Kategori: XLSMART

  • Di Usia ke-19, XL Kian Berkomitmen Bangun Indonesia

    Di Usia ke-19, XL Kian Berkomitmen Bangun Indonesia

    Jakarta – XL memasuki usia ke-19 bulan Oktober ini. Di usia yang tak lagi belia ini, perusahaan kembali menegaskan komitmennya XL untuk ikut membangun Indonesia melalui bidang telekomunikasi.

    XL akan menyesuaikan bisnisnya dengan kebutuhan masyarakat atas layanan yang mendorong produktivitas masyarakat, serta menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang mampu menjadi sarana percepatan pembangunan di segala bidang.

    Kami akan terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat, baik melalui aktivitas bisnis, juga dengan berbagai program sosial langsung kepada berbagai komunitas masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Kami pun menyadari betapa besarnya potensi manfaat teknologi informasi dan komunikasi untuk memperbaiki kondisi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Untuk itu, kami mohon dukungan seterusnya dari segenap elemen masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, para partner, media massa, juga masyarakat dan pelanggan,” ungkap Direktur Utama XL, Dian Siswarini dalam acara perayaan ulang tahun yang berlangsung di Grha XL, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (16/10).

    Telah cukup banyak kontribusi yang diberikan XL, dalam masa 19 tahun beroperasi, dalam membangun serta mengembangkan industri telekomunikasi Indonesia. XL antara lain menjadi pelopor untuk tarif murah layanan voice dan SMS, layanan 3G, tower sharing, juga roaming nasional. XL juga mempelopori yang konsolidasi industri telko dengan melakukan merger dan akuisisi atas AXIS.

    Saya sendiri menghitung, dalam 10 tahun terakhir, kontribusi dari perusahaan seluler dan telekomunikasi di Indonesia, hanya dari 4 perusahaan saja, itu total kontribusi kepada pemerintah baik pajak, dividen, maupun dari sisi PNPB, kurang lebih sekitar 280 triliun. Jadi memang kontribusinya sangat luar biasa kepada pemerintah,” tambah Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kesempatan yang sama.

    Seiring dengan dinamika industri yang demikian pesat dan kini mengarah pada layanan data dan internet super cepat, XL meneruskan komitmen kepada masyarakat Indonesia dengan terus berupaya menghadirkan layanan data dan internet terbaik.

    Sejak akhir 2014, XL telah meluncurkan layanan 4G di Yogyakarta, Bogor, dan Medan. Tahun ini, September 2015, XL juga menjadi operator pertama yang melakukan komersialisasi layanan 4G LTE di Jawa dan Bali, yaitu di Surabaya dan Denpasar. Dengan Bandung dan Jakarta dijadwalkan menyusul pada November mendatang. Sebelumnya XL juga sudah meluncurkan secara komersil 4G LTE di Lombok.

  • Implementasikan Internet of Things, XL Gandeng Perum Damri

    Implementasikan Internet of Things, XL Gandeng Perum Damri

    Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL) memanfaatkan momentum perayaan ulang tahunnya yang ke-19 dengan menandatangani kerja sama dengan Perusahaan Umum Damri. Melalui kerja sama yang juga merupakan upaya XL dalam mengembangkan dan menghadirkan l ayanan inovatif berbasis Internet of Things (IoT) ini, perusahaan akan menyediakan sistem pemantauan “Passenger Information System,” yang akan digunakan bagi layanan transportasi publik Damri.

    Sistem pemantauan yang dirancang XL ini nantinya akan bermanfaat baik bagi penumpang, pengemudi bus, maupun pengelola manajemen perusahaan Damri itu sendiri.

    Bagi penumpang, keberadaan sistem yang berbentuk aplikasi ini akan memungkinkan mereka mengetahui waktu kedatangan bis sehingga dapat menghemat waktu tanpa perlu mengantri di terminal, mempermudah transaksi pembelian tiket, bahkan bisa memonitor anggota keluarga yang sedang dalam perjalanan. Sementara bagi pengelola Damri, sistem ini akan mempermudah memantau lokasi keberadaan armada bus, kondisi bus, dan score card awak bus yang beroperasi.

    Di sini, kalau kita menggunakan teknologi ini, semua menang. Penumpang menang, manajemen Perum Damri menang, bis dan pengemudi sendiri juga memang. Penumpang tidak hanya bisa melihat dimana lokasi bis, tetapi juga info kedatangan dan di sisi pembayaran juga jauh lebih simpel,” kata Ongki Setiawan, Senior VP XL dalam acara perayaan ulang tahun XL yang digelar di Grha XL, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (16/10).

    Pada tahap awal, aplikasi Passenger Information System ini akan dipasang pada 260 armada bus jalur Bandara Soekarno Hatta yang menuju ke beberapa wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Sebagai informasi, saat ini Perum Damri, sebagai perusahaan angkutan pertama di Indonesia telah memiliki setidaknynya 2.500 unit bus yang tersebar di seluruh nusantara.

    Kami berharap sistem baru yang kami kembangkan bersama Damri ini akan bisa maksimal dan membantu peningkatan kinerja Damri sebagai perusahaan transportasi legendaris di Indonesia,” ungkap Direktur Utama XL, Dian Siswarini.

    Dian menambahkan, bahwa transportasi selalu menjadi kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat Indonesia. Berbagai jenis transportasi yang hadir pun semakin beragam. Begitu juga tuntutan kualitas layanan dari pengguna yang pasti semakin tinggi. XL melihat hal ini sebagai potensi untuk mengembangkan solusi berbasis IoT yang bisa dimanfaatkan oleh para penyelenggara jasa angkutan publik, seperti Damri.

    Selain menyediakan “Passenger Information System” bagi penumpang Damri, XL juga telah memberikan solusi berbasis IoT lain sebelumnya, seperti listrik pintar “Simply” yang bekerjasama dengan PLN, “PayPoint” yang bisa digunakan untuk transaksi pembelian maupun penjualan, “YuBox” bagi segmen Transportasi dan Retail Merchant, sertaMCA 3G Access” dan “Aplikasi Sales Management” bagi perusahaan di sektor consumer good.

  • Bayar PBB di Yoygakarta Kini Bisa Lewat XL Tunai

    Bayar PBB di Yoygakarta Kini Bisa Lewat XL Tunai

    Jakarta – PT XL Axiata, Tbk (XL) Central Region kembali memperluas kerjasama program Xmart City dengan pemerintah Kota Yogyakarta. Kali ini, kedua pihak bekerjasama dalam hal pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang kini bisa menggunakan layanan XL Tunai.

    “Melalui program Xmart City dan Xmart Village yang telah kami laksanakan di sejumlah daerah di Indonesia, XL ingin membantu pemerintah  dan masyarakat setempat untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki melalui teknologi digital, salah satu implementasinya adalah pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui XL Tunai,” ungkap Bambang Parikesit dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10).

    Lebih lanjut, Bambang mengatakan bahwa melalui program ini, XL Tunai diharapkan dapat memberikan solusi untuk meningkatkan tingkat pembayaran pajak sekaligus memudahkan masyarakat khususnya masyarakat Kotamadya Yogyakarta untuk melakukan pembayaran.

     

    Untuk bisa melakukannya, pelanggan cukup menekan *123*120#. Setelah memasukan nomor ID pelanggan (NOP), pelanggan memilih periode pembayaran sekaligus jumlah pajak yang akan dibayar. Selanjutnya, pelanggan akan mendapatkan notifikasi SMS sebagai bukti pembayaran pajak dan bisa melakukan cetak nota sendiri dengan mengakses http://kotajpgja.xlpbb.v-tax.web.id/. Layanan ini sudah tersedia sejak 1 Oktober 2015.

    Sebagai informasi, XL Tunai adalah suatu layanan Uang Elektronik dari XL yang memungkinkan pelanggan XL melakukan transaksi keuangan hanya dengan menggunakan ponsel. Jenis transaksi yang bisa digunakan beragam, mulai dari Beli Pulsa XL, Bayar Tagihan, Belanja di Toko, Belanja Online, hingga Kirim Uang Dalam Negeri dan Luar Negeri yang semuanya dapat dilakukan kapan saja maupun dimana saja.

    Dengan XL Tunai, pelanggan bebas bertransaksi dengan mudah tanpa menggunakan uang tunai. Pelanggan XL diharapkan mendapatkan pengalaman bertransaksi jadi lebih mudah dan aman dengan menggunakan XL Tunai.

  • Layanan Data dan XL Tunai Iringi Perjalanan LadyJEK

    Layanan Data dan XL Tunai Iringi Perjalanan LadyJEK

    Jakarta – Fenomena ojek online tampaknya belum akan berakhir hanya pada Go Jek, Grabbike ataupun Blu-Jek. Pasalnya, moda transportasi “ojek” yang menggunakan aplikasi digital ini kini akan semakin ramai dengan hadirnya “LadyJEK’.

    Dikhususkan untuk penumpang wanita, ojek digital ini bahkan mendapat dukungan dari PT XL Axiata Tbk (XL), dalam hal penyediaan layanan internet dan sistem pembayaran melalui XL Tunai.

    Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10), Vice President Corporate Communication XL, Turina Farouk mengurai alasan dibalik kerjasama ini. Menurutnya, XL ingin turut ambil bagian dalam setiap usaha yang memanfaatkan layanan digital demi meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

    “Karena itu kami tak ragu untuk bekerjasama dengan “LadyJEK” yang inovatif ini, apalagi kami juga memiliki keperdulian khusus pada usaha meningkatkan peranan kaum perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

    Turina menambahkan, pada kerjasama ini XL memberikan dukungan berupa penyediaan paket data, paket komunitas yaitu gratis bicara dan SMS ke sesama pengemudi LadyJEK, serta layanan mobile advertising. Sementara untuk pembayaran, XL menyediakan layanan pembayaran melalui XL Tunai. Itu artinya, pelanggan XL yang menggunakan jasa LadyJEK bisa membayar dengan saldo XL Tunainya, yang akan dimulai pada 14 Oktober 2015.

    Caranya mudah, pelanggan cukup melakukan klaim token belanja melalui UMB XL Tunai *123*120*1#. Selanjutnya, pelanggan akan menerima SMS  notifikasi berupa token belanja sebanyak 6 digit kode unik. Pelanggan lalu memberitahukan token belanja tersebut ke pengemudi LadyJEK. Pengemudi akan input di dalam aplikasi LadyJEK. Saldo XL Tunai pelanggan akan terpotong sesuai tagihan yang muncul di aplikasi. Saldo XL Tunai pengemudi secara otomatis akan bertambah.

    “Kami sangat antusias untuk memperkenalkan moda transportasi roda dua bernama LadyJEK ini karena kami yakin layanan inilah yang selama ini dinantikan oleh para wanita,” imbuh penggagas LadyJEK, Brian Mulyadi.

    Lebih jauh, Brian juga menambahkan bahwa dengan hadirnya LadyJEK ini diharapkan wanita Indonesia memiliki sebuah platform yang bisa digunakan untuk pemberdayaan diri sendiri, tanpa harus meninggalkan perannya yang penting dalam keluarga.

    “Kami percaya bahwa kehadiran LadyJEK adalah solusi yang tepat dan dinantikan oleh kaum wanita yang menjadikan mereka lebih aman dan nyaman untuk menggunakan jasa transportasi umum roda dua sebagai alat transportasi yang menunjang mobilitas keseharian mereka,” tambahnya.

    LadyJEK, yang mulai dikenalkan kepada khalayak umum Kamis kemarin, (8/10), rencananya baru akan beroperasi di wilayah Jabodetabek, dengan armada yang berjumlah sekitar 700-an. Ke depannya, jumlah ini akan terus ditingkatkan seiring dengan kebutuhan masyarakat.

    Saat ini, aplikasi LadyJEK bisa didapatkan di ponsel berbasis Android dan IOS. Dimana pada aplikasi tersebut, penumpang akan bisa mendapatkan fitur antara lain untuk mengetahui letak posisi ojek secara live tracking sehingga tidak perlu menunggu tanpa kepastian, juga pembayaran tanpa uang cash (cashless payment). Selain itu, penumpang juga memberikan penilaian atas kepuasan menggunakan layanan ini.

     

  • Perbesar Kontribusi Bagi Masyarakat, XL Hadir di Pulau-pulau Terluar

    Perbesar Kontribusi Bagi Masyarakat, XL Hadir di Pulau-pulau Terluar

    Sinabang – PT XL Axiata Tbk (XL) kembali memperbesar kontribusi bagi masyarakat melalui layanan telekomunikasi dan digital. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan membangun dan mengoperasikan infrastruktur di daerah terpencil dan perbatasan, termasuk pulau-pulau terluar.

    Sebagai bagian dari implementasi visi tersebut, XL menambah infrastruktur jaringan data dan internet di Pulau Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam.

    Dalam keterangan tertulisnya, (10/3) Presiden Direktur XL Dian Siswarini mengatakan bahwa peresmian ini merupakan bagian dari peringatan HUT XL ke-19 yang jatuh pada Oktober 2015. XL sendiri sudah melayani warga Simeulue sejak September tahun 2008.

    Apa yang kami lakukan di sini merupakan bagian dari upaya kami dalam membantu menyediakan infrastruktur yang bisa menjembatani pembangunan hingga ke daerah-daerah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar,” katanya. “Apalagi di sini juga ada pangkalan TNI AL yang menjaga wilayah kedaulatan NKRI. Kami sangat berharap, layanan XL akan bisa ikut mendukung kegiatan masyarakat setempat yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

    Diharapkan, dengan penambahnya BTS 3G di wilayah ini tak hanya akan membantu masyarakat untuk mampu lebih terjembatani dalam mengakses informasi, tetapi juga akan bisa mendukung promosi daerah.

    Pulau yang memiliki jumlah penduduk kurang dari 90 ribu jiwa tersebut memiliki sejumlah potensi besar, antara lain di bidang pariwisata, berupa ombak bagus yang cocok untuk olahraga selancar (surfing). Ombak di Simeulue sudah dikenal di antara para peselancar asing, dan secara rutin mereka juga datang ke sana. Selain itu, pulau ini juga memiliki potensi besar di bidang perikanan, salah satunya dalam budidaya udang lobster. Di perkebunan, warga secara turun-temurun antara lain menanam cengkeh.

    Ke depan, dalam mengembangkan kontribusi perusahaan bagi masyarakat di daerah terpencil dan pulau-pulau terluar, XL juga akan menerapkan layanan digital yang mampu memaksimalkan pemberdayaan potensi masing-masing daerah. Sebagai contoh, saat ini XL emiliki aplikasi “mFish” yang terbukti mampu membantu nelayan di sejumlah daerah. Bekerjasama dengan daerah tertentu XL antara lain juga menjalankan program Xmart Village dan XmartCity.

    Saat ini. XL juga melayani masyarakat di pulau-pulau terluar seperti Pulau Weh – Sabang (NAD), Nias (Sumut), Kepulauan Natuna (Kepri), sejumlah pulau yang berbatasan dengan parairan Singapura dan Malaysia (Kepri), Sebatik (Kaltara), juga Biak (Papua). Sementara itu, di perbatasan darat dengan negara tetangga, layanan XL ada di Entikong (Kalbar), Jayapura dan Merauke (Papua).

  • XL Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Neraca Keuangan

    XL Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Neraca Keuangan

    Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mau tak mau memaksa para pelaku industri untuk mengambil langkah yang tepat. PT XL Axiata Tbk. (XL), misalnya, baru-baru ini mengumumkan perubahan pinjaman dari BTMU sebesar USD 180 juta menjadi pinjaman dalam mata uang Rupiah. Perusahaan juga melakukan percepatan pelunasan atas pinjaman sebesar USD 50 juta dari Bank UOB.

    Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, mengatakan dalam keterangan tertulisnya, “Untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan, kami meningkatkan kinerja pengelolaan neraca keuangan melalui perubahan pinjaman ke mata uang Rupiah serta melakukan percepatan pelunasan pinjaman USD. Ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perusahaan untuk secara proaktif mengurangi beban kurs.”

    Dian SiswariniSeiring dengan  agenda transformasi bisnis yang sedang dijalankan, manajemen XL telah secara jelas dan nyata menjalankan rencana untuk secara proaktif memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan yang mencakup pengurangan resiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.

    Sebelumnya, pada tanggal 18 September 2015 lalu, XL juga sudah mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman dari Bank UOB sebesar USD 100 juta yang merupakan bagian dari pinjaman eksternal dalam US Dollar yang tidak memiliki lindung nilai (hedging) pada neraca keuangan XL.

    Agenda transformasi bisnis yang dijalankan oleh XL diimplementasikan melalui strategi 3R yang telah berjalan sejak awal tahun 2015. Strategi 3R ini meliputi “Revamp, Rise & Reinvent”. Revamp, mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari “volume” ke “value”), strategi distribusi serta meningkatkan profitabilitas produk. Rise, meningkatkan nilai brand XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar segmen pasar yang berbeda. Reinvent, membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

    Transformasi bisnis ini dilakukan untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya.

  • XL Pay Point, Solusi XL Untuk Dorong Kemajuan UKM

    XL Pay Point, Solusi XL Untuk Dorong Kemajuan UKM

    Jakarta – Terus berinovasi, PT XL Axiata Tbk (XL) kembali hadir dengan solusi teranyarnya. Mengusung tajuk “XL Pay Point,” solusi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas UKM. Dimana dengan solusi ini, pelaku UKM akan lebih mampu menjangkau individu yang menjadi target market mereka, terutama mereka yang selama ini belum memiliki akses ke jasa layanan perbankan atau belum memiliki rekening bank.

    XL Pay Point terdiri dari aplikasi, paket data XL dan perangkat Pay Point berupa mesin penjual otomatis mini vending machine. Alat ini bisa diletakkan di tempat-tempat strategis, yang mudah dijangkau oleh pelanggan atau pasar yang disasar pengusaha terkait. XL Pay Point dapat dimanfaatkan antara lain untuk menjual jasa dan barang seperti pengisian pulsa, dompet elektronik, kredit permainan, pembelian Starter Pack maupun transaksi keuangan seperti pembayaran pinjaman cicilan dan tagihan.

    Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9), Direktur/Chief Digital Service Officer XL, Ongki Kurniawan mengatakan, “XL Pay Point sekaligus juga akan bermanfaat bagi para Penyedia Jasa Pembayaran Online (Payment Point Online Bank/PPOB). Layanan ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha kecil menengah dalam mempermudah transaksi penjualan dengan para pelanggannya, terutama di kota-kota kecil di mana masyarakat belum banyak yang menggunakan transaksi elektronik menggunakan ponsel.”

    Solusi inovatif ini dapat dimanfaatkan para pelaku UKM dengan sistem kontrak berlangganan selama setahun. Solusi ini ditawarkan lewat paket bundling yang terdiri dari perangkat mesin elektrik, aplikasi transaksi yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta layanan paket data XL.

    Saat ini, XL telah siap untuk menawarkan layanan ini ke seluruh area operasi XL, baik di area Jabotabek maupun di luar daerah.

    Dengan adanya solusi ini, pengusaha UKM atau koperasi tidak perlu lagi membuka kios tradisional yang memerlukan banyak investasi. Selain itu, pelanggan akhir yang tidak memiliki rekening bank (unbankable) juga dapat dengan mudah melakukan pembelian maupun transaksi pembayaran lainnya. Solusi ini sekaligus bermanfaat untuk memperluas dan mempermudah distribusi jasa kepada pelanggan.

    Cara melakukan transaksi dengan XL Pay Point pun terbilang mudah. Pembeli atau pelanggan UKM cukup memasukkan sejumlah uang sesuai dengan ketentuan nominasi yang tertera di mesin. Setelah itu, pelanggan memilih menu transaksi yang dikehendaki dari layar monitor dan kemudian secara otomatis X Pay Point akan memproses transaksi tersebut.

    XL telah melakukan pengujian terhadap solusi barunya ini di beberapa UKM penyedia jasa telekomunikasi (dealer) yang berlokasi di Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Hasil uji coba menunjukkan potensi besar dari mesin ini, sekaligus optimisme para pelaku UKM atas manfaat yang terkandung.

    Solusi ini juga dapat memudahkan akses pelanggannya untuk melakukan transaksi pembelian pulsa prabayar tanpa harus kesulitan mencari tempat penjualan tradisional. Penggunaan sistem automisasi dari solusi ini juga dirancang untuk meningkatkan pelayanan penjualan dan penetrasi produk maupun jasa ke sasaran pelanggan akhir.

  • Tahun Ini, 4G LTE XL di 1800MHz Tinggal Sambangi Jakarta dan Bandung

    Tahun Ini, 4G LTE XL di 1800MHz Tinggal Sambangi Jakarta dan Bandung

    Jakarta – XL kembali memperpanjang portofolio layanan 4G LTE-nya, setelah hari ini resmi menggelar komersialisasi layanan internet super cepat tersebut di Surabaya dan Denpasar. Ke depan, operator terbesar kedua di Indonesia ini akan memperluas cakupan layanan 4G LTE di frekuensi 1800MHz miliknya, dengan menyapa Bandung dan Jakarta.

    Ditemui usai acara komersialisasi layanan 4G LTE XL secara resmi untuk kota Surabaya dan Denpasar di Mega Kuningan, Jakarta, hari ini (22/9), VP Networking Planning & Department XL, Budi Harjono mengatakan bahwa komersialisasi layanan internet super cepat di kedua kota tersebut tidak akan lebih dari tahun ini.

    “Kemungkinan November sampai akhir tahun,” katanya, seraya menambahkan bahwa Jakarta dan Bandung akan menjadi kota terakhir yang akan mendapatkan layanan 4G LTE XL tahun ini.

    Hal ini sejalan dengan proses tata ulang atau refarming frekuensi, yang diprediksi baru akan selesai pada November mendatang.

    Secara teknis, XL mengklaim bahwa semua jaringannya telah melalui proses modernisasi dan siap untuk secara teknis menopang kebutuhan penggelaran layanan 4G LTE ke depannya.

    Didukung dengan kapasitas spektrum 1800 MHz yang besar, yang merupakan hasil konsolidasi dari XL dan AXIS, XL juga secara tidak langsung memiliki peluag untuk memberikan kecepatan layanan 4G hingga 75Mbps.

    “Yang menjadi perhatian utama buat XL adalah, bahwa ketika kita masuk ke kota yang kita pilih, kita akan memberikan pelayanan atau experience yang terbaik. Jadi, layanan data yang terbaik,” ungkap Presiden Direktur XL, Dian Siswarini.

    Tak heran, segala persiapan pun dilakukan oleh operator kedua terbesar di Indonesia ini, untuk bisa melakukan komersialisasi layanan 4G LTE seutuhnya. Baik itu dari sisi jaringan, maupun ekosistem penunjang.

  • XL Resmi Komersialisasikan 4G LTE di Surabaya dan Denpasar

    XL Resmi Komersialisasikan 4G LTE di Surabaya dan Denpasar

    Jakarta – Setelah menggelar komersialisasi layanan 4G LTE di Lombok pada Juli lalu, hari ini PT XL Axiata Tbk (XL) akhirnya resmi menghadirkan layanan serupa di Surabaya dan Denpasar. XL mengklaim, menjadi operator pertama yang menyediakan layanan internet super cepat di frekuensi 1800MHz di kedua kota tersebut.

    Ditemui dalam acara peluncuran layanan tersebut, yang berlangsung di Caca Marica Resto, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (22/9), Dian Siswarini, President Direktur XL mengungkapkan, ada alasan mengapa kedua kota tersebut dipilih untuk terlebih dahulu menyusul Lombok.

    “Selain karena penataan frekuensi di 1800MHz di kedua kota tersebut sudah selesai, alasan lain kenapa kami memilih Surabaya dan Denpasar adalah karena kedua kota ini adalah kota yang sangat penting. Surabaya merupakan kota bisnis kedua terbesar di Indonesia, sementara Denpasar banyak dikunjungi turis lokal dan asing,” jelasnya.

    Pada tahap awal ini, dengan lebih dari 200 BTS 4G yang disediakan, layanan 4G LTE di Surabaya telah bisa dinikmati di banyak area, diantaranya Gubeng, Manyar, Pakuwon, Margorejo, Tambaksari, Wiyung, Kenjeran, Manukan Kulon, Sidoarjo dan Rungkut.

    Sementara itu untuk kota Denpasar, pelanggan XL akan mulai bisa menikmati layanan 4G LTE di sejumlah area, seperti Kuta, Denpasar, Seminyak, Ubud, Bedugul, Sanur hingga ke Nusa Dua yang untuk sementara didukung oleh lebih dari 250 BTS 4G.

    Secara bertahap, seperti ditambahkan Dian, XL akan segera memperluas layanan 4G LTE di kedua kota besar tersebut dengan terus menambah infrastruktur pendukungnya.

    “XL sudah menyiapkan semua keperluan menuju komersialisasi 4G LTE ini. Baik dari sisi jaringan maupun ekosistem penunjang. Dengan demikian, pelanggan tak perlu menunggu lama lagi untuk bisa menggunakan layanan 4G LTE di kota-kota yang siap secara infrastruktur dan regulasi,” ungkapnya.

    Untuk menunjang ekosistem 4G LTE di kedua kota tersebut, XL juga tak lupa untuk hadir dengan sejumlah tawaran menarik. Mulai dari menyediakan paket bundling layanan 4G XL dengan berbagai tipe smartphone baik low-end maupun high-end – lengkap dengan cicilan harga yang terjangkau dan bervariasi, menyelenggarakan program penukaran kartu SIM lama ke kartu SIM 4G secara gratis hingga peluncuran program Tabungan Kuota 4G.

    Program terakhir, yang diluncurkan XL minggu lalu, menawarkan manfaat berupa tabungan kuota data 4G yang bisa dipakai saat layanan 4G tersedia. Untuk mendapatkannya, pelanggan cukup melakukan pembeliaan Paket Hotrod 4G. 

  • Gandeng Indomaret, XL Jual Pulsa dengan Harga ‘Pas’

    Gandeng Indomaret, XL Jual Pulsa dengan Harga ‘Pas’

    Jakarta – Dalam sebuah kerjasama eksklusif dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT XL Axiata Tbk (XL) kembali hadir dengan tawaran menarik. Kali ini dalam bentuk opsi pembelian pulsa, dimana pelanggan XL dapat membeli pulsa dengan harga sama sesuai nilai pulsa yang dibelinya.

    “Jadi kalau pelanggan beli pulsa 15.000, bayarnya ya cukup Rp 15.000 saja,” kata Chief Commercial Officer XL, Danny chew Kar Wei, dalam acara peluncuran yang berlangsung di Indomaret Point Kemang, Jakarta, Rabu (16/9).

    Kerjasama dengan Indomaret ini, selain merupakan salah satu bentuk penyesuaian XL terhadap trend yang berkembang, dimana masyarakat Indonesia cenderung bergeser ke toko-toko modern ketimbang toko tradisional, juga ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan produk layanan XL.

    “Kerjasama dengan Indomaret ini sekaligus untuk memberikan pengalaman kepada pelanggan untuk merasakan bahwa membeli pulsa di Indomaret lebih menguntungkan,” tambah Danny.

    Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Wiwiek Yusuf, Marketing Director Indomaret. Menurutnya, selain mudah membeli pulsa XL di Indomaret juga bisa lebih hemat.

    “Sesuai dengan motto Indomaret, mudah dan hemat, maka pelanggan bisa dengan mudah membeli pulsa XL hanya dengan datang ke Indomaret. Ditambah harga pulsa yang dibeli juga sesuai dengan denomnya,” ucapnya.

    Layanan pembelian pulsa dengan harga pas ini sudah mulai bisa dilakukan sejak 1 September 2015, dan berlaku di seluruh Indomaret di Indonesia. Saat ini, sebagai informasi, telah terdapat lebih dari 11.000 outlet Indomaret di seluruh pelosok tanah air.

    Selain di Indomaret, pulsa XL dengan harga pas juga bisa didapatkan di Seven Eleven, namun hanya yang berlokasi di Jabodetabek saja.

    Denominasi baru

    Selain bermitra dengan Indomaret, XL juga melengkapi strategi perluasan distribusi pulsanya dengan menghadirkan denominasi baru yaitu Rp 15.000 dan Rp 30.0000 yang hanya bisa didapatkan di Indomaret. Dengan dikeluarkan denominasi baru dengan nilai yang lebih terjangkau ini, XL berharap pelanggan akan bisa lebih mudah menyesuaikan kebutuhan atas layanan telekomunikasinya secara lebih fleksibel.

    Diakui Danny Che Kar Wai, selama dua minggu program ini berjalan, tanggapan atau respon masyarakat cukup baik. Hal itu ditandai dengan kenaikan revenue penjualan pulsa yang mencapai 42 persen. Sebelumnya, seperti diungkap Danny, rata-rata penjualan pulsa XL di Indomaret secara nasional adalah sebesar Rp 12 miliar per minggu, dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta.

    “Target kita sih sampai akhir tahun tumbuh 30%, saya pikir angka itu sudah sangat bagus,” katanya, seraya menyebut denominasi 15.000 sebagai primadona pada program ini.