spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Huawei Siapkan Sub-Brand Baru, Ini Bocoran nya!

Telko.id – Huawei dikabarkan tengah bersiap meluncurkan sub-brand baru untuk lini ponselnya. Leakster Dingjiao Digital melaporkan bahwa perusahaan asal Shenzhen itu akan memperkenalkan merek bernama Xingmang (星芒), yang dalam bahasa Mandarin berarti “cahaya bintang”. Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh laporan CNMO.

Kabar ini menandai babak baru strategi Huawei di pasar ponsel setelah bertahun-tahun menghadapi pembatasan dagang dari Amerika Serikat. Sejak masuk dalam entity list, Huawei tidak lagi bisa mengakses layanan Google Play Services dan hanya memiliki akses ke AOSP. Kondisi itu memaksa perusahaan mengandalkan ekosistem buatan sendiri, HarmonyOS Terbaru, serta chipset Kirin untuk perangkat-perangkatnya.

Hingga kini, detail soal Xingmang masih sangat terbatas. Belum diketahui apakah sub-brand ini akan dipasarkan secara global atau hanya beredar di pasar Tiongkok. Jika pun melantai di pasar internasional, nama Xingmang berpotensi memakai sebutan berbeda. Sebagai gambaran, Honor dahulu dikenal dengan nama Glory dalam bahasa Mandarin sebelum akhirnya spin-off dan berdiri sendiri dengan Android serta akses chip Qualcomm dan MediaTek.

Spesifikasi Xingmang: Kirin 8 Series dan HarmonyOS

Menurut bocoran yang beredar, ponsel-ponsel Xingmang akan ditenagai chipset Kirin 8 series. Pilihan chip tersebut menempatkan lini ini di segmen menengah, bukan kelas flagship. Perangkat Xingmang juga dipastikan mengusung HarmonyOS karena Huawei masih berada dalam daftar entitas yang dibatasi Amerika Serikat.

Ada sejumlah fitur premium yang kemungkinan besar tidak akan hadir di lini Xingmang. Salah satunya adalah konektivitas satelit, fitur yang belakangan jadi andalan Huawei di perangkat kelas atas. Meski begitu, ponsel Xingmang diperkirakan tetap mempertahankan XMAGE, brand teknologi pencitraan internal Huawei setelah perusahaan berpisah dari Leica.

Soal lini ponsel Huawei yang sudah ada, belum ada kejelasan apakah Xingmang akan menggantikan atau melengkapi seri tertentu. Berdasarkan pilihan chipsetnya, seri flagship Pura dan Mate diprediksi tetap berada di bawah bendera Huawei. Pertanyaannya, bagaimana nasib seri nova kelas menengah dan model Enjoy kelas pemula? Sejarah pernah mencatat hal serupa. Honor awalnya adalah nama sebuah ponsel yang dirilis pada 2011 sebelum berubah menjadi sub-brand penuh.

Nama Xingmang disebut tidak hanya akan dipakai untuk ponsel. Informasi yang beredar menyiratkan potensi penggunaan merek tersebut pada kategori produk lain, meski rinciannya masih minim. Langkah ini sejalan dengan strategi Huawei yang terus memperluas ekosistem perangkat berbasis HarmonyOS, mulai dari tablet hingga perangkat komputasi.

Perluasan ekosistem itu sendiri bukan hal baru. Huawei sebelumnya sudah menghadirkan perangkat tablet dengan sistem operasi buatannya, seperti yang terlihat pada MatePad SE yang menjalankan HarmonyOS 3.0. Bahkan, tablet HarmonyOS 2 dari Huawei juga sempat dipersiapkan untuk masuk ke pasar Indonesia pada Agustus beberapa tahun lalu. Pola ini menunjukkan Huawei konsisten membangun lini produk yang tidak bergantung pada ekosistem Google.

Dampak bagi Pasar Ponsel Menengah

Kehadiran Xingmang berpotensi mengubah peta persaingan di segmen menengah, khususnya di pasar Tiongkok. Dengan chip Kirin 8 series dan HarmonyOS, Huawei bisa menawarkan perangkat yang sepenuhnya mandiri secara teknologi tanpa bergantung pada pemasok asing. Strategi ini sekaligus memperkuat posisi Huawei di tengah tekanan geopolitik yang belum mereda.

Bagi konsumen, sub-brand biasanya menghadirkan pilihan dengan harga lebih terjangkau dibanding lini utama. Pola serupa pernah dijalankan Huawei lewat Honor sebelum akhirnya dilepas. Jika Xingmang mengikuti jejak tersebut, pengguna bisa berharap perangkat dengan teknologi pencitraan XMAGE dan ekosistem HarmonyOS di rentang harga yang lebih ramah kantong.

Namun, ada sejumlah ketidakpastian yang masih menyelimuti rencana ini. Selain soal nama global dan ketersediaan pasar, belum jelas pula bagaimana Huawei akan memosisikan Xingmang di antara seri nova dan Enjoy yang sudah lebih dulu dikenal konsumen. Semua itu baru akan terjawab dalam waktu dekat.

Xingmang atau Starlight dijadwalkan diperkenalkan pada akhir bulan ini. Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai upaya Huawei memperkuat fondasi ekosistem perangkat lunak dan kerasnya secara bersamaan. Pengembangan ekosistem HarmonyOS memang menjadi prioritas, termasuk lewat dorongan bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi native, sebagaimana pernah dilakukan Huawei dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi pasar Indonesia sendiri, belum ada indikasi apakah Xingmang akan masuk. Huawei memiliki rekam jejak menghadirkan perangkat HarmonyOS di Tanah Air, tetapi setiap lini produk punya strategi peluncuran yang berbeda. Konsumen yang menantikan perangkat Huawei terjangkau berbasis HarmonyOS tampaknya masih harus menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.

Yang jelas, langkah Huawei membentuk sub-brand baru menunjukkan perusahaan tidak berhenti berinovasi meski berada dalam tekanan pembatasan dagang. Jika Xingmang benar-benar meluncur akhir bulan ini, pasar ponsel menengah akan mendapat pemain baru dengan identitas teknologi yang sepenuhnya dikembangkan Huawei sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU