Kategori: 4G LTE

  • Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan 4G LTE di 124 Desa Terpencil

    Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan 4G LTE di 124 Desa Terpencil

    Telko.id – Indosat Ooredoo hadirkan layanan 4G LTE di 124 desa terpencil. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menggelar layanan di 645 desa terpencil pada tahun 2022 dalam mendukung program Pemerintah Indonesia untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh tanah air.

    Memperingati Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-76, Indosat Ooredoo pun meluncurkan salah satu site 4G LTE baru di Desa Ondo-Ondolu, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kabupaten Banggai telah terkenal dengan sektor wisata bahari dan salah satu permata tersembunyi pariwisata di Indonesia Timur dengan banyak pantai yang mempesona dan pulau-pulau eksotis.

    “Penambahan site baru 4G LTE telah dilakukan sejak Agustus lalu dan akan terus menjangkau 645 desa terpencil hingga akhir tahun 2022. Melalui perluasan jaringan berkualitas video, yang diperkuat dengan berbagai produk dan layanan yang simpel, transparan, relevan, dan bebas khawatir, kami berharap dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan,” ungkap Arief Musta’in, Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

    Indosat Ooredoo telah memperluas jangkauan layanan 4G LTE di 124 desa terpencil, dengan Kabupaten Mamuju dan Banggai di Sulawesi mendapatkan lebih banyak site tambahan untuk mendukung kebutuhan penduduk desa yang semakin menuntut koneksi internet kelas video.

    Beberapa desa terpencil tersebut antara lain: Desa Pulo Kruet, Tanah Pilih, dan Jadi Mulya di Sumatera Selatan; Desa Sumare dan Taan di Mamuju, Sulawesi Barat; dan Desa Padang, Sinorang, Ondo-Ondolu, dan Maleo Jaya di Banggai, Sulawesi Tengah.

    “Sudah 37 tahun masyarakat Ondo-Ondolu hidup tanpa mendapatkan sentuhan teknologi digital. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi Indosat Ooredoo yang telah menghadirkan layanan telekomunikasinya di desa ini untuk yang pertama kalinya,” ungkap Amiruddin Tamoreka, Bupati Banggai  pada peresmian layanan 4G Indosat Ooredoo di Desa Ondo-Ondolu.

    Ia pun berharap masyarakatnya dapat memanfaatkan layanan telekomunikasi dengan positif dan sebaik-baiknya, agar potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan seluruh warga. Semoga ini menjadi langkah baik untuk percepatan pemerataan digital di daerah terpencil lain di Indonesia.

    Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan pemenuhan cakupan 4G di seluruh tanah air berkoordinasi dengan operator seluler, termasuk Indosat Ooredoo. Sebanyak 3.435 desa terpencil masih dalam kategori blank spot jaringan 4G, di mana Indosat Ooredoo akan ambil bagian dalam penggelaran layanan 4G LTE di 645 desa terpencil yang akan selesai pada tahun 2022.

    Indosat Ooredoo pun berharap dengan adanya layanan 4G LTE Indosat Ooredoo di 124 desa dapat memberdayakan potensi masyarakat pedesaan di desa terpencil di seluruh Indonesia. Mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan dan Indonesia semakin terkoneksi, digital, maju, dan siap mengakselerasi transformasi digital di semua sector. (Icha)

  • Telkomsel dan XL Axiata Akan kelola Jaringan BAKTI Di 9.113 Desa Wilayah 3T

    Telkomsel dan XL Axiata Akan kelola Jaringan BAKTI Di 9.113 Desa Wilayah 3T

    Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan XL Axiata dan Telkomsel sebagai Mitra Kerja Sama Operasional (KSO) Layanan Seluler 4G di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

    Keduanya akan mengelola penyediaan layanan seluler Base Transceiver Station (BTS) 4G yang dibangun oleh BAKTI Kominfo di 9.113 desa/kelurahan di wilayah 3T.

    “Operator terpilih akan mengelola jaringan yang BAKTI bangun di 9.113. Kami hanya menyiapkan infrastrukturnya, karena urusan frekuensi tentunya yang sudah menjadi milik operator. Jadi itulah kerja sama kami dengan operator,” ujarnya dalam Konferensi Pers Pengumuman Pemenang Pemilihan Mitra Kerja Sama Program Penyediaan Layanan Seluler 4G di Wilayah 3T, di Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (27/09/2021).

    Menurut Dirut Anang Latif, BAKTI Kementerian Kominfo memiliki mandat membangun BTS 4G, termasuk dukungan sumberdaya listrik. Namun, untuk layanan operasional yang digunakan masyarakat akan disediakan Mitra KSO.

    “Ketika beroperasional nanti sinyalnya muncul Telkomsel atau XL (sebagai mitra terpilih), dan yang mengeluarkan ongkosnya BAKTI menggunakan dana dari pembauran pembiyaan,” jelasnya.

    Anggaran pembangunan BTS 4G merupakan bauran pembiayaan yang bersumber dari dana Universal Service Obligation (USO), Rupiah Murni APBN, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor komunikasi dan informatika.

    “Ibarat rental mobil, rentalnya pakai perusahaan A tapi yang punya mobil itu semua ada pihak ketiga,” ujar Anang menjelaskan gambaran mekanisme layanan jaringan 4G di wilayah 3T.

    Anang pun menegaskan pemilihan pemenang mitra KSO dilakukan dengan pertimbangan penyedia yang kompeten dalam memberikan layanan seluler 4G berkelanjutan bagi masyarakat 3T di 9 area kerja sama.

    Menurutnya, selama proses pemilihan yang dimulai sejak pertengahan 2021 lalu, dilakukan dengan dasar hukum pelaksanaan KSO.

    “Yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 129 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU, dan Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Operasional Pemanfaatan Aset BAKTI dan Aset Pihak Lain di Lingkungan Badan Layanan Umum BAKTI,” jelasnya.

    Proyek pembangunan infrastruktur BTS 4G ini merupakan salah satu tugas besar Kementerian Kominfo dalam dua tahun mendatang.

    “Tentunya program ini merupakan program percepatan yang semula kami targetkan di tahun 2032, mengalami percepatan 10 tahun lebih awal,” tandasnya.

    7.904 BTS 4G

    Menurut Anang, total infrastruktur BTS 4G yang akan dibangun sejumlah 7.904 BTS 4G. Dari jumlah tersebut, diproyeksikan akan selesai dibangun secara bertahap hingga akhir tahun 2022.

    “Pembangunan 7.904 BTS 4G ini terbagi dalam 9 area paket kerja sama. Jadi, jumlah ini tentunya menggenapi sebanyak 9.113 desa dan kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau memiliki atau mendapatkan sinyal 4G,” ujarnya.

    Sebelumnya, sebanyak 1.209 desa dan kelurahan telah dibangun BTS dengan teknologi 2G yang kemudian sudah di-upgrade menjadi teknologi jaringan 4G mulai tahun 2020.

    Pada tahun 2021, Menkominfo Johnny G. Plate telah melakukan peletakan batu pertama Implementasi Program Infrastruktur BTS 4G di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya 23 April 2021 lalu.

    “Peristiwa ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur BTS 4G secara masif di seluruh Indonesia,” jelas Anang menambahkan.

    Menurutnya, sebagai langkah lanjutan dalam memastikan tersedianya layanan seluler 4G di wilayah 3T, Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum BAKTI kemudian menyelenggarakan KSO bersama operator seluler.

    “BAKTI melakukan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan operator seluler yang memiliki lisensi penyelenggaraan layanan jaringan bergerak seluler di Indonesia,” tuturnya.

    Adapun XL Axiata terpilih menjadi mitra KSO untuk Area 1 – Sumatera. Kemudian, untuk Telkomsel menjadi mitra terpilih untuk Area 2 – Nusa Tenggara, Area 3 – Kalimantan, Area 4 Sulawesi, Area 5 –  Maluku.

    Demikian juga untuk Area 6 di wilayah Papua Barat, Area 7 Papua Tengah Barat, Area 8 Papua Tengah Utara dan Area 9 wilayah Papua Timur Selatan, Telkomsel menjadi mitra KSO terpilih. (Icha)

  • Strategi Telkomsel Tingkatkan Kapasitas 4G dengan Refarming Spektrum

    Strategi Telkomsel Tingkatkan Kapasitas 4G dengan Refarming Spektrum

    Telko.id – Strategi Telkomsel untuk meningkatkan kapasitas 4G dengan melakukan refarming spekturm 3G di pita 2100 MHz. Rupanya, strategi ini mampu mempercepat 4G dan bisa jadi akan memuluskan implementasi 5G di masa depan. Demikian analisa yang dilakukan oleh OpenSignal baru-baru ini.

    Seperti kita ketahui, 5G telah hadir di Indonesia. Pada Mei 2021, Telkomsel meluncurkan layanan 5G komersial di beberapa wilayah di Indonesia, diikuti dengan peluncuran 5G Indosat di Surakarta. XL juga mengumumkan peluncuran layanan 5G di lima lokasi bulan lalu.

    Sementara itu, operator nasional lainnya — 3 dan Smartfren — masih mempersiapkan jaringannya untuk mengadopsi teknologi baru tersebut.

    Namun, akses yang tidak memadai ke spektrum 5G tetap menjadi salah satu tantangan utama di seluruh operator. Pasalnya, Indonesia hanya mengalokasikan sekitar sepertiga dari apa yang dibutuhkan untuk mendukung penyebaran 4G dan 5G, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    Dan untuk mengatasi krisis spektrum, operator Indonesia ingin memanfaatkan kepemilikan spektrum yang ada dengan menggunakan kembali sebagian atau seluruh spektrum yang saat ini mereka gunakan untuk jaringan 3G dan/atau 4G.

    Opensignal sedang memeriksa bagaimana operator Indonesia yang berbeda telah menggunakan spektrum 3G yang ada untuk mempercepat 4G dan implementasi 5G di masa depan. Dalam analisis yang dilakukan, Opensignal melihat penggunaan spektrum Telkomsel untuk memahami pendekatannya dan dampaknya terhadap pengalaman seluler penggunanya.

    Data Opensignal menunjukkan bahwa Telkomsel dulunya mengandalkan tiga saluran downlink 5 MHz di Band 1 (pita 2100 MHz) untuk menyediakan layanan 3G di 40 kota terbesar di Indonesia. Namun, selama delapan bulan terakhir, operator ini telah menggunakan kembali, atau mempersenjatai kembali, sebagian besar spektrum tersebut untuk meningkatkan kapasitas jaringan 4G-nya, dan sekarang bergantung terutama pada saluran downlink 5 MHz tunggal untuk 3G.

    Menurut Hardik Khatri dari Opensignal, ia melihat penggunaan Band 1 Telkomsel di beberapa kota dan menemukan bahwa, pada awal tahun, operator telah memperbarui dua dari tiga saluran downlink 5 MHz dari 3G ke 4G di 10 kota. Kota tersebut adalah Kota Bandung, Kota Tangerang, Kota Sukabumi, Kota Malang, Semarang dan Surakarta dari Jawa, Palembang Sumatera, Denpasar dan Mataram Kepulauan Sunda Kecil, serta Kota Yogyakarta.

    Namun, pada akhir Agustus 2021, operator telah melakukan repurpose 10 MHz (2×5 MHz) di 35 dari 40 kota termasuk ibu kota Jakarta, Balikpapan dan Kota Tasikmalaya Kalimantan, Ambon Kepulauan Maluku dan Kota Jayapura Papua. Medan, Makassar, Palangka Raya, Tarakan dan Kota Gorontalo adalah satu-satunya pengecualian, di mana operator tetap menggunakan spektrum 15 MHz pada pita 2100 MHz untuk 3G.

    Pengguna 4G Telkomsel Meningkat

    Strategi Telkomsel mulai terlihat hasilnya. Dimana, terjadi perubahan pengalaman seluler pengguna antara Januari dan Agustus, yang terlihat dari pengguna Opensignal di Telkomsel di 40 kota yang disebutkan di atas mengalami peningkatan kecepatan unduh 4G rata-rata sebesar 16,8%.

    Pada bulan Agustus, terlihat Kecepatan Unduhan 4G rata-rata 21,6 Mbps dibandingkan dengan 18,5 Mbps yang diamati pada bulan Januari, yang menunjukkan bahwa spektrum refarming, di antara beberapa faktor, berkontribusi pada dampak positif pada pengalaman seluler pengguna.

    Di sisi lain, Kecepatan Unduhan 3G rata-rata pengguna Opensignal tidak mengalami perubahan yang signifikan antara Januari 2021 dan Agustus 2021 (secara absolut), yang menunjukkan bahwa 5 MHz spektrum Band 1 cukup bagi Telkomsel untuk mendukung lalu lintas yang ada di jaringannya. jaringan 3G.

    Gaya Operator Indonesia Hadapi kelangkaan spectrum.

    Strategi Telkomsel adalah memperbaharui spektrum di Band 1 untuk menambah kapasitas penggunaan 4G dan menggunakan spektrum baru di Band 40 (2,3 GHz) untuk meluncurkan 5G.

    Sedangkan para pesaingnya telah mengambil pendekatan yang berbeda. Misalnya, tidak seperti Telkomsel, operator khusus 4G Indonesia, Smartfren, berencana menggunakan spektrum baru di Band 40 untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan yang ada dan memperluas jangkauannya di luar wilayah operasional saat ini.

    Di sisi lain, XL belum mengamankan spektrum baru ini dan akan menggunakan teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) pada spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz untuk 5G. Sementara itu, Indosat dilaporkan telah meluncurkan 5G pada 1800 MHz, dan menandatangani perjanjian untuk usulan merger dengan 3. Nokia dan 3 telah bermitra untuk menyebarkan teknologi berbagi spektrum (DSS) untuk 3G dan 4G di jaringan langsungnya.

    Opensignal melihat bahwa langkah menata ulang spektrum yang ada akan menguntungkan karena pengguna 3G dapat migrasi ke ke 4G. Namun, langkah ini juga masih menjadi tantangan karena sebagian penduduknya masih bergantung pada teknologi jaringan 3G lama.

    Dan tentu ada resiko ketika operator akan mematikan jaringan 3G sepenuhnya dan menggunakan spektrumnya kembali untuk teknologi 4G yang lebih efisien sekarang dan nanti pada waktunya dapat digunakan untuk 5G. Walaupun Opensignal menilai bahwa memigrasikan pengguna khusus 3G ke 4G dan memperbarui spektrum 3G akan berdampak positif pada pengalaman seluler pengguna secara keseluruhan. (Icha)

  • Palapa Ring Integrasi Bernilai 8 Triliun Bakal Jadi Penghubung ‘Tol Langit’

    Palapa Ring Integrasi Bernilai 8 Triliun Bakal Jadi Penghubung ‘Tol Langit’

    Telko.id – Palapa Ring Integrasi bakal menjadi mega proyek BAKTI Kominfo tahun 2022 – 2023 mendatang. Proyek ini akan menghubungkan semua paket palapa ring yang sering disebut dengan Tol Langit yakni Paket Barat, Paket Timur dan Paket Tengah.

    “Jika tidak ada Palapa Ring Integrasi ini maka infrastruktur yang sudah dibangun oleh BAKTI ini akan kesulitan untuk ditingkatkan utilisasinya. Selain itu juga denga nada Palapa Ring Integrasi ini akan ada resiliensi jaringan tulang punggung nasional,” Anang Latif, Direktur Utama BAKTI Kominfo yang disampaikan dalam perbincangan ‘Apa Kabar Tol Langit’ secara virtul Selasa (14/09).

    Tujuannya untuk memperkuat jaringan yang sudah ada dan menjadi backup bila di satu wilayah jaringannya terputus, sehingga pemanfaatan internet akan lebih maksimal. Sumber pendanaan program rencananya didapat dari kerjasama pemerintah dan pihak swasta.

    Dalam rangcangannya BAKTI kominfo, Palapa Ring Integrasi ini akan dimulai dikerjakan pada tahun 2022 untuk fase 1 sepanjang 5.226 km. Fase pertama ini akan menghubungkan paket Palapa Ring Tengah dan Timur. Kemudian akan mengintegrasikan Palapa Ring ke local Exchange terdekat.

    Selain itu juga menjadi koneksi vital ke Ibu Kota Baru dari Jalur Palapa Ring Timur dan Tengah. Dengan keterhubungannya ini maka utilisasi infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah ini juga akan meningkat signifikan.

    Pada fase ke dua yang akan dibangun pada tahun 2023 mendatang, yang dibangun adalah infrstruktur sepanjang 6.857 km. Infrastruktur ini akan menghubungkan Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur. Selain itu juga akan menjadi Interkoneksi Local Exchange IIX (Indonesia Internet Exchange) Jakarta dan Denpasar.

    Fase dua ini juga akan menjadi koneksi vital ke Ibu Kota Baru dari Jalur Palapa Ring Barat. Kemudian juga akan meningkatkan konektivitas dan resiliensi jaringan tulang punggung nasional.

    Sedangkan untuk fiber optic yang dibangun dalam Palapa Ring Integrasi ini akan mencapai 12.083 km. Dengan rincian fiber optic terestial sepanjang 8.203 dan fiber optic submarine sepanjang 3.880 km.

    Sayang, sampai sekarang masih belum dipastikan pembiayaan untuk mega proyek ini yang diperkirakan sebesar Rp.8 Triliun ini. Pasalnya, menurut Anang pembiayaan ini tidak mungkin dilakukan pemerintah.

    “Yang memungkin dilakukan adalah melalui skema Kerjasama Pemerintah – Badan Usaha/KPBU. Investor sendiri sudah banyak berminat. Seperti misalnya Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sudah tertarik. Soalnya, mega proyek seperti ini secara bisnis cukup baik,” ungkap Anang menjelaskan.

    Anang juga berharap mega proyek baru ini dapat lebih cepat dilakukan. Setidaknya tahun depan sudah bisa dilaksanakan karena sudah ada contoh pada proyek Palapa Ring sebelumnya.

    Kesenjangan Digital di Indonesia

    Berdasarkan data survei APJII dan BPS tahun 2020, pada periode 2019 – 2020 (Q2), pengguna internet aktif di Indonesia, baru 73,7% dari seluruh total penduduk Indonesia, atau 196,71 juta. Padahal targetnya pemerintah setidaknya sebanyak 92,6% dari total penduduk merupakan pengguna internet aktif.

    Jika ditilik lebih jauh lagi, Jawa dan Sumatera memiliki penetrasi yang tertinggi. Dimana Jawa mencapai 41,7% dengan jumlah penduduk 56,10% dari total penduduk Indonesia. Artinya masih ada kesenjangan sekitar 14,4%.

    Sedangkan di Sumatera, penetrasi pengguna internetnya mencapai 16,2% dengan jumlah penduduk yang seharusnya dapat menikmati akses internet ini sebesar 21,68%. Artinya masih ada kesenjangan sekitar 5,8%.

    Bagaimana dengan wilayah lain? Untuk Kalimantan, penetrasi pengguna internet baru mencapai 4,6% dengan total penduduk yang seharusnya dapat menikmati akses internet ini sebesar 6,15%. Artinya masih ada kesenjangan sekitar 1,55%.

    Sedangkan untuk Untuk Sulawesi, penetrasi pengguna internet baru mencapai 5,1% dengan total penduduk yang seharusnya dapat menikmati akses internet ini sebesar 7,36%. Artinya masih ada kesenjangan sekitar 2,26%.

    Untuk Maluku dan Papua, penetrasi pengguna internet baru mencapai 2,2% dengan total penduduk yang seharusnya dapat menikmati akses internet ini sebesar 3,17%. Artinya masih ada kesenjangan sekitar 0,97%.

    Nah, untuk Bali dan Nusa Tenggara penetrasi pengguna internet baru mencapai ,9% dengan total penduduk yang seharusnya dapat menikmati akses internet ini sebesar 5,54%. Artinya masih ada kesenjangan sekitar 1,64%.

    Jadi masih perlu ada kerjasama yang baik dari semua pihak agar infrastruktur Jaringan 4G yang dibangun BAKTI melalui Palapa Ring ini memiliki last mile sampai ketingkat pengguna. (Icha)

  • Setahun Terakhir, XL Axiata Gencar Bangun Jaringan 4G di Banten

    Setahun Terakhir, XL Axiata Gencar Bangun Jaringan 4G di Banten

    Telko.id – Setahun terakhir, XL Axiata gencar bangun jaringan 4G di Provinsi Banten berupa lebih dari 630 BTS 4G, hingga ke wilayah pelosok-pelosok pedesaan yang sebelumnya belum terjangkau. Tak heran, trafik di wilayah itu juga meningkat.

    Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital. Untuk terus mendukung visi pemerintah dalam percepatan sekaligus pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan data di seluruh Indonesia.

    “Trafik data di seluruh Banten meningkat hingga 76% dalam dua tahun terakhir. Karena itu, kami harus terus membangun jaringan 4G, baik untuk meningkatkan kualitas layanan, maupun untuk perluasan ke area-area yang memang baru dan memiliki potensi besar.

    Seiring dengan pembangunan jaringan, kami juga terus melakukan fiberisasi jaringan untuk meningkatkan kapasitas, agar kenyamanan pelanggan juga semakin meningkat,” ungkap Rd. Sofia Purbayanti, Region Group Head XL Axiata Jabodetabek menjelaskan.

    Menurut Sofia, saat ini jaringan 4G XL Axiata di seluruh Provinsi Banten sudah menjangkau hingga 154 kecamatan dan 918 kelurahan/desa di seluruh kota dan kabupaten yang ada, dengan total 4,5 juta pelanggan. Untuk menopang layanan di seluruh provinsi di ujung Barat Pulau Jawa ini, XL Axiata mengoperasikan total lebih dari 10.700 BTS, termasuk lebih dari 4.000 BTS diantaranya merupakan BTS 4G.

    Di seluruh Banten, XL Axiata memiliki BTS terbanyak, termasuk jaringan 4G, di Kabupaten Tangerang, yaitu total 2.300 BTS, termasuk lebih dari 1.100 BTS 4G. Untuk wilayah Kota Tangerang, layanan ditopang oleh total sekitar 1.800 BTS, termasuk lebih dari 800 BTS 4G. Untuk Kota Tangerang Selatan beroperasi sekitar 1.700 BTS, sekitar 780 BTS di antaranya 4G.

    Untuk area Kota Serang, XL Axiata memiliki lebih dari 800 BTS, dengan jumlah BTS 4G mencapai lebih dari 300 BTS. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat lebih dari 1.400 BTS, hampir 500 BTS merupakan BTS 4G. Kemudian di Kota Cilegon beroperasi lebih dari 600 BTS, 200 BTS di antaranya 4G. Kabupaten Lebak dilayani sekitar 850 BTS, dengan 250 di antaranya BTS 4G. Kabupaten Pandeglang mendapatkan layanan XL Axiata yang didukung sekitar 1.000 BTS, termasuk jaringan 4G berupa 300 BTS 4G.

    Selain fokus melakukan pembangunan jaringan 4G, XL Axiata juga memperkuat layanan data dengan memperluas pembangunan jaringan fiber optic atau fiberisasi yang jalurnya masuk hingga ke BTS-BTS di pelosok Banten. XL Axiata berharap dengan terhubungnya setiap BTS dengan kabel fiber optik dapat lebih meningkatkan kualitas jaringan dan tentunya secara otomatis akan memberikan kenyamanan lebih kepada pengguna layanan data.

    Fiberisasi di wilayah Banten telah berhasil dilakukan pada 650 BTS, atau sekitar 31% dari total BTS yang ada di provinsi itu. Jumlah BTS yang akan terkoneksi dengan jaringan fiber optik di seluruh Provinsi Banten akan terus bertambah mengingat kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan data seiring dengan peningkatan trafik data yang signifikan.

    Sementara itu, terkait dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung serta lokasi pariwisata pantai Anyer, Teluk Carita, dan Pantai Sawarna, XL Axiata siap mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan 4G. Saat ini di lokasi pariwisata pantai di Banten telah dibangun sebanyak lebih dari 130 BTS 4G, serta memperluas jaringan fiber optik. (Icha)

  • Pembangunan BTS 4G Sangat butuh Dukungan Pemerintah Daerah!

    Pembangunan BTS 4G Sangat butuh Dukungan Pemerintah Daerah!

    Telko.id – Pembangunan BTS 4G sangat butuh dukungan pemerintah daerah. Itu sebabnya untuk memastikan proses percepatan pembangunan base transceiver station (BTS) periode 2021-2022 berlangsung lancar Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate pun mengadakan rapat koordinasi dengan gubernur dan para bupati se-provinsi Nusa Tenggara Timur di Hotel Aston Kupang hari ini.

    Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan Kemenkominfo, khususnya pada proses perizinan penggunaan lahan pendirian BTS. Dalam kesempatan ini, Menkominfo menyerahkan mock-up menara BTS kepada para bupati sebagai wujud komitmen bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menutup kesenjangan digital.

    “Hubungan yang baik dengan pemerintah di daerah merupakan prasyarat penting suksesnya pembangunan BTS 4G yang masif ini. Selain akan memperlancar urusan administrasi, pelibatan pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan di daerah juga akan memastikan efektivitas pemanfaatan infrastruktur tersebut. Rapat koordinasi ini kami prakarsai sedini mungkin agar tercipta kesepahaman dan kesamaan visi di antara kita,” tutur Johnny.

    Aspek sumber daya manusia khususnya dalam teknologi informasi atau digital talent merupakan giant leap yang harus ditempuh untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain dan mewujudkan kesejahteraan bangsa. Untuk itu Kominfo telah menggelar berbagai upaya untuk menyediakan infrastruktur digitalisasi, seperti: Palapa Ring, BTS 4G, dan satelit.

    “BTS tidak dapat dibangun di langit. BTS hanya bisa dibangun di lahan di darat. Oleh sebab itu maka dalam rakor ini kami berharap dapat berkoordinasi demi kelancaran pengurusan lahan. Kami berharap BTS yang dibangun sejalan dengan apa yang sudah ditentukan dalam rencana pembangunan wilayah,” lanjut Johnny.

    Jika BTS dan infrastruktur lainnya sudah on air nanti, Johnny berharap agar layanan pemerintah harus meningkat dibandingkan saat ini. Pada saat itu layanan pemerintah sudah harus berbasis elektronik, e-government, ditunjang dengan pengelolaan dan pembangunan pusat data nasional yang sedang direncanakan. Salah satu calon lokasi pusat data nasional yang digadang-gadang adalah di NTT ini.

    “NTT ini ketinggalan 250 tahun dibanding provinsi lain. Saya yakin teknologi informasi akan menjadi cara paling utama untuk mengejar ketertinggalan itu. Oleh karena itu kami berterima kasih kepada Kominfo yang telah dan akan banyak membangun dan mempercepat digitalisasi. Infrastruktur BTS dan ini akan meningkatkan kapasitas dan kuantitas sumber daya manusia yang sangat kami butuhkan. Terima kasih, BAKTI dan Kominfo telah sangat bekerja luar biasa di NTT” papar Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT.

    Proses pembangunan BTS melalui tahapan yang cukup panjang. Dimulai dari perencanaan jaringan secara menyeluruh, pemetaan dan survei lokasi untuk menentukan lokasi BTS, assesment teknis dan non-teknis pemilihan lokasi BTS, perolehan lahan untuk pembangunan lokasi BTS yang akan menghasilkan status ready for construction (RFC), finalisasi perjanjian pinjam pakai lahan (PPL) antara BAKTI Kominfo dan Pemda, pekerjaan konstruksi pembangunan tower dan catu daya listrik, serta pemasangan dan integrasi perangkat telekomunikasi.

    Lalu seperti apa rencana pembangunan BTS 4G di NTT?

    Menindaklanjuti amanat percepatan transformasi digital dari Presiden Joko Widodo, Kementerian Kominfo melalui BAKTI menyelesaikan proyek infrastruktur BTS 4G di 7.904 titik lokasi wilayah 3T sepanjang tahun 2021-2022. Pelaksanaannya dibagi dalam 5 paket kontrak dengan mitra penyedia. Provinsi Nusa Tenggara Timur masuk dalam skema Kemitraan Paket 2 yang dikerjakan oleh Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data.

    Di Provinisi Nusa Tenggara Timur, BAKTI Kominfo bakal tambahan pembangunan BTS 4G di 421 lokasi baru. BTS 4G tersebut akan dibangun di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 24 lokasi, Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 66 lokasi, Kabupaten Alor sebanyak 33 lokasi, Kabupaten Ende sebanyak 59 lokasi, Kabupaten Kupang sebanyak 24 lokasi, Kabupaten Lembata sebanyak 31 lokasi, Kabupaten Nagekeo sebanyak 1 lokasi, Kabupaten Rote Ndao sebanyak 15 lokasi, Kabupaten Sabu Raijua sebanyak 3 lokasi, Kabupaten Sumba Tengah sebanyak 21 lokasi, Kabupaten Sumba Timur sebanyak 89 lokasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 15 lokasi, Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 4 lokasi, Kabupaten Manggarai sebanyak 31 lokasi, Kabupaten Sumba Barat sebanyak 4 lokasi, dan Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 1 lokasi.

    “Sampai dengan saat ini, pembangunan BTS 4G BAKTI di NTT sudah mencapai tahap ready for construction (RFC). Sudah 82 titik yang saat ini statusnya RFC. Diperkirakan pada rentang September hingga November tahun 2021 ini semua sudah akan on-air,” tutur Bambang Nugroho, Direktur Infrastruktur BAKTI Kominfo.

    Perlu Dukungan Pemerintah Daerah

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Layanan TI untuk Pemerintah dan Masyarakat BAKTI Kominfo, Danny Januar Ismawan, memaparkan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam hal perizinan penggunaan lahan. Dukungan tersebut beragam bentuknya, antara lain: percepatan administrasi legalitas lahan hibah dari pemilik lahan ke Pemkab; kesepakatan skema pinjam pakai lahan antara Pemkab dengan BAKTI Kominfo untuk lokasi menara BTS; kesepakatan skema pinjam pakai lahan antara Pemkab dengan BAKTI Kominfo untuk lokasi point of interface (POI) dan repeater.

    “Dengan dukungan Pemkab, proses-proses yang terkait dengan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat dan akte hibah, Surat Keterangan Kepemilikan Tanah  (SKKT) atas lahan yang dihibahkan ke Pemkab, dan Perjanjian Pinjam Pakai Lahan akan lebih lancar pengurusannya,” papar Danny.

    Tercatat hingga akhir tahun 2020 lalu, jumlah BTS BAKTI Kominfo dengan teknologi 4G di Provinisi NTT tersebar di 157 lokasi. Sejumlah 18 titik di antaranya berada di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Kesemuanya telah berfungsi serta dapat dimanfaatkan layanannya, atau berstatus on-air. (Icha)

  • Ingin Aktifitas Digital Lancar? Gunakan 4G!

    Ingin Aktifitas Digital Lancar? Gunakan 4G!

    Telko.id – Aktifitas digital kini sudah bukan sesuatu kemewahan lagi, tetapi sebuah kebutuhan. Terlebih saat pandemi seperti ini yang membuat kita di rumah saja, baik bekerja maupun belajar. Nah, dengan kebutuhan tersebut maka akses internet pun pasti ingin yang lancar.

    Untuk saat ini, layanan 4G adalah yang terbaik dan sudah hampir merata layanannya. Hanya saja, memang masih ada wilayah yang belum tercover teknologi ini, masih menerima layanan 3G. Wilayah inilah yang dijadikan target oleh para operator, termasuk Telkomsel untuk dibangun jaringan 4G. Target nya pada tahun 2022, semua wilayah yang dijangkau oleh operator ini sudah akan mendapatkan layanan 4G.

    “Hingga saat ini, jaringan 4G Telkomsel sudah menjangkau sekitar 95% dari wilayah populasi Indonesia dan akan terus ditingkatkan cakupannya. Dalam beberapa tahun terakhir, Telkomsel telah memfokuskan pembangunan infrastruktur jaringan untuk mengakomodasi jaringan 4G di lebih banyak daerah di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas di daerah-daerah yang sudah menikmati jaringan tersebut,” ungkap Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel menjelaskan.

    Denny juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur ini juga telah dirancang secara matang untuk bisa mendukung pemerataan akses dan kualitas 4G di berbagai wilayah di Indonesia, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, Telkomsel bisa membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi setiap insan di Indonesia untuk memanfaatkan akses broadband terdepan dan terluas dari Telkomsel untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

    Pembangunan infrastruktur yang difokuskan pada pengembangan jaringan 4G ini juga menjadi wujud nyata dari kontribusi Telkomsel dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, yang dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Upaya pemerataan akses dan kualitas 4G dari Telkomsel ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah melalui Kemkominfo RI dalam menghadirkan jaringan 4G di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia hingga 2022 mendatang.

    Lalu, apa yang dapat dirasakan masyarakat dari adanya teknologi 4G yang merata ini ?  Apa keunggulan layanan 4G ini dibandingkan dengan 3G? Dari sisi teknologi yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat adalah dengan menggunakan layanan ini, Anda dapat melakukan download game sebesar 20MB hanya dalam waktu 25 detik saja. Bandingkan dengan dengan 3G yang membutuhkan waktu sampai 3 menit.

    Lalu, streaming music hanya butuh waktu 1 detik buffer, sedangkan untuk 3G, yang dibutuhkan 10 detik buffer dan ada kemungkinan terganggu saat memutarnya.  Bagaimana dengan streaming SD (Standard Definition) video? Untuk 4G hanya perlu waktu 1 detik buffer saja, sedangkan 3G perlu waktu 20 detik dan ada kemungkinan gangguan saat memutarnya. Sedangkan untuk streaming HD (High Definition) video 30 detik buffer saja kalau pakai 4G. Untuk 3G membutuhkan 1 sampai 5 menit buffer.

    Nah, bagaimana untuk upload image? Pada layanan 4G tentu lebih cepat. Hanya butuh waktu 1 detik saja. Sedangkan untuk 3G, membutuhkan waktu 25 detik.

    Mengetahui keunggulan nya, pasti ingin kan pindah ke layanan 4G? untuk bisa menikmati layanan 4G, Anda harus memastikan smartphone yang digunakan sudah support teknologi tersebut. Selanjutnya, tinggal ganti kartu atau simcard, bisa dengan nomor yang sama, dengan 4G USIM card.

    Untuk mengganti kartu 4G Telkomsel dapat diperoleh dengan cara sangat mudah. Anda dapat menukar kartu 4G di GraPARI terdekat. Permintaan ganti kartu 4G pun dapat dilakukan melalui website www.telkomsel.com/4g, aplikasi MyTelkomsel, Call center 188 dan sosial media yang selanjutnya kartu 4G tersebut akan dikirim ke alamat Anda. (Adv)

  • 4 Manfaat Penting Gunakan Layanan 4G

    4 Manfaat Penting Gunakan Layanan 4G

    Telko.id – Kehadirnya teknologi 4G LTE di Indonesia sejak 2014 membawa angin segar bagi perkembangan jaringan broadband di Tanah Air. Untuk itu, Telkomsel terus melakukan pemerataan akses jaringan broadband 4G/LTE.

    Sampai saat ini, jaringan 4G Telkomsel sudah menjangkau sekitar 95% dari wilayah populasi Indonesia dan akan terus ditingkatkan cakupannya. Dalam beberapa tahun terakhir, Telkomsel telah memfokuskan pembangunan infrastruktur jaringan untuk mengakomodasi jaringan 4G di lebih banyak daerah di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas di daerah-daerah yang sudah menikmati jaringan tersebut.

    Pembangunan infrastruktur ini juga telah dirancang secara matang untuk bisa mendukung pemerataan akses dan kualitas 4G di berbagai wilayah di Indonesia, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

    “Dengan begitu, Telkomsel bisa membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi setiap insan di Indonesia untuk memanfaatkan akses broadband terdepan dan terluas dari Telkomsel untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” ungkap Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel.

    Pembangunan infrastruktur yang difokuskan pada pengembangan jaringan 4G ini juga menjadi wujud nyata dari kontribusi Telkomsel dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, yang dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

    “Upaya pemerataan akses dan kualitas 4G dari Telkomsel ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah melalui Kemkominfo RI dalam menghadirkan jaringan 4G di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia hingga 2022 mendatang,” ungkap Denny menambahkan.

    Nah, dengan adanya teknologi 4G LTE terdapat beberapa manfaat yang dapat masyarakat rasakan, di antaranya:

    Mendukung Gaya Hidup Digital

    Salah satu manfaat utama penggunaan layanan 4G yang bisa dirasakan oleh masyarakat adalah untuk mendorong penguatan pengalaman gaya hidup digital, seperti misalnya menonton video streaming tanpa buffering, mendengarkan musik secara streaming lebih lancar, download dan upload tanpa kendala, hingga bermain mobile gaming tanpa lag. Semua kelebihan ini mungkin tidak akan terlalu maksimal jika masih menggunakan layanan 3G apalagi 2G.

    Membantu Proses Bekerja dan Belajar Daring Jarak Jauh

    Tanpa kita sadari, saat ini kita sudah mulai terbiasa dalam bekerja dan belajar jarak jauh menggunakan teknologi video call, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Dan ketika pandemi ini terjadi, layanan 4G sudah menyebar dan secara masif dipakai oleh masyarakat hingga wilayah pelosok.  Dengan teknologi 4G, penggunaan video call untuk aktifitas bekerja dan belajar jarak jauh dapat memberikan pengalaman dan kualitas yang lebih baik, sehingga proses pertemuan dan belajar mengajar menjadi lebih efektif.

    Meningkatkan Produktivitas

    Internet yang cepat dari jaringan 4G juga mampu mendorong peningkatan produktivitas, terutama terkait industri kreatif. Sebab, kecepatan broadband yang dihasilkan dari 4G dapat memberikan pengalaman dalam aktivitas download dan upload konten menjadi lebih cepat, terutama ukuran materi dengan kapasitas besar yang tidak akan lagi memakan waktu lama.

    Mendukung Digitalisasi Aktivitas Keseharian

    Di era modern seperti saat ini, aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan di dunia digital. Saat ini ada banyak aplikasi-aplikasi yang diciptakan untuk mendukung aktivitas keseharian, di antaranya aplikasi perbankan digital, e-learning, hingga e-health. Dengan latensi yang lebih rendah, teknologi 4G juga sangat cocok untuk dipakai dalam mendukung aktivitas keseharian.

    Lalu bagaimana jika ingin merasakan manfaat layanan 4G dari Telkomsel saat pandemic seperti saat ini? Ada beberapa alternatif yang diberikan oleh operator ini jika pelanggan yang ingin melakukan penggantian kartu ke 4G baik secara offline maupun online.

    Untuk opsi online, pelanggan bisa mencobanya dengan memanfaatkan beberapa mitra platform e-commerce, yakni Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan JD.ID. Setelah kartu 4G yang dipesan tiba, ikuti langkah registrasi berikut ini:

    • Dari kartu lama
    • Hubungi *888*46#, pilih “1. Ya, Terima PIN 4G”
    • PIN 4G akan dikirimkan melalui SMS
    • Setelah memasukkan kartu 4G
    • Hubungi *888*46#
    • Masukkan PIN 4G yang didapatkan dari kartu lama
    • Notifikasi berhasil upgrade kartu 4G akan dikirimkan melalui SMS

    Sebagai informasi, mekanisme ini tidak berlaku bagi pelanggan yang nomornya terdaftar layanan mobile banking (m-banking). Pelanggan pascabayar atau prabayar yang nomornya terdaftar m-banking dapat mengganti kartu ke 4G di GraPARI terdekat.

    Dengan mengganti kartu SIM ke 4G, pelanggan akan mendapatkan keuntungan tambahan, yakni tambahan kuota hingga 30 GB untuk pemakaian selama satu bulan. Syaratnya, nomor tersebut sudah aktif digunakan selama minimal 6 bulan dengan jumlah penggunaan lebih dari Rp 100.000 setiap bulannya. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme tukar kartu 4G Telkomsel ini dapat diakses melalui https://www.telkomsel.com/tukarkartu4g. (Adv)

  • BAKTI Tandatangani 2 Kontrak Untuk Percepat Pemerataan BTS 4G

    BAKTI Tandatangani 2 Kontrak Untuk Percepat Pemerataan BTS 4G

    Telko.id – BAKTI tandatangani 2 kontrak untuk perecepat pemerataan BTS 4G di Indonesia senilai adalah Rp 7,5 triliun atau setara USD 500 juta. Pengadaan menara BTS 4G ini, sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2020. Hanya saja baru direalisasikan saat ini dan  yang ditandatangani pertama adalah kontrak payung pengerjaan dua paket, yakni paket 1 dan 2 dari 5 paket yang sudah direncanakan.

    BAKTI tandatangani 2 paket, yakni paket 1 dan 2 untuk pembangunan BTS 4G yang akan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data.

    Pengerjaan pengadaan BTS 4G untuk paket 1 dan 2 akan meliputi wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku atau disebut wilayah non-Papua.

    BTS 4G yang disediakan oleh konsorsium tersebut akan menjangkau lebih dari 2.700 desa dan kelurahan di pulau-pulau di atas.

    Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyaksikan penandatanganan kontrak payung antara BAKTI dan konsorsium tersebut menyatakan bahwa saat ini masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau oleh jaringan 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Agar dapar diselesaikan di tahu anggaran 2021-2022.

    “Karenanya, Kementerian Kominfo mengupayakan penyediaan infrastruktur ini untuk selesai pada tahun 2022, atau sepuluh tahun lebih cepat dari rencana awal di tahun 2032, jika dilakukan biasa-biasa saja,” tandasnya.

    Diharapkan dengan ada nya paket tersebut setidaknya akan merangsang dan mendorong belanja negara lebih dari Rp7 Triliun atau USD 0,5 Miliar. 

    “Dari Rencana Belanja Kementerian Kominfo sampai tahun 2024 nanti ada sekitar USD 7,5 Miliar atau Rp107 s.d Rp108 Triliun. Yang didanai melalui bauran kebijakan pembiayaan melalui USO (Universal Service Obligation), APBN, dan PNBP (Pendapatan Nasional Bukan Pajak) sektor Kominfo,” jungkap Johnny menambahkan.

    Dana tersebut akan digunakan untuk mengadakan infrastruktur pendukung konektivitas dan kegiatan lainnya.

    Johnny juga berharap, dengan penandatanganan kontrak payung BTS 4G ini, aktivitas pengerjaan fisik di lapangan bakal segera dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehataan saat pandemi Covid-19.

    Kemkominfo menargetkan pembangunan infrastruktur BTS 4G untuk paket 1 dan 2 ini bisa selesai pada akhir 2022.

    Dalam waktu dekat, Kemkominfo juga akan kembali mengadakan infrastruktur BTS 4G untuk wilayah Papua meliputi paket 3, 4, dan 5.

    “Paket 3, 4, dan 5 yaitu untuk wilayah Papua sedang pelelangan, diharapkan pada bulan Februari 2021 penandatanganan kontrak bisa dilakukan. Namun ini tergantung pada proses negosiasi yang dilakukan,” ujar Johnny.

    Anang Latif menambahkan, penandatanganan kontrak pengadaan BTS 4G untuk paket 3, 4, dan 5 akan dilakukan menyusul karena wilayah yang akan digarap adalah Papua.

    “Papua memiliki kontur berbeda dengan paket lainnya, oleh karena itu perlu detail rencana jaringan yang match dengan wilayah desa yang digarap,” tutur Anang.

    Kemkominfo sendiri memiliki pekerjaan rumah untuk membangun infrastruktur internet di 12.548 desa atau kelurahan. Agar pengerjaannya bisa dikebut, Kemkominfo meminta kepada operator seluler untuk mengerjakan infrastruktur internet 4G di 3.435 desa.

    Melalui BAKTI, Kemkominfo sudah menghadirkan akses internet di 1.209 desa. Dengan begitu sisanya adalah 7.904 desa yang rencananya akan dikerjakan dalam lima paket, seperti disebutkan di atas. (Icha)

  • MediaTek Helio G95, Chip Terbaru Yang Buat Gamer Main Tambah Asyik

    MediaTek Helio G95, Chip Terbaru Yang Buat Gamer Main Tambah Asyik

    Telko.id – MediaTek Helio G95 baru saja diperkenalkan. Chip ini dibuat untuk mendukung para gamer untuk bermain tambah asyik. Chip baru ini masuk dalam anggota terbaru di lini MediaTek Helio G Series yang mengedepankan teknologi game MediaTek HyperEngine terbaru, dukungan multi-kamera, konektivitas tanpa tanding, dan AI Super Resolution untuk streaming video.

    Ditujukan bagi segmen smartphone gaming 4G premium, chip baru ini akan memberdayakan berbagai merek smartphone utama yang akan diluncurkan di pasar global mulai bulan September.

    Bagi para penggemar game, MediaTek Helio G95 menawarkan kinerja lebih cepat dan fitur-fitur high-end seperti fotografi multi-kamera tingkat lanjut – maksimal 4 kamera, dengan AI processing unit (APU) terintegrasi. Chip ini menyediakan dukungan wake-up wordganda dan tampilan standar HDR 10, yang bisa ditingkatkan untuk mendekati kualitas HDR10+ secara real-time.

    “Segmen smartphone gaming memperlihatkan pertumbuhan yang stabil, dengan para pembuat perangkat yang terus menawarkan berbagai teknologi yang lebih baru dan lebih canggih bagi para penggemar game. MediaTek terus meningkatkan chip seri G miliknya untuk menawarkan kinerja hebat dan mediaTek Helio G95 merupakan chip gaming kami yang paling canggih saat ini,” kata Dr. Yenchi Lee, Deputy General Manager, Wireless Communications Business Unit, MediaTek.

    MediaTek Helio G95 menggabungkan sepasang CPU Arm Cortex-A76 dengan frekuensi hingga 2,05GHz, dan enam CPU Cortex-A55 yang efisien penggunaan dayanya, serta Arm Mali-g76 MC4 yang sudah diperbarui, dengan frekuensi hingga 900MHz untuk kinerja core tunggal dan multicore.

    Chip ini juga dilengkapi dengan sebuah DSP ultra-low power dan always-on yang mendukung deteksi wake-up word ganda, memastikan perpindahan lancar antara dua fungsi Voice Wakeup (VoW) paralel. DSP ultra-low power ini meminimalkan konsumsi daya dari aplikasi seperti Google Assistant always-on dan mendukung pemicu lebih dari satu kata kunci serta asisten virtual.

    Teknologi Game MediaTek HyperEngine Yang Ditingkatkan

    Teknologi game MediaTek HyperEngine yang sudah ditingkatkan mengedepankan engine jaringan, respon cepat, kualitas gambar, dan pengelolaan sumber daya untuk permainan yang lancar dan pengalaman pengguna yang sangat responsif. Ketika sinyal Wi-Fi lemah, teknologi ini dengan cerdas memicu konkurensi Wi-Fi dan LTE, memastikan koneksi yang lancar dan bebas-lag ketika bermain game.

    Teknologi ini juga memungkinkan opsi untuk menunda panggilan ketika bermain game tanpa hilangnya koneksi dan memastikan pengelolaan cerdas dan dinamis untuk CPU, GPU, dan memori.

    Tampilan AI Super Resolution

    Chip baru dari MediaTek ini menawarkan sebuah tampilan AI Super Resolution untuk panggilan video dan streaming video superior di berbagai platform seperti Netflix, Hotstar, Amazon Prime dan TikTok. Fitur ini mendukung kualitas video mulai dari resolusi 360p hingga HD 720p dalam real-time, mengurangi bandwidth jaringan hingga 75% tanpa terasa adanya perbedaan dalam kualitas.

    Fitur ini mengedepankan layar FHD+ 90fps untuk tingkat respon tinggi dan pengalaman yang lancar, menjadikan chip ini ideal untuk bermain game dan antarmuka pengguna sehari-hari.

    Pencitraan Premium lewat Dukungan Multi-Kamera

    Menawarkan dukungan multi-kamera untuk pencitraan premium, chip ini memungkinkan perangkat untuk memiliki resolusi kamera hingga 64MP, dengan teknologi quad-pixel untuk hasil-hasil pencahayaan rendah yang luar biasa ketika mengambil gambar di malam hari.

    Fitur ini juga memiliki engine kedalaman untuk bokeh real-time, AI-FD (engine deteksi wajah cepat & tepat), MFNR, Warping, 3DNR, encoding dan decoding video di 4K 30fps, dengan APU terintegrasi untuk peningkatan kamera AI.

    Lini MediaTek Helio G Series yang berfokus di game terdiri dari chipset-chipset G90 Series dan G95 yang baru ini, ditujukan bagi pengguna premium, dengan chipset-chipset G85, G80 dan G70 untuk perangkat game menengah. Chip-chip MediaTek Helio G25 dan G35 difokuskan pada kategori smartphone mainstream dan mendorong jangkauan MediaTek di berbagai demografis. (Icha)