Kategori: Startup

  • Diblokir Pemerintah China, Meta Gagal Akuisisi Startup AI Manus

    Diblokir Pemerintah China, Meta Gagal Akuisisi Startup AI Manus

    Telko.id – Ambisi Meta Platforms untuk memperkuat posisinya di bidang kecerdasan buatan mengalami hambatan besar setelah pemerintah China memblokir akuisisi startup AI Manus AI senilai sekitar US$ 2 miliar.

    Keputusan ini diambil oleh regulator China yang menilai transaksi tersebut tidak sesuai dengan aturan investasi asing di sektor teknologi strategis.

    Meta mengumumkan akuisisi Manus pada Desember 2025. Namun, Komisi Pengembangan dan Reformasi Nasional China (NDRC) baru saja memerintahkan agar akuisisi tersebut dibatalkan.

    Dalam sebuah pernyataan resmi, badan perencanaan ekonomi China mengatakan keputusan untuk melarang investasi asing di Manus dibuat sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, dan meminta semua pihak yang terlibat untuk membatalkan transaksi akuisisi.

    Meta ingin memanfaatkan teknologi Manus untuk memperkuat pengembangan AI agent, yaitu sistem AI yang mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri seperti riset, coding, hingga analisis data.

    Baca Juga:

    Namun, meskipun Manus telah memindahkan basis operasinya ke Singapura, pemerintah China tetap menganggap perusahaan tersebut sebagai bagian dari ekosistem teknologi domestik yang perlu dilindungi.

    Pemblokiran ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan teknologi antara China dan Amerika Serikat. Kedua negara sama-sama memperketat aturan terkait investasi dan transfer teknologi, terutama di bidang AI yang kini dianggap sebagai sektor strategis.

    China sendiri berupaya mencegah teknologi dan talenta AI lokal berpindah ke perusahaan asing, sementara AS juga membatasi investasi ke perusahaan AI China.

    Kasus ini juga menyoroti praktik yang dikenal sebagai “Singapore-washing”, di mana perusahaan asal China memindahkan kantor pusat ke negara lain untuk menghindari regulasi ketat dan menghindari perhatian dari pemerintah China dan AS.

    Namun langkah tersebut ternyata tidak sepenuhnya efektif, karena regulator China tetap bisa melakukan intervensi jika teknologi atau sumber daya manusia perusahaan dianggap berasal dari dalam negeri.

    Mengutip dari CNBC, Rabu (29/4/2026), Manus sendiri didirikan di China sebelum pindah ke Singapura. Startup ini mengembangkan agen AI yang dapat menyelesaikan tugas rumit seperti riset pasar, coding, dan analisis data.

    Ketika Meta mengakuisisi Manus tahun lalu, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini mengatakan upaya ini merupakan bagian dari langkahnya untuk mempercepat inovasi AI untuk bisnis dan mengintegrasikan otomatisasi di produknya, termasuk Meta AI.

    Namun pada bulan Januari, Kementerian Perdagangan China mengatakan keputusan untuk mereka akan menyelidiki apakah akuisisi tersebut sudah sesuai dengan undang-undang dan regulasi terkait kontrol ekspor, ekspor dan impor teknologi, serta investasi luar negeri.

    Ke depan, situasi seperti ini berpotensi membuat kolaborasi internasional di bidang AI menjadi lebih rumit. Perusahaan teknologi kemungkinan harus lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi atau investasi, terutama jika melibatkan teknologi yang dianggap sensitif oleh pemerintah suatu negara.

  • Aplikasi Alternatif TikTok Raup Untung Usai Kepemilikan Berubah

    Aplikasi Alternatif TikTok Raup Untung Usai Kepemilikan Berubah

    Telko.id – Sejumlah aplikasi disebut ikut meraup keuntungan setelah TikTok resmi mengubah struktur kepemilikannya di Amerika Serikat (AS). Salah satu aplikasi yang terdampak positif adalah UpScrolled, yang dikembangkan oleh Issam Hijazi, pengembang asal Palestina–Yordania–Australia.

    Mengutip dari CNBC, UpScrolled masih terbilang muda. Aplikasi yang diluncurkan pada Juli 2025 ini didukung Tech for Palestine yang merupakan proyek advokasi untuk mendanai teknologi pro-Palestina.

    Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, Hujazi mengatakan jumlah pengguna aplikasinya telah melampaui 2,5 juta pengguna. Ini mengalami peningkatan sebanyak 150 ribu hingga awal Januari lalu.

    “Kami luncurkan enam bulan lalu dan jumlah pengguna kami meningkat sekitar 150 ribu hingga awal Januari. Dan dalam beberapa hari terakhir, kami mencapai lebih dari 1 juta pengguna secara global. Sekarang, mulai hari ini, kamu melampaui 2,5 juta pengguna secara global,” jelasnya dikutip dari Tech Crunch, Selasa (3/2/2026).

    UpScrolled disebut media sosial perpaduan antara Instagram dengan X. platform mengklaim inklusif dengan semua suara dan mengizinkan semua konten, termasuk tidak ada perlakuan shadowban hingga sensor.

    Hijazi juga pernah mengecam sejumlah perusahaan teknologi besar yang tidak etis dan menjual data pengguna demi keuntungan pribadi.

    Selain itu menuding para jejaring sosial menekan konten yang pro-Palestina serta melakukan sensor pengguna dengan selektif.

    “Mereka tidak peduli menjual data Anda dengan orang jika artinya membuat keuntungan bagi mereka. Dan tidak peduli dengan kesehatan mental Anda, artinya akan merancang sesuatu untuk membuat kecanduan menggunakan platform selama menguntungkan bagi mereka,” jelasnya.

    Baca juga:

    Namun kebijakan ini juga membuat kritikan besar merujuk ke UpScrolled. Banyak pengguna yang mengeluhkan UpScrolled lebih banyak konten porno dan telanjang.

    Hijazi sendiri berupaya untuk mengatasinya. Dia mengatakan perusahaannya akan menerapkan pedoman komunitas untuk mematuhi hukum disejumlah wilayah.

    Pihak UpScrolled tengah mengumpulkan tim ahli, sebagai cara untuk memperkuat pedoman komunitas dan mempertimbangkan umpan balik pengguna.

    Mengutip dari Aljazeera, Hijazi sendiri sempat bekerja dengan perusahaan teknologi besar seperti Oracle dan IBM sebelum membangun UpScrolled. Dia mengatakan meninggalkan karirnya dan membangun perusahaannya saat serangan Israel ke Gaza.

    Pendorong utamanya adalah tingkat sensor utama konten di berbagai aplikasi populer. Dia menemukan celah alternatif saat banyak konten disensor di platform besar.

    “Saya menemukan celah dengan banyak orang bertanya mengapa tidak ada alternatif selain platform Big Tech untuk konten mereka, yang terus disensor. Jadi saya berpikir, mengapa kita tidak membangun sendiri? Saya langsung terjun dan membangunnya.

    Sementara itu, terjualnya TikTok di AS, juga menguntungkan platform lain selain UpScrolled. Tercatat Skylight berbasis AT Protocol telah melampaui 380 ribu pengguna dalam waktu yang bersamaan.

  • DeepSeek: AI Canggih Asal China yang Mengubah Peta Persaingan Global

    DeepSeek: AI Canggih Asal China yang Mengubah Peta Persaingan Global

    Dalam beberapa bulan terakhir, nama DeepSeek tiba-tiba mencuat ke permukaan sebagai salah satu pemain utama dalam industri kecerdasan buatan (AI) global. Lab AI asal China ini berhasil menarik perhatian dunia setelah aplikasi chatbot-nya menduduki puncak tangga lagu Apple App Store dan Google Play. Namun, apa sebenarnya yang membuat DeepSeek begitu istimewa? Bagaimana perusahaan ini bisa naik daun dengan cepat dan menantang dominasi AS dalam perlombaan AI?

    Asal Usul DeepSeek: Dari Dunia Trading ke AI

    DeepSeek bukanlah perusahaan yang muncul tiba-tiba. Lab ini didirikan oleh High-Flyer Capital Management, sebuah hedge fund kuantitatif asal China yang menggunakan AI untuk mengambil keputusan trading. Liang Wenfeng, seorang penggila AI dan co-founder High-Flyer, memulai perjalanannya di dunia trading saat masih menjadi mahasiswa di Zhejiang University. Pada 2019, High-Flyer resmi menjadi hedge fund yang fokus pada pengembangan dan penerapan algoritma AI.

    Pada 2023, High-Flyer mendirikan DeepSeek sebagai laboratorium penelitian AI yang terpisah dari bisnis finansialnya. Dengan dukungan High-Flyer sebagai salah satu investornya, DeepSeek kemudian berkembang menjadi perusahaan mandiri. Sejak awal, DeepSeek membangun pusat data sendiri untuk melatih model-model AI-nya. Namun, seperti perusahaan AI lain di China, DeepSeek juga terkena dampak larangan ekspor hardware dari AS. Untuk melatih model terbarunya, perusahaan ini terpaksa menggunakan chip Nvidia H800, versi yang kurang kuat dibandingkan H100 yang tersedia untuk perusahaan AS.

    Model AI yang Menggebrak Industri

    DeepSeek pertama kali memperkenalkan serangkaian model AI pada November 2023, termasuk DeepSeek Coder, DeepSeek LLM, dan DeepSeek Chat. Namun, baru pada musim semi 2024, ketika DeepSeek meluncurkan keluarga model DeepSeek-V2, industri AI mulai memperhatikan. DeepSeek-V2, sebuah sistem analisis teks dan gambar serbaguna, menunjukkan performa yang mengesankan dalam berbagai benchmark AI. Yang lebih menarik, model ini jauh lebih murah dioperasikan dibandingkan model sejenis pada saat itu.

    Keunggulan DeepSeek-V2 memaksa pesaing domestik seperti ByteDance dan Alibaba untuk menurunkan harga penggunaan beberapa model mereka, bahkan membuat beberapa model lainnya gratis. Pada Desember 2024, DeepSeek meluncurkan DeepSeek-V3, yang menurut pengujian internal, mengungguli model open-source seperti Llama dari Meta dan model tertutup seperti GPT-4o dari OpenAI.

    Selain itu, DeepSeek juga merilis model “reasoning” R1 pada Januari 2025. Model ini diklaim memiliki performa setara dengan model o1 dari OpenAI dalam benchmark kunci. Sebagai model reasoning, R1 mampu memeriksa fakta secara mandiri, menghindari kesalahan yang sering terjadi pada model AI biasa. Meskipun membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan solusi, model ini dianggap lebih andal dalam bidang fisika, sains, dan matematika.

    Dampak DeepSeek pada Pasar Global

    Keberhasilan DeepSeek tidak hanya terbatas pada performa teknis. Perusahaan ini juga menawarkan produk dan layanan dengan harga yang jauh di bawah pasar, bahkan memberikan beberapa model secara gratis. Meskipun menarik minat banyak investor, DeepSeek memilih untuk tidak menerima pendanaan dari pihak luar. Menurut perusahaan, terobosan efisiensi memungkinkan mereka menjaga daya saing biaya yang ekstrem.

    Namun, pendekatan ini juga menuai kontroversi. Beberapa ahli meragukan angka yang diberikan DeepSeek, sementara perusahaan seperti OpenAI menyebut DeepSeek sebagai “disubsidi negara” dan “dikendalikan negara.” Akibatnya, beberapa negara dan perusahaan, termasuk AS dan Korea Selatan, telah melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat pemerintah.

    Meski demikian, model-model DeepSeek telah digunakan oleh ribuan pengembang di platform seperti Hugging Face, dengan lebih dari 500 model turunan R1 yang telah diunduh 2,5 juta kali. Kesuksesan DeepSeek bahkan memengaruhi pasar saham, menyebabkan harga saham Nvidia turun 18% pada Januari 2025.

    Dengan model-model yang terus ditingkatkan dan dampaknya yang semakin luas, DeepSeek tampaknya akan terus menjadi pemain kunci dalam industri AI. Namun, tantangan regulasi dan persaingan global mungkin akan menentukan masa depan perusahaan ini. Satu hal yang pasti: DeepSeek telah mengubah peta persaingan AI, dan dunia teknologi harus bersiap menghadapi era baru di mana China semakin dominan.

  • Start Up Jangjo Hadirkan Integrated Waste System, Apa Manfaatnya?

    Start Up Jangjo Hadirkan Integrated Waste System, Apa Manfaatnya?

    Telko.id – Start Up Jangjo memperkenalkan pengelolaan sampah Jangjo Zero Waste Integrated (JOWI) System. Sebuah system sangat efektif untuk mendukung sistem desentralisasi pengolahan sampah di perkotaan karena membutuhkan area yang lebih sedikit dibandingkan sistem yang lama.

    Strategi ini dilakukan karena permasalahan sampah saat ini sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Laporan Plastic Waste Makers Index pada 2021 menyebutkan bahwa dunia menghasilkan 139 juta metrik ton sampah per tahun.

    Di beberapa daerah, persoalan ini diperparah oleh ketidaksiapan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang memicu deretan masalah seperti kelebihan kapasitas, pencemaran tanah, air dan udara, timbulnya limbah berbahaya, hingga mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi. Untuk itu diperlukan pengolahan sampah yang terpadu sebelum sampah diproses ke TPA.

    Jangjo Zero Waste Integrated (JOWI), hanya membutuhkan 3,000 m2 untuk mengelola 6,000 ton sampah campur per bulan menjadi habis, di mana dibandingkan sistem konvensional yang membutuhkan area pengelolaan sampah seluas 10,000 m2.

    Baca juga : Indosat Digital Ecosystem Gelar Startup Bootcamp 2024, Ini Targetnya!

    “JOWI mendukung penuh sirkular ekonomi, dimana semua sampah akan diproses menjadi barang bernilai, baik itu Refuse Derived Fuel (RDF) atau Solid Recovered Fuel (SRF), serta energi lainnya. Kami juga menggunakan “adaptive system” di mana teknologi yang digunakan akan menyesuaikan dengan jenis sampah yang ada, dan tentunya menyesuaikan dengan perilaku masyarakat di Indonesia”, ujar Eki Setijadi, Co-Founder & COO Jangjo.

    JOWI memiliki berbagai keunggulan, seperti compact system yang dapat menghemat penggunaan lahan hingga 70%, pendekatan mixed waste friendly dimana sampah yang dikumpulkan hanya membutuhkan pemisahan sederhana namun diolah secara efisien dan efektif, dan memberikan laporan hasil berbasis manfaat yang dihasilkan dari pengolahan sampah melalui impact report.

    Co-Founder dan Chief Executive Officer Jangjo, Joe Hansen, mengatakan, “Kami percaya, melalui dukungan teknologi, keseimbangan alam dan manusia dapat dicapai dengan baik. JOWI System dapat  diaplikasikan di berbagai daerah di Indonesia dan secara efektif mampu mengubah sampah menjadi material yang lebih berguna”.

    Joe juga menjelaskan bahwa sistem ini pun sudah dimanfaatkan oleh berbagai mall & hotel seperti Plaza Indonesia, FX Mall, SCBD Park, Hotel Aston Pluit, serta beberapa komplek perumahan lainnya.

    “Kini, kami terus mengajak para pemilik gedung, komplek perumahan, dan institusi pemerintah di area mereka untuk menjadikan bumi lebih baik,” ujar Joe menambahkan.

    Refuse Derived Fuel (RDF) hasil dari Jangjo Zero Waste Integrated System (Doc. Istimewa)

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi langkah yang dilakukan Jangjo. “Kami berterima kasih kepada Jangjo yang telah berperan sangat aktif dalam  membantu pemerintah merealisasikan Peraturan Gubernur (PERGUB) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan”.

    Menurut Asep, kontribusi Jangjo ini untuk membantu tercapainya misi Indonesia Bersih Sampah 2025. Ini merupakan sebuah sinergi yang baik antara pemerintah dan pihak swasta untuk menghasilkan tata kelola sampah yang tidak hanya sebatas kuantitatif, tetapi juga kualitatif.

    Jangjo, perusahaan rintisan (startup) yang memiliki fokus pada solusi pengelolaan sampah sejak 2019 hadir untuk mengurangi persoalan sampah dengan mengimplementasikan strategi dan teknik yang dirancang dengan teknologi canggih.

    Jangjo menyediakan kebutuhan yang menyeluruh untuk persampahan mulai dari edukasi, pengangkutan terpilah, pengolahan zero waste to landfill untuk sampah rumah tangga, dan pelaporan yang komprehensif termasuk dampak lingkungan.

    Sebagai perusahaan yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, Jangjo mendukung target pemerintah yang disampaikan melalui mandat Presiden dalam Indonesia Bersih Sampah 2025.

    Target pengurangan sampah sebesar 30%, dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025 diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, pihak swasta dan publik luas. Untuk itu, Jangjo hadir dan berperan aktif dalam usaha mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai dengan cara pengelolaan yang tepat dan solutif. (Icha)

  • 35 Startup, Terpilih Ikut Program Ekonomi Hijau GEN

    35 Startup, Terpilih Ikut Program Ekonomi Hijau GEN

    Telko.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas akhirnya mengumumkan sejumlah start-up alias perusahaan rintisan untuk bergabung dalam program Ekonomi Hijau dari Greentech Entrepreneurs Network (GEN).

    Koordinator Ekosistem dan Pemanfaatan TIK, Kementerian PPN/Bappenas, Andianto Haryoko, mengatakan, program ini diselenggarakan guna mendongkrak ekosistem startup teknologi yang mengedepankan prinsip berkelanjutan di Indonesia.

    Ia menegaskan, program ini juga merupakan perwujudan langkah pemerintah dalam melakukan transformasi menuju ekonomi hijau yang terdigitalisasi agar mudah diakses oleh masyarakat melalui sinergi yang kuat.

    Kolaborasi terus-menerus dengan inovator, pelaku bisnis, dan masyarakat adalah fondasi dalam mengarusutamakan tujuan tersebut. Dengan dukungan dari acara ini, kami optimis bahwa proses akselerasi menuju ekonomi digital hijau akan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujarnya, Selasa (16/1).

    Baca juga : HUB.ID Bantu Startup Tingkatkan Kredibilitas, Mudahkan Dapat Pendanaan

    Adapun GEN merupakan sebuah program yang akan melahirkan wirausahawan inovatif yang dapat mengembangkan startup-nya dengan memperluas akses ke mitra bisnis potensial, investor, dan mentor.

    Program ini dilaksanakan oleh GIZ Indonesia atas nama Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas, melalui proyek Digital Transformation Center (DTC) Indonesia dan dengan dukungan Endeavor Indonesia.

    Program GEN dimulai dari tahap audisi yang telah dilaksanakan mulai 17 November hingga 17 Desember 2023, dengan total 55 perusahaan rintisan lokal yang mendaftar. Hari ini, sebanyak 35 perusahaan beserta pendirinya telah terpilih untuk mengikuti program GEN dari awal hingga akhir. Program ini akan dilaksanakan mulai 30 Januari 2024 dan berakhir pada bulan April 2024.

    Kriteria pemilihan perusahaan rintisan melibatkan sektor ekonomi sirkular, pengelolaan sumber daya alam (PSDA), dan transisi energi bersih.

    Perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi dan berlokasi di Indonesia, melayani pasar Indonesia, memiliki pendiri berkewarganegaraan Indonesia, sudah melewati tahap Minimum Viable Product (MVP), memiliki model bisnis yang terbukti dan berpotensi tumbuh ke pasar global, serta telah menghasilkan pendapatan dalam 6 hingga 12 bulan terakhir dan terbuka untuk menerima pendanaan.

    Berikut adalah nama-nama pendiri dan perusahaan rintisan yang terpilih untuk mengikuti program dari Greentech Entrepreneurs Network (GEN):

    Sirkuler Ekonomi: Beuang, Blitz Electric Mobility, Boolet, Circularva, CIROES, Containder, Duitin, Dulang, IJO, Jubelo, Plana (Plastic For Nature), Rezycology, Sampangan Indonesia, Smash.id, Surplus Indonesia

    Sektor Pengelolaan Sumber Daya Alam: Akar, Bioniqa, BIOPS Agrotekno, Crustea, Ekosis, Elevarm, PT Ikanesia Nusantara Akuamarin, Lindungi Hutan, Lokatani, MYCL, Reservoair, Truclimate, Venambak

    Sektor Transisi Energi Bersih: Azura Indonesia, Biojel, Kusuma Jaya Agro, Matador Lectro, NUXCLE, PT Selaras Daya Utama (SEDAYU), Spora Institute.

    Setelah terpilih, para startup akan menjalankan 3 program berturut-turut, antara lain Program Start (Scale Up Academy) pada 30-31 Januari 2024, Business Matching and Networking Dinner pada 1 Februari 2024 dan terakhir ditutup oleh Group Mentoring dan Networking Event.

     

     

  • HUB.ID Bantu Startup Tingkatkan Kredibilitas, Mudahkan Dapat Pendanaan

    HUB.ID Bantu Startup Tingkatkan Kredibilitas, Mudahkan Dapat Pendanaan

    Telko.id – Setelah sukses menjalankan program HUB.ID Accelerator di tahun 2021 dan 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kembali berhasil menyelesaikan kegiatan serupa di tahun 2023.

    Program HUB.ID ini Adalah kegiatan yang masih berfokus pada pengembangan dan peningkatan Startup lokal Indonesia melalui akses pendanaan serta kerja sama bisnis dengan memanfaatkan jaringan luas BUMN, korporasi, dan sektor pemerintah.

    Selama 3 (tiga) tahun berjalan, setiap tahunnya program HUB.ID Accelerator memfasilitasi Startup lokal Indonesia dengan sektor yang berbeda-beda guna memperluas fokus pengembangan dan peningkatkan Startup.

    Di mulai dari tahun 2021 dengan 7 (tujuh) sektor Startup yaitu Agriculture & Aquaculture, Healthcare, Fintech, Logistics, Edutech, Tourism, and Smart City/Gov Solution.

    Baca juga : Merah Putih Fund, Cara TelkomGroup Dukung Pendanaan Startup Nasional

    Dilanjutkan di tahun 2022 dengan 5 (lima) sektor yaitu Financial Services, B2B/Enterprise Solution/Govtech, Logistics, SME Enabler, Agriculture & Aquaculture.

    Serta di tahun 2023 masih mengangkat 5 sektor Startup yaitu Financial Technology, SME Enablers & Logistic, ESG Related, Agritech & Fisheries, dan juga Healthtech.

    Setiap tahunnya jumlah Startup pendaftar program HUB.ID Accelerator terus bertambah, yang mana di tahun 2021 terpilih 43 Startup dan di tahun 2022 terpilih 24 Startup yang berkesempatan untuk dibina dan mengikuti rangkaian program HUB.ID Accelerator mulai dari Business Mentoring, Business Matchmaking, Networking Session, dan Demo Day.

    Sedangkan di tahun 2023, dari 116 pendaftar terpilih 25 Startup untuk mengikutti rangkaian program yaitu Business Mentoring & Pitch Training, Business Matchmaking, Partner Day, IP Research Matchmaking, dan Networking Session.

    Untuk tahun 2021, ada 7 startup yang mendapatkan pendanaan. Lalu pada program 2022, ada 8 startup yang memperoleh pendanaan,” ujar Damayanti Karina Putri, PIC Hub.id Accelerator di acara Alumni Talks di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

    Sedangkan pada tahun 2023, masih belum terlihat, ada berapa startup yang memperoleh pendanaan.

    “Kalau di 2023 ini masih proses berjalan, kita akan terus ikuti startup dan kita akan baru tahu di 2024. Tapi, kita baru dapat info kalau salah satu satu startupnya mendapatkan pendanaan dan itu akan jadi KPI kita hub.id di 2023,” sambungnya Damayanti.

    Dari rangkaian program yang berjalan di tahun 2021, HUB.ID Accelerator telah berhasil menjalankan 100 peluang kerjasama bisnis, 30 kerjasama bisnis, dan 2 investasi baru yang didapatkan oleh Startup Dagangan, HiPajak, FisLog, MyRobin, Chickin Indonesia, Educourse, dan Lister.

    Sedangkan di tahun 2022, HUB.ID Accelerator telah berhasil menjalankan 138 Business Matchmaking antara startup dan perusahaan swasta maupun BUMN hingga pendanaan untuk Startup lulusan HUB.ID Accelerator yaitu PasarMIKRO, Grouu, Eratani, Ayo Kenalin, Looyal, Verihubs, Amoda dan Kecilin.

    Pada kegiatan Alumni Talks yang dijalankan oleh Direktorat Ekonomi Digital di bawah struktur Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Jakarta (30/11), Kementerian Komunikasi dan Informatika menyambut baik 2 (dua) startup alumni HUB.ID Accelerator 2022 yaitu Amoda & Kecilin.id.

    Kedua Startup alumni HUB.ID tersebut menjadi perwakilan Startup yang berhasil mempercepat pertumbuhannya yang bisa dilihat dari beberapa pencapaiannya.

    Amoda sebagai perusahaan teknologi properti dan konstruksi yang memberikan solusi & efisiensi untuk bangunan individu dan bisnis di Indonesia, mulai dari UKM, dan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi berhasil mendapatkan pendanaan awal (seed) yang dipimpin oleh East Ventures dan Living Lab Ventures.

    Sedangkan Kecilin.id merupakan perusahaan rintisan Software-as-a-Service (SaaS) yang menyediakan teknologi kompresi pada model teknologi modern berhasil memperoleh pendanaan pra-seri A senilai US$ 4 Juta atau setara Rp60 miliar yang dipimpin oleh Mandiri Capital Indonesia (MCI) dengan investor lainnya yakni Provident Growth, BNI Ventures, dan investor lama yang kembali berpartisipasi yakni Arkana.

    Robin Yovianto selaku CEO & Co-Founder dari Amoda menyampaikan dalam diskusinya bahwa dengan banyak berkembangnya Startup baru di Indonesia bukan menjadi sebuah kompetisi bagi Amoda, justru bisa membuka peluang kolaborasi dan kerja sama lebih banyak.

    Bahkan dengan bergabungnya Amoda di HUB.ID Accelerator tahun 2022 sangat membantu meningkatkan kredibilitas Amoda di mata masyarakat dan investor, karena Startup yang terpilih di HUB.ID Accelerator pastinya di kurasi dengan sangat baik.

    Sedangkan Bisma Manda selaku CEO & Co-Founder dari Kecilin.id mengungkapkan bahwa mental dan networking yang kuat menjadi hal yang krusial untuk Startup bisa maju dan berkembang memajukan Indonesia.

    Dan dengan bergabungnya Kecilin.id dalam program HUB.ID Accelerator 2022 sangat membantu untuk menggapai mimpi-mimpi Startup yang tinggi dengan support-nya mempertemukan dengan mitra bisnis serta investor.

    Harapannya dengan adanya kegiatan HUB.ID Alumni Talks kali ini dapat meningkatkan pemahaman pelaku bisnis Startup mengenai kegiatan HUB.ID Acceleator, mendorong para pelaku bisnis Startup untuk mengikuti kegiatan HUB.ID Accelerator, serta memfasilitasi pelaku bisnis startup untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus promosi bisnisnya. (Icha)

  • Gelar Speed-Dating LinkUp, Telkomel Ajak Startup Bangkit Kembali

    Gelar Speed-Dating LinkUp, Telkomel Ajak Startup Bangkit Kembali

    Telko.id – Telkomsel melalui platform ekosistem inovasinya, T-Connext dan corporate accelerator Tinc, kembali membuka peluang kolaborasi demi pertumbuhan dan akselerasi ekosistem entrepreneur Indonesia melalui acara speed-dating LinkUp.

     Acara speed-dating LinkUp ini berkolaborasi bersama Xendit, penyedia infrastruktur pembayaran digital terdepan di Asia Tenggara, serta Angel Investment Network Indonesia (ANGIN).

    Tujuannya untuk membangkitkan kembali ekosistem startup pasca pandemi COVID-19, LinkUp menjadi ajang untuk menghubungkan startup, angel investor, dan venture capital potensial melalui serangkaian kegiatan yang berlangsung di Jakarta, (27/6).

    Menjadi wadah untuk penghubung bagi early-stage entrepreneurs, ajang LinkUp mempertemukan 8 startup tahap pre-seed dan seed dengan 8 angel investors pada Angel Session.

    Baca juga : Telkomsel T-Connext, Hubungkan Startup dan Pegiat Ekosistem Digital

    Lalu, dengan menghadirkan 25 venture capital yang aktif mencari inovasi terkini, LinkUp membuka potensi investasi lanjutan bagi 42 startup tahap seed dan series B dari berbagai sektor industri pada VC Session.

    LinkUp juga melangsungkan Sesi Networking Dinner bagi seluruh peserta yang hadir. Total ada 50 startup yang berpartisipasi dalam ajang LinkUp, dipilih melalui seleksi dan kurasi ketat, melalui penilaian sejumlah aspek, mulai dari inovasi ide, potensi pasar, dan skalabilitas bisnis.

    “Konsep speed-dating dalam ajang LinkUp dirancang agar para pelaku startup yang terpilih dapat memaparkan gagasan, menunjukkan keunggulan produk, membangun koneksi dan relasi bisnis yang berharga, serta diharapkan mendorong terciptanya kolaborasi antara startup dan investor untuk semakin memperkuat fundamental bisnis yang kuat di berbagai fase kehidupan,” kata Jockie Heruseon, Vice President Business Development and Innovation Telkomsel.

    Harapannya, melalui gelaran LinkUp ini,  para pelaku bisnis di sektor digital dapat bertemu secara langsung dan berbagi wawasan.

    “Kami bangga mengumumkan peluncuran Acara LinkUp, yang akan mempertemukan startup dan investor dalam lingkungan yang kolaboratif,” kata Tessa Wijaya, COO Xendit.

    Menurut Tessa, Xendit pun akan berkomitmen penuh untuk membantu perkembangan startup digital di Indonesia.

    “Kami banyak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak pada saat kami memulai perjalanan Xendit, sehingga peluncuran LinkUp ini merupakan upaya kami untuk turut berkontribusi mendukung generasi founders selanjutnya,” ujar Tessa menambahkan.

     Tessa pun menjelaskan bahwa LinkUp ini dapat menjadi platform bagi startup untuk mengakses sumber daya, bimbingan, dan pendanaan yang mereka butuhkan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis.

    Sebagai bagian dari sinergi bersama keunggulan aset yang dimiliki platform T-Connext dari Telkomsel, ajang LinkUp diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan inisiatif eksplorasi dan mendorong pertumbuhan ekosistem produk digital dan portofolio investasi Telkomsel bersama para pelaku ekosistem startup.

    Sementara itu, kehadiran Tinc dari Telkomsel dalam LinkUp juga menegaskan keseriusan Telkomsel untuk berkolaborasi dengan inovator lokal, terutama dalam potensi pengembangan rencana komersialisasi startup bersama perusahaan ke depannya.

  • EdenFarm Peroleh Pendanaan Dari Telkomsel Mitra Inovasi

    EdenFarm Peroleh Pendanaan Dari Telkomsel Mitra Inovasi

    Telko.id – EdenFarm, salah satu startup tanah air yang berfokus dalam memperkuat ekosistem pangan di Indonesia ini telah berhasil memperoleh US$ 13,5 juta pada putaran pendanaan Pra-Series B terbarunya yang dipimpin oleh Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) sebagai unit modal ventura Telkomsel.

    Pendanaan tersebut dilakukan TMI bersama Appworks dan AC Ventures, serta didukung oleh perusahaan venture lainnya seperti Decart Ventures, Fubon Capital, Trihill Capital, OCBC NISP Ventura, Nakhla dan Capria Ventures.

    Aksi korporasi ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dan TMI dalam mendorong pemberdayaan startup digital potensial Tanah Air dan sektor pertanian Indonesia untuk dapat lebih maju dan berkembang melalui pemanfaatan dan pengoptimalan teknologi digital terdepan dan berkelanjutan.

    EdenFarm merupakan startup agrikultur yang berfokus membangun ekosistem distribusi pangan (food supply chain ecosystem) nasional untuk lebih menguntungkan bagi para petani dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian secara berkelanjutan.

    EdenFarm berhasil memperoleh pendanaan US$ 34,5 juta di sepanjang putaran pendanaannya sejak didirikan pada 2017.

    Investasi yang telah didapat tersebut akan menjadi modal bagi EdenFarm untuk memperkuat penetrasi dalam menjaring lebih banyak mitra petani di seluruh Indonesia, serta meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi yang dapat mengatasi permasalahan efisiensi pada distribusi guna mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

    “TMI percaya pentingnya penggunaan “tech for good” dengan tujuan dan dedikasi untuk mendukung pemberdayaan entrepreneur maupun UKM yang dapat berdampak positif bagi perekonomian Indonesia, seperti yang selalu menjadi fokus kami selama ini,” kata Mia Melinda, CEO Telkomsel Mitra Inovasi (TMI).

    Menurutnya, jaringan B2B food supply chain EdenFarm yang kuat dari hulu ke hilir telah berhasil mendorong pemberdayaan petani lokal untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik sekaligus memberikan dampak positif di pedesaan.

    “Oleh karena itu, kami sangat bersemangat untuk mendukung ekosistem pangan EdenFarm melalui pendanaan dan kolaborasi jangka panjang dengan Telkomsel Digital Food Ecosystem (DFE) yang merupakan salah satu inisiatif Telkomsel untuk mendukung digitalisasi sektor pertanian, serta kerja sama strategis lainnya guna memperkuat platform EdenFarm untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia sebagai langkah tepat mengamankan ketahanan pangan jangka panjang di Indonesia,” ujar Mira menambahkan.

    Founder dan CEO EdenFarm David Setyadi Gunawan turut menyampaikan, “EdenFarm sangat senang dapat berkolaborasi dengan Telkomsel untuk memperkuat kapabilitas teknologi pertanian sebagai solusi tepat guna bagi para petani lokal”.

    “Rangkaian produk kami telah melayani setiap aspek di industri agrikultur, mulai dari pertanian hingga distribusinya, untuk membantu petani menciptakan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. Pendanaan terbaru ini akan memungkinkan kami untuk mengembangkan kehadiran sekaligus memperkuat posisi EdenFarm sebagai pemain teknologi terbesar di sektor pertanian dan jasa pangan,” ungkap David menambahkan.

    “EdenFarm telah mengalami pertumbuhan hampir 60 kali lipat dalam 40 bulan terakhir, yang telah memperkuat fondasi kami untuk tetap menguntungkan di jalurnya, menjadikan kami sebagai pemimpin di antara pemain lainnya yang justru mengalami kerugian,” kata David.

    Hal tersebut menandakan bahwa EdenFarm saat ini merupakan pemimpin pasar dalam teknologi pertanian di Indonesia. Kami bertujuan untuk meningkatkan laba dalam 12 bulan ke depan, seiring dengan pertumbuhan 3,5-4 kali secara YoY. Dari situ, kami akan fokus dalam berekspansi ke pasar yang baru.

    Founder dan Managing Partner AC Ventures Adrian Li mengatakan, “Sangat selaras dengan filosofi investasi perusahaan kami yang berfokus pada ESG, EdenFarm beroperasi dengan hampir 0% limbah dari proses distribusi, memberikan dampak yang kuat dan bermakna bagi petani Indonesia”.

    Ia pun menambahkan bahwa EdenFarm mampu merevolusi rantai distribusi pangan B2B dengan mengatasi beberapa tantangan paling mendesak, baik yang dihadapi oleh produsen maupun penjual. Kami di AC Ventures yakin dengan bisnis EdenFarm dan bersemangat untuk berpartisipasi dalam putaran pendanaan terbarunya.

    “Kami bangga menjadi katalis positif yang akan mendorong misi EdenFarm dalam membangun ekosistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia. Dampak yang dibuat oleh EdenFarm benar-benar transformatif dan kami tidak sabar untuk melihat lebih banyak perubahan positif yang dihasilkan tim pada industri ini,” ujar Adrian.

    EdenFarm, startup pionir yang berfokus pada layanan pangan untuk segmen B2B, memulai bisnisnya pada tahun 2017 dengan visi menyederhanakan rantai distribusi pangan B2B di Indonesia, serta memperkuat ekosistem pangan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku usaha makanan melalui konsistensi permintaan yang akurat, serta menghadirkan berbagai pelatihan dan dukungan teknologi yang tepat.

    EdenFarm saat ini telah melayani lebih dari 50.000 pelanggan di segmen B2B, mulai dari pasar sekunder, pelaku UKM di bidang kuliner, HOREKA (hotel, restoran, & kafé), hingga mitra startup. (Icha)

  • 12 Startup Lolos Masuk Telkomsel NextDev Academy 2023

    12 Startup Lolos Masuk Telkomsel NextDev Academy 2023

    Telko.id – Ada 12 startup yang terpilih dari NextDev Talent Scouting 2022 dan kini akan masuk dalam tahap NextDev Academy yang merupakan tahap kedua dari rangkaian Program NextDev 2022.

    Dalam NextDev Academy ini, para startup akan didampingi oleh sejumlah mentor, lalu akan ditingkatkan kapabilitas, serta pemanfaatan teknologi digital terdepan. Program ini akan dilaksanakan di Jakarta mulai 26 Januari 2023 dan berlanjut secara online/hybrid selama tiga bulan.

    “Melalui NextDev Academy 2023, Telkomsel kembali mempertergas komitmennya dalam mendukung pertumbuhan startup founders, berikut dengan solusi-solusi inovatif digital yang mereka ciptakan,” kata Saki H. Bramono, Vice President Corporate Communications Telkomsel, di Jakarta, Kamis (26/01/2023).

    Saki melanjutkan bahwa pada tahun ini akan fokus untuk membenahi fundamental bisnis startup. Lalu, modul webinar pun dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi startup founders.

    Termasuk juga para mentor pilihan yang dihadirkan akan siap membantu merealisasikan potensi startup dalam menciptakan perubahan.

    “Telkomsel berharap dapat terus memastikan bahwa rangkaian Program NextDev tetap relevan dan adaptif terhadap kebutuhan terkini startup digital Tanah Air,” ujar Saki menambahkan.

    NextDev Academy 2023 menghadirkan serangkaian kegiatan komprehensif untuk meningkatkan kompetensi para startup peserta. Seperti digital startup diagnostic, orientation, webinar, dan mentorship.

    Dikemas dalam konsep webinar khusus, modul-modul dalam program ini akan menambah wawasan startup founders dalam aspek business modelling untuk mengembangkan business plan dan marketing untuk merancang strategi go-to-market.

    Termasuk juga product development untuk meneruskan pengembangan produk, investment pitch untuk bersiap meraih investor baru, founder series untuk menjaga fokus pada sustainability dan impact, serta team/people/finance untuk meracik komposisi tepat dalam struktur organisasi.

    Para mentor merupakan ahli dan praktisi yang terlibat dalam pengembangan startup pada program ini di antaranya adalah Vice President New Business Vidio.com Anvid Edrian, Founder Plustik.id Reza Hasfinanda, Production Manager Gameloft Irfan Arghi, hingga Angel Impact Investor Stephanie Hermawan.

    NextDev Academy 2023 diikuti oleh 12 startup terbaik dari tahap NextDev Talent Scouting, mulai dari Teman Pasar, Campsite, Shieldtag, NUXCLE, Databiota, MyECO, Nightspade, Redamantine Studios, Hisa Games, Female in Action, Fisiohome, sampai dengan Lingo Talk. 12 startup peserta tersebut berasal dari empat sustainable digital startup tracks di NextDev Talent Scouting, yaitu Tourism & Creative Economy, Green & Clean Tech, Games & Gaming Platform, Health & Education.

    “Dengan Program NextDev Academy 2023, startup dapat membangun pondasi yang kuat untuk melangkah maju, terus berkembang dengan baik, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” sahut Saki.

    Untuk itu, Ia pun mempersilakan para startup founders untuk dapat memanfaatkan aset dan kapabilitas Telkomsel sebaik mungkin, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap ekosistem digital nasional.

    Ke depannya, Telkomsel berharap NextDev dapat terus mencetak startup digital unggulan, memperkuat ekosistem pemberdayaan startup yang inklusif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Icha)

  • Startup Naungan LLV Dapat Dukungan Dari Microsoft

    Startup Naungan LLV Dapat Dukungan Dari Microsoft

    Telko.id – Startup dibawah naungan Living Lab Ventures (LLV) mendapatkan dukungan finansial dan teknologi knologi dari Microsoft melalui program Founders Hub.

    LLV sendiri merupakan corporate venture Sinar Mas Land yang berfokus memberikan suntikan dana untuk menginkubasi dan akselerasi global minded digital entrepreneurs potensial di Indonesia dengan menggunakan pendekatan sektor agnostik yang terbuka untuk menjangkau jaringan investasi yang lebih luas.

    Dukungan Microsoft bagi pengembangan para startup naungan LLV diberikan melalui salah satu program terbarunya yakni Microsoft for Startups Founders Hub.

    Program tersebut menyediakan akses manfaat senilai lebih dari USD300.000 termasuk di antaranya berupa teknologi dan tools dari Microsoft serta mitra yang dapat digunakan oleh masing-masing startup hingga empat tahun, hingga sumber daya yang mereka butuhkan untuk membangun dan menjalankan bisnis mereka.

    Platform digital baru ini juga menyediakan berbagai dukungan seperti teknologi dan mentoring yang diperlukan startup untuk mencapai prestasi mereka berikutnya. Guna mengoptimalkan tingkat penerimaan para startup naungan LLV di program ini, sejumlah ahli dari Microsoft Indonesia pun siap mendampingi para startup dalam mengisi ketentuan-ketentuan yang diperlukan selama proses pendaftaran.

    Dalam program ini, para startup naungan LLV dapat mengakses berbagai macam aplikasi yang canggih, mulai dari platform cloud yang terpercaya, aman, dan open-source friendly, hingga alat produktivitas terbaik bagi developer, seperti GitHub Enterprise, Engineer Visual Studio Enterprise, Power Platform, Microsoft 365, Dynamics 365, hingga akses ke leading edge technology seperti OpenAI, yang merevolusi Natural Language System dengan kemampuan dari GPT-3 model.

    Sebagai materi pelatihan, para startup founders juga akan mendapat akses ke Microsoft Learn (yang kini sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia) untuk membangun berbagai developer skills seperti DevOps Engineer, Data Engineer, Data Scientist, Solution Architect, hingga Security Engineer.

    “Proyek ini terjadi berkat dukungan dan kepercayaan penuh dari Microsoft kepada LLV. Kolaborasi antara LLV dan Microsoft terus berlanjut sejak kami mengunjungi Microsoft Tech Center di Silicon Valley pada Juli 2022 lalu,” ujar Mulyawan Gani, Chief Transformation Officer Sinar Mas Land.

    Ia pun berharap dukungan teknologi ini dapat memperkuat ekosistem digital Sinar Mas Land sekaligus bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

    LLV akan terus mendukung perusahaan startup lokal untuk membuka potensi mereka agar menjadi game-changer dengan mengintegrasikan inovasi dan solusi teknologi mereka ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di BSD City.”

    Startup adalah salah satu segmen yang memegang peranan kritikal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, menyediakan tidak hanya lapangan pekerjaan tetapi juga mendorong inovasi, kreativitas, dan daya saing yang menjadi keunggulan Indonesia.

    “Untuk itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan LLV dalam memberdayakan lebih banyak startup di Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini mampu mendukung geliat pertumbuhan startup tanah air dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia. Mari, kita satukan karya untuk berdayakan Indonesia,” ujar Makka Kesuma, Chief Technology Officer for Digital Natives and Startups Microsoft Indonesia.

    Partner Living Lab Venture – Bayu Seto menjelaskan, “Masuknya LLV dalam lingkaran ekosistem Microsoft tentunya akan mempermudah startup naungan dalam mendapatkan networking, technical skill, hingga pendanaan”.

    “Selain itu, penggunaan platform Microsoft dalam menghadirkan teknologi-teknologi baru dapat memberikan nilai tambah bagi stakeholder kami,” ujar Bayu menambahkan.

    Hal ini tentunya sangat berguna bagi para startup yang tergabung di LLV, dimana para stratup menginkubasi banyak proyek berbasis teknologi dan inovasi baru untuk smart city di BSD City. Semoga dukungan dari Microsoft ini juga dapat mempercepat startup naungan untuk lepas landas dan bergerak secara mandiri.

    Hingga saat ini, LLV telah memberdayakan sejumlah startup yang berfokus pada tiga aspek teknologi utama yakni Smart Technologies, Digital Life, dan Mobility. Smart Technologies merupakan aspek yang berfokus pada teknologi inovatif yang mendukung kehidupan perkotaan pintar.

    Teknologi ini berkaitan erat dengan aspek Digital Life yang berfokus pada teknologi terkait e-commerce dan social networking yang berdampak dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu, Mobility berfokus pada teknologi pintar dalam pergerakan manusia dan barang di dalam kota. (Icha)