spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1072

Penampakan Premium Oppo K3 yang akan Meluncur di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Oppo sebentar lagi akan merilis smartphone menengah terbarunya ke Indonesia, Oppo K3. Smartphone perdana di lini K Series ini bisa dibilang mengusung desain premium dan spesifikasi handal, layaknya Reno Series.

Oppo K3 dikemas dengan desain memanjang, dan memiliki layar berukuran 6,5 inci berjenis OLED dengan resolusi Full HD+. Tidak nampak adanya notch atau punch hole di bagian layarnya, karena smartphone ini mengadopsi desain Panoramic atau full screen.

Selain itu, smartphone ini pun punya kamera pop-up mekanis yang mirip seperti Oppo F11 Pro. Bedanya, sentuhan kamera pop-up di smartphone tersebut tampak lebih premium dan berbeda.

{Baca juga: Oppo Kembali Patenkan Ponsel dengan Kamera Slider}

“Panoramic OLED Screen merupakan salah satu daya tarik dari K3, apalagi layarnya telah mendukung sensor sidik jari di dalamnya dengan respon yang cepat,” ujar PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, saat ditemui tim Telko.id usai acara Media Hands-on Oppo K3 di Jakarta, Senin (05/08/2019).

K3 menganut desain simetris ala Reno Series. Warnanya cenderung premium dengan dua pilihan warna, yaitu Jet Black dan Pearl White yang melapisi body-nya yang berbahan dasar kaca.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Smartphone ini ditenagai oleh prosesor octa-core Snapdragon 710, dan ditopang oleh baterai berkapasitas besar dengan dukungan VOOC Flash Charge 3.0. Baterainya sendiri berkapasitas 3,765 mAh.

Oppo K3 akan melenggang secara resmi pada 8 Agustus mendatang. Belum diketahui berapa harga smartphone ini sampai sekarang. Namun, kemungkinan besar harga Oppo K3 di Indonesia akan cukup menarik apabila melihat kualitas desain dan spesifikasi yang ditawarkannya. (FHP)

Sekali Tekan Tombol, Pengguna TikTok Bisa Berbagi Stiker GIF

0

Telko.id, Jakarta  – TikTok punya fitur baru yang memungkinkan pengguna menambahkan stiker. Bekerja sama dengan Giphy, aplikasi berbagi video ini menghadirkan stiker GIF di video hanya sekali sentuhan tombol.

Menurut laporan TechCrunch, seperti dikutip Telko.id, Senin (5/8/2019), Giphy menawarkan cukup banyak stiker yang berasal dari meme di TikTok. Sebut saja stiker Here’s the Tea dan the Blanco Brown.

{Baca juga: TikTok Bakal Terintegrasi dengan WhatsApp, Instagram dkk}

Baru-baru ini, aplikasi buatan China ini akan memiliki fitur baru. Lewat fitur bernama Send To, aplikasi berbagi video itu akan terintegrasi dengan sejumlah media sosial populer seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Fitur Send To memungkinkan pengguna untuk berbagi video TikTok ke kontak WhatsApp. Fitur anyar tersebut sedang diuji coba. Kehadirannya diketahui melalui leakster kondang bernama Jane Manchun Wong.

Tak hanya WhatsApp, menurut laporan Business Today, seperti dikutip Telko.id, Senin (22/7/2019), fitur itu juga memungkinkan pengguna berbagi video ke teman melalui Instagram maupun Facebook.

Jane Manchun Wong membeberkan pula bahwa TikTok sekarang sedang menguji layanan Link Account. Layanan tersebut akan menghubungkan akun pengguna TikTok dengan Facebook maupun Google.

{Baca juga: 4 Cara Hindari Anak-anak dari Bahaya TikTok}

Tak cukup, melalui layanan Link Account, pengguna Tik Tok juga bisa beralih menggunakan akun Facebook maupun Google. Kabarnya, TikTok juga sedang menyiapkan tampilan antarmuka daftar video favorit. [SN/HBS]

Sumber: Techcrunch

Pasca Mati Listrik, Telkomsel Masih Pulihkan Jaringan

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel terus berupaya untuk memulihkan jaringan pasca peristiwa mati listrik massal yang terjadi pada Minggu (04/08/2019). Perbaikan bertujuan untuk memastikan percepatan pemulihan layanan Telkomsel secara menyeluruh.

Menurut Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin bahwa Telkomsel terus berupaya maksimal untuk memulihkan layananan telekomunikasi akibat terputusnya pasokan listrik PLN di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan sekitarnya.

{Baca juga: Gandeng Google, Telkomsel Perkenalkan ‘Android Zero Touch’}

“Saat ini, seluruh perangkat pendukung untuk menstabilkan pasokan listrik ke seluruh titik alat produksi Telkomsel, seperti perangkat baterai dan mobile back up power/ mobile genset sudah disiagakan di seluruh titik,” tutur Denny dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (05/08/2019).

Segala upaya tersebut dilakukan juga untuk mengantisipasi jika pemadaman listrik kembali terjadi. “Terutama untuk mengantisipasi jika akan ada rencana pemadaman bergilir oleh PLN di sejumlah titik lokasi,” tambah Denny.

Pelanggan Telkomsel tetap dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas/fitur yang tersedia, seperti fitur layanan UMB, aplikasi MyTelkomsel, customer touch point baik itu di GraPARI, Mitra Outlet, call center 188, hingga virtual assistant Telkomsel.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Seperti diketahui, siang kemarin terjadi mati listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Padamnya listrik disebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. [NM/HBS]

Dampak Mati Listrik, 20% Jaringan XL di Jabodetabek Terganggu

0

Telko.id, Jakarta – XL Axiata turut merasakan dampak dari mati listrik yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Operator seluler asal Malaysia ini menyebutkan bahwa sekitar 20% jaringan XL di Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah terkena dampak pemadaman listrik.

Menurut Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan XL di seluruh wilayah terdampak pemadaman listrik pada Minggu (04/08/2019) kemarin.

Hasilnya terjadi penurunan kualitas jaringan akibat dampak dari pemadaman listrik kemarin, yang dirasakan oleh banyak pelanggan.

{Baca juga: XL Kenalkan “Laut Nusantara” ke Nelayan Banyuwangi}

“Sekitar 20% jaringan XL di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang terdampak dan mengalami penurunan kualitas jaringan. Penurunan kualitas yang dimaksud terutama berupa berkurangnya kecepatan dan kestabilan akses internet, serta akses voice,” tulis Tri Wahyuningsih.

Kemudian wanita yang akrab disapa Ayu ini menambahkan jika area Jawa Timur juga terdampak walaupun presentasenya tidak sebesar di tiga wilayah sebelumnya.

“Area Jawa Timur sekitar 1% jaringan XL yang terdampak dan mengalami penurunan kualitas akses internet dan voice,” tambah Ayu, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (05/08/2019).

Antisipasi telah dilakukan oleh tim teknis XL dalam menghadapi kondisi darurat seperti ini telah berhasil meminimalisir dampak buruk pada layanan.

“Langkah antisipasi tersebut antara lain berupa menyediaan baterai cadangan dan genset dalam jumlah yang memadai, serta rekaya pengaturan trafik jaringan,” tutur Ayu.

{Baca juga: Jangkau Area Terluar, XL akan Gunakan Palapa Ring}

Hingga saat ini pemulihan kondisi jaringan terus dilakukan tanpa menunggu pulihnya pasokan listrik. Hasilnya, semakin berkurang jaringan yang terdampak. XL berharap pasokan listrik dapat kembali normal.

Seperti diketahui, siang kemarin terjadi mati listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Padamnya listrik disebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. [NM/HBS]

Ponsel HongMeng OS Rilis Kuartal IV-2019, Huawei?

0

Telko.id, Jakarta  – Huawei membangun sistem operasi sendiri bernama HongMeng OS sejak Mei 2019, seterlah diembargo pemerintah Amerika Serikat (AS). Sistem operasi yang akan menggantikan Android itu kabarnya akan dirilis pada kuartal keempat 2019.

Minggu (4/8/2019) waktu setempat, publikasi media pemerintah China, Global Times, mengatakan bahwa Huawei memang akan memakai sistem operasi buatan sendiri untuk ponsel. Perusahaan asal China ini sedang menguji HongMengOS untuk ponsel ciptaannya.

{Baca juga: Surprise! Ini Perangkat Pertama Huawei Berbasis HongMeng OS}

Dilansir CNET, dikutip Telko.id, Senin (5/8/2019), sumber anonim mengatakan bahwa perusahaan akan merilis ponsel bertenaga HongMengOS seharga 2.000 yuan atau sekitar USD 290 atau lebih kurang Rp 4,1 juta pada kuartal IV-2019 mendatang.

Informasi menyebut, ponsel itu akan hadir bersamaan seri Huawei Mate 30. Jika benar, berarti sistem operasi ini akan digunakan di ponsel segmen low-end. Untuk ponsel premium seri Mate dan Pro akan tetap pakai Android.

Namun, penggunaan Android di dua ponsel tersebut bisa dilakukan jika Presiden Donald Trump mencabut Huawei dari daftar hitam. Namun, apakah pernyataan raksasa teknologi China ini soal pemakaian OS buatan mereka sendiri itu untuk ponsel bisa dipercaya?

Eksekutif Huawei, Catherine Chen, sebelumnya mengatakan bahwa sistem operasi ini sedang dalam tahap penyempurnaan dan bakal dipakai untuk perangkat non-ponsel. Sistem operasi ini akan digunakan untuk  perangkat Internet-of-Things (IoT).

{Baca juga: Bos Huawei Pede HongMengOS Lebih Ngebut dari Android dkk}

Di lain sisi, CEO Huawei, Ren Zhengfei, mengatakan pada bulan lalu bahwa HongMeng OS kemungkinan bekerja lebih cepat daripada Android. Senada dengan Chen, ia menegaskan, HongMeng OS hadir diperuntukkan perangkat IoT. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Ini Dia Bocoran RPM Terkait Validasi IMEI Smartphone

0

Telko.id – Kementerian komunikasi dan Informatika baru saja mengeluarkan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (RPM) Tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler Pada Alat Dan/Atau Perangkat Telekomunikasi. Atau Bahasa awam yang beredar di masyarakat adalah Validasi IMEI.

Target dari RPM ini adalah untuk melindungi masyarakat dari penggunaan alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tidak memenuhi persyaratan teknis, mencegah dan mengurangi peredaran alat dan/atau perangkat telekomunikasi ilegal yang masuk, beredar, dan digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan penanganan kehilangan alat dan/atau perangkat telekomunikasi, sehingga dipandang perlu diatur suatu regulasi terkait dengan pembatasan akses layanan telekomunikasi bergerak seluler pada alat dan/atau perangkat telekomunikasi.

Yang diatur dalam RPM tersebut, pertama adalah Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional adalah sistem dan layanan yang mengolah data IMEI dari Sistem Informasi IMEI Nasional (SIINAS) dan data dump dari Penyelenggara yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian.

Kedua, International Mobile Equipment Identity (IMEI) adalah identitas internasional yang dikeluarkan oleh Global System for Mobile Association (GSMA) yang terdiri dari 15 (lima belas) digit nomor desimal unik yang diperlukan untuk mengidentifikasi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan telekomunikasi bergerak seluler.

Ketiga, Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam rangka mendukung program Kementerian Perindustrian dalam pengendalian perangkat telekomunikasi ilegal, mewajibkan Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk mengidentifikasi IMEI alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung dalam jaringannya dan menyampaikan data tersebut kepada Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional.

Keempat, hasil analisis Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional yang berupa Daftar Notifikasi, Daftar Pengecualian, dan Daftar Hitam akan diunduh oleh Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk ditindaklanjuti melalui :

  1. Notifikasi kepada pengguna alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang IMEInya terdaftar dalam Daftar Notifikasi;
  2. Pairing IMEI-IMSI bagi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang IMEInya terdaftar dalam Daftar Pengecualian; dan
  3. Pembatasan akses layanan telekomunikasi bergerak seluler bagi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang IMEInya terdaftar dalam Daftar Hitam.

Kelima, Pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi :

  1. Yang digunakan oleh Pengguna Jelajah Internasional (International Roamer); bawaan pribadi penumpang dan/atau awak sarana pengangkut dengan jumlah paling banyak 2 (dua) unit dari jenis yang berbeda per orang;
  2. Perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik;
  3. untuk keperluan badan internasional beserta pejabatnya yang bertugas di Indonesia; dan/atau
  4. yang digunakan dalam penanganan bencana alam sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam, selain itu, untuk memberikan kepastian hukum bagi pengguna alat dan/atau perangkat telekomunikasi eksisting, ketentuan pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler juga dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang telah terdaftar di jaringan telekomunikasi bergerak seluler milik Penyelenggara sampai dengan mulai berlakunya Peraturan Menteri ini.

Ketujuh, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler pada Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi direncanakan mulai berlaku 1 (satu) tahun sejak tanggal diundangkan.

RPM ini telah dibahas secara intensif di internal Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun secara eksternal dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Namun mengingat dalam rangka penyempurnaan RPM yang dimaksud, perlu adanya masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga dipandang perlu dilakukan konsultasi publik.

Sebagai bagian dari proses transparansi, Kementerian Kominfo melakukan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler Pada Alat Dan/Atau Perangkat Telekomunikasi dari tanggal 2 sampai dengan 6 Agustus 2019.

Naskah RPM bisa diakses di sini

(Icha)

 

 

Keren, Mendaur ulang Ponsel Buat Melindungi Hutan Sumatera

Telko.id -Huawei Indonesia baru saja mengumumkan kolaborasi dengan Rainforest Connection (RFCx), sebuah startup yang mengubah ponsel daur ulang menjadi perangkat pendengaran bertenaga surya untuk memantau dan melindungi daerah terpencil di hutan hujan.

Kolaborasi dilakukan untuk melindungi hutan hujan di Pulau Sumatera dengan mengembangkan platform inovatif sebagai alat pengumpulan data, layanan penyimpanan, dan analisis data yang akurat tentang kondisi hutan.

Melalui kolaborasi ini, Huawei menghadirkan teknologi pendukung, termasuk menggunakan smartphone yang dimasukkan ke dalam sistem untuk menangkap suara kegiatan hutan hujan serta menggunakan teknologi Huawei AI (Artificial Intelligence / Kecerdasan Buatan) agar dapat lebih memahami suara binatang di dalam hutan hujan. Teknologi-teknologi tersebut nantinya dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh beberapa spesies yang terancam punah.

Kolaborasi Huawei dengan RFCx berawal dari temuan besar Topher White tentang bagaimana ia dan timnya mendaur ulang ponsel lama untuk membantu melindungi hutan hujan dari penebangan liar, yang kemudian penemuan itu diperkenalkan melalui acara TedTalk pada 2014. Tidak lama setelah itu, Huawei menghubungi Topher untuk membicarakan kolaborasi lebih lanjut.

Tak disangka, selama ini RFCx juga telah menggunakan sebagian besar ponsel daur ulang Huawei karena daya tahannya yang dapat bertahan hingga 2 tahun. Tentunya hal ini sangat mengesankan dalam melindungi hutan hujan. Hingga saat ini, teknologi ini telah digunakan di 10 negara di 5 benua, termasuk Sumatera yang hutan hujannya telah dilindungi lebih dari 2000 km2.

Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Device Indonesia menjelaskan, “Bersama dengan RFCx, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal untuk melindungi hutan hujan menggunakan perangkat Huawei dan teknologi AI. Hal ini adalah bagian dari kontribusi kami untuk menciptakan kelestarian lingkungan melalui teknologi yang kami sajikan. Kolaborasi ini tentu sejalan dengan inisiatif TECH4ALL kami yaitu mendorong inklusi digital dan orang-orang akan tetap terhubung satu sama lain.”

Dalam kolaborasi untuk melindungi hutan hujan di kawasan Muara Labuh, Sumatera Barat, RFCx menciptakan sistem pemantauan audio bertenaga surya yang disebut Guardian. Sistem Guardian menggunakan ponsel Huawei lama sebagai inti dari sistem mereka.

The Guardian, dilengkapi dengan telepon bekas Huawei, kemudian menangkap suara hutan hujan, termasuk suara gergaji mesin untuk pemburuan liar, api, atau kegiatan berbahaya lainnya. Didukung oleh Huawei Cloud dan menara telekomunikasi, suara akan diterima secara real-time oleh polisi hutan yang bertanggung jawab di lapangan terdekat agar melaporkan kejadian tersebut ke penegak hukum setempat.

Huawei dan RFCx juga mengembangkan model algoritma cerdas yang lebih akurat yang dibuat dari layanan kecerdasan buatan canggih Huawei (HUAWEI CLOUD AI) dan alat yang disebut dengan ModelArts.

Pengembangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebisingan gergaji mesin dan suara truk yang lebih akurat. Selain itu, Huawei membantu RFCx membangun model kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi dan menganalisis suara spesies yang terancam punah, salah satunya orangutan.

Model tersebut akan membantu polisi hutan melindungi spesies yang terancam punah melalui penyediaan informasi tentang habitat mereka, tanda-tanda ancaman, hingga kebiasaan hidup mereka.

Selama proyek berlangsung, tim RFCx mengunjungi beberapa desa atau disebut juga nagari, antara lain Nagari Sirukam, Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa, dan Nagari Pasir Talang Timur.

Dalam kunjungan tersebut, mereka bertemu dengan masyarakat setempat untuk memperkenalkan dan melatih mereka tentang bagaimana menggunakan sistem Guardian di hutan hujan yang ada di sekitar mereka. Respon dari masyarakat nagari sangatlah positif, meskipun ada sedikit kesulitan dalam mengenalkan teknologi baru karena tidak semuanya akrab teknologi digital.

Berkat sistem dan aplikasi Guardian, salah satu desa berhasil mendapatkan satu peringatan pembalakan liar yang terjadi di hutan hujan sehingga mereka dapat langsung melaporkannya ke penegak hukum setempat.

“Konservasi hutan hujan sangatlah menantang karena ada banyak hal yang bisa terjadi, termasuk perburuan liar, pembalakan liar, pembakaran, dan banyak lagi. Dengan teknologi yang didukung oleh perangkat Huawei dan AI Cloud, kami berharap tidak hanya masyarakat sekitar saja yang dapat kami berdayakan namun juga orang-orang di kota-kota lain seperti Jakarta, untuk dapat mendengar suara hutan hujan serta mendeteksi dan memberikan tanggapan segera jika sesuatu yang berbahaya terjadi,” kata Topher White, Chief Executive Officer dan Pendiri Rainforest Connection (RFCx). (Icha)

 

 

Realme Segera Luncurkan Smartphone Kamera 64MP, Catat Tanggalnya!

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Realme sempat pamer teaser yang menunjukkan hasil foto yang ditangkap dari smartphone dengan kamera 64MP. Rupanya, teaser yang dibagikan bos Realme, Madhav Sheth itu segera menjadi kenyataan.

Pasalnya, Realme akan menggelar acara bertajuk “Camera Innovation Event” pada 8 Agustus mendatang di New Delhi, India.

Di acara tersebut, sub-brand Oppo ini bakal memperkenalkan smartphone dengan teknologi 64MP Quad Camera pertama di dunia.

{Baca juga: Bos Zeiss: Kamera 64MP di Smartphone Terlalu “Lebay”}

Selain itu, mereka juga bakal melakukan loncatan besar dengan membawa teknologi empat kamera atau Quad Camera di smartphone terbarunya.

“Bersiaplah untuk menyaksikan beberapa teknologi kamera smartphone pertama di dunia di acara inovasi kamera Realme,” ucap perusahaan itu, lewat kicauannya di Twitter.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Realme Terbaru}

Sebelumnya dilaporkan, kalau Realme akan menggunakan sensor dari Samsung 64MP GW1 dengan ukuran 1/1.72. Sensor ini punya kemampuan untuk menangkap foto jernih di kondisi low-light.

Sensor kamera 64MP ini mengadopsi teknologi Tetracell, yang artinya hasil kamera akan dimampatkan atau dipadatkan menjadi 16MP. Nantinya, setiap foto yang ditangkap bisa disertakan watermark khas, yaitu “64MP AI Quad Camera”. (FHP)

Sumber: GSMArena

Akali Kamera Polisi, Demonstran di Hong Kong Pakai Laser

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, terjadi demonstrasi secara besar-besaran di Hong Kong. Mereka memprotes kehadiran RUU ekstradisi nan kontroversial yang digagas oleh China.

Dalam aksi protes itu, massa terlibat konflik dengan polisi. Ternyata, ada laporan bahwa para demonstran menggunakan laser untuk mencoba mengecoh kamera pengenal wajah.

Massa mengambil laser dan lampu terang untuk menyinari kamera pengenal wajah yang terpasang. Menurut laporan Ubergizmo, para demonstran melakukannya juga untuk mengganggu polisi.

{Baca juga: Aksesoris Aneh Ini Bisa Kecoh Sistem Pengenal Wajah}

Seperti dikutip Telko.id, Senin (04/08/2019), banyak demonstran memakai topeng untuk menutupi wajah. Beberapa orang bahkan melangkah lebih jauh untuk menutupi merek sepatu yang dipakai.

Informasi menyebut, mereka melakukannya untuk mencegah identifikasi dari pihak berwajib. Mereka yakin taktik tersebut sangat jitu untuk membantu menjaga identitas diri tetap anonim.

Taktik serupa ternyata digunakan pula oleh polisi. Beberapa petugas juga mengarahkan sinar terang kepada para kru televisi dan fotografer untuk mencegah supaya tidak terekam oleh kamera.

Banyak orang memang merasa tidak nyaman dengan penggunaan teknologi pengenal wajah. Privasi mereka di tempat umum merasa dilanggar lantaran terpantau oleh kamera keamanan.

{Baca juga: Kumpulan Cheat GTA San Andreas PC dan PS2 Lengkap}

Sampai-sampai, seorang perancang bernama Ewa Nowak menemukan solusi untuk masalah itu. Ia mewujudkannya dalam bentuk perhiasan spesial yang tampak aneh ketika dipakai oleh siapapun.

Perhiasan tersebut mampu mengalahkan sistem pengenal wajah. Perhiasan itu terdiri atas dua lingkaran kuningan yang menempel di tulang pipi. Ada pula kuningan panjang dari bawah ke dahi. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Yeayy! Microsoft Hadirkan Internet Recovery untuk Windows 10

0

Telko.id, Jakarta – Microsoft dilaporkan akan membawa fitur Internet Recovery untuk Windows 10. Fitur ini hampir mirip dengan Google Cloud yang terdapat di sistem operasi Android. Pasalnya, pengguna bisa mengembalikan datanya via cloud ketika install ulang Windows 10.

Asal tahu saja, apabila aplikasi terhapus secara tidak sengaja, kita bisa dengan mudah meng-install aplikasi dari situs milik developer. Namun, masalah akan muncul ketika install ulang Windows 10.

Data yang telah tersimpan sebelumnya di partisi sistem tidak akan kembali lagi, kecuali pengguna melakukan backup terlebih dahulu.

Fitur Internet Recovery ini memungkinkan pengguna untuk bisa mengunduh datanya via cloud ketika install Windows 10 baru.

Menurut Ubergizmo, dikutip Telko.id, Senin (05/08/2019), Microsoft sebenarnya menawarkan fitur recovery serupa untuk jajaran komputer Surface. Namun sekarang, Microsoft memperluasnya ke perangkat non-Surface.

Kendati demikian, sebagaimana dicatat Microsoft, fitur tersebut belum tersedia. Fitur masih dalam program Insider. Pengguna tidak dapat mencobanya meskipun ambil bagian dalam program tersebut.

Baru-baru ini, Microsoft berinvestasi USD 1 miliar atau sekitar Rp14 triliun ke OpenAI. Kedua perusahaan telah memulai kemitraan multi-tahun di bidang kecerdasan buatan dan teknologi lain.

Mereka fokus keoada infrastruktur komputasi awan Microsoft Azure yang bisa mengalahkan otak manusia. Nantinya, komputer mampu menguasai subjek secara lebih baik daripada manusia. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo