenperin memiliki tugas menyiapkan database dan SIBINA sekaligus prosedur verifikasi dan validasi IMEI. Sementara,  Kementerian Kominfo meminta operator menyediakan layanan lost and stolen dan sistem penghubung antara SIBINA dan EIR.  Dan Kemendag akan membina pedagang untuk mendaftarkan stok IMEI perangkat ke dalam SIBINA,” tuturnya.

Dalam kesempatan seminar dan talkshow tersebut dicanangkan juga gerakan #StopPonselBM.  Dengan gerakan tersebut diharapkan seluruh elemen bangsa ikut terlibat secara aktif memerangi dan mencegah peredaran ponsel BM.  (Icha)