Telko.id – Operator telekomunikasi PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mendesak pemerintah untuk segera mempersiapkan alokasi spektrum frekuensi, khususnya di pita 700 MHz, 900 MHz, hingga pita 6 GHz, guna mendukung pengembangan jaringan 5G dan kesiapan teknologi 6G di masa depan.
Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan Telkomsel dalam sebuah forum diskusi industri, A.MoolkynFurqan, VP Network Planning and Architecture Telkomsel.
Menurutnya, ketersediaan spektrum menjadi faktor vital bagi operator untuk memperluas jangkauan (coverage) dan meningkatkan kapasitas jaringan di tengah ledakan trafik data.
“Untuk coverage kita menggunakan 200 maupun 900, karena mudahnya sedang dilakukan tender 700, maka sebaiknya sudah mengakomodir keperluan dari operator ini. Karena ini sangat penting bagi operator untuk mengembangkan coverage,” ujarnya.
Baca Juga:
Spektrum 700 MHz dan 900 MHz untuk Coverage
Dalam pemaparannya, Telkomsel menekankan pentingnya pita rendah (low-band) seperti 700 MHz dan 900 MHz untuk memperluas jangkauan sinyal, terutama di daerah terpencil.
Saat ini, proses tender untuk Spektrum 700 MHz masih berlangsung, dan operator berharap alokasi ini segera rampung agar bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Jadi supaya coverage kita lebih besar maka kita perlu spectrum di 700 maupun 900,” tambahnya. Dengan coverage yang lebih luas, operator dapat memberikan layanan internet yang merata hingga ke pelosok negeri.
Pita 1.800 MHz hingga 2.300 MHz untuk Kapasitas
Tidak hanya coverage, Telkomsel juga menyoroti kebutuhan spektrum di pita menengah (mid-band) untuk menambah kapasitas jaringan. Seiring meningkatnya konsumsi data pengguna, operator memerlukan alokasi spektrum yang memadai agar kualitas layanan tetap terjaga.
“Terus yang kedua terkait dengan coverage di mid-band, yaitu untuk kapasiti. Jadi semakin fine dan up pengguna data kita, sehingga kita perlu kapasiti. Jadi memang kita setara layar ini 1.800 bagi satu itu untuk keperluan kapasiti,” jelasnya. Sementara itu, pita 2.300 MHz juga dialokasikan untuk kapasitas, terutama untuk kebutuhan Very High Bit Rate (VHBR).
Pita 6 GHz: Kunci Masa Depan 6G
Yang paling krusial, menurut Telkomsel, adalah ketersediaan spektrum di pita 6 GHz. Pita ini dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kapasitas yang lebih besar lagi, terutama dalam mendukung layanan 5G dan transisi menuju 6G.
“Nah ini yang penting bagi operator, memang untuk 6 GHz ini memang sangat diperlukan untuk keperluan yang lebih besar kapasitas, kapasitas yang lebih besar lagi. Nah ini untuk bagi operator, spectrum ini ibarat tambang emas yang memang sangat berharga untuk kelangsungan hidup sebuah operator,” tegasnya.
Dengan adanya spektrum 6 GHz, operator dapat menyediakan layanan dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah yang dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi masa depan seperti metaverse, smart factory, dan telemedicine. Hal ini sejalan dengan rekomendasi GSMA yang mendorong Indonesia untuk segera menyiapkan spektrum 6G.
“Jadi kenapa ini sangat penting, karena untuk menjaga pertumbuhan dari traffic kita terus mengadopsi 5G event sama sisi ke depannya, terus pastinya akan memastikan kualitas atau user experience dari pelanggan kita,” tambahnya.
Kolaborasi Industri dan Regulasi yang Jelas
Untuk mewujudkan hal tersebut, Telkomsel menekankan perlunya kolaborasi antara regulator, operator, akademisi, asosiasi industri, dan vendor teknologi seperti Huawei dan ZTE. Selain itu, diperlukan regulasi yang jelas dan roadmap spektrum nasional yang terarah.
“Nah ini yang apa aja yang diperlukan yaitu bandwidth availability-nya, terus networking teknologi pastinya kita juga akan bekerja sama berkolaborasi dengan industri seperti Huawei, ZTE, dan lain-lain. Terus tentunya juga harus didorong dengan aplikasi-aplikasi yang memang membutuhkan kecepatan tinggi atau kapasitas yang besar. Dan tentunya perlu regulatory yang mengatur semuanya supaya secara roadmap nasionalnya bisa jelas dan bisa terarah,” paparnya.
Manfaat 6G bagi Industri dan Bangsa
Dari perspektif industri, 6G merupakan evolusi teknologi yang harus diadopsi untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan. Sementara dari sisi nasional, adopsi 6G diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, terutama di sektor enterprise dan industri.
“Begitu juga untuk national value-nya yaitu pastinya akan bisa memberikan pertumbuhan ekonomi kita yang lebih cepat lagi. Begitu juga untuk industrial yaitu untuk enterprise dan segala macamnya itu memang sampai sekarang banyak permintaan terkait dengan kecepatan dan kapasitas yang mungkin saat ini harus dipenuhi dengan versi mungkin 6G ke depannya,” ujarnya.
Untuk itu, Telkomsel berharap adanya kejelasan dari regulator, termasuk dalam hal proses lelang spektrum dan harmonisasi frekuensi secara global. Selain itu, operator juga mendorong adanya skema harga spektrum yang terjangkau (affordable spectrum pricing) agar operator dapat beroperasi secara berkelanjutan.
“Terkait dengan sustainability spectrum pricing yang affordable bagi operator karena ini juga sangat menjadi dukungan untuk operasional kita dan tentunya pasal employment terkait dengan human and readiness,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan regulasi yang tepat, Indonesia diharapkan tidak tertinggal dalam adopsi teknologi 5G dan 6G, serta mampu bersaing di kancah digital global.


