Telko.id – Pemerintah, dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyambut baik minat Pemerintah Jepang mengembangkan 5G Open Radio Access Network (Open RAN) di Indonesia.
“Kita mengharapkan masukan, gagasan, dari pemerintah Jepang, dan apa yang harus kita lakukan,” ungkapnya saat menerima Kununan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (23/04/2024).
Menteri Budi Arie mengungkapkan saat ini Pemerintah Indonesia tengah menyusun masterplan pembangunan infrastruktur 5G. Oleh karena itu, Pemerintah membuka masukan dan saran dari negara-negara yang sudah lebih dulu mengaplikasikan teknologi 5G.
“Kita sedang menyusun masterplan pembangunan 5G, nah input apa dari Jepang untuk kita, kita membuka masukan atau saran,” katanya.
Open RAN merupakan teknologi yang memungkinkan efisiensi pembangunan jaringan telekomunikasi seluler di Indonesia. Dengan implementasi Open RAN, Kementerian Kominfo mengharapkan biaya layanan telekomunikasi akan lebih efisien karena meningkatkan persaingan dan mengurangi monopoli vendor perangkat 5G.
Saat ini, Kementerian Kominfo tengah melaksanakan Feasibility Study Implementasi Open RAN dalam kurun waktu satu tahun yang terbagi menjadi 14 milestone. Studi itu melibatkan penyelenggara layanan telekomunikasi atau operator seluler dalam pilot project yang akan berlangsung di dua lokasi yang ditentukan.
Saat menerima Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, Menkominfo Budi Arie Setiadi didampingi oleh Staf Khusus Menkominfo Widodo Muktiyo, Dedy Permadi, dan Sugiharto. (Icha)
Telko.id – Nokia hari ini mengumumkan telah menandatangani perjanjian paten lintas lisensi multi-tahun dengan vivo. Berdasarkan perjanjian tersebut, vivo akan melakukan pembayaran royalti kepada Nokia, bersama dengan pembayaran tambahan untuk menutupi periode sengketa.
Perjanjian ini menyelesaikan semua litigasi paten yang tertunda antara para pihak, di semua yurisdiksi. Syarat-syarat perjanjian tetap dirahasiakan sesuai kesepakatan para pihak.
“Ini adalah perjanjian lisensi paten ponsel cerdas keenam yang kami tandatangani dalam tiga belas bulan terakhir, dan kami kini hampir menyelesaikan siklus pembaruan lisensi ponsel cerdas kami,” ungkap Jenni Lukander, Presiden Nokia Technologies dalam keterangan resminya.
Menurut Lukander, perjanjian lisensi ini secara keseluruhan menunjukkan kontribusi signifikan Nokia dalam mengembangkan teknologi-teknologi utama yang diandalkan oleh seluruh industri ponsel pintar dan perjanjian ini akan memberikan stabilitas jangka panjang pada bisnis lisensi Nokia di tahun-tahun mendatang.
Lukander menambahkan bahwa Ia senang telah mencapai kesepakatan dengan vivo yang mencerminkan saling menghormati hak kekayaan intelektual satu sama lain. vivo adalah salah satu pemain terkemuka di industri ponsel pintar global.
“Kami berharap dapat menghadirkan lebih banyak inovasi kepada penggunanya di seluruh dunia melalui kolaborasi kami,” ungka Lukander.
“Kami sangat senang telah mencapai perjanjian lintas lisensi global dengan Nokia. Penandatanganan perjanjian ini mencerminkan saling pengakuan dan penghormatan terhadap nilai paten masing-masing dalam teknologi seluler dan juga memainkan peran penting dalam menumbuhkan lingkungan pengembangan yang positif dalam industry,” kata Xianwen Xu, General Manager Departemen Hukum di vivo Mobile Communication Co., Ltd.
Ia pun menyebutkan bahwa Vivo berdedikasi untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan perangkat pintar dan layanan cerdas, menyediakan produk dan layanan berteknologi tinggi yang luar biasa bagi pengguna di seluruh dunia.
Perjanjian ini konsisten dengan asumsi yang diungkapkan Nokia untuk Nokia Technologies dalam Laporan Keuangannya untuk Q4 yang diterbitkan pada tanggal 25 Januari 2024.
Mitra Nokia untuk paten hingga 2023 lalu
Nokia akan mulai mengakui penjualan bersih dari perjanjian ini, termasuk pembayaran tambahan yang mencakup periode tidak adanya pembayaran, pada Q1. 2024.
Nokia Technologies mengalami kemajuan menuju penyelesaian siklus pembaruan lisensi ponsel cerdas dan mencapai kemajuan yang baik di bidang pertumbuhan otomotif, elektronik konsumen, IoT, dan multimedia.
Perusahaan tetap yakin bahwa tingkat penjualan bersih tahunannya akan kembali ke EUR 1,4 hingga 1,5 miliar dalam jangka menengah.
Portofolio paten Nokia yang terdepan di industri dibangun berdasarkan investasi penelitian dan pengembangan senilai €150 miliar sejak tahun 2000 dan terdiri dari sekitar 20.000 kelompok paten, termasuk lebih dari 6.000 kelompok paten yang dinyatakan penting untuk 5G.
Nokia menyumbangkan penemuannya pada standar terbuka dengan imbalan hak untuk melisensikannya berdasarkan ketentuan yang adil, masuk akal, dan non-diskriminatif (FRAND).
Perusahaan dapat melisensikan dan menggunakan teknologi ini tanpa perlu melakukan investasi besar pada standar, mendorong inovasi dan pengembangan produk dan layanan baru bagi konsumen. (Icha)
Telko.id – Telkomsel berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengembangkan inovasi pemanfaatan teknologi 5G di Indonesia melalui pusat riset teknologi 5G Hive.
Kolaborasi Telkomsel dan ITB tidak hanya merefleksikan komitmen kedua institusi dalam memanfaatkan teknologi terkini untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan ekonomi digital, tetapi juga simbol kemajuan teknologi di Indonesia.
Kerja sama strategis ini merupakan wujud nyata peran terdepan Telkomsel sebagai leading digital telco company di Indonesia dalam menghadirkan ekosistem digital yang inklusif melalui pemanfaatan teknologi 5G yang berdampak luas terhadap masyarakat dan kemajuan sektor industri dengan menyatukan inovasi, strategi, dan teknologi.
Melalui kolaborasi ini, Telkomsel bersama ITB melakukan riset inovatif bersama yang berfokus pada pengembangan ekosistem 5G dengan berbagai pemanfaatan usecase 5G di tingkat lanjutan seperti Internet of Things (IoT), Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan Smart City.
Selain itu, kolaborasi yang menjadi bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini turut mendukung pengembangan keterampilan tenaga kerja untuk menjawab tantangan di masa depan serta memelopori pertumbuhan pemanfaatan teknologi 5G yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi yang merupakan bagian dari implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) ini dapat menjadikan 5G Hive sebagai pusat inovasi yang juga dapat mengembangkan dan mempersiapkan talenta digital yang siap bersaing di kancah global,” kata Saki Hamsat Bramono, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Termasuk dalam memanfaatkan penerapan teknologi terdepan, menciptakan peluang industri baru dan kesempatan kerja yang berkontribusi signifikan terhadap PDB nasional, menarik perhatian dan investasi internasional, serta menjadi proliferasi solusi berbasis 5G di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi, yang secara nyata dapat meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia.
“Melalui kolaborasi ini, kami bersama-sama menyatukan visi untuk merancang struktur masa depan digital Indonesia melalui pemanfaatan teknologi 5G sebagai gerbang menuju inovasi dengan mengoptimalkan aset dan kapabilitas infrastruktur teknologi yang dimiliki Telkomsel dan keunggulan akademik ITB,” ujar Gede Wenten, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Institut Teknologi Bandung.
Potensi dan dampak strategis yang dapat dihasilkan melalui kolaborasi riset antara Telkomsel dan ITB dalam inisiatif 5G Hive ini mencakup berbagai area yang krusial dan inovatif.
Seperti Optimasi Jaringan 5G yang meningkatkan kinerja jaringan untuk menunjang efisiensi dan kecepatan akses internet guna memastikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Selain itu juga Inovasi B2B seperti Drone Application yang mengembangkan aplikasi drone untuk keperluan industri.
Termasuk juga Smart Video Analytic yaitu riset di bidang analisis video canggih untuk keamanan dan manajemen data yang dapat meningkatkan kapasitas Telkomsel dalam menyediakan solusi berbasis AI untuk bisnis.
Kemudian potensi Pengembangan IoT dengan melakukan eksplorasi teknologi IoT untuk berbagai aplikasi bagi smart home hingga solusi industri yang mengintegrasikan teknologi cerdas.
Lalu, potensi ESG dengan melakukan penelitian yang berfokus pada aspek ESG yang baik guna memperkuat komitmen Telkomsel dalam praktik bisnis berkelanjutan dan tanggung jawab sosial.
Serta inovasi dalam teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang dapat membuka peluang baru, mendukung kenyamanan pengalaman digital masyarakat sekaligus meningkatkan nilai inovasi Telkomsel secara global.
“Inisiatif 5G Hive oleh Telkomsel dan ITB merupakan langkah monumental dalam memajukan teknologi digital di Indonesia. Melalui inisiatif kolaborasi ini, kami berkomitmen untuk membawa inovasi yang tidak hanya memajukan industri, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia,” tutup Saki. (Icha)
Telko.id – Sebagai Official Tournament Supporter dalam gelaran FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023, Telkomsel hadirkan jaringan 5G dan mengelurakan paket data Nonton Bola.
Selain itu, untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional dengan menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dinikmati di booth Telkomsel di keempat venue pertandingan, selama periode 10 November sampai dengan 2 Desember 2023.
Beragam aktivitas menarik di booth Telkomsel yang dapat penonton lakukan untuk menambah keseruan pengalaman menonton Piala Dunia U-17 antara lain adalah kompetisi bench soccer, yakni pertandingan one-on-one yang melibatkan dua kursi dengan lapangan permainan berbentuk meja dan dimainkan dengan kaki dalam posisi duduk.
Lalu ada kompetisi game sepak bola mobile di smartphone bagi sesama pengunjung untuk bertanding dan memenangkan hadiah spesial, dan area photo wall untuk mengambil foto bersama.
Booth Telkomsel tersebut akan tersedia di empat lokasi pertandingan, yaitu Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat di Bandung, Stadion Manahan di Surakarta, dan Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya.
“Selaras dengan semangat Indonesia yang menginspirasi Telkomsel untuk menggerakkan kemajuan melalui dukungan terhadap kesuksesan ajang olahraga berskala internasional, Telkomsel membuka peluang kemeriahan gelaran FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 dengan menghadirkan ragam aktivitas menarik yang bisa dinikmati oleh para penonton di seluruh venue pertandingan,” kata Abdullah Fahmi, Vice President Brand Communications Telkomsel.
“Telkomsel berharap dukungan perusahaan dapat mendukung harumnya citra dan reputasi bangsa Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara,” kata Fami menambahkan.
Sebelumnya, Telkomsel telah memastikan kesiapan infrastruktur terdepan untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan konektivitas digital para pengunjung Piala Dunia U-17 yang berlangsung di Jakarta, Bandung, Surakarta, dan Surabaya.
Operator ini pun telah melakukan penambahan 97 unit BTS 4G/LTE serta optimalisasi pada lebih dari 1.300 unit BTS 4G/LTE.
Jaringan Hyper 5G Telkomsel juga turut dihadirkan dengan dukungan 47 unit BTS 5G yang menjangkau seluruh kawasan stadion utama penyelenggaraan FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 dan lokasi pendukungnya yang berpotensi mengalami pertumbuhan trafik komunikasi secara signifikan di empat kota.
Meliputi area lapangan latihan, pusat perbelanjaan, media center, hingga titik transit transportasi seperti bandara dan stasiun.
Telkomsel juga berkolaborasi bersama Vidio sebagai The Official Broadcaster FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 untuk menyediakan paket bundling eksklusif siaran Piala Dunia U-17.
Paket Bundling ini memberikan berlangganan Vidio FIFA World Cup U-17 dengan Kuota Nonton mulai dari 1 GB, masa aktif 30 hari, dan harga terjangkau mulai dari Rp 23 ribu, yang tersedia di Aplikasi MyTelkomsel, Aplikasi by.U, dan Mitra Outlet/Reseller Telkomsel dari 10 November sampai dengan 2 Desember 2023.
Telkomsel dan digital telco brand-nya, by.U, juga membuka peluang pembelian lebih awal selama periode 25 Oktober hingga 9 November 2023, dengan keuntungan berupa tambahan Kuota Nonton sebesar 1 GB yang dapat digunakan untuk mengakses layanan OTT yang bekerja sama dengan Telkomsel, seperti TikTok dan YouTube.
“Dengan mengoptimalkan konektivitas jaringan broadband, menyediakan produk layanan bernilai tambah, serta menghadirkan berbagai aktivitas menarik di booth Telkomsel, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman gaya hidup digital terdepan bagi masyarakat dan peserta mancanegara selama gelaran FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 berlangsung,” kata Fahmi.
Ia pun berharap, semoga peluang besar di mana Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 ini dapat menginspirasi sepak bola Indonesia untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan. (Icha)
Telko.id – Asosiasi IOT Indonesia (ASIOTI) menjalin kerja sama dengan Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIIU) untuk meluncurkan hasil survei yang melibatkan 20 CEO & CTO dari 11 industri vertikal. Pada survei tersebut, 95% CEO dan CTO siap terapkan teknologi 5G dan AI.
CEO dan CTO dalam survei ini merupakan perwakilan dari berbagai perusahaan dengan kisaran valuasi Rp12,01 triliun hingga Rp319,360 triliun dari sektor pertanian, infrastruktur jalan, manufaktur, pertambangan, dan infrastruktur digital, yang diperkirakan akan sangat membutuhkan teknologi 5G untuk menjalankan bisnis.
Survei ini juga melibatkan 6 responden tambahan, yang terdiri dari 1 responden mewakili Asosiasi, 2 responden mewakili Akademisi, dan 3 responden mewakili Pemerintah.
Dal survei tersebut juga, para CEO dan CTO ini juga berharap internet 5G akan menghasilkan konektivitas yang lebih baik, memenuhi permintaan pelanggan yang semakin peduli dengan sustainability (keberlanjutan), dan membuka peluang kerja sama baru.
Selain itu, 40% CEO dan CTO telah melihat sendiri dampak penerapan internet 5G terhadap efisiensi bisnis, dan sekitar 45% menyebutkan bahwa internet 5G dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk berinvestasi di teknologi AI.
Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa teknologi 5G dan AI menjadi sangat penting bagi sektor logistik, otomotif, kesehatan, dan pertanian.
Keempat sektor industri ini merupakan yang paling membutuhkan konektivitas 5G untuk meningkatkan efisiensi, menerapkan fitur IoT yang canggih, dan melakukan analisis data secara real-time. Para CEO dan CTO yang disurvei juga menekankan perlunya cakupan 5G yang komprehensif di daerah terpencil dan akses internet berkecepatan tinggi.
Perusahaan yang disurvei juga telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang beragam untuk penerapan, pengoperasian, dan pengelolaan teknologi 5G dan AI.
Sebagian besar mengalokasikan anggaran hingga 40% untuk implementasi dan operasional, sedangkan beberapa perusahaan lainnya mengalokasikan lebih dari 40%.
Para CEO dan CTO telah menyadari bahwa teknologi 5G dan AI memiliki dampak yang signifikan terhadap bisnis. Mereka meyakini bahwa kedua teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi bisnis, membantu pengambilan keputusan dan penerapan otomatisasi dengan cerdas, serta meningkatkan pengalaman pelanggan.
Mereka juga memprediksi 5G akan menjadi platform yang bermanfaat untuk memfasilitasi inovasi di masa depan.
Untuk sepenuhnya memanfaatkan peluang 5G dan AI, forum diskusi ini menghadirkan beberapa rekomendasi. Hal ini termasuk mempercepat alokasi frekuensi, menyediakan private network untuk daerah terpencil, menetapkan peraturan keamanan data, dan mendorong transparansi data.
“Pada dasarnya, survei kami menunjukkan kesiapan industri Indonesia untuk mulai menerapkan teknologi 5G dan AI. Namun, masih ada berbagai tantangan yang perlu diatasi, seperti biaya, kompatibilitas teknologi, dan kesenjangan keterampilan,” kata Dias Rima Sutiono, Kepala Riset BIIU.
Menurut Dias, pemerintah dan stakeholder industri perlu berkolaborasi untuk memastikan bahwa teknologi 5G ini dapat mencakup area yang luas, menetapkan peraturan yang mendukung, dan mendorong penggunaan teknologi ini di berbagai sektor.
Berdasarkan survei tersebut, ASIOTI mengungkapkan masih ada berbagai tantangan dalam penerapan teknologi 5G dan AI di Indonesia, seperti:
Pembangunan Infrastruktur: Para CEO dan CTO mengatakan bahwa diperlukan biaya yang besar untuk melakukan upgrade teknologi dan mengembangkan infrastruktur yang kuat dan andal untuk mendukung penerapan teknologi 5G dan AI. Mereka juga menekankan pentingnya cakupan yang luas dan kapasitas jaringan yang memadai di berbagai wilayah di negara ini.
Kesenjangan Keterampilan dan Bakat: Survei ini mengungkapkan masih ada kesenjangan keterampilan dalam angkatan kerja yang mampu memanfaatkan dan mengelola teknologi 5G dan AI secara efektif. Para CEO dan CTO juga menyatakan perlunya program pelatihan khusus dan pendidikan untuk menjembatani kesenjangan ini.
Kerangka Peraturan: Masih ada kekhawatiran terkait kerangka regulasi seputar teknologi 5G dan AI. Para CEO dan CTO menekankan bahwa penerapan teknologi 5G dan AI memerlukan regulasi dan kebijakan yang jelas
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian KOMINFO, Wayan Toni Supriyanto mengatakan, “Pemerintah, industri, operator seluler, akademisi, dan praktisi perlu memberikan atensi agar adopsi teknologi 5G khususnya pada sektor yang menjadi tumpuan utama ekonomi Indonesia bisa terimplementasi dengan baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi 5G lebih tepat guna jika dimanfaatkan untuk kebutuhan vertikal industri.”
“Terdapat tiga faktor utama yang diperlukan agar dapat mendorong 5G untuk memberikan layanan kualitas yang baik dan stabil sebagai berikut: ketersediaan spektrum frekuensi khusus (dedicated), modernisasi jaringan seluler 4G LTE baik eNodeB (RAN) maupun EPC (core network), serta fiberisasi sebagai kunci koneksi yang lebih stabil dan kapasitas yang lebih besar sebagai transport untuk menghubungkan antar elemen jaringan 5G,” tambah Wayan.
Ketua ASIOTI, Teguh Prasetya mengatakan, “Survei pasar yang dilakukan BIIU menyajikan informasi penting mengenai kesiapan dan harapan para CEO dan CTO Indonesia dalam hal penerapan teknologi 5G dan AI”.
Para CEO dan CTO yang disurvei memiliki antusiasme tinggi untuk menerapkan teknologi ini. Dengan demikian perlu dilakukan implementasi private 5G di Indonesia sebagai salah satu kunci penunjang kesuksesan 5G.
Meskipun demikian Industri telekomunikasi dan para stakeholder perlu mengatasi permasalahan seputar keamanan data, privasi, dan biaya untuk memastikan penerapan teknologi 5G di Indonesia dapat berjalan dengan lancar.
Seiring dengan bergeraknya Indonesia menuju masa depan digital, Indonesia Emas 2025. Ekosistem yang terdiri dari stakeholder industri, pembuat kebijakan, dan penyedia teknologi harus segera berkolaborasi untuk menghadirkan implementasi 5G sesegera mungkin dengan mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang dihadirkan oleh teknologi 5G dan AI.
Dengan melakukan hal tersebut, Indonesia dapat menjadi yang terdepan dalam ekonomi digital dan mendorong inovasi di berbagai industri.
Direktur Eksekutif ICT, Heru Setiadi mengungkapkan, “Saya yakin hasil survei ini dapat menyajikan informasi penting bagi para stakeholder di industri telekomunikasi, pembuat kebijakan, dan perusahaan teknologi dalam mengarahkan penerapan 5G di Indonesia”.
Hasil survei ini menggarisbawahi tingginya kesadaran dan antusiasme pelaku usaha di Indonesia terhadap penerapan teknologi 5G.
Pengembangan infrastruktur, peningkatan keterampilan SDM, dan adanya regulasi yang mendukung juga menjadi faktor penting untuk menyukseskan penerapannya. Memahami harapan dan kekhawatiran para pelaku usaha sangatlah penting dalam membentuk strategi dan kebijakan yang dapat mendorong penerapan ekosistem 5G yang positif dan inklusif.”
Jaringan 5G tak hanya sekadar evolusi dari teknologi komunikasi saja, tetapi juga sebuah revolusi yang akan membuka banyak peluang di berbagai sektor. Dengan konektivitas berkecepatan sangat tinggi, latensi rendah, dan konektivitas perangkat yang masif, teknologi 5G akan mendorong transformasi dalam berbagai aspek.
Dampak ekonomi global dari penerapan 5G diproyeksikan akan mencapai $13,1 triliun pada tahun 2035. Industri manufaktur, layanan kesehatan, dan transportasi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan berkat penerapannya.
Selain itu bedasarkan hasil studi IHS Markit dampak dari penerapan 5G terhadap output perekonomian global diperkirakan akan mencapai sekitar US$ 13,2 Triliun pada tahun 2035.
Secara khusus untuk Indonesia, bedasarkan penelitian dari ITB, jika penyediaan spektrum 5G dilakukan secara bertahap dari 2021 hingga 2023, dapat mendorong pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 2.802 triliun Rupiah pada tahun 2035.
Sehingga penerapan 5G menyumbang 9,3% dari PDB pada tahun 2035. Koneksi 5G juga akan membuka peluang kerja terkait 5G yang diperkirakan mencapai sekitar 4,4 juta pada tahun 2030.
Integrasi teknologi 5G dan AI akan menghadirkan potensi besar bagi sektor industri utama di Indonesia.
Di bidang kesehatan, layanan telemedis berbasis AI dan sistem pemantauan pasien jarak jauh berbasis 5G dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, khususnya di daerah terpencil.
Indonesia memiliki ekosistem digital dan perekonomian yang dinamis sehingga memiliki posisi yang strategis untuk dapat memanfaatkan teknologi 5G and AI.
Indonesia juga memiliki populasi digital yang besar dengan lebih dari 17 juta pengguna internet dan ekosistem startup yang terus berkembang pesat.
Dengan memanfaatkan kekuatan 5G dan AI, Indonesia dapat mendorong inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan masyarakat yang lebih luas.
Dengan konektivitas 5G berkecepatan tinggi, latensi rendah, dan integrasi teknologi AI, Indonesia dapat menghadirkan layanan digital yang lebih canggih, seperti augmented reality, virtual reality, dan penerapan Internet of Things (IoT), yang dapat mentransformasi berbagai sektor industri seperti kesehatan, pendidikan, dan manufaktur.
Dengan menciptakan kerangkat regulasi yang mendukung, mendorong investasi infrastruktur digital, dan meningkatkan literasi digital masyarakat, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat digital regional di Asia Tenggara.
Pendekatan strategis ini tak hanya akan menarik investasi asing, tetapi juga memberdayakan talenta lokal untuk menjadi ujung tombak kemajuan teknologi dan mengatasi tantangan sosial, mendorong pertumbuhan inklusif, dan pembangunan berkelanjutan secara nasional. (Icha)
Telko.id – Huawei dan Telkomsel, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk proyek Superior City. Sesuai dengan isi MoU, kedua belah pihak akan bersama-sama menjelajahi dan mengembangkan teknologi terbaru dan aplikasi 5G.
Serta membangun jaringan berkualitas tinggi yang merata di kota-kota perintis untuk memberikan pengalaman koneksi yang optimal dan layanan digital bagi pelanggan individu dan perusahaan.
Ken Hu, Rotating Chairman Huawei dan Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel, hadir dalam upacara penandatanganan bersama para eksekutif dari kedua belah pihak.
Berdasarkan data terkini, tingkat penetrasi perangkat 5G dan basis pengguna bernilai tinggi di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ke depan, Huawei dan Telkomsel akan terus menginovasikan teknologi.
Berdasarkan skenario 5GtoC/toB/toH, mereka berencana mengembangkan dan menguji aplikasi bisnis dalam eMBB, FWA, dan FTTR, serta membangun jaringan 5G perintis dan ekosistem sebagai bagian dari proyek Superior City untuk mempercepat siklus positif kesuksesan bisnis.
Dalam pidato penandatanganan MoU, Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel menyatakan,”Sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan layanan konvergensi terbesar di Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman digital terbaik melalui pemanfaatan teknologi terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia.”
Hendri menambahkan, berbekal komitmen inovasi dan pengembangan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbaru secara berkelanjutan, Huawei telah mendukung Telkomsel mencapai level pertumbuhan yang konsisten, menyediakan produk dan layanan berorientasi pada pengalaman pelanggan serta memberikan nilai tambah.
“Melangkah ke depan dengan semangat menggerakkan kemajuan, kemitraan strategis ini akan terus membuka peluang manfaat yang maksimal bagi perusahaan, industri dan masyarakat. Semoga dengan memperkuat kolaborasi bersama Huawei, kita dapat mengakselerasi perkembangan ekosistem digital Indonesia bersama-sama,” ujarnya.
Ken Hu, Rotating Chairman Huawei mengatakan, “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas kepercayaan dan dukungannya yang tak pernah putus selama ini. Sejak kita mulai bekerja sama pada tahun 2006, kita telah mengatasi banyak tantangan. Huawei dan Telkomsel telah tumbuh bersama.”
Ken menambahkan, Huawei berkomitmen untuk membantu menghubungkan Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Seiring dunia yang semakin digital dan cerdas, Huawei juga terus berinovasi untuk memberikan dukungan terbaik bagi transformasi digital yang sedang dijalankan Telkomsel. Kami siap meningkatkan kemitraan ini ke level selanjutnya.”
Huawei mengambil kata-kata “I” dan “do” dari nama Indonesia sebagai simbol komitmennya kepada negara ini. Selama 23 tahun, komitmen “I do” telah menjadi pemandu Huawei menjalin kemitraan strategis di pemerintahan, industri, dunia akademik dan berbagai komunitas untuk terus berkontribusi pada transformasi ekosistem digital Indonesia melalui pembangunan infrastruktur jaringan dan pengembangan bakat digital. (Icha)
Telko.id – ZTE Corporation bersama XL Axiata, telah berhasil menguji solusi MPLS dan SRv6 secara mulus, serta memulai implementasi SRv6 pada jaringan yang sudah ada.
ZTE akan mendukung XL Axiata dalam membangun jaringan transportasi berorientasi 5G berkualitas tinggi, dan menjadi operator konvergensi terdepan dengan peningkatan SRv6 yang mulus.
Seiring dengan komersialisasi global 5G yang berkembang pesat, XL Axiata juga telah mulai mengembangkan jaringan 5G sejak kuartal ketiga tahun 2021 dan saat ini tengah memperkenalkan solusi SRv6 end-to-end baru untuk mewujudkan transformasi digitalisasi jaringan yang komprehensif serta mendorong evolusi menuju jaringan 5G yang lebih maju.
Dalam kerjasama ini, ZTE menyediakan perangkat seri ZXCTN 6000 dan ZXR10 M6000-2S yang mampu mendukung solusi SRv6 end-to-end, dilengkapi dengan kemampuan pengiriman yang teruji dan dapat diandalkan.
Ditenagai oleh chipset inti berkinerja tinggi buatan sendiri, perangkat ini dilengkapi dengan inovasi SRv6/SDN/intelligent network slicing untuk mendukung EVPN dan SRv6 Flex Algo, sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan kapasitas besar, latensi rendah, dan slicing dari jaringan 5G.
Selain itu, ZTE menyediakan ZENIC ONE yang siap mendukung otomatisasi jaringan dan evolusi kecerdasan. ZTE menjamin project delivery dengan tingkat efisiensi yang tinggi, dan site delivery yang disesuaikan dengan penyebaran kabel serat optik sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Ke depannya, ZTE akan terus menjalin kerja sama yang mendalam dengan XL Axiata dan mendukung akselerasi penyebaran komersial skala besar solusi SRv6 di jaringan yang telah ada.
Kedua belah pihak berkomitmen untuk membangun jaringan transportasi 5G yang lebih cerdas dan handal untuk mendukung XL Axiata melakukan transformasi digital dan memberikan layanan konvergensi terbaik kepada pelanggan. (Icha)
Telko.id – XL Axiata memastikan jaringan 4G dan 5G yang dimiliki di Jakarta Utara dalam kondisi prima dan siap menyambut gelaran balap mobil formula listrik, 3-4 Juni 2023 di Jakarta.
Pada hajatan akbar seri balap mobil listrik dunia tersebut, XL Axiata telah menyiapkan sedikitnya 20 unit BTS 4G untuk meng-cover seluruh area balapan di kawasan Ancol, termasuk sirkuit dan area pendukung di sekelilingnya, yang di dalamnya terdapat hotel, restoran, pantai, dan berbagai penunjang pariwisata lainnya.
“Seperti tahun sebelumnya, kami kembali berkomitmen untuk ikut serta mendukung gelaran balap mobil formula listrik, dengan menyediakan jaringan 4G dan 5G secara memadai sesuai dengan kebutuhan,” kata Tetra Siti Sarah, Plt. Group Head Technology Strategy & Assurance XL Axiata.
Menurut Tetra, potensi lonjakan trafik di event ini sangat besar mengingat event balap mobil listrik salah satu ajang balap yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia secara luas, belum lagi potensi hadirnya penonton dari luar negeri.
Semakin banyak orang datang ke area tersebut, kebutuhan atas jaringan telekomunikasi dan data yang berkualitas juga dipastikan akan meningkat.”
Tetra menambahkan, berdasarkan data trafik saat gelaran balap mobil formula listrik tahun lalu, tercatat lonjakan trafik data XL Axiata mencapai 8,9 terabyte atau meningkat sekitar 136% dari trafik data normal, khusus di area sirkuit.
Untuk gelaran tahun ini diprediksi akan lebih meningkat sekitar 2x dari hari normal, mengingat popularitas ajang balap mobil formula listrik ini di Indonesia.
Selain gencar melakukan peningkatan kualitas jaringan 4G di wilayah sekitar, XL Axiata juga menyediakan jaringan 5G di sekitar area sirkuit dengan memanfaatkan teknologi Dynamics Spectrum Sharing (DSS) sebanyak 3 BTS, dan satu mobile BTS dari total keseluruhan 20 BTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat event balap mobil formula listrik level dunia tersebut berlangsung.
“Kapasitas jaringan kami di sekitar Ancol kami tingkatkan hingga 1.4x antisipasi lonjakan trafik selama hari balapan,” jelas Tetra.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta publikasi dan pemberitaan mengenai balap mobil formula listrik yang cukup luas dan gencar selama ini, pengunjung Ancol bisa membludak dan pastinya akan mendorong kenaikan trafik.
“Kami antisipasi benar segala kemungkinan yang bisa terjadi agar nanti di hari H tidak terjadi hambatan yang berarti dan balapan ini pun juga bisa berlangsung lancar,” ujar Tetra menambahkan.
Khusus di Jakarta Utara, wilayah yang menjadi tempat perhelatan ajang balap mobil formula listrik, XL Axiata memiliki lebih dari 1.800 BTS, dengan lebih dari 1.000 di antaranya BTS 4G. Sementara itu, untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, XL Axiata mengoperasikan lebih dari 10.000 BTS, termasuk lebih dari 6.100 BTS 4G. (Icha)
Telko.id – Telkomsel mendukung agenda pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI untuk melangsungkan uji coba dan demonstrasi implementasi use case 5G Robotic Telesurgery (bedah robotik jarak jauh) pertama di Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Republik Islam Iran ke Indonesia pada 22-24 Mei 2023, yang salah satunya mengagendakan penguatan sinergi Indonesia dan Iran di sektor kesehatan.
Robotic Telesurgery sendiri merupakan salah satu use case inovatif pemanfaatan teknologi jaringan 5G yang didukung solusi jaringan dan layanan terdepan dari Telkomsel, yang memungkinkan dokter bedah untuk melakukan tindakan operasi terhadap pasien secara jarak jauh dan real-time.
Uji coba dan demonstrasi use case 5G Robotic Telesurgery oleh Kemenkes, yang dilakukan di hadapan Presiden RI dan Presiden Republik Islam Iran tersebut, merupakan hasil kolaborasi bersama Telkomsel, melalui Telkomsel Enterprise, dengan rumah sakit pilot project untuk telesurgery RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, yang persiapannya telah berlangsung sejak Februari 2023.
Dalam skenario penerapan teknologi Robotic Telesurgery secara real-time, dibutuhkan kapasitas bandwidth besar dan latensi rendah pada fungsi data controlling, intra-abdominal real image transfer, dan video communication.
Dalam uji coba dan demonstrasi yang dilakukan, pihak dokter berada di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dan pasien berada di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Di kedua lokasi rumah sakit pilot project tersebut, Telkomsel menghadirkan infrastruktur jaringan 5G yang andal dan teruji dengan latensi rendah sekaligus infrastruktur jaringan optik khusus dengan sambungan point-to-point dan kapabilitas multicast, guna mengakomodasi Robotic Telesurgery yang memiliki tingkat presisi visual yang tinggi, aksesibilitas instrumen jarak jauh yang ergonomis, dan pengurangan risiko komplikasi saat melakukan tindakan operasi maupun pemulihan.
“Teknologi telerobotic surgery tidak hanya menguntungkan untuk mengisi kekurangan dokter spesialis bedah, tetapi juga menghilangkan hambatan geografis dan hambatan jarak sehingga dapat membantu para dokter bedah dan pasien di daerah terpencil agar dapat memiliki akses ke prosedur bedah terbaru,” kata Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan menjelaskan.
Menurut Dante, teknologi ini juga menghasilkan layanan bedah yang berkualitas tinggi, memperkecil komplikasi pasca pembedahan, menurunkan beban keuangan, dan perjalanan jarak jauh yang seringkali berisiko.
Dengan akurasi dan manuver bedah yang lebih baik, teknologi ini akan meningkatkan layanan dokter spesialis menjadi lebih efektif dan efisien.
“Melanjutkan komitmen dalam membangun ekosistem jaringan broadband terdepan 5G, Telkomsel kali ini mendukung agenda Kementerian Kesehatan RI dengan melakukan uji coba dan demonstrasi pemanfaatan use case 5G Robotic Telesurgery pertama di Indonesia bersama RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RSUP Dr. Sardjito,” ujar Wong Soon Nam, Direktur Perencanaan dan Transformasi Telkomsel.
“Manajemen RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan seluruh apresiasi kepada Telkomsel yang dengan pantang mengenal lelah memberikan dukungan serta fasilitas, sehingga RSUP Sardjito bisa melakukan koneksi 5G bersama dengan RS Hasan Sadikin Bandung untuk sebuah karya besar bagi bangsa Indonesia, yaitu Robotic Telesurgery System atau robot bedah jarak jauh, yang dirilisnya baru ada di dua kota, yaitu di Bandung dan Yogyakarta, yang merupakan kerja sama Indonesia dengan Iran,” sahut Darmawan, Kepala Bagian Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Saat ini dua proyek robot di dua kota tersebut bisa terkoneksi dengan baik tanpa halangan dengan koneksi 5G bagi pertemuan kedua presiden dari kedua negara yaitu Bapak Presiden Jokowi dan presiden dari Iran.
“Kita berharap ke depan kerja sama yang baik ini akan terus berlangsung dengan sebaik-baiknya, makin lama akan bisa merambah ke pedalaman, sehingga Indonesia bisa melayani masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan dengan sebaik-baiknya,” ujar Darmawan menambahkan.
Kehadiran konektivitas broadband terdepan Telkomsel, baik konektivitas 4G maupun 5G, memungkinkan pengembangan lebih lanjut terhadap implementasi use case teknologi digital berikutnya di lingkungan rumah sakit, termasuk evolusi proses bedah menggunakan teknologi robotik yang diinisiasi Kemenkes RI.
Dengan melakukan peningkatan kapasitas dan kapabilitas infrastruktur jaringan terkini di lokasi rumah sakit, Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise dapat menghadirkan secara luas portofolio ragam solusi dan layanan yang memiliki kapabilitas untuk membentuk pengalaman layanan kesehatan digital yang terintegrasi.
Diharapkan semuanya itu dapat mengakselerasi transformasi digital pada serangkaian kegiatan pelayanan medis, mulai dari tahapan preliminary analysis, diagnostic, treatment, sampai dengan recovery. (Icha)
Telko.id – Smartfren dan Xingtera Inc., penyedia solusi Artificial Intelligence of Things (AIoT) dari Negeri Paman Sam, resmi menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan memulai kerja sama untuk mewujudkan “Indonesia Industri 4.0”.
Prosesi yang berlangsung pada awal Maret lalu di sela Mobile World Congress 2023 di Barcelona, diharapkan akan memberikan dampak positif pada perkembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) serta IoT untuk industri di tanah air.
“Kolaborasi ini akan berfokus pada pengenalan teknologi canggih dan solusi sistem 5G cloud-native dari hulu-ke-hilir (end-to-end) yang telah terbukti,” kata Yuqing Niu, President and CEO Xingtera Inc.
Lebih lanjut, Yuqing menjelaskan bahwa tujuan kerjasama ini adalah membantu perusahaan manufaktur di Indonesia dalam mempercepat realisasi janji transformasi digital, kemudian pada saat yang bersamaan berperan mempercepat jalan untuk mewujudkan Indonesia 4.0.
Perjanjian tersebut menegaskan komitmen Smartfren bersama Xingtera dalam mendukung serta mengembangkan solusi, aplikasi kecerdasan buatan, manufaktur otonom, dan lain sejenisnya.
Seluruhnya merupakan solusi-solusi terkini yang dirancang berdasarkan teknologi 5G, kecerdasan buatan (AI), serta IoT untuk diterapkan oleh Smartfren.
Harapannya penerapan solusi ini memperkuat posisi Smartfren, terutama bagi unit usaha Smartfren Business yang selama ini selalu konsisten menyediakan berbagai solusi industri 4.0 untuk perusahaan (enterprise) atau usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Selanjutnya Smartfren dan Xingterra, melalui Smartfren Business, akan mulai mengimplementasikan nota kesepahaman itu dalam proyek percontohan di pelabuhan cerdas yang dikelola OKI Mills, bagian dari APP Sinar Mas.
Pasca implementasi proyek, nota kesepahaman juga berlaku dalam meningkatkan skala otomatisasi operasional di pabrik OKI Mills, serta memperluasnya ke lokasi manufaktur lain yang serupa.
“Fokus kami adalah menciptakan teknologi inovatif dalam hal otomatisasi dengan pengembangan teknologi untuk perusahaan dan UMKM,” ujar Alim Gunadi, CEO Smartfren Business.
Nah, lewat kerja sama ini, Alim menyebutkan dapat menjelajah berbagai potensi baru dalam teknologi industri, salah satunya yang berdasarkan teknologi 5G.
“Proyek dengan OKI Mills ini merupakan langkah awal mewujudkan proses otomatisasi operasional yang dapat meningkatkan kinerja serta produktivitas perusahaan atau bisnis,” ujar Alim.
“Kami berharap proyek yang bekerja sama dengan Smartfren ini dapat segera terlaksana.” kata Yuqing Niu menambahkan.
Xingtera, berharap solusi yang telah teruji di lapangan serta keahliannya itu dapat berkontribusi pada revitalisasi industri di Indonesia dalam mewujudkan target Indonesia 4.0. (Icha)