Kategori: 4G LTE

  • Jaringan 4G XL Axiata Siap Dukung Balap Motocross Dunia di Samota

    Jaringan 4G XL Axiata Siap Dukung Balap Motocross Dunia di Samota

    Telko.id – XL Axiata siapkan jaringan 4G di gelaran Balap Motocross Dunia di Sirkuit Samota, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,  24-26 Juni 2022.

    Sedikitnya ada 47 BTS 4G yang telah disiapkan untuk menjangkau sebagian besar area, termasuk sirkuit dan area wisata di sekelilingnya.  XL Axiata juga menyiagakan 2 unit mobile BTS (MBTS) untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat event balap dunia tersebut berlangsung.

    “Event Motocross Sumbawa ini merupakan salah satu seri balap dunia Motocross. Tentu ajang ini sangat penting bagi pemerintah Indonesia yang saat ini sedang berupaya keras membangkitkan kembali dunia pariwisata. Karena itu, XL Axiata siap mendukung event dunia ini dengan menyediakan jaringan 4G. Sekaligus, melalui dukungan ini kami ingin menunjukkan kualitas jaringan XL Axiata dengan internet tercepat untuk pelanggan dan masyarakat Sumbawa,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata.

    Menurut Gede, kawasan Samota sebelumnya juga sudah terjangkau jaringan 4G XL Axiata, namun potensi lonjakan trafik di area Sumbawa sangat mungkin terjadi saat event balap dunia Motocross berlangsung.

    Kemungkinan besar, masyarakat lokal serta masyarakat dari luar Sumbawa akan berdatangan ke Samota.  Event besar ini diperkirakan juga akan menarik wisatawan asing untuk datang. Apalagi, Sumbawa juga memiliki sejumlah area wisata yang juga menarik, yang juga menjadi daya tarik pelancong.

    Semakin banyak orang datang ke area tersebut, kebutuhan atas jaringan data juga dipastikan akan meningkat. Oleh sebab itu, saat ini tim XL Axiata sudah bersiap di lapangan untuk memastikan jaringan yang andal dan berkualitas dengan meningkatkan kapasitas dan melakukan optimasi jaringan.

    Peningkatan kualitas jaringan 4G tidak hanya sebatas di Samota. XL Axiata juga memperluas jaringan 4G ke seluruh penjuru Sumbawa, baik untuk peningkatan kualitas layanan data dan suara di wilayah perkotaan, maupun perluasan ke area-area yang sebelumnya memang belum terjangkau.

    Saat ini, di 61 kecamatan dan 5 kabupaten/kota di Sumbawa kini telah terlayani oleh layanan 4G XL Axiata. Total ada lebih dari 390 BTS di seluruh Sumbawa, dengan 389 di antaranya BTS 4G. Jumlah BTS 4G tersebut masih akan terus meningkat mengingat saat ini XL Axiata juga masih melakukan perluasan di semua kabupaten yang ada di Sumbawa. 

    Selain perluasan dan penambahan BTS, XL Axiata juga terus melakukan penambahan kapasitas jaringan 4G baik dari sisi radio maupun transmisi, serta melalui fiberisasi. Kini sebagian besar BTS di Sumbawa telah terfiberisasi dan akan terus meningkat.

    Sementara itu, sejak awal tahun 2021 hingga saat ini sekitar 374 BTS telah ditingkatkan kapasitasnya. Selama setahun terakhir di dalam bayang-bayang pandemi, trafik data XL Axiata di Sumbawa tetap mengalami peningkatan sekitar 89 %, dengan kenaikan trafik tertinggi ada di Kab. Bima.

    Saat ini jaringan XL Axiata untuk area NTB ditopang lebih dari 5.000 BTS, termasuk lebih dari 2.600 BTS 4G.

    Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan XL Axiata terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)

  • Pembangunan BTS 4G Di Desa 3T Terus Dikebut BAKTI

    Pembangunan BTS 4G Di Desa 3T Terus Dikebut BAKTI

    Telko.id – Pembangunan BTS 4G di desa 3T atau terluar, tertinggal, dan terdepan memang bukan perkara mudah. Namun, BAKTI kominfo tetap optimis atasi tantangan yang ada.

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anang Latif menyatakan pembangunan BTS 4G merupakan bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.  

    “Pemerintah melakukan pemerataan pembangunan dengan dasar no one will be left behind  Saat ini, rata-rata progres pembangunan BTS 4G Fase 1 adalah 86% dimana 1.900an lokasi telah on air dari target 4.200 lokasi pada tahun 2022,” jelasnya di Kantor BAKTI Kominfo, Jakarta Selatan, Jumat (15/04/2022).

    Menurut Dirut BAKTI Kominfo, pembangunan fase 1 tersebut terus dikebut dan ditargetkan selesai 100% pada tahun 2022.

    “Untuk pembangunan BTS 4G tahap 2 di 3.704 lokasi, akan dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan fiskal. Tahun 2022, anggaran yang ada akan dialokasikan untuk pembangunan BTS 4G di 2.300 lokasi,” tuturnya.

    Dirut Anang Latif menyatakan pembangunan BTS 4G didukung alokasi dana APBN secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah.

    “APBN yang dialokasikan untuk pembangunan 4.200 BTS 4G sebesar Rp11 Triliun. Salah satu komponen terbesar untuk biaya logistik pengiriman material, karena banyak lokasi pembangunan yang belum terdapat infrastruktur fisik dasar, seperti jalan, sehingga harus ditempuh dengan menggunakan helikopter,” jelasnya. 

    Kementerian Kominfo memberikan apresiasi atas dukungan operator seluler untuk penyediaan sinyal di wilayah 3T. Menurut Dirut BAKTI Kominfo, operator seluler dan vendor sangat mendukung program penyediaan sinyal.

    “Saat ini, masyarakat di beberapa wilayah 3T sudah mulai memanfaatkan jaringan BTS yang telah dibangun oleh BAKTI.  Pembayaran kepada para vendor tidak mengalami kendala karena anggaran telah tersedia dan termin pembayaran progress telah diatur di dalam kontrak,” ungkapnya.

    Optimistis Atasi Tantangan

    Menurut Dirut Anang Latif, pembangunan infrastruktur digital di desa-desa terpencil bukan hal yang mudah. Tantangan kondisi geografis alam, persoalan logistik, transportasi, dan ketersediaan SDM menjadi kendala tersendiri.

    BAKTI Kominfo membangun BTS 4G di wilayah 3T yang sangat sulit dijangkau. Bahkan, banyak desa yang belum memiliki infrastruktur jalan yang layak dan aliran listrik.

    “Sehingga pengiriman material ke lokasi BTS 4G banyak dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan gerobak atau menggunakan perahu-perahu tradisional untuk menyeberangi lautan atau sungai-sungai,” tutur Dirut Anang Latif. 

    Menurut Dirut BAKTI Kominfo, di wilayah pegunungan Papua memerlukan transportasi udara untuk sarana pengangkutan material dan peralatan. Ketersediaan transportasi tidak sebanding antara jumlah material dan  selama pandemi Covid-19, pembatasan mobilitas orang dan barang juga memengaruhi kegiatan supply chain pembangunan BTS.

    “Dapat dilihat bahwa antara tahap Material on Area (MOA) dan Material on Site (MOS) terdapat kesenjangan. Jadi material sudah tersedia di titik di area tersebut, menunggu transportasi ke titik tujuan yang umumnya merupakan medan yang sulit. Ada juga kesenjangan MOS dengan Ready for Service (RFS), artinya seluruh perangkat, material dan kelengkapannya sudah selesai proses instalasi dan siap diintegrasikan dengan layanan dari operator telekomunikasi,” ujar Anang menjelaskan.

    Di level global, Dirut Anang Latif menyatakan saat ini terjadi kelangkaan pasokan microchip yang berdampak pada ketersediaan beberapa perangkat telekomunikasi. 

    “Adanya kelangkaan yang terjadi secara global (global shortage) pada supplymicrochip juga berdampak pada supply beberapa perangkat telekomunikasi yang digunakan dalam pembangunan BTS,” tuturnya. 

    Selain itu, gangguan keamanan menjadi tantangan tersendiri, terutama di Papua. Dirut BAKTI Kominfo  menyatakan saat jumlah lokasi BTS yang dibangun di Papua dan Papua Barat mencapai sekitar 65% dari total BTS yang dibangun oleh BAKTI di seluruh Indonesia.

    “Pada tanggal 2 Maret lalu, terjadi serangan penembakan di Kabupaten Puncak yang menewaskan 8 pekerja. Dari insiden tersebut, pekerjaan implementasi di hampir seluruh di Propinsi Papua dihentikan atas instruksi dari otoritas di Papua,” ungkapnya. 

    Bagaimanapun, akselerasi pemerataan pembangunan di daerah 3T terus berjalan. Anang optimistis target pembangunan BTS 4G di Indonesia akan tercapai tahun ini. 

    “Seluruh tantangan dan persoalan tersebut, tidak menyurutkan tekad pemerintah untuk terus melanjutkan penyediaan sinyal 4G dan akses internet bagi masyarakat di wilayah 3T,” tandasnya. (Icha)

  • Sampai Akhir Tahun, Telkomsel Upgrade 3G Ke 4G LTE Di 504 Kota

    Sampai Akhir Tahun, Telkomsel Upgrade 3G Ke 4G LTE Di 504 Kota

    Telko.id – Dari bulan Maret ini hingga akhir tahun, Telkomsel akan memulai proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE di 504 kota/kabupaten wilayah Indonesia.

    Proses upgrade jaringan 3G ke 4G/LTE tersebut akan dilakukan secara berkala, dengan tahap pertama di mulai pada bulan Maret hingga Mei 2022 di 90 kota/kabupaten, yang mencakup 766 kecamatan.

    “Maret 2022 akan menjadi tahap pertama Telkomsel dalam melakukan upgrade layanan jaringan 3G ke 4G/LTE secara bertahap di beberapa wilayah di Indonesia, dan ditargetkan selesai pada Mei 2022 sebelum kemudian dilanjutkan pada upgrade tahap kedua,” ungkap Nugroho, Direktur Network Telkomsel Nugroho.

    Melalui pemerataan jaringan broadband ini, akan ada semakin banyak kesempatan yang terbuka bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati dan memaksimalkan pengalaman akses broadband 4G/LTE yang lebih merata, cepat, stabil, dan dapat diandalkan, baik dalam memaksimalkan aktivitas digital sehari-hari maupun mengakselerasi transformasi digital di dalam mendukung aktivitas bisnis hingga tingkat masyarakat di pelosok negeri.

    Untuk memastikan proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE secara bertahap dan terukur di seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan baik dan tidak mengurangi kenyamanan pelanggan, Telkomsel telah mempersiapkan seluruh action plan mulai dari persiapan teknis, sosialisasi kepada pelanggan, hingga tahapan mitigasi secara optimal, yang dilakukan hingga tingkat kecamatan di kota/kabupaten yang akan menjalani proses upgrade.

    Telkomsel juga akan terus melakukan pengkajian yang terukur dari setiap proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE di total 504 kota/kabupaten untuk setiap periodenya. Pemutakhiran data, jadwal dan action plan juga akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan proses pelaksanaan baik secara teknis maupun kesiapan ekosistem penggunaan di tingkat pelanggan.

    Selain itu, Telkomsel telah memulai rangkaian inisiatif untuk membantu masyarakat agar lebih mudah dalam mengakses jaringan 4G/LTE dengan menyediakan beragam program dan produk menarik.

    Seperti diantaranya paket kuota data 4G yang terjangkau seperti kartu perdana dan paket internet SeruMAX dengan kuota data hingga 138GB (untuk pelanggan di wilayah Pulau Jawa, Bali dan Lombok), paket Combo 4G terdiri dari kuota 4G  sebesar 1GB dan 20 menit telepon ke sesama Telkomsel.

    Lalu ada paket BundlingMAX terdiri dari kuota internet hingga 5,5GB pelanggan yang membeli kartu Telkomsel PraBayar baru yang di bundling langsung dengan smartphone baru pilihan, hingga tambahan kuota 4G hingga 30GB untuk pelanggan yang telah melakukan migrasi atau penukaran kartu non 4G ke kartu 4G (uSIM).

    Telkomsel senantiasa terus mengajak seluruh pelanggan yang masih menggunakan layanan 3G agar segera melakukan migrasi atau beralih ke layanan 4G/LTE untuk dapat menikmati pengalaman akses broadband yang prima melalui berbagai layanan serta beragam keuntungan yang ditawarkan dari Telkomsel.

    Bagi pelanggan yang ingin melakukan migrasi ke uSIM 4G bisa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap ketersediaan jaringan 4G di wilayahnya dan dukungan 4G pada perangkat yang digunakan. Pengecekan dapat dilakukan dengan mudah melalui USSD Menu Browser (UMB) di *888*47#.

    Guna memberikan kemudahan kepada pelanggan yang ingin menukarkan atau mengganti kartu SIM non 4G ke kartu uSIM 4G, Telkomsel menghadirkan ragam opsi mekanisme yang luas, baik secara online maupun offline.

    Pada mekanisme online, pelanggan dapat melakukan pergantian kartu dengan mengakses akun resmi media sosial Facebook dan Twitter Telkomsel, Virtual Assistant (VA) Telkomsel, mitra e-commerce (Shopee, Tokopedia, Bukalapak, JD.ID), serta memanfaatkan layanan GraPARI Online dengan mengakses tsel.me/graparionline.

    Kemudahan pergantian kartu secara online semakin bermanfaat bagi pelanggan karena kartu uSIM 4G/LTE akan diantarkan langsung ke alamat tujuan pelanggan. Sementara untuk mekanisme offline, pelanggan dapat langsung mengunjungi GraPARI atau layanan MyGraPARI terdekat.

    Bagi pelanggan yang sudah upgrade/migrasi ke layanan 4G/LTE, tetap bisa menggunakan layanan telepon seperti biasa, dengan memaksimalkan jaringan 2G dan 4G/LTE yang tersedia di setiap wilayah.

    Pelanggan juga dapat merasakan pengalaman panggilan suara berkualitas HD sambil menikmati akses internet baik itu browsing, bermain game, video streaming, secara bersamaan dengan menggunakan layanan VoLTE Telkomsel. Saat ini, layanan VoLTE Telkomsel sudah tersedia di lebih dari 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, dan dapat digunakan di lebih dari 100 tipe smartphone.

    “Guna memastikan kelancaran proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE ini, Telkomsel sendiri telah memulai proses persiapan sejak 2021 lalu, dengan sukses melakukan penataan ulang (refarming) pita frekuensi 2.3 GHz untuk memaksimalkan penguatan kapasitas dan kualitas jaringan 4G/LTE yang ada,” kata Nugroho.

    Selain itu, Telkomsel bersama BAKTI Kominfo juga sukses melakukan pengalihan seluruh ribuan BTS Universal Service Obligation (USO) di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di sepanjang 2021 agar terhubung ke jaringan 4G/LTE Telkomsel.

    Telkomsel juga telah mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk melanjutkan membangun 7.772 BTS USO 4G di wilayah 3T hingga akhir 2022, untuk mewujudkan pemerataan dan kesetaraan akses broadband terdepan yang akan membuka lebih banyak peluang penguatan ekosistem digital yang inklusif hingga pelosok negeri. (Icha)

  • 4G XL Axiata Sudah Jangkau 170 Kecamatan di Sulawesi Tenggara

    4G XL Axiata Sudah Jangkau 170 Kecamatan di Sulawesi Tenggara

    Telko.id – 4G XL Axiata di Sulawesi Tenggara, layanannya sudah semakin luas. Dalam kurun waktu setahun terakhir, XL Axiata gencar membangun jaringan 4G, berupa lebih dari 16 BTS 4G, hingga ke wilayah pelosok-pelosok pedesaan yang sebelumnya belum terjangkau.

    Dari total kecamatan yang ada di provinsi tersebut, 48 % di antaranya atau 107 kecamatan, dengan total sekitar 1.200 desa telah terlayani jaringan 4G XL Axiata. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen XL Axiata mendukung upaya pemerintah Membangun Indonesia Digital.

    “Trafik data di seluruh Sultra meningkat hingga 59% dalam satu tahun terakhir. Karena itu, kami harus terus membangun jaringan 4G, baik untuk meningkatkan kualitas layanan, maupun untuk perluasan ke area-area yang memang baru dan memiliki potensi besar. Seiring dengan pembangunan jaringan, kami juga terus melakukan fiberisasi jaringan untuk meningkatkan kapasitas, agar kenyamanan pelanggan juga semakin meningkat,” kata Dodik Ariyanto, Group Head XL Axiata East Region.

    Dodik menambahkan keberadaan jaringan 4G XL Axiata di desa/kelurahan di Sultra ini juga merupakan implementasi atas komitmen XL Axiata untuk  turut mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok pedesaan. 

    Tersedianya jaringan internet yang berkualitas dan literasi digital yang terus meningkat akan mendorong produktivitas serta membantu masyarakat beradaptasi dengan berbagai sarana ekonomi digital.

    Selain perluasan dan penambahan BTS, XL Axiata juga terus melakukan penambahan kapasitas jaringan 4G baik dari sisi radio maupun transmisi, serta melalui fiberisasi. Hingga saat ini jaringan fiber optik sudah mencapai lebih dari 943 km dan mencakup sekitar 64% BTS. 

    Sementara itu, sejak awal tahun 2021 hingga saat ini sekitar 295 BTS telah ditingkatkan kapasitasnya. Selama setahun terakhir di dalam bayang-bayang pandemi, trafik data XL Axiata di Sultra tetap mengalami peningkatan sekitar 12%, dengan kenaikan trafik tertinggi ada di Kendari, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Muna.

    Di seluruh Sultra, XL Axiata memiliki BTS 4G terbanyak di Kota Kendari, yaitu 98 BTS 4G. Kemudian diikuti wilayah Kabupaten Konawe, lebih dari 40 BTS 4G, dan Kabupaten Muna lebih dari 30 BTS 4G. Untuk area Kabupaten Konawe Selatan ada 27 BTS 4G, Kabupaten Bombana 23 BTS 4G, dan Kabupaten Kolaka dengan 21 BTS 4G.

    XL Axiata juga memastikan kualitas jaringan data yang baik di beberapa area wisata dan bandara serta pelabuhan. XL Axiata telah menyiapkan jaringan 4G di Pantai Nirwana di kota Bau Bau, Pantai Kendari, dan Pantai Nambo di Kota Kendari. Sementara itu, untuk Bandara Internasional Haluleo, XL Axiata telah siap dengan 2 BTS 4G dan Pelabuhan Nusantara Kendari 4 BTS 4G.

    Saat ini jaringan XL Axiata untuk area Sultra ditopang lebih dari 900 BTS, termasuk lebih dari 430 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan XL Axiata terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

    Sementara itu, dalam upaya mendukung program pemerintah dalam penyediaan layanan dan jaringan 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), khusus di wilayah Sultra, sejak tahun 2008 XL Axiata telah mengoperasikan jaringan melalui skema Universal Service Obligation (USO) yang dikoordinasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). 

    Hingga saat ini, terdapat 21 BTS USO 4G di Sultra yang tersebar di tiga Kabupaten, yakni di Kabupaten Konawe, Konawe Kepulauan, dan Konawe Selatan.  BTS USO yang terbanyak berada di Kabupaten Konawe dengan 12 BTS USO 4G.

    Ragam pilihan produk XL Axiata

    Selain membangun jaringan 4G, XL Axiata juga telah menyiapkan sejumlah pilihan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat di Provinsi Sultra untuk mendukung produktivitas mereka.

    Saat ini tersedia promo produk yang bisa dimanfaatkan oleh pelanggan dan masyarakat di Sultra untuk mengakses layanan data di jaringan 4,5G, yaitu kartu perdana internet XL Xtra Combo Lite mulai 9GB – 70GB 30 hari dan juga kartu perdana internet AXIS Big Boy mulai dari  2GB – 12GB dengan Bonus Whatsapp, Line, Gojek, Grab, Facebook, Instagram, Google maps, Conference & Education untuk mendukung pembelajaran online dan bekerja dari rumah. 

    Terdapat pula GRATIS pilihan paket Unlimited YouTube, Netflix, Vidio, Viu & Iflix khusus bagi pelanggan yang membeli paket XL Xtra Combo Lite 40Gb ke atas.

    Untuk memastikan masyarakat dan pelanggan mudah mendapatkan produk XL Axiata, baik XL maupun AXIS, saat ini di Provinsi Sultra terdapat lebih dari 1.200 toko pulsa yang menyediakan produk XL Axiata.

    Toko-toko tersebut tersebar hingga ke wilayah kecamatan dan desa-desa yang sudah terjangkau layanan XL Axiata. Melalui toko-toko jaringan distribusi tersebut, pelanggan juga bisa mendapatkan informasi dan juga menyampaikan keluhan, di mana selanjutnya pengelola toko akan meneruskannya ke layanan pelanggan XL Axiata, atau pelanggan juga bisa datang ke XL Center yang beralamat di Jalan Bunggasi no 28, Kel Anduonohu, Kota Kendari. (Icha)

  • XL Axiata dan BAKTI Sediakan Layanan 4G di 132 Titik 3T di Sumatera

    XL Axiata dan BAKTI Sediakan Layanan 4G di 132 Titik 3T di Sumatera

    Telko.id – XL Axiata dan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) menandatangani kerja sama Program Penyediaan Telekomunikasi Selular 4G di Wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) guna mendorong transformasi digital masyarakat Indonesia. 

    Melalui kerja sama ini, XL Axiata berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk menyediakan layanan telekomunikasi dan data 4G di 132 titik di Sumatera. Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dan Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, serta disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate di Jakarta, Selasa (25/1).

    ”Suatu kepercayaan dari pemerintah untuk bersama BAKTI menyediakan layanan telekomunikasi dan data 4G di desa-desa terpencil tersebut. Melalui kerja sama ini kami bisa secara nyata ikut berkontribusi pada pembangunan nasional dan mensukseskan program pemerintah, sesuai dengan bidang keahlian kami,” ungkap Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

    “Kebanggaan itu akan semakin bermakna lagi jika nanti masyarakat di desa-desa itu bisa menikmati dan manfaatkan secara produktif layanan yang kita bangun di sana, sekaligus membuka akses yang lebih mudah ke dunia luar yang kini serba digital,” ujar Dian menambahkan.

    Dian menambahkan, sebagai pelaku industri telekomunikasi, XL Axiata sangat menyadari tugas dan tanggung jawab untuk menyediakan jaringan dan layanan data sebagai infrstruktur utama transformasi menuju digital di semua bidang tersebut.

    Tidak terkecuali, bagi masyarakat di 3T yang sampai saat ini masih belum terjangkau jaringan telekomunikasi dan data. Tersedianya layanan data/internet cepat, XL Axiata berharap mereka akan bisa membangun dan meningkatkan literasi digital sehingga siap memasuki era serba digital, termasuk meraih manfaatnya.

    Kerja sama dalam Program Penyediaan Telekomunikasi Selular 4G di daerah 3T, yang mencakup 132 titik di Area 1-Sumatera, yang berada di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Riau. Dengan tambahan 132 titik ini, maka semakin bertambah titik lokasi layanan di area 3T yang XL Axiata kelola, termasuk yang melalui program kerja sama dengan BAKTI sebelumnya, yang tersebar di 62 kabupaten dan 17 provinsi, termasuk yang terletak di sejumlah pulau terpencil di Kawasan Timur Indonesia.

    Dari daftar titik-titik lokasi jaringan 4G yang akan dikelola oleh XL Axiata di Sumatera, beberapa di antaranya berada di Samudera Hindia seperti Mentawai (Sumatera Barat), Nias (Sumatera Utara), serta Pulau Banyak dan Pulau Aceh (Aceh). Lalu ada juga Natuna dan Anambas (Kepulauan Riau) yang jauh di Laut Cina Selatan.

    Selanjutnya di perairan Selat Malaka ada antara lain Pulau Jemur, Kecamatan Rupat Utara (yang berlokasi di Pulau Rupat), dan Kepulauan Meranti yang masuk Provinsi Riau. Titik lainnya berada di desa-desa terpencil yang tersebar di Kabupaten Singkil (Aceh), Kabupaten Pelalawan (Riau), Kabupaten Rokan Hilir (Riau), Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau), Kabupaten Karimun (Kepulauan Riau), Kabupaten Seluma (Bengkulu), dan Kabupaten Pesisir Barat (Lampung).

    Terpilihnya XL Axiata dalam tender pengelolaan jaringan 4G di Sumatera ini memperkuat komitmen perseroan untuk turut membangun jaringan 4G ke daerah terpencil. Di luar program ini, XL Axiata juga sudah menegaskan komitmen kepada pemerintah untuk membangun jaringan 4G ke 861 desa terpencil.

    Selain itu, pada program sebelumnya, XL Axiata juga terpilih untuk mengelola ratusan titik desa terpencil yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua dan Papua Barat.

    Manajemen XL Axiata berharap, keikutsertaan pihaknya dalam menyediakan jaringan 4G, baik melalui program ini maupun perluasan jaringan secara mandiri, akan mampu ikut menghapus kesenjangan akses internet di area-area terpencil di berbagai daerah. Dengan tersedianya layanan data pita lebar ini, semoga akan memacu roda perekonomian masyarakat setempat.

    Selain itu, keberadaan layanan seluler 4G XL Axiata akan bisa menjembatani masyarakat sekitar dalam mengakses informasi yang setara dengan daerah lain. (Icha)

  • BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata Sediakan BTS 4G di 3T

    BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata Sediakan BTS 4G di 3T

    Telko.id – BAKTI gandeng Telkomsel dan XL Axiata sebagai pemenang mitra kerja sama Program Penyediaan Layanan Seluler Base Transceiver Station (BTS) 4G. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

    Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini; Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular, Hendri Mulya Syam; Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif; disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto.

    BAKTI gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini, merupakan langkah lanjut dari seleksi atas mitra kerja sama yang dilakukan pada 27 September 2021 lalu. Dengan hasil seleksi tersebut BTS 4G yang dibangun di 7.904 lokasi sepanjang tahun 2021-2022 oleh BLU BAKTI akan diintegrasikan dengan layanan dari dua pemenang. Perjanjian kerja sama ini akan berlaku sepanjang 10 tahun.

    Baca juga : Telkomsel dan XL Axiata Akan kelola Jaringan BAKTI Di 9.113 Desa Wilayah 3T

    BAKTI gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini memiliki skema, di mana aspek pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur BTS 4G, termasuk di dalamnya untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah pada penyediaan lahan, merupakan tanggung jawab BLU BAKTI Kominfo.

    Sedangkan aspek penyediaan layanan 4G kepada pelanggan, termasuk operasi dan pemeliharaan layanan 4G secara keseluruhan, merupakan tanggung jawab mitra operator seluler terpilih.

    “Pagi ini kita menyaksikan satu tahapan lagi dari penugasan yang diberikan oleh negara. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang gampang. BAKTI Kominfo ditugasi oleh negara oleh pemerintah untuk membangun 9113 BTS di 9113 desa atau kelurahan di wilayah terdepan terluar dan tertinggal di Indonesia,” tutur Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika.

    Menurut Johnny, tantangannya bisa berupa kondisi geografis, budaya, sampai dengan kondisi keamanan dan ketertiban. Namun dalam tantangan apapun, amanat dan mandat ini harus dilaksanakan dengan baik.

    “Pemerintah telah menetapkan kegiatan strategis di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi fokus utamanya adalah membangun infrastruktur digital dan memperluas jangkauan internet ke seluruh Indonesia dan terus mendorong transformasi digital dengan melakukan investasi di bidang infrastruktur digital investasi untuk infrastruktur digital.

    Sejak tahun 2019 hingga 2022 saat ini jumlahnya telah mencapai 75 triliun. Mulai tahun 2019 sebesar sekitar 7 triliun, meningkat menjadi 10 triliun di 2020, dan tahun 2022 ini mencapai 25 triliun.

    Anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan berbagai program pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, memastikan penyediaan akses yang merata mendorong transformasi digital di sektor ekonomi dan pemerintahan, membangun pusat data nasional serta menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

    “Anggaran ini dialokasikan ke dalam belanja kementerian/lembaga dan transfer ke daerah dan dana desa. Dukungan APBN menjadi penting untuk mendorong transformasi digital merata secara menyeluruh hingga pelosok negeri,” papar Hadiyanto, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu.

    “Transformasi digital tidak mungkin terjadi kalau belum terjadi pemerataan aksesibilitas jaringan internet di sebagian wilayah Indonesia terutama di wilayah terluar, tertinggal dan terdepan. ini diharapkan mampu mendorong 9133 desa di wilayah 3T dapat terkoneksi dengan jaringan internet,” lanjut Hadiyanto.

    “Kami mengucapkan apresiasi mendalam atas keterlibatan dan peran aktif para mitra sekalian dalam mendukung program pemerintah berupa pembangunan layanan seluler BTS 4G oleh BAKTI Kominfo ini,” ungkap Anang Latif, Direktur Utama BAKTI.

    Namun, Anang pun menambahkan bahwa BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini tidak bisa berhenti sampai di sini. Pasalnya, setelah infrastruktur selesai dibangun dan layanan sudah dinikmati masyarakat, masih ada pekerjaan rumah lanjutan yang menanti. ”Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa masyarakat mampu memanfaatkan layanan ini dengan produktif, secara khusus dalam pemanfaatannya di bidang usaha,” harap Anang.

    “Tugas itu selaras dengan salah satu pilar transformasi digital nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kominfo, yakni ekonomi digital. Jika masyarakat mau memanfaatkan teknologi dan mampu melakukan on-boarding usahanya ke ranah digital, akan semakin memperkuat perekonomian serta daya saing bangsa Indonesia,” lanjut Anang Latif.

    “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan BAKTI Kominfo telah dapat bekerja sama dalam penyediaan program penyediaan program telekomunikasi di daerah 3T di mana kami mendapat cakupan 132 titik di area 1 Sumatera. Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin sehingga bisa terlaksana semuanya di 132 titik tersebut dengan baik,” tutur Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini.

    “Kami menyambut baik keputusan Menteri Kominfo yang telah menetapkan Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasional dalam program penyediaan layanan 4G pada area 2 sampai 9 yang mencakup 7772 desa. Ini melengkapi layanan Telkomsel di seluruh penjuru Tanah Air yang didorong oleh semangat kami yang terpanggil menghadirkan kesetaraan akses atas jaringan broadband yang merata hingga ke pelosok negeri,” papar Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam.

    Telkomsel sebelumnya juga telah menggelar sebanyak 1158 BTS di wilayah 3T dengan harapan agar dapat memastikan kehadiran akses jaringan di wilayah tersebut dapat mendukung perputaran percepatan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi berbasis digital.

    Seluruh rangkaian proses BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini telah dimulai sejak bulan Juni 2021 dan diselenggarakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 129/2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU dan Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Operasional Pemanfaatan Aset BAKTI dan Aset Pihak Lain di Lingkungan Badan Layanan Umum BAKTI.

    BLU BAKTI Kominfo membagi pembangunan BTS 4G di 7.904 lokasi ke dalam 9 paket area kerja, yaitu: Area 1: Sumatera; Area 2: Nusa Tenggara; Area 3: Kalimantan; Area 4: Sulawesi; Area 5: Maluku, Area 6: Papua Barat; Area 7: Papua Tengah Barat; Area 8: Papua Tengah Utara; Area 9: Papua Timur Selatan.

    Area 1 dimenangkan oleh PT XL Axiata, Tbk; sementara Area 2 hingga Area 9 dimenangkan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Proses pemilihan pemenang mitra di setiap area paket kerja sama ditentukan berdasarkan rekam jejak dalam menyediakan layanan seluler pada publik, serta kemampuan untuk menyediakan layanan seluler 4G yang berkelanjutan pada cakupan wilayah sekitar area paket kerja sama tersebut. (Icha)

  • Perlahan Tapi Pasti, 3G Telkomsel Akan Dimatikan Tahun 2022

    Perlahan Tapi Pasti, 3G Telkomsel Akan Dimatikan Tahun 2022

    Telko.id – 3G Telkomsel secara bertahap akan diupgrade ke 4G pada tahun 2022 ini. Langkah ini sebenarnya bukan baru dilakukan, namun dipercepat terlebih adanya arahan pemerintah melalui Kemkominfo RI untuk segera melakukan upgrade seluruh jaringan 3G ke 4G/LTE secara bertahap dan terukur pada 2022.

    “Tahun ini, Telkomsel akan melakukan percepatan upgrade layanan jaringan 3G ke 4G/LTE,” ungkap Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel.

    Ia pun berharap, langkah ini mampu mengoptimalkan lebih banyak potensi di berbagai wilayah melalui transformasi digital lintas sektor yang lebih terakselerasi, sehingga dapat memperkuat ekonomi digital nasional ke depan.

    Upgrade seluruh layanan 3G ke 4G/LTE ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menghadirkan konektivitas digital dengan kualitas prima yang merata hingga pelosok negeri.

    Untuk memastikan bahwa proses upgrade layanan 3G Telkomsel ke 4G/LTE ini, operator ini telah melalui tahap pengkajian, perencanaan serta persiapan yang matang. Hal tersebut mencakup kesiapan infrastruktur dan teknologi, jaminan kenyamanan pelanggan selama proses upgrade berlangsung, hingga kesesuaian dengan perundangan di sektor telekomunikasi dan perlindungan konsumen, yang berlaku di Indonesia.

    Untuk itu, Telkomsel secara berkala telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari Kemkominfo RI, hingga lembaga/institusi konsumen seperti Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)  hingga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

    Direktur Network Telkomsel Nugroho menambahkan, “Telkomsel telah mempersiapkan seluruh action plan mulai dari persiapan teknis, sosialisasi kepada pelanggan, hingga tahapan mitigasi dengan optimal, guna memastikan proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE secara bertahap dan terukur di seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan baik, termasuk prioritas meminimalisir potensi gangguan”.

    Standar QoS (quality of service) juga terus akan diupayakan terjaga guna memenuhi standar aturan yang berlaku agar kenyamanan pelanggan tetap terjaga. Berbagai persiapan tersebut kami lakukan sebagai bentuk komitmen Telkomsel sebagai connectivity enabler yang akan terus berupaya mengimplementasikan penerapan teknologi jaringan broadband terdepan di setiap fase kehidupan secara berkelanjutan sesuai dengan roadmap transformasi perusahaan.

    Nugroho lebih lanjut menjelaskan, dengan menggunakan layanan 4G/LTE, untuk pelanggan ritel (B2C) dapat menikmati pengalaman aktivitas digital yang lebih baik dibandingkan dengan layanan 3G, seperti streaming video dan music digital, video conference, bermain game online, hingga layanan VoLTE yang akan memberikan pengalaman yang berbeda ketika menikmati layanan voice dan broadband secara bersamaan.

    Untuk itu, proses upgrading layanan 3G ke 4G/LTE secara bertahap dan terukur ini juga akan diprioritaskan percepatannya di wilayah yang sudah memiliki pemanfaatan layanan 4G/LTE yang merata dan matang.

    Seiring dengan dilakukannya upgrade layanan tersebut, Telkomsel mengajak para pelanggan yang saat ini masih menggunakan layanan 3G untuk segera beralih ke layanan 4G/LTE. Untuk itu, Telkomsel siap membantu kemudahan pelanggan untuk percepatan migrasi layanan.

    Telkomsel memberikan ragam pilihan saluran bagi pelanggan dalam melakukan upgrade kartu SIM non 4G ke  uSIM 4G, baik secara online maupun offline yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

    Pada channel online, pelanggan dapat mengakses akun resmi Telkomsel di Facebook dan Twitter serta layanan Virtual Assistant Telkomsel untuk mendapatkan pelayanan upgrade keuSIM 4G, atau melalui layanan mitra e-commerce (Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan JD.ID). Pelanggan juga dapat langsung mengunjungi GraPARI atau layanan MyGraPARI terdekat untuk melakukan upgrade ke uSIM 4G secara offline.

    Selain itu, Telkomsel juga menyediakan beragam program dan produk menarik, mulai dari paket kuota data 4G yang terjangkau, tambahan kuota 4G hingga 30GB untuk pelanggan yang telah melakukan penukaran kartu non 4G ke kartu 4G (uSIM), hingga paket bundling device 4G terkini.

    Bagi pelanggan yang ingin melakukan migrasi ke uSIM 4G bisa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap ketersediaan jaringan 4G di wilayahnya dan dukungan 4G pada perangkat yang digunakan. Pengecekan dapat dilakukan dengan mudah melalui USSD Menu Browser (UMB) di *888*47#.

    Sedangkan bagi pelanggan Telkomsel dari segmen industri dan enterprise, pemanfaatan layanan 4G/LTE secara utuh akan semakin menguatkan transformasi digital yang dilakukan, yang akan mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan dan menghadirkan solusi layanan dengan dukungan teknologi digital bernilai lebih, sehingga dapat mempercepat penerapan Industry 4.0 di Indonesia.

    “Kami juga berharap dukungan seluruh pihak dan pemangku kepentingan terkait dalam membantu proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE ini. Kolaborasi dengan pemerintah, para mitra pendukung seperti mitra infrastruktur, mitra teknologi hingga mitra penyedia device juga akan semakin membantu percepatan adopsi dan adaptasi layanan 4G/LTE secara lebih inklusif dan merata, di seluruh pelosok negeri,” kata Hendri menutup. (Icha)

  • Trafik Data Indosat Ooredoo Naik 24% di Tahun Baru 2022

    Trafik Data Indosat Ooredoo Naik 24% di Tahun Baru 2022

    Telko.id – Trafik data Indosat Ooredoo Naik 24% di momen Tahun Baru 2022. Tepatnya pada tanggal 1 Januari 2022, dimana hingga 98% diantaranya dapat terlayani di jaringan 4G.

    “Meski terjadi lonjakan trafik data Indosat Ooredoo yang tinggi pada masa liburan Natal dan Tahun Baru, kami mampu memberikan layanan yang optimal pada pelanggan,” ungkap Steve Saerang, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo.

    Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim Indosat Ooredoo dan mitra Indosat Ooredoo di lapangan, yang berhasil mengantisipasi dan menjamin ketersediaan layanan bagi seluruh pelanggan.

    Termasuk juga perluasan jaringan 4G berkualitas video yang dilakukan operator ini. Plus, operator ini juga mengimplementasi Command Center yang didukung oleh Network Operation Center berbasis AI/ML (Artificial Intelligence/Machine Learning) dan otomatisasi, serta kesiapan saluran layanan pelanggan, adalah faktor pendukung lain yang menjamin pelanggan tetap terhubung selama periode liburan ini.

    Trafik data Indosat Ooredoo, tercatat mengalami peningkatan sebesar 14% pada tanggal 25 Desember 2021 dan naik sebesar 24% pada tanggal 1 Januari 2022 dibandingkan dengan trafik hari normal.

    Trafik data Indosat Ooredoo yang cukup signifikan peningkatannya, terlihat di beberapa kota di Pulau Jawa seperti Bodetabek, Cirebon, Kudus, Tasikmalaya, Tegal, Tuban, Serang, Solo, dan Sukabumi. Trafik data juga tercatat naik cukup tinggi di beberapa kota lainnya di luar Pulau Jawa, diantaranya di Balikpapan, Manado, dan Samarinda.

    Sementara itu, Youtube, Facebook, WhatsApp, TitTok, dan Instagram masih menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan oleh pelanggan selama liburan.

    Beberapa aktivitas peningkatan kualitas jaringan dan operasional Command Center fisik terpusat telah dilakukan untuk memastikan pelanggan menikmati pengalaman digital terbaik. Peralatan & dasbor khusus untuk pemantauan status kinerja jaringan dan pengalaman digital pelanggan secara proaktif, telah berhasil mengurangi keluhan pelanggan hingga 62% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sebelum masa liburan, Indosat Ooredoo juga melakukan uji jaringan di beberapa area publik dan pemukiman yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik telekomunikasi, seperti tempat rekreasi, jalan utama, jalan tol, rest area, bandara, terminal bus, stasiun kereta api, dan tempat ibadah. (Icha)

  • PIK, Sumber Revenue Baru Telkomsel Inner Jakarta

    PIK, Sumber Revenue Baru Telkomsel Inner Jakarta

    Telko.id – PIK atau Pantai Indah Kapuk, memang menjadi wilayah baru yang ada di Utara Jakarta. Wilayah ini ternyata tumbuh sangat pesat. Baik penduduk nya maupun para wisatawan yang datang. Maklum saja, setting ‘kota baru’ ini memang instagramable dan akhirnya banyak masyarakat yang penasaran.

    Kondisi itu juga yang membuat Telkomsel ‘grecep’ membangun jaringan nya di kawasan eksklusif PIK ini. Dan, PIK memang merupakan salah satu Point of Interest Telkomsel untuk Natal dan Tahun Baru 2022 ini selain Ragunan, Ancol dan Monas.

    Namun, hanya PIK yang merupakan wilayah baru. Jadi wajar, Telkomsel pun memberikan perhatian khusus untuk wilayah ini.

    “Karena ini wilayah baru, maka kami perlu siapkan transport, Fiber Optic dan lain-lainnya agar layanan yang kami berikan di PIK ini dapat optimal. Dan, kami merupakan operator yang pertama kali masuk ke wilayah ini. Kami pun All out untuk memberikan layanan yang terbiak,” ungkap Nugroho A Wibowo, General Manager Network Service Assurance Inner Jabotabek Telkomsel menjelaskan.

    All out nya seperti apa? Ya, Telkomsel menyediakan 4 mobile combat untuk cover pulau reklamasi PIK ini dan ada 6 Unit untuk melayani souranding nya. Ini untuk kondisi awal. Selanjutnya, lokasi itu akan ditempatkan BTS permanen. Dengan kondisi saat ini saja, PIK sudah dapat di cover 80-90%.

    “Hanya di daerah golf belum tercover semua karena wilayah itu pun masih dalam proses pembanguna. Nah, pada awal 2022, rencananya sudah melakukan pemasangan BTS dan Q1 tahun depan sudah full coverarage di seluruh pulau reklamasi ini,” ujar Nugroho menambahkan.

    Untuk mengetahui ketahanan jaringan di wilayah ini, Telkomsel pun mengadakan Game Competition beberapa kali dan NoBar atau Nonton Bareng di beberapa titik. Dan, semua nya tidak ada kendala. “Kami harapkan pada Tahun Baru yang tinggal beberapa hari ini, semuanya aman,”, ungkap Nugoho menambahkan.

    Jika melihat trafik pada Natal kemarin, wilayah PIK ini memang sangat menjanjikan sebagai wilayah yang akan menghasilkan revenue baru bagi Telkomsel. Bagaimana tidak, dalam 1 hari saja, yakni pada Natal kemarin, penggunaan data di wilayah ini bisa mencapai 5 terabyte.

    Secara keseluruhan di DKI Jakarta, pada Natal lalu terjadi kenaikan sebesar 1,92%. Padahal diproyeksikan dibandingkan dengan hari-hari normal, Natal dan Tahun Baru 2022 ini terjadi kenaikan sebesar 2,2% dan kalau dibandingkan dengan Natal dan Tahun Baru 2021 akan terjadi kenaikan 31,2%. Artinya, bisa jadi angka proyeksi tersebut akan terlewati.

    Sebagai informasi, wilayah central DKI Jakarta yang terdiri dari Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara ini memiliki pelanggan 7 juta. Dengan komposisi pengguna prabayar 6,6 juta dan sisanya adalah pelanggan paskabayar. Untuk pengguna data mencapai 4 juta pelanggan dan digital user nya sebesar 1,6 juta. Sedangkan untuk payload usernya mencapai 4,2 juta dan voice user nya 1,6 juta. Wilayah ini dicover oleh 3,716 tower dengan 4G di semua wilayah.

    Lalu, bagaimana 5G?

    Untuk diwilayah Central DKI Jakarta ini, jaringan 5G baru saja pada bulan Agustus 2021 lalu digeber dengan pemasangan BTS baru. Dimana saat ini sudah ada 13 titik dengan jumlah 75 NE 5G yang berada di wilayah Pondok Indah, PIK, Widya Chandra dan Kelapa Gading. Dimana ketika awal peluncuran layanan 5G komersial Telkomsel baru ada 25 BTS saja.

    Di PIK sendiri, baru ada 1 BTS yang mengcover 5G. Langkah ini diambil untuk mencari demand 5G yang seperti apa di wilayah ini. Dari demand itu lah nanti akan diputuskan, layanan 5G seperti apa yang dibutuhkan.

    Saat ini pengguna layanan 5G Telkomsel di wilayah DKI ini baru 10 ribu pelanggan saja dari 4 juta pelanggan pengguna data. Konsumsi nya masih sangat kecil. Baru sekitar 1-2 % saja. (Icha)

  • 16 BTS BAKTI Kominfo Di NTT Siap Digunakan!

    16 BTS BAKTI Kominfo Di NTT Siap Digunakan!

    Telko.id – BTS BAKTI kominfo di NTT atau Nusa Tenggara Timur baru ada penambahan. Ada 16 BTS kini sudah dapat digunakan. Jumlah ini merupakan bagian dari 421 BTS BAKTI yang akan dibangun di wilayah ini.

    “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya resmikan pemanfaatan perdana 16 Base Transceiver Station dari 421 Base Transceiver Station yang akan dibangun di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-63 Provinsi NTT dan Peresmian Pemanfaatan 16 BTS BAKTI Kementerian Kominfo di NTT secara virtual dari Jakarta, Senin (20/12/2021).

    Johnny pun berharap keberadaan infrastruktur digital menjadi pengungkit pertumbuhan berbagai sektor di Nusa Tenggara Timur.

    Sampai saat ini sudah terdapat 156 BTS BAKTI yang eksisting. Ke depan, Pemerintah juga akan mendorong perluasan jangkauan konektivitas dengan cara memperbanyak pembangunan BTS menjadi 421 BTS se-Provinsi NTT.

    Baca juga : Skema Pinjam Pakai Lahan, ‘Trik’ BAKTI Lancarkan Pembangunan BTS di Wilayh 3T

    “Akselerasi ini diharapkan dapat menjadi titik bangkit bagi pertumbuhan yang makin menjangkau segmen masyarakat akar rumput melalui penggunaan platform digital serta memberikan multiplayer effect di berbagai bidang dan lini,” ungkap Johnny.

    Tentu dengan pembangunan BTS 4G di wilayah 3T tidak lagi menjadi penghambat bagi geliat usaha dan geliat kreatifitas. “Jadikan internet sebagai medium konektivitas untuk menunjukkan daya resiliensi dan semangat bertumbuh secara berkelanjutan.

    Menkominfo mendorong warga NTT untuk memanfaatkan BTS 4G untuk menggunakan internet secara produktif.

    Johnny juga mengharapkan momentum hari ulang tahun ke-63 Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menjadikan jaringan konektivitas di NTT makin luas dan menjadi penggerak aktifitas ekonomi masyarakat. Bahkan membantu pemerintah di se-Provinsi NTT untuk menjadi lebih akseleratif, efektif, dan resiliensi.

    Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah mengejar target pembangunan infrastruktur digital. Secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur BTS di Indonesia dilakukan dalam linimasa akseleratif. Ditargetkan total 83.218 desa dan kelurahan bisa mendapatkan jaringan konektivitas 4G pada akhir tahun 2022 mendatang atau 10 tahun lebih cepat dari rencana awal.

    Pemerintah juga berencana membangun Pusat Data Nasional dan fasilitas pengembangan Smart City di Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional (KPPN) di Labuan Bajo dan akan menjadi wujud nyata hilirisasi pengembangan digital di Provinsi NTT. 

    Oleh karena itu, Menkominfo  mengajak pemerintah daerah dan masyarakat menjadikan NTT salah satu kawasan inovasi digital yang diharapkan akan bersemai dan menunjukkan manfaat secara lokal dan nasional.

    16 BTS BAKTI di Provinsi NTT yang baru diresmikan ada di desa Toe Kabupaten Manggarai, Ngaru Kanoru Kabupaten Sumba Timur, Patiala Dete Kabupaten Sumba Barat, Nuba Atalojo Kabupaten Lembata, Nuapin Kabupaten Timor Tengah Selatan, Faifua Kabupaten Rote Ndao, Watu Waja Kabupaten Manggarai Barat, Nataute Kabupaten Nagekeo.

    Kemudian, Desa Lenang Selatan Kabupaten Sumba Tengah, Kahale Kabupaten Sumba Barat Daya, Nonotbatan Kabupaten Timur Tengah Utara, Satar Lenda Kabupaten Manggarai Timur, Kolorae Kabupaten Sabu Raijua, Taman Mataru Kabupaten Alor, Pantai Liman Utiuh Tuan Kabupaten Kupang, Letkole Kabupaten Kupang dan Ondorea Barat Kabupaten Ende.

    Puncak Peringatan HUT NTT ke-63 dan Peresmian 16 BTS BAKTI Kominfo yang berlangsung secara hibrida itu, turut hadir Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, serta seluruh kepala daerah se-Provinsi NTT. (Icha)