Kategori: XLSMART

  • Lewat Adreach, XL Ingin Rangkul Lebih Banyak UKM

    Lewat Adreach, XL Ingin Rangkul Lebih Banyak UKM

    Telko.id – Salah satu lini bisnis digital XL Axiata, yakni AdReach mulai menuai hasil dari kerja kerasnya sejak tahun 2012 lalu. Hal tersebut tergambar dari jumlah pertumbuhan AdReach yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Untuk tahun ini saja, jumlah pertumbuhan Adreach telah menyentuh angka 120% bila dibandingkan dengan tahun lalu. Semakin baiknya kualitas internet serta perubahan tren pada end user dalam menggunakan internet menjadi salah satu stimulus dari pertumbuhan Mobile Advertising ini.

    Saat ini, Adreach tidak hanya berkonsentrasi pada brand-brand raksasa sebagai kliennya. Dengan total 3000 brand saat ini, AdReach juga menyasar sektor UMKM untuk ikut bergabung ke dalam 3000 klien tersebut.

    UKM sendiri merupakan salah satu target klien dari AdReach, dan sudah tersedia solusi khusus yang terjangkau bagi UKM untuk beriklan. Adreach juga sudah bekerja sama dengan beberapa komunitas untuk membantu UKM dalam beriklan. Sebagai contoh, Komunitas Tangan di Atas (TDA), HIPMI, Bank Perkreditan Rakyat, dan Gopher(periklanan Google). Kontribusi UKM di dalam bisnis AdReach secara kesuluruhan adalah sebesar 10%.

    Tingginya harga iklan di media elektronik seperti TV menjadi salah satu keunggulan Adreach untuk menyasar sektor bisnis ini. Dengan menawarkan tarif iklan yang lebih murah serta menghadirkan konsumen yang tertarget, Adreach akan menjadi solusi advertising yang tepat bagi para pelaku bisnis UKM di Indonesia.

    Direktur Digital Service XL, Ongki Kurniawan mengungkapkan, “Dengan mengkombinasikan antara keunggulan teknologi telekomunikasi dengan sosial media, kami dapat mempertajam profiling segmen untuk menjadi target.”

    Ia menambahkan, Adreach juga akan terus mengembangkan solusi iklan digital yang semakin efektif untuk mencapai ‘objektif’ dari para brand yang menjadi kliennya.

    Ongki menyebut beberapa keunggulan pada layanan AdReach XL. Di antaranya adalah AdReach dapat mengetahui siapa yang akan disasar, waktu yang disesuaikan dengan objective brand, serta hasil lebih effektif yang dapat diukur dan dianalisis. Selain itu, AdReach mempunyai keunggulan dalam inovasi solusi, yang sesuai dengan objective brand dan menggabungkan solusi media mobile dengan media social, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

    XL melihat peluang bisnis iklan digital ke depan sangat besar terutama karena behavior pelanggan sampai dengan saat ini semakin tergantung dengan media mobile atau ponsel. Karena itu, ponsel dapat menjadi media yang sangat efektif dan mampu membangun engagement yang baik dengan target pasar. Selain hal-hal yang terkait dengan regulasi, tantangan pada bisnis ini adalah menyangkut masalah adopsi industri terhadap media digital, kebiasaan pelanggan, dan perkembangan teknologi.

    Sepanjang tahun 2015 ini, AdReach berhasil mengembangkan layanan terhadap brand dengan peningkatan sebanyak 300% pada jumlah brand yang dilayani di di 2015.

    Ke depannya, Ongki menyebut bahwa pada tahun 2020 sekitar Rp 91 Triliun adalah pendapatan untuk industri digital ini dan mobile digital setidaknya memiliki porsi sekitar 60 % dari total Rp 91 Triliun tersebut. [ak/if]

  • Tahun Depan, XL Targetkan Revenue Adreach Naik Dua Kali Lipat

    Tahun Depan, XL Targetkan Revenue Adreach Naik Dua Kali Lipat

    Telko.id – Bisnis digital service saat ini menjadi salah satu bisnis yang sedang berkembang. Koneksi internet yang cepat sekaligus perubahan kecenderungan para pengguna semakin mempertegas pesatnya bisnis ini.

    Salah satu bagian dari bisnis digital yakni Mobile Advertising juga berpeluang untuk meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Dan itu diakui oleh operator, salah satunya XL Axiata.

    Di tubuh XL Axiata sendiri, hadirnya layanan 4G LTE akan menjadi momentum untuk mendorong kinerja di mobile advertising perusahaan, yakni Adreach. Adreach sendiri sejatinya telah hadir menjadi lini bisnis XL sejak tahun 2012 lalu.

    Direktur Digital Service XL, Ongki Kurniawan menyebutkan, “Visi kami dalam menyelenggarakan layanan  Mobile Advertising adalah menjadi media bebas yang dapat melayani berbagai brand secara end to end,” tuturnya.

    Ia menambahkan, untuk tahun ini pertumbuhan dari Adreach sekitar 120 persen bila dibandingkan tahun lalu.

    Sebagai informasi, beberapa brand terkenal seperti Samsung, Asus, Unilever serta Castrol juga tergabung dalam 3000 brand yang menggunakan jasa Adreach dari XL sampai dengan tahun ini.

    Sementara itu, Pihak XL juga menargetkan di tahun depan jumlah pendapatan mereka akan meningkat setidaknya di atas 100 persen bila dibandingkan dengan tahun ini.

    Angka itu terasa rasional, bila melihat dari peningkatan perilaku pengguna terhadap konsumsi streaming video melalui smartphone di tahun depan. Ongki memprediksi ada peningkatan sekitar 50 persen pengguna mengkonsumsi video streaming dari mobile mereka. Semakin baiknya kualitas internet di Indonesia disebut-sebut sebagai alasannya.

    Hal ini tentunya menjadi peluang bagi Adreach untuk menambah pendapatan mereka di tahun 2016 mendatang.

    Tidak ada target khusus terkaait jumlah brand yang ke depannya, namun perusahaan akan tetap membuka peluang dan kesempatan untuk menjaring brand baru. Sementara mengenai strategi sendiri, Adreach masih akan fokus pada sosialisasi serta edukasi kepada para brand serta UKM.

    “Kami juga sangat terbuka terhadap OTT lokal untuk bermitra bersama kami agar mampu bersaing dengan OTT luar,” pungkas Ongki kepada tim Telko.id saat ditemui di Jakarta, Senin (30/11). [ak/if]

  • XL ‘Ngebut’ dan Sudah Komersialkan 4G LTE di 11 Kota

    XL ‘Ngebut’ dan Sudah Komersialkan 4G LTE di 11 Kota

    Telko.id – Bak mobil yang berada di arena balap, begitu lampu hijau menyala, langsung tancap gas demi memenangkan pertandingan. XL pun tidak mau menunggu lama-lama. Begitu penataan frekuensi di 1800 Mhz selesai dan dapat lampu hijau dari pemerintah untuk komersialkan 4G LTE, XL langsung ngebut. Baru dalam kurun waktu satu minggu, XL sudah menambah 11 kota lagi untuk diberikan layanan 4G LTE nya.

    “Kami tidak mau masyarakat menunggu terlalu lama untuk dapat menikmati layan 4G karena internet cepat sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas. Apalagi, pemerintah juga mengharapkan ketersediaan layanan ini untuk mempercepat pembangunan di berbagai daerah,” ujar Yessie d. Yosetya menjelaskan.

    Yessie menambahkan, saat ini XL juga sudah melakukan perubahan penggunaan alokasi frekuensi 4G LTE untuk kota Bogor dan Medan  dari sebelumnya frekuensi 900 MHz menjadi 1800 MHz untuk meningkatkan kualitas layanan (speed). Kami berharap layanan 4G LTE yang kami sediakan tersebut bisa membantu masyarakat di kota-kota tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan perkembangan ekonomi di daerah”.

    Penambahan wilayah layanan XL 4G LTE secara komersial yang mencakup 11 kota tersebut meliputi Pekanbaru, Batam, Palembang, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pacitan, Madura, Banjarmasin, dan Manado. Penambahan layanan 4G LTE ke berbagai daerah tersebut memungkinkan dilakukan karena XL sudah menyiapkan infrastruktur dan teknologi sejak jauh-jauh hari. Karena itu pula, XL selalu langsung bisa mengkomersialkan layanan di satu kota besar begitu proses penataan frekuensi 1800MHz sudah selesai di suatu wilayah.

    XL juga telah menyediakan ekosistem yang lengkap di kota-kota tersebut. Ekosistem yang tersedia akan memudahkan pelanggan beralih ke layanan 4G LTE. Pelanggan dengan mudah bisa mendapatkan paket bundling layanan XL 4G LTE dengan ponsel pintar berbagai tipe baik low end ataupun high end termasuk pula dengan cicilan harga yang terjangkau dan bervariasi. Begitu juga, sejak awal 2015 lalu XL telah menyelenggarakan program-program yang memudahkan pelanggan untuk beralih ke layanan 4G. kartu SIM XL kini tersedia di pasar juga sudah 4G ready.

    XL juga menyelenggarakan berbagai program kemudahan lain, seperti program Tabungan Kuota 4G. Program ini menawarkan manfaat berupa tabungan kuota data 4G yang bisa dipakai saat layanan 4G tersedia.  Hanya dengan melakukan pembeliaan Paket Hotrod 4G, pelanggan akan memperoleh bonus kuota 4G secara langsung dan jika tidak digunakan, kuota ini dapat diakumulasi ke bulan berikutnya.

    Meski terus memperluas wilayah layanan, namun XL juga berfokus pada kualitas layanan, agar layanan internet cepat ini benar-benar bisa memenuhi ekspektasi pelanggan dan masyarakat, terutama agar manfaat dari kehadiran teknologi ini bisa meningkatkan produktifitas penggunanya. XL memprediksi, begitu layanan  internet super cepat 4G LTE hadir di Indonesia, maka tuntutan pasar akan juga berubah.

    Para pelanggan dan pengguna layanan mobile internet akan menghendaki kualitas yang benar-benar prima agar mereka bisa menikmati dan memanfaatkan layanan data secara maksimal. Akses pada layanan yang bersifat visual, terutama video akan terus meningkat. Video akan menjadi format layanan data untuk berbagai keperluan, baik untuk edukasi, promosi, presentasi, hingga hiburan.

    Karena itulah, sejak awal XL mengambil pendekatan untuk langsung membangun layanan 4G LTE dengan standar mampu menghadirkan layanan “Extreme HD 360° Video”. Video ini menghadirkan tayangan yang tidak biasa. Sudut pandang video bisa mencakup 360°, yang hanya bisa dinikmati dengan kualitas internet yang benar-benar prima, baik secara kecepatan maupun kestabilan. Jadi, jika layanan internet super cepat XL mampu menghadirkan video jenis tersebut secara baik, maka juga akan unggul dalam menghadirkan jenis layanan data dan digital lainnya. Saat ini layanan 4G XL ditopang oleh lebih dari 3.000 BTS 4G. (Icha)

  • XL Undang Para Sarjana Lanjutkan Kuliah ke Malaysia

    XL Undang Para Sarjana Lanjutkan Kuliah ke Malaysia

    Telko.id – PT. XL Axiata Tbk (XL) kembali bekerja sama dengan Yayasan Khazanah membuka program beasiswa bertajuk “Beasiswa Khazanah”. Program yang telah digelar untuk kali ketiga ini menjadi bentuk dukungan XL bagi para Sarjana untuk meneruskan kuliah ke jenjang pasca sarjana (S2) di Malaysia. Dan ini terbuka bagi setiap warga negara Indonesia yang telah menyelesaikan program sarjananya.

    Dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/11), President Direktur XL, Dian Siswarini mengatakan bahwa XL terus berkomitmen mendukung program peningkatan kualitas pendidikan generasi muda Indonesia untuk dapat bersaing secara global, serta memajukan Indonesia.

    “Kami harapkan program beasiswa bersama Yayasan Khazanah ini bisa menjadi jalan untuk mencetak tenaga ahli di berbagai bidang, yang siap untuk terlibat dalam pembangunan di masa mendatang,” katanya.

    Program pendaftaran dan seleksi calon peserta sendiri telah dibuka sejak Oktober 2015 lalu, dan masyarakat bisa mendaftar hingga 4 Desember 2015. Untuk dapat mengikuti program ini, syaratnya adalah sarjana S1 dengan nilai IPK minimal 3,5, latar belakang pendidikan IT atau Ilmu Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro, Matematika atau Ilmu Statistik, Teknik Industri, Marketing, Ekonomi dan Manajemen Bisnis. Maksimal berusia 27 tahun, dan mampu berbahasa Inggris dengan baik.

    Selain itu, calon penerima beasiswa harus memiliki catatan prestasi akademik yang konsisten dan luar biasa, serta kemampuan memimpin yang baik dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan sosial. Dari calon peserta yang terdaftar, nantinya akan dipilih 5 peserta terbaik yang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Pada program Beasiswa Khazanah ini tersedia beberapa program studi yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu Bisnis Administrasi, Manajemen Bisnis, Marketing, Teknologi Informatika dan Teknologi Telekomunikasi. Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di 7 universitas ternama Malaysia, yakni Multimedia Universiti, Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, Universitas Malaya, Universitas Putra Malaysia, Universitas Sains Malaysia, Universitas Tenaga Nasional dan Universiti Teknologi Malaysia. Masapendidikan selama 2 tahun.

    Untuk mengikuti program ini, calon peserta dapat mendaftarkan diri dengan mengrimkan biodata pribadi beserta dokumen pendukung lainnya, melalui email ke recruitment@xl.co.id dengan subjek “XL Khazanah Asia Scholarship 2016”.

  • XL Juga Ingin Tambahan Blok di Spektrum 2.1 Ghz

    XL Juga Ingin Tambahan Blok di Spektrum 2.1 Ghz

    Telko.id – Seperti diketahui saat ini pemerintah sedang mempersiapkan proses alokasi dua blok yang tersisa pada frekuensi 2.1 Ghz yang rencananya akan digunakan untuk proses Carier Agregation.

    Sebagai Informasi, dua blok yang tersisa kini diperebutkan oleh 4 operator yakni, Huchtison Tri, XL Axiata, Indosat Oreedo serta Telkomsel.

    Banyak kalangan yang berpendapat bahwa Telkomsel lah yang memiliki peluang paling besar untuk mendapatkan pengalokasian dari blok 11 dan 12 ini. Pada frekuensi 2.1 Ghz sendiri terdapat 12 Blok yang lebar spektrumnya masing-masing 5 Mhz dengan total 60 Mhz.

    Namun, pihak XL yang berhasil diwawancarai oleh tim Telko.id mengungkapkan keinginan mereka untuk mendapatkan tambahan blok tersisa ini.

    Dian Siswarini, CEO XL Axiata mengungkapkan, “Untuk operator spektrum itu merupakan modal yang paling besar, jadi kalau bisa mendapatkan ya sebanyak banyaknya  dan kalau ditawarkan kami pasti ingin mendapatkannya,” tuturnya saat ditemui di salah satu Hotel mewah di Jakarta Pusat.

    Dian menambahkan bahwasanya mereka lebih menginginkan untuk proses alokasi dilakukan secara lelang dikarenakan permasalahan kesiapan mereka.

    Sebagai informasi, XL saat ini memiliki 3 Blok di frekuensi 2100 Mhz dikarenakan 2 blok milik Axis telah dikembalikan ke pemerintah.

    Berbicara mengenai kemungkinan terjadinya proses refarming di frekuensi ini, Dian menyebutkan refarming sendiri sejatinya tergantung nanti siapa yang akan mendapatkan dua blok tersebut, namun Ia mengungkapkan bahwa XL sudah “Jago” untuk urusan refarming.

    Sementara itu, untuk rencana kedepan terhadap frekuensi 2100 Mhz, saat ini ftekuensi tersebut masih digunakan untuk mengaliri jaringan 3G, namun akan sangat mungkin bila menggunakan layanan 4G LTE serta Carier Agregation.

    Mengenai kapan akan dilelang, pihak XL menyerahkan semuanya kepada pemerintah dan mengaku belum tahu mengenai kapan waktu pastinya. Tergantung pemerintah, harus banyak melakukan penyusunan kembali.

  • XL Akan Alirkan 4G di 1800 Mhz ke Seluruh Pelosok Negeri

    XL Akan Alirkan 4G di 1800 Mhz ke Seluruh Pelosok Negeri

    Telko.id – Setelah selesai melakukan proses refarming pada frekuensi 1800 Mhz, XL langsung menggelar launching 4G pada frekuensi 1800 Mhz di Jakarta. XL juga menyebutkan akan mulai melanjutkan melakukan launching 4G di 1800 Mhz pada beberapa kota lainnya di Indonesia.

    Untuk kota-kota sendiri, sampai dengan saat ini tercatat telah 11 kota di Indonesia yang berjalan pada frekuensi 1800 Mhz.

    Untuk di beberapa kota lainnya, Dian Siswarini selaku CEO XL mengungkapkan akan mulai menggelar 4G pada frekuensi 1800 Mhz di beberapa kota lainnya pada bulan Desember mendatang.

    Nantinya, seluruh titik 4G milik XL akan menggunakan frekuensi 1800 Mhz untuk melayani semua pengguna mereka di wilayah Indonesia.

    Dian mengungkapkan, “Untuk waktu dekat ini target kami adalah 4G di frekuensi 1800 Mhz akan mengcover sebanyak 35 kota di Indonesia dan semua kota nantinya akan menggunakan frekuensi 1800 Mhz yang mulai dilakukan pada bulan Desember mendatang,” ungkapnya pada tim Telko.id

    Dian menambahkan, alasan mereka melakukan migrasi 4G ke frekuensi 1800 Mhz dikarenakan mereka memiliki pita frekuensi yang cukup lebar, sehingga dapat memberikan layanan internet yang lebih baik bila dibandingkan dengan frekuensi 900 Mhz.

    Ia menambahkan, “Kami telah melakukan ujicoba 4G di frekuensi 900 Mhz dan ternyata hasilnya tidak terlalu bagus sehingga kami akan mengganti semuanya ke frekuensi 1800 Mhz,” tambahnya.

    Berbicara mengenai tarif, Dian menyebutkan sampai dengan saat ini XL masih menggunakan tarif yang sama dengan 3G dan akan memberikan berbagai promo dalam masa perkenalan dengan para pelanggan. Hal ini juga disinyalir sebagai trik dari XL untuk menggaet banyak pelanggan di jaringan 4G.

  • Akhir nya XL 4G LTE Masuk Jakarta

    Akhir nya XL 4G LTE Masuk Jakarta

    Telko.id – Seiring dengan selesainya proses penataan ulang frekuensi 1800 Mhz, operator ini pun langsung menggelar layanan 4G LTE di Jakarta.

    Presiden Direktur XL, Dian Siswarini mengatakan, “Akhirnya kami meresmikan komersialisasi layanan 4G LTE secara nasional termasuk Jakarta. Sengaja kami tak menunda-nunda lagi mengingat kebutuhan masyarakat dari berbagai kalangan untuk segera bisa memanfaatkan internet super cepat guna membantu meningkatkan produktivitas mereka. Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung upaya XL menyelenggarakan layanan 4G LTE di Ibu Kota ini, termasuk kepada Kementerian Komunikasi & Informatika, dan juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.”

    Menurut Dian, sejak mulai mengimplementasikan layanan 4G LTE, XL langsung memutuskan untuk lebih mengutamakan sisi kualitas. Karena itu tanpa mengabaikan perluasan wilayah layanan 4G, XL juga terus berusaha menghadirkan layanan internet 4G LTE yang memberikan kecepatan dan kenyamanan bagi penggunanya. XL kini menghadirkan layanan internet 4G LTE tercepat yang benar-benar berkualitas dan stabil, dengan kecepatan hingga 150 Mbps. Dengan demikian, manfaat dari teknologi ini secara maksimal akan didapatkan masyarakat.

    Karena pertimbangan kualitas dan kenyamanan tersebut, sejak awal XL mengambil pendekatan untuk langsung membangun layanan 4G LTE dengan standar yang mampu menghadirkan layanan “Extreme HD 360° Video”. Video ini menghadirkan tayangan yang tidak biasa. Sudut pandang video bisa mencakup 360°, yang hanya bisa dinikmati dengan kualitas internet yang benar-benar prima, baik secara kecepatan maupun kestabilan. Jadi, jika layanan internet super cepat XL mampu menghadirkan video jenis tersebut secara baik, maka juga akan unggul dalam menghadirkan jenis layanan data dan digital lainnya.

    XL yakin, begitu layanan  internet super cepat 4G LTE hadir di Indonesia, maka tuntutan pasar akan juga berubah. Para pelanggan dan pengguna layanan mobile internet akan menghendaki kualitas yang benar-benar prima agar mereka bisa menikmati dan merasakan kenyamanan memanfaatkan layanan data secara maksimal. Akses pada layanan yang bersifat visual, terutama video akan terus meningkat. Video akan menjadi format layanan data untuk berbagai keperluan, baik untuk edukasi, promosi, presentasi, hingga hiburan. Kecepatan layanan 4G LTE XL antara lain telah mendapatkan pengakuan dari hasil laporan survey OpenSignal, September 2015 lalu. Hasil survey tersebut menyebut, untuk wilayah Indonesia, operator XL Axiata dianggap memiliki layanan tercepat dalam penyediaan layanan Internet dengan teknologi LTE.

    Pengembangan wilayah layanan dan jaminan atas kualitas layanan internet yang prima tersebut selanjutnya menjadi landasan bagi XL dalam mengimplementasikan berbagai program dalam mendukung Rencana Pitalebar Indonesia (Indonesia Broadband Plan). Program-program ini bersifat implementasi atas pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi atas persoalan sosial masyarakat. XL bekerjasama dengan pemerintah daerah di berbagai penjuru tanah air dalam implementasinya. Beberapa program di antaranya adalah mFish, XmartCity, dan XmartVillage.

    Dia mengatakan, “Melalui program-program tersebut, kami hendak menunjukkan secara langsung kepada masyarakat Indonesia manfaat yang bisa diraih dari keberadaan internet cepat dan teknologi digital. Kami melakukannya untuk ikut menyiapkan masyarakat Indonesia menuju era digital, agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen belaka, namun juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup.”

    Masyarakat Makin Mudah Beralih Ke 4G LTE

    Untuk semua wilayah 4G LTE ini, XL mempersiapkan kualitas jaringan secara khusus, termasuk juga program layanan yang semakin mempermudah pelanggan dan masyarakat untuk bisa segera memanfaatkan layanan 4G LTE. Dian menegaskan, semua itu tidak terlepas dari keberadaan kota-kota tersebut khususnya Jakarta sebagai pusat atas berbagai aktivitas di Indonesia.

    Pada tahap awal komersial ini, layanan 4G LTE di Jakarta telah bisa dinikmati di semua wilayah DKI Jakarta, dan juga wilayah sekitarnya yaitu Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cibubur, Cikarang, Cibinong, Dramaga – Bogor, Puncak – Cisarua, Karawaci, dan Cikupa. Tidak kurang dari 1.577 BTS 4G mendukung layanan di Jabodetabek ini. Secara bertahap, XL akan terus memperluas layanan 4G LTE di Jakarta dan sekitarnya dengan terus menambah infrastruktur pendukungnya. XL mentargetkan pada tahun 2016 hampir seluruh wilayah Jabodetabek sudah akan ter-cover dengan layanan 4G LTE.

    Saat ini, di Jakarta, pelanggan dengan mudah bisa mendapatkan paket bundling layanan 4G XL dengan ponsel pintar berbagai tipe baik low end ataupun high end termasuk pula dengan cicilan harga yang terjangkau dan bervariasi. Begitu juga, sejak awal 2015 lalu XL telah menyelenggarakan program-program yang memudahkan pelanggan untuk beralih ke layanan 4G. kartu SIM XL kini tersedia di pasar juga sudah 4G ready.

    XL juga menyelenggarakan berbagai program kemudahan lain, seperti program Tabungan Kuota 4G. Program ini menawarkan manfaat berupa tabungan kuota data 4G yang bisa dipakai saat layanan 4G tersedia. Untuk mendapatkannya sangat mudah, yaitu hanya dengan melakukan pembeliaan Paket Hotrod 4G, pelanggan akan memperoleh bonus kuota 4G secara langsung dan jika tidak digunakan, kuota ini dapat diakumulasi ke bulan berikutnya.

    Untuk semakin mempermudah masyarakat dan pelanggan XL beralih ke layanan internet super cepat 4G LTE, XL kembali meluncurkan sejumlah program. Dua di antaranya adalah program HotRod Gadget Super Deal dan Triple Bonus Quota 4G. Program HotRod Gadget Super Deal berupa lelang gadget 4G LTE dengan harga penawaran mulai dari Rp 99 ribu. Program ini bertujuan memudahkan pelanggan mendapatkan gadget 4G secara terjangkau, dan paket HotRod Rp 100 ribu dengan normal quota 4.5GB mendapatkan extra quota 10GB menjadi 14.5GB. Merek ponsel 4G yang ditawarkan dalam lelang ini antara lain dari Samsung, Xiaomi, dan Lenovo. Lelang berlangsung mulai 17- 22 November 2015 di Mall Ambassador, Jakarta Selatan.

    Sementara itu untuk program Triple Bonus Quota 4G berupa bonus kuota hingga 3 kali lipat untuk pembelian paket “HotRod 24 jam” dengan nominasi Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Keuntungan yang ditawarkan kepada pelanggan adalah kuota lebih besar dari paket yang biasa tersedia di menu UMB *123*7*4#. Di mana untuk denominasi Rp 100 ribu, XL memberikan kuota 14.5GB (4.5 Kuota utama plus 10GB kuota bonus) yang bisa digunakan di jaringan 3G dan 4G. Dengan begitu pelanggan bisa merasakan pengalaman internetan di jaringan XL dengan kecepatan tinggi  kapan pun tanpa batasan jaringan dan waktu.

    Sebelumnya XL telah menggelar layanan 4G secara komersial di Medan, Bogor, Yogyakarta, Mataram, Denpasar, Surabaya dan Bandung. Pada hari ini, XL meluncurkan layanan internet cepat 4G LTE di Jakarta. Hingga akhir November 2015 ini, XL juga akan mengkomersialkan layanan 4G LTE di 11 kota lainnya, yaitu Pekanbaru, Batam, Palembang, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pacitan, Madura, Banjarmasin, dan Manado. Selanjutnya, hingga akhir tahun nanti, XL berharap bisa menambah lagi layanan internet super cepat ini di 16 kota. Dengan demikian, secara nasional, hingga akhir tahun nanti ada sekitar 35 kota yang telah terlayani layanan internet XL 4G LTE tercepat nasional dari XL. Saat ini layanan 4G XL ditopang oleh lebih dari 3.000 BTS 4G. (Icha)

  • XL Perkiraan, Tahun 2020 trafik 2G Semakin Banyak Beralih

    XL Perkiraan, Tahun 2020 trafik 2G Semakin Banyak Beralih

     

    Tidak dapat dipungkiri, masih banyak kendala yang muncul ketika layanan 4G LTE digelar oleh para operator. Selain device yang 4G masih mahal, masyarakat pun masih belum paham betul keuntungan dan kenikmatan layan 4G ini.

    Persoalan pelanggan 2G yang masih mendominasi para operator ini memang cukup pelik. Pasalnya, untuk tetap menjadi kualitas layanan 2G, operator paling tidak harus mengeluarkan effort yang besar. Setidak nya 50% cost servernya jika dibandingkan dengan maintenance 3G dan 4G. Selain itu, edukasi 4G juga masih sangat kurang sehingga masih banyak yang belum pindah ke 3G maupun 4G.

    “Saya ingin nya, pelanggan XL yang menggunakan 2G bisa langsung loncat menggunakan layanan 4G LTE kami, “ ujar Dian Siswarini, Direktur Utama XL Axiata menjelaskan. Pasalnya, investasi 4G LTE ini jauh lebih efektif. Itu sebabnya, kini, setiap program 4G LTE akan dilakukan di pusat-pusat handphone. Dengan demikian, diharapkan para pelanggan dapat pindah ke 4G LTE jauh lebih cepat lagi. ‘’

    XL harus lebih cermat membaca kebutuhan pelangganya. Masalahnya, kuota sudah tidak menjadi issue utama lagi. Itu sebabnya, XL mencoba dengan menawarkan paket-paket jualannya. Misalnya, dengan menjual paket aplikasi. Seperti paket music, paket viceo

    Tidak bisa asal jualan. Itu sebabnya, setelah dipelajari lebih dalam, jualan LTE ini harus berdaskan konten base. Penjualan dengan paket yang didalamya terdapat konten aplikasi atau yang lain.

    Ke depan, XL akan mulai menggunakan LTE carrier aggregator sehingga akan lebih mudah dalam memaksimalkan frekuensi yang dimilikinya. Namun, Carrier aggregator ini masih bisa diimplementasikan karena handset atau smartphone para pelanggan juga harus support beragam frekuensi. “Perkiraan saya, baru 2 sampai 3 tahun mendatang smartphone yang mendukung beragam frekuensi banyak beredar di pasar,” ujar Dian menjelaskan. (Icha)

     

  • Trik XL Optimalkan Teknologi 4G LTE di Jakarta

    Trik XL Optimalkan Teknologi 4G LTE di Jakarta

    Telko.id – Gedung yang menjulang tinggi, perubahan okupasi gedung-gedung, mall dan apartemen di Jakarta menjadi sebuah tantangan sendiri bagi operator yang ingin memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan. Masalahnya, tidak semua dapat dipukul rata cara penangannya. Perlu ada arsitektur jaringan yang cerdas, pintar dan efektif sehingga implementasi jaringan yang digelar pun memberikan revenue yang baik bagi perusahaan.

    Itu sebabnya, XL Axiata harus pintar mendesign jaringan yang dimiliki agar kebutuhan para pelanggannya dapat dipenuhi. “Pada tahap awal, Jakarta, secara general sudah digelar BTS 4G LTE. Pada tahap berikut nya setelah ada evaluasi akan mulai ditambah dengan Radio Remote Unit,” ujar Budi Harjono, Vice President Network Planning XL menjelaskan.

    Fungsi dari Radio remote Unit adalah untuk membantu perluas jangkauan sinyal 4G LTE. RRU ini akan sangat bermanfaat jika diimplemntasikan pada wilayah yang padat oleh gedung-gedung tinggi. Di mana, sinyal BTS tidak sanggup untuk menembus tembok dari gedung tinggi.

    Berikutnya, jika masih juga kurang mampu memberikan kenyamanan pada para pelanggan, makaXL Axiata akan menambahkan dengan Hi-gain Antena. Fungsi nya mirip dengan RRU yakni untuk menambah coverage di daerah-daerah tentu.

    Coverage saja tentu tidak cukup. Perlu kapasitas yang cukup agar para pelanggan XL dapat menikmati layanan internet cepat atau broadband. Untuk itu, XL akan menambahkan small cell. Yang fungsi nya lebih pada meningkatkan kapasitas dari jaringan yang sudah terpasang.

    Pada tahap selanjutnya, XL sedang trial yang namanya Cloud Radio. Teknologi ini seolah-olah membuat terjadi nya sharing radio. Di mana, Cloud Radio ini akan cocok diimplementasikan pada gedung perkantoran dan apartemen. Yang profile dari penggunanya adalah siang berada di kantor dan malam baru berada di apartemen. Dengan teknologi ini sinyal seperti ‘swing’ dari perkantoran ke apartemen. Sesuai dengan jam sibuk di masing-masing tempat.

    “Nah, jika semua akses dari antenna ke pelanggan sudah bagus. Maka diperlukan yang namanya Fiber Optic yang menjadi transmisi. Jika tidak maka, sebagus apapun sinyal tetapi tidak akan maksimal dalam memberikan layanan broadband pada pelanggan ketika transmisi nya kecil. Akibatnya, kecepatan yang dirasakan oleh pelanggan pun tidak akan maksimal.,” ujar Budi menambahkan.

    Sayang, masalah fiber optic ini masih menjadi kendala dapat pemasangannya. Maklum, fiber optic ini adalah pemasangan kabel di wilayah yang ingin diperkuat oleh XL. Namun, ijin pembangunan menjadi barrier implementasi ini. Soalnya, Jakarta adalah kota pada penduduk dan pemukiman, gedung sangat rapat sehingga untuk menggali dan menanamkan kabel fiber optic menjadi kendala tersendiri. (Icha)

  • Selama Sepekan, 7 Mahasiswa Ini akan Pimpin XL

    Selama Sepekan, 7 Mahasiswa Ini akan Pimpin XL

    Jakarta – Apa jadinya jika sekelompok mahasiswa memegang posisi penting dalam sebuah perusahaan? PT XL Axiata Tbk (XL), mencoba menjawab pertanyaan tersebut, dengan menggelar sebuah program unik dan hanya satu-satunya bertajuk XL BOD Challenge. Dalam program ini, XL memberikan kesempatan langka kepada para mahasiswa untuk menjabat sebagai anggota Board of Directure (BOD)  “Direksi” perusahaan operator seluler ini.

    Dalam keterangan resminya, Minggu (15/11), Dian Siswarini mengatakan bahwa program ini merupakan cara XL untuk memotivasi kaum muda, mahasiswa, untuk berani tampil ke depan, menjadi pemimpin, dan membuat terobosan yang posistif dalam berbagai bidang di masa depan.

    Melalui program ini bukan hanya kami akan memberikan pengalaman seru, namun lebih dari itu adalah menunjukkan bahwa siapa pun bisa sukses mencapai level tertinggi dalam suatu bidang, menjadi pemimpin, dan mengabdi kepada masyarakat dan bangsanya. Tentu saja, kami BOD XL yang asli tetap akan mengerjakan tugas seperti biasanya,” katanya.

     Dian menambahkan, pendidikan kepemimpinan yang berorientasi menyiapkan anak-anak muda Indonesia untuk bisa beradaptasi dengan tantangan global di masa depan sangat urgent dilakukan dan sebarluaskan.

    Hal ini tidak lepas dari semakin terbukanya pasar ekonomi, termasuk pasar tenaga kerja dan ahli, di mana orang Indonesia harus berkompetisi secara terbuka dengan orang dari negara-negara lain dalam mengisi posisi-posisi penting di bidang non-pemerintahan di Indonesia. Apalagi, mengingat tahun depan Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah akan berlaku dan menuntut kesiapan masyarakat Indonesia dari berbagai bidang.

    Adapun ketujuh mahasiswa yang terpilih untuk memimpin XL selama sepekan tersebut adalah Yudi Ashari Putra, mahasiswa International Relation President University, akan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), Mohamad Sobree (Chief Strategic Transformation Officer)mahasiswa Electrical Engineering Universitas Teknologi Malaysia, Carrisa Mashinta (Chief Financial Officer), Finance ITBAdrian Reynaldo (Chief Digital Service Officer), Kedokteran Universitas IndonesiaMuhamad Inardy (Chief Teknology Officer) Teknik Sipil ITBDebora Valentini(Chief Commerce Officer), International Relation President Universitydan Risqiqa Doni (Chief Marketing Officer), Teknik Industri Universitas Gadjah Mada.  

    XL BOD Challenge merupakan kompetisi khusus mahasiswa dengan hadiah berupa kesempatan merasakan kursi panas BOD XL. Tahapan kompetisi ini mulai pada Februari 2015. Tidak kurang dari 2.234  mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Tanah Air mendaftar dan memperebutkan kesempatan emas menjabat sebagai direktur.

    Caranya mudah, mereka harus seorang WNI, mahasiswa aktif yang berusia 18-25 tahun, dan memiliki IPK minimal 2,85. Seleksi dilakukan secara bertahap,  termasuk harus membuat esai tertulis, serta video.

    Hampir semua fasilitas yang diperoleh seorang direktur juga mereka dapatkan, seperti mobil dinas kelas premium plus seorang sopir pribadi, pakaian kerja eksekutif, akomodasi berupa apartment, juga perjalanan dinas, termasuk ke luar negeri. Tentu saja selama di kantor, mereka juga akan mendapatkan berbagai fasilitas yang tidak didapatkan oleh karyawan biasa. Mereka bahkan mendapatkan kartu nama dengan jabatan masing-masing plus keterangan masa tugas yang sepekan.

    Selain fasilitas, para mahasiswa ini juga akan mendapatkan tugas selayaknya direksi perusahaan. Mereka akan bertemu dengan para stakeholder XL yang juga memiliki jabatan tinggi. Salah satu orang penting yang akan mereka temui adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

    Di Internal XL sendiri, mereka juga harus melakukan berbagai rapat dengan para Direktur XL yang asli, karyawan, juga para partner startegis. Karena XL adalah perusahaan dengan puluhan juta pelanggan, para “direktur magang” ini akan bertemu juga dengan pelanggan, diler pulsa, juga para relasi XL di industri telko.