Kategori: Startup

  • ShopBack Hadirkan ‘Cashback’ Untuk Pengguna Indonesia

    ShopBack Hadirkan ‘Cashback’ Untuk Pengguna Indonesia

    Telko.id – ShopBack sebagai start-up yang menyediakan solusi belanja online di Indonesia akan meluncurkan Mobile apps yang tersedia di dua platform mobile yakni Android dan iOS.

    Indra Yonatan, Co-founder ShopBack mengungkapkan, “Shopback ini berbeda dibandingkan dengan startup maupun e-commerce di Indonesia, karena kami menghadirkan semua situs e-commerce yang biasa dikunjungi di Indonesia,” ujarnya ketika peluncuran aplikasi ShopBack, di Jakarta (24/5).

    ShopBack sendiri merupakan sebuah startup yang bekerjasama dengan beberapa e-commerce lokal maupun mancanegara. Melalui kerjasama tersebut, ShopBack sejatinya menghadirkan traffik pengunjung kepada partner mereka tersebut.

    Di Indonesia sendiri, Startup ini telah hadir sejak Januari tahun ini dan berhasil menggandeng beberapa pemain e-commerce raksasa di Indonesia seperti Blibli.com, Tiket.com, Lazada, sertamataharimall.com, ShopBack kini telah menggandeng 80 e-commerce di Indonesia yang berasal dari berbagai sektor seperti gadget, fashion, makanan, hingga pemesanan tiket hotel dan pesawat.

    Sekadar informasi, pengguna yang berbelanja di beberapa e-commerce tadi melalui ShopBack, akan mendapatkan cashback sebesar 10% dari total transaksi si pengguna.

    “Kami sangat senang dapat membantu semua orang yang gemar berbelanja di Indonesia dengan memberikan alternatif berbelanja yang lebih hemat dan cermat. Sekarang belanja apapun bisa dapat
    tambahan cashback yang bisa ditunaikan ke rekening bank Anda.” tambah Indra.

    Pengguna ShopBack juga bisa berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti smartphone, action camera, hingga hadiah utama motor Honda dengan mengajak
    teman untuk daftar (sign-up) di ShopBack.co.id

    Bukan hanya itu, Khusus 2 hari pada tanggal 25 – 26 setiap belanja di 1 toko online merchant akan mendapatkan tambahan cashback Rp. 25.000. Dengan maksimum 100.000.

    Hingga pertengahan bulan Mei, ShopBack Indonesia telah berhasil membagikan cashback lebih dari
    7 miliar rupiah kepada pelanggannya di Indonesia.

  • Baru Meluncur, Bos JET Klaim Aplikasi Mereka Stabil

    Baru Meluncur, Bos JET Klaim Aplikasi Mereka Stabil

    Telko.id – PT. PT Joint Express Transport hari ini (20/5) , meluncurkan sebuah aplikasi ride sharing yang lebih mengutamakan logistik untuk kawasan Jabodetabek.

    Startup asli asal Indonesia ini siap menghadapi persaingan di pasar ride sharing Indonesia, dimana sudah terdapat setidaknya tiga pemain besar yang bermain disana. Mereka menganggap, usaha mereka lebih condong ke transportasi barang dan bukan transportasi pengguna.

    Adalah Poeti Fatima Arsyad selaku COO dari JET yang mengungkapkan bahwa didalam aplikasi JET terdapat tiga fitur logistik dan hanya satu fitur saja yang mengangkut penumpang.

    Poeti juga mengungkapkan bahwasanya aplikasi JET ini cukup stabil dan masih cukup aman menampung traffik pengguna.

    “Berbicara mengenai stabilitas aplikasi kita, ‘inshaa Allah’ baik-baik saja, jika dibandingkan dengan yang sudah ada, saya rasa tidak fair karena mereka sudah melakukan beberapa update, tapi kita memiliki tim IT asli Indonesia yang sudah berusaha secara maksimal dan memonitoring aplikasi,” ucap Poety pada saat peluncuran aplikasi ini di Jakarta(20/5).

    Ia menambahkan, “karena aplikasi kita kan masih baru walaupun saya tidak berharap itu terjadi, pasti akan ada crash di kanan kiri , tapi kita akan coba tanggulangi karena sampai dengan saat ini tim IT kita tetap bekerja dibelakang untuk mengatasi crash tersebut,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini mereka masih memanfaatkan sistem cloud berbasis public cloud. Namun mereka optimis ketika berbicara keamanan dan menjamin keamanan tersebut.

    “Masalah security bisa dijamin, karena kami hati-hati sekali mengenai security nya dan berusaha semaksimal mungkin untuk mensecure data pelanggan kita,” tutur Poety.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pengguna tidak perlu mengkawatirkan hal tersebut karena tim IT JET sudah membangun firewall untuk mengatasi serangan siber yang mungkin akan menyerang mereka.

    Sampai dengan saat ini, JET juga masih menunggu kucuran dana dari dua konglomerat untuk mengembangkan bisnis mereka.

  • Gandeng Jakarta Smart City, IBM Gelar Linux Challenge 2016

    Gandeng Jakarta Smart City, IBM Gelar Linux Challenge 2016

    Telko.id – Setelah sukses dalam gelaran yang sama tahun lalu, IBM kini kembali menggelar Linux Challenge guna mencari developer berbakat dengan aplikasi yang menawan. Kali ini, berbeda dengan gelaran sebelumnya, IBM menggandeng Jakarta Smart City, dan menggaungkaan dua tema utama, yakni ‘Micro Finance’ dan ‘Smart City’.

    Tak kurang 100 peserta pun ditargetkan IBM dalam gelaran kali ini, yang nantinya akan dinilai berdasarkan dokumen, presentasi, sebelum akhirnya mulai dilihat aplikasi serta functionality-nya. “Grand final adalah test dari performance-nya,” kata Aditya Banuaji, IBM Power & System Client di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/5).

    Ia juga menyebut alasan IBM menggandeng Jakarta Smart City adalah agar setelah terpilih, para pemenang bisa langsung mengaplikasikan aplikasi buatannya untuk program smart city di Jakarta.

    Saat ini, seperti diketahui, beberapa hal seperti kemacetan, kesehatan, pendidikan, kebersihan dan tidak lupa sistem perizinan, masih menjadi isu utama bagi Jakarta dalam menerapkan program smart city. Nantinya, IBM serta Jakarta Smart City berharap dapat menemukan developer-developer tangguh, dengan aplikasi terbaiknya untuk mewujudkan rencana ini.

    Tujuh developer dengan aplikasi terbaik siap dinobatkan menjadi pemenang. Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dengan total Rp150 juta.

    “Kita juga akan memberikan workshop, bagaimana cara menggunakan platform kita serta menyediakan fasilitas marketing bersama IBM untuk mereka,” tambah Aditya.

    Kegiatan marketing bersama IBM ini akan memungkinkan para developer mengikuti setiap kegiatan IBM dan memperkenalkan mereka kepada para sponsor serta partner IBM selama satu tahun.

    “Jadi intinya, selain kami ingin memberikan solusi, kami juga ingin membantu para developer lokal untuk mengembangkan bisnis mereka bersma IBM,” pungkas Aditya.

    Nantinya, IBM akan memberikan mentoring kepada para pemenang agar mudah dalam menghadapi persaingan. Untuk pendaftaran ajang ini akan dibuka mulai tanggal 12 Mei hingga tanggal 1 Juni 2016. [ak/if]

  • MokaPOS Solusi Financial Khusus UKM ‘Go Digital’

    MokaPOS Solusi Financial Khusus UKM ‘Go Digital’

    Telko.id – Transformasi digital, kini menjadi keharusan. Bagi perusahaan besar, mungkin tidak menjadi masalah karena memiliki dana untuk melakukannya. Bagaimana dengan usaha kecil menengah? Telkomsel menggandeng starup Moka dengan meluncurkan MokaPOS untuk mendukung bisnis UKM ‘Go Digital’.

    Moka Poin of Sales atau Moka POS adalah sebuah platform solusi finansial bagi UKM yang memungkinkan penggunaan telepon seluler (ponsel) dan tablet sebagai terminal untuk melakukan transaksi online secara real time dimana pun dan kapan pun. Selain itu, solusi ini juga dapat membantu UKM dalam mengelola inventaris dan adminstrasi konsumen/pelanggan.

    General Manager Corporate Business Solution Management Telkomsel, Rini Apriliani mengatakan, “Dengan meningkatnya adopsi gaya hidup digital di masyarakat, Telkomsel menghadirkan solusi finansial digital bagi para pengusaha UKM untuk mengelola bisnisnya dengan mudah dan nyaman melalui MokaPOS. Hal ini juga sejalan dengan misi Telkomsel untuk membangun ekosistem digital di Indonesia.”

    Rini menambahkan bahwa penggunaan MokaPOS dengan dukungan jaringan broadband terluas dan tercepat dari Telkomsel akan meningkatkan produktivitas UKM. “Penggunaan layanan data Telkomsel akan memperlancar transaksi pembayaran merchant dan pengelolaan data berbasis cloud, serta meningkatkan kenyamanan komunikasi dengan pelanggan melalui platform digital ini”, jelas Rini.

    CEO & CoFounder Moka, Haryanto Tanjo mengatakan, “Ada jutaan UKM di Indonesia yang masih mengatur usaha mereka secara manual. Berkerjasama dengan Telkomsel, Moka memudahkan para pemilik usaha untuk menggunakan aplikasi sistem kasir yang dapat diunduh langsung pada smartphone dan tablet. Dengan basis Cloud yang digunakan oleh Moka, pemilik usaha dapat mengakses laporan penjualan, inventaris dan lainnya secara real time.”

    Solusi MokaPOS menghadirkan berbagai layanan yang akan membantu mempermudah kerumitan pengelolaan bisnis sehingga pengusaha dapat lebih fokus dalam pengembangan usahanya. MokaPOS memungkinkan merchant untuk melakukan transaksi pembayaran dari konsumen/pelanggan dengan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit. Selain itu, platform ini juga dapat menyediakan laporan dan analisa keuangan secara real time tanpa harus menunggu sampai akhir hari. Tidak hanya itu, tersedia juga fitur untuk pengelolaan karyawan dan inventaris, serta manajemen data dan feedback dari pelanggan.

    Aplikasi MokaPOS dapat dengan mudah diunduh, dan penggunanya akan selalu mendapatkan update fitur-fitur terbaru secara gratis. Selain itu, berkat basis cloud yang digunakan oleh aplikasi ini, pelaku bisnis dapat mengelola usahanya kapanpun dan dimanapun dengan cukup melakukan sign in ke akun yang dimilikinya.

    Dalam acara peluncuran yang diselenggarakan di Berry Biz Hotel, Bali tersebut diadakan juga seminar dengan tema ‘Peran Internet dan Solusi Digital untuk Memaksimalkan Bisnis UKM’ serta demonstrasi layanan solusi MokaPOS yang dihadiri oleh para UKM di Bali.

    Sebagai wujud komitmen untuk mendukung perkembangan bisnis UKM di Indonesia, Telkomsel juga telah menghadirkan SME Corner yang dapat dijumpai oleh pelanggan di GraPARI Denpasar, GraPARI Banda (Bandung), GraPARI Pemuda (Surabaya), dan GraPARI Yogya. Di SME Corner ini, para pelaku UKM akan dilayani oleh agen customer service yang memiliki product knowledge lengkap tentang UKM. Agen-agen ini juga siap untuk memberikan konsultasi dan menjawab berbagai pertanyaan terkait produk/solusi UKM Telkomsel. Bahkan di beberapa lokasi terdapat demo produk dan display solusi yang ditawarkan.

    Selain itu, berbagai kegiatan terkait dengan dunia UKM dilakukan secara berkala, seperti kelas workshop dan FGD (Focus Group Discussion) yang berkolaborasi dengan komunitas pelaku UKM setempat, seperti yang belum lama ini dilakukan oleh Manajemen Telkomsel Area Jabotabek Jabar yang ikut terlibat dalam acara Indonesia Marketeers Festival 2016 yang diselenggarakan di kota Bandung guna mensosialisasikan layanan corporate business solutions untuk kalangan komunitas UKM yang ada di wilayah Jawa Barat.

    Telkomsel juga menawarkan solusi UKM lainnya yang tergabung dalam layanan PAKAR (PAket Komunikasi Andalan wiRausaha). PAKAR menyediakan solusi yang memenuhi kebutuhan UKM, mulai dari komunikasi hingga kebutuhan UKM dalam memasarkan produknya. (Icha)

  • MDI Ventures Incar Startup High-growth di Asia Tenggara dan Silicon Valley

    MDI Ventures Incar Startup High-growth di Asia Tenggara dan Silicon Valley

    Telko.id – MDl Ventures. sebuah pemodal ventura inisiatif PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) siap mengucurkan dana investasi untuk disuntikan kepada karya-karya terbaik di industri teknologi. MDI Ventures akan berinvestasi di startup teknologi yang sudah masuk ke tahap growth dan
    bersinergi dengan Telkom Grup.

    “Peluncuran ini memantapkan posisi MDI sebagai corporate venture yang dapat menjadi panutan bagi korporasi lainnya untuk bekerja bersama Telkom guna membangun ekosistem industri digital yang berkesinambungan,” Ujar Innovation & Strategic Portfolio Director Telkom Indra Utoyo pada keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Jumat (7/4).

    Dikatakannya, MDI Ventures akan beroperasi di Asia Tenggara dan juga
    Silicon Valley melalui kerjasama dengan akselerator asal AS ‘Plug n Play’.

    Sekadar informasi, MDI Ventures sudah memiliki kantor operasional di Sunnyvalle, California dan Jakarta guna mencakup jangkauan global. Peluncuran resmi ini dilakukan Telkom untuk memantapkan posisi sebagai salah satu
    corporate venture di Asia yang dapat menjadi panutan, MDI Ventures juga berkomitmen di dalam pembangunan ekosistem industri digital yang berkelanjutan.

    MDI Ventures fokus ke beberapa sektor di industri digital, seperti, Digital Advertising, Payment Solutions,
    Cloud Computing, Big Data, Media Services, Digital Life, Mobile Apps, E-Commerce, Forms of Future Communications dan internet of Things, Beberapa startup yang sudah menjadi portfolio dari MDI.

    Ventures, seperti Ematic dan Vesboss. Kedua startup tersebut terbukti menjadi startup yang menggunakan teknologi untuk mengubah lanskap industri dan memberikan dampak signifikan kepada
    pasar dan juga konsumen baik di Indonesia, regional maupun global.

    “Visi untuk masa depan secara global inilah yang membedakan MDI Ventures dengan pemain ventura lain di Indonesia, dan memberikan gambaran besar bagi MDI Ventures untuk menentukan strateginya dalam berinvestasi di startup,” tambah Indra.

    MDl Ventures juga mengundang korporasi lain yang juga telah masuk atau sedang menjajaki untuk masuk ke
    industri teknologi dan berinvestasi di startup, MDI Ventures percaya semakin banyak korporasi yang masuk ke industri startup dapat menjadi sokongan yang kokoh untuk membawa startup ke tingkat lanjutan di luar dari dukungan yang diberikan pemodal ventura institusional non-korporasi.

  • Imagine Cup 2016 Temukan Tiga Wakil Indonesia

    Imagine Cup 2016 Temukan Tiga Wakil Indonesia

    Telko.id – Untuk mendukung generasi muda dalam mewujudkan ide aplikasi bermanfaat bagi masyarakat luas, Microsoft kembali menghadirkan kompetisi Imagine Cup. Putaran final tingkat nasional dari kompetisi yang ditujukan khusus bagi pelajar dan mahasiswa berbakat Indonesia tersebut diselenggarakan di @America, Pacific Place Jakarta hari ini, dengan diikuti 9 tim developer muda yang bersaing ketat untuk membuktikan kehebatan berbagai aplikasi ciptaan mereka.

    Aplikasi-aplikasi yang ditampilkan pada Imagine Cup 2016 begitu beragam. Mulai dari aplikasi ‘IMS+’ yang mampu memonitor pasien rawat inap rumah sakit dengan mendeteksi cairan infus dan mengingatkan jadwal minum obat, aplikasi ‘Froggy the Pesticide’ – sebuah game interaktif yang mengajarkan pengguna tentang bahaya pestisida dan manfaat biopestisida, hingga aplikasi ‘TaniHub’ – sebuah platform e-commerce yang memudahkan para pengguna untuk berbelanja sayur dan buah-buahan segar dengan menghubungkan pengguna langsung kepada para petani. Menariknya, tahun ini Imagine Cup menerima lebih banyak ide aplikasi yang berkaitan dengan bisnis dan kewirausahaan.

    Membuka konferensi pers Imagine Cup 2016, Andreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia mengatakan, “Kini pola berpikir generasi muda telah semakin kreatif dan solutif – dua fondasi kuat untuk menjadi entrepreneur masa depan. Ditambah dengan penguasaan teknologi di era yang serba digital, kami yakin kelak generasi muda pun dapat menjadi technopreneur handal yang mampu membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.”

    Sekadar informasi, tahun ini merupakan tahun ke-11 penyelenggaraan Imagine Cup di Indonesia dengan peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan setiap tahunnya. “Kompetisi Imagine Cup terus berhasil membuktikan bahwa aplikasi inovatif yang dikembangkan oleh para developer muda dapat menghadirkan solusi nyata bermanfaat yang mampu menangani berbagai tantangan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, Microsoft terus membina dan mendukung para developer muda di Indonesia melalui ajang Imagine Cup agar dapat meningkatkan kapasitas diri serta jiwa kewirausahaan mereka,” ujar Anthonius Henricus, Developer Experience & Evangelism Director, Microsoft Indonesia.

    Imagine Cup juga telah melahirkan developer muda yang sukses mengembangkan aplikasi mereka dan digunakan oleh beberapa jenis usaha. seperti, CAKRA dan Radya Labs. CAKRA merupakan pemenang Imagine Cup Indonesia 2014 kategori world citizenship yang sukses mengembangkan aplikasi terapi autis dengan teknologi interaktif. Aplikasi ini telah digunakan oleh kurang lebih 2.000 pengguna yang berasal dari 78 kota di Indonesia dan 6 negara lainnya. Sementara itu, Radya Labs merupakan pemenang Imagine Cup Indonesia 2010 kategori software design yang telah sukses menjadi sebuah startup di bidang pengembangan perangkat lunak mobile. Radya Labs berhasil membuat beragam aplikasi untuk startup maupun korporasi besar seperti Telkom, Indosat, Telkomsel, Java Jazz Festival, dan D’COST Seafood Restaurant. Mereka juga telah memberikan berbagai pelatihan terkait pengembangan serta pengimplementasian mobile apps kepada beberapa institusi seperti Pertamina dan Menkominfo.

    Dalam acara Imagine Cup 2016 yang berupaya untuk mendorong inovasi dan meningkatkan jiwa kewirausahaan generasi muda, Microsoft turut bekerjasama dengan Bank Mandiri. Rico Usthavia Frans, Managing Director, Bank Mandiri mengatakan, “Visi dan misi ajang kompetisi Imagine Cup 2016 sejalan dengan semangat Bank Mandiri untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda dan mendukung perkembangan startup di Indonesia. Karena itu, kami mengadakan kolaborasi antara Imagine Cup dengan Wirausaha Muda Mandiri 2016, dimana para finalis Wirausaha Muda Mandiri bidang teknologi digital berkesempatan untuk mengikuti putaran semifinal Imagine Cup 2016. Dengan begitu, mereka dapat menciptakan aplikasi-aplikasi yang berguna bagi bisnis mereka.”

    Dari 118 proyek yang terkumpul pada tahap seleksi awal Imagine Cup 2016 tingkat nasional, hanya tiga tim developer muda terbaik yang berhak mewakili Indonesia di semifinal Imagine Cup 2016 tingkat dunia. Lantas Siapa tiga developer tersebut?

    Tiga wakil dari Indonesia tersebut adalah para pemenang dari Imagine Cup tingkat Nasional. berasal dari tiga ketori yang berbeda, ketiga developer ini sukses meyakinkan para juri lewat presentasi singkatnya serta aplikasi mereka yang cukup mumpuni.

    Berikut masing-masing pemenang dari Imagine Cup tingkat Nasional ini :

    Tim None Developers dari Universitas Trunojoyo Madura dengan proyek Froggy & The Pesticide menjadi pemenang kategori Games.

    Froggy and the Pesticide merupakan game yang memiliki cara bermain yang menarik, menantang dan dapat membuat kecanduan, game ini menceritakan tentang Froggy sebagai spesies yang bukan target dari penggunaan pestisida akan tetapi anehnya pestisida tetap menyemprotkan cairan beracunnya kearah froggy . Jadi, Froggy berusaha keras untuk mengganti pestisida dengan biopestisida karena pestisida sendiri merupakan semprotan beracun yang membuat spesies lain menjadi keracunan.

    Tujuan game ini adalah mengganti pestisida dengan biopestisida. Maka froggy harus mencapai lokasi pestisida berada dan mengumpulkan biopestisida untuk menyelesaikan game.

    Cara main game ini adalah dengan swipe ke arah kayu untuk menempel pada kayu, tap untuk
    melepaskan, tap dua kali untuk melompat ke atas,swipe ke arah tanah untuk memantul. Berhati-hatilah terhadap cairan beracun yang disemprotkan oleh pestisida dan jangan lupa untuk mengambil biopestisida. Di sisi lain, game ini menyarankan penggunaan biopestisida dan memberikan informasi tentang bahayanya pestisida.

    Tim Garuda45 dari University of Edinburgh, University College London, dan King’s College London dengan proyek TB DeCare menjadi pemenang kategori World Citizenship.

    Metode deteksi bakteri tuberkulosis (TB) yang paling banyak digunakan di seluruh dunia adalah pemeriksaan sputum menggunakan Basil Tahan Asam (BTA). Metode ini banyak diterapkan di negara-negara berkembang dan negara tertinggal karena metode ini merupakan yang paling murah dan efisien. Namun, pemeriksaan BTA juga memiliki beberapa kekurangan, seperti sensitivitas yang rendah (<60%), memerlukan tenaga professional laboran, serta potensi menghasilkan pemeriksaan yang berbeda antar laboran karena faktor lelah maupun standar evaluasi yang berbeda antar individu.

    TB DeCare (Tuberculosis Detect and Care). Pertama, TB DeCare terintegrasi dengan alat pendeteksi otomatis menggunakan pengelolaan citra digital (digital image processing) dari sputum (dahak) pasien. Metode ini mengadaptasi penelitian yang sudah dilakukan oleh Forero et al (2006) dengan mengombinasi metode segmentasi dan Gaussian Mixture Model untuk mengidentifikasi Mycobacterium tuberculosa di dalam sputum. Hasil penelitian menunjukkan, metode ini mampu meningkatkan sensitivitas deteksi hingga 98% dan spesifisitas sebesar 99%. Kedua, agar alat pendeteksi

    TB ini dapat terjangkau di derah-daerah terpencil, maka kami juga mengembangkan mikroskop portable dengan menggunakan ponsel. Kami mengadaptasi sebuah alat yang mampu meningkatkan kapasitas kamera ponsel untuk menjadi mikroskop dengan perbesaran hingga 1000x dengan harga yang sangat terjangkau. Melalui alat ini, maka pendeteksian bakteri TB pada sputum pasien tidak lagi memerlukan kinerja evaluasi laboran dan mikroskop di laboratorium, namun dapat diterapkan secara otomatis hanya dengan menggunakan ponsel. TB DeCare merepresentasikan alat diagnosis TB yang mudah, efisien, dengan hasil yang akurat.

    Permasalahan lain dari TB adalah rendahnya angka kepatuhan berobat pasien yang dapat menyebabkan kejadian putus berobat bahkan resistensi terhadap obat (MDR TB – Multi Drug Resistant TB). Oleh sebab itu, TB DeCare juga terintegrasi dengan portal informasi TB sekaligus aplikasi pengingat minum obat secara otomatis. Melalui sistem TB DeCare, dokter atau tenaga kesehatan dapat memasukkan data setiap pasien yang telah terdektesi terinfeksi dengan TB serta mengevaluasi pengobatan pasiennya. Data demografi, gejala, riwayat penyakit, pengobatan, evalusi vital pasien akan terekam dalam sistem TB DeCare

    Tim Hoome Studio dari Institut Teknologi Bandung dan Telkom University dengan proyek Hoome menjadi pemenang Imagine Cup 2016 kategori Innovation.

    Hoome adalah rumah pintar pertama yang mencoba untuk beradaptasi dengan kondisi penggunanya
    dan kenyamanan penggunanya. Berbeda dengan rumah pintar yang ada selama ini, hoome akan menyebar sensor pada pengguna, bukan pada lingkungannya. Kondisi user seperti tingkat stress, kondisi mood, kesadaran, tingkat kenyamanan dan lain-lain akan direkam oleh wearable device. Kami menggunakan tiga wearable device yaitu EEG, EMG, dan smartwatch. Setelah mendapatkan kondisi user, aplikasi akan mengatur peralatan di dalam rumah, seperti mengatur pencahayaan, suhu dan temperatur, aroma terapi, serta TV atau home entertainment di rumah tersebut.

    Dokter dapat memasukkan jadwal minum obat, jadwal kunjungan, serta jadwal pengambilan obat pasien yang kemudian terhubung dengan sistem pengingat otomatis. Pasien dan PMO (Pengawas Minum Obat) juga dapat mengakses informasi mengenai tuberkulosis, jadwal pengobatan, serta forum konsultasi dengan tenaga kesehatan melalui mobile apps. Sistem ini dapat mengadaptasi ketersediaan teknologi di wilayah pengguna, sehingga pengingat minum obat dapat dikirimkan baik dalam bentuk aplikasi mobile atau melalui SMS. TB DeCare mengintegrasikan seluruh komponen yang diperlukan untuk memberantas TB, dengan menggunakan teknologi tepat guna dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat dengan mudah diterapkan di negara-negara berkembang dimana permasalahan TB paling banyak ditemukan.

  • Mbiz membuka Peluang Baru Bagi Vendor Lokal

    Mbiz membuka Peluang Baru Bagi Vendor Lokal

    Telko.id – Salah satu e-commerce dari Lippo Group, Mbiz hadir dengan membuka banyak kesempatan dan peluang bagi para vendor lokal khususnya dari ranah telekomunikasi untuk megembangkan bisnis mereka. Pasalnya, e-commerce yang baru meluncurkan versi beta ya ini hadir dengan menyasar segmen B2B dan juga B2G.

    “Segmen telko pastinya adalah sebuah area yang cukup mengundang minat semua orang untuk masuk kesana dan saat ini merupakan industri yang sedang bertumbuh denan banyak pemain,” ujar Adrian Suherman, selaku Komisaris Mbiz.co.id.

    Sekedar informasi, menurut Kemenperin, saat ini sudah banyak vendor lokal yang memproduksi peralatan telekomunikasi sendiri. Apalagi, jika dikaitkan dengan TKDN di proyek Palapa Ring tentunya ini sangat membantu para vendor jaringan ataupun operator seluler untuk mendapatkan produk telko melalui Mbiz.

    Adrian juga mengungkapkan bahwa mereka sangat terbuka dengan vendor lokal agar mereka memiliki kesempatan untuk menjual produk mereka ke berbagai perusahaan dan termasuk perusahaan multinasional yang sudah menjadi klien dari Mbiz.

    “Sebenarnya dengan adanya Mbiz ini, kita merangkul semua penyedia barang dan jasa khususnya penyedia lokal, sehingga mereka punya kesempatan untuk bisa masuk dan menjual semua produk barang dan jasa mereka ke Company yang bukan hanya dari Lippo Group, melainkan juga dari company Multinasional yang telah berpartner dengan Mbiz,” ucap Adrian di sela-sela kegiatan soft launch Media Briefing Mbiz di kantor mereka di Jakarta,(22/3).

    20160322_164238_1

    Sekedar informasi, menurut ‘insight’ dari beberapa vendor sub-con, sejatinya produk lokal tidak kalah bagusnya jika dibandingkan dengan produk buatan luar negeri. walaupun belum 100 persen ciptaan lokal, namun nyatanya produk kreasi anak bangsa ini juga sudah cukup bagus.

    Sementara jika berbicara mengenai harga, harga yan ditawarkan oleh produk ciptaan lokal juga masih termasuk dalam kategori kompetitif. Bahkan, vendor besar sekelas Nokia pun telah menggunakan produk pendukung ciptaan lokal, walau tidak 100 persen.

    Sekedar informasi, dalam versi beta Mbiz, terdapat 12 kategori barang dan jasa yang dijual. seperti Alat elektronik, furniture Perabot, ATk, perangkat telekomunikasi dan lain-lain. Untuk versi selanjutnya, Mbiz akan merampinkan kategori ini menjadi hanya 10 kategori saja, yang tidak lain tujuannya adalah untuk mempermudah pelanggan dalam mencari barang dan jasa yang mereka inginkan.

    Untuk kategori telekomunikasi sendiri, terdapat 7 sub kategori seperti, Radio komunikasi, Handphone, Aksesoris Handphone, Telepon, Antena, Penguat Signal Handphone serta tidak ketinggalan PABX.

    Sekedar informasi, pasar B2B di Indonesia sendiri memiliki opportunity yang sangat baik, karena pemain di segmen ini masih tergolong jarang, apalagi untuk ranah e-commerce. Menanggapi hal tersebut, Adrian menyebutkan, “kalau saya lihat di negara lain, perbadingan antara B2B dan B2C, size dari B2B itu berlipat-lipat tergantung dari negaranya, ada antara 5 sampai 20 kali lipat dari segmen B2C dan itu adalah opportunity yang sama yang kami lihat di Indonesia,”

    Adrian juga menyebutkan, dari sisi pemerintahan sendiri sangat mendorong Lippo untuk segera menghadirkan e-commerce ini, karena tentu saja hal ini dapat meempermudah mereka untuk mengurus keperluan dan perlengkapan kantor secara lebih sederhana dan transparan.

  • Lengkapi Lini Bisnis E-commerce, Lippo Group Hadirkan Mbiz

    Lengkapi Lini Bisnis E-commerce, Lippo Group Hadirkan Mbiz

    Telko.id – Lippo Group hari ini mengumumkan peluncuran bisnis e-commerce terbaru mereka yakni Mbiz.co.id. Berbeda dengan Mataharimall, Mbiz hadir unuk lebih menyasar sektoral B2B (Business-to-Business) dan B2G (Business-to-Goverment). Hadirnya e-commerce baru ini, tentunya semakin melengkapi portofolio dari Lippo Group di ranah e-commerce.

    Adalah Adrian suherman selaku CEO Lippo Digital Group dan juga Komisari Mbiz mengungkapkan bahwa dipilihnya sektor B2B merupakan sebuah langkah yang positif untuk Mbiz, karena pemain e-commerce Indonesia di sektor ini masih sedikit jumlahnya. Ia menyebutkan sampai dengan saat ini baru 5 e-commerce Indonesia yang bermain di sektor ini.

    Ia menambahkan,”Di bulan september 2015, Lippo Group telah meluncurkan Mataharimall.com, dan pada hari ini kita ingin meluncurkan sebuah inovasi yang baru yakni Mbiz.co.id. layanan Mbiz akan sangat berperan penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi antar perusahaan”tambahnya, pada saat peluncuran Mbiz di Jakarta (22/3).

    Adrian juga kembali menegaskan bahwa perbedaan antara mataharimall dan Mbiz terletak pada segmen, mataharimall lebih kearah konsumer sementara Mbiz memiliki target segmen perusahaan, bisnis, dan pemerintahan. Namun, hal ini tentunya memberikan sebuah kemudahan bagi para perusahaan yang ingin berpatner dengan Mbiz, karena antara mataharimall dan Mbiz akan saling bersiergi dan perusahaan yang hendak menjual produk retailnya, dapat melakukannya di mataharimall.com.

    Selain itu, Adrian menyebut bahwa Mbiz dapat menawarkan harga yang kompetitif serta pembayaran yang dapat disesuaikan dengan para perusahaan pembeli. Perusahaan pembeli nantinya akan disuguhkan berbagai macam pilihan harga yang sangat kompetitif bagi perusahaan mereka.

    Sekedar informasi, Mbiz sendiri mulai beroperasi sejak Q3 di tahun 2015 silam, dengan klien mereka berasal dari Lippo Group Company. Meski tidak mau menyebutkan nama, sampai dengan saat ini klien Mbiz bukan hanya berasal dari Lippo Group, melainkan juga dari perusahaan multinasional.

    Sementara itu, Co-Founder Mbiz, Andrew Mawikere mengungkapkan, “Mbiz.co.id merupakan platform e-commerce dan solusi e-procerement yang terintegrasi secara web-based, dengan dukungan dari katalog multi vendor dan multi industri seperti IT, Alat Tulis, Telko hingga groceries yang tentunya akan memberikan pilihan bagi setiap perusahaan pembeli, “

    Ia juga mengutarakan kepercayaan akan pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia, dengan hadirnya Mbiz yang lebih mengarah ke sektor B2B dan B2G, tentunya akan semakin banyak lagi perusahaan ataupu perorangan yang mengakses e-commerce untuk memenuhi kebutuhan mereka.

  • Ini DIa! Profile Tiga OTT Nasional Yang Didukung ATSI

    Ini DIa! Profile Tiga OTT Nasional Yang Didukung ATSI

    Telko.id – Pemerintah sangat mendukung pertumbuhan dari OTT Nasional. Untuk itu, ATSI memberikan dukungan kepada aplikasi Over The Top (OTT) terpilih yakni Qlue (qlue.co.id), Catfiz (catfiz.com), dan Sebangsa (sebangsa.com). Seperti apa profile dari OTT Nasional terpilih tersebut?

    Qlue, ber-platform sejenis social media yang menawarkan manfaat berupa saluran komunikasi yang efektif antara masyarakat dengan pemerintah, atau dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan publik. Sistem saluran komunikasi yang dibangun ini sekaligus bisa meningkatkan nilai transparansi dengan cara yang mudah, dan dilakukan secara fun. Sarana ini cocok bagi kalangan pemerintah, termasuk pemerintah daerah, untuk mendengarkan suara warga masyarakat. Karena itu, OTT ini pun sangat pas untuk melengkapi program-program Kota Pintar (smartcity). Qlue telah dimanfaatkan oleh Pemda DKI Jakarta, dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 200 ribu user.

    Seperti juga Qlue, Sebangsa merupakan OTT yang juga berupa sosial media. Namun, OTT ini berbasis komunitas. Jadi, Sebangsa menyediakan media komunikasi yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai komunitas. Media sosial ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 30 ribu pengguna.

    Terakhir, Catfiz, lebih sebagai sarana pengirim pesan (messaging), yang diarahkan sebagai sosial media dan digital-hub. OTT ini menawarkan manfaat berupa platform yang sekaligus punya fungsi untuk keperluan pengiriman barang digital dan transaksi C2C (customer to customer). Mereka pun yakin bahwa teknologi mereka lebih unggul platform lain yang sejenis di Indonesia. Saat ini, Catfiz telah mampu mengantarkan 750 juta pesan per hari. (Icha)

  • Cupslice, Aplikasi ‘Jebolan’ Ideabox yang Mendunia

    Cupslice, Aplikasi ‘Jebolan’ Ideabox yang Mendunia

    Telko.id – Program Ideabox yang dibuat oleh Indosat Ooredoo, kembali berhasil membuktikan karya anak bangsa berhasil diakui secara global. Cupslice, sebuah aplikasi edit foto karya peserta program Ideabox, berhasil menjadi satu dari lima belas aplikasi Android terbaik untuk mengedit foto berdasarkan Android Authority.

    Cupslice adalah aplikasi edit foto yang sangat bergantung pada hal-hal seperti filter untuk memberikan pengalaman yang baik. Lebih dari filter, aplikasi ini memiliki banyak sekali stiker dan pengembangnya berusaha keras untuk menjaga dengan tren terbaru sehingga stiker selalu up to date. Filter juga dapat disesuaikan untuk memberikan tampilan yang diinginkan. Ada juga beberapa alat editing foto dasar seperti tanaman, frame, warna dan penyesuaian saturasi, hitam dan putih, kolase, serta kecerahan dan kontras.

    “Kami sangat bangga dengan  salah satu aplikasi dari program Ideabox, Cupslice, berhasil menjadi salah satu aplikasi photo editor terbaik versi Android Authority yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Ini adalah bukti nyata peran Indosat Ooredoo melalui program Ideabox dalam membangun ekosistem digital di Indonesia yang kemudian mampu berbicara di kancah global. Kami berharap akan lebih banyak lagi karya anak bangsa yang bersaing secara global,” ujar Alexander Rusli, President Director and CEO Indosat Ooredoo.

    Kesuksesan perusahaan hasil inkubasi Ideabox seperti Cupslice adalah bukti kualitas program Ideabox yang telah memainkan peran penting dalam membantu pertumbuhan iklim inkubasi teknologi di Indonesia. Ideabox berfokus kepada kualitas dan bukan kuantitas untuk memastikan startup yang diinkubasi mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan fokus kepada pembuatan produk dan jasa yang dapat bersaing tidak hanya secara lokal namun juga internasional.

    Saat ini banyak startup lulusan dari program Ideabox mendapatkan tawaran kerja sama komersial dari Indosat Ooredoo dan beberapa mitra yang menggambarkan tingginya standar bimbingan dari entrepreneuer dan mitra seperti Facebook serta lingkungan kerja yang disediakan Ideabox. Ketekunan dan fokus pada kualitas juga satu dari alasan mengapa Ideabox menjadi satu-satunya akselator dari Indonesia yang diakui secara global.

    Ideabox adalah salah satu akselerator startup terkemuka di Indonesia yang merupakan kerjasama Indosat Ooredoo dan Mountain Kejora Ventures yang didukung oleh Ooredoo Group. Sampai saat ini Indosat Ooredoo telah menyelanggarakan tiga batch program akselerasi Ideabox. Sejak diluncurkan pertama kali, Idebox telah meluluskan sebanyak 17 perusahaan startups yang merupakan hasil seleksi dari ratusan pendaftar. Beberapa penghargaan Internasional telah di dapat antara lain dari International Business Award (The Stevies), Global Telecoms Business Innovation Award, dan Asia Communications Award. (Icha)