Kategori: 5G

  • Indosat Gandeng ZTE Bangun Jaringan Transport 5G Generasi Baru

    Indosat Gandeng ZTE Bangun Jaringan Transport 5G Generasi Baru

    Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan ZTE Corporation telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis di Mobile World Congress 2023 di Barcelona, Spanyol. MoU ini terdiri dari inovasi jaringan transport dan akses.

    Di bawah MoU tersebut, kedua perusahaan akan mengeksplorasi lebih lanjut pembangunan jaringan transport 5G generasi berikutnya, mempercepat transformasi jaringan fiber yang cerdas, untuk menawarkan pengalaman layanan digital yang melimpah bagi lebih dari 100 juta pelanggan IOH di Indonesia.

    Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung dan Executive Vice President dan CTO ZTE, Wang Xiyu menandatangani MoU atas nama kedua perusahaan di booth ZTE, yang akan memperkuat kemitraan antara ZTE dan IOH.

    “Dengan penandatanganan ini, kami ingin mengeksplorasi lebih lanjut keahlian kami untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia bagi semua pelanggan IOH. Hal ini sejalan dengan strategi utama kami yang mengutamakan kemitraan,” kata Desmond.

    Baca juga : Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Kerjasama Demi Implementasi 5G di Indonesia

    Berdasarkan MoU, ZTE akan bergabung dengan IOH dengan itikad baik, berbagi visi dan melakukan kegiatan terkait 5G dengan tujuan membangun kolaborasi komersial dalam inovasi jaringan transport dan akses.

    Sementara itu, kedua perusahaan akan melakukan penelitian dan kerja sama mendalam tentang FTTx, orkestrasi cerdas nirkabel dan akses nirkabel tetap untuk menyediakan konektivitas dan jangkauan jaringan yang mulus kepada pengguna Indonesia, serta pengalaman layanan jaringan berkualitas tinggi.

    Ke depan, dengan inovasi dan akumulasi teknologi end-to-end berdasarkan praktik dan eksplorasi 5G, ZTE akan melanjutkan kerja sama strategis yang komprehensif dan mendalam dengan IOH untuk membantu membangun jaringan transport 5G generasi baru yang cerdas dan andal di Indonesia.

    Sebelumnya, pada tahun 2022 lalu, Indosat Ooredoo Hutchison pun menggandeng mitra strategisnya untuk mengimplementasikan teknologi 5G di Indonesia dalam acara Mobile World Congress 2022. Mitra strategis tersebut adalah Cisco, Ericsson, Huawei, dan Nokia untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia.

    5G Indosat sendiri saat ini sudah diimplementasikan di 6 wilayah yakni Surakarta, Jakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan dan Bali. (Icha)

  • Telkomsel dan ZTE Kolaborasi Kembangkan Solusi 5G

    Telkomsel dan ZTE Kolaborasi Kembangkan Solusi 5G

    Telko.id – Telkomsel dan ZTE Corporation kolaborasi  untuk kembangkan pemanfaatan layanan 5G untuk segmen enterprise (korporasi dan industri) di Indonesia.

    Sinergi bersama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan langsung oleh Wong Soon Nam selaku Direktur Planning & Transformation Telkomsel dan Mei Zhonghua selaku SVP ZTE Corporation, pada 27 Februari 2023, bertepatan dengan momen perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2023 yang dilaksanakan di Barcelona, Spanyol.

    “Telkomsel melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, kami berkomitmen untuk menjadi powerhouse penyedia solusi digital terintegrasi yang siap mendampingi pelanggan segmen korporasi dan industri untuk terus membuka lebih banyak peluang kemajuan dalam melesatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Wong Soon Nam, Direktur Planning & Transformation Telkomsel yang turut hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

    Di tengah kondisi ekonomi dunia yang cukup menantang saat ini, transformasi digital menjadi salah satu faktor penentu yang akan membantu pelaku bisnis dari semua jenis industri untuk menjadi lebih produktif, efisien, dan aman.

    Baca juga : Telkomsel dan ZTE Berkolaborasi Uji Coba Jaringan 5G

    ”Ke depannya, kerja sama strategis bersama dengan mitra seperti ZTE ini dapat terus mendorong pelanggan korporasi untuk semakin berkolaborasi dan berakselerasi, sekaligus memperkuat semangat pencapaian Industri 4.0 secara lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Wong.

    “Kami senang dapat berkolaborasi dengan Telkomsel dalam upaya kami untuk terus membangun pasar 5G Enterprise di Indonesia,” ujar Mei Zhonghua, SVP ZTE Corporation.

    ZTE dan Telkomsel sendiri telah berkolaborasi dalam 5G selama beberapa tahun, dan pada kolaborasi ini ZTE akan menyediakan solusi 5G mutakhir untuk Telkomsel.

    ”Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu mencapai tujuan bersama, yaitu mempercepat transformasi digital di Indonesia,” ujar Mei.

    Melalui kolaborasi ini, Telkomsel dan ZTE akan bersinergi dalam mengembangkan portofolio inovasi solusi produk dan layanan terkini dengan mengadopsi pemanfaatan teknologi Cloud PC yang dapat mengimplementasikan virtualisasi, manajemen terpusat, dan berbagi sumber daya komputasi, penyimpanan, serta jaringan.

    Dengan penjadwalan melalui cloud data center, memungkinkan penggunaan desktop virtual yang efektif dan dapat memaksimalkan komputasi baik untuk perusahaan maupun publik.

    Selain itu, kedua perusahaan juga akan menjajaki peluang kerja sama dalam studi dan kajian teknologi jaringan 5G Air-to-Ground yang selaindapat menghadirkan layanan broadband berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau bagi penumpang pesawat, juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta keamanan operasional maskapai penerbangan.

    Kolaborasi kedua nya dalam pengembangan ekosistem layanan 5G sendiri telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan meraih berbagai pencapaian penting dalam upaya mendorong pemerataan akses broadband berteknologi terkini.

    Pada 2021 lalu, ZTE juga menjadi salah satu mitra infrastruktur jaringan yang mendukung Telkomsel menjadi perusahaan telekomunikasi digital pertama yang menggelar akses jaringan dan layanan 5G di Indonesia.

    Kemudian tahun 2022, didukung juga oleh ZTE, Telkomsel sukses menggelar penerapan teknologi 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara di lingkungan operasional pertambangan PT Freeport Indonesia, sehingga dapat mendukung digitalisasi dan transformasi operasional industri pertambangan di Indonesia.

    Ke depannya, Telkomsel dan ZTE akan terus memperkuat kemitraan untuk mengakselerasikan penguatan ekosistem dengan berbagai solusi produk dan layanan terdepan yang telah teruji di berbagai negara. (Icha)

  • Telkomsel dan ZTE Berkolaborasi Uji Coba Jaringan 5G

    Telkomsel dan ZTE Berkolaborasi Uji Coba Jaringan 5G

    Telko.id – Telkomsel dan ZTE kolaborasi terbaru untuk bersinergi menguji peningkatan kapabilitas jaringan 5G berbasis pita frekuensi 2.3 GHz yang dapat meningkatkan jangkauan layanan broadband untuk kawasan maritim.

    Kerja sama strategis ini dipresentasikan bersamaan dengan perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2023 di Barcelona (27/2).

    Kolaborasi ini bertujuan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang kian pesat melalui penyediaan konektivitas digital bagi pengembangan sektor perikanan dan wisata bahari, sekaligus memenuhi peningkatan permintaan akses komunikasi pada wilayah maritim potensial di Indonesia.

    Uji coba ini dilaksanakan di Provinsi Gorontalo, salah satu wilayah dengan potensi kelautan terbesar di Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 903,7 Km, di mana sektor maritim menjadi salah satu andalan bagi perekonomian daerah.

    Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan menyebutkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 19.013 nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut. Dengan demikian ketersediaan infrastruktur jaringan komunikasi dan akses internet menjadi salah satu kebutuhan penting guna mendukung pertumbuhan dan percepatan perekonomian berbasis digital.

    ”Dengan berkolaborasi secara strategis bersama para pelaku lintas industri seperti ZTE, Telkomsel dapat mendorong realisasi peta jalan transformasi digital nasional melalui pemanfaatan teknologi 5G yang inovatif,” ujar Nugroho, Direktur Network Telkomsel.

    Ia pun berharap kolaborasi pengujian ketersediaan layanan broadband 5G, yang kali ini difokuskan pada sektor kemaritiman, dapat semakin membuka peluang akses telekomunikasi digital yang lebih baik, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Wilayah Gorontalo secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

    “Kami senang dapat kembali berkolaborasi dengan Telkomsel untuk membangun jaringan 5G di Gorontalo. Melalui kolaborasi ini, ZTE menghadirkan pengalaman konektivitas yang diharapkan mampu mendorong kemajuan yang lebih komprehensif bagi masyarakat Gorontalo,” kata Richard Liang Weiqi, Presiden Direktur ZTE Indonesia.

    Lebih lanjut, kolaborasi ini juga mendorong hadirnya kesempatan yang merata bagi seluruh masyarakat di wilayah maritim Indonesia untuk mendapatkan akses pengalaman gaya hidup digital terdepan.

    Dalam kolaborasi ini, solusi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dan cakupan jaringan broadband di wilayah maritim Indonesia adalah perangkat radio 5G dari ZTE dengan teknologi active antenna yang dapat menjangkau hingga radius 60 Km.

    Hingga saat ini, Telkomsel secara bertahap dan terukur berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas cakupan teknologi jaringan broadband terdepan 4G/LTE dan 5G di seluruh Indonesia dalam rangka menghadirkan pemerataan kualitas layanan bagi seluruh masyarakat hingga pelosok negeri.

    Dengan konsisten memperkuat ekosistem pemanfaatan teknologi 5G, baik pada segmen consumer (B2C) maupun enterprise (B2B), Telkomsel berupaya mempercepat laju transformasi digital nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada berbagai sektor.

    Perluasan cakupan 5G di wilayah maritim Indonesia diharapkan dapat mendukung lebih banyak aktivitas ekonomi, seperti pelayaran, perikanan, dan pariwisata. (Icha)

  • 5Gnow.id Portal Pusat Informasi 5G di Indonesia

    5Gnow.id Portal Pusat Informasi 5G di Indonesia

    Telko.id – 5Gnow.id, platform kolaborasi berisi berbagai informasi mengenai perkembangan 5G di Indonesia, telah hadir saat ini.

    Platform yang didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini akan menyalurkan beragam inisiatif serta pengembangan baru untuk mendukung percepatan perkembangan teknologi dan tranformasi digital di Indonesia.

    “Kolaborasi seluruh ekosistem 5G di Indonesia baik regulator, operator seluler, penyedia perangkat, dan lain sebagainya, secara pasti akan mendorong implementasi 5G di Indonesia yang berdampak pada percepatan transformasi digital sebagai agenda prioritas nasional dan komitmen berkelanjutan dari Pemerintah Indonesia,” kata Denny Setiawan, Direktur Penataan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO).

    Denny juga menyebutkan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi serta mendukung penuh adanya portal 5Gnow.id ini. Portal 5Gnow.id ini akan berfungsi sebagai penghubung (hub) untuk berbagi update terbaru tentang perkembangan 5G yang sedang berlangsung di Indonesia.

    Ia juga menambahkan bahwa portal ini dirancang sebagai platform kolaboratif yang melibatkan secara aktif para pemangku kepentingan, baik lokal maupun global, sehingga dapat tetap mendapatkan informasi terbaru, sekaligus dapat memberikan umpan balik yang berharga terkait dengan inisiatif dan kebijakan 5G.

    “Kami berharap portal ini dapat menjadi sesuatu yang berharga bagi mereka yang tertarik dengan perkembangan 5G di Indonesia. Pada akhirnya kami berharap portal ini juga mampu mendorong pengembangan aplikasi 5G yang inovatif dan selaras dengan kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” ujarnya.

    Teguh Prasetya, Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI) melihat perkembangan pasar 5G di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. 5G memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk juga mendukung pada pengembangan IoT, AI, BIG DATA serta METAVERSE.

    Merujuk pada riset Institut Teknologi Bandung menyebutkan perkembangan jaringan 5G di Indonesia berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp2.800 triliun atau setara 9,5 persen dari total PDB pada 2030. Angka itu bahkan berpotensi melonjak menjadi 3.500 triliun atau setara 9,8 persen dari total PDB Indonesia pada 2035.

    “5Gnow.id akan menjadi hub berisi informasi terkini terkait pengembangan 5G di Indonesia. 5Gnow.id  mengumpulkan informasi dari regulator, ekosistem dan pelaku industri sekaligus mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam memberikan kabar terbaru seputar 5G dan teknologi pendukung kedepannya,” ujarnya.

    Julian Gorman, Head of Asia Pacific GSMA mengatakan apresiasinya atas peluncuran 5Gnow.id akan menginspirasi pemikiran baru tentang peran 5G dalam membangun masyarakat Indonesia dan menampilkan yang terbaik dari ekosistem 5G yang ditawarkan di Indonesia.

    Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi GSMA APAC 5G Industry Community (APAC5GIC) yang bertujuan untuk membangun platform bagi seluruh pemangku kepentingan yang berguna untuk edukasi tentang manfaat 5G bagi industri dan perusahaan, berbagi pengetahuan dan membangun ekosistem untuk saling mendukung. dan mendorong kemajuan bisnis melalui penerapan teknologi baru di kawasan Asia Pasifik.

    Sebagai salah satu pemrakarsa hadirnya 5Gnow.id, PT Alita Praya Mitra (Alita) melihat pentingnya platform ini sebagai tempat berkumpulnya ekosistem dan menjembatani komunikasi secara interaktif dengan multi-stakeholders, terutama masyarakat dan korporasi sebagai pengguna layanan dan solusi berbasis jaringan 5G.

    “Sebagai penyedia solusi dan layanan TIK, Alita juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan teknologi 5G di Indonesia. 5G membutuhkan infrastruktur serta sistem integrator yang matang dan terpercaya,” kata Martini Soejatno, Sales & Marketing Director Alita.

    Ia juga menyebutkan bahwa, Alita bekerja sama untuk mempromosikan dan meningkatkan penyebaran 5G di Indonesia untuk mendukung operator seluler guna menghadirkan layanan yang berkualitas, cepat, handal serta ekonomis kepada masyarakat dengan menerapkan teknologi ini serta guna mendukung solusi berbasis Internet of Things, IPV6, dan serat optik.

    5Gnow.id juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan di industri TIK, mulai dari KOMINFO, ASIOTI, Mastel, ALITA, ATSI, Telecom Infra Project, GSMA, APAC5G, Meta, Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, NPERF, ITB, ITS, Telkom University, Huawei, Ericsson, Nokia, ZTE, hingga Qualcomm. (Icha)

  • HP 5G Murah 2023 Harga 2 Jutaan

    HP 5G Murah 2023 Harga 2 Jutaan

    Telko.id – HP 5G dengan harga 2 jutaan kini sudah mulai beredar di pasaran. Walaupun secara jaringan dan layanan 5G di Indonesia masih belum banyak digelar oleh operator.

    Dengan menjual HP dengan iming-iming 5G dibelakang nya memang membuat harga dan ‘pamor’ dari produk itu ‘naik daun’ dan lebih besar potensi nya untuk dibeli masyarakat Indonesia.

    Walaupun tidak percuma juga membeli HP 5G karena toh, teknologi yang dibekalinya, juga dibutuhkan dan biasanya juga sudah kekinian, kecuali ya, belum bisa memaksimalkan layanan 5G nya saja.

    Jadi penasarankan, HP 5G yang terbaik tahun 2023 ini dengan harga 2 Jutaan. Ini dia, 5 produk yang kini beredar di pasaran.

    Infinix Zero 5G

    Infinix Zero 5G

    Ponsel berteknologi 5G ini menonjolkan performa kamera belakang maupun kamera selfie-nya. Untuk kamera belakang, Infinix Zero 5G memiliki tiga buah kamera dengan resolusi masing-masing 48 MP, 13 MP, dan 2 MP. Sementara untuk kamera depan beresolusi 16 MP.

    Untuk prosesor yang digunakan, Infinix Zero 5G ditenagai MediaTek Dimensity 900 dengan kartu grafis Mali-G68 MC4. Satu unit ponsel ini bisa kamu miliki mulai dari harga Rp2,5 juta.

    Samsung Galaxy M23 5G

    Ponsel ini sudah mendukung jaringan 5G berkat prosesor Snapdragon 750G. Samsung M23 5G menawarkan kapasitas baterai besar, yaitu 5.000 mAh.

    Samsung Galaxy M23 5G

    Selain itu, salah satu ponsel unggulan Samsung dari seri M ini menawarkan RAM sebesar 6GB dengan fitur RAM Plus 6GB. Untuk memiliki satu unit Samsung Galaxy M23 5G, kamu perlu menyiapkan dana mulai dari Rp2,7 juta.

    Xiaomi Redmi Note 11 Pro 5G

    Bila kamu penggemar produk Xiaomi, Xiaomi Redmi Note 11 Pro 5G patut kamu miliki. Ponsel yang bisa dimiliki dengan harga mulai dari Rp2,6 juta ini menawarkan kamera wide angle beresolusi 108 MP, kamera ultrawide angle 8 MP, kamera macro 2 MP, dan kamera depth 2 MP.

    Xiaomi Redmi Note 11 Pro 5G

    Untuk kamera depannya, ponsel ini memiliki sensor wide dengan resolusi 16 MP. Xiaomi Redmi Note 11 Pro 5G juga menghadirkan ruang penyimpanan yang besar dengan 8GB RAM dan 128 memori internal.

    Realme 9 Pro 5G

    Realme 9 Pro 5G bisa kamu miliki dengan menyiapkan dana mulai dari Rp2,7 juta untuk setiap unitnya. Ponsel ini memiliki layar IPS LCD seluas 6,6 inci dengan refresh rate 120 Hz.

    Realme 9 Pro 5G

    Ada dua opsi kapasitas penyimpanan yang bisa kamu pilih saat akan membeli ponsel ini, yaitu 6GB RAM dengan memori internal 128GB serta 8GB RAM dengan 128GB.

    Vivo V21 5G

    Vivo V21 5G menjadi opsi tepat bagi kamu yang memiliki bujet di bawah Rp3 juta. Sebab, ponsel ini bisa kamu miliki dengan harga mulai dari Rp2,8 juta per unitnya.

    Vivo V21 5G

    Hampir sama seperti beberapa ponsel 5G sebelumnya, Vivo V21 5G menawarkan kamera berkualitas tinggi sebagai salah satu keunggulannya. Ponsel ini memiliki tiga kamera belakang beresolusi masing-masing 64 MP, 8 MP, dan 2 MP.

    Untuk kebutuhan swafoto, Vivo V21 5G menghadirkan kamera depan dengan resolusi 44 MP. Adapun untuk kapasitas penyimpanan ponsel, Vivo V21 5G memiliki RAM 8GB dan memori internal 128GB.

    Itulah lima HP 5G 2 jutaan yang bisa kamu jadikan referensi ketika ingin mengganti gawai baru di 2023. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Icha)

  • Analisis Opensignal, 5G di Indonesia Jauh Unggul dari Wifi, dan 4G

    Analisis Opensignal, 5G di Indonesia Jauh Unggul dari Wifi, dan 4G

    Telko.id – Analisis Opensignal baru saja dikeluarkan, hasilnya, 5G di indonesia, ternyata jauh lebih unggul ketimbang 4G dan jaringan WiFi. Baik gabungan publik maupun swasta.

    Bahkan, berdasarkan analisis Opensignal itu, kecepatan unduh 5G di Indonesia rata-rata hampir empat kali lebih cepat dari yang terlihat di Wifi. Sedangkan 4G menawarkan kecepatan lebih cepat daripada Wifi,

    Selain itu, pengguna smartphone Indonesia menikmati pengalaman terbaik saat streaming video di 5G, disusul dengan 4G yang terasa lebih baik dari Wifi. Namun, untuk game seluler multipemain, Wifi memberikan pengalaman superior ke 4G.

    Analisis Opensignal tersebut juga menunjukkan bahwa kecepatan unduh yang dialami oleh pengguna smartphone di seluruh Indonesia rata-rata mencapai 17 Mbps saat mereka mengakses internet menggunakan 4G — namun hanya 14,6 Mbps saat terhubung ke Wifi.

    Sedangakn dengan 5G, pengguna Indonesia mencatat kecepatan unduh rata-rata 54,6 Mbps — 3,3 kali lebih cepat dari 4G dan 3,9 kali lebih cepat dari Wifi.

    Saat melihat kecepatan unggah seluler, pengguna Indonesia jelas mendapat manfaat dari koneksi ke 5G atau 4G melalui Wifi. Kecepatan unggah mereka dengan 4G rata-rata 7,7 Mbps — 2,4 Mbps lebih tinggi dari Wifi.

    Sementara itu, pengguna yang terhubung dengan 5G melihat kecepatan unggah rata-rata 19,6 Mbps — 3,1 kali lebih cepat dari Wifi dan 2,5 kali lebih cepat dari 4G.

    Kecepatan unggahan sangat penting untuk berbagi ke media sosial, mengirim lampiran email berukuran besar, melakukan panggilan video, dan terhubung ke jaringan kerja menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN).

    Analisis Opensignal ini juga menunjukan bahwa pengguna smartphone Indonesia juga memiliki pengalaman yang jauh lebih baik dengan layanan streaming video saat terhubung ke 5G daripada Wifi atau 4G.

    Dengan skor 67,4 poin, Pengalaman Video 5G di Indonesia mendapat peringkat Sangat Bagus (65-75), yang berarti umumnya waktu pemuatan yang cepat dan hanya sesekali macet, tetapi pengalaman tersebut mungkin agak tidak konsisten di seluruh pengguna dan/atau penyedia/resolusi video.

    Sebagai perbandingan, layanan Wifi dan 4G menempati dua kategori lebih rendah dengan peringkat Cukup (40-55). Peringkat Sangat Bagus adalah peringkat tertinggi kedua untuk Pengalaman Video.

    Dan saat kami menurunkan peringkat, waktu pemuatan menjadi lebih lama, dan pengguna kami menemukan lebih banyak penghentian dan kegagapan dalam aliran video.

    Untuk game multipemain seluler di Indonesia, Wifi memberikan pengalaman yang lebih baik daripada 4G. Dengan 68,3 poin (pada skala 100 poin), Wifi menempati satu kategori lebih tinggi dari 4G dengan peringkat Adil untuk Pengalaman Game.

    Sementara itu, pengguna Indonesia melaporkan pengalaman terbaik dengan 5G, dengan skor yang sesuai sebesar 77,3 poin, yang mendapatkan peringkat Baik. Pengalaman Game yang Baik menunjukkan sebagian besar pengguna menganggap pengalaman tersebut dapat diterima.

    Pengalaman gameplay umumnya dapat dikontrol, dan pengguna menerima umpan balik langsung antara tindakan mereka dan hasil dalam game. Seperti Pengalaman Video, saat kami menurunkan peringkat, pengalaman akan menurun.

    Hasil kami menunjukkan bahwa pengguna Indonesia sekarang menikmati kecepatan unduh dan unggah tercepat, serta pengalaman streaming video dan permainan multipemain terbaik saat terhubung ke 5G. 4G juga lebih baik daripada Wifi dalam banyak kasus, kecuali untuk Pengalaman Game, di mana Wifi lebih unggul.

    Sementara pengguna Indonesia, menurut analisa Opensignal akan mendapat manfaat dengan beralih ke 5G, batasan utamanya adalah layanan 5G perlu diperluas secara signifikan karena, di sebagian besar lokasi, hanya 4G yang tersedia.

    Namun, Wifi dan seluler saling melengkapi dan akan terus berdampingan untuk meningkatkan konektivitas. Misalnya, akan selalu ada beberapa lokasi dalam ruangan di mana Wi-Fi berfungsi lebih baik, karena sinyal seluler mungkin tidak menjangkau ke dalam beberapa gedung.

    Selain itu, di pasar negara berkembang seperti Indonesia, di mana penetrasi serat masih rendah, cenderung lebih mengandalkan teknologi nirkabel — baik seluler maupun nirkabel tidak bergerak — yang tersedia di lebih banyak lokasi.

    Selain itu, seiring berkembangnya jaringan tetap, Wifi akan tetap menjadi cara yang berguna untuk berbagi koneksi serat cepat di banyak perangkat.

    Oleh karena itu, sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia untuk meningkatkan transformasi digital negara, baik seluler maupun Wifi akan menjadi sangat penting untuk menyediakan konektivitas yang terjangkau di seluruh negeri. (Icha)

  • Telkomsel bersama Ericsson dan Qualcomm Uji Coba 5G mmWave

    Telkomsel bersama Ericsson dan Qualcomm Uji Coba 5G mmWave

    Telko.id – Telkomsel berkerjasama dengan Ericsson dan Qualcomm, melakukan uji coba layanan Akses Nirkabel Tetap atau Fixed Wireless Access (FWA) menggunakan teknologi extended-range 5G dengan bandwidth 800 MHz pada frekuensi millimeter-wave (mmWave) 26 GHz.

    26 GHz sendiri merupakan frekuensi pinjaman sementara dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk uji coba 5G.

    Teknologi 5G mmWave memiliki keunggulan jangkauan yang luas, kapasitas tinggi dan kemampuan latensi rendah bagi penerapan teknologi FWA. Yang diyakini juga dapat mendorong pemerataan, peningkatan, dan percepatan transformasi digital nasional.

    Berdasarkan hasil pengujian, kecepatan download masih bisa mencapai peak throughput 1 Gbps meskipun jaraknya sudah mencapai 7,9 Kilometer di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Hasil tersebut menunjukkan extended-range 5G millimeter-wave di frekuensi 26 GHz dapat menjadi salah satu solusi yang bermanfaat untuk layanan FWA dalam mendukung pengembangan beragam solusi digital.

    Kawasan Danau Toba sendiri merupakan salah satu dari titik Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dengan layanan 5G yang telah ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

    “Kini, bersama mitra penyedia infrastruktur dan teknologi kami, Ericsson dan Qualcomm, Telkomsel secara konsisten terus berkolaborasi untuk tetap relevan dalam setiap penerapan teknologi jaringan terbaru, yang salah satunya melalui uji coba penerapan teknologi jaringan 5G mmWave di kawasan Danau Toba,” kata Wong Soon Nam, Direktur Planning and Transformation Telkomsel.

    “Hasil yang luar biasa dari uji coba FWA dengan extended-range 5G millimeter-wave (mmWave) ini dapat membantu mengatasi tantangan dalam menjembatani kesenjangan digital dan mengurangi carbon footprint jaringan seluler. Melalui kerja sama ini, kami juga bertujuan untuk mendukung digital inklusi dan mempercepat upaya Indonesia menjadi ekonomi digital,” ungkap Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia menjelaskan.

    “Dengan membekali operator dan Original Equipment Manufacturer (OEM) menggunakan teknologi yang hemat biaya dan menjangkau semua titik, kami dapat memberdayakan konsumen dan perusahaan dengan konektivitas 5G terbaik untuk rumah dan bisnis, termasuk mereka yang sebelumnya sudah berada di area yang terjangkau 5G,” ujar Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia menambahkan.

    Konektivitas digital yang merata dan berkualitas setara yang telah dibangun oleh Telkomsel di Indonesia diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung transformasi digital nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan perekonomian nasional secara lebih inklusif.

    Hal ini akan membantu bisnis di Indonesia untuk menyederhanakan operasi dan mengurangi biaya, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Teknologi 5G juga dapat memainkan peranan penting dalam mencapai tujuan inklusi digital Indonesia, terutama dalam menghadirkan konektivitas digital terdepan, termasuk di wilayah pedesaan yang terpencil. (Icha)

  • IOH dan IBM Kolaborasi Percepat Utilisasi dan Komersialisasi 5G

    IOH dan IBM Kolaborasi Percepat Utilisasi dan Komersialisasi 5G

    Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan IBM mengumumkan bahwa kedua perusahaan menjajaki kolaborasi dalam pengembangan solusi 5G lewat joint technology dan offering build, go-to-market dan ecosystem solutions bersama, dan mengkomersialkan platform 5G Enterprise Industry Solutions.

    Platform ini diharapkan akan menggunakan IBM Consulting and Solutions yang memungkinkan IOH memonetisasi nilai rantai 5G-nya secara penuh.

    Penjajakan kolaborasi ini akan menjadikan IBM sebagai salah satu kolaborator strategis IOH dalam memaksimalkan potensi jaringan 5G-nya yang sejalan dengan misi IOH untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

    “Kami senang bisa bekerjasama dengan IBM untuk meningkatkan utilisasi dan komersialisasi jaringan 5G. Sehingga, kami berharap hal ini dapat membantu mendorong transformasi digital dan meningkatkan efisiensi perusahaan-perusahaan di Indonesia,” kata Vikram Sinha, President Director and CEO of Indosat Ooredoo Hutchison.

    IOH x IBM

    Kolaborasi ini diharapkan akan menggabungkan teknologi dan keahlian dari kedua perusahaan, menyediakan MVP (minimum viable product), anchor usecases, strategi go-to-market bersama, dan ecosystem solutions untuk mengkomersialkan platform 5G.

    Dalam kolaborasi ini, IOH akan menjadi penyedia infrastruktur seperti server, komputasi, storage, hingga konektivitas. Sementara IBM akan menyediakan teknologi dan platform perangkat lunaknya.

    “Kolaborasi dengan IOH ini akan memungkinkan kalangan pebisnis untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menciptakan solusi generasi masa depan dan menanggapi kondisi pasar yang dinamis serta adopsi 5G di Indonesia. Dengan solusi yang dibangun di atas hybrid cloud IBM yang terdepan di industri, AI, dan kemampuan keamanan yang didukung oleh keahlian industri yang mendalam dari IBM Consulting, kami berharap dapat menumbuhkan kemampuan 5G Indonesia,” kata Deep Bhau, Vice President & Senior Partner, IBM Consulting ASEAN.

    Saat ini, IOH dan IBM sedang berkolaborasi dengan salah satu perusahaan besar di Indonesia sebagai anchor client. Lewat kolaborasi ini, IOH dan IBM tengah menjajaki sejumlah use cases pemanfaatan 5G untuk mengidentifikasi cacat pada wadah makanan dan melacak kualitas kemasan.

    Kedua perusahaan juga akan melakukan seminar dan workshop untuk menyediakan strategi penggunaan 5G, menawarkan solusi dan pendekatan go-to-market (GTM) kepada berbagai perusahaan di Indonesia. (Icha)

  • ASIOTI Gelar ‘IPv6 Switch ON’ Summit Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

    ASIOTI Gelar ‘IPv6 Switch ON’ Summit Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

    Telko.id – IPv6 Switch ON Summit baru saja selesai digelar oleh Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI). Seperti nama dari event ini, Indonesia pun diharapkan sudah mulai menerapkan IPv6 enhaced seperti yang digaungkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

    Dengan berbagai keunggulannya, IPv6 akan menjadi fondasi kuat bagi infrastruktur TIK untuk menunjang era Smart City dan Internet of Things termasuk untukpembangunan Ibu Kota Nusantara yang cerdas dan percepatan transformasi digital yang ditopang oleh perkembangan teknologi TIK.

    Untuk itu, segenap pemangku kepentingan dalam ekosistem digital perlu bersama-sama mempercepat peralihan teknologi digital yang memungkinkan pengembangan ke depan, seperti pengiriman paket data dalam jumlah besar yang lebih optimal, penomoran protokol yang menyediakan lebih banyak fitur dan lebih cepat, serta membangun infrastruktur jaringan yang lebih aman.

    Dalam gelaran ‘IPv6 Switch ON’ yang diselenggarakan di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, penerapan teknologi IPv6 Enhanced kembali digaungkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia didukung oleh seluruh ekosistem digital dari perwakilan asosiasi industri, operator, provider teknologi dan academia.

    Seperti Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), Indosat Ooredoo Hutchison, Telkom Indonesia, Telkomsel, XL Axiata, Smartfren, Huawei, Alita, dan Telkom University.

    Momentum peralihan dari teknologi IPv4 ke IPv6 Enhanced ini diharapkan menandai percepatan perkembangan aplikasi dan perangkat berbasis IPv6 yang mendukung lompatan-lompatan transformasi digital ke depan di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi. 

    “Tren transformasi digital telah berlangsung dan akan meningkat secara eksponensial di berbagai sektor. Oleh karena itu perlu dukungan kuat dan melibatkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi industri dan operator,” kata Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, dalam IPv6 Switch ON’ Summit yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (10/10).

    Ismail pun percaya inisiatif ini akan memberikan keyakinan kita untuk menghadapi tantangan dan mengarahkan pada strategi transformasi digital yang lebih baik.

    Gelaran konferensi IPv6 Switch On ini yang di inisiasi oleh ASIOTI (Asosiasi IoT Indonesia) dengan menampilkan demo live jaringan IOH (Indosat Ooredoo Hutchison) dan edukasi IPv6 enhance yang didukung oleh Huawei.

    Senada, Aju Widya Sari, S.T., Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo RI, menegaskan, “Kesiapan infrastruktur TIK didukung dengan implementasi teknologi dan ekosistem yang mutakhir merupakan kunci kesuksesan transformasi digital”.

    Aju pun melihat bahwa konferensi ini menjadi tonggak penting kolaborasi antar pemangku kepentingan yang mendukung IPv6 Switch On yang akan memberikan dampak pada user experience yang lebih baik.

    Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), menambahkan, “Kesiapan ekosistem industri TIK merupakan syarat fundamental bagi transformasi digital. Melek digital sekaligus user experience menjadi pendorong utama bagi layanan digital yang berdampak bagi akselerasi ekonomi digital”.

    “Apalagi ada live demo dari IOH dan Huawei yang telah memungkinkan kita semua menyaksikan secara langsung bagaimana IPv6 Enhanced dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan keyakinan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan konektivitas yang masif dan cerdas di masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Sarwoto menambahkan.

    Apalagi, saat ini ekosistem industri telah siap dengan sejumlah perangkat IOT telah memenuhi standar IPv6 dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu.

    “Infrastruktur TIK yang siap IPv6 akan menciptakan kesempatan lebih banyak dan masif untuk transformasi digital di masa mendatang. Dalam gelaran ini, kami menampilkan demo pengalaman nyata IPv6 Enhanced berkat dukungan IOH dan Huawei demi memberikan user experience yang lebih baik,” ujar Teguh Prasetya, Ketua Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI),

    Sementara, Muhammad Arif, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), menegaskan bahwa penetrasi internet menjadi target utama dan prasyarat dasar bagi individu, korporasi dan sektor industri. Konektivitas akan meluas dan masif melampaui populasi menuju perangkat-perangkat cerdas yang terhubung dengan internet.

    “Teknologi menjadi faktor untuk memenuhi prasyarat dan penggelaran IPv6 Switch On sebagai momentum kesiapan ekosistem,” ujar Muhammad.

    Ya, adopsi IPv6 adalah tren global yang tidak bisa dihindari. Banyak negara yang mendorong pengembangan IPv6. IPv6 Enhanced adalah salah satu landasan utama yang akan membantu digitalisasi pada semua sektor industri dan mendorong perkembangan ekonomi digital.

    IPv6 tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pentingnya IPv6 semakin dipahami negara-negara di dunia, yang kemudian mendorong dirumuskannya kebijakan-kebijakan terkait.

    Aliansi ETSI IPE yang aktif menyerukan pengembangan dan inovasi di bidang IPv6 ini telah memiliki lebih dari 90 anggota. Tahun 2021, IPE menjajaki kegunaan IPv6 Enhanced di teknologi 5G, cloud, dan pusat data.

    “Saat ini, ETSI telah mendirikan kelompok kerja IPE untuk melakukan riset terkait penguatan teknologi berbasis IPv6. Diharapkan pemerintah Indonesia, operator, akademisi, pelaku industri OTT, pabrikan terminal dan pemangku kepentingan lainnya bergabung dalam kelompok kerja IPE untuk bersama-sama menuntun arah teknologi digital di masa depan,” kata Latif Ladid, Ketua IPv6 Enhanced (IPE).

    Menurut Gustiansyah Wilson, Head of Core Planning & Engineering Indosat Ooredoo Hutchison, “Perkembangan dan permintaan pelanggan semakin meningkat dengan beragam layanan digital, kami memberikan kepuasan pelanggan yang prima dengan didukung infrastruktur TIK yang handal. IPv6 Switch On summit ini menjadi momentum bersama mendukung dan mempersiapkan perkembangan kebutuhan ke depan yang semakin terkoneksi dan cerdas”.

    Dengan demoshow ini dapat memberikan gambaran peningkatan layanan digital yang semakin baik, yang kemudian dilanjutkan dengan tutorial kepada peserta terhadap IPv6 Enhanced. Sehingga pada kesempatan ini mendapatkan pengalaman yang lengkap terhadap teknologi dan edukasi terhadap IPv6 enhanced tersebut.

    “IPv6 Enhanced menjadi faktor kunci untuk memperkuat konektivitas, kecerdasan dan reliabilitas dari infrastruktur TIK untuk bisa menyajikan pengalaman layanan digital yang lebih baik. Pada konferensi IPv6 Switch On ini, Huawei berkomitmen untuk siap mendukung implementasinya melalui teknologi yang dimiliki. Kami percaya bahwa momentum kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini akan membawa manfaat bagi industri TIK Indonesia untuk mempercepat ekonomi digital di saat ini maupun di masa mendatang,” kata Mohamad Rosidi, Director of ICT Strategy & Business, Huawei Indonesia.

    Konferensi IPv6 juga menghadirkan pembicara dalam diskusi panel, termasuk Gustiansyah Wilson, Head of Core Planning & Engineering Indosat Ooredoo Hutchison, Abdi Mulyanta Ginting, Ketua Satuan Tugas IPv6 dan EGM Digital Connectivity Service Telkom Indonesia, Indra Mardiatna, VP Technology Strategy Telkomsel, Merza Fachys, President Director of Smartfren yang juga merupakan Wakil Ketua Umum ATSI, I Gede Darmayusa, CTO of XL Axiata, dan Dr. Nyoman Bogi Aditya Karna, S.T. , M.T., Telkom University. (Icha)

  • XL Axiata dan Huawei Pamer Konsep Jaringan Green 5G

    XL Axiata dan Huawei Pamer Konsep Jaringan Green 5G

    Telko.id – Konsep proyek jaringan Green 5G hasil kolaborasi XL Axiata dan Huawei Indonesia menjuarai ajang bergengsi bagi kalangan pelaku industri telekomunikasi global.

    Pada ajang TM Forum 2022 Catalyst Awards yang berlangsung pada 20-22 September 2022 di Kopenhagen, Denmark, XL Axiata dan Huawei Indonesia memenangi kategori “Outstanding use of TM Forum assets” dan “People’s Choice”

    XL Axiata bersama Huawei Indonesia juga menjadi wakil pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang terlibat dalam perhelatan yang diikuti lebih dari 130 perusahaan telekomunikasi dari berbagai negara tersebut.

    “Konsep jaringan katalis 5G Green yang berhasil memenangi perhargaan di dua kategori ini menunjukkan keseriusan kami dalam menyiapkan ekosistem 5G sekaligus menerapkan prinsip-prinsip perlindungan terhadap lingkungan di bidang telekomunikasi,” kata Yessie D Yosetya, Direktur and Chief Digital Transformation & Enterprise Business Officer XL Axiata.

    Penghargaan ini tentu akan semakin memotivasi XL dalam menyiapkan jaringan dan inovasi yang ramah bagi lingkungan, sebagai bagian dari upaya XL Axiata untuk menyediakan layanan berkualitas terbaik bagi masyarakat Indonesia.

    Yessie menambahkan, pada ajang ini XL Axiata dan Huawei Indonesia mendemonstrasikan proyek katalis proof-of-concept “Green 5G”.

    Proyek ini mengeksplorasi jaringan otonom dan teknologi hemat energi untuk menyebarkan jaringan 5G yang ramah bagi lingkungan dan sekaligus mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Proyek ini juga menjadi satu-satunya proyek katalis yang mendapatkan dua penghargaan sekaligus.

    “Bersama seluruh ekosistem sebagai penyedia solusi TIK terkemuka global, Huawei senantiasa berkomitmen untuk dapat mendukung pengembangan jaringan yang cerdas, ramah lingkungan dan dapat diimplementasikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Wei Wei, XL Account Director of Huawei Indonesia.

    Ia juga menambahkan bahwa Huawei akan terus memberikan solusi inovatif untuk mendukung mitra nya, terutama XL Axiata, dalam bertransformasi menjadi operator konvergensi termasuk mendukung pembangunan broadband nasional di Indonesia.

    TM Forum 2022 Catalyst Awards diselenggarakan untuk menghasilkan konsep inovasi yang dapat diimplementasikan guna memecahkan tantangan industri bersama. 

    Award yang diberikan pada ajang tahun 2022 ini, antara lain People’s choice, Outstanding use of TM Forum assets, Outstanding Catalyst – Business impact, Outstanding Catalyst – Impact on society and sustainability, Outstanding Catalyst – Best innovation, Best ecosystem design, Best New Catalyst in show, dan Future Techco.

    TM Forum sendiri merupakan aliansi yang terdiri dari lebih dari 850 perusahaan global yang bekerja sama untuk mendobrak hambatan teknologi dan budaya antara penyedia layanan digital, pemasok teknologi, konsultan, dan integrator sistem. (Icha)