Kategori: XLSMART

  • Jelang 2016, Layanan 4G LTE XL Sambangi 35 Kota

    Jelang 2016, Layanan 4G LTE XL Sambangi 35 Kota

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) terus memperluas layanan 4G LTE ke berbagai wilayah, baik di Jawa maupun luar Jawa. Hingga pekan terakhir Desember 2015, tercatat sudah sekitar 35 kota yang mencicipi layanan internet cepat milik XL ini.

    Selain bertambah kota, layanan 4G LTE XL ini juga terus meluas secara area di setiap kota. Hal ini memungkinkan dengan terus beroperasinya BTS-BTS 4G yang baru. Perluasan wilayah layanan 4G ini XLlakukan tanpa mengabaikan kualitas layanannya.

    Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya mengatakan dalam  keterangan resminya, Kamis (31/12), “Perluasan wilayah layanan 4G LTE kami lakukan sesuai dengan rencana dan strategi yang matang. Jadi bukan asal cepat-cepat biar terlebih dulu. Kami menyediakan layanan 4G di setiap wilayah berbarengan dengan penyediaan ekosistemnya.”

    Oleh karena itu, lanjutnya, ketika jaringan 4G sudah hidup di satu kawasan, maka pelanggan dan masyarakat di sana juga sudah dengan mudah mendapatkan dan mengganti kartu SIM 4G, juga membeli paket bundling ponsel 4G.

    Kota-kota yang baru saja mendapatkan layanan 4G tersebar di semua wilayah layanan XL. Di Sumatera dan sekitarnya layanan 4G LTE sudah bisa diakses di Batam, Medan, Deli Serdang, Palembang, Banyu Asin, dan Pekanbaru. Di Kalimantan menjangkau Banjarmasin dan Banjarbaru. Di Sulawesi, ada di Manado. Sementara itu di Bali, XL 4G bisa diakses di Denpasar dan Badung. Nusa Tenggara Barat, ada di Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.

    Di Jawa Timur, XL 4G sudah menjangkau Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Pacitan. Jawa Barat ada di Cirebon, Cimahi, Purwakarta, dan Sumedang. Di Jawa Tengah, XL 4G LTE sudah bisa diakses di Pekalongan, Batang, Banyumas,Tegal, Brebes, Purwokerto, dan Solo. Di Jakarta dan sekitarnya, layanan internet cepat ini sudah ada di Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi.

    Khusus di DKI Jakarta, wilayah layanan 4G LTE juga terus meluas ke lima wilayah Ibu Kota Jakarta. Hampir semua pusat keramaian, perdagangan, perkantoran, wisata, dan pemerintahan sudah terlayani. Antara lain sepanjang Jalan MH Thamrin, Sudirman, Gatot Soebroto, Kelapa Gading, Kebon Jeruk, Pluit, Tanah Abang, Pasar Minggu, Lebak Bulus, hingga Sunter dan Pasar Rebo. Total tidak kurang dari 37 area di DKI Jakarta yang sudah ter-cover 4G LTE. Termasuk juga kota-kota penopang ekonomi Jakarta, seperti Bogor, Depok dan Tangerang juga telah dapat menikmati layanan 4G LTE.

    Jika dilihat dari kota-kota di atas, tidak semuanya adalah kota besar atau ibukota suatu provinsi. Ada kota-kota kecil yang memiliki sisi strategis bagi XL, misalnya selama ini memang sudah menjadi daerah dengan mayoritas pengguna layanan seluler merupakan pelanggan XL, misalnya Madura dan Lombok. Pertimbangan lain dalam memilih prioritas suatu area adalah berdasarkan permintaan pelanggan yang tinggi atas layanan internet cepat, teknis jaringan, serta pertimbangan khusus atas suatu daerah.

    Seiring dengan terus bertambahnya wilayah layanan XL 4G LTE, bertambah pula infrastruktur yang telah dibangun XL untuk menopang layanan tersebut. Tercatat tidak kurang sekitar 3 ribuan BTS 4G hingga pekan terakhir Desember 2015.

    Di tahun 2016, XL akan terus memperluas layanan internet cepat 4G LTE. Kota-kota yang akan menjadi prioritas antara lain adalah Makassar, Semarang, Malang, dan kota-kota besar lainnya di luar Jawa. Sementara itu di Jawa, kota-kota menengah dan kecil juga akan mulai mendapatkan layanan ini.  Hingga saat ini sudah tercatat sedikitnya sekitar tiga juta pelanggan XL sudah memanfaatkan layanan 4G LTE.

  • Kini Giliran Nelayan Madura yang Manfaatkan mFish dari XL

    Kini Giliran Nelayan Madura yang Manfaatkan mFish dari XL

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura mengikat kerjasama dalam meningkatkan produktivitas nelayan setempat. Kerjasama ini akan diwujudkan dalam bentuk pengimplementasian program pemanfaatan sarana digital “mFish” kepada masyarakat nelayan di 6 desa. Ada setidaknya 110 orang nelayan akan mendapatkan bantuan paket aplikasi “mFish” tersebut, yang akan langsung dapat dipakai sebagai pemandu dalam menjalani profesi mereka.

    Kerjasama bertema “Sinergi mFish dan Perikanan yang Berkelanjutan” ini diluncurkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pamekasan, Kholil Asyari, dengan menyerahkan perangkat pendukung aplikasi mFish kepada perwakilan nelayan di Pamekasan. Kerjasama serupa akan dilakukan bersama dua pemerintah kabupaten di Madura lainnya.

    Vice President East Region XL, Desy Sari Dewi mengurai rasa syukurnya atas terselenggaranya program mFish di Kabupaten Pamekasan ini. Diakuinya, hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung masyarakat Madura dalam memajukan daerah melalui implementasi sarana telekomunikasi dan teknologi digital.

    Kami berharap, dengan menggunakan aplikasi mFish, masyarakat nelayan Pamekasan akan mampu meningkatkan hasil tangkapan mereka, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kualitas hidup,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis Senin, (28/12).

    Desy menambahkan, seiring dengan visi pemerintah untuk menyediakan “Desa Broadband” di berbagai penjuru tanah air, aplikasi mFish dari XL saat ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan di beberapa lokasi di Lombok dan Bali. Karena itu, XL berharap manfaat yang sama bisa didapatkan oleh nelayan di Madura.

    Dalam kerjasama tersebut, nelayan penerima paket mFish akan mendapatkan gratis biaya paket data selama 6 bulan. Paket tersebut berupa handset dengan aplikasi mFish di dalamnya, paket data sebesar 1GB/bulan, serta alat pengisi batere tenaga surga.

    Aplikasi mFish sendiri memiliki fitur yang menyediakan informasi cuaca, lokasi keberadaan plankton, arah dan kecepatan angin, posisi di laut, serta waktu air pasang. Selain itu, melalui aplikasi canggih tersebut, nelayan juga bisa saling berkomunikasi.

    Melalui kerjasama ini, Dinas kelautan dan Perikanan setempat juga akan bisa mendapatkan data riil dari nelayan. Data tersebut mencakup harga ikan, serta jumlah tangkapan dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu, agar nelayan mampu menggunakan peralatan digital tersebut secara efektif, XL menyediakan pendampingan selama 6 bulan. Akan ada petugas yang secara rutin mendatangi nelayan untuk melakukan pendampingan sekalian menjaga tingkat efektivitasnya.

    Setelah Kabupaten Pamekasan, XL juga akan menandatangai kerjasama mFish dengan Pemkab Bangkalan dan Pemkab Sumenep. Dengan demikian total tidak kurang dari 350 paket mFish akan dimanfaatkan di Madura pada tahap awal ini. XL berharap, penggunaan sarana digital ini akan terus meluas. Untuk itu, menurut Desy, XL berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas layanan mFish ini, antara lain dengan memperkaya fitur yang ada sehingga akan semakin membantu nelayan. Antara lain dengan memastikan kualitas informasi sehingga tingkat akurasinya semakin tinggi.

    Dari sisi jaringan pendukung, XL memiliki jaringan yang sangat memadai di seluruh Madura. Hal ini terbukti dari loyalitas masyarakat Madura yang menggunakan XL. Di Pulau Garam ini, XL adalah operator dengan jumlah pengguna terbanyak, yaitu sekitar 1,37 juta pelanggan. Total ada 795 BTS di seuluruh Madura, dan sebanyak 380 di antaranya adalah BTS 3G.

     

  • XL Gunakan Teknologi MSC pool dan SGSN in pool Hadapi Natal dan Tahun Baru

    XL Gunakan Teknologi MSC pool dan SGSN in pool Hadapi Natal dan Tahun Baru

    Telko.id – Selama Natal dan Tahun Baru, XL memperkiraan kenaikan trafik akan terjadi pada semua layanan, baik data, SMS, juga voice, dibandingkan trafik di hari normal. Untuk layanan Data, diperkirakan akan naik sekitar 15-20%, voice 5%, dan SMS 10%.

    Persiapan yang telah dilakukan oleh XL antara lain berupa penambahan kapasitas jaringan dan juga BTS untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Berbeda dengan Ramadhan dan Lebaran, peningkatan trafik di saat Natal dan Tahun Baru cenderung terjadi di area tertentu. Karena itu, XL memastikan kapasitas jaringan XL cukup untuk menghadapi kenaikan trafik terutama di jaringan Core Data Services. XL juga melakukan penambahan BTS, penambahan kapasitas, dan juga melakukan optimisasi di beberapa area yang terindikasi akan mengalami kenaikan trafik.

    Opimisasi jaringan dan penambahan BTS dilakukan terutama di area yang menjadi pusat keramaian selama libut Natal dan Tahun Baru. Di Jabodetabek, dilakukan optimisasi antara lain di Monas, Bundaran Hotel Indonesia, Ancol, Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, dan kawasan Puncak. Bandung di Alun-alun, Dago, dan Gasibu. Yogyakarta di Alun-alun, sepanjang Malioboro, dan Pantai Parang Tritis.

    Surabaya di Kebun Binatang Surabaya, Jembatan Suramadu, Pantai Ria Kenjeran, Taman Bungkul, Tugu Pahlawan, Taman Remaja, Ciputra Water Park, House of Sampoerna, serta Monumen Kapal Selam. Bali di area Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Renon, Sanur, Tanjung Benoa, dan Ubud. Sementara itu di wilayah lainnya antara lain Bandara Hasanuddin Makasar, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Pattimura Ambon.

    Jaringan XL juga telah didukung dengan teknologi MSC pool dan SGSN in pool secara nasional. Dengan menerapkan sistem pool ini, jaringan XL akan terlindung dari lonjakan trafik  pada  satu  lokasi tertentu  karena kapasitas jaringan tersebar di beberapa titik. Selain itu, XL juga sudah mengantisipasi potensi lonjakan/kenaikan traffic dari setiap layanan, termasuk dengan meningkatkan kapasitas jaringan hingga 2-4 x lipat kondisi traffik normal.

    Selama libur Natal dan Tahun Baru, pelanggan juga bisa merasakan kenyamanan menggunakan layanan 4G LTE XL, yang bisa dinikmati di berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya Medan, Bogor, Mataram, Denpasar, Surabaya, Bandung, Jakarta, Batam, Pekanbaru, Palembang, Purwakarta, Cirebon, Pekalongan,Tegal, Pacitan, Madura, Manado dan Banjarmasin, serta Yogyakarta

    Saat ini XL melatani sekitar 41,5 juta pelanggan secara nasional, dengan dukungan lebih dari 56 Ribu BTS (BTS 2G/3G/4G). Selain itu, XL juga telah memiliki jaringan infrastruktur fiber optik sepanjang lebih dari 37 ribu km yang menghubungkan hampir semua pulau-pulau utama di Indonesia. (Icha)

  • Kaji Ulang Tarif Interkoneksi, Ini Harapan XL

    Kaji Ulang Tarif Interkoneksi, Ini Harapan XL

    Telko.id – Pemerintah saat ini sedang melakukan pengkajian ulang mengenai tarif interkoneksi pada operator seluler. Tarif interkoneksi yang mahal sejatinya akan berdampak pada mahalnya tarif telepon untuk end user.

    Sejatinya, penghitungan ulang tarif interkoneksi sendiri bertujuan untuk menyehatkan industri telekomunikasi indonesia sekaligus juga memberikan layanan yang terjangkau bagi masyarakat umum sebagai end user.

    Interkoneksi sendiri memiliki arti keterhubungan antarjaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Penetapan tarif interkoneksi sejatinya berlaku efektif sejak 1 Januari 2011. Penghitungan tarif dasar ini ditetapkan oleh BRTI selaku pihak regulasi dalam surat bernomor 227 tahun 2010. Berdasarkan surat tersebut, BRTI memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi layanan pesan singkat (sms) dari berbasis sender keep all (SKA) menjadi berbasis biaya (Non-SKA). Keputusan tersebut kemudian efektif pada 1 Juni 2012 dan berlaku untuk seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

    Komisioner BRTI I Ketut Prihadi menyebutkan, “Saat ini beban biaya yang harus dibayar oleh pengguna saat menelpon beda operator (off net) lebih tinggi daripada menelepon ke sesama operator (on net) dan kami hanya boleh mengusulkan formula perhitungan saja,” ucapnya pada Rabu kemarin di Jakarta.

    Formula terbaru yang diusulkan oleh BRTI adalah tadif off net 2-3 kali lebih tinggi dari on net. Perhitungan tarif interkoneksi ini juga harus dilihat dari beban yang dipanggul oleh operator.

    Mahalnya tarif interkoneksi telepon melalui jaringan voice menjadi salah satu alasan pengguna untuk lebih memilih OTT asing yang menggunakan jaringan data untuk telepon seperti Whatsapp dan Line. Padahal hal ini tentunya akan sangat menguntungkan mereka para raksasa OTT asing.

    Berbicara mengenai jaringan data, nyatanya sebentar lagi para operator telah menyiapkan alternatif layanan voice lain dengan menggunakan layanan data. Alternatif tersebut ialah dengan menyelenggarakan layanan VoLTE.

    VoLTE nantinya juga akan ‘menyedot’ pulsa dan bukan kuota data pengguna. Yang menjadi permasalahan adalah tarif interkoneksi yang masih belum diatur Pemerintah.

    Head Of Networking Planning PT XL Axiata, Rahmadi Mulyohartono mengungkapkan adanya tarif interkoneksi yang cenderung murah antar operator. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang murah dan berkualitas bagi pelanggan.

    VoLTE nantinya akan menjadi salah satu cara baru bagi operator untuk menghadirkan paket nelepon yang berimbas pada peningkatan revenue mereka.

    Di seluruh dunia, tercatat penyelenggara VoLTE sudah mencapai angka 40 dan diperkirakan jumlah penyebarannya akan bertambah pada kuartal pertama di tahun depan.

  • Dukung Program Layak Anak, XL Luncurkan Layanan “Layak Anak”

    Dukung Program Layak Anak, XL Luncurkan Layanan “Layak Anak”

    Telko.id – Sebagai bagian dari kerjasama Program XmartCity dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, PT XL Axiata Tbk (XL) kembali mendukung masyarakat setempat dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung program Kota Layak Anak. Perusahaan telekomunikasi yang berkantor di Kuningan, Jakarta ini meluncurkan website dan aplikasi Layak Anak di Yogyakarta.

    Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/12), Ongki mengatakan mengatakan langkah ini merupakan wujud dari komitmen XL dalam membantu masyarakat mengatasi berbagai permasalahan sosial melalui teknologi digital, dalam hal ini mengakut wanita dan anak anak.

    “Yogyakarta selaku kota wanita, budaya dan pelajar adalah kota yang siap mengaplikasikan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Karena alasan itulah kami sangat mendukung ajakan Pemkot Yogyakarta untuk mengimplementasikan program Kota Layak Anak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ungkapnya.

    Hal yang tak jauh berbeda diutarakan walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Menurutnya, kota Yogyakarta sendiri memang memiliki visi untuk menjadi kota yang layak anak. Usaha untuk itu telah mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak sejak 2009 dari Kementerian‎ Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

    “Tahun ini, penghargaan tersebut berhasil kami dipertahankan. Dengan implementasi sarana digital Layak Anak ini, maka akan semakin kukuh predikat Kota Yogyakarta sebagai kota yang ramah untuk ditinggali dan tempat pendidikan anak-anak,” katanya.

    Rencananya, kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta akan menambah 21 kampung ramah anak pada tahun ini sehingga jumlahnya menjadi 136 kampung hingga akhir tahun.

    Layanan bernama “Layak Anak” ini XL wujudkan dalam format website www.layakanak.org dan aplikasi dengan nama yang sama. Masyarakat Yogyakarta bisa mengunduh aplikasi ini melalui playstore. Pada kedua sarana digital buah kerjasama antara XL dengan STIMIK AMIKOM Yogyakarta ini, terdapat sejumlah fitur, antara lain adalah informasi mengenai keberadaan kampung ramah anak, agenda pokok dan rutin menjamin kesehatan anak, statistik layak anak, serta berita seputar layak anak.

    Pada fitur informasi Kampung Ramah Anak (KRA), masyarakat akan bisa mengetahui di mana saja kampung-kampung ramah anak berada. Dengan informasi ini, maka masyarakat bisa saling mengenal, bertukar pengetahuan dan pengalaman, sehingga bisa saling bantu dalam mengembangkan KRA. KRA itu sendiri adalah pembangunan yang berbasis dari RW, yang menyatukan komitmen dan sumberdaya lokal, masyarakat dan dunia usaha yang berada di lingkungan setempat, dalam rangka menghormati, menjamin, dan memenuhi hak anak, melindungi anak dari tindak kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan diskriminasi, dan mendengar pendapat anak, yang direncanakan secara sadar, menyeluruh dan berkelanjutan.

    Sementara itu pada fitur agenda kesehatan anak, masyarakat terutama para orang tua anak, bisa mengatur agenda rutin dan pokok guna menjamin kesehatan putra-putrinya. Misalnya antara lain jadwal berkunjung ke Posyandu, suntik Campak, BATITA, dan periksa gigi. Pada bagian informasi berita, masyarakat bisa menyimak berita-berita terbaru mengenai tema anak dan wanita.

    Layanan yang akan mempermudah masyarakat mendapatkan informasi mengenai anak dan wanita ini disiapkan oleh AMIKOM dan XL selama kurang lebih 8 bulan. Semua isi yang ada di website maupun aplikasi tersebut merupakan hasil kerjasama antara XL, Pemkot, dan PKK Yogyakarta, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

    Program XL XmartCity Yogyakarta merupakan program solusi digital yang terintegrasi untuk ikut membantu memecahkan berbagai masalah sosial perkotaan seperti urbanisasi, transportasi, dan kesehatan. XL dan Pemkot Yogyakarta berkerjasama secara erat untuk membuat layanan aplikasi informasi yang akurat dan up to date yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Sebelumnya, XL juga telah mengimplementasikan layanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dengan menggunakan sarana e-money XL Tunai. Selain itu juga ada kerjasama dalam sharing pengetahuan Digital baik dengan wanita Yogyakarta maupun dengan Generasi Muda.

    Selain di Yogyakarta, XL juga menyelenggarakan Program XmartCity di Lombok dan Balikpapan.

  • Ini Strategi XL Migrasikan Pelanggan ke 4G

    Ini Strategi XL Migrasikan Pelanggan ke 4G

    Telko.id – Jaringan 4G LTE yang sudah semakin menyebar di seluruh Indonesia serta tersedianya perangkat yang mendukung jaringan tersebut, dan dengan harga yang terjangkau pula, membuat para operator mulai berpikir mengenai migrasi pelanggan dari 2G ke 4G.

    XL misalnya, mengaku memiliki setidaknya beberapa cara untuk mengusahakan penyerapan migrasi pelanggan 2G untuk beralih ke 3G ataupun 4G.

    Untuk 4G sendiri, sampai saat ini total pengguna layanan tersebut mencapai 3 juta yang tergabung dari pelanggan baru ataupun pelanggan 3G yang bermigrasi ke 4G.

    Sementara untuk 2G, Pihak XL mengungkapkan perlu adanya regulasi mengenai Handset Control. Kontrol yang dimaksudkan di sini seperti yang terjadi di negara-negara maju, dimana mewajibkan untuk setiap perangkat yang masuk ke Indonesia minimal mampu berjalan di jaringan 4G atau setidaknya 3G. Hal ini dikarenakan setiap Handset 4G mampu berjalan di jaringan 3G ataupun 2G, namun tidak berlaku sebaliknya.

    Kontrol ini diyakini dapat menekan pengguna 2G di Indonesia yang tentu akan beralih ke 3G atau bahkan ke 4G dengan harga perangkat yang sudah mulai terjangkau.

    Cara kedua, seperti diungkapkan XL, adalah melalui edukasi. Untuk kota-kota besar mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah 4G, namun belum tentu demikian dengan mereka yang ada di pelosok daerah.

    Rahmadi Mulyohartono, Head Of Network Planning XL Axiata mengaku pernah bertanya kepada seorang pemuda di pedesaan. Ia menanyakan, “Kamu tahu internet? Jawabnya tidak, tetapi ketika ditanya kamu punya Facebook? Jawabnya iya.”

    Hal ini merupakan kasus betapa pentingnya edukasi terhadap jaringan internet dan perbedaan antara 2G, 3G serta 4G kepada seluruh pengguna hingga ke pelosok.

    Karena semakin banyak pengguna di daerah yang melek internet, maka akan semakin banyak pula revenue dari para operator tersebut.

    Cara ketiga yang dilakukan oleh XL Axiata tentu saja dengan memperkaya handset 4G yang tersedia dengan melakukan program bundling. Sudah bukan rahasia lagi, apabila ketersediaan smartphone 4G yang semakin banyak serta harga yang bersahabat akan semakin mempermudah pengguna untuk beralih dari 3G ke 4G, dari 2G ke 3G atau bahkan langsung ke 4G.

    Mengutip perkataan Menteri Kominfo Rudiantara pada saat ajang ‘Golden Ring’ beberapa waktu lalu yang berbunyi, “Tiga tahun lagi, Handset 4G akan tersedia mulai harga 600 ribuan.” Hal ini sekaligus menegaskan program pemerintah dalam usaha untuk memberikan handset dengan harga yang lebih terjangkau bagi end user.

    Program Handset Bundling juga sejatinya akan langsung menambah jumlah pengguna 4G XL, pasalnya setiap smartphone yang diikutkan dalam program bundling akan langsung mendapatkan nomor prabayar XL.

    Jika tiga strategi ini berjalan dengan mulus, bukan tidak mungkin di tahun depan jumlah pengguna 2G mereka turun drastis dan pengguna 4G mereka terus meroket. Hanya saja tinggal bagaimana pihak XL mengatasi potensi lonjakan trafik di 4G yang saat ini mengalokasikan sekitar 10-15 Mhz di frekuensi 1800 Mhz. [ak/if]

  • XL Dorong UKM Manfaatkan Internet Cepat

    XL Dorong UKM Manfaatkan Internet Cepat

    Telko.id – Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah diakui eksistensi dan kontribusinya sebagai penopang perekonomian negara. Oleh karena itu, PT XL Axiata Tbk (XL) memutuskan untuk ikut aktif mendukung pengembangan UKM melalui penyediaan layanan 4G LTE dan plarform digital khusus bagi UKM. XL yakin, keberadaan internet cepat akan mampu mendorong produktivitas pelaku bisnis skala kecil dan menengah untuk bisa lebih mengembangkan usahanya.

    Tingkat penetrasi internet pada masyarakat Indonesia semakin luas. Ini berarti semakin banyak konsumen yang mencari referensi belanja melalui internet dan layanan digital. Karena itu sudah saatnya rekan-rekan pelaku UKM untuk tidak ragu lagi memanfaatkan jaringan internet dan teknologi digital guna meningkatkan produktivitasnya. Apalagi, saat ini sudah tersedia layanan 4G LTE yang memungkinkan akses lebih cepat dan stabil untuk koneksi internet,” ungkap Presiden Direktur XL, Dian Siswarini dalam keterangan resminya, Jumat (11/12).

    Dian menambahkan, dengan memanfaatkan jaringan internet dan teknologi digital, pelaku UKM bisa meningkatkan daya saingnya, bahkan dalam menghadapi perusahaan bermodal besar. Dia menyebut, internet memungkinkan pelaku UKM bisa mengatasi keterbatasan cakupan wilayah pemasaran dan promosi. Melalui media internet, pengusaha UKM di satu kota kecil bisa mengenalkan produk dan memasarkannya ke wilayah yang tanpa internet mustahil bisa dia lakukan.

    Saat ini sudah banyak sekali UKM yang sudah memanfaatkan keunggulan pemasaran melalui internet dan digital. Mereka juga memanfaatkan keberadaan sejumlah e-commerce atau pasar digital yang menawarkan tempat promosi dan pemasaran. Dengan cara ini, biaya dan efektifitas pemasaran pun bisa lebih dimaksimalkan.

    Guna ikut mendukung program pemerintah dalam mengembangkan UKM sekaligus membantu para pelaku UKM sendiri untuk bisa segera memanfaatkan internet dan teknologi digital, XL juga telah menyiapkan suatu layanan khusus bernama “DigiBiz”. Layanan ini merupakan platform yang bersifat solusi digital yang sangat mudah diterapkan, bahkan hanya dengan ponsel saja sudah bisa dijalankan. XL cukup serius mengembangkan program ini, ditandai dengan investasi sekitar Rp 500 miliar untuk 3 tahun ke depan, guna mengembangkannya lebih lanjut.

    Solusi DigiBiz ini terutama ditujukan bagi pelaku UKM yang memang memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi digital guna membangun bisnisnya. Secara garis besar, Digibiz menawarkan tiga manfaat. Pertama, Product  Solution, yaitu berbagai solusi produk layanan yang relevan untuk dapat mendukung bisnis UKM mereka.

    Kedua, Business Solution, di mana pelanggan akan mendapatkan manfaat yang bersifat non-telco antara lain tempat berjualan, promosi, pinjaman, dan informasi bisnis. Selanjutnya manfaat terakhir berupa Network atau jejaring, yaitu secara tidak langsung pelanggan akan mendapatkan jaringan bisnis dengan cakupan yang lebih luas dengan memanfaatkan aplikasi ini.

    Hadirnya internet cepat 4G LTE akan menambah kekuatan konten-konten data untuk keperluan promosi dan pemasaran. Kekuatan tersebut diantaranya dalam bentuk format yang lebih informatif seperti video. Teknologi 4G LTE akan memungkinkan video bisa lebih mudah diakses dengan kualitas maksimal. Dengan Video, informasi yang lebih menarik dan informatif terkait suatu obyek layanan atau produk bisa lebih ditampilkan. Misalnya mengenai jasa layanan tertentu, yang mungkin akan lebih bisa dijelaskan menggunakan video daripada sekadar gambar atau tulisan.

    Saat ini, pelanggan 4G LTE XL telah mencapai lebih dari 3 juta pelanggan dan diprediksi akan terus meningkat. XL telah menggelar layanan 4G secara komersial di 19 kota, yang tersebar di berbagai provinsi, yaitu Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Jakarta, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Bandung, Tegal, Pekalongan, Yogyakarta, Surabaya, Pacitan, Madura, Denpasar, Mataram, Banjarmasin, dan Manado.

    Tidak kurang 3000 BTS menopang layanan XL 4G LTE. Segera XL akan terus menambah cakupan wilayah 4G LTE menjadi lebih dari 30 kota, sehingga semakin luas mayarakat yang akan bisa ikut mendapatkan manfaat dari internet cepat ini.

  • Dukung Perkembangan UKM, XL Siapkan Rp 500 Miliar

    Dukung Perkembangan UKM, XL Siapkan Rp 500 Miliar

    Telko.id – Usaha Kecil Menengah atau UKM memang mulai menunjukan eksistensinya di lantai perekonomian Nasional. Hal tersebut tergambar dari kontribusi mereka dalam menopang perekonomian Negara.

    Berkaca dari hal tersebut, PT. XL Axiata merasa perlu untuk mendukung pengembangan UKM dengan cara digitalisasi.

    Dalam acara peluncurran DigiBiz yang berlangsung di Jakarta, Rabu (2/12), Presiden Direktur XL, Dian Siswarini mengungkapkan keinginannya untuk membantu para pengusaha kecil yang belum mengarah ke digitalisasi agar mulai memasuki era digital bersama solusi XL itu.

    “UKM adalah pelaku yg sangat penting untuk menggerakkan perekonomian indonesia dan UKM sudah terbukti menjadi penyelamat indonesia pada krisis ekonomi tahun 1998 silam,” ungkapnya.

    Diluncurkannya layanan DigiBiz sendiri, diakui Dian sejalan dengan visi XL yang ingin memajukan Indonesia lewat teknologi. Selain melalui DigiBiz, dukungan lain juga terlihat dari roadmap perusahaan yang telah tak sedikit uang untuk pengembangan solusi UKM.

    Ongki Kurniawan, Direktur Digital Service XL mengungkapkan, “Untuk tiga tahun ke depan, XL akan menginvestasikan dana sebesar Rp 500 Miliar untuk mengembangkan solusi bagi kalangan UKM.”

    Ongki juga menyebutkan salah satu kesulitan adalah bagaimana bisa memasarkan produk dan untuk meng-capture setiap pesanan. Peran perusahaan telekomunikasi seperti XL dari segi digital akan sangat membantu para UKM agar mereka bisa mengembangkan bisnisnya.

    Nantinya, XL juga akan merangkul beberapa stakeholder seperti Perbankan, Lembaga Jasa Keuangan serta para komunitas UKM di daerah untuk menyiapkan solusi digital finansial bagi kalangan UKM daerah dan sama-sama memajukan sektor Industri ini agar tidak kalah pada saat MEA berlangsung.

    Selain menghadirkan solusi bagi UKM, dalam ksempatan ini XL juga telah menjalin kerjasama dengan komunitas UKM, yakni Tangan Di Atas (TDA) yang memiliki lebih dari 20 ribu keanggotaan UKM. Dengan kerjasama ini diharapkan pula dapat semakin banyak menjaring para pelaku UKM yang menggunakan solusi bisnis digital dari XL.

    Sekedar informasi, selain DigiBiz, XL juga telah memiliki solusi advertising yang berguna bagi para UKM, yaitu AdReach.

    Ke depannya, seperti diungkapkan Ongki lagi, XL juga berencana untuk menghadirkan OTT khusus entertainment, yang akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun depan. [ak/if]

     

  • DigiBiz, Layanan Digital Baru XL Khusus Untuk UKM

    DigiBiz, Layanan Digital Baru XL Khusus Untuk UKM

    Telko.id – Seiring dengan semakin ratanya penyebaran layanan 4G LTE miliknya, XL Axiata merasa perlu untuk menghadirkan kan beberapa layanan OTT guna mendukung ekosistem dari 4G LTE tersebut.

    Seperti diketahui, Application atau aplikasi menjadi salah satu unsur penting dari kesuksesan 4G di Indonesia. Saat ini, terdapat banyak OTT yang tersedia di pasaran, namun kebanyakan dari layanan itu berasal dari luar negeri dan sangat disayangkan jika pihak luar yang memanfaatkan momentum digitalisasi ini.

    OTT terbaru dari XL, yakni DigiBiz, merupakan OTT yang sengaja didesain untuk kalangan UKM di Indonesia. DigiBiz ditujukan untuk para UKM yang memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi digital sebagai platform dari bisnisnya.

    Adapun tiga manfaat utama dari layanan OTT ini, antara lain terkait Product Solution, Business Solution serta Networking yang berguna untuk mendapatkan jaringan bisnis yang lebih luas lagi.

    “Kami menargetkan sampai dengan tahun 2016 jumlah pengguna DigiBiz mencapai 20.000 user,” ungkap Onki Kurniawan, Direktur Digital Service XL saat ditemui di acara peluncuran DigiBiz yang berlangsung di Jakarta, Rabu (2/12).

    Untuk merealisasikan target tersebut, pihak XL menggandeng TDA (Tangan Diatas) yang juga sebuah komunitas bagi para UKM. TDA juga telah memiliki anggota lebih dari 20 ribu UKM yang tentunya akan semakin mempermudah pencapaian target dari DigiBiz ini.

    Onki menambahkan, DigiBiz merupakan platform yang bersifat solusi digital yang mendukung para pelaku UKM untuk mulai mengembangkan bisnis mereka.

    DigiBiz akan menghadirkan produk ‘jumpStart’ untuk para UKM yang ingin memulai bisnis mereka. Salah satu produk unggulan di jumpStart adalah solusi Virtual Telephony XL Mobex dengan penawaran harga kompetitif, yakni mulai Rp.800.000 per UKM. Solusi ini tentunya akan mengatasi permasalahan UKM dari Sektor Customer Relationship Management yang biasanya cukup mahal bagi kelas UKM.

    Selain itu, DigiBiz juga akan membantu para UKM untuk membuat website mereka sendiri yang tentunya akan mendukung usaha mereka. [ak/if]

  • XL Lebih Pilih RCS Ketimbang Volte

    XL Lebih Pilih RCS Ketimbang Volte

    Telko.id – PT XL Axiata selaku operator seluler 4G LTE mengaku lebih memilih RCS ketimbang volte untuk layanan voice di 4G mereka.

    Seperti diketahui, teknologi 4G yang semakin merata di semua wilayah Indonesia membuat para penyedia layanan ini bersiap menyongsong sebuah ekosistem  baru untuk memanfaatkan jaringan internet super cepat ini. Teknologi tersebut adalah sebuah fitur panggilan baru yang menyerupai OTT pada umumnya dan tentunya juga akan mengkonsumsi kuota data pengguna bukan pulsa.

    RCS (Rich Communication Suite) adalah sebuah OTT yang menyerupai Whatsapp dan Line, nantinya akan digunakan oleh beberapa operator penyedia 4G untuk melakukan panggilan melalui jalur data.

    Sementara itu, di Indonesia juga mengenal sebuah teknologi yang nyaris sama yaitu volte. Volte sendiri rencananya akan diaplikasikan oleh Operator Smartfren pada kuartal pertama di awal tahun 2016 mendatang.

    Sama halnya dengan Smartfren, Telkomsel juga telah melakukan trial untuk volte pada beberapa waktu yang lalu.

    Bagaimana dengan XL? Seperti dibahas diawal, Operator seluler 4G ini cenderung lebih memilih menggunakan RCS ketimbang volte.

    Tri Wahyuningsih, selaku GM Corporate Communication XL menyebutkan, “Kalau kita menggunakan volte maka harus ada device yang mendukung juga dan saat ini ketersediaannya sangat terbatas makanya kita lebih pilih RCS karena sudah support dengan semua device,” sebutnya kepada tim Telko.id

    Wanita yang akrab disapa Ayu ini menambahkan bahwa pihak XL belum terlalu berkonsentrasi kearah sana, namun mereka sudah melakukan ujicoba pada saat Juli lalu.

    Yang membedakan antara RCS dan dan OTT lain seperti Whatsapp adalah RCS bisa melakukan panggilan ke nomor lain yang tidak menggunakan RCS. Sebagai contoh, seseorang yang menggunakan RCS bisa melakukan panggilan ke telepon rumah dengan membebankan pada tarif data.

    Pihak XL juga belum memutuskan bagaimana skema tarif yang hendak mereka gunakan untuk ‘billing’ RCS ini.

    “Karena saat ini belum ada regulasi yang mengatur mengenai tarif RCS, jadi kami belum bisa memutuskan menggunakan formula apa dalam perhitungan tarif dari RCS ini,” tutupnya.