Kategori: XLSMART

  • Inovasi Digital Berbasis 4G LTE Jadi Fokus XL di 2016

    Inovasi Digital Berbasis 4G LTE Jadi Fokus XL di 2016

    Telko. id – Melanjutkan agenda transformasi yang telah diterapkan sejak tahun lalu, PT XL Axiata (XL) akan fokus pada pengembangan layanan 4G LTE di tahun 2016. Hal ini sejalan dengan salah satu target perusahaan, yaitu menciptakan peluang pertumbuhan bisnis baru (re-invent). Peluang-peluang baru tersebut akan berbasis pada teknologi digital, melalui pemanfaatan layanan internet cepat 4G LTE.

    Presiden Direktur XL, Dian Siswarini  mengatakan dalam keterangan resminya, sejumlah rencana telah disiapkan XL, mulai dari penyediaan jaringan 4G LTE yang mumpuni, penyiapan ekosistem yang komplit, hingga menyiapkan sejumlah program yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan penggunaan pelanggan atas layanan data yang diharapkan.

    “Salah satu program yang kini telah mulai memasyarakat adalah kampanye marketing iinternet on, worries off’ serta ‘4G LTE on, worries off’,” katanya.

    Sebagai informasi, agenda transformasi bisnis yang dijalankan oleh XL diimplementasikan melalui strategi 3R yang telah berjalan sejak awal tahun 2015. Strategi 3R ini sendiri meliputi “Revamp, Rise & Reinvent.” Revamp, berarti mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari “volume” ke “value”), strategi distribusi serta meningkatkan profitabilitas produk. Rise, berarti meningkatkan nilai brand XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar segmen pasar yang berbeda. Sementara Reinvent, berarti membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

    Transformasi bisnis ini dilakukan XL untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya.

    Menurut Dian, langkah utamanya adalah  XL harus bisa meyakinkan pelanggan dan masyarakat bahwa layanan internet cepat 4G LTE XL adalah yang paling berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tentu saja, ini bukan hal yang mudah dan hanya cukup dikatakan, namun harus dibuktikan. Untuk itulah, XL sangat serius menyiapkan semua syarat untuk bisa meyakinkan pelanggan dan masyarakat. Dari capex atau belanja modal kurang dari Rp 7 triliun yang disiapkan untuk 2016 ini, mayoritas dialokasikan untuk mendukung bisnis layanan Data termasuk memuluskan rencana pengembangan 4G LTE.

    Langkah selanjutnya adalah, XL akan berusaha mendorong kepemilikan smartphone 4G LTE oleh pelanggan. XL berharap tahun ini pelanggannya yang menggunakan layanan 4G bisa mencapai sekitar 9 juta pelanggan atau tiga kali lipat pelanggan 4G di akhir tahun 2015.

    Dengan demikian, akan semakin mudah bagi XL untuk membuktikan sekaligus memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan atas tersedianya layanan internet cepat yang kaya manfaat. Untuk itu, XL akan terus menyelenggarakan program bundling ponsel 4G LTE yang menarik dan mampu menjangkau semua lapisan pelanggan.

    Selain itu, XL juga akan terus mendorong dan mempermudah pelanggan untuk mengganti kartu SIM lama dengan SIM 4G LTE. Saat ini lebih dari 3 juta pelanggan XL yang telah menggunakan SIM 4G LTE.

    Kemudian, XL akan terus melanjutkan perluasan layanan 4G LTE ke kota-kota dan area yang belum tersentuh internet cepat. Hingga akhir tahun 2016 nanti, XL memiliki target setidaknya sebanyak 85 kota sudah terlayani.

    Pengembangan area layanan 4G LTE XL juga akan sejalan dengan program kerjasama XL – Indosat Ooredo dalam berbagi jaringan (network sharing) yang secara efektif telah dilaksanakan sejak Desember 2015 lalu.

    Secara teknis, pada tahap awal, kerjasama ini baru sebatas network sharing pada radio access network. Kedua pihak berkomitmen melanjutkan kerjasama ini dengan dukungan Pemerintah dengan harapan kerjasama dapat diperluas menjadi core network sharing yang akan lebih meningkatkan penghematan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melayani pelanggan pengguna LTE lebih banyak, tentunya dengan kecepatan data yang tinggi dan pengalaman penggunaan layanan yang lebih baik.

  • XL Ujicoba Layanan VoLTE di Surabaya dan Bali

    XL Ujicoba Layanan VoLTE di Surabaya dan Bali

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) kian melengkapi ekosistem 4G LTE miliknya. Kali ini dalam bentuk kesiapan mereka menggelar layanan VoLTE (Voice Over LTE) dan RCS (Rich Communication Suite).

    Surabaya dan Bali menjadi tempat pertama dimana XL menggelar ujicoba kedua layanan komunikasi tersebut. Ini sekaligus menjadi ujicoba VoLTE pertama di Indonesia yang dilakukan di luar ruangan dan secara live, bukan hanya dalam laboratorium.

    Chief Brand & Customer Experience XL, Nicanor V. Santiago III, mengatakan dalam keterangan resminya, Jumat (5/2), “Ujicoba yang kami lakukan ini didasari pertimbangan keinginan kami untuk mampu memberikan layanan panggilan voice dan video yang superior kepada pelanggan. VoLTE sendiri merupakan layanan inovatif untuk voice sebagai hasil dari pengembangan 4G LTE. Sangat perlu bagi XL untuk juga menghadirkan layanan VoLTE ini seiring upaya kami untuk terus melengkapi ekosistem layanan XL 4G LTE. Kami terus berusaha menjadi yang terdepan dalam layanan 4G LTE.”

    Ia menambahkan, XL benar-benar telah menyiapkannya secara matang melalui ujicoba yang terus menerus untuk memastikan kualitasnya. Hasilnya sangat baik, dan akan terus dikembangkan untuk penambahan fitur-fitur lainnya.

    “Jadi pada dasarnya jika sewaktu-waktu akan diluncurkan, XL sudah siap. Kami juga mengupayakan kesiapan dari sisi handset di market yang memiliki fitur untuk menggunakan VoLTE,” katanya.

    Ada banyak manfaat yang ditawarkan oleh VoLTE, bila dibandingkan layanan voice lainnya yang ada saat ini, diantaranya kualitas suara yang sangat jernih (HD voice), hemat daya baterai ponsel, serta talktime yang lebih lama – sekitar 1.5 kali dibandingkan aplikasi VoIP yang lainnya.

    Secara teknis, pada VoLTE call set-up juga sangat singkat, yakni hanya perlu 1-2 detik. Sementara pada umumnya layanan nelpon lainnya rata-rata membutuhkan 5-6 detik.

    Dari sisi operator, jika dibandingkan dengan UMTS/GSM, maka VoLTE memungkinan operator untuk lebih efisien dalam menggunakan alokasi pita frekuensi yang dimiliki. Dengan demikian, operator bisa melayani lebih banyak pelanggan hingga 2 kali untuk voice call/MHz dibandingkan CS call. Dengan menggunakan VoLTE, pelanggan yang melakukan/menerima layanan telpon juga akan tetap di jaringan LTE, tanpa perlu melakukan “fall back” atau pindah ke jaringan UMTS/GSM terlebih dahulu.

    Keunggulan lainnya adalah, apabila saat pelanggan melakukan panggilan di jaringan LTE (VoLTE) dan kemudian pindah ke area yang belum mendapatkan jaringan LTE, maka VoLTE juga memungkinkan pelanggan untuk berpindah dari LTE ke non-LTE, pun demikian sebaliknya, tanpa terputus.

     

    Lalu bagaimana dengan RCS?

    RCS pada dasarnya tak jauh berbeda dari VoLTE. Mungkin kita bisa menyebut keduanya, serupa tapi tak sama. RCS merupakan layanan komunikasi yang diperkaya dan lebih lengkap, yang beroperasi pada sambungan internet, tanpa tergantung apakah sambungan internet tersebut menggunakan LTE, UMTS, GSM, ataupun WiFi. Layanan ini menggunakan ID nomor telepon seperti halnya pelanggan ponsel seperti biasanya, sehingga tidak memerlukan ID atau nomor telepon baru.

    Aplikasi RCS merupakan layanan komunikasi berbasis internet yang memadukan ragam fitur, antara lain seperti messaging, chating, voice call, dan video call dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.

    Dengan hadirnya kedua teknologi ini, XL berharap dapat terus memberikan layanan panggilan voice dan video yang sangat superior dan lebih kepada pelanggan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik dalam pemanfaatan jaringan LTE.

    Hingga saat ini, tercatat tidak kurang dari 35 kota yang terlayani oleh 4G LTE XL. Selain bertambah kota, layanan internet cepat ini juga terus meluas secara area di setiap kota. Hal ini memungkinkan dengan terus beroperasinya BTS-BTS 4G yang baru.

     

  • Gandeng Dekranas dan Elevenia, XL Latih Pengrajin Garut

    Gandeng Dekranas dan Elevenia, XL Latih Pengrajin Garut

    Telko.id – Internet dan digital e-commerce adalah sarana pokok bagi upaya promosi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) pada saat ini. Dengan keduanya, para pengrajin di setiap daerah pun akan dapat meningkatkan produktifitas dan memperluas jangkauan pemasaran. Untuk itu, bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional, PT XL Axiata Tbk (XL)  bersama Elevenia dan Bank BTPN melakukan pelatihan “digital crafter” kepada pengrajin di Kabupaten Garut, Jabar.

    Vice President XL Central Region Bambang Parikesit mengatakan dalam keterangan resminya, “Teknologi internet dan digital telah sedemikian maju dan menawarkan manfaat bagi upaya peningkatan nilai ekonomi produk asli rakyat, termasuk produk kerajinan. Sesuai dengan visi memajukan ekonomi digital Indonesia, kami sangat antusias ambil bagian dalam program pelatihan digital marketing bagi kawan-kawan pelaku industri kerajinan rakyat di Garut ini.”

    Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Chief Financial Officer (CFO) Elevania, Lila Nirmandari. Menurutnya, sejak awal berdiri, Elevenia memang bertujuan untuk membantu para UKM agar mereka bisa Go Global dengan menjadi penjual on line. Selain secara aktif bekerjasama dengan kementrian koperasi dan asosiasi UKM yang ada, Elevenia juga menyediakan fasilitas pelatihan rutin lengkap dengan studio dan fotografernya.

    “Fasilitas ini kami sebut dengan istilah “Seller Zone “ yang berlokasi di kantor Elevenia di kawasan Tanah Abang. Jadi, kerjasama dengan Dekranas adalah bagian dari jangka panjang kami,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Bidang Promosi ,Humas dan Publikasi  Dekranas, Triana Rudiantara, menyatakan, pelatihan yang digelar baru-baru ini merupakan wujud kerjasama antara Dekranas, Dekranasda Garut, Elevenia dan Bank BTPN yang mejadi mitra pengrajin lokal .

    Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memudahkan pengrajin Garut memasarkan prosuknua yang selanjutnya dapat diduplikasi pengrajin yang memiliki produk berkualitas di berbagai sentra kerajinan di seluruh tanah air.

    Sebelumnya, atau lebih tepatnya pada Oktober 2015 lalu, XL dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada tanggal 22 Oktober 2015 dalam pemanfaatan layanan internet dan digital. Kerjasama ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengembangkan kerajinan hasil usaha para perajin Indonesia.

    Layanan internet dan digital dipandang perlu sebagai sarana yang strategis untuk promosi produk kerajinan nasional agar bisa lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas, termasuk secara global.

    Pelatihan di Garut ini diikuti oleh sedikitnya 30 pengrajin yang terdiri dari sejumlah sektor kerajinan andalan Garut, meliputi pengrajin kulit, tenun sutra, batik, akar wangi, bambu, dan batu akik. XL akan memberikan perangkat telepon pintar dan paket data kepada pengrajin serta pelatihan pemanfaatan terkait internet secara singkat selama satu hari penuh yang berlangsung pada Selasa lalu di Pendopo Kota Garut.

    Sebelumnya, XL juga sudah melakukan pengembangan website dekranas.id sebagai portal informasi mengenai organisasi Dekranas sendiri, serta berbagai data mengenai perajin serta produk kerajinan yang diproduksi. Dengan adanya website yang lengkap dari sisi informasi, maka masyarakat luas Indonesia dan internasional akan bisa dengan mudah mendapatkan rujukan yang memadai mengenai produk kerajinan asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.

    Sementara itu, Elevenia pada kesempatan ini  akan ikut memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai wadah mempromosikan dan menjual produk kerajinan. Bahkan, perajin sudah bisa mendaftarkan diri menjadi penjual di Elevenia dengan mendaftar melalui situs www.elevania.co.id.

    Adapun Bank BTPN akan membantu penyediaan pelatihan manajemen usaha agar para pengrajin memiliki ilmu yang cukup dalam memastikan proses produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik.

  • Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, XL Kirim Mahasiswa ke Akademi Militer

    Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, XL Kirim Mahasiswa ke Akademi Militer

    Telko.id – Kemampuan dalam kepemimpinan adalah salah satu modal dasar dalam pengembangan bakat seseorang untuk meraih sukses di sama depan. Memahami pentingnya hal ini, PT XL Axiata Tbk (XL) pun merasa perlu untuk kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti latihan kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai universitas negeri di Indonesia akan mengikuti pelatihan selama 10 hari, terhitung sejak 29 Januari hingga 7 Februari 2016.

    ”Dengan keahlian dan kurikulum yang dimiliki, Akademi Militer merupakan tempat yang tepat untuk menumbuhkan dan menempa jiwa kepemimpinan para mahasiswa program XL Future Leaders. Kita tahu, semua Jenderal TNI ditempa dari tempat ini. Tak ada lagi yang diragukan dari kemampuan Akmil menggembleng para calon pemimpin,” ungkap Director & Chief Digital Service Officer Ongki Kurniawan dalam keterangan tertulisnya.

    Hal senada diutarakan Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Dudung Abdurrahman, S.E, M.M. Diakuinya, menempa anak-anak muda Indonesai dan mengasah jiwa kepemimpinan mereka merupakan tugas Akmil juga, karena Akmil adalah milik rakyat Indonesia.

    “Karena itu pula kami menyambut baik kerjasama dengan XL Axiata untuk ikut menggembleng para mahasiswa penerima beasiswa Program XL Future Leaders. Kami memandang program ini sangat baik karena berorientasi pada upaya melahirkan para pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.

    Ini merupakan tahun ke-4 XL menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan kepada penerima beasiswa XL Future Leaders dan tahun ke-2 XL mengirimkan penerima beasiswa XL Future Leaders ke AKMIL Magelang. Pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan para siswa sebagai bagian dari proses belajar.

    Upaya XL tidak hanya mempersiapkan dana yang dapat mendukung keberlangsungan pendidikan para penerima beasiswa XL Future Leaders, tetapi juga mempersiapkan mereka agar bisa lebih siap menjadi pemimpin masa depan dan mampu berkompetisi secara global. Ini merupakan wujud dari komitmen XL untuk terus mendukung peningkatan dunia pendidikan di Indonesia sekaligus mempersiapkan pemimpin masa depan yang berkompeten.

    Selama sepuluh hari penerima beasiswa tersebut akan dibimbing langsung oleh para instruktur dari Akmil, Yayasan Karya Salemba Empat, dan XL sendiri. Serangkaian program pelatihan yang akan diberikan meliputi pengembangan karakter, e-Learn,personal grooming, wawasan kebangsaan, dan bela negara. Semua materi akan disampaikan di lingkungan dan menggunakan fasilitas Akmil, tempat di mana ratusan Taruna Akmil juga belajar di sana.

    Para peserta pelatihan merupakan 100 orang mahasiswa yang lolos mengikuti program beasiswa XL Future Leaders tahun 2015/2016. Mereka adalah mahasiswa tahun akhir yang belajar di 15 universitas negeri di berbagai daerah di Indonesia. Beasiswa akan berlaku selama 1 tahun. Kampus mereka adalah Universitas Indonesia, Univeritas Negeri Jakarta, Insitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Nusa Cendana, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sam Ratulanggi.

    Dalam perekrutan mahasiswa penerima beasiswa, XL bekerjasama dengan Karya Salemba Empat (KSE), sebuah organisasi nirlaba yang mengelola dana beasiswa bagi mahasiswa. Dalam perekrutan mahasiswa untuk beasiswa ini, XL dan KSE antara lain menggunakan kriteria antara lain prestasi akademik, juga kemampuan ekonomi peserta dalam meneruskan pendidikannya.

    Selain itu, perekrutan juga didasarkan pada disiplin ilmu yang sesuai dengan kebutuhan XL dalam merekrut karyawan. Para mahasiswa penerima beasiswa XL Future Leaders melalui rekrutmen yang dilakukan oleh KSE ini memang akan mendapatkan kesempatan untuk berkarir di XL.

    Beasiswa XL Future Leaders merupakan bagian dari program XL Future Leaders yang telah dikenal sebagai program pelatihan leadership berkelanjutan bagi mahasiswa Indonesia berprestasi. Beasiswa XL Future Leaders ini memberikan dana pendidikan selama setahun khusus bagi 100 mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dengan nilai akademis tinggi. Mereka berasal dari 15 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Selain dana pendidikan yang disalurkan setiap bulan, mereka juga mendapatkan materi kepemimpinan dan pelatihan untuk menghadapi dunia kerja.

  • Right Issue, XL Ingin Lunasi Pinjaman Sebesar USD 500 juta

    Right Issue, XL Ingin Lunasi Pinjaman Sebesar USD 500 juta

    Telko.id – Selain mengumumkan hasil audit kinerja keuangan perusahaan tahun 2015 yang berakhir 31 Desember 2015, hari ini PT XL Axiata Tbk (XL) juga mengumumkan rencananya untuk menerbitkan saham baru (rights issue). Adapun dana yang dihasilkan dari rights issue itu sendiri nantinya akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham sebesar USD 500 juta.

    Penggalangan dana ini memungkinkan semua pemegang saham XL untuk berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan ke depannya. Untuk menunjukkan komitmennya yang terus menerus selaku pemegang saham utama dari XL, Axiata Group, yang saat ini memiliki sekitar 66,4% saham XL, haknya secara pro rata atas penerbitan saham baru tersebut.

    Sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham dalam penerbitan saham baru (rights issue) ini direncanakan akan dijamin sepenuhnya oleh pembeli siaga.

    Melalui keterangan resminya, Senin (1/2), CEO XL Dian Siswarini mangatakan bahwa XL telah elihat kemajuan yang signifikan dan mendapatkan momentum atas agenda transformasi yang telah dijalankan sejak 2015. Perusahaan telah menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management Initiatives) untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mengurangi resiko serta dampak valuta asing.

    “Penerbitan saham baru (rights issue)  merupakan  langkah   penting   untuk   memperkuat   fondasi   kami   dalam  menyongsong agenda transformasi berikutnya. Dana dari rights issue akan kami gunakan untuk membayar kembali pinjamanUS Dollar kepada pemegang saham,” katanya.

    Rencananya, XL akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) pada 10 Maret 2016 mendatang guna mendapat persetujuan pemegang saham, serta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan pendaftaran yang sebelumnya harus disampaikan oleh XL.

    Proses ini diharapkan selesai pada semester pertama  2016. Harga saham akan ditentukan dan ditetapkan secara bersama oleh  XL Axiata dan para pembeli siaga.  Diskon harga saham diperkirakan tidak lebih dari 20% TERP pada tanggal penetapan harga. Ketentuan atas penerbitan saham baru (rights issue) termasuk harga saham yang terkait dengan penawaran dan jumlah saham yang ditawarkan akan diumumkan pada waktunya.

    Credit Suisse dan Mandiri Sekuritas dalam hal ini telah ditunjuk sebagai penasihat keuangan untuk proses penerbitan saham baru ini (rights issue).

  • XL Catat Pertumbuhan Pendapatan 2%, EBITDA Naik 6%

    XL Catat Pertumbuhan Pendapatan 2%, EBITDA Naik 6%

    Telko.id – Setelah berhasil mencetak hasil positif di tahun 2015, sebagai hasil dari transformasi yang dilakukan sejak awal tahun, hari ini PT XL Axiata Tbk (XL) akhirnya mengumumkan hasil audit kinerja keuangan perusahaan tahun 2015 yang berakhir 31 Desember 2015.

    “Kami telah menutup tahun 2015 dengan berbagai pencapaian positif sebagai hasil dari transformasi yang yang sudah kami lakukan sejak awal 2015 yang lalu. Kami telah berhasil meningkatkan kinerja operasional dan finansial guna membangun pondasi perusahaan yang lebih kuat untuk meraih pencapaian kinerja yang lebih baik di tahun 2016,” ungkap Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini dalam keterangan resminya, Senin (1/2).

    XL berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan selama tiga kuartal secara berturut-turut, dengan tumbuh sebesar 2% QoQ pada 4Q 15, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan penggunaan layanan utama (voice dan SMS) sebesar 2% QoQ, serta dari pencapaian kinerja yang solid untuk layanan data (naik 15% QoQ).

    Peningkatan terbesar ada pada Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) yang meningkat 6% QoQ menjadi Rp 2,3 triliun, yang kemudian meningkatkan EBITDA margin menjadi 39% atau naik1% QoQ.  Peningkatan  ini  merupakan  dampak  positif  dari  terbentuknya kembali basis pelanggan yang berfokus pada pelanggan-pelanggan yang lebih menguntungkan, serta adanya upaya untuk meningkatkan profitabilitas portofolio produk. Pencapaian ini sekaligus juga merupakan peningkatan EBITDA dan EBITDA margin selama tiga kuartal berturut-turut.

    XL terus fokus untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan internet mobile di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut dan juga adanya peningkatan adopsi pelanggan terhadap ponsel dengan kemampuan layanan data, telah mendorong pertumbuhan yang kuat untuk trafik layanan data.

    Trafik data tumbuh 54% YoY di tahun 2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Total pengguna layanan data sebesar 22,5 jutaatau 54% dari total pelanggan XL.

    Pertumbuhan smartphone telah berhasil mendorong peningkatan adopsi layanan Data di Indonesia. Penetrasi smartphone XL telah tumbuh dan berkembang sebesar 42% pada akhir 2015. Pengguna smartphone XL tumbuh10% YoY dan mencapai jumlah 17,7 juta pengguna.

    Pada kuartal tersebut, setelah peluncuran komersialisasi layanan 4G LTE pada spektrum 1800 MHz secara nasional, XL memperkenalkan paket HotRod 4G yang menawarkan kuota LTE dengan harga terjangkau.

    Dengan layanan ini pelanggan dapat menikmati manfaat internet cepat dan berkualitas. Sepanjang tahun, XL juga terus mendorong adopsi ponsel 4G oleh pelanggan sejalan dengan agenda transformasi yang memang mengutamakan pelanggan yang mampu memberikan nilai lebih tinggi. Untuk itu, XL menawarkan program bundling denganpilihan berbagai smartphone, mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, hingga Sharp.

    XL juga telah berhasil menjalankan kampanye pemasaran (marketing campaigns), salah satunya “60 Mazda, 60 Hari, 60 Pemenang”. Kampanye pemasaran ini untuk meningkatkan dan mendorong isi ulang pulsa olehpelanggan di tahun 2015 dengan menawarkan hadiah menarik. Selain itu, XL juga meningkatkan aktivitas distribusi melalui modern channel dengan memperkenalkan program “Harga Pas” untuk penjualan isi ulang pulsadi toko-toko seperti Indomaret dan 7-Eleven.

    4G LTE merupakan bagian penting dari strategi XL untuk menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan mobile internet. Layanan 4G LTE merupakan upaya untuk memenuhi permintaan konsumen atas internet berkecepatan tinggi.

    Untuk mendukung layanan 4G LTE, XL telah membangun 3.134 BTS 4G per akhir tahun 2015, yang tersebar di lebih dari 35 kota. XL juga terus berinvestasi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan jangkauan dengan membangun lebih dari 18.000 BTS 3G hingga akhir 2015, yang menjadi bagian dari total58.879 BTS.

    Selama tahun 2015, XL telah membelanjakan belanja modal (capex) sebesar Rp 4,1 triliun, terutama guna upaya memperluas infrastruktur Data dan layanan mobile, yang didanai melalui dana internal. Total utang menurun menjadi Rp 27.0 triliun dari Rp 29.6 triliun pada akhir 2014. Sementara itu, Net Debt / EBITDA meningkat sedikit dari 2,6x ke 2,8x.

    Untuk periode 2015, XL mencatat rugi bersih sebesar Rp 25 miliar yang terutama disebabkan oleh dampak forex dari penguatan US Dollar. Menyesuaikan dampak tersebut, XL mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesarRp 51 miliar.

    XL memulai tahun 2015 dengan menerapkan agenda transformasi yang disebut dengan “3R – Revamp, Rise & Reinvent,” yang telah berjalan sejak awal tahun 2015. Revamp (Mengubah) berarti mengubah model bisnis pencapaian pelanggan (dari‘volume’ menjadi ‘value’) disertai strategi distribusi serta perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan; Rise (Meningkatkan) berarti meningkatkan nilai brand XL dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda; dan Reinvent (Menemukan kembali) berarti menumbuhkan berbagai inovasi bisnis melampaui model bisnis yang digunakan saat ini.

     

  • XL Buka ‘Jalur Khusus’ Buat Pelanggan Priority

    XL Buka ‘Jalur Khusus’ Buat Pelanggan Priority

    Telko.id – Ibarat Jalur busway yang memisahkan antara pengguna kendaraan pribadi dengan bis khusus. Apa yang dilakukan oleh XL mirip seperti itu. Nework yang dimiliki oleh XL dipisahkan, untuk pelanggan biasa dan pelanggan ‘luar biasa yang disebut dengan XL Priority.

    “XL Priority ini ditujukan untuk memberikan layanan dengan kualitas maksimal pada pelanggan pasca bayar. Selain membebaskan dalam mengontrol pemakaian, dan juga bebas dari rasa khawatir dalam berkomunikasi. XL Prioritas juga akan mendapatkan akses internet yang cepat dan stabil. Bahkan di waktu sibuk pun, pelanggan tetap dapat merasakan akes internet yang utama disbanding non XL Priority,” ujar Dian Siswarini, Presiden Director XL Axiata.

    Sayang, pihak XL tidak mau bicara banyak tentang, bagaimana memisahkan jalur antara pelanggan biasa dengan pelanggan XL Priority nya. Hanya saja, langkah XL ini merupakan hasil dari transformasi end to end networknya.

    Selain jaringan, pelanggan XL juga akan memberikan fasilitas worry free menelpon dan SMS AnyNet (ke semua operator). Ini sekaligus merupakan layanan pertama di Indonesia dengan fasilitas tersebut. XL PRIORITAS memberikan pilihan paket Data dengan bonus nelpon dan SMS ke semua operator.

    Pelanggan XL Priority juga akan diberikan worry free Data Roaming. Layanan ini memberikan fasilitas worry free untuk Data Roaming dengan tarif flat. Dengan begitu, pelanggan yang berada di luar negeri dapat menggunakan layanan data bebas rasa khawatir.

    Keempat, kendali dalam pemakaian. Dengan XL PRIORITAS pelanggan akan mendapatkan fasilitas credit limit yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pelanggan bisa mengatur sendiri maksimal tagihan yang harus dibayarnya. Semua pemakaian, pembelian paket, dan aktivitas komunikasi lainnya akan langsung memotong credit limit tersebut.

    Kelima, pengaturan yang secara serba digital. XL akan segera meluncurkan aplikasi digital khusus untuk pelanggan XL PRIORITAS. Dengan aplikasi tersebut pelanggan akan dapat mengatur semua aktivitas komunikasinya, mulai dari pembelian paket, pengecekan penggunaan, juga info tagihan dan pembayaran. Bahkan pelanggan juga akan mendapatkan info reward yang bisa mereka dapatkan.

    Pada tahap awal, XL Priority dapat diperoleh di XL Center di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makasar. Selain itu juga, bisa melalui website prioritas.xl.co.id. Saat ini juga sedang dijajaki untuk kerjasama dengan modern channel.

    Saat ini jumlah pelanggan layanan pasca bayar XL sekitar 400 ribuan. Dengan adanya XL Priority ini diharapkan pelanggan pasca bayar XL akan bertambah menjadi 1 juta pelanggan di akhir 2016. Dengan ARPU yang dulunya dari Rp.185 ribu bisa naik lagi.

    Sementara itu, untuk tarif layanan Data, XL PRIORITAS menawarkan 4 paket pilihan yang semuanya disertai bonus nelpon dan SMS ke semua operator. Paket-paket tersebut adalah Prio S (Rp 100.000) dengan data 2GB, Prio M (Rp 150.000) dengan data 6GB, Prio L (Rp 250.000) dengan data 12GB, dan Prio XL (Rp 350.000) dengan data 25GB. Kuota data dapat digunakan di 2G/3G/4G selama 24 jam. Jika pelanggan membutuhkan keleluasaan yang lebih untuk akses data, ada paket Prio Data mulai 2GB (Rp 75.000) hingga 100GB (Rp 1.000.000)

    XL PRIORITAS juga memberikan keutamaan untuk proses pendaftaran. Pelanggan cukup menyediakan KTP dan kartu kredit dengan proses yang juga sangat simpel. (Icha)

  • Perluas Layanan 4G LTE, Indosat dan XL Sepakat Berbagi Jaringan

    Perluas Layanan 4G LTE, Indosat dan XL Sepakat Berbagi Jaringan

    Telko.id – Indosat Ooredoo dan XL Axiata mengumumkan kerjasama jaringan untuk 4G LTE melalui MORAN (Multi Operator Radio Access Network). Kedua operator akan menggunakan jaringan LTE yang sama di beberapa kota, seperti Banyumas, Surakarta, Batam, dan Banjarmasin dan berencana untuk memperluas kerjasama ini untuk beberapa kota lain ke depannya. Hal ini ditujukan guna mendukung agenda ekonomi digital di Indonesia.

    Kerjasama jaringan atau lebih dikenal dengan istilah ‘network sharing’ sudah diimplementasikan di beberapa negara maju – yang memungkinkan para operator untuk memberikan jangkauan jaringan  lebih luas. Kerjasama Indosat Ooredoo dengan XL Axiata adalah proyek network sharing LTE pertama di Indonesia.

    “Kerjasama ini memperluas jaringan 4G LTE untuk pelanggan kita dan mendukung program Pemerintah membangun ekonomi digital Indonesia. Melalui inisiatif ini kami juga mendukung usaha Pemerintah mengurangi impor dalam mata uang asing serta memungkinkan perusahaan untuk lebih efisien, mengurangi impor komponen dan fokus pada investasi dalam negeri,” ungkap Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo melalui keterangan resminya, Selasa (19/1).

    Hal senada diutarakan Dian Siswarini. President Director & CEO XL Axiata ini menyebut langkah ini merupakan bagian dari komitmen XL Axiata untuk  mendukung upaya Pemerintah dalam percepatan penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang  merata di wilayah Indonesia. Selain mendukung tujuan tersebut, kerjasama yang dilakukan antara XL Axiata dan Indosat Ooredoo ini  juga sekaligus menjadi upaya untuk mendorong daya saing perusahaan dalam hal meningkatkan efisiensi operasional dengan berbagi penggunaan infrastruktur bersama dan juga membawa keuntungan bagi pelanggan, sehingga pada akhirnya akan semakin mempercepat bergulirnya ekonomi digital di Indonesia.

    “Untuk tahap awal, kami memulainya dengan kerjasama jaringan 4G LTE melalui MORAN di beberapa kota, dan ke depannya akan diperluas lagi dengan bentuk kerjasama lainnya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” kata Dian.

    Kerjasama ini sendiri sejatinya tak akan terlalu berpengaruh bagi pelanggan, khususnya dalam hal layanan. Pelanggan akan tetap merasakan pengalaman yang sama dari sebelumnya (seamless) dan akan tetap dapat menikmati layanan yang terbaik dari keduanya, baik Indosat Ooredoo maupun XL Axiata.

    “Kami berharap dengan kolaborasi ini akan dapat memberikan layanan yang lebih baik dengan memberikan jangkauan jaringan yang lebih luas. Kami sudah melihat respons yang baik dari penggunaan layanan LTE dan melalui kerjasama ini kita akan lebih mempercepat pergelaran LTE di seluruh Indonesia, memungkinkan negeri ini sebagai negara dengan pertumbuhan penggunaan 4G tercepat”, ujarnya.

    Pada tahap ini, network sharing yang dilakukan baru terbatas pada radio access network. Indosat Ooredoo dan XL Axiata berkomitmen melanjutkan kerjasama ini dengan dukungan Pemerintah dengan harapan kerjasama dapat diperluas menjadi core network sharing — ini akan lebih meningkatkan penghematan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melayani pelanggan pengguna LTE lebih banyak, tentunya dengan kecepatan data yang tinggi dan pengalaman penggunaan layanan yang lebih baik.

  • Awali Tahun Baru, XL Manjakan Pengguna Dengan Mood Music

    Awali Tahun Baru, XL Manjakan Pengguna Dengan Mood Music

    Telko.id –  Awali Tahun baru 2016, XL menghadirkan sebuah layanan VAS terbaru mereka yaitu XL Mood Music. Layanan ini juga merupakan layanan RBT mereka yang berbeda dengan RBT pada umumnya.

    Mood Music sendiri merupakan RBT yang mana pengguna bisa mengganti berbagai nada sambung pribadi mereka berkali-kali dengan hanya melakukan satu kali registrasi.

    Bukan hanya itu, perbedaan berikutnya  dari layanan RBT lainnya adalah para pelanggan juga bisa mendengarkan nada sambung mereka ketika sedang melakukan panggilan voice ke pengguna lain yang tidak menggunakan RBT.

    Riza rachmansyah, VP Brand Management XL Axiata Indonesia mengungkapkan, “XL ingin mrngawali tahun 2016 ini dengan gebrakan, yaitu kami ingin menghadirkan layanan mood music dengan memanfaatkan layanan RBT,” ucapnya.

    Sekedar informasi, RBT juga merupakan layanan yang tahan banting dan cukup diminati oleh para pelanggan XL di seluruh Indonesia.

    Sampai dengan saat ini saja, jumlah pengguna RBT XL telah mencapai 2.5 juta pelanggan. RBT juga menyumbang sekitar 30 sampai 40 persen dari total revenue mereka di tahun lalu.

    Untuk Mood Music sendiri, sejatinya pihak XL tidak berniat untuk menggantikan layanan RBT lawas mereka, dan akan berjalan berdampingan dengan RBT yang sudah ada.

    Mood Music adalah pelanggan nanti tidak perlu gonta ganti RBT setiap saat. Mereka akan mendapatkan service berupa beberapa lagu yang sudah dipilih terlebih dahulu.

    Terkait dengan RBT, XL juga lebih transparan dan lebih mudah untuk mendapatlan lagu bagi para konsumen

    Herry Yulianto, Head of VAS XL “Kita ingin mempertahankan pelanggan existing kita dan berusaha lebih dekat dengan mereka lewat musik, dan kita pada tahun ini akan lebih berfokus pada layanan yang berbasis musik,”ucapnya.

    Untuk Mood Music sendiri sejatinya telah dihadirkan untuk para pelanggan sejak tanggal 1 Desember tahun lalu. Bahkan, Riza Rahmansyah juga mengklaim kalau sampai dengan saat ini total pengguna layanan Mood Music sudah melebihi dari Ekspektasi XL.

    Nantinya, Mood Music juga akan hadir dalam bentuk aplikasi untuk semakin memudahkan para pengguna dalam mengganti lagu kesukaan mereka.

    Berbicara mengenai target, Herry mengungkapkan semoga kedepannya layanan Mood Music akan mengikuti kesuksesan dari layanan RBT mereka.

    Untuk langganan sendiri, pihak XL memberikan tarif langganan mingguan dan bulanan. Untuk mingguan, pengguna akan dibebankan tarif sebesar Rp.5.500 untuk 7 hari langganan serta Rp. 11.000 untuk 30 hari berlangganan tanpa takut terkena tambahan biaya ketika mereka mengganti lagu.

  • Libur Panjang, Layanan Data XL Naik 72 Persen

    Libur Panjang, Layanan Data XL Naik 72 Persen

    Telko.id – Liburan panjang 2015 dilalui PT XL Axiata Tbk (XL) dengan sukses. Paling tidak, dalam hal pelayanan. Jaringan perusahaan dikabarkan sama sekali tidak mengalami gangguan teknis akibat kenaikan trafik penggunaan semua layanan. Kapasitas jaringan XL telah mampu menampung trafik kenaikan semua layanan di semua wilayah, terutama layanan data.

    Dalam keterangan tertulisnya, (5/1), XL mengatakan bahwa trafik penggunaan layanan data meningkat selama masa liburan sepanjang dua pekan terakhir Desember 2015 hingga 3 Januari 2016. Selain itu, XL juga menjaga kualitas layanan dengan seksama sehingga pelanggan bisa mendapatkan manfaat yang tetap maksimal dari layanan XL selama liburan.

    “Tahun ini periode liburan cukup panjang, hampir sekitar 2 pekan. Di situ juga ada dua hari besar, Natal dan Tahun Baru. Kita bisa saksikan masyarakat melakukan pergerakan untuk berlibur di berbagai daerah. Kami paham benar, saat ini eranya orang mendokumentasikan apa saja yang dilihat dan dirasakan lalu menyebarkannya ke komunitasnya melalui layanan data dan internet. Karena itu, kami benar-benar menjaga kinerja jaringan secara prima bisa melayani pelanggan,” ungkap Chief Services Management Officer XL, Yessie D. Yosetya.

    Kenaikan trafik terutama terjadi pada akses layanan Data, terutama pada berbagai jenis layanan media jejaring sosial dan pengirim pesan instan. Kenaikan layanan meningkat selama periode liburan tersebut. Untuk layanan data, terjadi kenaikan rata-rata sekitar 72% dibandingkan periode tahun baru sebelumnya dan 35% dibandingkan dengan periode hari-hari biasa.

    Pada penggunaan media jejaring sosial, terjadi kenaikan terutama pada Facebook sebesar 7% dan Path 11%.  Pada hari biasa, trafik Data sebesar 685 Terabytes.

    Data XL menunjukkan, selama liburan terdeteksi terjadinya kenaikan trafik penggunaan layanan XL di daerah-daerah tertentu, terutama kota-kota tujuan wisata di Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Bali. Lebih spesifik lagi, kenaikan trafik terjadi di lokasi-lokasi wisata. Di Jakarta antara lain di Ancol, Monas, dan TMII. Di Yogya terutama di sejumlah di Gunung Kidul. Bandung di Lembang dan lokasi belanja di dalam kota. Surabaya antara lain di Jembatan Suramadu dan kebun binatang. Bali di sejumlah pantai, juga di area Ubud.

    Jaringan XL di seluruh wilayah layanan didukung lebih dari 56 ribu BTS, sebanyak sekitar 3 ribu di antaranya adalah BTS 4G LTE. Sementara itu XL jaringan backbone fiber optic terbentang sepanjang tidak kurang dari 37 ribu km yang menghubungkan pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Bali-Lombok, Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi.