Kategori: OTT

  • Hai Para Stratup, Butuh Dana? SKALA Siapkan Rp.700 Juta Lho!

    Hai Para Stratup, Butuh Dana? SKALA Siapkan Rp.700 Juta Lho!

    Telko.id – Salah satu membangun startup adalah pendanaan. Itu sebabnya, Innovation Factory yang merupakan inisiatif berbasis komunitas melalui SKALA mengadakan program pre-seed atau investasi tahap awal. Dana yang disediakan mencapai Rp.700 juta atau setara dengan 8% untuk setiap startup.

    Ini merupakan program angkatan ke dua. Di mana, SKALA akan memilih hingga 15 startup yang melewati proses seleksi secara ketat. Jika di angkatan pertama SKALA memberikan investasi tahap awal sejumlah USD 30.000 untuk 5% saham, kini nominal tersebut ditambah hingga USD 50.000 (Rp 700 juta) untuk 8% saham.

    Sebagai pihak yang mendukung transparansi, term sheet SKALA terbuka secara publik dan dapat diakses oleh siapapun. Dengan begitu, founder akan memiliki seluruh informasi yang mereka butuhkan sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam program.

    Selain dukungan berupa modal awal, program akselerator yang digagas Innovation Factory dan STRIVE (sebelumnya bernama GREE Ventures) ini juga akan memberikan akses ke layanan profesional lain, seperti ruang kantor, tenaga hukum dan akuntansi, kredit, dan cloud hosting. Di akhir program, startup juga berkesempatan untuk melakukan presentasi di hadapan lebih dari 100 investor untuk mendapatkan pendanaan tahap berikutnya.

    “Melihat antusiasme yang sangat besar di program pertama, kami terdorong untuk bisa melatih dan membimbing lebih banyak perusahaan startup di angkatan kedua ini. Indonesia mempunyai banyak sekali founder berkualitas dengan produk dan layanan yang inovatif. Namun, mereka sering menghadapi tantangan untuk mengembangkan bisnis karena belum memiliki cukup pengalaman atau pengetahuan terkait dunia startup. Karena itulah, kami ingin membimbing mereka sejak awal melalui program mentorship intensif selama 20 minggu. Kami merasa itu jenjang waktu yang tepat untuk mengakselerasi sebuah perusahaan rintisan,” ungkap Agustiadi Lee, Program Head SKALA.

    Startup yang berpartisipasi akan dilatih untuk menjabarkan metrik utama dan tujuan bisnis yang ingin dicapai selama program berlangsung. SKALA sendiri memiliki jaringan mentor profesional yang memiliki segudang pengalaman dalam membesarkan bisnis mereka masing-masing.

    Beberapa nama yang tergabung dalam Operating Partner SKALA adalah Direktur Innovation Factory dan CEO PopBox Adrian Lim, Partner STRIVE Nikhil Kapur, Investment Manager STRIVE Samir Chaibi, dan Head of Startup Ecosystem AWS Indonesia Budiman Wikarsa. SKALA juga mengajak sejumlah tokoh ternama di industri teknologi sebagai mentor, diantaranya: Co-founder Bukalapak Fajrin Rasyid, Co-founder Fave Group Yeoh Chen Chow, dan CEO Jagadiri Reginald Hamdani.

    “Kami mendapatkan banyak sekali pelajaran dan ilmu baru selama menjalani program SKALA. Mentor kami memberikan dedikasi 100% dan berintegritas tinggi. Mereka selalu mendorong Storial untuk mendapatkan hasil terbaik dengan membagikan ilmu sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang tidak bisa kami dapatkan dari internet, buku, ataupun kelas online lain,” ujar Aulia Halimatussadiah, Co-founder dan Chief Marketing Officer Storial memaparkan pengalamannya dalam mengikuti program SKALA. Bahkan Aulia mengaku, selama program SKALA, pengguna Storial.co meningkat pesat hingga 300%.

    Pendaftaran program akselerasi dan mentorship SKALA Angkatan Kedua dibuka hingga tanggal 9 Agustus 2019. Startup yang tertarik untuk mendaftarkan diri laman situs Joinskala.com . Program mentorship d ijadwalkan akan mulai pada tanggal 9 September 2019. Tim SKALA akan mengundang tim-tim terpilih untuk wawancara dan memilih hingga 15 startup untuk ikut serta dalam program.

    Ada beberapa kriteria inti yang menjadi pertimbangan SKALA dalam memilih startup binaan. Yang pertama, tim founder startup harus memiliki keahlian kuat serta pemahaman mendalam akan dinamika pasar di Indonesia. Kedua, SKALA memprioritaskan startup yang telah melakukan customer development dan telah menguji kecocokan produk mereka di pasar, bukan perusahaan yang baru pada tahap ide. Ketiga, startup yang telah melakukan riset pasar ataupun memiliki minimum viable product (MVP) dengan market traction tertentu adalah sebuah poin plus.

    Startup dari semua sektor diperbolehkan untuk mendaftarkan diri, karena SKALA menyediakan jaringan mentor dari berbagai bidang. Walau begitu, SKALA memiliki ketertarikan lebih untuk perusahaan di bidang-bidang berikut: agrikultur, jaringan suplai, logistik, kesehatan, edukasi, konsep co-living, online to offline, keuangan, konstruksi, keamanan, e-commerce B2B, media berbasis audio, dan robot. (Icha)

  • Kolaborasi Ini Bisa Buat Transformasi Digital Dari 5 Bulan Jadi 5 Menit!

    Kolaborasi Ini Bisa Buat Transformasi Digital Dari 5 Bulan Jadi 5 Menit!

    Telko.id – Transformasi digital untuk sebuah perusahaan saat ini menjadi keharusan. Tapi banyak kendala sehingga tidak jadi melakukan transformasi. Itu sebabnya, Telkomsel bersama Google kerjasama yang diberi nama AndroidTM zero-touch enrollment, diperuntukan bagi perusahaan.

    Langkah ini menurut Telkomsel memiliki pasar yang sangat luas. Di mana, menurut data ada 27 juta perusahaan di Indonesia, dari berbagai level dan industry. Dan 85% ingin melakukan transformasi, tetapi pada kenyataanya hanya 34% saja yang benar-benar melakukan transformasi digital

    “Salah satu yang menjadi kendala adalah masalah waktu. Kalau sebuah perusahaan mau melakukan transformasi digital harus dilakukan selama 5 bulan karena harus men-deployment, instaliasi aplikasi dan juga setup perangkat yang jumlah nya puluhan atau malah ratusan device. Tentu itu membuat mundur para perusahaan untuk bertansformasi,” Dharma Simorangkir, SVP Enterprise Account Management Telkomsel menjelaskan.

    Nah, dengan adanya Android zero-touch enrollment ini, perusahaan lebih mudah melakukan setup perangkat instalasi aplikasi dan konfigurasi karena tidak perlu dilakukan secara manual. “Bahkan bisa dilakukan hanya dalam jangka waktu 5 menit saja,” tegas Dharma.

    Karyawanpun dapat lebih mudah dan cepat dalam  mendukung bisnis perusahaan.

    Pada tahap awal, Telkomsel dan Google bekerjasama untuk security terlebih dahulu.

    Di mana, Android zero-touch enrollment menjamin keamanan perangkat dengan enkripsi dan system keamanan berlapis yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap internal IT Support.

    Selain itu, layanan ini dapat digunakan pada berbagai merk smartphone ydengan sistem operasi Android sehingga memudahkan perusahaan dalam menentukan smartphone yang sesuai kebutuhan dan anggaran.

    “Kemitraan untuk menghadirkan Andorid zero-touch enrollment ini sesuai dengan komitmen Telkomsel untuk terus mengakselerasikan dunia bisnis dalam negeri melalui solusi digital yang inovatif. Kami berharap efisiensi bisnis yang dihasilkan dari pemanfaatan teknologi yang kami hadirkan ini dapat membantu menciptakan ekosistem digital Indonesia yang lebih efisien”, tutup Dharma.

    “Ke depan, akan banyak kerjasama-kerjasama lain lagi yang memudahkan perusahaan di Indonesia untuk melakukan transformasi digital”, tutup Dharma. (Icha)

  • Catat! OS HongMeng Bakal Diluncurkan 9 Agustus Mendatang

    Catat! OS HongMeng Bakal Diluncurkan 9 Agustus Mendatang

    Telko.id – Huawei menjadwalkan akan menggelar Huawei Global Developers Conference (HDC) pada 9 – 11 Agustus mendatang. Saat itulah kabarnya akan dijadikan momen untuk meluncurkan sistem operasi milik Huawei yakni HongMeng.

    Berita ini boleh dibilang tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, Richard Yu, Head of Consumer Business Huawei sempat menyatakan pada bulan Mei lalu, seperti dikutip dari CNBC yang menyebutkan bahwa akan meluncurkan OS HongMeng ini pada musim gugur ini di Cina.

    Huawei Global Developer Conference sendiri merupakan acara penting bagi raksasa ponsel cerdas China, terutama tahun ini, dengan lebih dari 1.500 mitra dan 5.000 pengembang global diperkirakan akan menghadiri acara tersebut.

    Meskipun acara ini diadakan setiap tahun, kali ini, event ini menjadi lebih istimewa karena Cina, terutama Huawei sedang menjadi perhatian dunia. Terlebih ketika Huawei merencanakan akan meluncurkan OS nya tersebut. Maklum saja, sebuah OS tidak akan menjadi apa-apa jika tidak memiliki ekosistem mendukung nya. Terutama berbagai aplikasi yang akan menunjang konsumen untuk memaksimalkan smartphone nya.

    OS baru buatan dari Huawei ini, rencananya tidak saja dibuat untuk berjalan di smartphone. Menurut Richard Yu, OS ini “terbuka untuk ponsel, komputer, tablet, TV, mobil, dan perangkat pintar yang dapat dipakai,” dan akan kompatibel dengan semua aplikasi Android dan aplikasi web. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa “jika aplikasi Android dikompilasi ulang, kinerja yang berjalan ditingkatkan lebih dari 60%.”

    Dengan adanya pernyataan tersebut, maka diperkirakan OS HongMeng ini akan cukup powerfull karena tidak seperti Android yang sekarang ini ada, yang hanya terbatas pada smartphone dan tablet saja. OS HongMeng akan memiliki kemampuan untuk ditanamkan pada berbagai gadget termasuk jam tangan pintar, TV, dan mobil. Tapi, kita tunggu saja apa yang akan terjadi pada Huawei Global Developers Conference (HDC) yang akan diadakan di Danau Songshan, Dongguan mulai 9 Agustus hingga 11 Agustus. (Icha)

  • Bukalapak Siap Hantarkan UMKM Binaan BPPT Perluas Pasar

    Bukalapak Siap Hantarkan UMKM Binaan BPPT Perluas Pasar

    Telko.id – Bukalapak bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah sepakat melakukan kolaborasi dalam upaya perluasan pemasaran pelaku usaha binaan BPPT. Pelaku usaha tersebut menghasilkan produk dan jasa hasil pengembangan teknologi. Inovasi yang ditawarkan beraneka ragam dan diharapkan dapat menjadi solusi kebutuhan masyarakat, mulai dari hortikultura organik, berbagai produk makanan dalam kemasan, solar system water pumping, hingga pembangkit uap batubara.

    Kesepakatan kedua belah pihak ini ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerjasama antara Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid dengan Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT Anugerah Widiyanto. Momen ini disaksikan langsung oleh Kepala BPPT Hammam Riza.

    “Salah satu prioritas Bukalapak adalah terus mengoptimalkan teknologi untuk mengembangkan kapasitas UMKM, termasuk perusahaan pemula berbasis teknologi” tutur Fajrin.

    Ia menjelaskan, ruang lingkup dari kerjasama tersebut antara lain pelaksanaan pelatihan pemasaran online, kegiatan penelitian bersama, pembentukan jejaring antara para pengusaha pemula di bidang teknologi dengan komunitas pelapak, serta membuka peluang proyek kerja sama.

    Bukalapak merupakan platform dagang-el atau e-commerce pertama yang menyelenggarkan kerjasama digital ini. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan talenta digital yang produktif menghasilkan inovasi bagi bangsa.

    Kolaborasi ini sejalan dengan Riset terbaru Google dalam laporan e-Economy SEA 2018 menunjukkan bahwa ekonomi digital di Indonesia telah mencapai USD 27 miliar atau sekitar Rp 391 triliun.

    Angka tersebut menjadikan transaksi ekonomi digital di Indonesia berada di peringkat pertama untuk Kawasan Asia Tenggara. Dari angka tersebut, USD 12 miliar di antaranya disumbangkan dari sektor e-commerce. Selama 4 tahun terakhir, e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500 persen, yang membuat peluang pemasaran online menjadi semakin besar.

    Melalui kerjasama ini, Bukalapak akan menjadi mitra National Science Techno Park yang menghidupkan ekosistem inovasi digital binaan BPPT. Hammam Riza, Kepala BPPT juga menyambut baik sinergi kerjasama dari kedua belah pihak.

    Ia mengatakan, “Kerjasama ini sangat penting bagi kami. Sebagai perusahaan rintisan anak bangsa, Bukalapak yang sudah memiliki lebih dari 50 juta pelanggan dan 4 juta pelapak menjadi mitra ideal untuk memasarkan produk inovatif buatan dalam negeri. Potensi ini membuat pemanfaatan inovasi teknologi serta pembinaan UMKM menjadi sangat krusial.”

    Segera setelah kesepakatan ini dibuat, tenant-tenant yang berhasil diakuisisi dalam kerjasama ini dapat memiliki sebuah QR code yang akan ditempel pada produknya. Saat QR code tersebut di-scan, maka akan langsung tersambung ke tokonya yang berada di Bukalapak. “Kini para pelaku usaha tak perlu khawatir lagi tak punya tempat untuk memasarkan produknya. Lewat Bukalapak, pelaku usaha dan pelanggan akan sama-sama untung,” pungkas Fajrin. (Icha)

     

     

     

     

     

  • Waduh, Ternyata Di Google Play Terindikasi Ada 2040 Aplikasi Palsu

    Waduh, Ternyata Di Google Play Terindikasi Ada 2040 Aplikasi Palsu

    Telko.id – Penelitian yang telah dilakukan selama dua tahun, menemukan bahwa ada 2040 aplikasi palsu yang sarat malware di toko aplikasi Android, Google Play.

    Seperti dilansir dari Computerworld, para peneliti dari University of Sydney dan CS61 Data61 menginvestigasi lebih dari satu juta aplikasi yang tersedia di Google Play, menemukan sejumlah besar permainan populer yang ditiru dan mengandung malware.

    Aplikasi palsu lainnya bebas malware tetapi meminta izin akses data “berbahaya”. Game Temple Run, Free Flow, dan Hill Climb Racing adalah yang paling sering dipalsukan.

    Para peneliti menggunakan jaringan saraf elektronik untuk mengidentifikasi ikon aplikasi yang mirip secara visual dan deskripsi teks yang dijiplak sebagian dari 10.000 aplikasi paling popular yang ada di Play Store. Model pembelajaran mesin ‘multi-modal embedding’ memunculkan 49.608 aplikasi yang memiliki potensi dipalsukan.

    Potensi pemalsuan kemudian diperiksa untuk malware menggunakan API pribadi dari alat analisis malware online, VirusTotal. Sementara 7246 ditandai oleh setidaknya satu alat anti-virus, para peneliti menggunakan ‘ambang batas santai’ yang membuat mereka memiliki 2.040 aplikasi palsu berisiko tinggi.

    Studi ini juga mempertimbangkan permintaan izin dan perpustakaan iklan tertanam, menemukan 1.565 meminta setidaknya lima izin berbahaya, dan 1407 memiliki setidaknya lima perpustakaan iklan pihak ketiga tertanam.

    “Meskipun keberhasilan Google Play ditandai oleh fleksibilitas dan fitur yang dapat disesuaikan yang memungkinkan hampir semua orang membangun aplikasi, ada sejumlah aplikasi bermasalah yang lolos dari celah dan telah melewati proses pemeriksaan otomatis,” kata rekan penulis studi Dr Suranga Seneviratne dari University of Sydney.

    “Masyarakat kita semakin bergantung pada teknologi ponsel pintar sehingga penting bagi kita membangun solusi untuk mendeteksi dan memuat aplikasi jahat dengan cepat sebelum memengaruhi populasi pengguna ponsel pintar yang lebih luas,” tambahnya.

    Makalah ini – Pendekatan Embedded Neural multi-modal untuk Mendeteksi Aplikasi Palsu Seluler yang dipresentasikan pada World Wide Web Conference di California pada bulan Mei – mencatat bahwa sejak aplikasi ditemukan, sekitar 35 persen tidak lagi tersedia di Play Store, “Berpotensi dihapus karena keluhan pelanggan”.

    Pertempuran Aplikasi Yang Buruk

    Google mengatakan bahwa sekarang menghapus pengembang jahat dari Play jauh lebih cepat, dan tahun lalu menghentikan lebih banyak aplikasi jahat memasuki toko daripada sebelumnya.

    Jumlah pengajuan aplikasi yang ditolak meningkat lebih dari 55 persen pada tahun 2018, dan penangguhan aplikasi meningkat lebih dari 66 persen, kata perusahaan.

    “Peningkatan ini dapat dikaitkan dengan upaya berkelanjutan kami untuk memperketat kebijakan untuk mengurangi jumlah aplikasi berbahaya di Play Store, serta investasi kami dalam perlindungan otomatis dan proses ulasan manusia yang memainkan peran penting dalam mengidentifikasi dan menegakkan pada aplikasi yang buruk,” menulis manajer produk Google Play Andrew Ahn dalam posting blog Februari.

    Mencoba menipu pengguna dengan menyamar sebagai aplikasi terkenal adalah salah satu pelanggaran Play Store yang paling umum, kata Google. Pada 2017, angka-angka terakhir yang tersedia, Google mencatat lebih dari seperempat juta aplikasi peniruan.

    Selain meningkatkan jumlah orang yang bekerja pada teknologi deteksi penyalahgunaan, Google tahun lalu memperkenalkan Google Play Protect, yang memindai aplikasi pada perangkat pengguna untuk “memastikan bahwa semuanya tetap tepat”.

    Ini juga telah memperbarui kebijakan seputar izin, yang mengakibatkan penghapusan tahun lalu dari “puluhan ribu aplikasi yang tidak sesuai”.

    “Kami berencana untuk memperkenalkan kebijakan tambahan untuk izin perangkat dan data pengguna sepanjang 2019,” tulis Ahn.

    “Meskipun kami meningkatkan dan menambahkan lapisan pertahanan terhadap aplikasi yang buruk, kami tahu aktor jahat akan terus mencoba menghindari sistem kami dengan mengubah taktik mereka dan menyelubungi perilaku buruk. Kami akan terus meningkatkan kemampuan kami untuk melawan perilaku permusuhan seperti itu, dan bekerja tanpa henti untuk memberi pengguna kami toko aplikasi yang aman dan aman, ”tambahnya.

    Menjadikan Play Store sebagai lingkungan yang aman dan bebas dari pemalsuan adalah perjuangan yang tidak pernah berakhir untuk Google.

    Pada bulan September, para peneliti ESET mengungkapkan lebih dari seribu orang telah mengunduh aplikasi perbankan berbahaya yang meniru aplikasi ANZ dan Commonwealth Bank yang sah dari Play Store.

    Bulan ini, Google melarang seluruh portofolio aplikasi oleh pengembang China DO Global setelah investigasi Buzzfeed menemukan sejumlah “penyalahgunaan izin dan melakukan penipuan iklan”.

    Studi Data61 / University of Sydney sebagian didanai oleh Google, melalui Penghargaan Penelitian Fakultas, serta NSW Cyber ​​Security Network dan kelompok Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pertahanan pemerintah federal.

    “Banyak aplikasi palsu tampak tidak bersalah dan sah – pengguna smartphone dapat dengan mudah menjadi korban peniruan aplikasi dan bahkan pengguna yang mengerti teknologi mungkin kesulitan untuk mendeteksi mereka sebelum instalasi,” kata Seneviratne.

    “Dalam ekosistem aplikasi terbuka seperti Google Play, penghalang untuk masuk rendah sehingga relatif mudah bagi aplikasi palsu untuk menyusup ke pasar, membuat pengguna berisiko diretas,” tambahnya. (Icha)

  • Ya Ampun, Ternyata Asia Tenggara Jadi Sasaran Empuk Penipuan Iklan

    Ya Ampun, Ternyata Asia Tenggara Jadi Sasaran Empuk Penipuan Iklan

    Telko.id – AppsFlyer, perusahaan mobile attribution dan marketing analytics, hari ini menerbitkan laporan Ad Fraud (penipuan iklan) Asia Pasifik 2019. Dalam laporan tersebut, Asia Tenggara telah diidentifikasi sebagai target utama penipu, dengan risiko lebih dari 260 juta Dolar AS – tertinggi di Asia Pasifik – diikuti oleh India yang terpapar sebesar 186 juta Dolar AS.

    Hal tersebut dapat terjadi karena Asia Tenggara memiliki tingkat penetrasi mobile yang tinggi, peningkatan kualitas konektivitas, dan integrasi cepat metode pembayaran elektronik, menjadikannya target yang sangat menguntungkan bagi para penipu karena besarnya jumlah pengguna dan tingginya pembayaran yang dihasilkan pasar ini.

    Masalah ini semakin diperparah oleh sumber daya pengembang aplikasi yang lebih sedikit, prevalensi penipuan di jaringan lokal dan permintaan volume yang tinggi oleh marketer.

    Sedangkan di Asia Pasifik sendiri, jika dibiarkan tanpa perlindungan, maka akan mengalami kerugian sebesar 650 juta Dolar AS.

    “Asia Tenggara adalah target yang menarik bagi penipu, dengan para marketer di kawasan ini memanfaatkan kondisi mobile-first dan pertumbuhan sifat digital populasi di wilayah tersebut untuk mendorong prioritas marketing. Penipuan (fraud) mendistorsi dan mencemari data yang menjadi andalan bisnis dalam membuat keputusan, menghasilkan penggunaan sumber daya yang tidak tepat, pengeluaran yang tidak efektif, serta kerugian finansial,” ungkap Beverly Chen, Marketing Director Asia Pasifik di AppsFlyer.

    Untuk mengatasi hal ini, Chen menyarankan agar marketer perlu memiliki solusi perlindungan berlapis-lapis serta memahami dan tetap waspada terhadap meningkatnya ancaman bot, akses non-manusia dan berbagai teknik kejahatan baru yang selalu berkembang untuk mempertahankan keunggulan kompetitif mereka.

    Di seluruh wilayah, aplikasi Keuangan dan e-Commerce merupakan jenis aplikasi yang paling terpengaruh, dengan aplikasi Keuangan memiliki target korban penipuan iklan tertinggi di wilayah ini sebesar 48,1%, diikuti oleh aplikasi e-Commerce dan aplikasi Travel, masing-masing sebesar 32,2% dan 29,7%, sejalan dengan terus bertumbuhnya tingkat kesejahteraan konsumen di daerah tersebut.

    Penipuan ini terutama dilakukan melalui bot dan pembajakan instalasi, dengan click flooding (spam klik) dan device farm yaitu lokasi di mana kriminal menduplikasi tindakan – seperti klik, pendaftaran, instalasi, dan keterlibatan pengguna – untuk menciptakan ilusi aktivitas yang sah sehingga menghabiskan anggaran iklan, masih menjadi metode yang digunakan meski pada tingkat yang jauh lebih rendah.

    Dengan jumlah pengguna seluler di Asia Tenggara saat ini, device farm tidak lagi dianggap efektif jika dibandingkan dengan metode peretasan perangkat lunak.

    Bot adalah penyebab utama dalam memengaruhi aplikasi keuangan di semua wilayah (52%), sementara pembajakan instalasi dan click flooding (spam klik) adalah penggunaan serangan yang lebih sering digunakan untuk industriaplikasi lainnya.

    Selain itu, tampaknya tidak banyak jumlah laporan mengenai besarnya masalah, karena marketer di kawasan tersebut lebih bergerak ke arah model bisnis cost per action (CPA) untuk mengukur efektivitas aplikasi daripada model cost per install (CPI). Dengan infiltrasi dan kecanggihan berbagai penipuan iklan saat ini, para penipu telah berhasil menginfiltrasi aplikasi sehingga membuatnya lebih sulit untuk dilacak.

    Dalam laporan yang menganalisis  aktivitas di periode mulai dari kuartal empat 2018 sampai dengan kuartal satu 2019 (November 2018 – April 2019), serta meneliti 2,5 miliar instalasi yang terdiri atas 8.000 aplikasi di segmen Hiburan, Keuangan, Gaming, e-Commerce, Travel, dan Utilities, ditemukan:

    Bahwa penipuan instalasi aplikasi terus menjadi prevalensi di seluruh wilayah Asia Pasifik: Tingkat penipuan di wilayah ini memiliki rata-rata 60% lebih tinggi dibandingkan rata-rata global, dengan kerugian akibat penipuan melebihi 650 juta Dolar AS dalam waktu enam bulan.

    Lalu pada aplikasi Keuangan dan e-Commerce menjadi yang paling sering terkena dampak. Aplikasi Keuangan memiliki target korban penipuan iklan tertinggi di wilayah ini, yaitu 48,1%, diikuti oleh aplikasi e-Commerce dan Travel di angka 32,2% dan 29,7%, sejalan dengan pertumbuhan kesejahteraan konsumen di wilayah tersebut.

    Hal ini diakibatkan lebih besarnya pembayaran dan skala basis pengguna, jika dibandingkan dengan metode perlindungan anti-fraud yang canggih yang sering digunakan marketer aplikasi Gaming.

    Metode serangan yang paling umum dilakukan adalah menggunakan bot dan pembajakan instalasi. Metode serangan ini telah dapat diatasi oleh solusi anti-fraud yang bersifat real-time, sedangkan metode click flooding (spam klik) mengalami penurunan. (Icha)

  • Indonesia Kini Jadi ‘Surga‘ Bagi Tumbuhnya Stratup Digital lho!

    Indonesia Kini Jadi ‘Surga‘ Bagi Tumbuhnya Stratup Digital lho!

    Telko.id – Indonesia telah menjadi salah satu “surga” bagi tumbuhnya startup digital. Kenapa? Karena tingkat pertumbuhan  sangat pesat, bahkan lebih tinggi dari negara-negara maju di dunia. Dari Program 1000 Startupdigital, sudah terdapat 525 startup digital yang sudah bisa difasilitasi.

    Sementara berdasarkan laporan Badan Ekonomi Kreatif sendiri pada akhir tahun 2018 terdapat 992 startup digital. Dan menurut laporan startupranking.com, hingga kuartal pertama 2019, di Indonesia terdapat 2.111 start up digital. Data terakhir ini menempatkan Indonesia dalam posisi ke lima negara dengan jumlah startup digital terbesar, setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.

    Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pertumbuhan yang begitu pesat itu, khususnya di Asia Tenggara itu dilatari upaya kolaborasi pemerintah, masyarakat dan startup digital. Misalnya, melalui Grab yang mendorong startup-startup di Indonesia dan Asia Tenggara.

    “Kondisi itu menggembirakan, sekaligus makin melecut pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator digitalisasi untuk terus mengembangkan ekosistem yang mendukungnya,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Acara Grab Ventures Velocity Angkatan 2, di Grand Hyatt Jakarta, Senin (17/06/2019) malam.

    Menteri Kominfo menegaskan Pemerintah senantiasa memberikan ruang kepada startup-startup baru di Indonesia. Terutama, startup hasil karya anak negeri.  Menteri Kominfo Rudiantara memberikan apresiasi atas inisiatif berkelanjutan dari Grab melalui program Grab Ventures Velocity ini. 

    “Saya yakin, dengan bersama-sama kita daoat membangun Asia Tenggara yang lebih kuat sebagai rumah dan ekosistem bagi banyak startup yang luar biasa. Selain itu, melalui program GVV ini saya berharap agar startup Indonesia juga mampu berkompetisi secara global dan mengharumkan nama bangsa,” ucapnya.

    Menteri Kominfo mengapresiasi gelaran Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 2 yang mendorong akselerasi startup digital Indonesia.  “Saya sangat mengapresiasi inisiatif berkelanjutan dari Grab. Melalui program GVV ini, saya yakin bersama-sama kita membangun startup yang luar biasa,” kata Menteri Rudiantara.

    Staf Ahli Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan, Sudarto juga mendukung program Grab Ventures Velocity dan berharap program ini dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia. 

    “Ekonomi digital diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Kami mendukung inisiatif Grab sebagai platform untuk menumbuhkan talenta digital muda terutama di sektor pertanian dan UKM,” jelasnya.

    Melalui program GVV angkatan 2 ini, Grab telah memilih 1- Startup dari dua jalur, yaitu pemberdayaan petani dan pemberdayaan usaha kecil.

    Presiden of Grab Indonesia, Ridzki Kamadibrata menyebut inisiatf GVV ditargetkan untuk mendorong akselerasi jutaan startup dan pengusaha mikro untuk membangun Asia Tenggara yang lebih kuat.

    “Pada angkatan pertama, kami mendukung beberapa startup di Indonesia seperti BookMyShow dan Sejasa, memberikan bimbingan untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih baik dan menyelesaikan masalah sosial,” tuturnya.

    GVV Angkatan 2 digelar dengan tema ‘Memberdayakan Pengusaha Mikro di Asia Tenggara’. Grab telah memilih 10 startup yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Sebanyak tujuh startup berasal dari Indonesia (Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala), dua startup berasal dari Singapura (Treedots dan GLife), dan satu startup berasal dari Malaysia (MyCash Online).

    Program GVV akan berlangsung selama 16 minggu setelah kesepuluh startup melakukan pitching kepada Grab. Startup yang berhasil akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Grab dalam bentuk pendanaan atau kemitraan komersial.

    Tema itu mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem agritech di Indonesia. Startup GVV juga menggunakan teknologi dan analitik data yang membantu petani untuk memiliki data yang lebih baik dan dapat memprediksi hasil panen yang segar untuk di produksi, yang merupakan perhatian utama bagi semua petani.

    Selain itu, ada upaya dukungan untuk solusi inovatif untuk pengusaha mikro dengan meningkatkan pendapatan mereka. Faktanya, ada lebih dari 10 juta usaha kecil di Indonesia yang telah memperluas bisnis mereka dengan penggunaan teknologi online. (Icha)

     

     

     

  • Alibaba Bakal Pasang Platform AI Di mobil Audi, Renault, Honda

    Alibaba Bakal Pasang Platform AI Di mobil Audi, Renault, Honda

    Telko.id – Alibaba AI Labs, divisi penelitian AI dari Alibaba Group, telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan merek mobil Audi, Renault dan Honda. Tmall Genie Auto, layanan AI yang dikembangkan oleh Alibaba A.I. Labs, akan diintegrasikan ke dalam mobil internet khusus pembuat mobil di China. Tmall Genie adalah asisten pintar bertenaga AI yang dikembangkan oleh Labs.

    Pemilik mobil Audi, Renault dan Honda yang dilengkapi dengan Tmall Genie Auto akan memiliki akses ke informasi dan layanan yang dikontrol suara dalam waktu dekat. Pelanggan akan dapat mengidentifikasi tempat-tempat wisata dan restoran terdekat, memesan tiket film, kotak pesanan, memeriksa status pengiriman paket, membaca buku anak-anak dan memesan barang di platform ritel Alibaba.

    Selain itu, pemilik mobil dengan perangkat yang kompatibel dengan Tmall Genie di rumah akan dapat memantau dan mengontrol perangkat rumah pintar mereka dari mobil mereka dalam waktu dekat, serta menjalankan pemeriksaan status pada suhu dan cahaya, atau menyalakan pemanas dan pendingin udara di rumah.

    Dengan menyediakan teknologi AI, termasuk pengenalan suara dan Pemrosesan Bahasa Alami, Tmall Genie Auto diharapkan memungkinkan pengguna mobil mengakses infotainmen dalam mobil dengan memanfaatkan ekosistem konten dan layanan Alibaba.

    “Kami bertujuan untuk memperluas layanan asisten suara di dalam mobil sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan China kami,” kata H.W. Vassen, direktur senior digitalisasi dan Pengembangan NEV di Audi China seperti dikutip dari laman Telecompaper.

    Vassen menambahkan, “Untuk melakukannya, salah satu langkah kami selanjutnya adalah meningkatkan kerja sama dengan Alibaba Tmall Genie”.

    Selama CES Asia, pasar B2C Alibaba Tmall juga mengumumkan hubungannya dengan Renault untuk meluncurkan mobil listrik yang menampilkan logo kucing ikonik Tmall pada desain eksterior kendaraan. Edisi jin Renault City K-ZE, juga terintegrasi dengan Tmall Genie Auto, akan dijual di China akhir tahun ini.

    Pada bulan September 2018, Alibaba A.I. Labs mengumumkan telah meningkatkan layanannya Tmall Genie Auto dengan bermitra dengan Volvo Cars dan menambahkan layanan AI mobil-ke-rumah.

    Melalui kemitraan ini, pengemudi Volvo dengan perangkat yang kompatibel dengan Tmall Genie akan dapat memantau dan mengontrol perangkat rumah pintar mereka dari mobil mereka, mulai tahun 2019. Ini dapat mencakup pengontrolan sistem pencahayaan dan suhu, peralatan terhubung dan fungsi dalam rumah lainnya dari sistem mobil.

    Lebih dari 90 merek alat sudah ada di ekosistem Tmall Genie, memungkinkan lebih dari 600 peralatan rumah pintar terhubung untuk layanan AI dari rumah ke rumah. Pada Juni 2018, Alibaba bermitra dengan Daimler, Audi dan Volvo Cars untuk menawarkan layanan AI di rumah melalui Tmall Genie Auto. (Icha)

  • Heboh! Keanu Reeves Tetiba Muncul Saat Peluncuran “Cyberpunk 2077”

    Heboh! Keanu Reeves Tetiba Muncul Saat Peluncuran “Cyberpunk 2077”

    Telko.id – Seperti biasa pada momen peluncuran game baru, ada video trailer yang diputar. Namun, para peserta press conference Xbox Microsoft pada ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2019 di Los Angeles tetiba dikejutkan dengan muncul nya Keanu Reeves yang memang menjadi pemeran Mr. Fushion dalam game “Cyberpunk 2077”, Minggu (9/6/2019), di akhir video.

    Sontak, para peserta press con tersebut pun berteriak histeris. Dan suasana pun hiruk pikuk meneriakan nama Keanu Reeves. Maklum saja, Keanu Reeves yang sebelumnya muncul di film Trilogy Matrix dan baru saja muncul lagi di film John Wick 3 punya banyak penggemar. Apalagi, bukan hanya di film, sebelumnya, ia juga muncul dalam game Enter the Matrix sebagai Neo (voice) pada 2003 silam.

    Kemunculannya yang singkat mendapat tepuk tangan meriah dari audiens.

    “Kamu menakjubkan,” teriak salah satu dari mereka di kerumunan, sebagaimana dikutip dari BBC, Senin (10/6/2019).

    “Tidak, kau yang menakjubkan,” jawab Keanu Reeves sambil tertawa.

    Cyberpunk 2077, menurut The Verge, telah dikerjakan pengembangannya, CD Projekt Red, sejak tahun 2013. Meski begitu, CD Projekt Red baru mengungkap game ini kepada publik pada tahun lalu.

    Cyberpunk 2077 menggambarkan sebuah medan tembak-tembakan terbuka dengan pilihan karakter yang bisa dikustomisasi.

    Implan dalam gim itu bisa mengubah kemampuan serta penampilan orang. Game tersebut akan hadir untuk platform PC, PlayStation 4, dan Xbox One, yang dapat dipesan (pre-order) melalui situs web resmi Cyberpunk 2077, cyberpunk.net.

    Pada kesempatan yang sama, Microsoft juga mengumumkan kehadiran konsol Xbox terbarunya, Project Scarlett, yang mendukung game di resolusi 8K. (Icha)

  • Saat Ramadhan, Pengguna Waze Naik 44 Persen, Kemana saja?

    Saat Ramadhan, Pengguna Waze Naik 44 Persen, Kemana saja?

    Telko.id – Ternyata selama bulan puasa tidak menyusutkan aktivitas masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari data yang dimiliki oleh Waze, aplikasi peta perjalanan. Bahkan terlihat pengguna aplikasi sapanjang ramadan ini naik 44% dibandingkan biasanya.

    Tak hanya itu, pengguna Waze yang lebih dari 4 juta pengguna aktif di Indonesia pun, berdasarkan data yang ada menghabiskan waktu rata-rata 81 menit per hari di jalan.

    Namun, untuk ramadhan lalu lintas diprediksi meningkat hingga 98%, dengan peningkatan sekitar 25% dari waktu biasanya.

    Jam  sibuk  biasanya berlangsung  antara pukul 03.00 sore dan 08.00 malam di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, Medan, Bandung, dan lainnya. Lalu lintas terpadat muncul pada pukul 05.00 sore, ketika orang mulai meninggalkan rumah atau kantor mereka dengan harapan mereka bisa  mempersingkat  waktu perjalanan hingga ke tujuan atau sekedar hadir tepat waktu untuk berbuka puasa.

    Waze Indonesia Country Manager Marlin R Siahaan mengatakan Waze juga mengalami peningkatan jumlah pengguna hingga 26% selama musim Ramadhan. Ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang ingin segera sampai ke rumah atau tempat makan untuk mengejar waku berbuka.

    “Mereka cenderung mencari rute alternatif menghindari kemacetan dan Waze adalah pilihan terbaik. Hal ini menjelaskan mengapa kami memiliki banyak Wazer baru selama Ramadan,” kata Marlin seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (1/6/2019).

    Berdasarkan data ramadhan tahun lalu, Waze menemukan tiga destinasi utama yang dikunjungi orang Indonesia, yaitu toko serba ada yang menarik 4.1 juta navigasi, restoran dan outlet makanan siap saji dengan 1.5 juta navigasi, dan warung kopi dengan 391.000 navigasi.

    Toko serba ada menjadi tujuan terbanyak, karena orang biasanya membeli makanan ringan atau minuman untuk mereka berbuka puasa saat mereka masih berada di jalan. Restoran siap saji dan warung kopi juga menjadi destinasi populer karena dengan banyaknya cabang dan outlet tersebar di seluruh kota mudah untuk didatangi. Selanjutnya, outlet dengan layanan drive-through terbukti lebih praktis bagi pengemudi.

    Marlin juga memprediksi pengguna Waze akan kembali meningkat di momen jelang Idul Fitri karena banyak dimanfaatkan oleh para pemudik yang mencari rute tersingkat untuk sampai di kampung halamannya. Selain itu, banyak juga yang menggunakan Waze untuk mencapai lokasi wisata.

    “Seperti tahun-tahun sebelumnya, navigasi pada aplikasi Waze umumnya meningkat selama Idul Fitri, dimana orang-orang mengambil manfaat pergi “mudik” atau berkendara ke tujuan wisata,” tambahMarlin.

    Soal konsumsi bahan bakar pun meningkat akibat bertambahnya orang yang bepergian. Mendekati Hari Idul Fitri merupakan waktu tersibuk pom bensin yang disebabkan oleh budaya “mudik” di Indonesia, bahan bakar lebih banyak dibutuhkan untuk perjalanan jauh, banyak orang pulang kampung atau pergi liburan.

    Berdasarkan data tahun lalu, terjadi pengingkatan navigasi hingga 87% di Medan, 62% di Semarang, 42% di Surabaya, 34% di Bandung, dan 20% di Jakarta. Angka tertinggi muncul di Medan diakibatkan oleh kurangnya infrastruktur transportasi umum di kota tersebut.

    Sebaliknya, kilometer berkendara tertinggi  Wazer (para pengguna Waze)  terjadi di Semarang (148%), diikuti Surabaya (95%), Bandung (53%), Medan (48%), dan Jakarta (25%).  “Hal ini terjadi karena orang diharuskan mengemudi lebih jauh dari segi jarak di Semarang,” ucap Marlin. (Icha)