Kategori: XLSMART

  • XL Siapkan 1 Juta Sim Card 4G Untuk Warga Bandung

    XL Siapkan 1 Juta Sim Card 4G Untuk Warga Bandung

    Jakarta – Sebagai salah satu ekosistem pendukung jaringan 4G, kartu SIM tak bisa dipungkiri menjadi alat yang sangat penting untuk dimiliki sebelum seseorang dapat menikmati layanan internet super cepat ala 4G. Berkaca pada hal ini, XL pun menyiapkan 1 juta SIM card 4G secara gratis untuk para pelanggan dan masyarakat di kota Bandung, yang belum lama ini telah dikunjungi oleh layanan 4G LTE XL.

    Vice President XL Central Region, Bambang Parikesit menyadari sepenuhnya karakter Kota Bandung sebagai Kota Kreatif. Menurutnya, warga Bandung adalah orang-orang yang kreatif, yang paham benar dengan manfaat akses internet.

    “Daya kreatif merekalah yang menjadikan Bandung sebagai Ibukota Industri Kreatif di Indonesia. Karena itu, tidak ragu kami memfasilitasi warga Bandung untuk secara mudah memanfaatkan layanan 4G LTE. Kami sediakan sejuta SIM card ini agar warga semakin produktif, dan kreatifitas mereka semakin maju,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/11).

    Bambang memprediksi permintaan masyarakat yang akan melonjak seiring dengan peluncuran layanan komersial 4G LTE. Penyaluran 1 juta SIM card gratis akan dilakukan melalui 58 retail outlet device  dan XL Center, yang tersebar di Bandung, Cimahi, Jatinangor, dan Padalarang.

    Kemudahan mendapatkan SIM card ini sekaligus melengkapi ekosistem yang sudah terbangun, yang antara lain berupa paket bundling layanan 4G XL dengan ponsel pintar berbagai tipe baik low end ataupun high end termasuk pula dengan cicilan harga yang terjangkau dan bervariasi.

    XL juga menyelenggarakan program Tabungan Kuota 4G, yang menawarkan manfaat berupa tabungan kuota data 4G yang bisa dipakai saat layanan 4G tersedia. Untuk mendapatkannya sangat mudah, yaitu hanya dengan melakukan pembeliaan Paket Hotrod 4G, pelanggan akan memperoleh bonus kuota 4G secara langsung dan jika tidak digunakan, kuota ini dapat diakumulasi ke bulan berikutnya.

    Pada tahap awal komersial ini, layanan 4G LTE di Bandung telah bisa dinikmati di area Kota Bandung,  Padalarang, Jatinangor dan Cimahi.

    Lebih dari 249 BTS 4G mendukung layanan ini. Secara bertahap, XL akan segera memperluas layanan 4G LTE di Bandung dan sekitarnya dengan terus menambah infrastruktur pendukungnya. Bahkan juga akan segera menyusul, pelanggan dan warga kota-kota lain di Jawa Barat  bisa menikmati 4G LTE dari XL dalam waktu dekat. 

    Sebelumnya, XL telah menggelar layanan 4G secara komersial di Medan, Bogor, Yogyakarta, Mataram, Denpasar, dan Surabaya. Pada Desember 2015 ini, XL akan meluncurkan layanan internet cepat 4G LTE di Jakarta. Dalam waktu yang tidak lama, XL juga akan segera memperluas layanan ini ke sejumlah kota lainnya. Layanan 4G XL ditopang oleh total tidak kurang dari 2.500 unit BTS 4G.

  • Layanan 4G LTE XL Resmi Sambangi Kota Kembang

    Layanan 4G LTE XL Resmi Sambangi Kota Kembang

    Jakarta – Setelah menyambangi Surabaya dan Denpasar pada 22 September lalu, PT XL Axiata Tbk (XL) akhirnya resmi menggelar layanan 4G LTE di kota kembang, Bandung. Komersialisasi ini digelar seiring dengan telah rampungnya proses penataan kembali atau refarming frekuensi 1800 MHz di wilayah Bandung dan sekitarnya, per 2 November 2015 lalu.

    Vice President XL Central Region Bambang Parikesit, mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/11), “Fokus XL tidak hanya sekadar pada pengembangan wilayah layanan. Kami juga berfokus pada kualitas layanan, agar  yang namanya internet super cepat benar-benar bisa memenuhi ekspektasi pelanggan dan masyarakat, terutama agar manfaat dari kehadiran teknologi ini bisa meningkatkan produktifitas penggunanya.”

    Bambang menambahkan, begitu layanan  internet super cepat 4G LTE hadir di Indonesia, maka tuntutan pasar akan juga berubah. Para pelanggan dan pengguna layanan mobile internet akan menghendaki kualitas yang benar-benar prima agar mereka bisa menikmati dan memanfaatkan layanan data secara maksimal. Akses pada layanan yang bersifat visual, terutama video akan terus meningkat. Video akan menjadi format layanan data untuk berbagai keperluan, baik untuk edukasi, promosi, presentasi, hingga hiburan.

    Tak heran, sejak awal XL mengambil kebijakan untuk langsung membangun layanan 4G LTE dengan standar mampu menghadirkan layanan “Extreme HD 360° Video”. Video ini menghadirkan tayangan yang tidak biasa. Sudut pandang video bisa mencakup 360°, yang hanya bisa dinikmati dengan kualitas internet yang benar-benar prima, baik secara kecepatan maupun kestabilan. Jadi, jika video jenis itu saja dapat ditangani dengan baik oleh layanan internet super cepat XL, maka jenis layanan data atau digital lainnya juga akan sama unggulnya.

    Untuk memastikan layanan ini benar-benar super cepat, XL juga tidak ragu untuk  menjajaki pilihan teknologi sesuai perkembangan teknologi terbaru. Salah satunya adalah dengan melakukan ujicoba  LTE-Advanced LAA(License Assisted Access). Teknologi baru ini akan memungkinkan pelanggan tetap bisa mendapatkan akses internet super cepat hingga lebih dari 300Mbps pada saat di dalam ruangan.

    Pada tahap awal komersialisasi ini, layanan 4G LTE di Bandung telah bisa dinikmati di area Kota Bandung,  Padalarang, Jatinangor dan Cimahi. Lebih dari 249 BTS 4G mendukung layanan ini. Secara bertahap, XL akan segera memperluas layanan 4G LTE di Bandung dan sekitarnya dengan terus menambah infrastruktur pendukungnya. Ke depannya, pelanggan dan warga kota-kota lain di Jawa Barat juga akan bisa menikmati 4G LTE dari XL.

    Sebelumnya, XL juga telah menggelar layanann 4G secara komersial di Medan, Bogor, Yogyakarta, Mataram, Denpasar, dan Surabaya. Pada Desember 2015 ini, XL akan meluncurkan layanan internet cepat 4G LTE di Jakarta. Sebelum akhirnya memperluas layanan ini ke sejumlah kota lainnya. Layanan 4G XL ditopang oleh total tidak kurang dari 2.500 unit BTS 4G.


     

  • XL ‘Mengakali’ Keterbatasan Spektrum Dengan LTE Advanced LAA

    XL ‘Mengakali’ Keterbatasan Spektrum Dengan LTE Advanced LAA

    Namanya frekuensi bagi operator adalah hal vital. Karena dengan memiliki ijin frekuensi maka operator dapat melayani para pelanggannya. Masalahnya, frekuensi itu terbatas. Jadi diperlukan teknologi yang terbaik agar dapat memanfaatkan frekuensi yang ada. Baik memanfaatkan yang berijin maupun yang tidak atau sering disebut dengan un-licensed.

    Di dunia frekuensi 5 Ghz adalah frekuensi un- licensed. Frekuensi ini biasa digunakan untuk WiFi yang siapa saja bisa menggunakan akses point sendiri dan menggunakan frekuensi ini. XL Axiata melihat peluang untuk memanfaatkan frekuensi ini. Terlebih, Ericsson mampu memberikan solusi yang dapat memanfaatkan teknologi 4G LTE dengan frekuensi 5 GHz ini. Dengan demikian, XL akan dapat menambah kapasitas layanan pada pelanggannya.

    “Jika diliat spektrum yang ada maka tidak akan cukup melayani pelanggan yang menggunakan broadband semua. Apalagi, dengan 4G akan mulai dikomersialkan secara nasional, maka XL membutuhkan solusi untuk memaksimalkan layanan pada pelanggan,” ujar Yessie. D. Yosetya, Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

    Di sisi lain, XL membutuhkan teknologi yang mampu menjamin terjadinya smooth connectivity antara jaringan yang ada dan jika menggunakan un-license frekuensi tersebut. Itu lah yang ditawarkan oleh Ericsson. Teknologi tersebut namanya, LTE-Advanced License Assited Access.

    Hanya saja, penggunaan dari frekuensi 5 GHz belum ada standarisasinya. Masih dalam penggodokan oleh 3GPP. Itu sebabnya, saat ini belum banyak yang mengaplikasikan secara komersial. Kecuali penggunaan untuk WiFi.

    Teknologi LTE-Advanced LAA ini adalah bagian dari perkembangan teknologi LTE-Advanced yang menggabungkan frekuensi yang dimiliki oleh operator yakni licensed band 900 MHz, 1800 MHz dan 2100 MHz dengan frekuensi un-licensed di 5GHz yang dapat digunakan secara bersamaan dengan pelayanan WiFi. Kegunaan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kecepatan menjadi lebih maksimum sampai dengan 300 Mbps dan memberikan kapasitas LTE menjadi lebih besar yaitu dari 150 Mbps menjadi 300 Mbps.

    “Solusi Ericsson yang dapat memberikan layanan LTE-A LAA ini adalah RBS 6402,” ujar Stanislaus Bawono, Teknologi & Information Manager Ericsson menjelaskan.

    Bagi pelangganmanfaat yang dapat dirasakan dari implementasi teknologi baru ini adalah tetap maksimal melakukan kegiatan digital dengan lebih cepat pada saat berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Walaupun pada saat yang bersamaan, sedang dalam kondisi padat. Termasuk melakukan video streaming.

    Penerapan teknologi ini oleh XL akan berjalan seiring dengan dengan pergelaran 4G BTS di beberapa lokasi hotspot. Seperti Mall, ketika konser maupun tempat wisata yang memang merupakan lokasi padat. Jadi BTS 4G milik XL nanti nya akan menggunakan spektrum licensed (1800 MHz) dan juga sebagai tambahan akan dapat menggunakan frekuensi un-licensed 5GHz.

    Saat ini, sebagian besar infrstruktur jaringan milik XL sudah siap untuk implementasi 4G-LTE. Sekaligus, siap juga untuk implementasi LTE-Advanced yang menggunakan metode Carrier Aggregation (CA) atau penggabungan bandwidth LTE di spektrum 1800 MHz, 2100MHz dan 900 MHz. Penggelaran LTE-A ini akan dilakukan dengan sinkronisasi ketersediaan terminal atau handset yang mendukung layanan ini. Diperkirakan baru tahun 2016 smartphone dengan spesifikasi Cat 6 akan tersedia di pasar. Untuk itu, XL harus mendahului dengan mengoptimalisasi spektrum yang dimiliki. Dari 10 MHz menjadi 15MHz dan kemudian 20 MHz.

    XL sudah menggelar layanan 4G secara komersial di Medan, Bogor, Yogyakarta, Mataram, Denpasar, dan Surabaya. Dan akan menyusul di Bandung dan Jakarta pada akhir tahun. Kemudian dilanjutkan ke beberapa kota lainnya di Indonesia. Sampai akhir tahun, layanan 4G XL akan dilayani oleh total 2500 unit BTS 4G. (Icha)

     

     

  • XL Terbitkan Sukuk Ijarah Terbesar di Indonesia, Capai Rp1,5 Triliun

    XL Terbitkan Sukuk Ijarah Terbesar di Indonesia, Capai Rp1,5 Triliun

    Jakarta – PT XL Axiata Tbk. (XL) mengumumkan rencananya untuk menawarkan penerbitan Sukuk Ijarah terbesar di Indonesia melalui program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Korporasi sebesar Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah) dengan nilai awal hingga Rp1.500.000.000.000,- (satu triliun lima ratus milliar rupiah). Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk mendanai kebutuhan modal kerja dalam rangka menunjang kegiatan usaha Perseroan.

    Penerbitan Sukuk Ijarah ini merupakan bagian dari wujud tindakan proaktif XL dalam melaksanakan Balance Sheet Management untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan. Kami berharap Penerbitan Sukuk Ijarah ini dapat menjadi katalis pertumbuhan pasar Sukuk di Indonesia serta dapat menarik lebih banyak issuer dan investor untuk berpartisipasi dalam platform syariah,” ungkap Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur Keuangan dari PT XL Axiata Tbk. Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10).

    Penerbitan Sukuk Ijarah dari XL ini dibuat menurut kaedah syariah ijarah yang telah diadopsi dan digunakan di yurisdiksi lain, terutama di Timur Tengah dan Malaysia. Dokumen transaksi ini berdasarkan standar dan ketentuan sukuk ijarah global.

    Penawaran ini turut mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor keuangan syariah di Indonesia, yang merupakan penerbit sukuk negara terbesar di dunia.

    Untuk tenor dari Sukuk Ijarah tersebut, XL menawarkan mulai dari 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender, 3 (tiga) tahun, 5 (lima) tahun dan 7 (tujuh) tahun. Sukuk Ijarah ini telah memperoleh hasil pemeringkatan AAA(idn) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

    Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Sukuk Ijarah, XL telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Securities.

    Masa penawaran awal (book buildingSukuk Ijarah ini akan dilakukan pada tanggal 29 Oktober – 12 November 2015.

  • 2500 Masyarakat Bogor Diajak XL Aktifkan Simcard 4G

    2500 Masyarakat Bogor Diajak XL Aktifkan Simcard 4G

    Jakarta – Proses refarming untuk spectrum 1800 Mhz hampir selesai. Rencananya, bulan November sudah selesai semua. Saat itulah akan menjadi momen penting bagi operator sebagai penyedia jaringan karena pada waktu itulah operator baru dapat mengkomersialkan layanan 4G LTE pada pelanggannya.

    XL secara berkesinambungan sejalan dengan program ulang tahunnya yang ke 19, melakukan kegiatan pengaktifan simcard bersama dengan masyarakat Bogor dalam acara XL 4G Day. Kegiatan ini tercatat sebagai rekor oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menjadi yang pertama dan terbanyak melakukan aktivasi simcard 4G. Pada hari yang sama oleh perwakilan MURI penghargaan diserahkan kepada Vice President Region XL Jabodetabek, Titus Dondi disaksikan oleh Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto yang juga hadir pada acara tersebut.

    Titus Dondi mengatakan, “Kegiatan ini kami buat atas dasar keinginan XL untuk turut berperan serta membangun Kota Bogor sebagai Smart City di Indonesia. Pada kesempatan ini kami mengajak pelanggan XL dan masyarakat Bogor untuk mengganti dan mengaktifkan kartu 4G XL secara bersama-sama. Dan atas dukungan lebih dari 2.500 masyarakat Bogor yang terlibat kegiatan ini mencatatkan rekor dan berhasil meraih penghargaan spesial dari MURI.”

    Bagi pelanggan XL yang belum menggunakan sim card 4G dan ingin upgrade ke simcard 4G bisa melakukan secara gratis di XL Center terdekat. Masyarakat yang telah menggunakan simcard dan handset 4G akan merasakan perbedaan yang sangat extreme internetan super cepat di jaringan XL HotRod 4G LTE, bahkan jika pelanggan masih menggunakan handset 3G namun sudah menggunakan simcard 4G pelanggan akan merasakan internetan yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

    XL sendiri saat ini memiliki sumber daya spektrum seluas 22,5 MHz di frekuensi 1.800 MHz. Berbekal sumber daya spektrum yang cukup luas tersebut, Rahmadi mengklaim bahwa layanan 4G LTE milik XL di frekuensi 1.800 MHz mampu mencapai kecepatan hingga 100 Mbps. (Icha)

  • XL Catat Pertumbuhan Pendapatan 4%, EBITDA Naik 10%

    XL Catat Pertumbuhan Pendapatan 4%, EBITDA Naik 10%

    Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL) mengumumkan hasil kinerja perusahaan dalam periode 9 bulan pertama tahun ini (9M 2015), yang berakhir pada 30 September 2015. Dari sini diketahui bahwa pada triwulan ke-3 tahun 2015, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 4% QoQ, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan pada bisnis utama 5% QoQ, dengan kinerja yang solid baik pada layanan voice (naik 11% QoQ), maupun layanan Data (naik sampai 5% QoQ).

    Peningkatan terbesar ada pada Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) yang meningkat 10% QoQ menjadi Rp 2,2 triliun, yang mendorong EBITDA margin sebesar 38% sampai 2 poin persentase QoQ. Peningkatan ini terutama sebagai dampak positif dari kebijakan menyangkut penataan  basis pelanggan untuk lebih fokus pada pelanggan yang lebih menguntungkan selain juga guna meningkatkan profitabilitas portofolio produk.

    XL terus fokus pada upaya menjadi pemimpin dalam layanan internet mobile di Indonesia. Sejalan dengan tujuan ini, serta meningkatnya kepemilikan ponsel data dan penggunaannya, telah mendorong pertumbuhan yang signifikan pada lalu lintas (trafic) data. Trafic data tumbuh 52% YoY dalam periode 9 bulan pertama 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan total pengguna data 20 juta atau 49% dari total basis pelanggan.

    Pertumbuhan smartphone juga telah berhasil mendorong peningkatan penggunaan layanan data di Indonesia. Penetrasi smartphone XL telah meningkat menjadi sebesar 39% dari keseluruhan pelanggan per akhir periode 9M 2015. Pengguna smartphone XL tumbuh 7% YoY dan mencapai 15,6 juta pengguna.

    Pada kuartal tersebut, XL memperkenalkan kampanye pemasaran yang cukup sukses, bertajuk “60 Mazda, 60 Hari, 60 Pemenang” untuk meningkatkan dan mendorong isi ulang pulsa pelanggan. Selanjutnya, XL juga telah mengenalkan program “Harga Pas” untuk penjualan pulsa melalui mini market seperti Indomaret dan 7-Eleven guna meningkatkan aktivitas distribusi melalui saluran modern.

    Di ranah 4G, XL juga terus mendorong adopsi ponsel di jaringan ini oleh pelanggan sesuai dengan agenda transformasi yang menargetkan pelanggan dengan nilai yang lebih tinggi. Untuk itu, XL juga menawarkan berbagai pilihan jenis smartphone melalui program bundling dengan Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, dan Sharp.

    Program 4G LTE adalah bagian penting dari strategi XL untuk menjadi yang terdepan dalam layanan mobile internet sekaligus upaya memenuhi kebutuhan pelanggan atas layanan internet berkecepatan tinggi.

    Saat ini XL memiliki 1.018 BTS 4G hingga 9M 2015 sebagai bagian upaya XL dalam meningkatkan cakupan wilayah layanan 4G LTE dalam menyongsong peluncuran komersialisasi layanan 4G LTE. XL juga terus berinvestasi dalam usaha meningkatkan kualitas jaringan dan perluasan jangkauan melalui pembangunan hampir 18.000 BTS 3G hingga akhir 9M 2015. Dengan demikian, saat ini total BTS XL mencapai ke 56.300.

    Sepanjang periode 9M 2015, XL telah membelanjakan Rp 3 triliun belanja modal (capex) untuk memperluas infrastruktur layanan data dan layanan seluler, dengan menggunakan dana internal. Total hutang XL menurun menjadi Rp 27.0 triliun dari Rp 30.4 triliun pada akhir sembilan bulan pertama tahun sebelumnya sementara Hutang Bersih / EBITDA sedikit berkurang dari 3.2x ke 2,8X.

    Untuk periode 9M 15, XL mencatat rugi bersih sebesar Rp 506 miliar, terutama disebabkan oleh forex sebagai dampak dari penguatan USD. Menyesuaikan dampak tersebut, XL akan mencatatkan laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp 74 miliar.

    Kami menyadari sepenuhnya konsekuensi atas kondisi perekonomian global terhadap perusahaan, termasuk yang terkait dengan pinjaman XL dalam mata uang asing. Dengan penyelesaian semua pinjaman dalam US Dollar yang tidak di-hedge, kami berharap beban perusahaan menjadi berkurang, dan dapat mendukung kinerja XL ke depan,” ungkap Dian Siswarini, Presiden Direktur XL dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10).

  • Lewat XmartVillage 2.0, XL Sukses Berdayakan Potensi Ekonomi Desa

    Lewat XmartVillage 2.0, XL Sukses Berdayakan Potensi Ekonomi Desa

    Jakarta – Upaya PT XL Axiata Tbk (XL) untuk terus mengembangkan program pemberdayaan potensi lingkungan dan ekonomi pedesaan melalui program XmartVillage terus berlanjut. Melalui program XmartVillage 2.0 yang telah diterapkan sejak Januari 2015 lalu di Desa Lamajang, Kabupaten Bandung dan Desa Cipacing, Kabupaten Sumedang, operator selular ini terbukti mampu mendorong masyarakat pedesaan dalam memberdayakan potensi desanya secara lebih maksimal dengan mengaplikasikan sejumlah solusi digital.

    Dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10), Direktur & Chief  Digital Service Officer  XL, Ongki Kurniawan memaparkan keberhasilan program Xmart Village 2.0 di Bandung.

    Xmart Village merupakan bentuk nyata sumbangsih XL untuk memajukan Indonesia yang diwujudkan dalam program-program tepat guna berbasis teknologi digital bagi masyarakat pedesaan. Saat ini, teknologi digital telah membawa seluruh bangsa Indonesia menuju peradaban baru. Teknologi digital juga telah mengubah bagaimana cara kita hidup, berpikir, dan beraktivitas. Teknologi digital memungkinkan apa yang sebelumnya tidak mungkin dan mampu mengubah masalah menjadi peluang,” ungkapnya.

    Program  Xmart Village 2.0  tak hanya memberikan akses teknologi komunikasi dan informasi digital bagi daerah-daerah terpencil, tapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat. Ruang lingkup Xmart Village 2.0 ini lebih besar dibandingkan dengan Xmart Village 1.0 yang sebelumnya telah diimplementasikan di Kamojang, Kabupaten Bandung.

    Melalui Xmart Village 2.0, XL memperkenalkan solusi-solusi inovatif terbaru bagi penduduk desa, agar mereka dapat berkreasi untuk memberikan kontribusi secara positif dan efektif terhadap permasalahan yang dihadapi oleh desanya. Dengan terbukanya akses teknologi dan pengetahuan, maka tak ada lagi penghambat bagi masyarakat setempat untuk bergerak lebih cepat dalam membangun dan memanfaatkan potensi desanya.

    Ada setidaknya 12 inisiatif yang diimplementasikan XL pada Xmart Village 2.0, yang merupakan perpaduan dari apa yang sudah diterapkan pada Xmart Village 1.0 dengan inisiatif baru. Sebut saja pembuatan website sebagai alat promosi wisata Lamajang dan Cipacing. Website ini mempermudah masyarakat luas untuk mendapat informasi mengenai berbagai aktivitas dan tempat-tempat menarik di kedua desa tersebut.

    Selain itu, XL juga memfasilitasi sarana promosi dan penyediaan informasi yang didukung dengan layanan “SMS Blast” yang disebar ke wilayah sekitar. SMS Blast ini berisi konten-konten yang menjadi daya tarik utama desa Lamajang dan Cipacing. 

    Untuk mendukung promosi pariwisata, juga disediakan layanan semacam call center sebagai pusat informasi wisata dan berbagai info lainnya. Kehadiran call center ini melengkapi fungsi website dan SMS Blast sebagai alat promosi.

  • XL Dukung Kerajinan Nusantara Go Digital

    XL Dukung Kerajinan Nusantara Go Digital

    Untuk memperluas pasar, tidak bisa menggunakan cara-cara tradisional. Harus lebih modern yang tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu. Yang paling tepat adalah digital. Cara ini pun sudah mulai harus dijalani oleh para pengrajin nusantara. Jika tidak maka akan kalah bersaing di dunia internasional. Padahal, kerajinan Nusantara itu sangat indah dan bernial tinggi.

    Sayangnya, masih banyak para pengrajin ini yang tidak mengerti tentang internet. Untuk itu perlu ada langkah stragis yakni harus sosialisasi dan edukasi. Targetnya adalah para pengrajin juga dapat dikenal jauh lebih luas lagi.

    Dengan layanan internet dan digital, maka dengan mudah para pengrajin untuk lebih dikenal lebih luas lagi. Kesepakatan ini, Seperti yang dipandang perlu sebagai sarana yang strategis untuk promosi produk kerajinan nasional agar bisa lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas, termasuk secara global. Ketua Harian Dekranas, Hj. dr. Erni Tjahjo Kumolo dan Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (22/10).

    Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Umum Dekranas, menyambut baik kerjasama ini, “Apresiasi atas kerjasama untuk pembelajaran, promosi dan pemasaran e-commerce bagi para perajin, dengan memanfaatkan internet dan teknologi bergerak (internet & mobile technology) dari mitra Sisternet dan Elevenia. Pada era saat ini, pemanfaatan internet sangat diperlukan, karena dengan internet dan telekomunikasi digital para perajin dapat langsung mempromosikan dan memasarkan produk kerajinannya, tidak hanya dalam negeri tetapi juga ke luar negeri.”

    Sementara itu, Dian siswarini menandaskan, dengan visi pemerintah ke depan, XL telah berkomitmen kuat untuk ikut menyiapkan masyarakat menuju era digital. Kerjasama ini merupakan salah satu implementasi dari visi tersebut, di mana XL dan Elevenia siap untuk memfasilitasi para perajin di berbagai wilayah Nusantara dalam mengenalkan produknya ke pasar yang lebih luas, termasuk agar dikenal hingga ke manca negara.”

    Secara lebih detail, kerjasama ini mencakup penyediaan website www.dekranas.id , sosialisasi dan edukasi mengenai e-commerce atau pemasaran secara digital, pemasaran produk kerajinan melalui Elevenia, serta promosi melalui layanan mobile advertising dari XL.

    Website www.dekranas.id akan menjadi portal informasi mengenai organisasi Dekranas sendiri, serta berbagai data mengenai perajin serta produk kerajinan yang diproduksi. Dengan adanya website yang lengkap dari sisi informasi, maka masyarakat luas Indonesia dan internasional akan bisa dengan mudah mendapatkan rujukan yang memadai mengenai produk kerajinan asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah. Website www.dekranas.id sudah bisa dimanfaatkan mulai saat ini dalam versi desktop dan mobile.

    Selain sebagai wadah informasi, pada website tersebut perajin akan mendapatkan akses untuk mendaftarkan diri dan memamerkan produknya dalam halaman profil para perajin. Halaman ini dapat selalu di-update dan menjadi semacam etalase bagi masing-masing perajin. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat informasi mengenai produk kerajinan sekaligus pembuatnya. Selain itu, akan tersedia pula daftar pemasok bahan sehingga memudahkan perajin menghubungi pemasok bahan bakunya.

    Sementara itu, program sosialisasi dan edukasi pemasaran digital akan mendapatkan dukungan dari Elevenia dan Sisternet. Agenda dan materi pelatihan yang juga akan bisa diakses di website www.dekranas.id. Dengan demiakian, perajin dari berbagai pelosok daerah akan tetap bisa mendapatkan manfaat edukasi melalui website ini.

    Rencana untuk program sosialisasi dan edukasi dimulai di tahun 2016 mengikuti program kerja Dekranas/Dekranas Daerah yang disinkronisasi dengan agenda Elevenia dan program Sisternet. Elevenia akan ikut memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai wadah berjualan. Bahkan, perajin sudah bisa mendaftarkan diri menjadi penjual di Elevenia dengan mendaftar melalui situs www.elevenia.co.id. (Icha)

     

  • Tingkatkan Kinerja Neraca Keuangan, XL Percepat Bayar Utang

    Tingkatkan Kinerja Neraca Keuangan, XL Percepat Bayar Utang

    Jakarta – XL kembali mempercepat pelunasan pinjaman mata uang dolarnya, yang diperoleh dari Bank UOB sebesar USD 50 juta serta Standard Chartered Bank sebesar USD 100 juta. Upaya ini ditempuh dalam rangka memperkuat posisi keuangan perusahaan.

    Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, mengungkapkan hal ini dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10).

    “Kami terus berupaya untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui perubahan pinjaman ke mata uang Rupiah serta melakukan percepatan pelunasan pinjaman USD. Ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perusahaan untuk secara proaktif mengurangi beban kurs sehingga bisa meningkatkan kinerja pengelolaan neraca keuangan,” katanya.

    Transformasi bisnis ini dilakukan XL untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga perusahaan dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya.

    Untuk sumber dana sendiri, XL memperolehnya dari kas internal untuk pelunasan pinjaman sebesar USD 50 juta kepada bank UOB. Sementara untuk pelunasan pinjaman sebesar USD 100 juta pada Standard Chartered Bank, XL telah melakukan penarikan pinjaman sebesar Rp. 1,5 Triliun dari bank BCA.

    Hingga saat ini, XL telah melakukan pelunasan hutang sebesar USD 480 juta, yang merupakan rangkaian dari berbagai inisiatif yang secara proaktif dilakukan XL untuk mengurangi beban pinjaman USD.

    Sebelumnya, pada tanggal 18 September 2015 lalu, XL juga sudah mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman dari Bank UOB sebesar USD 100 juta yang merupakan bagian dari pinjaman eksternal dalam US Dollar yang tidak memiliki lindung nilai (hedging) pada neraca keuangan XL.

    Pada 1 Oktober 2015, XL juga telah mengumumkan konversi atas pinjaman dari BTMU sebesar USD 180 juta ke dalam mata uang Rupiah, sekaligus percepatan pelunasan atas pinjaman sebesar USD 50 juta dari Bank UOB.

     

  • XL Tanggapi Positif Upaya Penertiban Kartu SIM

    XL Tanggapi Positif Upaya Penertiban Kartu SIM

    Jakarta – Rencana Pemerintah untuk menertibkan kartu SIM, dimana nantinya KTP menjadi sebuah kewajiban ketika seseorang akan membeli kartu SIM, ditanggapi positif oleh operator telekomunikasi. XL misalnya, mengaku tidak merasa ada yang buruk dengan peraturan yang akan resmi diterapkan pada Desember 2015 mendatang ini.

    Dampakya untuk bisnis XL tidak akan negatif ya, karena sudah dari awal tahun kita ini transfer bisnis model. Jadi tidak lagi bertumpu pada jumlah sim card atau akuisisi yang banyak,” kata Dian Siswarini, Direktur Utama sekaligus CEO PT XL Axiata Tbk saat ditemui di Graha XL belum lama ini.

    Hal senada disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Menurutnya, sekarang ini bukan lagi saatnya bagi perusahaan telekomunikasi untuk mengejar jumlah pelanggan, tetapi lebih merujuk pada revenue atau pendapatan.

    Lupakan soal jumlah pelanggan, yang perlu diperhatikan adalah revenue share dan EBITDA share. Karena pertumbuhan perusahaan itu ada di sana,” ungkapnya.

    Tak heran, XL pun tetap percaya diri meskipun terang-terangan telah mengalami penurunan jumlah pelanggan.

    Berdasarkan catatan laporan perusahaan, total pelanggan XL pada kuartal kedua lalu adalah sekitar 46 juta orang. Dian menambahkan, bahwa akan ada penurunan jumlah pelanggan di kuartal ketiga ini, namun ia belum bersedia menyebutkan berapa angkanya.

    Tunggu saja laporannya. Jumlah pelanggan memang turun, tapi revenue dan EBITDA naik,” sambungnya.

    Mengenai persiapan penerapan penertiban kartu SIM sendiri, XL mengaku sudah melakukan berbagai persiapan, baik itu dalam hal sistem IT dan perangkat lunaknya, ataupun dalam hal edukasi.

    Seperti diketahui, penertiban jual beli kartu SIM yang akan resmi diterapkan pada 15 Desember mendatang ini nantinya tak hanya akan membawa manfaat bagi industri telekomunikasi saja, tetapi juga pelanggan.

    Dari sisi pelanggan, aturan ini akan mengurangi tindakan penyalahgunaan nomor telepon, entah itu untuk berbuat kejahatan, menipu ataupun berbagai spam lainnya. Sementara bagi operator telekomunikasi, penertiban ini akan membuat mereka mudah mendapatkan pelanggan berkualitas serta bisa mendorong pendapatan.