Telko.id – Huawei dikabarkan tengah menyiapkan sub-brand baru yang sebelumnya dikenal dengan nama Xingmang, dan kini nama versi Inggrisnya mulai terungkap.
Dua leaker ternama menyebut brand tersebut akan tampil dengan nama Osta, nama yang disebut juga akan tercetak pada kotak ritel produknya. Kabar ini menjadi kelanjutan dari laporan sebulan sebelumnya yang pertama kali membocorkan keberadaan sub-brand tersebut.
Menurut laporan yang beredar, Osta akan memulai debutnya dengan dua ponsel sekaligus, yakni Osta O1 dan Osta O1 Pro.
Gelombang produk pertama ini disebut bakal diposisikan setara dengan jajaran flagship Huawei, bukan sebagai perangkat kelas menengah seperti dugaan awal. Informasi tersebut datang dari dua sumber bocoran yang dianggap kredibel di industri.
Perlu dicatat, sebelumnya nama Xingmang sempat diterjemahkan sebagai “Starlight” atau “Starburst”. Seorang tipster kala itu sudah mengingatkan bahwa terjemahan tersebut belum tentu menjadi nama resmi brand. Kini, klaim terbaru menyebut Osta sebagai nama yang benar-benar akan dipakai di pasar internasional.
Bocoran soal sub-brand ini sendiri bukan hal baru. Sebelumnya sempat muncul laporan bahwa Huawei menyiapkan langkah besar lewat sub-brand Xingmang yang digadang menyasar segmen ponsel kelas menengah dengan chipset Kirin 8-series. Namun informasi terbaru justru mengarah ke posisi yang jauh lebih tinggi.

Beda Karakter O1 dan O1 Pro
Dua ponsel perdana Osta diklaim memiliki pendekatan desain yang berbeda. Osta O1 disebut akan mengusung layar melengkung di keempat sisinya, atau quad-curved, dengan pulau kamera bulat berukuran besar di bagian belakang. Desain ini mengingatkan pada bahasa desain yang sudah akrab di lini flagship Huawei.
Sementara itu, Osta O1 Pro justru mengambil jalur berbeda dengan bodi lebar. Perangkat ini dikabarkan memiliki bezel tipis di semua sisi dan strip kamera horizontal di punggungnya. Layarnya disebut berukuran 6,39 inci, panel LTPS 1,5K datar, dengan rasio aspek 16:9.5. Kombinasi tersebut membuat O1 Pro tampil mirip dengan Pura X View.
Kemiripan itu bukan tanpa alasan. Huawei sendiri sudah lebih dulu menghadirkan perangkat layar lebar lewat Pura X View yang disebut sebagai ponsel layar berasio 16:9.5 pertama di dunia. Kehadiran O1 Pro tampaknya memperluas eksperimen form factor tersebut ke jenjang sub-brand.
Baca Juga:
Konfigurasi Memori hingga Harga Setara Flagship
Osta O1 Pro disebut akan hadir dalam empat varian memori, yaitu 12/256GB, 12/512GB, 16/512GB, dan 16GB/1TB. Spesifikasi dan harganya diklaim sejajar dengan jajaran flagship Huawei. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi harga adalah kondisi harga memori yang sedang mahal belakangan ini.
Posisi harga tersebut menandai pergeseran dari rumor awal. Sebelumnya, ponsel Xingmang digadang-gadang mengisi kelas menengah dengan chipset Kirin 8-series. Kini, narasi berubah ke arah perangkat kelas atas, setidaknya untuk gelombang pertama produk Osta.
Saat ditanya apakah Huawei akan menyerahkan seluruh lini ponsel layar lebar kepada Osta, salah satu tipster menyatakan form factor tersebut tetap akan dipertahankan di jajaran brand utama Huawei. Artinya, Osta tidak sepenuhnya mengambil alih segmen layar lebar, melainkan berjalan berdampingan dengan lini utama.
Langkah Huawei membangun sub-brand bukan hal yang sepenuhnya asing. Perusahaan asal Shenzhen itu terus memperluas ekosistem produknya, termasuk lewat perangkat audio seperti Huawei FreeBuds Neo yang disebut sebagai TWS ANC teringan di kelasnya. Strategi multi-brand pun menjadi cara Huawei menjangkau lebih banyak segmen tanpa mengganggu identitas lini utamanya.
Ekspansi Huawei juga terlihat dari sisi jaringan ritel. Perusahaan baru saja menembus 100 Experience Store dengan meresmikan sembilan gerai baru. Infrastruktur ritel yang luas ini menjadi kanal potensial bila Osta benar-benar diluncurkan ke pasar konsumen.
Sementara itu, lini utama Huawei tetap aktif. Ponsel seperti Huawei Nova 16s Pro disebut siap melenggang ke pasar global, menunjukkan bahwa Huawei tidak melambat dalam merilis produk di segmen menengah-atas.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Huawei soal nama Osta maupun tanggal peluncuran kedua ponsel perdananya. Semua informasi masih bersumber dari bocoran leaker, sehingga detail seperti spesifikasi final, harga, dan ketersediaan pasar bisa berubah. Yang jelas, bila klaim ini akurat, Osta akan menjadi babak baru strategi multi-brand Huawei di segmen ponsel kelas atas.


