Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Spotify Umumkan 10 Artis RADAR Indonesia 2026

    Spotify Umumkan 10 Artis RADAR Indonesia 2026

    Telko.id – Spotify secara resmi mengumumkan sepuluh nama yang masuk dalam program RADAR Indonesia 2026. Mereka adalah Alisha Dira, Amanda Caesa, Betrand Putra Onsu, dia, eńau, Jordy Riz, Maisha Kanna, PORIS, Tsaqib, dan Vanessa Zee.

    Program ini merupakan bagian dari inisiatif global Spotify untuk menemukan, mendukung, dan mengangkat talenta-talenta baru di industri musik.

    Kesepuluh artis tersebut membawa warna musik yang beragam, mulai dari Pop, R&B, hingga Hipdut. Spotify menilai mereka sebagai nama-nama yang patut diperhatikan saat ini, bahkan sebelum potensinya semakin dikenal di kancah global. RADAR Indonesia 2026 disebut sebagai salah satu jajaran artis RADAR paling menarik sejauh ini.

    “Industri musik di Asia Tenggara, terutama di Indonesia terus berkembang, dengan semakin banyak artis yang berani menghadirkan warna dan perspektif baru. RADAR selalu berfokus pada mereka yang mendorong perubahan tersebut,” ujar Kossy Ng, Head of Music Spotify Southeast Asia, Taiwan, dan Hong Kong.

    Ia menambahkan, Spotify senang bisa membawa musik mereka ke lebih banyak pendengar sekaligus mendukung perjalanan karier mereka tanpa menghilangkan identitas khas Indonesia.

    Fenomena ini sejalan dengan upaya lain dalam mendukung talenta muda Indonesia, seperti yang dilakukan Telkomsel dukung melalui program serupa.

    Industri musik Asia Tenggara kini semakin bersinar. Data Spotify menunjukkan, sembilan dari 20 artis teratas RADAR Global di tahun 2025 berasal dari kawasan ini, termasuk musisi Indonesia seperti The Lantis, Rony Parulian, dan Aftershine.

    Content image for article: Spotify Umumkan 10 Artis RADAR Indonesia 2026, Soroti Gelombang Baru Musik Tanah Air

    Artis RADAR Indonesia juga mulai menjangkau pendengar di berbagai negara seperti Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Australia. Hal ini menunjukkan daya tarik musik Indonesia yang semakin mendunia.

    Beberapa artis yang terpilih membagikan pengalamannya. Penyanyi-penulis lagu yang mononim dengan nama dia mengungkapkan, menjadi bagian dari RADAR membuka peluang besar agar musiknya bisa didengar lebih banyak orang.

    “Karena aku memproduksi semua musikku sendiri dari nol, prosesnya terasa sangat personal. Antusias banget melihat sejauh mana lagu-lagu ini bisa berkembang dan siapa saja yang bisa terhubung dengannya,” kata dia.

    Ia menekankan, baginya ini bukan sekadar soal jumlah pendengar, tapi tentang menemukan pendengar yang benar-benar nyambung dengan apa yang ia ciptakan di studio.

    Sementara itu, Maisha Kanna melihat RADAR sebagai langkah besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

    “Buatku, musikku bisa ada di Spotify saja sudah sangat berarti. Sekarang, bisa jadi bagian dari RADAR rasanya seperti melangkah lebih jauh lagi,” ujarnya.

    Profil dan Potensi Artis RADAR 2026

    Setiap artis yang terpilih membawa keunikan dan cerita sendiri. Alisha Dira adalah penyanyi muda dan kreator digital yang dikenal lewat konten “sambung lirik” di media sosial. Amanda Caesa memulai karier musik sejak usia muda dengan karakter vokal soulful. Betrand Putra Onsu dikenal dengan vokal kuat dan pembawaan emosional dalam lagu-lagu pop.

    Musisi folk eńau dikenal lewat penulisan lagu yang jenaka dan produksi lo-fi, sementara PORIS menghadirkan energi rage rap dari Tangerang.

    Jordy Riz, yang juga seorang aktor, sedang mengembangkan identitas musiknya menuju debut EP. Tsaqib dari Bandung menghadirkan nuansa pop melankolis, dan Vanessa Zee, finalis Indonesian Idol, membawa karakter vokal yang khas.

    Platform seperti Spotify terus berinovasi untuk mendukung pengalaman pengguna dan penemuan musik baru, termasuk dengan menghadirkan rekomendasi musik melalui integrasi dengan teknologi AI.

    Inovasi serupa juga terlihat di perangkat seperti Samsung Galaxy A series yang menawarkan pengalaman multimedia yang mumpuni.

    Kossy Ng dari Spotify menambahkan, nilai menarik dari program RADAR adalah kehadiran Spotify sejak tahap awal perjalanan karier seorang artis.

    “Kami jadi bagian dari perjalanan mereka, mencari cara untuk memperluas jangkauan audiens, sekaligus melihat pendengar mereka terus bertumbuh. Ini bukan soal kesuksesan instan,” jelasnya.

    Program ini bertujuan membantu para artis membangun karier yang bertahan lama, dengan basis penggemar yang solid sejak awal. Sepuluh artis dari Indonesia ini dinilai memiliki sesuatu yang benar-benar spesial, dan Spotify menyatakan tidak sabar melihat perjalanan mereka selanjutnya.

    Dukungan bagi industri kreatif juga datang dari berbagai pihak, seperti kesempatan eksklusif yang diberikan Acer Indonesia untuk menyaksikan ajang penghargaan musik besar.

    Melalui RADAR Indonesia 2026, Spotify terus berkomitmen menyoroti gelombang baru artis Indonesia.

    Mereka tidak hanya membentuk tren musik yang sedang berkembang, tetapi juga berpotensi menentukan arah industri musik tanah air ke depannya. (Icha)

  • AI dan 5G Menjadi Fondasi Ekonomi Digital Indonesia 2045

    AI dan 5G Menjadi Fondasi Ekonomi Digital Indonesia 2045

    Telko.id – Kecerdasan Buatan (AI) dan 5G kini menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital 2045. Kombinasi keduanya memungkinkan terciptanya ekosistem teknologi yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

    Pemanfaatan Ai dalam jaringan 5G tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan analysis data secara real-time, otomatisasi sistem, hingga kemampuan self-healing pada jaringan sebelum gangguan dirasakan pengguna.

    Aplikasi Ai juga mendorong kebutuhan akan jaringan dengan performa lebih tinggi, sementara jaringan yang semakin cangghih memungkinkan penerapan Ai yang lebih kompleks dan dapat diskalakan.

    Keduanya berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi (economic multiplier), dengan potensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB dalam satu dekade ke depan.

    Untuk merealisasikan potensi ini, dibutuhkan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur, pengembangan kapabilitas tenaga kerja, serta kolaborasi ekosistem antara pemangku kepentingan publik dan swasta.

    Baca Juga:

    AI dan 5G kini menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital 2045. Kombinasi keduanya memungkinkan terciptanya ekosistem teknologi yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

    Google menghadirkan sejumlah pembaruan besar untuk ekosistem game di layanan Google Play dalam ajang Game Developers Conference 2026 (GDC), yang turut memperlihatkan bagaimana teknologi AI dan konektivitas semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan industri digital global.

    Infrastruktur dan platform memang penting, tetapi dua hal ini hanya bagian dari cerita keseluruhan. Untuk mewujudkan Visi Digital 2045, Indonesia perlu membangun ekosistem inovasi yang kuat dan mengembangkan talent pool digital yang kuat. Bonus demografi Indonesia akan mencapai puncaknya pada 2045 dengan 65% populasi berada pada kelompok usia produktif.

    Situasi ini mencerminkan kekuatan Indonesia, dan karenanya Indonesia perlu meningkatkan upaya peningkatan keterampilan dan pelatihan keterampilan baru secara cepat dan terukur.

    Ericsson membantu mendorong proses ini melalui serangkaian hackathon 5G + AI di tingkat nasional yang dilaksanakan melalui kemitraan dengan institusi pemerintahan serta pemimpin di bidang teknologi seperti Qualcomm.

    Dengan memberikan pengalaman langsung kepada ribuan mahasiswa dan profesional muda dalam pemanfaatan 5G, cloud, dan AI, inisiatif ini secara langsung mendukung target nasional untuk mencetak 9 juta talenta digital pada 2030.

    Di saat yang sama, upaya ini juga membangun jembatan kolaborasi antara akademisi, startup, korporasi, dan instansi pemerintah, sehingga jaringan tidak lagi dipandang sebagai infrastruktur tertutup, melainkan sebagai platform terbuka yang mendorong inovasi.

    Ericsson telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia lintas generasi teknologi seluler, mulai dari jaringan GSM awal hingga 4G yang lebih canggih, dan kini 5G.

    Saat ini, kemitraan tersebut melampaui penyediaan perangkat radio dan core, mencakup arsitektur cloud-native, jaringan berbasis AI, platform monetisasi digital, serta program inovasi yang mempertemukan operator, pemerintah, akademisi, dan startup. Secara bersama-sama, ekosistem digital ini beserta teknologi pendukungnya akan menjadi fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia 2045.

  • Meta Bentuk Tim Khusus Untuk Kembangkan Hardware AI

    Meta Bentuk Tim Khusus Untuk Kembangkan Hardware AI

    Telko.id – Meta mulai memperkuat ambisinya dalam industri kecerdasan buatan dengan membentuk tim khusus untuk mengembangkan perangkat keras (hardware) berbasis AI.

    Langkah ini dilakukan melalui divisi internal yang fokus pada pengembangan AI generatif berikutnya, sekaligus menandai pergeseran strategi Meta dari sekedar software menuju integrasi hardware dan AI.

    Meta sebenarnya sudah dikenal dengan produk kacamata pintar dan headset realitas virtual buatan divisi Reality Labs. Namun upaya baru ini merupakan bagian dari Meta Superintelligence Labs atau MSL yang diumumkan pada tahun lalu.

    Hal ini mengisyaratkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan pembuatan jenis hardware AI lainnya di luar lini produk yang sudah ada. Beberapa engineer dari divisi Reality Labs kabarnya telah dipindahkan ke MSL untuk mulai merancang prototipe software di atas hardware.

    Secara teknologi, Meta tidak hanya mengembangkan model AI, tetapi juga mulai merancang device khusus yang terintegrasi langsung dengan AI assistant. Perangkat ini diproyeksikan mampu memahami konteks pengguna secara real-time, termasuk melalui input visual dan audio, sehingga dapat berfungsi sebagai asisten digital yang selalu aktif dan lebih personal dibanding teknologi saat ini.

    Untuk mempercepat pengembangan, Meta merekrut Rui Xu, mantan petinggi ByteDance, yang memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Xiaomi, Lenovo, dan Tencent. Kehadiran Xu diharapkan dapat memperkuat kapabilitas Meta dalam merancang dan memproduksi perangkat berbasis AI yang siap digunakan secara massal.

    Di ByteDance, ia memimpin laboratorium yang berhasil memproduksi jutaan unit perangkat di pasar China. Pria ini juga memiliki rekam jejak kepemimpinan di pabrikan ponsel pintar Xiaomi, produsen laptop Lenovo, dan raksasa internet Tencent, demikian mengutip dari Business Insider, Jumat (10/4/2026).

    Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI saat ini memang sedang berlomba membangun perangkat pribadi AI yang bukan sekadar ponsel pintar.

    Bos MSL Alexandr Wang menyebutkan bahwa perusahaannya ingin memperluas jangkauan produk mereka melampaui perangkat genggam biasa.

    Baca Juga:

    Ia membayangkan sebuah dunia di mana setiap orang memiliki agen cerdas pribadi yang terhubung dengan berbagai jenis perangkat.

    Agen ini dirancang agar selalu aktif untuk melihat serta mendengar apa yang dialami oleh penggunanya sehari-hari.

    Wang menjanjikan bahwa publik akan melihat inovasi yang luar biasa dari perusahaannya dalam beberapa bulan ke depan. Pihak Meta masih menolak memberikan komentar terkait detail dari pembentukan tim baru ini.

    Langkah Meta ini mencerminkan tren baru di industri teknologi, di mana pengembangan AI tidak lagi hanya berfokus pada software, tetapi juga mulai mengarah pada kombinasi AI dan hardware dalam satu ekosistem terintegrasi.

    Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi menjadi inti dari cara perangkat beroperasi.

  • Ancaman Baru, Malware AI Makin Sulit Dideteksi di Windows

    Ancaman Baru, Malware AI Makin Sulit Dideteksi di Windows

    Telko.id – Ancaman keamanan siber di sistem operasi Windows kini memasuki fase baru dengan munculnya malware berbasis kecerdasan buatan (AI) yang jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.

    Berbeda dengan malware konvensional, jenis baru ini mampu beradaptasi, belajar dari lingkungan sistem, serta menghindari deteksi antivirus tradisional yang selama ini menjadi pertahanan utama pengguna.

    Salah satu contoh malware berbasis AI, yang dilaporkan PCWorld, adalah “DeepLoad”. Malware ini beroperasi dengan metode serangan tanpa file (fileless), sebuah pendekatan yang tidak mengandalkan berkas mencurigakan yang biasanya menjadi target identifikasi antivirus.

    Modus operandi serangan malware ini dimulai dengan menipu pengguna agar menjalankan perintah yang tampak tidak berbahaya. Perintah tersebut dapat diaktifkan melalui Command Prompt atau PowerShell, memungkinkan infeksi terjadi tanpa disadari oleh pengguna.

    Baca Juga:

    Setelah berhasil masuk ke dalam sistem, malware tersebut dapat memanipulasi sistem operasi dan membangun komunikasi dengan server penyerang.

    Ia memanfaatkan alat bawaan Windows untuk mencuri informasi sensitif, baik dari pengguna pribadi maupun dalam lingkungan korporat.

    Pemanfaatan AI membuat malware jenis ini semakin berbahaya karena mampu menyesuaikan pola serangan secara dinamis. Artinya, ketika sistem keamanan mulai mengenali pola tertentu, malware bisa mengubah perilakunya agar tetap lolos dari deteksi.

    Kemampuan adaptif ini menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan konvensional yang umumnya berbasis signature atau pola tetap.

    Pemanfaatan AI membuat malware jenis ini semakin berbahaya karena mampu menyesuaikan pola serangan secara dinamis. Artinya, ketika sistem keamanan mulai mengenali pola tertentu, malware bisa mengubah perilakunya agar tetap lolos dari deteksi. Kemampuan adaptif ini menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan konvensional yang umumnya berbasis signature atau pola tetap.

    Pada pertengahan Maret lalu, Microsoft telah meluncurkan pembaruan keamanan penting untuk Windows 11, khususnya untuk versi Enterprise seperti 24H2, 25H2, dan varian LTSC. Pembaruan ini bertujuan untuk mengatasi kerentanan kritis.

    Celah keamanan yang diperbaiki terletak pada layanan Routing and Remote Access Service (RRAS). Kerentanan ini berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh.

    Isu keamanan ini tidak hanya terbatas pada sistem operasi saja, melainkan meluas ke berbagai aplikasi lain. Dalam pembaruan Patch Tuesday bulan Maret, Microsoft dilaporkan menutup lebih dari 80 celah keamanan, termasuk pada aplikasi Excel dan berbagai produk Office lainnya.

    Ada skenario tertentu yang menunjukkan bahwa kode berbahaya bisa dieksekusi hanya dengan membuka panel pratinjau di aplikasi Outlook. Ini menggambarkan kerentanan yang dapat dimanfaatkan melalui interaksi sederhana.

    Untuk meminimalisir risiko yang ada, pengguna disarankan untuk segera menginstal semua pembaruan Windows yang tersedia. Penting juga untuk tidak sembarangan menjalankan perintah di PowerShell atau Command Prompt.

    Kehati-hatian terhadap instruksi mencurigakan yang beredar di internet atau melalui email menjadi langkah preventif yang krusial.

    Secara keseluruhan, kemunculan malware berbasis AI menandai evolusi baru dalam dunia keamanan siber. Jika sebelumnya ancaman datang dari kode statis, kini serangan menjadi lebih dinamis, adaptif, dan sulit diprediksi—menjadikan perlindungan data dan sistem semakin menantang di era AI.

  • Dominasi Nvidia di China Mulai Tergerus Chip Lokal

    Dominasi Nvidia di China Mulai Tergerus Chip Lokal

    Telko.id – Dominasi Nvidia di pasar chip AI China mulai tergerus seiring meningkatnya adopsi chip lokal buatan perusahaan dalam negeri. Berdasarkan laporan terbaru, produsen chip China kini berhasil menguasai sekitar 41% pasar AI accelerator server di dalam negeri, menandai pergeseran besar dalam industri semikonduktor global.

    Meski Nvidia masih memimpin, pangsa pasarnya turun signifikan menjadi sekitar 55%, jauh dari dominasi sebelumnya yang hampir menyentuh 90%. Penurunan ini terjadi di tengah dorongan kuat pemerintah China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem chip lokal.

    Seperti dikutip Reuters (01/04/2026), berdasarkan data dari laporan IDC yang ditinjau oleh Reuters, total pengiriman kartu akselerator AI oleh Nvidia, AMD, dan pembuat cip China mencapai sekitar 4 juta unit di negara tersebut pada tahun 2025.

    Sejumlah perusahaan China mulai tampil sebagai pemain utama dalam pasar ini. Huawei memimpin di antara vendor lokal dengan kontribusi terbesar, disusul oleh pemain lain seperti T-Head (Alibaba), Kunlunxin (Baidu), hingga Cambricon.

    Baca Juga:

    Kehadiran mereka semakin memperkuat posisi chip domestik dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI, terutama untuk data center dan pengembangan model AI skala besar.

    Salah satu faktor utama yang mempercepat pergeseran ini adalah pembatasan ekspor chip AI dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut membatasi akses China terhadap chip canggih milik Nvidia, sehingga mendorong perusahaan dan pemerintah untuk beralih ke solusi lokal.

    Selain itu, adanya kebijakan tidak resmi yang mendorong penggunaan produk dalam negeri juga turut mempercepat adopsi chip buatan China.

    Transisi pangsa pasar ini semakin diakselerasi oleh manuver pemerintah pusat yang meluncurkan gelombang baru pengeluaran infrastruktur AI pada tahun 2025.

    Kebijakan ini memicu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pusat komputasi cerdas (intelligent computing centers) di berbagai provinsi, di mana banyak di antaranya membawa arahan implisit dari pemerintah untuk secara ketat membeli produk buatan China (buy Chinese).

    Meski demikian, dari sisi teknologi, chip lokal China masih belum sepenuhnya menyamai performa Nvidia. Namun, dengan dukungan pemerintah dan investasi besar-besaran, kesenjangan tersebut perlahan mulai dipersempit. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengubah peta persaingan industri AI global, dari yang sebelumnya didominasi perusahaan Barat menjadi lebih multipolar.

  • China Uji Robot Terintegrasi di Metro Berbasis AI

    China Uji Robot Terintegrasi di Metro Berbasis AI

    Telko.id – Kota Hefei di China mulai menguji sistem robotik terintegrasi di jaringan metro sebagai bagian dari transformasi transportasi berbasis AI. Sistem ini disebut sebagai salah satu implementasi pertama “robot cluster” penuh (full-space) di transportasi publik, di mana berbagai jenis robot bekerja secara terkoordinasi dalam satu platform terpusat.

    Sistem ini melibatkan penggunaan robot anjing, drone, hingga robot humanoid yang kini ditempatkan di jaringan metro untuk meningkatkan efisiensi operasional. Inisiatif ini menandai perkembangan penting dalam otomatisasi layanan publik di sektor perkeretaapian perkotaan.

    Dilansir dari eWeek, inovasi futuristik ini sedang diterapkan dalam tahap uji coba di sistem metro Kota Hefei. Kota Hefei sendiri merupakan bagian dari Provinsi Anhui di China yang menjadi lokasi percontohan proyek ini.

    Uji coba tersebut secara spesifik dilaksanakan pada hari Rabu (8/4/2026) untuk mengukur kapabilitas robot dalam lingkungan operasional nyata. Fokus utama pengujian adalah melihat bagaimana robot dapat berinteraksi dengan staf manusia.

    Baca Juga:

    Dalam implementasinya, sistem ini tidak hanya mengandalkan satu jenis robot, tetapi menggabungkan beberapa perangkat sekaligus seperti robot humanoid, robot anjing (quadruped), drone, hingga robot inspeksi bawah kereta.

    Semua robot tersebut dikendalikan melalui satu sistem dispatch berbasis AI yang mampu mengatur tugas secara real-time di seluruh area metro, mulai dari stasiun, jalur rel, hingga terowongan.

    Secara fungsi, tiap robot memiliki peran berbeda. Robot humanoid digunakan untuk melayani penumpang, seperti memberikan informasi arah dan membantu navigasi di dalam stasiun. Sementara itu, robot anjing bertugas melakukan patroli keamanan di area peron, dan drone digunakan untuk memantau kondisi di area yang sulit dijangkau.

    Di sisi lain, robot inspeksi khusus dapat masuk ke bagian bawah kereta untuk melakukan pengecekan teknis menggunakan sensor dan kamera beresolusi tinggi, sehingga mampu mendeteksi kerusakan lebih cepat dibanding metode manual.

    “China mulai menguji sistem transportasi masa depan dengan menghadirkan robot anjing, drone, hingga robot humanoid di jaringan metro,” demikian dikutip dari laporan tersebut mengenai implementasi teknologi baru ini.

    Lebih lanjut, laporan tersebut menegaskan klaim penting mengenai terobosan teknologi ini. “Teknologi ini bahkan diklaim sebagai sistem robot cluster pertama yang mampu bekerja di seluruh area stasiun dan jalur kereta,” ujar sumber berita tersebut.

    Meski sudah diuji dalam kondisi nyata, sistem ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan. Ke depan, pemerintah setempat berencana menambahkan model AI yang lebih canggih agar robot dapat memahami situasi kompleks dan merespons kondisi darurat secara lebih akurat.

  • MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

    MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

    Telko.id – MODENA mengukuhkan posisinya di pasar kompor listrik Indonesia dengan produk yang telah teruji dalam kompetisi memasak bergengsi dan meraih penghargaan nasional. Portofolio kompor listrik MODENA, mulai dari model portable hingga tanam, dirancang untuk menjawab kebutuhan dapur modern dengan performa tinggi dan teknologi stabil.

    Verina Winata, Head of Product Marketing MODENA, menegaskan komitmen brand terhadap kualitas yang terbukti. “Kami ingin memastikan setiap kompor listrik MODENA, baik portable maupun tanam, benar-benar bisa menjawab kebutuhan memasak yang beragam dengan fitur yang sudah terbukti,” ujarnya. Buktinya, Portable Induction MODENA digunakan dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy yang diikuti chef rumahan hingga profesional.

    MODENA juga meraih Indonesia Customer Experience (ICX) Award sebagai kompor listrik paling diminati konsumen di enam kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Penghargaan ini berdasarkan survei customer experience oleh Majalah SWA pada 2025, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.

    Salah satu produk andalan yang diuji langsung adalah MODENA Portable Induction PI 1316. Kompor listrik portable ini menjadi perangkat utama dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy di Kota Kasablanka awal April 2026. Para peserta, dari home cook hingga chef profesional, mengandalkannya untuk memasak beragam menu, dari kue hingga hidangan utama dengan teknik kompleks.

    Content image for article: MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

    Muhammad Ramdani, seorang pastry cook yang berpartisipasi, membagikan pengalamannya. “Saya pakai kompor listrik MODENA untuk buat mango sauce. Dipakai untuk simmering dengan tingkatan api di level 6, panasnya cepat banget. Nggak sampai lima menit, sudah simmer dengan baik. Saus nggak cepat gosong, karena panasnya stabil dan merata,” kata Ramdani.

    Keunggulan utama kompor portable ini terletak pada 10 Level Adjustable Power yang memungkinkan pengaturan panas presisi. Rentang daya dari 100 hingga 2.000 watt memberikan fleksibilitas konsumsi energi. Desainnya yang ringkas dan compact menjadikannya solusi ideal untuk dapur minimalis seperti apartemen, serta praktis untuk aktivitas di luar ruang.

    Di sisi kompor listrik tanam, MODENA menghadirkan tiga pilihan model: Built-in Induction Hob BI 3321 EBBK, BI 3721 EBBK, dan BI 4725 EBBK. Produk ini dilengkapi teknologi Low Power Constant Heat yang menjawab kekhawatiran umum tentang kestabilan panas pada daya rendah. Teknologi ini memastikan input panas stabil dan konsisten, mendukung penggunaan energi yang lebih efisien tanpa fluktuasi.

    Content image for article: MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

    Seluruh induction hob MODENA memiliki panel Touch Control yang intuitif. Model BI 4725 EBBK bahkan dilengkapi Slide Control untuk pengaturan suhu yang lebih halus dan akurat. Fitur Stop & Go memungkinkan proses memasak dijeda sementara tanpa kehilangan pengaturan suhu sebelumnya. Beberapa model juga memberikan jaminan garansi seumur hidup untuk ceramic glass, menambah nilai kepercayaan konsumen.

    Kombinasi inovasi, kemudahan penggunaan, dan kualitas teruji ini menjadi alasan MODENA meraih penghargaan ICX Award. Produk kompor listrik MODENA tersedia melalui MODENA Experience Center, MODENA Home Center, situs resmi www.modena.com, mitra dealer resmi, serta berbagai platform e-commerce. Keberhasilan MODENA ini sejalan dengan tren perangkat rumah tangga cerdas yang semakin diadopsi, mirip dengan visi teknologi AI untuk kemudahan hidup.

    Dengan portofolio yang kuat dan pengakuan dari konsumen maupun kompetisi, MODENA memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam kategori kitchen appliances di Indonesia. Produk yang telah teruji di lapangan menjadi bukti nyata komitmen brand menghadirkan solusi memasak yang andal untuk rumah tangga modern.

  • Kaspersky Ungkap  Bisnis dan Adopsi SOC di Indonesia

    Kaspersky Ungkap Bisnis dan Adopsi SOC di Indonesia

    Telko.id – Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran keamanan siber.

    Perusahaan keamanan siber global ini mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 3% year-on-year (YoY) di Indonesia pada 2025, dengan segmen B2C melonjak 48% YoY.

    Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menyatakan komitmen perusahaan terhadap pasar Indonesia.

    “Tahun lalu, kami menunjuk Country Manager pertama kami di Indonesia, Defi Nofitra, sebagai tanda keseriusan kami. Tahun 2025 merupakan awal yang baik baginya dan timnya yang semakin berkembang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, dengan kematangan keamanan siber Indonesia yang semakin maju, Kaspersky mengharapkan tahun yang lebih kuat ke depannya.

    Lanskap ancaman di Indonesia memang semakin kompleks. Data Kaspersky menunjukkan 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat terdeteksi dan diblokir tahun lalu.

    Selain itu, 20% perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan. Situasi ini mendorong banyak organisasi untuk beralih ke pendekatan keamanan yang lebih proaktif.

    Secara global, Kaspersky mencatat penjualan bersih mendekati USD 836 juta pada 2025, tumbuh 4% YoY. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh portofolio produk B2B yang naik 16% YoY.

    Di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan secara keseluruhan juga +4% YoY, dengan segmen enterprise meroket 22% YoY dan segmen non-endpoint tumbuh impresif 40% YoY.

    Adopsi SOC dan Tantangan Integrasi AI

    Sebagai respons terhadap lanskap ancaman yang dinamis, banyak perusahaan Indonesia mulai melihat pentingnya membangun Pusat Operasi Keamanan atau Security Operations Center (SOC).

    SOC adalah unit khusus yang bertanggung jawab untuk pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI secara berkelanjutan.

    Menurut penelitian Kaspersky, 58% pemimpin TI di Indonesia percaya bahwa SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.

    Lebih lanjut, 65% perusahaan mengakui kemungkinan berencana meningkatkan SOC dengan integrasi Kecerdasan Buatan (AI), dengan 53% menyatakan alasan utamanya adalah meningkatkan efektivitas deteksi ancaman.

    Namun, jalan menuju SOC yang diperkuat AI tidak tanpa hambatan. Studi yang sama mengungkap tantangan utama, termasuk kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi (47%), kurangnya spesialis AI yang berkualitas dalam tim internal (37%), dan kurangnya solusi yang sesuai di pasaran (29%).

    Tantangan ini selaras dengan upaya lebih luas untuk meningkatkan talenta keamanan siber di tanah air.

    Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan terpadu.

    “Organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk deteksi dini dan respons insiden yang cepat,” komentarnya.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan siber Indonesia secara menyeluruh.

    Solusi dan Rekomendasi Kaspersky

    Untuk menjawab kebutuhan pasar, Kaspersky telah membangun SOC generasi berikutnya yang mengintegrasikan AI untuk deteksi, respons, dan otomatisasi yang lebih baik.

    Implementasinya diperkuat dengan integrasi sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan intelijen ancaman real-time.

    Solusi ini bertujuan meningkatkan visibilitas, mengurangi waktu deteksi (MTTD) dan waktu respons (MTTR), serta mendukung kepatuhan regulasi.

    Bagi perusahaan yang ingin mulai membangun SOC, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi kunci. Pertama, penting untuk memastikan karyawan memiliki keterampilan teknis yang memadai melalui pelatihan rutin yang fokus pada keamanan sistem industri.

    Kedua, melakukan penilaian keamanan secara berkala dan pembaruan tepat waktu pada komponen jaringan.

    Kaspersky juga menyarankan perusahaan untuk berinteraksi dengan layanan Kaspersky SOC Consulting selama penyiapan awal.

    Selain itu, meningkatkan kinerja keamanan dengan solusi seperti Kaspersky SIEM yang didukung AI, serta melindungi perusahaan dengan lini produk Kaspersky Next yang menyediakan kemampuan EDR dan XDR.

    Upaya kolaborasi semacam ini sejalan dengan inisiatif lain seperti sinergi keamanan siber yang dilakukan oleh pemain industri.

    Dengan pertumbuhan bisnis yang tercatat dan fokus pada penguatan infrastruktur keamanan melalui SOC, Kaspersky menegaskan posisinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih aman.

    Adrian Hia menyatakan bahwa posisi strategis perusahaan di Asia Pasifik siap untuk mengamankan perluasan digital di kawasan, termasuk Indonesia, yang tengah gencar melakukan transformasi digital dan adopsi cloud. (Icha)

  • OS Super Aman Dibobol AI, Tanpa Bantuan Manusia

    OS Super Aman Dibobol AI, Tanpa Bantuan Manusia

    Telko.id – Dunia keamanan siber diguncang setelah sebuah sistem AI dilaporkan berhasil mebobol salah satu sistem operasi yang dikenal sangat aman, yaitu FreeBSD, tanpa campur tangan manusia secara langsung.

    Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan AI kini sudah melampaui fungsi sebagai alat bantu, dan mulai bertindak sebagai ‘peretas’, mandiri dalam skenario nyata.

    Mengutip dari Tekno Kompas, kabar mengejutkan ini diungkapkan oleh pakar teknologi siber, Amir Husain, dalam sebuah laporan analisis yang diterbitkan di Forbes. Insiden peretasan ini menjadi sebuah sinyal peringatan keras bahwa kemampuan AI telah berevolusi jauh.

    AI kini telah bertransformasi menjadi aktor utama yang mampu meluncurkan operasi siber penyerangan tingkat tinggi terhadap sistem produksi yang sangat kompleks.

    Dalam laporannya, Husain memaparkan bahwa model AI yang dibangun menggunakan Claude besutan Anthropic, berhasil menemukan pada celah kerentanan kritis di kernel FreeBSD (kode CVE-2026-4747).

    Claude tersebut mampu menemukan celah kritis pada sistem, lalu menyusun serangan secara lengkap hingga berhasil mendapatkan akses tingkat tinggi (root).

    Yang mengejutkan, proses yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu bagi peretas profesional bisa diselesaikan AI hanya dalam hitungan jam sekitar 4 hingga 8 jam saja.

    Baca Juga:

    Lebih sekedar dari menyalin kode, AI ini mampu bekerja layaknya ahli keamanan siber. Ia dapat menguji berbagai skenario, memperbaiki kesalahan saat eksploitasi gagal, hingga membangun rantai serangan kompleks secara mandiri. Bahkan, AI juga bisa membuat lingkungan uji sendiri untuk memastikan serangan berjalan efektif sebelum diterapkan ke sistem target.

    Meski disebut ‘tanpa bantuan manusia’, tetap ada peran manusia di tahap awal, seperti memberikan tujuan dan menyiapkan sistem. Namun setelah itu, AI dapat menjalankan seluruh proses teknis secara mandiri.

    Inilah yang membuat banyak ahli mulai khawatir, karena batas antara alat bantu dan pelaku serangan kini semakin tipis.

    Peristiwa ini menandai perubahan besar dalam lanskap keamanan digital. Jika sebelumnya serangan tingkat tinggi hanya bisa dilakukan oleh kelompok dengan keahlian khusus, kini AI berpotensi menurunkan hambatan tersebut, membuat serangan menjadi lebih cepat, murah, dan mudah diulang.

    Dampaknya, ancaman siber di masa depan bisa berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan pertahanan yang ada saat ini.

    Ke depan, para ahli menilai dunia siber akan memasuki fase baru, di mana pertarungan tidak lagi hanya antara manusia, tetapi juga antara sistem AI yang saling menyerang dan bertahan.
    Kondisi ini memaksa perusahaan dan organisasi untuk memperkuat sistem keamanan mereka, karena pendekatan lama mungkin tidak lagi cukup menghadapi ancaman berbasis kecerdasan buatan.

  • WhatsApp Hadirkan Fitur Noise Cancellation untuk Voice dan Video Call

    WhatsApp Hadirkan Fitur Noise Cancellation untuk Voice dan Video Call

    Telko.id – WhatsApp secara resmi mengumumkan penambahan fitur noise cancellation atau pembatalan kebisingan untuk panggilan suara dan video.

    Pembaruan ini bertujuan meningkatkan kualitas komunikasi pengguna dengan meminimalkan suara gangguan latar belakang selama melakukan panggilan.

    Fitur baru ini dikembangkan untuk bekerja secara otomatis selama panggilan berlangsung. Teknologi yang diterapkan akan secara aktif menganalisis audio masuk dan menyaring suara-suara yang tidak diinginkan, seperti dengungan AC, ketukan keyboard, atau keramaian di sekitar. Dengan demikian, suara pengguna diharapkan terdengar lebih jernih dan fokus.

    Kehadiran fitur pembatalan kebisingan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Meta, perusahaan induk WhatsApp, untuk meningkatkan pengalaman inti aplikasi perpesanan.

    Panggilan suara dan video telah menjadi fungsi yang semakin vital, baik untuk komunikasi personal maupun profesional.

    Pengembangan fitur ini juga berjalan seiring dengan ekspansi dukungan panggilan di berbagai platform. Sebelumnya, WhatsApp telah memperluas kemampuan panggilan suara dan video ke versi web, memungkinkan pengguna melakukan panggilan langsung dari browser komputer mereka. Informasi lebih lanjut tentang perluasan ini dapat dibaca di artikel mengenai dukungan panggilan WhatsApp Web.

    Dalam konteks regulasi di Indonesia, keandalan layanan panggilan WhatsApp menjadi perhatian. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pernah menegaskan bahwa tidak ada rencana pemerintah untuk membatasi panggilan WhatsApp dan layanan VoIP lainnya.

    Peningkatan kualitas panggilan melalui noise cancellation diharapkan dapat semakin mengukuhkan WhatsApp sebagai platform komunikasi yang andal.

    Fitur ini menjadi relevan mengingat tingginya volume aktivitas pengguna. Data menunjukkan tingginya trafik pesan, seperti yang tercatat jelang pergantian tahun dimana miliaran pesan WhatsApp bertukar. Lebih jelasnya, situasi tersebut diuraikan dalam reportase mengenai 9 miliar pesan WhatsApp.

    Selain noise cancellation, Meta diketahui terus mengembangkan berbagai fitur untuk WhatsApp. Salah satu fitur yang sedang dalam pengembangan adalah kemampuan untuk menjadwalkan pengiriman pesan, memberikan kendali lebih kepada pengguna atas waktu komunikasi mereka.

    Perkembangan terbaru mengenai fitur penjadwalan pesan ini dapat diikuti pada artikel pengembangan Scheduled Messages.

    Roll out fitur noise cancellation ini akan dilakukan secara bertahap kepada pengguna WhatsApp di seluruh dunia. Pengguna tidak perlu melakukan tindakan khusus untuk mengaktifkannya, karena fitur akan diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi melalui pembaruan perangkat lunak.

    Dengan tambahan ini, WhatsApp semakin memperkuat posisinya dalam persaingan layanan komunikasi instan yang menawarkan kualitas media yang tinggi. (Icha)