Kategori: 4G LTE

  • Jaringan 4G XL Axiata Siap Dukung F1 Powerboat di Danau Toba

    Jaringan 4G XL Axiata Siap Dukung F1 Powerboat di Danau Toba

    Telko.id – Jaringan 4G XL Axiata siap dukung F1 Powerboat  (F1 H20) yang berlangsung 24-26 Februari 2023 di Danau Toba yang menjadi salah satu event internasional di Sumatera Utara.

    ”Kami berupaya untuk terus menjaga performa jaringan 4G di Kawasan Danau Toba seiring dengan penetapan destinasi popular ini sebagai destinasi wisata super prioritas oleh pemerintah. Kita tahu setelah penetapan itu, berbagai event bertaraf dunia terus berlangsung di Toba,” kata Desy Sari Dewi, Group Head XL Axaita West Region.

    Terlebih menjelang event F1 Powerboat ini, jaringan 4G XL Axiata telah siap mendukung sepenuhnya.

    “Tentu untuk event besar ini, semua pihak terkait membutuhkan koneksi data yang kuat,” ujar Desy menambahkan.

    Di kawasan seputaran Danau Toba, termasuk Pulau Samosir, jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau 489 desa dan 35 kecamatan, yang berada di Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasunduta, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir.

    Total ada sekitar 430 BTS 4G yang melayani pelanggan di semua area tersebut. Secara khusus, XL Axiata juga mengerahkan 2 unit mobile BTS.

    F1 Powerboat merupakan merupakan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1), yang diselenggarakan oleh Union Internationale Motonautique dan disponsori H20. F1 Powerboat merupakan ajang balap perahu motor internasional ini juga sering disebut F1H20. 

    Ajang balap perahu super cepat kelas dunia ini akan diselenggarakan pada 24-26 Februari 2023 di Danau Toba, Sumatera Utara. Ditargetkan ajang F1 Powerboat Danau Toba bisa mendatangkan hingga 25 ribu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

    Promo khusus produk XL Axiata  

    (Act) Head of Sales XL Axiata Sumut Outer – Aceh, Bertrand Sinabariba, menyebut bahwa saat ini tersedia promo produk yang bisa dimanfaatkan oleh pelanggan dan masyarakat di Kawasan Danau Toba untuk mengakses layanan data di jaringan 4G XL Axiata dengan harga yang sangat terjangkau.

    Dengan produk tersebut, masyarakat dan pelanggan akan mendapatkan manfaat berupa paket data mulai dari 3GB hingga 55GB.

    “Paket data tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk untuk mendukung bisnis kalangan UMKM, pelajar dan mahasiswa, pegawai swasta, hingga aparat pemerintahan.” sambung Bertrand.

    Langkah ini untuk memastikan masyarakat dan pelanggan mudah mendapatkan produk XL Axiata, baik XL maupun AXIS, saat ini di Kawasan Danau Toba ada sekitar 300 toko pulsa yang menyediakan produk XL Axiata.

    Toko-toko pulsa tersebut tersebar hingga ke wilayah desa-desa yang sudah terjangkau layanan XL Axiata. Melalui toko-toko jaringan distribusi tersebut, pelanggan juga bisa mendapatkan informasi dan juga menyampaikan keluhan, di mana selanjutnya pengelola toko akan meneruskannya ke layanan pelanggan XL Axiata.

    Sebagian toko-toko tersebut berada di sekitar pusat aktivitas penyelenggaran F1 Powerboat, sehingga para pengunjung, bahkan para pihak yang terkait dengan penyelenggaraan event besar tersebut bisa dengan mudah mendapatkan produk XL Axiata, termasuk kartu perdana.

    Ada juga promo terbaru Paket Combo Flex dengan menawarkan bonus double kuota dalam periode yang panjang, pelanggan yang membeli dan mengaktifkan kartu perdana XL mulai bulan Januari 2023 akan mendapatkan bonus double kuota tiap kali isi ulang paket data selama setahun penuh.

    Bonus double kuota hanya perlu di aktifkan 1x di Aplikasi myXL, di bulan berikutnya bonus double kuota langsung aktif setelah perpanjangan paket. Total kuota hingga 124GB, mulai dari 15 ribuan. (Icha)

  • Cara Simple Upgrade ke USIM 4G Bagi Pelanggan XL dan AXIS

    Cara Simple Upgrade ke USIM 4G Bagi Pelanggan XL dan AXIS

    Telko.id – Upgrade ke USIM 4G bagi pelanggan XL dan AXIS dapat dilakukan dengan mudah. Upgrade ini perlu agar Anda dapat melakukan gaya hidup digital yang saat ini sedang trend.

    Seperti menonton siaran live streaming dengan lancar, download dan upload dokumen tanpa kendala serta bermain video game tanpa lag. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pelanggan XL dan AXIS untuk bisa mengakses layanan 4G adalah dengan mengganti simcard-nya ke USIM.

    “Saat ini rata-rata perangkat selular yang ada di pasaran sudah mendukung jaringan berbasis 4G, bahkan XL Axiata tengah bersiap untuk menghadirkan teknologi 5G dengan kecepatan internet dan latensi yang lebih cepat dan stabil untuk pelanggan setianya. Agar pelanggan bisa mengakses jaringan 4G, pelanggan perlu upgrade ke USIM,” kata M.Yunus, Group Head Customer Contact Center XL Axiata.

    USIM sendiri adalah singkatan dari Universal Subscriber Identity Mobile dimana material dan teknologi yang digunakan merupakan pengembangan dari SIM card sebelumnya sehingga bisa digunakan pada jaringan 2G, 3G dan 4G LTE.

    Beberapa manfaat yang dapat pelanggan XL/AXIS rasakan ketika beralih ke teknologi 4G antara lain:

    Lebih Cepat. Nikmati akses internet yang lebih lancar untuk kebutuhan browsing, chatting maupun streaming.

    Lebih Mudah. Ada banyak layanan dan promo yang bisa pelanggan dapatkan saat terkoneksi dengan menggunakan USIM 4G LTE, proses cepat dan tidak ada perubahan pada identitas nomor setelah upgrade kartu.

    Lebih Luas. Dapatkan jangkauan jaringan yang lebih optimal dari XL Axiata yang tersebar di Indonesia.

    Ada dua cara mudah yang bisa pelanggan lakukan untuk mendapatkan USIM, yaitu:

    Ganti simcard sendiri via OTA (Over The Air), dimana proses perpindahan profil nomor  berlangsung secara nirkabel sehingga lebih mudah dan praktis. Pertama-tama pastikan pelanggan sudah membeli atau memiliki kartu XL/AXIS baru dengan logo “4G”. 

    Cara upgrade ke kartu XL/AXIS 4G sendiri via OTA:

    Dengan Kartu XL/AXIS 3G Lama

    Hubungi *123*46# lalu tekan 1

    Ganti kartu lama dengan kartu XL 4G baru

    Dengan Kartu XL/AXIS 4G Baru

    Hubungi *123*46# lalu tekan 1

    Restart smartphone

    Ganti simcard melalui XL Center Online di  https://xl.co.id/bantuan/xlcenter atau kunjungi XL Center / XPLOR terdekat.

    Bagi pelanggan XL/AXIS yang membutuhkan informasi tambahan mengenai mekanisme penggantian kartu ke USIM 4G, bisa memanfaatkan fitur live chat di aplikasi myXL atau via www.xl.co.id. Bagi pelanggan Axis bisa melalui live chat di aplikasi AxisNet atau via www.axis.co.id. (Icha)

  • World Superbike di Mandalika, Jaringan 4G XL Axiata Siap Dukung

    World Superbike di Mandalika, Jaringan 4G XL Axiata Siap Dukung

    Telko.id – World Superbike (WSBK) 2022 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal digelar 12-13 November 2022, jaringan 4G XL Axiata pun dalam kondisi prima dan siap mendukung.

    Sedikitnya ada 10 BTS 4G yang telah disiapkan untuk meng-cover seluruh Mandalika, termasuk sirkuit yang akan digunakan untuk World Superbike dan area pendukung di sekelilingnya, yang di dalamnya terdapat puluhan hotel besar dan kecil, restoran, dan berbagai penunjang pariwisata lainnya.

    XL Axiata juga menyediakan jaringan 5G di sekitar area sirkuit dengan memanfaatkan dynamics spectrum sharing (DSS), serta menyiagakan 3 unit mobile BTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat event balap dunia tersebut berlangsung.

    “XL Axiata sebagai operator dengan jumlah pelanggan terbesar di Lombok berkomitmen untuk ikut serta memberikan dukungan penuh gelaran World Superbike di Mandalika yang kedua ini, dengan menyediakan jaringan 4G dan 5G secara memadai sesuai dengan kebutuhan,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata.

    Apalagi, potensi lonjakan trafik di event World Superbike ini sangat besar mengingat event balap ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia secara lua, belum lagi potensi hadirnya penonton dari luar negeri.

    Semakin banyak orang datang ke area tersebut untuk menonton event World Superbike ini, pasti membutuhkan jaringan telekomunikasi dan data yang berkualitas juga dipastikan akan meningkat.

    Gede menambahkan, khusus untuk BTS-BTS yang menjangkau area sirkuit Mandalika, XL Axiata akan menerapkan teknologi terbaru yaitu Massive MIMO. Dengan teknologi ini ke depannya dapat memberikan layanan data yang lebih baik karena dapat meningkatkan kapasitas data.

    Menurut Gede lagi, peningkatan kualitas jaringan 4G tidak hanya sebatas di Mandalika. XL Axiata juga memperluas jaringan 4G ke seluruh penjuru Lombok, baik untuk peningkatan kualitas layanan data dan suara di wilayah perkotaan, maupun perluasan ke area-area yang sebelumnya memang belum terjangkau.

    Saat ini, jaringan 4G XL Axiata telah hadir melayani pelanggan di 598 desa/kelurahan, 54 kecamatan, dan 5 kabupaten/kota di Lombok.

    Total ada lebih dari 4.000 BTS di seluruh Lombok, dengan sekitar 2.300 di antaranya BTS 4G. Jumlah BTS 4G tersebut masih akan terus meningkat mengingat saat ini XL Axiata juga masih melakukan perluasan di semua kabupaten yang ada di Lombok. 

    “Keberadaan jaringan 4G di Mandalika dan seluruh desa/kelurahan di Lombok ini juga merupakan implementasi atas komitmen XL Axiata untuk turut mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok pedesaan,” lanjut Gede.

    Gede menambahkan, bahwa tersedianya jaringan internet yang berkualitas dan literasi digital yang juga terus meningkat akan mendorong produktivitas serta membantu masyarakat beradaptasi dengan berbagai sarana ekonomi digital.

    Selain perluasan dan penambahan BTS, XL Axiata juga terus melakukan penambahan kapasitas jaringan 4G baik dari sisi radio maupun transmisi, serta melalui fiberisasi. Kini sebagian besar 571 BTS di Lombok telah terfiberisasi dan akan terus meningkat.

    Sementara itu, sejak awal tahun 2021 hingga saat ini sekitar BTS telah ditingkatkan kapasitasnya. Dalam dua tahun terakhir, trafik data XL Axiata di Lombok telah meningkat hingga 82%.

    Di sejumlah kawasan wisata paling popular di Lombok, XL Axiata juga secara khusus memastikan kualitas jaringan data. XL Axiata telah menyiapkan 5 BTS 4G di Sembalun, 1 BTS 4G di Pink Beach Lombok Timur, 5 BTS 4G di Gili Trawangan, 1  BTS 4G di Desa Sade, 20 BTS 4G di Sengigi, dan 19 BTS 4G di Narmada.

    Sementara itu untuk menopang kebutuhan Mataram sebagai kota terbesar dan teramai, XL Axiata mengoperasikan 145 BTS, sedangkan di Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid sudah beroperasi 1 BTS 4G dan Pelabuhan Lembar 5 BTS 4G.

    Semua 19 desa wisata yang popular sebagai tujuan pelancong juga sudah terlayani oleh jaringan 4G XL Axiata, termasuk Desa Selong Belanak, Desa Kopang Rembiga, Desa Bilibante, Desa Aik Dareq, Desa Kembang Kuning, Desa Sembalun, dan Desa Pringgasela. 

    Lalu Desa Seruni Mumbul, Desa Sembalun Bumbung, Desa Paremas, Desa Sugian, Desa Mamben Baru, Desa Senaru, Desa Malaka, Desa Jenggala, Desa Pemenang Barat, Desa Sesaot, Desa Sekotong Tengah dan Desa Sedau.

    Dengan kapasitas dan infrastruktur yang tersedia, XL Axiata optimis akan bisa memberikan layanan telekomunikasi dan data secara maksimal di area-area wisata tersebut.

    Saat ini jaringan XL Axiata untuk seluruh wilayah NTB ditopang lebih dari 5.600 BTS, termasuk lebih dari 3.100 BTS 4G.

    Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan XL Axiata terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

    Jaringan VoLTE XL Axiata di Lombok

    XL Axiata terus memperluas jangkauan wilayah layanan Voice over LTE (VoLTE). Per Oktober 2022 ini, layanan voice melalui jaringan data berkecepatan tinggi ini sudah bisa dinikmati di hampir seluruh Indonesia, termasuk Lombok. VoLTE adalah layanan percakapan (voice) atau telepon melalui jaringan data LTE (Long Term Evolution).

    Dengan VoLTE layanan voice menjadi lebih baik di mana kualitas suara menjadi sangat jernih. XL Axiata terus menyiapkan infrastruktur jaringan di kota/kabupaten berikutnya untuk mendukung layanan VoLTE di tahap selanjutnya.

    Agar pelanggan dapat menikmati kualitas layanan suara yang prima, XL Axiata perlu melakukan optimasi jaringan secara menyeluruh sehingga benar benar siap untuk layanan VoLTE.

    Regional Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto mengatakan, “Dengan adanya teknologi VoLTE di Lombok, XL Axiata berharap masyarakat dapat lebih nyaman dalam berkomunikasi melalui layanan voice atau telpon. 

    Dengan mengaktifkan layanan VoLTE di smartphone, pelanggan akan lebih cepat tersambung dan suara lebih jernih serta akses data tidak terputus walaupun sedang menerima telpon”.

    Pelanggan dapat langsung menikmati layanan VoLTE XL Axiata tanpa perlu registrasi atau membeli paket tertentu. Tarif yang berlaku sesuai dengan tarif nelpon reguler atau kuota paket yang sedang digunakan oleh pelanggan.

    Untuk pengalaman terbaik, pelanggan dapat menggunakan paket Xtra Combo di mana selain mendapatkan kuota internetan dan YouTube, pelanggan juga dapat bonus kuota nelpon ke semua operator yang bisa digunakan untuk menikmati layanan VoLTE XL Axiata. (Icha)

  • Jaringan 4G XL Axiata Terus Diperkuat Sepanjang Jalur Pansela Jabar

    Jaringan 4G XL Axiata Terus Diperkuat Sepanjang Jalur Pansela Jabar

    Telko.id – Jaringan 4G XL Axiata terus di sepanjang jalur lintas Pantai Selatan (Pansela) Jawa Barat (Jabar) yang melintasi enam kabupaten.

    Komitmen ini seiring dengan semakin meningkatnya kualitas infrastruktur jalan raya Pansela sepanjang lebih dari 410 km tersebut, yang kemudian memacu perekonomian daerah, terutama sektor pariwisata.

    Saat ini, jaringan 4G XL Axiata di sepanjang jalur lintas Pantai Selatan tersebut diperkuat lebih dari 3.600 Base Transceiver Station (BTS).

    Jalur Pansela di Jawa Barat semakin ramai dan telah mendorong roda perekonomian masyarakat di enam kabupaten yang dilintasinya. Keberadaan jalur transportasi yang semakin baik ini juga memicu munculnya banyak destinasi wisata.

    “Permintaan atas layanan telekomunikasi dan data yang baik pun terus meningkat. Tidak mengherankan jika kemudian trafik data XL Axiata di sepanjang jalur ini meningkat hingga sekitar 149% dalam dua tahun terakhir,” kata Arif Farhan Budiyanto, Pj. Group Head Central Region XL Axiata.

    Arif menambahkan, guna menjaga kualitas layanan di sepanjang jalur Pansela, berbagai upaya terus XL Axiata lakukan, seperti upgrade kapasitas, ekspansi jaringan, perbaikan latency, hingga peningkatan throughput.

    Peningkatan kualitas jaringan juga dilakukan melalui fiberisasi ke semua BTS yang menopang jalur Pansela ini. Fiberisasi bertujuan antara lain meningkatkan kapasitas jaringan 4G agar kualitas layanan data menjadi maksimal, cepat dan stabil.

    Penyediaan layanan internet cepat di semua wilayah layanan kini juga menjadi salah satu fokus XL Axiata dalam pembangunan jaringan telekomunikasi dan data 4G, sesuai dengan spirit “XL Axiata Ada Untuk Indonesia”.

    Layanan internet tercepat akan mampu menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi mengakselerasi pembangunan di berbagai bidang. Jalur Pansela melintasi Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

    Selama satu tahun terakhir, XL Axiata juga telah melakukan ekspansi jaringan dengan menambah lebih dari 1.000 BTS 4G yang menopang total lebih dari 2.800 desa/kelurahan atau sekitar 94% dari keseluruh desa/kelurahan di 192 kecamatan, yang tersebar di enam kabupaten. Perluasan akan terus XL Axiata lakukan hingga menjangkau seluruh desa di kawasan Pansela.

    Di sepanjang kawasan Pansela ini, XL Axiata telah melayani lebih dari 2,6 juta pelanggan. Pelanggan terbanyak berada di Kabupaten Bandung dengan total lebih dari 880 ribu pelanggan, menyusul Cianjur dengan lebih dari 660 ribu, Garut lebih dari 510 ribu. Sukabumi lebih dari 300 ribu, Tasikmalaya lebih dari 215 ribu, dan di Pangandaran terdapat lebih dari 47 ribu.

    Jalur Pansela juga semakin dikenal sebagai jalur wisata karena menghubungkan banyak destinasi wisata. Mulai Pelabuhan Ratu di Sukabumi, pantai Ujung Genteng, pantai Apra, Karang Potong, hingga pantai Jayanti. Selain pantai, juga ada Puncak Habibie di Sukabumi dan Geopark Ciletuh.

    Lanjut ke timur yang berada di wilayah Cianjur dan Garut ada pantai Sayang Heulang. Lalu di Kawasan Tasikmalaya ada pantai Karang Tawulan. Di Pangandaran antara lain terdapat pantai Batu Karas, dan Green Canyon.

    Penawaran produk di sepanjang jalur Pansela

    Selain menyediakan jaringan data yang berkualitas, XL Axiata juga menawarkan sejumlah produk yang bisa masyarakat dan pelanggan manfaatkan guna mendukung produktivitas hingga memenuhi kebutuhan untuk hiburan dan bersosialisasi. Tidak ketinggalan tersedia juga produk solusi digital bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

    Prabayar XL, terdapat paket Xtra Combo Flex dengan beberapa pilihan paket unggulan di masing-masing daerah. Produk ini menawarkan pilihan kuota mulai dari 2,5GB dengan kisaran harga Rp 13.000 hingga 66GB dengan harga Rp 135.000.

    Dengan paket ini, masyarakat dapat menikmati bonus kuota tambahan ke berbagai aplikasi seperti Whatsapp, Line, Instagram, YouTube, YouTube Shorts, hingga Netflix.

    Prabayar AXIS, terdapat paket AXIS Aigo yang populer di kalangan pelanggan millenial. Produk ini menawarkan pilihan kuota mulai dari 2.5GB dengan kisaran harga Rp 10.000 untuk daerah Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Cianjur.

    Sementara untuk daerah Sukabumi, tersedia dengan pilihan kuota yang berbeda, yaitu 2GB dengan kisaran harga Rp 15.000. Pelanggan dapat menikmati beragam kuota bonus untuk edukasi, video conference, game, hingga Tiktok.

    Untuk layanan pascabayar, XL Prioritas menawarkan produk unggulan myPRIO X Unlimited yang terdiri dari Silver X, Gold X, Platinum X, Diamond X, dan Ultima X dengan harga mulai dari Rp 80.000. Salah satu keunggulan produk  ini adalah dapat menikmati akses internet unlimited.

    Seluruh paket tersebut, juga kartu perdana XL dan AXIS, dapat diperoleh di seluruh toko pulsa hingga supermarket yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

    Sementara itu, untuk menunjang produktivitas para pelaku UMKM, di sepanjang jalur Pansela, XL Axiata Business Solutions sebagai penyedia solusi ICT terintegrasi hadir dengan layanan khusus bagi pelaku usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan ini diyakini mampu menunjang bisnis agar lebih produktif dan berkembang. (Icha)

  • 26 Tahun Melayani, Jaringan 4G XL Axiata Terus Meluas

    26 Tahun Melayani, Jaringan 4G XL Axiata Terus Meluas

    Telko.id – Memasuki usia ke-26 tahun melayani masyarakat Indonesia, XL Axiata berkomitmen untuk terus membangun jaringan berkualitas hingga ke pelosok-pelosok negeri. Total, hingga saat ini jaringan 4G XL Axiata melayani pelanggan dan masyarakat di 61 ribu desa/kelurahan, lebih dari 5.700 kecamatan, 469 kabupaten/kota, di seluruh provinsi.

    Lebih dari 350 desa di antaranya terletak di area 3T (terluar, tertinggal, terdepan). Pembangunan jaringan masih akan terus dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat atas akses data dan internet, serta bertambahnya pelanggan.

    Tahun ini, XL Axiata bertekad mewujudkan layanan internet tercepat bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia, sesuai dengan semangat “XL Axiata Ada Untuk Indonesia”.

    “Setiap tahun, sekitar 70% capex atau belanja modal, kami peruntukkan guna membangun jaringan. Sebagai operator telekomunikasi dan data, XL Axiata harus memiliki jaringan yang memadai, termasuk teknologi terkini dan kapasitas yang mencukupi, untuk menopang berbagai layanan yang dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata.

    Gede juga menambahkan bahwa jaringan XL Axiata pun terus ditingkatkan seiring dengan terus tumbuhnya trafik data dari tahun ke tahun. Dalam 5 tahun terakhir, trafik telah meningkat hingga 430%, yang didorong oleh meningkatnya kebutuhan pelanggan dan juga bertambahnya pelanggan.

    Gede menyebut, dalam tiga tahun terakhir XL Axiata telah membangun lebih dari 40 ribu BTS 4G dan 33 ribu kilometer jaringan fiber optic. Saat ini XL Axiata memiliki lebih dari 144 ribu BTS, di antaranya lebih dari 88 ribu BTS 4G, dengan komposisi sekitar 55% berada di pulau Jawa dan sekitar 45% berada di luar Jawa. Untuk jaringan fiber optic, XL Axiata memiliki lebih dari 130 ribu kilometer.

    Selain itu, XL Axiata ikut membangun Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) dari California, Amerika Serikat, melintasi Samudera Pasifik ke Indonesia dan Singapura, setelah sebelumnya telah memiliki SKKL Batam – Serawak Malaysia.

    XL Axiata juga mendukung program pemerintah melalui skema Universal Service Obligation (USO) untuk menyelenggarakan layanan telekomunikasi dan data bagi masyarakat di area yang sama sekali belum mendapatkan layanan tersebut.

    Bekerja sama dengan BAKTI, melalui program USO, saat ini XL Axiata telah memberikan layanan kepada masyarakat di 360 desa yang tersebar di 62 kabupaten dan 17 provinsi. Sementara itu, melalui program koordinasi pembangunan desa wilayah Non-3T dengan Kementerian Kominfo, XL Axiata telah melayani 460 desa terpencil, termasuk yang berada di Kepulauan Natuna, pada desa Mekar Jaya dan Sedanau Timur.

    Seiring dengan perkembangan teknologi jaringan dan juga kebutuhan digitalisasi yang makin meluas, XL Axiata juga terus menerapkan berbagai teknologi terbaru untuk meningkatkan kualitas jaringan. Dari mulai teknologi untuk mempermudah perluasan jangkauan di daerah terpencil, peningkatan kapasitas jaringan, hingga implementasi 5G. 

    XL Axiata juga telah mengimplementasi teknologi automated optimization untuk VoLTE, juga pemanfaatan teknologi Cisco Ultra Traffic Optimization untuk meningkatkan efisiensi kapasitas jaringan dengan menggunakan algoritma Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).

    Selanjutnya, XL Axiata telah menerapkan teknologi Open RAN (Radio Access Network) dengan konsep open interface yang memungkinkan penggunaan kombinasi perangkat radio secara efektif, tanpa terikat pada satu merk tertentu. Lalu, ada juga implementasi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) 4G/5G yang memungkinkan penggunaan bersama jaringan 4G dan 5G pada satu spektrum frekuensi.

    Tidak ketinggalan, XL Axiata juga telah memanfaatkan teknologi FDD Smart 8T8R untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan serta mengurangi konsumsi daya pada BTS.

    “Masyarakat Indonesia, pemerintah, juga dunia usaha, saat ini sedang dalam upaya digitalisasi di berbagai bidang kehidupan, termasuk juga mereka yang ada di pelosok-pelosok daerah, bahkan desa-desa 3T. Keberadaan jaringan telekomunikasi dan data yang berkualitas, setidaknya 4G, saat ini sangat krusial untuk memfasilitasi masyarakat meningkatkan literasi digital guna bersiap diri masuk ke era serba digital. Karena itu, XL Axiata berkomitmen kuat untuk sekuat tenaga terus membangun jaringan 4G dan mempersiapkan jaringan 5G,” jelas Gede.  

    Untuk penerapan teknologi 5G, XL Axiata juga terus memperkuat ekosistem. Dari sisi radio, XL Axiata telah menerapkan modernisasi perangkat jaringan radio. Kemudian pada sisi jaringan transport, terus dilakukan perluasan jaringan backbone fiber optic dan fiberisasi yang menjangkau seluruh wilayah operasi dan layanan XL Axiata.

    Saat ini fiberisasi telah mencakup 51% dari total BTS. Pada sisi core, XL Axiata telah melakukan konvergensi jaringan dan IT dengan menerapkan teknologi Network Functions Virtualization (NFV). Lalu, XL Axiata juga telah memastikan kesiapan jaringan VoLTE yang memberikan layanan teleponi pada jaringan 4G sebagai bagian evolusi menuju 5G. 

    Uji coba jaringan 5G juga telah XL Axiata dilakukan di perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok, perhelatan Formula E di Jakarta, dan pertemuan Development Ministerial Meeting (DMM) G20 di Belitung.

    Saat ini sedang disiapkan jaringan 5G untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 di Bali, pada 14-15 November 2022. Selain itu, XL Axiata melakukan uji coba dan show case 5G di sejumlah XL Center yang berada di Jakarta, Depok, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Pekanbaru, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar. (Icha)

  • Bakti Tetap Optimis Dapat Bangun 7000 BTS Hingga 2024, Asal!

    Bakti Tetap Optimis Dapat Bangun 7000 BTS Hingga 2024, Asal!

    Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) optimis dapat membangun 7000 BTS 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil) hingga 2024.

    Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi area tanpa sinyal (blank spot) di sekitar 7.904 desa yang menjadi tanggung jawab Bakti sebagai eksekutor dari Kominfo.

    “Hingga September ini, total BTS 4G yang sudah dibangun Bakti mencapai 4.241 site. Targetnya hingga akhir 2024, Bakti bisa membangun sekitar 7.000-an site,”ujar Bambang Noegroho, Direktur Infrastruktur Bakti saat berkunjung ke BTS Bakti di desa Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (5/10/2022).

    Sebenarnya menurut pria yang kerap dipanggil Nugie ini, Bakti sudah memiliki 4.321 BTS yang on air atau mengudara dari total 4.500 BTS yang telah dibangun.

    Beberapa BTS yang sudah dibangun tetapi belum bisa mengudara ini disebabkan karena membutuhkan beberapa waktu untuk proses pemasangan perangkat dan finalisasi lainnya.

    “Masih proses untuk pasang perangkat, jadi terbangun itu artinya tower sudah berdiri tapi kita nunggu perangkat lainnya seperti perangkat VSAT, power system, kemudian radionya. Itu menjadikan perlu waktu,” jelas Nugie.

    Ya, masalah logistic untuk membawa perangkat ini juga menjadi tantangan sendiri. Maklum saja, selain perangkat nya cukup berbobot dan bervolume besar, wilayah yang dituju juga tidak semuanya beraspal mulus. “Banyak yang harus naik-naik gunung, dibawa dengan truk, melintasi sungai, laut menggunakan laut dan beragam tantangan lain,” ujar Nugie.

    Masalah geografis ini ada karena memang target pembangunan BTS Bakti ini di wilayah 3T Indonesia yang tidak diminati oleh para operator karena tidak ‘layak’ secara ekonomi bisnis.  

    “Wilayah yang kita bangun BTS itu didaerah yang terpencil hingga untuk masalah logistic juga perlu upaya lebih. Ada yang harus pakai truk, lalu pakai kapal dan ditempuh dengan waktu yang lama. Seperti di Papua dan NTT, tantangannya cukup berat dan perjalananya juga naik-naik gunung,” ujar Bambang yang sering juga dipanggil Nugie ini dalam acara media gathering yang digelar Bakti di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (5/10/2022).

    Di Papua, bahkan tidak hanya medan yang berat, masalah keamanan juga perlu jadi perhatian karena sempat beberapa waktu lalu, ada sampai terbunuh.

    “Namun, tadi saya sempat diskusi dengan tim project, dan mereka bisa, yakin, sanggup yang di Papua tetap lanjut, tahun depan kita bergerak terus. meskipun tantangannya juga challenging buat kami,” imbuhnya.

    Tantangan lain adalah adanya pandemi, itu juga cukup menambah tantangan Bakti untuk membangun infrastruktur. “Di tahun 2020, kita mulai terkena covid yang cukup berkepanjangan. Kemudian di 2021, kita kena gelombang kedua, sehingga target pembangunan BTS 4G tentunya tidak mudah kita capai dan harus tetap kita kejar di tahun ini hingga 2024,” kata Bambang.

    Tantangan Finansial

    Nah, tantangan lain yang dihadapi Bakti adalah masalah finansial. Pasalnya, Bakti ini eksekutor dari program Kominfo untuk membangun BTS. Kemudian, pembiayaannya berasal dari pemerintah.

    “Seperti yang terakhir, saat rapat dengar pendapat dengan DPR, tentunya kita tidak bisa memenuhi semua target itu kalau anggaran belum ada. Jadi kita terus berkomunikasi dengan Kemenkeu agar bisa mendapat anggaran baru untuk bisa terpenuhi 7.904 itu. Pak Menteri (Menkominfo Johnny G Plate) sendiri berupaya untuk komunikasi terus dengan Kemenkeu untuk bisa mendapatkan anggaran tersebut, supaya kita bisa menyelesaikan target-target yang dicanangkan ke kami,” ujar Bambang Noegroho.

    Walaupun dihadapkan dengan berbagai tantangan tersebut, Bambang menyebutkan bahwa Bakti tetap optimis, apa yang ditargetkan akan tercapai pada waktunya. (Icha)

  • BAKTI Hadir, UMKM Di Desa Sukarara, Lombok pun Bisa Ekspor

    BAKTI Hadir, UMKM Di Desa Sukarara, Lombok pun Bisa Ekspor

    Telko.id – Bakti kominfo hadir membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) memang sudah menjadi tugasnya, salah satunya adalah di desa Sukarara, Lombok Timur.

    Namun, tidak sekedar membangun jaringan, Bakti pun hadir membangun ekosistem digital dengan memberikan berbagai pelatihan-pelatihan. Dan berhasil, Jey, anak muda yang mengikuti pelatihan Bahasa Inggris, kini dapat berkomunikasi sangat lancar. Tidak kalah dengan yang sekolah di ‘kota’.

    Begitu juga dengan pemilik UMKM Ombak Food, Yosi yang memproduksi camilan sehat berbahan baku lokal asal desa Sukarara ini menyampaikan bahwa sebelum mengikuti pelatihan digital yang digelar Bakti, customer produk makanan olahannya hanya sebatas warga di sekitar Desa Sukarara.

    Namun setelah mengikuti pelatihan, kemudian mempraktekannya dengan memanfaatkan berbagai platform digital untuk berjualan, salah satunya melalui marketplace, jangkauan pasarnya menjadi lebih luas hingga ke luar negeri. Bahkan Yosi mengaku bahwa produknya sudah sampai ke beberapa negara di Asia hingga ke Eropa.

    “Sebelumnya, saya emak-emak gaptek yang tidak paham dengan digital marketing dan sudah merasa nyaman berjualan offline. Tapi setelah ikut pelatihan, akhirnya saya paham kalau digital marketing itu penting. Seperti ketika pandemi Covid-19, kami bersyukur sekali masih bisa bertahan karena sudah menjalankan digital marketing,” kata Yosi saat ditemui di Desa Sukarara, Lombok Timur, Nusa Tenggara, Rabu (5/10/2022).

    Hal yang sama juga dirasakan oleh Satria, seorang pria paruh baya yang tidak sekolah, bahkan tingkat SD pun asal desa Sukarara ini, mendapatkan manfaat dengan mengikuti pelatihan yang digelar oleh Bakti. Produk tenun nya pun sudah sampai ke negara di Asia.

    Ya, memang Bakti tidak sekedar bangun infrastruktu saja, tetapi juga melatih dan membangun ekosistem digital di masyarakat sekitar tempat nya membangun. Namun, tidak mudah. Perlu melakukan pendampingan mulai dari 3-6 bulan hingga masyarakat nya pun bisa melakukan transformasi digital.

    “Yang kami tidak bisa sendirian untuk membangun ekosistem digital. Perlu ada bantuan dari pihak-pihak lain untuk mendukung. Salah yang dilakukan oleh Bakti adalah menggandeng Asosiasi lakukan ini bukan hanya  E-Commerce Indonesia atau Idea dan menghasilkan 40 kurikulum yang bisa disesuaikan dengan segmen UMKM,” ujar Danny Januar, Direktur Layanan TI untuk Pemerintah dan Masyarakat Bakti Kemenkominfo.

    Itu pun, kata Danny, tidak bisa serta merta diterapkan ke suatu daerah. Tetap perlu ada penyesuaian dengan kondisi lokal.

    Untuk di desa Sukarara, Bakti tidak hanya melakukan pelatihan digital saja tetapi juga mengadakan pelatihan bahasa Inggris untuk 500 warga dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata untuk menghadapi pemulihan sektor ini yang mulai terlihat.

    Bakti sendiri di NTB sedang membangun,52 BTS baru. Nah, 24 BTS sudah on air, plus dan 55 merupakan BTS lama yang sudah beroperasi. Jadi total ada 107 BTS. Dan, semua nya sudah berteknologi 4G. (Icha)

  • Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 94 Kecamatan di Sulawesi Tengah

    Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 94 Kecamatan di Sulawesi Tengah

    Telko.id – Terus perluas infrastruktur jaringan, khusus di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam kurun waktu setahun terakhir, XL Axiata gencar membangun jaringan 4G, antara lain sekitar 98 BTS 4G, hingga ke wilayah pelosok-pelosok pedesaan yang sebelumnya belum terjangkau.

    Dari total kecamatan yang ada di provinsi tersebut, 54 % di antaranya atau 94 kecamatan, dengan total sekitar 1.085 desa telah terlayani jaringan 4G.

    “Trafik data di seluruh Sulteng terus meningkat hingga 58% dalam satu tahun terakhir. Trafik meningkat artinya permintaan pelanggan dan masyarakat atas layanan kami juga meningkat. Hal ini juga bisa diartikan bahwa pelanggan juga merasa puas dengan layanan XL Axiata,” kata Dodik Ariyanto, Group Head XL Axiata East Region.

    Itu sebabnya, XL Axiata harus terus menjaganya dengan terus membangun jaringan 4G, baik untuk meningkatkan kualitas layanan, maupun untuk perluasan ke area-area yang memang baru dan memiliki potensi besar.

    Dodik menambahkan, membangun jaringan di area Sulawesi bukanlah hal mudah. Selain secara geografi berat, secara bisnis menembus pasar dan meraih kepercayaan masyarakat di wilayah ini juga tidak ringan.

    Meski demikian, menurutnya, XL Axiata tidak pernah menyerah. Berbagai cara dilakukan agar bisa ikut memberikan layanan telekomunika dan data di wilayah ini. Pembangunan jaringan yang memerlukan biaya besar merupakan investasi jangka panjang, baik secara bisnis maupun sosial.

    Untuk meningkatkan kualitas jaringan, XL Axiata juga terus melakukan fiberisasi jaringan. Secara teknis, fiberisasi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, agar kenyamanan pelanggan juga semakin meningkat. Hingga saat ini, fiberisasi di Sulteng telah menjadi 23 % dari total BTS yang ada di wilayah tersebut.  Jaringan XL Axiata di Sulteng memanfaatkan satelit dan jaringan kabel fiber optik.

    Saat ini jaringan XL Axiata untuk area Sulteng ditopang sekitar 950 BTS, termasuk sekitar 500 BTS 4G. Di seluruh Sulteng, XL Axiata memiliki BTS 4G terbanyak di Kabupaten Kota Palu dengan jumlah sebanyak 75 unit, diikuti Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 57 unit, dan Kabupaten Sigi sebanyak sekitar 43 unit.

    Khusus di Kabupaten Banggai, dalam dua tahun terakhir, XL Axiata telah membangun sekitar 44 BTS 4G, sehingga total BTS 4G ada sekitar 44 unit. Keberadaan jaringan baru 4G di Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah ini juga merupakan implementasi atas komitmen XL Axiata untuk turut mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok daerah.

    “Kami berharap, jaringan XL Axiata di wilayah ini bisa mendorong produktivitas masyarakat sesuai tujuan pembangunan nasional,” lanjut Dodik.  

    Ya, dengan tersedianya jaringan internet yang berkualitas hingga ke pelosok negeri, termasuk di Sulteng dan Banggai, akan mempermudah peningkatan literasi digital bagi masyarakat setempat.

    Dengan begitu, adaptasi terhadap digitalisasi di semua bidang, termasuk perekonomian rakyat juga bisa dilaksanakan, setara dengan yang dilakukan masyarakat kota-kota besar. (Icha)

  • Perluasan jaringan 4G XL Axiata dan penataan jaringan 3G

    Perluasan jaringan 4G XL Axiata dan penataan jaringan 3G

    Telko.id – Perluasan jaringan 4G XL Axiata terus dilakukan seiring dengan akan dimatikannya layanan 3G yang diharapkan dapat selesai hingga akhir tahun 2022 ini.

    Untuk meningkatkan ketersediaan jaringan 4G, upaya yang dilakukan XL Axiata antara lain berupa perluasan cakupan jaringan 4G untuk menjangkau lebih banyak populasi di kota/kabupaten di seluruh Tanah Air dengan menambahkan BTS 4G LTE900.

    Selain itu, juga dilakukan adopsi inovasi-inovasi teknologi terbaru, seperti teknologi LTE for backhaul dan solarcell, yang memungkinkan perluasan jaringan 4G dan pemerataan broadband secara lebih maksimal hingga ke area-area pelosok.

    Sampai saat ini, XL Axiata telah memperluas jaringan 4G hingga 463 kota, yang ditopang sekitar 88 ribu BTS 4G VoLTE. Sekitar 46% BTS XL Axiata telah terfiberisasi dengan hampir 130 ribu kilometer kabel fiber terbentang di seluruh Indonesia. Pada tahun 2022, XL Axiata menargetkan tambahan 12.000 BTS LTE900 di 343 kota.

    XL Axiata terus memperluas jangkauannya hingga area terluar untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemerataan ekonomi digital. Bekerja sama dengan BAKTI, XL Axiata menyediakan layanan telekomunikasi broadband 4G untuk 132 desa di Sumatera dengan kategori wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

    Sementara itu, untuk wilayah non-3T, XL Axiata berkoordinasi dengan KOMINFO, telah menghadirkan layanan broadband 4G pada 285 dari 861 desa yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Pembangunan di seluruh area non-3T yang menjadi kewajiban XL Axiata ditargetkan selesai di akhir tahun 2022.

    XL Axiata juga melakukan penataan ulang teknologi 3G (sunset) untuk meningkatkan kualitas jaringan dan layanan broadband. Hal ini sekaligus guna mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan efisiensi spektrum untuk jaringan data.

    “Hingga akhir semester 1 2022, penghentian layanan 3G telah dilakukan di 343 kota/kabupaten dan telah dilakukan penambahan kapasitas LTE sebanyak 15%,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata dalam konferensi pers virtual, Kamis, 11 Agustus 2022.

    Seiring dengan aktivitas 3G sunset tersebut, XL Axiata juga telah mengaktivasi layanan VoLTE. Trafik layanan VoLTE ini telah tumbuh sekitar 60% sepanjang tahun 2021.

    Pertumbuhan penggunaan yang cukup pesat tersebut sekaligus menandakan semakin meningkatnya kenyamanan pelanggan dengan layanan VoLTE, yang antara lain didukung kualitas jaringan yang terus meningkat. (Icha)

  • Upgrade 3G ke 4G/LTE Telkomsel Masuk Tahap 3

    Upgrade 3G ke 4G/LTE Telkomsel Masuk Tahap 3

    Telko.id – Telkomsel telah memasuki tahap ketiga proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE yang menargetkan 143 kota/kabupaten secara bertahap dan terukur pada bulan Juli ini dari target 504 kota/kabupaten wilayah Indonesia sepanjang tahun 2022.

    Tahap pertama sendiri telah selesai dilakukan pada Maret hingga Mei 2022 di 86 kota/kabupaten, tahap kedua selesai dilakukan pada Juni 2022 di 91 kota/kabupaten.

    Sedangkan untuk tahap empat akan diinformasikan lebih lanjut, menyesuaikan kesiapan ekosistem 4G secara keseluruhan.

    Langkah strategis Telkomsel ini juga sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI kepada Telkomsel untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pelanggan dalam mendapatkan pemerataan dan kesetaraan akses jaringan broadband yang akan semakin mengakselerasi adopsi dan adaptasi gaya hidup digital melalui pemanfaatan teknologi telekomunikasi terdepan yang lebih inklusif.

    “Telkomsel memastikan tetap menjaga kenyamanan seluruh pelanggan dalam mengakses jaringan broadband terdepan dari Telkomsel selama rangkaian proses upgrade jaringan masih berjalan sampai dengan selesai,” kata Nugroho, Direktur Network Telkomsel.

    Agar terus bertambah migrasi pelanggan ke uSIM 4G/LTE, Telkomsel pun menghadirkan kemudahan melalui ragam opsi mekanisme yang luas, baik secara online maupun offline, serta didukung beragam penawaran program menarik.

    “Kami berharap proses upgrade jaringan 3G ke 4G/LTE dan percepatan migrasi pelanggan dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat sampai pelosok negeri dalam mengoptimalkan berbagai potensi diri untuk berkembang dan maju, melalui pemanfaatan teknologi akses broadband berteknologi digital terdepan dari Telkomsel,” ujar Nugroho menambahkan.

    Hingga tahap kedua proses upgrade jaringan dari 3G ke 4G/LTE berlangsung, Telkomsel mencatatkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang melakukan migrasi ke uSIM 4G, yakni sebanyak 500 ribu pelanggan perbulan.

    Peningkatan tersebut tak terlepas dari rangkaian inisiatif Telkomsel dalam menghadirkan beragam program dan produk menarik, diantaranya menghadirkan paket kuota data 4G yang terjangkau seperti kartu perdana dan paket internet SeruMAX dengan kuota data hingga 138GB (untuk pelanggan di wilayah Pulau Jawa, Bali dan Lombok).

    Selain itu juga menghadirkan Paket BundlingMAX dengan harga Rp 75 ribu mendapatkan kuota internet 16GB untuk pelanggan Telkomsel PraBayar baru yang bundling langsung dengan smartphone baru pilihan.

    Untuk pelanggan eksisting yang telah melakukan migrasi (upgrade) ke device 4G berhak mendapatkan paket BundlingMax 4G dengan kuota 96GB dengan harga Rp 60 untuk 6 bulan dan tambahan kuota hingga 30GB jika pelanggan melakukan  migrasi atau penukaran kartu non-4G ke kartu 4G (uSIM), baik dengan nomor yang sama maupun dengan nomor baru.

    Operator ini juga menghadirkan program bundling smartphone 4G sebagai salah satu upaya untuk membuka peluang lebih luas bagi pelanggan yang terkendala karena belum memiliki device yang mendukung jaringan 4G agar bisa bermigrasi.

    Melalui program bundling smartphone 4G, Telkomsel menghadirkan ragam pilihan smartphone terjangkau yang telah mendukung akses jaringan 4G untuk dipilih pelanggan, seperti Samsung, Nokia, Advan, Oppo, Vivo dan lainnya.

    Telkomsel menghadirkan program bundling smartphone 4Gdengan varianSamsung Galaxy A Series dan Galaxy M Series khusus di platform Blibli.com. Saat ini, Telkomsel mencatat adanya persentase peningkatan jumlah device yang bermigrasi ke 4G sebanyak 46 persen.

    Meningkatnya jumlah pelanggan yang bermigrasi ke 4G juga tak terlepas dari upaya Telkomsel dalam memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin menukarkan atau mengganti kartu non-4G ke uSIM 4G.

    Di antaranya pelanggan dapat memanfaatkan mekanisme online dengan mengakses mitra e-commerce (Shopee, Tokopedia, Bukalapak, JD.ID), serta memanfaatkan layanan GraPARI Online melalui tsel.me/graparionline.

    Pada mekanisme online, pelanggan dapat merasakan manfaat lebih karena kartu uSIM 4G akan diantarkan langsung ke alamat tujuan pelanggan. Untuk informasi bantuan terkait proses ganti kartu, pelanggan dapat mengakses layanan informasi Telkomsel pada akun resmi media sosial Facebook dan Twitter Telkomsel dan Virtual Assistant (VA) Telkomsel.

    Sementara untuk mekanisme offline, pelanggan dapat langsung mengunjungi GraPARI atau layanan MyGraPARI terdekat. Seluruh pelanggan selama proses migrasi ke uSIM 4G dan pada saat registrasi uSIM harus dipastikan bahwa seluruh data diri sesuai identitas Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) yang tercantum pada KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK).

    Pelanggan bisa melakukan pengecekan kesesuaian identitas diri di *444# dan jika terdapat ketidaksesuaian, pelanggan diharapkan terlebih dahulu melakukan registrasi ulang dengan cara mengetik ULANG<spasi>NIK#Nomor KK# kirim SMS ke 4444.

    Telkomsel senantiasa terus mengajak seluruh pelanggan yang masih menggunakan layanan 3G agar segera melakukan migrasi atau beralih ke layanan 4G/LTE untuk dapat menikmati pengalaman akses broadband yang prima melalui berbagai layanan serta beragam keuntungan yang ditawarkan dari Telkomsel.

    Pelanggan juga dapat merasakan pengalaman panggilan suara berkualitas HD sambil menikmati akses internet baik itu browsing, bermain gamevideo streaming, secara bersamaan dengan menggunakan layanan VoLTE Telkomsel.

    Saat ini, layanan VoLTE Telkomsel sudah tersedia di lebih dari 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, dan dapat digunakan di lebih dari 100 tipe smartphone.

    Bagi pelanggan yang ingin melakukan migrasi ke uSIM 4G bisa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap ketersediaan jaringan 4G di wilayahnya dan dukungan 4G pada perangkat yang digunakan.

    Pengecekan dapat dilakukan dengan mudah melalui USSD Menu Browser (UMB) di *888*47#. Proses upgrade jaringan 3G ke 4G dilakukan secara bertahap dan terukur sampai dengan akhir tahun 2022.

    “Dengan berbagai plan dan persiapan yang telah dilakukan Telkomsel sejak 2021 lalu, kami optimis dapat menyelesaikan proses upgrade jaringan sesuai dengan target, yaitu menuntaskan di 504 kota/kabupaten wilayah Indonesia sepanjang tahun 2022,” pungkas Nugroho.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel sebagai connectivity enabler untuk mengakselerasi transformasi digital masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan melalui dukungan pemerataan infrastruktur jaringan broadband terdepan hingga pelosok negeri. (Icha)