Telko.id – MediaTek Dimensity 9400e, chipset terbaru yang baru saja dirilis ini untuk memperluas jangkauan pengalaman flagship ke lebih banyak pengguna.
Janjinya adalah bisa menjalankan game berat dengan grafis sinematik, mengedit foto profesional, dan menjalankan AI canggih—tanpa lag atau boros baterai.
Di tengah persaingan sengit chipset mobile, MediaTek konsisten menghadirkan inovasi yang menantang dominasi pesaing.
Setelah sukses dengan seri Dimensity 9000, perusahaan asal Taiwan ini kembali menggebrak dengan Dimensity 9400e—varian yang menawarkan performa tinggi dengan efisiensi energi lebih baik. Lalu, apa yang membuat chipset ini layak disebut “game-changer”?
Kami mengupas tuntas keunggulan Dimensity 9400e, mulai dari arsitektur mutakhir hingga fitur AI-nya yang revolusioner. Simak analisis mendalam berikut.
Arsitektur All Big Core: Kekuatan Tanpa Kompromi
Dibangun dengan proses manufaktur 4nm generasi ketiga TSMC, Dimensity 9400e mengusung arsitektur CPU All Big Core yang terdiri dari:
4 inti Cortex-X4 (3.4GHz) untuk tugas berat
4 inti Cortex-A720 (2.0GHz) untuk efisiensi
Kombinasi ini memungkinkan multitasking mulus bahkan untuk aplikasi seperti video editing 8K atau game AAA, sekaligus menjaga konsumsi daya tetap optimal.
Grafis Immortalis-G720: Ray Tracing di Genggaman
Dengan GPU Immortalis-G720 12-core, chipset ini menghadirkan:
Dukungan ray tracing hardware untuk pencahayaan realistis
Peningkatan 15% efisiensi energi vs generasi sebelumnya
Teknologi HyperEngine untuk frame rate stabil
Fitur MAGT 2.0 dan MFRC 2.0+ mampu mengurangi konsumsi daya gaming hingga 40%—solusi bagi Anda yang gemar maraton game di smartphone.
Dimensity 9400e membawa sejumlah terobosan jaringan:
Bluetooth 5.4 dengan jangkauan hingga 5km (line-of-sight)
Wi-Fi 7 tri-band (7.3Gbps)
5G UltraSave 3.0 untuk penghematan energi
Smartphone pertama dengan chipset ini akan segera hadir bulan ini—siap mengubah standar performa mobile mid-range ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya. (Icha)
Telko.id – Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp. (TSMC) baru saja memperkenalkan fabrikasi chip 1,4nm yang akan mulai diproduksi pada tahun 2028. Teknologi ini akan langsung dimanfaatkan oleh Apple untuk chip iPhone di masa depan. Chip terbaru ini akan mengadopsi nama baru yaitu A14.
Jika dibandingkan dengan teknologi 2nm, A14 menjanjikan kinerja yang 15% lebih cepat pada daya yang sama, dan penghematan daya hingga 30% lebih besar. A14 juga membawa peningkatan pada kepadatan logic hingga 20%.
“Pelanggan kami selalu melihat ke masa depan, dan kepimpinan teknologi dan keunggulan manufaktur TSMC memberikan mereka peta jalan yang dapat diandalkan untuk inovasi mereka,” kata CEO dan Chaiman TSMC Dr. C. C. Wei, seperti dikutip dari MacRumors, Sabtu (26/04/2025).
“Teknologi baru terbaru seperti A14 ini merupakan bagian dari rangkaian solusi lengkap yang menghubungkan dunia fisik dan digital untuk mendorong inovasi pelanggan kami guna memajukan masa depan AI,” sambungnya.
TSMC mengatakan chip 1,4nm akan baru diproduksi pada tahun 2028. Meski begitu, TSMC belum menyebutkan secara pasti siapa klien pertama yang akan menikmati kecanggihan chip ini.
Namun, banyak pihak menduga bahwa Apple kemungkinan besar akan menjadi yang pertama dalam antrean.
Saat ini Apple telah menggunakan chip berbasis 3nm untuk jajaran perangkat terbarunya termasuk iPhone 17 yang dijadwalkan akan rilis pada paruh kedua di tahun ini.
Sementara itu, chip 2nm dari TSMC akan mulai diproduksi pada akhir tahun 2025 dan Apple diperkirakan akan mengadopsinya untuk iPhone 18 series yang akan rilis pada 2026..
Dengan diumumkannya teknologi chip 1,4nm, TSMC kembali membuktikan diri sebagai pemain utama dalm industri semikonduktor global.
Meskipun masih harus menunggu hingga 2028 untuk melihat realisasi massal dari teknologi ini, arah pengembangan ini menunjukkan betapa cepatnya dunia teknologi berkembang.
Jika prediksi ini benar, maka iPhone 19 atau iPhone 20 akan menjadi tonggak baru dalam evolusi smartphone, tidak hanya dari sisi desain dan fitur tetapi juga dari sisi otak utama yang menopang seluruh performa perangkat. (AGI/Icha)
Telko.id – Pertarungan sengit di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, akhirnya menemukan pemenangnya. ONIC PH, tim asal Filipina, berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Snapdragon Pro Series (SPS) Mobile Masters Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) 2025 setelah menaklukkan RRQ Hoshi dengan skor 4-1 dalam laga Grand Final best-of-seven (Bo7).
Kemenangan ini tidak hanya membawa pulang gelar bergengsi, tetapi juga bagian terbesar dari total hadiah USD $200.000.
Bagaimana ONIC PH bisa mendominasi kompetisi yang diikuti oleh 11 tim terbaik dunia ini? Jawabannya terletak pada persiapan matang, strategi cerdas, dan performa luar biasa dari setiap anggota tim.
Sejak babak grup yang dimulai pada 7 April, ONIC PH tampil tanpa cela—tidak terkalahkan dan langsung mengamankan tiket ke babak playoff. Mereka kemudian mengalahkan sesama tim Filipina, Team Falcons PH, dengan skor 3-1 di semifinal, meski sempat tertinggal di game pertama.
Salah satu momen paling spektakuler terjadi ketika K1NGKONG dari ONIC PH menggunakan hero Fanny dengan presisi memukau. Gerakan cepat dan taktisnya menjadi kunci kemenangan melawan Team Falcons PH.
“Fanny adalah hero yang sangat high-risk, high-reward. Tapi K1NGKONG berhasil mengendalikannya dengan sempurna,” komentar salah satu analis pertandingan.
Di Grand Final, ONIC PH menghadapi RRQ Hoshi yang didukung ribuan fans di arena. Meski tekanan begitu besar, tim Filipina ini tetap tenang. Kelra, Gold Laner ONIC PH, mengakui kekuatan RRQ: “Mereka tim yang sangat solid. Setiap game berjalan ketat, tapi kami berhasil bermain lebih baik di momen-momen krusial.”
Rekor Penonton dan Hiburan Spektakuler
Turnamen ini tidak hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang hiburan dan partisipasi komunitas. Ribuan penonton memadati Tennis Indoor Stadium Senayan, sementara lebih dari 2,7 juta penonton menyaksikan secara daring—rekor tertinggi dalam sejarah ESL FACEIT Group. Seluruh tiket untuk tiga hari acara pun ludes terjual, dengan total 7.500 tiket.
SPS Mobile Masters 2025 juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik, seperti mini games, karaoke, dan konser musik. Lima band indie lokal tampil di panggung dan mendapatkan hadiah Rp1 juta.
Selain itu, ProPublic Academy menyelenggarakan sesi kelas khusus bagi penggemar MLBB yang ingin mempelajari strategi permainan lebih dalam.
Dengan kemenangan ini, ONIC PH tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai salah satu tim MLBB terkuat di dunia.
Apakah mereka bisa mempertahankan dominasi ini di musim depan? Hanya waktu yang akan menjawab. (Icha)
Telko.id – Intel sebagai produsen chip yang saat ini memiliki produk kartu pengolah grafis (GPU) eksternal atau yang lebih dikenal sebagai discrete telah menyasar dibeberapa segmen.
Diantaranya seperti Intel Arc A380 (entry-level), Arc A580 (mid-range), Arc A750 (mainstream), hingga Arc A770 (High-end).
Semua kartu grafis ini dirancang dengan arsitektur Xe alias Alchemist dan merupakan GPU discrete generasi pertama dari Intel yang telah dirilis sejak 2022.
Namun kini, Intel sudah mulai menyerah bersaing dipasar GPU discrete terutama pada segmen atas atau high-end yang selama ini bersaing ketat dengan pabrikan Nvidia dan AMD.
Menurut sumber dalam industry melalui blog teknologi TechPowerUp, Intel telah menghentikan proyek pengembangan kartu grafis generasi kedua Intel yang telah dirancang menggunakan arsitektur Xe2 (Battlemage).
Namun perusahaan hanya menghentikan pengembangan untuk segmen atas atau high-end saja, sehingga kemungkinan untuk pengembangan segmen lainnya akan tetap dilanjutkan.
Penghentian proyek ini dikatakan sudah terjadi sejak kuartal ketiga (Juli – September) 2024 lalu.
Saat itu perusahaan juga sedang dilanda masalah internal dalam pengembangan GPU high-end dengan kode nama “BMG-G31” dan memilih untuk mengabaikannya.
Apabila Intel akan merilis ke pasar GPU high-end terbarunya, model GPU tersebut akan dibekali dengan video memory (VRAM) hingga 24GB dan memiliki nama Intel Arc B750, B770, atau mungkin B780 uang mengacu pada penamaan GPU Alchemist sebelumnya.
Menurut informasi yang beredar, seperti melongkap generasi, perusahaan tidak akan merilis GPU kelas atasnya ke pasar, namun nantinya akan digantikan dengan GPU Intel generasi berikutnya yang langsung dirancang menggunakan arsitektur Xe3 alias Celestial.
Belum ada informasi yang dapat mengkonfirmasi rumor ini. Pasca menunjuk bos CEO baru yaitu Lip-Bu Tan pada 18 Maret 2025 lalu, perusahaan saat ini belum mengumbar strategi baru untuk GPU discrete mereka.
Untuk saat ini perusahaan belum keluar dari persaingan di pasar GPU, lantaran perusahaan masih merilis produk prngolah grafis terbaru mereka yaitu Intel Arc B580 dan Intel Arc B570 yang dirancang menggunakan arsitektur Xe2 Battlemage.
Kedua kartu grafis ini menyasar kelas menengah dan masing – masing sudah diluncurkan pada Desember 2024 dan Januari 2025 lalu.
Intel Arc B580 dan B570 masing – masing memiliki VRAM 12GB dan 10GB yang dibandrol dengan harga jual 249 dollar AS (sekitar Rp 4,1 juta) dan 219 dollar AS (sekitar Rp 3,6 juta). (AGI/Icha)
Telko.id – Bayangkan sebuah chip yang lebih kecil dari virus flu, namun mampu menghadirkan kecepatan komputasi yang mengalahkan superkomputer dekade lalu.
Itulah yang baru saja diumumkan oleh TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company)—chip mikro berukuran 2 nanometer (2nm) yang siap mengubah wajah teknologi.
Diluncurkan pada 1 April 2025, inovasi ini bukan sekadar evolusi, melainkan revolusi dalam industri semikonduktor.
TSMC, raksasa semikonduktor asal Taiwan, telah lama menjadi tulang punggung teknologi global. Dari smartphone hingga AI, hampir semua perangkat canggih saat ini mengandalkan chip buatan mereka.
Namun, dengan peluncuran chip 2nm, perusahaan ini kembali menegaskan dominasinya. Lalu, apa yang membuat chip ini begitu istimewa?
Dalam rilis resminya, TSMC mengklaim chip 2nm menawarkan peningkatan kecepatan komputasi 10-15% dengan daya yang sama, atau penghematan energi 20-30% pada performa setara dibandingkan chip 3nm.
Angka-angka ini bukan sekadar klaim kosong, melainkan hasil dari peningkatan kepadatan transistor sebesar 15%. Artinya, perangkat masa depan akan lebih cepat, lebih hemat energi, dan mampu menangani tugas yang jauh lebih kompleks.
Mengapa Ukuran 2nm Begitu Penting?
Transistor, komponen dasar dalam chip, berfungsi seperti saklar mikroskopis yang mengatur aliran listrik. Semakin kecil ukuran transistor, semakin banyak yang bisa dimasukkan ke dalam satu chip—dan semakin tinggi performanya.
Chip 2nm memungkinkan miliaran transistor tambahan dibandingkan pendahulunya, membuka pintu bagi inovasi di bidang AI, komputasi kinerja tinggi, dan jaringan 5G/6G.
Namun, menciptakan chip sekecil ini bukanlah hal mudah. Proses produksinya memerlukan teknik mutakhir seperti litografi ultraviolet ekstrem (EUV), yang tidak hanya rumit tetapi juga mahal.
Biaya produksi yang tinggi dan presisi nanoskopis menjadi tantangan utama. TSMC sendiri telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengatasi hambatan ini, termasuk pembangunan tiga pabrik baru di AS.
Dampak Ekonomi dan Keamanan Global
TSMC memperkirakan, dalam lima tahun ke depan, teknologi 2nm akan menghasilkan produk senilai $2 triliun di berbagai sektor.
Namun, di balik potensi ekonominya yang besar, terselip isu keamanan. Industri semikonduktor Taiwan sering disebut sebagai “perisai silikon”, karena kepentingannya yang strategis bagi AS dan sekutu dalam menghadapi tekanan geopolitik dari Tiongkok.
Meski berekspansi ke AS, TSMC tetap berkomitmen pada Taiwan. Fasilitas baru di Kaohsiung akan menciptakan 7.000 lapangan kerja, memperkuat posisi Taiwan sebagai pusat inovasi semikonduktor dunia. Pertanyaannya: bisakah inovasi ini bertahan di tengah ketegangan global?
Masa Depan Teknologi dengan Chip 2nm
Dengan produksi massal yang dimulai pada kuartal kedua 2025, chip 2nm akan segera menghiasi perangkat terbaru.
Dari smartphone yang lebih cepat hingga AI yang semakin cerdas, dampaknya akan terasa di berbagai aspek kehidupan. Namun, satu hal yang pasti: persaingan di industri semikonduktor semakin panas, dan TSMC telah melempar kartu trufnya.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah chip 2nm akan menjadi game-changer, atau justru memicu perlombaan yang semakin tidak terjangkau bagi pemain kecil? Satu hal yang tak terbantahkan: masa depan teknologi semakin kecil, tetapi potensinya tak terbatas. (AGI/Icha)
Telko.id – MediaTek Dimensity 9400+, chipset terbaru yang siap mengubah pengalaman mobile Anda. MediaTek kembali menegaskan dominasinya di pasar flagship dengan menghadirkan inovasi AI generatif dan performa hemat daya yang belum pernah ada sebelumnya.
MediaTek, salah satu raksasa chipset dunia, baru saja meluncurkan Dimensity 9400+ sebagai tambahan terbaru untuk jajaran flagship mereka.
Chipset ini tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga membawa kemampuan AI generatif dan AI agen ke level berikutnya.
Dengan dukungan untuk model bahasa besar (LLM) terbaru, Dimensity 9400+ menjanjikan pengalaman yang lebih personal dan intuitif bagi pengguna.
Lalu, apa yang membuat chipset ini begitu istimewa? Mari kita telusuri lebih dalam.
Desain Super Hemat Daya dengan Performa Tak Tertandingi
Dimensity 9400+ hadir dengan konfigurasi All Big Core yang mengintegrasikan satu inti Arm Cortex-X925 berkecepatan hingga 3.73GHz, dikombinasikan dengan 3x Cortex-X4 dan 4x Cortex-A720.
Konfigurasi ini tidak hanya mempercepat kinerja single-threaded dan multithreaded, tetapi juga memastikan pengalaman Android yang mulus dan responsif.
JC Hsu, Corporate Senior Vice President di MediaTek, menjelaskan, “Dimensity 9400+ akan memberikan pengalaman AI yang lebih inovatif dan personal pada perangkat, didukung peningkatan performa secara keseluruhan sehingga memastikan multitasking yang lancar.”
MediaTek juga bekerja sama dengan pengembang dan produsen untuk membangun ekosistem AI yang kuat, memberikan manfaat baik dari segi kecepatan maupun privasi.
Kemampuan AI Generatif dan AI Agen yang Mengagumkan
Dilengkapi dengan MediaTek NPU 890, Dimensity 9400+ mendukung berbagai LLM di seluruh dunia. Chipset ini juga mendukung teknologi canggih seperti Mixture-of-Experts (MoE), Multi-Head Latent Attention (MLA), dan Multi-Token Prediction (MTP). Dengan Speculative Decoding+ (SpD+), performa AI agen menjadi 20% lebih cepat.
Yang lebih menarik, Dimensity Agentic AI Engine (DAE) yang terintegrasi memudahkan pengembang mengubah aplikasi AI tradisional menjadi aplikasi AI agen yang lebih canggih. Ini membuka pintu bagi inovasi baru dalam pengembangan aplikasi mobile.
Pengalaman Visual Gaming Setara PC
Dimensity 9400+ mengintegrasikan GPU Arm Immortalis-G925 12-core yang membawa pengalaman visual gaming ke level baru.
Dengan dukungan Opacity Micromap (OMM), elemen game seperti vegetasi, rambut, atau bulu terlihat lebih realistis dan berdimensi tanpa mengorbankan performa.
MediaTek juga menghadirkan frame rate converter terbaru 2.0+ (MFRC 2.0+), yang dikembangkan bersama para game developer. Teknologi ini mampu menggandakan FPS efektif dan meningkatkan hemat daya hingga 40% saat digunakan.
Fitur Unggulan Lainnya
Selain performa AI dan gaming, Dimensity 9400+ juga menawarkan sejumlah fitur tambahan yang tak kalah mengesankan:
Koneksi Bluetooth langsung antar smartphone hingga 10 km, 6,6 kali lebih jauh dari generasi sebelumnya.
Dukungan koneksi satelit BeiDou dengan TTTF (Time to First Fix) 30% lebih cepat, bahkan tanpa konektivitas seluler.
Wi-Fi 7 tri-band concurrency dengan lima aliran data.
MediaTek Xtra RangeTM 3.0, memperluas jangkauan Wi-Fi hingga 30 meter lebih jauh.
Kemampuan 5G/4G Dual SIM Dual Active dengan Dual Data untuk fleksibilitas pengguna.
Smartphone pertama yang ditenagai Dimensity 9400+ akan tersedia di pasar pada akhir bulan ini. Dengan segala keunggulannya, chipset ini siap menjadi pilihan utama bagi para penggemar teknologi dan pengguna yang mengutamakan performa tinggi. (Icha)
Telko.id – MediaTek Kompanio Ultra, prosesor flagship terbaru yang siap mengubah cara Anda bekerja dan bermain.
Bayangkan sebuah Chromebook yang tidak hanya ringan dan portabel, tetapi juga memiliki kekuatan pemrosesan setara laptop high-end, ditambah kemampuan AI canggih yang bekerja tanpa perlu koneksi internet.
MediaTek, raksasa chipset asal Taiwan, kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan Kompanio Ultra—prosesor khusus Chromebook yang menggabungkan performa komputasi tinggi, efisiensi daya luar biasa, dan kapabilitas AI generatif.
Didesain untuk Chromebook Plus generasi terbaru, prosesor ini menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat produktivitas tanpa kompromi.
Lantas, apa yang membuat Kompanio Ultra begitu istimewa? Mari kita telusuri lebih dalam.
Revolusi AI pada Perangkat dengan 50 TOPS
Kompanio Ultra bukan sekadar prosesor biasa. Dengan integrasi Neural Processing Unit (NPU) generasi ke-8 dari MediaTek, chipset ini mampu menawarkan daya pemrosesan AI hingga 50 TOPS (Trillion Operations Per Second).
Angka ini jauh melampaui kebanyakan prosesor mobile saat ini, memungkinkan pengguna menikmati fitur seperti:
Otomatisasi tugas real-time: AI dapat mempelajari kebiasaan pengguna dan mengoptimalkan alur kerja secara otomatis.
Pengalaman personalisasi: Dari rekomendasi konten hingga pengaturan sistem yang adaptif.
Keamanan lebih tinggi karena semua pemrosesan dilakukan secara lokal di perangkat.
Adam King, Wakil Presiden MediaTek, menegaskan, “Ini adalah lompatan besar dalam komputasi mobile. Kami membawa kemampuan AI yang biasanya hanya ada di cloud langsung ke perangkat Anda.”
Arsitektur All-Big-Core: Kinerja Tanpa Batas
Dibangun dengan teknologi manufaktur 3nm terbaru, Kompanio Ultra mengusung arsitektur CPU all-big-core dengan prosesor Arm Cortex-X925 yang mampu mencapai kecepatan hingga 3.62GHz. Desain ini memberikan beberapa keunggulan krusial:
Perform single-threaded unggul untuk aplikasi berat seperti editing video.
Multitasking mulus dengan dukungan multi-threaded.
Efisiensi daya optimal berkat manajemen energi canggih.
Bahkan saat digunakan untuk gaming high-resolution atau rendering grafis, Kompanio Ultra menjamin pengalaman bebas lag. “Ini adalah prosesor Chromebook paling bertenaga yang pernah kami buat,” tambah King.
Daya Tahan Baterai Sepanjang Hari
Salah satu keunggulan utama Chromebook selalu adalah efisiensi daya. Kompanio Ultra mengambil ini ke level berikutnya dengan:
Cache on-chip besar yang mengurangi konsumsi energi.
Manajemen daya adaptif berdasarkan penggunaan aktual.
Dukungan multi-display 4K tanpa menguras baterai.
John Solomon dari Google ChromeOS mengungkapkan, “Kerja sama dengan MediaTek memungkinkan kami menghadirkan Chromebook dengan daya tahan baterai luar biasa tanpa mengorbankan performa.”
Konektivitas dan Multimedia Premium
Kompanio Ultra tidak hanya tentang performa mentah. Prosesor ini juga dilengkapi dengan:
Wi-Fi 7 untuk koneksi ultra-cepat dengan latensi rendah.
Pemrosesan audio Hi-Fi untuk panggilan jernih dan suara imersif.
Desain termal efisien yang memastikan perangkat tetap dingin dan senyap.
Dengan semua fitur ini, Chromebook berbasis Kompanio Ultra diprediksi akan menjadi pilihan utama profesional digital, kreator konten, dan pengguna yang mengutamakan mobilitas.
Chromebook dengan Kompanio Ultra diperkirakan akan mulai tersedia dalam beberapa bulan mendatang. Siapkah Anda menyambut era baru komputasi mobile? (Icha)
Telko.id – Panggung utama telah disiapkan untuk menyambut Snapdragon Pro Series (SPS) Mobile Masters Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) 2025 momen puncak untuk tahun ke-3 dari turnamen bergengsi yang diselenggarakan ESL FACEIT Group dan Qualcomm Snapdragon Pro Series.
12 tim terbaik yang siap bertanding dalam kompetisi berskala internasional di Tennis Indoor, Jakarta dan hanya ada satu tim yang akan meraih gelar juara dunia dan total hadiah sebesar USD 200.000 atau setara lebih dari Rp 3 miliar.
“Mobile Masters adalah momen penting bagi Snapdragon Pro Series setiap tahunnya, yang mempertemukan komunitas internasional kami untuk merayakan tim-tim terbaik dunia,” kata Michael Kiefer, Global Senior Product Manager ESL FACEIT Group.
Menurut Michael, Indonesia telah muncul sebagai pusat kompetisi mobile papan atas, dan Ia pun bersemangat untuk membangun tonggak sejarah itu saat kami menobatkan juara tahun ini di hadapan khalayak global.
Snapdragon Pro Series (SPS) memilih Indonesia sebagai tuan rumah Mobile Masters tahun ini untuk memuaskan kesukaan dari gamers Asia Tenggara yang sangat besar terhadap mobile gaming, khususnya MLBB.
Keputusan ini memperkuat semangat yang tak tergoyahkan di kawasan ini untuk esports, bersama dengan keterlibatan komunitas yang kuat dan komitmen terhadap game kompetitif.
Sebagai salah satu pasar terbesar untuk MLBB, Jakarta menjadi tempat yang sempurna untuk salah satu kejuaraan esports global terbesar tahun ini: Snapdragon Pro Series Mobile Masters 2025.
Selain kompetisi yang ketat, SPS Mobile Masters 2025 bertujuan untuk memberikan pengalaman yang dinamis dan mendalam bagi para peserta.
Para penggemar akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sampingan dan mini-game, bertemu dengan kreator populer dari kancah game seluler, menikmati pertunjukan musik indie, dan berpartisipasi dalam coaching session.
“Di ajang esports kami, kami tidak hanya merayakan kompetisi, tetapi juga merayakan komunitas,” kata Caitlin Kang, Senior Director of Business Operations APJ, dalam Konferensi Pers di Jakarta pada 20 Maret 2025.
“Secara historis, e-sports didominasi oleh penggemar pria, tetapi kini hal tersebut telah berubah dengan cepat, terutama di ajang Snapdragon Pro Series. Event kami benar-benar ditujukan untuk semua orang—pria, wanita, penggemar dari semua latar belakang, bahkan keluarga. Semua penggemar, apa pun latar belakangnya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas kami,” ungkap Caitlin menambahkan.
Tim-tim yang Berpartisipasi
Snapdragon Pro Series Mobile Masters MLBB 2025 akan menghadirkan 12 tim yang bertanding mewakili empat negara berbeda, yang masing-masing telah memenuhi syarat berkat penampilan terbaik mereka di SPS Mobile Challenge, MLBB Pro Invitational Stage 1, atau mewakili Indonesia melalui undangan sebagai negara tuan rumah.
🇮🇩Team Liquid ID (Undangan sebagai perwakilan tim tuan rumah)
Dengan roster yang relatif baru, tim asal Indonesia ini telah mencapai kesuksesan yang luar biasa. Gameplay dan strategi agresif yang mereka terapkan berhasil mengalahkan sejumlah tim besar.
🇵🇭ONIC PH (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Sebagai pemenang Snapdragon Pro Series MLBB Season 6 APAC, mereka meraih kemenangan dominan 4-0 atas tim asal Indonesia, ONIC Esports, di Grand Final.
🇮🇩ONIC (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Tim Indonesia ini menunjukkan dominasi di tingkat regional dengan meraih gelar juara Snapdragon Pro Series Season 3 Asia Tenggara pada bulan Juli 2024. Mereka menampilkan performa yang sempurna di Grand Final, mengalahkan Bigetron Alpha 4-0.
🇵🇭Team Falcons (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Pada bulan Februari 2025, setelah berakhirnya kerja sama mereka dengan AP.Bren, tim asal Filipina ini mengumumkan akuisisi beberapa pemain kunci dari mantan roster AP.Bren.
🇮🇩Bigetron Esports (lolos kualifikasi melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Pada akhir tahun 2024, tim asal Indonesia ini memperkuat susunan pemain mereka dengan mengakuisisi mantan pemain RSG PH, Dylan “Light” Catipon, yang diharapkan dapat meningkatkan permainan serta variasi strategi.
🇮🇩RRQ Hoshi (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Dengan roster yang relatif baru, tim Indonesia ini lolos ke SPS Mobile Masters melalui kemenangan Head-to-Head setelah melalui babak tie break sebanyak 3 kali.
🇹🇷Aurora Türkiye (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Dalam Snapdragon Pro Series Season 6 EMEA Challenge Season, tim asal Turki ini menampilkan performa yang patut dipuji berkat perkembangan dan potensi mereka di panggung internasional.
🇹🇷Papara SuperMassive (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Tim asal Turki ini merupakan tim yang terbilang cukup baru di kancah MLBB, khususnya di Turki. Selama Snapdragon Pro Series Season 6 EMEA Challenge Season, mereka berhasil mengalahkan S2G, salah satu tim MLBB terbaik di Turki, di pertandingan penentuan babak penyisihan grup.
🇸🇦Team Falcons MENA (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Tim dari Arab Saudi ini telah merombak susunan pemainnya. Kini, mereka berharap dapat membangun chemistry yang solid dan menampilkan performa terbaiknya di Mobile Masters.
🇧🇷Alpha 7 Esports (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Tim asal Brasil ini tidak hanya menonjol melalui penampilannya yang luar biasa, tetapi juga mempertahankan roster yang sama di seluruh SPS Challenge Season dan SPS Challenge Finals. Dengan menempati posisi pertama di SPS Mobile Challenge Finals, mereka berhasil mengamankan posisi mereka di SPS Mobile Masters 2025.
🇦🇷INFLUENCE RAGE (lolos melalui SPS Mobile Challenge Finals)
Bermain sebagai Shin Nikaku di SPS Challenge Season, tim asal Argentina ini lolos ke Snapdragon Pro Series Season 6 LATAM – Challenge Finals dengan memenangkan 4 pertandingan, tanpa kekalahan satu pertandingan pun. Dengan menempati posisi kedua di SPS Mobile Challenge Finals, mereka mengamankan tempat mereka untuk SPS Mobile Masters 2025.
🇨🇳YBINGAME (lolos melalui MLBB Pro Invitational Stage 1)
Tim asal Tiongkok ini telah membentuk roster baru pada Maret 2024. Setelah kekalahan telak dari KeepBestGaming dan DFYG di Kejuaraan Dunia M6 – Kualifikasi China, mereka melakukan comeback yang luar biasa, mengalahkan kedua tim tersebut dan mengklaim gelar juara di China Professional Invitational 2025: Babak 1.
Jadwal dan Format
Group Stage: April 7-9, 2025
12 tim terbagi ke dalam dua grup yang masing-masing grup berisi 6 tim.
Single Round Robin, Best of 3.
Peringkat 1 dari setiap grup mendapat bye
Peringkat 2 dan 3 dari setiap grup lolos ke babak Playoff.
Playoffs: April 11-13, 2025
6 tim tersisa akan kembali bertanding di babak play off.
Single Elimination Bracket.
April 11: Quarterfinals, Best of 5.
April 12: Semifinals, Best of 5.
April 13: Grand Final, Best of 7.
Pertandingan Playoff dimulai setiap hari pada pukul 15:00 WIB.
Tim pemenang akan dinobatkan sebagai juara SPS Mobile Masters. (Icha)
Telko.id – Perseteruan antara China dan Amerika terkait Artificial Intellegence tidak berhenti begitu saja dengan turunnya harga saham Nvidia. Sekarang Amerika memangkas pasokan chip untuk pengembangan DeepSeek di China.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC sebagai produksen untuk chip AI-nya untuk perusahaan China tidak boleh melayani pesanan chip dengan proses 16nm kebawah dari perusahaan desainer chip asal negara Tiongkok.
Namun, desainer chip Fabless asal China tetap bisa memesan chip kepada TSMC dengan fabrikasi dibawah 16nm dengan syarat – syarat yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Saat ini, perusahaan Fabless hanya dapat mendesain chip tersebut namun tidak memiliki fasilitas untuk memproduksi chip sendiri.
Disitulah TSMC memainkan tugasnya. Fabless hanya dapat menggunakan fasilitas chip Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT) yang memiliki izin dari pemerintah Amerika.
Amerika juga memberikan sebuah larangan untuk mengekspor chip dengan jumlah transistor lebih dari 30 miliar dan yang menggunakan proses 16nm kebawah.
Perusahaan yang memiliki lisensi khusus dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat, Taiwan, ataupun negara sekutu Amerika baru dapat melakukan ekspor tersebut dengan penjagaan yang ketat.
Disisi lain DeepSeek R1 selama ini menggunakan 2.048 GPU Nvidia H800. GPU ini dibuat menggunakan prosesn 4nm dan disebut memiliki 80 miliar transistor di setiap chipnya. Karena Nvidia H800 ini melewati batas transistor dan proses fabrikasi yang hanya boleh 16nm, sekarang DeepSeek harus mempunyai lisensi terkait penggunaan GPU tersebut.
Hal tersebut membuat FBI dan Pemerintah Amerika Serikat kini menginvestigasi bagaimana cara DeepSeek dapat membeli chip tersebut. Salah satu dugaannya adalah DeepSeek menggunakan perusahaan pihak ketiga asal Singapura untuk membeli chip tersebut dari Nvidia.
Pemerintah Amerika sudah meminta TSMC untuk memberhentikan pengapalan chip AI ke konsumennya yang berasal dari China, karena telah ditemukan salah satu chip dari TSMC pada prosesor milik Huawei.
Tantangan ini menjadi yang utama karena chip ini sangat dibutuhkan untuk melakukan pengembangan DeepSeek lebih lanjut lagi. Sebelumnya DeepSeek mengaku telah mendapatkan stok Nvidia A100 sebanyak 10.000 hingga 50.000 unit sebelum larangan tersebut diluncurkan oleh Pemerintah Amerika.
Beberapa AI di Barat menggunakan sekitar 16.000 chip canggih, namun DeepSeek hanya menggunakan 2000 chip canggih untuk melatih model AI mereka. Hal ini lah yang membuat produk mereka lebih murah.
“Larangan dari Pemerintah Amerika ini memaksa perusahaan – perusahaan China untuk berinovasi.” ujar Marina Zhang, seorang professor asosiasi di University of Technology Sydney. Hal ini memaksa para produsen untuk melakukan lebih banyak dengan sumberdaya yang lebih sedikit.
“Meskipun pembatasan ini menimbulkan tantangan, mereka juga dapat memacu kreativitas dan ketahanan, sejalan dengan tujuan kebijakan China yang lebih luas untuk mencapai kemandirian teknologi.” (AGI/Icha)
Telko.id – Qualcomm Technologies, Inc. mengumumkan peluncuran Snapdragon 6 Gen 4 Mobile Platform yang menghadirkan performa luar biasa, daya tahan baterai yang lama, serta dukungan Gen AI untuk pertama kalinya ke pengguna di seluruh dunia.
Platform Snapdragon 6 Gen 4 dirancang untuk membantu pengguna merasakan pengalaman yang lebih baik dalam menjalani keseharian.
Platform ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan dari berbagai segmen pengguna, mulai dari gamer yang menginginkan visual 4K dan audio nirkabel dengan kualitas suara Snapdragon Sound, profesional yang membutuhkan konektivitas andal di mana saja, hingga kreator yang mengambil foto dan video di siang atau malam hari.
“Snapdragon 6 Gen 4 akan menjadi lompatan berikutnya bagi smartphone di pasar mid-level yang didorong oleh kemajuan signifikan pada teknologi AI, game, dan fotografi,” ujar Deepu John, Direktur Senior, Manajemen Produk, Qualcomm Technologies, Inc.
Deepu menambahkan bahwa platform ini menghadirkan tingkat kinerja dan efisiensi daya baru bagi pengguna untuk menggunakannya di banyak tempat, lengkap dengan tangkapan sinyal 5G dan Wi-Fi yang sangat cepat, meningkatkan produktivitas harian mulai dari bermain, berkreasi, atau pun bekerja.”
Dalam beberapa bulan mendatang, Snapdragon 6 Gen 4 Mobile Platform akan tersedia di berbagai smartphone terkini dari para OEM terkemuka, termasuk realme, OPPO, dan Honor. (Icha)