Kategori: OTT

  • Anda Tidak Mudik? Tenang Rumah Akan Tetap Rapih Karena Aplikasi ini!

    Anda Tidak Mudik? Tenang Rumah Akan Tetap Rapih Karena Aplikasi ini!

    Telko.id – Bulan Ramadhan dan lebaran tinggal menghitung hari. Bagi ibu-ibu yang sudah terbiasa ada yang membantu di rumah pasti sudah mulai stress. Gegara asisten rumah tangga tidak lama lagi akan pulang kampung. Lalu, harus bagaimana? Tenang, ada Help Apps. Sebuah platform all- in-one yang dapat membantu kita untukmendapatkan layanan rumah tangga yang mudah dan cepat.

    Help Apps ini menghadirkan segala kebutuhan rumah tangga; mulai dari perawat, supir, juru masak, shopper, house helper yang bisa diminta bantuannya untuk mencuci, menyetrika, membersihkan rumah, merawat taman hingga pekerja konstruksi untuk memperbaiki bangunan rumah.

    Help Apps juga akan membantu kita untuk mencari jasa kebutuhan rumah tangga yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka, membuat kegiatan sehari-hari penggunanya menjadi lebih mudah dan lebih nyaman.

    Selain membantu kita untuk mendapatkan jasa kebutuhan rumah tangga dengan cepat dan memiliki kualitas yang baik, Help Apps juga membantu tenaga kerja terlatih dan tidak terlatih untuk mendapatkan kesempatan bekerja tanpa batas dan akses luas ke ratusan pengguna Help Apps di Jadetabek.

    Dengan memberikan kesempatan bekerja yang luas, tenaga kerja terlatih dan tidak terlatih yang tergabung dalam platform Help Apps mampu meningkatkan penghasilan mereka sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

    “Help Apps merupakan platfrom yang diciptakan berdasarkan pengalaman pribadi saya dan teman-teman ibu rumah tangga yang mendukung karir suami, mengurus anak, dan menjalankan bisnis. Tidak hanya membantu masyarakat urban dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, kami juga membawa misi sosial untuk memberikan kesempatan bekerja tanpa batas dan akses luas bagi mitra kami, tenaga kerja terlatih dan tidak terlatih ke ratusan pengguna Help Apps di Jadetabek,” kata Melia Lustojoputro, Founder & CEO Help Apps.

    Layanan kebutuhan rumah tangga yang dihadirkan ke dalam Help Apps memiliki tarif yang bervariasi. Kita bisa mendapatkan layanan rumah tangga dari mitra Help Apps mulai dari harga Rp 35.000 hingga Rp 125.000 per jam-nya sesuai dengan keahlian masing-masing mitra. Help Apps juga memberikan fitur tambahan berupa kamera pengawas agar pengguna Help Apps dapat memantau secara real-time mitra Help Apps dalam menjalankan tugasnya.

    Help Apps juga memiliki fitur Charity Corner dimana penggunanya dapat melakukan donasi kepada orang-orang yang membutuhkan. Pengguna Help Apps dapat memberikan donasi mulai dari Rp 20.000 dan donasi tersebut akan diberikan oleh tim Help Apps kepada orang-orang yang membutuhkan.

    “Help Apps juga membantu masyarakat yang kurang beruntung dengan penghadirkan open platform bagi siapapun yang ingin berdonasi. Donasi Rp 20.000 yang telah diberikan oleh pengguna melalui Help Apps akan kami salurkan ke orang-orang yang membutuhkan dalam bentuk 2 porsi nasi bungkus dengan lauk-pauk bernutrisi lengkap,” tambah Melia.

    Hingga saat ini, Help Apps telah digunakan lebih dari 292 pengguna dan diperkuat oleh 132 mitra yang tersebar di kawasan Jadetabek.

    Kedepannya, Help Apps juga akan menghadirkan layanan panggilan dokter ke rumah serta layanan untuk mengurus dokumen-dokumen pribadi penggunanya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Help Apps, silakan kunjungi www.helpme.co.id atau unduh Help Apps untuk mendapatkan layanan rumah tangga berkualitas baik, cepat, dan mudah melalui Google PlayStore atau Apple AppStore. (Icha)

  • Ya Ampun! Status Decacorn GoJek Masih Diragukan

    Ya Ampun! Status Decacorn GoJek Masih Diragukan

    Telko.id, Jakarta– Indonesia sedang berbangga atas prestasi yang dicapai oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau GoJek, karena berhasil menyandang status Decacorn. Namun banyak yang meragukan status tersebut karena menganggap nilai valuasi GoJek belum memenuhi syarat.

    Seperti diketahui, Decacorn adalah istilah yang diberikan kepada perusahaan rintisan digital dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar atau setara Rp 141 triliun.

    Sementara GoJek dikabarkan memiliki nilai valuasi mencapai USD $ 10 miliar atau Rp 141,5 triliun. Namun ada kabarnya nilai valuasi belum menyentuh angka tersebut.

    Dilansir Telko.id dari TechCrunch pada Selasa (09/04/2019), berdasarkan dua sumber yang dekat dengan perusahaan, nilai valuasi GoJek sebenarnya baru mencapai USD$ 9,5 miliar atau Rp 134,4 triliun. Data ini merujuk pada laporan pendanaan terbaru perusahaan itu di bulan Januari lalu.

    Perlu diketahui bahwa kabar status Decacorn bermula dari laporan perusahaan analitik CB Insights pada awal April 2019. Dalam laporannya yang dikuti banyak media, GoJek masuk dalam daftar 19 perusahaan Decacorn dengan nilai valuasi mencapai USD $ 10 miliar atau sudah memenuhi syarat sebagai Decacorn.

    {Baca juga: Selamat! Gojek Naik Kelas Menjadi Decacorn}

    GoJek memang cukup tertutup mengenai nilai valuasi terbaru mereka. Perusahaan ride sharing itu hanya mengatakan bahwa pihaknya mendapat kucuran dana lebih dari USD 1 miliar, sehingga ketika CB Insights menulis bahwa GoJek telah menjadi Decacorn, maka media pun langsung merilis beritanya.

    Laporan CB Insights pun cukup menarik karena menuliskan nilai valuasi Grab sebesar USD $ 11 miliar atau Rp 155,7 triliun. Padahal valuasi kompetitor Gojek itu sudah mencapai USD $ 14 miliar atau Rp 198,1 triliun karena mendapat kucuran dana sekitar $ 1,46 miliar atau Rp 20,6 miliar dari SoftBank’s Vision Fund.

    {Baca juga: Diduga Dukung LGBT, Warganet Bikin Tagar #UninstallGojek}

    Hingga saat ini perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu belum mau berkomentar terkait status Decacorn dan informasi bantahan yang menyebut jika valuasi Gojek belum layak menyandang Decacorn.

    Namun kasus ini membuktikan bahwa media dapat membangun berita dari sepotong informasi yang belum diverifikasi terlebih dahulu. Jadi apakah Gojek sudah naik kelas atau belum masih menjadi misteri hingga saat ini. [NM/HBS]

    Sumber: TechCrunch

  • Biar Sinyal On Terus, Perlukah Aturan Khusus Untuk Ruang Publik?

    Biar Sinyal On Terus, Perlukah Aturan Khusus Untuk Ruang Publik?

    Telko.id – Hadirnya MRT di Jakarta memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat. Namun disayangkan tidak semua operator telekomunikasi hadir di dalam transportasi tersebut. Perlu ada aturan khusus agar operator dapat melayani di ruang publik seperti MRT ini.

    Hal ini disampaikan oleh Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata saat media gathering di Banyuwangi beberapa waktu lalu.

    “Menurut kami, perlu adanya aturan khusus untuk penyelenggara telekomunikasi dipermudah memberikan layanan di ruang publik,” ujar Yessie.

    Saat ini, operator untuk bisa melayani pelanggannya di MRT itu melakukan dealing Business to Business (B2B) sehingga dana yang harus dikeluarkan oleh operator pun sangat besar. Padahal hanya untuk mencover blank di kawasan MRT yang hanya sekitar 10 hingga 12 menit saja.

    Menurut Chris Kanter, ongkos sewa jaringan telekomunikasi di MRT ini mencapai Rp600 juta per bulan.  “Itu bukan hanya kemahalan, tapi sangat mahal,” ujar Chris beberapa waktu lalu.

    Bagi operator ini tentu dilema, antara kepentingan layanan prima dan tambahan biaya.

    Mengingat biaya sewa nya sangat mahal, Yessie menyebutkan agar sepatutnya layanan di MRT ini tidak dijadikan sebagai alat komersialisasi.

    “Ini hal yang sangat penting dan serius. Kenapa? Walaupun awalnya B2B, tetapi sebetulnya yang fundamental itu adalah ruang publik,” ungkap Yessie.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Munir Syahda Prabowo, Vice President Network Smartfren.

    “Memang Smartfren sudah hadir di MRT ini, hanya saja yang kami concern, MRT ini adalah area publik, seyogya nya ada aturan khusus untuk area public seperti MRT ini sehingga masyarakat pun mendapatkan pelayanan yang optimal,” ujar Munir.

    Telkomsel sendiri untuk dapat melayani pelanggannya di dalam subway MRT itu menurut Bob Apriawan, Direktur Jaringan Telkomsel bahwa operator ini telah memasang 48 BTS di 13 stasiun yang dilewati MRT Jakarta. Secara keseluruhan ada 74 sektor dengan 222 NE BTS mixed 2G, 3G, dan 4G.

    Sedangkan Smartfren masih belum terbuka tentang berapa banyak BTS yang dipasang sepanjang jalur MRT ini. Hanya saja, besok (09/04) akan ada uji jaringan di sepanjang jalur MRT tersebut.

    Untuk tiga provider telekomunikasi lain yaitu XL Axiata, Indosat Ooredoo dan Tri, mengaku masih berupaya merampungkan finalisasi penyediaan jaringan di rute MRT Jakarta.

    Akan kah aturan khusus untuk area public dikeluarkan pemerintah? Coba saja kita tunggu, kalau sinyal semua operator ada di subway MRT, berarti negosiasi tentang aturan khusus ini berhasil. (Icha)

     

  • Selamat! Gojek Naik Kelas Menjadi Decacorn

    Selamat! Gojek Naik Kelas Menjadi Decacorn

     

    Telko.id, Jakarta – Gojek dilaporkan telah menyandang situs decacorn atau perusahaan dengan valuasi mencapai USD 10 miliar atau Rp 141,6 triliun. Kabar Gojek decacorn ini dilaporkan oleh lembara riset CB Insights dalam The Global Unicorn Club.

    Dalam situs resmi CB Insights, valuasi Gojek telah menembus USD 10 miliar dan menduduki peringkat 19 secara global.

    Meningkatnya valuasi Gojek sejatinya tidak terlepas dari masifnya injeksi modal yang masuk ke perusahaan besutan Nadiem Makarim itu.

    {Baca juga: Rudiantara Rayu Singapura Investasi di Indonesia}

    Sejak tahun 2014 mereka terus menghimpun dana dari luar negeri maupun dalam negeri. Seperti Google, Tencent Holdings, Temasek Holdings, Astra International dan Meituan Dianping.

    Terakhir pada 2018, Gojek berhasil memperoleh dana hingga USD 1,5 miliar atau Rp 21,2 triliun dari sejumlah investor, dan di awal tahun ini juga berhasil meraup dana USD 1 miliar atau Rp 14,1 triliun.

    Dengan dana tersebut, mereka akhirnya melakukan ekspansi pasar di sejumlah negara di Asia Tenggara dan mengoptimalkan layanan pembayaran digital melalui fitur Gopay.

    {Baca juga: Grab jadi Perusahaan ‘Decacorn’ Pertama di Asia Tenggara}

    Sebelumnya, Perusahaan layanan transportasi pesaing Gojek, yakni Grab telah mengalami peningkatan status unicorn menjadi decacorn. Bahkan perusahaan asal Singapura itu mengklaim menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara.

    Informasi terkait decacorn Grab ini diumumkan sendiri oleh mereka di laman resmi perusahaan. Grab menjelaskan bahwa status tersebut telah meningkat dari sebelumnya unicorn, karena telah memiliki nilai valuasi sekitar USD 11 miliar atau Rp 155,3 triliun.

    “Kalau unicorn sebutan untuk startup bernilai lebih dari USD 1 miliar, sedangkan decacorn adalah lompatan berkali-kali dari unicorn atau bernilai 10X lipatnya. Mau tahu siapa sih yang sudah menjadi decacorn ini? Grab adalah decacorn pertama di Asia Tenggara” tulis Grab. (NM/FHP)

  • Wow! 100 Nelayan Banyuwangi Sudah Gunakan Aplikasi Laut Nusantara

    Wow! 100 Nelayan Banyuwangi Sudah Gunakan Aplikasi Laut Nusantara

    Telko.id – Dulu, nelayan melaut itu untuk mencari ikan. Sekarang dengan adanya Aplikasi Laut Nusantara buatan XL Axiata, Nelayan melaut untuk menangkap ikan. Pasalnya, dengan gunakan aplikasi ini, potensi keberadaan ikan dapat lebih diketahui lagi. Apalagi, data setiap harinya di update.

    Sosialisasi aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus keamanan nelayan ini pun terus disebarkan oleh XL pada nelayan. Termasuk juga nelayan di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setidaknya, sudah ada 100 nelayan yang ikut dalam sosialisasi ini.

    “Sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara sekaligus merupakan bagian dari upaya XL Axiata membantu pemerintah menyiapkan masyarakat di semua lapisan ekonomi, dengan berbagai profesi, memasuki era digital,” ungkap Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menjelaskan dalam acara penyerahkan perangkat HP berisi aplikasi Laut Nusantara kepada perwakilan nelayan di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (4/4).

    Aplikasi “Laut Nusantara” ini dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan real time. Serta sumber data sepenuhnya dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL). Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

    Data-data dari BROL juga up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya. Updating data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus.

    Sementara itu, data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang. Tim XL Axiata dan BROL sebelumnya sudah melakukan penelitian dan survey ke sejumlah komunitas nelayan di berbagai daerah untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait informasi seputar aktivitas penangkapan ikan.

    XL Axiata dan BROL terus mengembangkan fitur-fitur aplikasi ini. Fitur yang paling baru adalah fitur navigasi. Fitur navigasi ini berisi infomasi mengenai jarak, kalkulasi bbm otomatis dari jarak yang titik-titik tujuannya sudah ditentukan nelayan, dan arah (heading bearing).

    Saat ini sudah ada 11 daerah dan 1.300 nelayan yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara. Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi.

    Hingga Februari 2019 lalu, tidak kurang dari 10.000 nelayan telah memanfaatkan aplikasi ini. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti akan ada sekira 15 ribu nelayan memanfaatkannya.

    Program sosialisasi akan terus dilakukan di sepanjang tahun 2019 ini. Selain mendatangi langsung setiap lokasi sentra nelayan, XL Axiata juga memanfaatkan media sosial YouTube untuk membagikan cara penggunaan aplikasi Laut Nusantara melalui video tutorial.

    Dengan demikian, masyarakat nelayan di mana pun bisa secara mandiri mengakses aplikasi ini tanpa perlu menunggu sosialisasi tatap muka.

    Dalam acara tersebut juga, XL melakukan perbaikan beberapa perahu nelayan yang sudah lama beroperasi. Harapannya, perahu bisa kembali maksimal untuk dipergunakan melaut. Perahu-perahu tersebut memerlukan perbaikan terutama pada badan dan layer. Termasuk dalam perbaikan ini berupa pengecatan badan perahu dengan warna-warni khas perahu Banyuwangi.

    Desa Mandar, tempat dilaksanakannya program sosial ini merupakan desa dengan mayoritas warga bermatapencaharian sebagai nelayan. Total ada sekitar 600 keluarga nelayan yang bermukim di desa ini. Kebanyakan dari mereka merupakan nelayan yang mengandalkan perahu jukung berukuran kecil dan jaringan yang juga terbatas untuk menangkap hasil laut. (Icha)

  • Bukan Hanya Handal, Mitra Gojek pun Harus Sigap Menolong Di Jalan

    Bukan Hanya Handal, Mitra Gojek pun Harus Sigap Menolong Di Jalan

    Telko.id – Di Bandung, ada komunitas para mitra Gojek yang disebut dengan Unit Reaksi Cepat (URC). Komunitas URC selama ini telah berinisiatif secara sigap menolong pengguna jalan yang membutuhkan.  Itu sebabnya, Gojek pun berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap dan Dinas Kesehatan Kota Bandung, GOJEK mengedukasi komunitas mitra driver mengenai langkah tepat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

    Data Korlantas Polri, menyebutkan bahwa jumlah korban kecelakaan lalu lintas cukup tinggi dibandingkan negara-negara tetangga, sekitar 28-30 ribu per tahun. Tentunya hal ini patut menjadi perhatian GOJEK sebagai penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia. Menggandeng berbagai institusi, GOJEK semakin memberdayakan mitra pengemudi melalui pelatihan P3K yang bermanfaat bukan hanya untuk keseharian mereka, namun juga masyarakat pada umumnya.

    “Melalui kerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap dan Dinas Kesehatan Kota Bandung, kami merangkul mitra driver Bandung khususnya yang tergabung dalam komunitas Unit Reaksi Cepat (URC). Komunitas URC selama ini telah berinisiatif menolong pengguna jalan yang membutuhkan dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Kami juga berkomitmen untuk semakin memberdayakan mereka melalui pelatihan P3K yang diberikan oleh pihak-pihak yang berkompetensi,” ungkap Becquini Akbar, VP Regional GOJEK Jawa Barat & Banten.

    Pelatihan P3K GOJEK di Bandung terbagi menjadi dua bagian dan diadakan melalui wadah Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang bertujuan untuk menaikkelaskan mitra GOJEK. Pelatihan P3K tingkat dasar diampu oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dan disasarkan kepada mitra yang tertarik menjadi bagian URC.

    Perwakilan Divisi Pelatihan PSC 119 Bandung Emergency Service, Tri Setyo Wibowo menuturkan, “Ini kali pertama kami berkolaborasi dengan layanan ride-hailing untuk mitigasi risiko lakalantas. Kegiatan pembekalan ilmu dasar P3K untuk mitra driver ini menarik karena teman-teman mitra driver yang sering menghabiskan waktunya di jalan memahami sisi praktis P3K. Harapan kami, semakin banyak mitra driver GOJEK yang teredukasi sehingga dapat menolong sesama pengguna jalan bila terjadi kecelakaan.”

    Sementara untuk mitra yang sudah bergabung di komunitas URC, pelatihan bersertifikat diberikan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pelatihan yang serupa, diadakan pula oleh Palang Merah Indonesia di beberapa kota lainnya.

    Perwakilan Divisi Edukasi Pelatihan dan Pengembangan DMII ACT, Yadi Frans, “Kami menyambut positif kerjasama dengan GOJEK, karena sejalan dengan komitmen kami untuk membuat semakin banyak masyarakat paham akan keterampilan menolong. Keterampilan penolong tidak boleh disepelekan, harapan kami dengan materi yang komprehensif, mitra driver sigap memberikan respon yang tepat untuk kondisi darurat di jalan raya.”

    Selain mengadakan pelatihan P3K, GOJEK Bandung juga meluncurkan ambulans untuk membantu komunitas URC menangani luka ringan dan luka sedang di tempat kejadian kecelakaan. “Tidak hanya aktif saat keadaan darurat, ambulans GOJEK juga senantiasa mengunjungi basecamp-basecamp mitra driver di Bandung untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar para mitra driver bisa optimal dalam mencari nafkah untuk keluarga,” jelas Becquini.

    Ambulans GOJEK dilengkapi dengan alat penunjang P3K dan didukung oleh tenaga medis yang siap melayani 24 jam sebagai upaya untuk memaksimalkan pertolongan pertama saat keadaan darurat di jalan raya. Unit ambulans GOJEK dioperasikan oleh tim medis dan pengemudi ambulans tersertifikasi sehingga siap memberikan pengobatan dan mengantarkan korban ke rumah sakit saat terjadi kecelakaan lalu lintas atau kondisi darurat lainnya.

    “Inisiatif yang kami luncurkan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen GOJEK memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman. Ke depan kami akan melanjutkan program serupa, sehingga mitra driver dapat bekerja dengan tenang sekaligus terus menjadikan layanan GOJEK sebagai pilihan utama masyarakat,” tutup Becquini. (Icha)

     

     

  • Grab ‘Cari Temen’ Buat Dijadikan Decacorn Lewat Thinkubator

    Grab ‘Cari Temen’ Buat Dijadikan Decacorn Lewat Thinkubator

    Telko.id – Grab, sebagai super app, tidak mau sendirian jadi decacorn.  Ingin juga mengajak para startup di Indonesia untuk naik level. Itu sebabnya, meluncurkan Thinkubator Conference dan Startup Competition untuk mencaristartup decacorn masa depan di Indonesia.

    Acara yang dibukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan ini merupakan hasil dari kerja sama antara Grab dengan lima kementerian dan badan pemerintahan (Menko Kemaritiman, KSP, Kominfo, BKPM & Bekraf) untuk meningkatkan ekspansi dan pengembangan industri teknologi serta startup di Indonesia.

    Dengan Indonesia sebagai premiere edition, Grab juga berencana menghadirkan program ini ke berbagai negara Asia Tenggara untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi startup-startup regional untuk berkembang.

    ”Sekarang merupakan saat yang tepat bagi industri teknologi di Indonesia dan Asia Tenggara untuk menjadi sorotan di dunia internasional. Ada begitu banyak inovasi di sini yang didorong oleh semangat nyata untuk membuat terobosan,” ungkap Hooi Ling Tan, Co-founder Grab.

    Harapannya, melalui Thinkubator ini Grab dapat membangun sebuah platform yang terbuka dan inklusif untuk menemukan serta mengembangkan berbagai ide terbaik dari Indonesia. Apalagi, sebagian besar kesuksesan Grab merupakan hasil dari berbagai pihak besar yang mendukungnya sehingga sekarang ini jadi waktu yang tepat untuk berkontribusi kembali melalui kerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam pencarian kisah sukses startup berikutnya di Asia Tenggara.

    Thinkubator pertama kali digagas berdasarkan percakapan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan telah menjadi kompetisi nasional untuk mencari ide terbaik dalam berbagai kategori termasuk logistik/transportasi, pertanian/lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Program ini berfokus pada keberagaman dan inklusi – menyambut beragam ide dari seluruh Indonesia, dari setiap pendiri startup yang bersemangat menciptakan dampak besar bagi masyarakat, terlepas dari latar belakang mereka.

    Sebanyak 1.165 startup telah mendaftar dalam program ini dengan tim yang tidak hanya berasal dari kota-kota besar, namun juga dari wilayah Indonesia Timur dan berbagai provinsi lainnya. Dari jumlah tersebut, 150 startup telah terpilih dan akan bergabung dalam konferensi yang dimulai hari ini termasuk kegiatan workshop dan sesi networking. Dari 150 finalis, 75 finalis berasal dari luar Jabodetabek, 17 berasal dari luar Jawa dan 35 tim memiliki founder dan co-founder perempuan.

    Dari 150 startup, 6 finalis akan dipilih untuk pitching ide bisnis mereka di depan panel profesional seperti William Tanuwijaya, Co-Founder Tokopedia; Friderica Widyasari Dewi, Direktur Eksekutif KSEI; dan Chairul Tanjung, Ketua CT Corp. Babak final Thinkubator akan disiarkan langsung di Trans TV pada hari Jumat, 29 Maret 2019, pukul 20.00 WIB.

    Para finalis Thinkubator akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dengan total 3 miliar rupiah, termasuk akses ke Microsoft Azure untuk mengembangkan bisnis mereka. Profil perusahaan para pemenang juga akan semakin dipromosikan untuk menarik minat pendanaan lebih lanjut serta investasi dari perusahaan penyedia modal. Hal ini juga semakin diperkuat dengan posisi Indonesia saat ini sebagai salah satu negara tujuan utama untuk pengembangan investasi teknologi di Asia Tenggara.

    “Kami terus berfokus untuk membangun sumber daya manusia untuk berkompetisi secara aktif di era Industri 4.0 ini.  Bakat yang ditingkatkan dapat membantu membuat revolusi industri seperti di transportasi, perikanan dan pariwisata. Kami melihat Thinkubator sebagai model sinergi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta seperti Grab untuk memberikan wadah bagi putra-putri Indonesia yang berbakat untuk maju dan membuat perubahan yang nyata!”, ungkap Luhut, saat meresmikan acara Thingkubator ini.

    Dilanjutkan oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasi yang mengatakan, “Pemerintah telah melakukan berbagai inisiatif untuk membantu startup tumbuh di Indonesia, dalam hal kebijakan dan peraturan. Dan kami terus bekerja sama dengan berbagai mitra dan lembaga untuk menjadikan Indonesia tempat terbaik untuk berkembangnya startup”.

    Lebih lanjut, Rudiantara menyebutkan bahwa “Thinkubator merupakan inisiatif kolaborasi yang didukungnya karena memberikan manfaat tidak hanya bagi startup, tetapi juga bagi warga Indonesia melalui pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan serta produk dan solusi yang akan dihasilkan”.

    Tentu dengan harapan, para startup yang bergabung dalam ajang ini akan menawarkan inovasi di berbagai industri, terutama di bidang Logistik, Transportasi, Pertanian, Lingkungan, Pendidikan dan Kesehatan.

    Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) juga menambahkan, “Para startup yang telah sukses di Indonesia hingga saat ini adalah mereka yang menawarkan solusi paling kreatif untuk masalah yang sudah lama ada. Kami berharap dapat menemukan lebih banyak orang kreatif di seluruh negeri yang dapat membantu mempersiapkan Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2025. Dan bagi mereka yang mencari inspirasi untuk membuat bisnis mereka sendiri, Thinkubator akan menawarkan kesempatan dan pengalaman.”

    Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia mengatakan, “Kami sangat bangga untuk menghadirkan program Thinkubator yang pertama di Indonesia. Program ini menjadi bukti kolaborasi kuat kami dengan pemerintah Indonesia untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan startup dan teknologi di Indonesia. Kami sangat senang dapat melihat banyak startup yang membawa misi sosial, yang sejalan dengan perjalanan Grab di Indonesia untuk juga membantu berbagai isu sosial. Kami berharap dapat menemukan startup Indonesia selanjutnya yang akan menyandang status decacorn.”

    Sebagai tindak lanjut dari program Thinkubator, Grab Ventures Velocity (GVV), program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up) dan berstatus post-seed, akan segera membuka pendaftaran program periode keduanya di Indonesia. GVV menawarkan platform untuk menguji dan mengkomersilkan solusi peserta dengan basis pelanggan Grab. (Icha)

     

     

     

  • Tarif Ojol Resmi Dirilis, Tarif nya Rp1.850 – Rp2.600 per km

    Tarif Ojol Resmi Dirilis, Tarif nya Rp1.850 – Rp2.600 per km

    Telko.id – Akhirnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengeluarkan juga aturan untuk ojek online pada hari ini (25/03 2019) sesuai janjinya minggu lalu. Aturan ojek online yang baru ini akan berlaku mulai 1 Mei 2019.

    Dalam aturan baru tersebut, batas bawah tarif paling rendah ditetapkan sebesar Rp1.850 per km, sedangkan batas atas tarif paling tinggi ditetapkan sebesar Rp2.600 per km. Di mana, yang terendah adalah untuk zona 1 yakni diwilayah Sumatera, Bali, Jawa selain Jabodetabek sebesar Rp1.850 per km.

    Sedangkan batas bawah tarif zona II (Jabodetabek) ditetapkan sebesar Rp2.000 per km dan zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, dan Papua) ditetapkan sebesar Rp2.100 per km.

    Sementara batas atas tarif tertinggi ditetapkan untuk zona III sebesar Rp2.600 per km, kemudian zona II sebesar Rp2500 per km, dan zona I Rp2.300 per km.

    “Biaya jasa minimal di rentang Rp8.000-Rp10 ribu, ini per 4 km. Kalau masyarakat naik ojek online di bawah 4 km ini biayanya sama,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi di Jakarta, Senin (25/3).

    Budi menjelaskan penetapan tarif dilakukan guna melindungi konsumen dan memberikan kepastian kepada para pengemudi ojek online. Adapun rentang tarif, menurut Budi, ditetapkan oleh masing-masing aplikator.

    “Untuk zona II Rp2.000 per km nett. Ini ada biaya aplikator 20 persen dan aplikator akan memberikan subsidi,” jelas dia.

    Dalam regulasi tersebut, menurut dia, pemerintah juga mengatur asuransi jika terjadi kecelakaan. Nantinya, BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, hingga Jasa Raharja akan dilibatkan.

    “Di dalam keputusan ini, akan kami lakukan evaluasi tiga bulanan,” kata dia.

    Sebelumnya, tarik ulur tentang tarif ini telah terjadi, antara pengemudi ojek online, aplikator dan pemerintah. Di mana, selama ini tarif yang ditetapkan Grab dan Gojek sebagai aplikator dirasa terlalu mencekik bagi para mitra, yaitu sekitar Rp1.200 hingga Rp1.500 per km. Sedangkan versi pengemudi tarif yang diinginkan Rp2.500 hingga Rp3.000. Di sisi lain, keinginan pemerintah ingin tarif mulai Rp2.000- Rp2.500 per km. (Icha)

  • Wow! Ternyata Mitra GOJEK Kontribusi Rp 44,2 Triliun Ke Ekonomi RI

    Wow! Ternyata Mitra GOJEK Kontribusi Rp 44,2 Triliun Ke Ekonomi RI

    Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, kehadiran ojek online memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Banyak tenaga kerja produksi menjadi driver ojek hingga dapat memperoleh penghasilan untuk dibawa pulang ke rumah. Seberapa besar dampaknya?

    Berdasarkan hasil riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), yang bertajuk “Dampak GOJEK terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018, kontribusi mitra GOJEK dari empat layanan (layanan roda-dua GO-RIDE, roda-empat GO-CAR, GO-FOOD, dan GO-LIFE) kepada perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun.

    Sedangkan pada studi serupa yang dilakukan pada tahun 2017 menunjukkan kontribusi GOJEK dari dua mitra (mitra pengemudi roda dua dan UMKM) mencapai Rp 15,1 triliun.

    “Kontribusi yang semakin besar dari GOJEK menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. GOJEK sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan,” ujar Paksi C.K. Walandouw  Wakil Kepala LD FEB UI menjelaskan.

    Secara rinci, angka kontribusi mitra GOJEK terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018 adalah

    Mitra pengemudi GO-RIDE menyumbang Rp 16,5 triliun, Mitra pengemudi GO-CAR berkontribusi Rp 8,5 triliun, Mitra UMKM GO-FOOD kontribusinya Rp 18 triliun dan Mitra GO-LIFE (GO-CLEAN dan GO-MASSAGE) kontribusinya Rp 1,2 triliun.

    Paksi menambahkan bahwa “Kontribusi mitra UMKM GO-FOOD tahun 2018 naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2017. Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GO-FOOD ini antara lain disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi GOJEK yang digunakan oleh mitra UMKM GO-FOOD.

    Lebih jauh mengenai mitra UMKM GO-FOOD, keutamaan GOJEK di bisnis pesan-antar makanan online tercermin dari beberapa temuan. Pertama adalah 93% responden mitra UMKM menyatakan mereka go-online karena bermitra dengan GO-FOOD, 93% mitra mengalami peningkatan volume transaksi dan 55% mitra mendapatkan peningkatan klasifikasi omzet setelah bergabung dengan GO-FOOD.

    Peningkatan volume dan omzet bisnis ini lah yang kemudian memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden yang menginvestasikan kembali pendapatannya ke dalam usaha mereka.

    Optimisme kemitraan bersama GOJEK

    Hasil riset tahun ini juga menunjukkan tingkat optimisme yang tinggi terhadap kemitraan bersama GOJEK. Hal ini tampak dari tingginya responden yang merasa yakin dapat menghidupi keluarga mereka dengan layak semenjak bergabung sebagai mitra (GO-RIDE 87%, GO-CAR 92%, dan GO-LIFE 95% ).

    Riset ini juga menunjukkan bahwa tiga manfaat utama yang dirasakan sebagai mitra pengemudi di GOJEK adalah; bisa mengatur waktu kerja, bisa membiayai keluarga, dan memiliki waktu lebih bersama keluarga.

    Selanjutnya, hasil riset juga menunjukkan mayoritas responden (>84%) merasakan persaudaraan yang kuat dengan sesama mitra lainnya, menganggap positif kemitraan dengan GOJEK, serta merasa hubungan kemitraan dengan GOJEK adil.

    Temuan menarik lainnya dari penelitian ini, lebih dari 70% mitra GO-MASSAGE dan GO-CLEAN adalah perempuan, dan hampir 50% diantaranya merupakan penghasil utama (breadwinner) di keluarganya.

    “Hal ini menunjukkan partisipasi perempuan yang semakin tinggi dalam ekonomi berbasis digital,” kata Paksi.

    Riset ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan pencuplikan acak sederhana (simple random sampling) dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir; mitra pengemudi roda dua GO-RIDE (3,886 responden), mitra pengemudi roda empat GO-CAR (1,010 responden), mitra UMKM GO-FOOD (1,000 responden), dan mitra GO-LIFE (836 responden).

    Sampel penelitian ini mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan GO-LIFE di wilayah penelitian. Riset ini merupakan salah satu riset dengan skala dan cakupan terbesar pada industri ekonomi digital Indonesia dengan margin of error di bawah 3,5%. (Icha)

     

     

     

     

  • Biar Selalu Juara, Mercedes-AMG Petronas Motorsport Kembali Gandeng TIBCO

    Biar Selalu Juara, Mercedes-AMG Petronas Motorsport Kembali Gandeng TIBCO

    Telko.id – Dibalik kejayaan Mercedes-AMG Petronas Motorsport di sirkuit ternyata ada TIBCO yang membantu dalam mengolah dan menganalisa data yang begitu banyak dan besar. Teknologi dan solusi apa yang digunakan oleh TIBCO?

    Ternyata, TIBCO menyediakan sang juara dan mobil balap terbaru, Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ dengan solusi analisis canggih, dari TIBCO Spotfire ke TIBCO Data Science, untuk menciptakan keunggulan yang kompetitif.

    Pengalaman Mercedes-AMG Petronas Motorsport yang bejibun dan terabyte data dinamis dari setiap balapan akhir pekan sangat penting dianalisa untuk membuat keputusan strategis baik pada saat di pabrik maupun selama perlombaan. Untuk itu, digunakan lah Platform TIBCO® Connected Intelligence yang menyediakan fondasi analitik tingkat lanjut, membantu tim menentukan anomali, membuat keputusan lebih cepat, dan mengeksploitasi potensi penuh mobil mereka.

    “Platform TIBCO Connected Intelligence kami sangat ideal untuk pelanggan yang membutuhkan wawasan unik untuk menginformasikan keputusan penting secara real-time. Demikian pula, tim Formula Satu yang membutuhkan teknologi kinerja tertinggi untuk melengkapi kerja tim kolaboratif yang diperlukan untuk menang,” kata Thomas Been, Chief Marketing Officer, TIBCO.

    Been menambahkan bahwa Mercedes-AMG Petronas Motorsport berkomitmen untuk mengembangkan mobil sepanjang musim agar tetap terdepan dalam persaingan. Dengan perubahan peraturan baru untuk musim 2019, data akan menjadi kunci keberhasilan.

    “Kami berharap Kami berharap Mercedes-AMG Petronas Motorsport sukses di 2019, karena kami bekerja sama untuk meningkatkan kinerja, keandalan dan mengurangi waktu tunggu,” ujar Been menambahkan.

    “Kemenangan di Formula Satu membutuhkan tim yang dapat mendorong pengembangan sepanjang musim, serta teknologi yang memungkinkan kebebasan untuk berinovasi di seluruh organisasi. Kami telah memilih untuk menggunakan solusi TIBCO hanya karena alasan itu,” kata Toto Wolff, kepala tim dan Chief Executive Officer, Mercedes-AMG Petronas Motorsport.

    Teknologi TIBCO tidak hanya memberi tim wawasan unik tentang W10, tetapi juga memberikan data yang diperlukan dan waktu nyata yang diperlukan untuk mengambil risiko yang tepat pada waktu yang tepat untuk membuat keputusan yang pada akhirnya meningkatkan kinerja dan membantu memenangkan perlombaan.

    “Platform TIBCO Connected Intelligence memainkan peran penting dalam membantu kami mencapai kesuksesan, dan kami sangat senang untuk itu karena terus membantu tim kami di tahun 2019,” ungkap Toto.

    So, semoga Mercedes-AMG Petronas Motorsport dapat sukses di musim pertandingan 2019 ini dan di tahun mendatang juga. (Icha)