Kategori: XLSMART

  • Nelayan Yogya dan Balikpapan Sudah Gunakan XL mFish

    Nelayan Yogya dan Balikpapan Sudah Gunakan XL mFish

    Telko.id – mFish, adalah aplikasi yang dibuat khusus untuk para nelayan Indonesia. Untuk lebih meningkatkan produktifitasnya. Saat ini, XL mulai mengimplementasikannya kepada para nelayan di Pantai Baron, Gunung Kidul, dan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta. Pekan sebelumnya, para nelayan di Balikpapan, Kalimantan Timur juga mulai memanfaatkan panduan barbasis teknologi digital tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan selama bekerja di laut.

    “Tahun ini kami mulai mengimplementasikan mFish bagi para nelayan di wilayah DI Yogyakarta dengan harapan sarana berteknologi digital yang kaya manfaatkan ini juga bisa dimanfaatkan warga nelayan setempat memang membutuhkan dukungan untuk lebih produktif. Pada tahap awal ini, akan ada 260 paket mFish yang kami bagikan kepada nelayan Yogyakarta,” ujar Bambang Parikesit, Vice Presiden Central Region XL menjelaskan.

    Bambang menambahkan, distribusi paket mFish terdiri dari 160 untuk nelayan Pantai Baron, Gunung Kidul. Sementara itu untuk nelayan Pantai Depok, Bantul dialokasikan sebanyak 100 paket mFish. Satu paket mFish terdiri dari handset, kartu SIM XL, pengisi batre tenaga sinar matahari, tas anti air, dan kabel data. Implementasi mFish di Yogyakarta ini sekaligus sebagai upaya XL untuk mensosialisasikan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kinerja dan produktivitas warga di berbagai bidang.

    Dalam mengimplementasikan mFish ini, XL bekerjasama dengan TONE, yang menjadi partner pengembang aplikasi tersebut. Aplikasi mFish sendiri memiliki fitur yang menyediakan informasi cuaca, lokasi keberadaan plankton, arah dan kecepatan angin, posisi di laut, serta waktu air pasang. Selain itu, melalui aplikasi canggih tersebut, nelayan juga bisa saling berkomunikasi. Tahun lalu, Presiden RI Joko Widodo sempat menyaksikan demonstrasi cara kerja mFish dan memberikan apresiasi atas aplikasi khusus bagi kaum nelayan ini.

    Untuk memastikan program implementasi mFish di Yogya ini berjalan seperti yang diharapkan. XL mendapatkan dukungan dari Komunika Mitra Pratama, mitra dealer XL di Yogya, untuk menyediakan pendampingan selama 6 bulan. Selain itu, akan ada petugas yang secara rutin mendatangi nelayan untuk melakukan pendampingan sekalian menjaga tingkat efektifitas.  Sosialisasi program ini sudah dilakukan sejak Desember 2015. Di sisi lain, jaringan di ke dua area tersebut sudah tersedia layanan 3G dengan kualitas yang bagus untuk akses Data.

    mFish di Balikpapan

    Sementara itu di Balikpapan, XL bekerjasama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, dalam mengimplementasikan mFish. Ada total 500 paket perangkat mFish yang telah diserahkan kepada warga nelayan di 2 kampung, yaitu Kampung Baru dan Manggar, masing-masing 250 perangkat. Seiring dengan visi pemerintah untuk menyediakan “Desa Broadband” di berbagai penjuru tanah air, aplikasi mFish dari XL saat ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan di beberapa lokasi di Indonesia, termasuk di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Karena itu, XL berharap manfaat yang sama bisa didapatkan oleh nelayan di wilayah Kawasan Timur Indonesia lainnya.

    Dalam kerjasama tersebut, nelayan penerima paket mFish akan mendapatkan gratis biaya paket data selama 1 bulan. Selanjutnya akan terus dilakukan pembinaan dan pendampingan di kampung nelayan ini oleh tim ITK selama 6 bulan, sekaligus untuk menjaga tingkat efektivitasnya. Juga akan dengan menggandeng tim dealer, dimana setiap bulannya akan menyediakan dompul isi ulang atau paket bagi nelayan di area tersebut. Dari sisi jaringan pendukung, XL memiliki jaringan yang sangat memadai di seluruh Kota Balikpapan dan sekitarnya, termasuk di lepas pantai wilayah Kota Industri tersebut. (Icha)

  • XL Bakal Right Issue dan Jual Menara Untuk Bayar Hutang

    XL Bakal Right Issue dan Jual Menara Untuk Bayar Hutang

    Telko.id – Berdasarkan hasil kinerja XL di tahun 2015, operator ini masih memiliki hutang. sebanyak Rp26.953 triliun. Untuk mengurangi beban ini, XL akan melakukan right issue sebanyak 2.75 miliar lembar saham. Rencana ini telah diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

    Di mana, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa telah memutuskan menyetujui rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Mekanisme Penawaran Umum Terbatas II. Saham yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 2.75 miliar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham. Rencana ini telah disetujui oleh lebih dari 99% pemegang saham yang hadir. Di mana, pemegang saham yang hadir dalam RUPS tersebut adalah 84.1%.

    “Untuk harga dari right issue itu sendiri masih menunggu persetujuan dari OJK terlebih dahulu. Paling tidak di akhir April atau awal Mei harga baru bisa diumumkan karena ada peraturan bareu,” ujar Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur and Chief Financial Officer XL dalam paparan publik usai RUPS.

    Rapat juga menyetujui rencana Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (“Axiata”) untuk mengambil bagian atas Saham Baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II serta menggunakan hak tagihnya kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Pinjaman tertanggal 10 Maret 2014.

    Selanjutnya, jumlah dana yang akan diterima sehubungan dengan Penambahan Modal Dengan HMETD ini, seluruhnya akan digunakan seluruhnya untuk pembayaran atas utang Perseroan kepada Axiata selaku pemegang saham Perseroan. Setiap kelebihan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas II, jika ada, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

    Kemudian, juga disetujui oleh Rapat, rencana Perseroan untuk menjalankan Program LTI (Long Term Incentive) 2016 – 2020 melalui penambahan modal Perseroan tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 265.000.000 (dua ratus enam puluh lima  juta)  lembar saham baru. Hal ini dilakukan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

    Selain right issue, XL juga akan melakukan penjualan menara. Rencananya XL akan menjual 2.500 tower miliknya dengan nilai per tower, sebesar Rp1,6 miliar. Sehingga dari penjualan tower tersebut diharapkan menghasilkan dana senilai Rp4 triliun.

    Pada RUPS itu juga telah menetapkan pengangkatan Direktur baru dan penerbitan saham bare yakni Yessie D. Yosetya sebagai Direktur Independen/Chief Service Management Officer.

    “Pengangkatan Direktur Independen ini dilakukan agar langkah strategis XL untuk melakukan konvergensi jaringan dan IT yang direncanakan XL bisa berjalan mulus. Selain itu, posisi Direktur Independen ini akan bertanggung jawab juga terhadap ‘belanja’ perusahaan,” ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata menjelaskan.

    Selanjut, Dian juga menjelaskan bahwa ‘belanja’ perusahaan itu hampir 90% dilakukan untuk ‘belanja’ untuk jaringan. Jadi harus ada yang bertanggung jawab. (Icha)

  • XL Tunjuk Direksi Baru Untuk Muluskan Kovergensi Jaringan dan IT

    XL Tunjuk Direksi Baru Untuk Muluskan Kovergensi Jaringan dan IT

    Telko.id – Untuk menghadapi persaingan di industri telekomunikasi, XL akan melakukan kovergensi jaringan dan IT. Apa yang menjadi dasar langkah strategis itu?

    Berdasarkan pemaparan dari Yessie D, Yosetya, Direktur Independen dan Chief Service Management Officer yang baru saja diangkat dalam RUPS Tahunan dan Luar Biasa XL Axiata, “konvergensi jaringan dan IT ini akan memberikan efektifitas 20 – 30%. Teknologi yang digunakan adalah NFV atau Network Function Virtualization. Diatasnya baru akan ada aplikasi”.

    Langkah strategis ini adalah untuk mengakomodir trend ke depan. Di mana, trend network, ke depan adalah virtualization dan software, kemudian jaringan semuanya akan berevolusi ke IP data, Jaringan akan begitu komplek untuk mengakomodir layanan OTT, dan terjadi pergeseran pada teknologi baru.

    Sedangkan pada IT, trend ke depan akan terjadi pertumbuhan akan pasokan yang akan menurunkan harga dari pada cloud, diperlukan data management (Big data) yang lebih komprehensif dalam penanganannya, selain itu juga perlu adanya peningkatan dari produk yang mampu mengirim beberapa channel sekaligus dan dibutuhkan standarisasi yang terbaik untuk software platform.

    Dengan adanya trend tersebut, maka XL pun merasa harus melakukan konvergensi jaringan. Yang dipilih adalah menggunakan NFV atau Network Function Virtualization. Sebuah konsep arsitektur jaringan yang menggunakan teknologi virtualisasi IT. NFV ini dapat terdiri dari satu atau akan lebih banyak mesin virtual yang menjalankan perangkat lunak dan proses yang berbeda, di atas server standar volume tinggi, switch dan penyimpanan, atau bahkan infrastruktur komputasi awan, daripada harus menyediakan peralatan hardware khusus untuk setiap fungsi jaringan.

    Lebih lanjut Yessie menyebutkan bahwa dengan dilakukannya konvergensi ini maka XL akan lebih mudah mengaplikasikan layanan baru. Dan, secara OPEX maupun CAPEX pun akan lebih efisien. Dengan demikian XL juga dapat mengantisipasi tantangan masa depan.

    Sebelum nya, XL menganut arsitektur jaringan dan. IT yang terpisah. Yang masuk dalam jaringan adalah BTS, transmision dan core. Lalu yang masuk dalam IT adalah billing dan aplikasi. Dengan konvergensi, semuanya itu menjadi standart hardware. Diatasnya baru akan ada aplikasi yang disesuaikan dengan layanan yang akan diberikan XL pada pelanggannya. (Icha)

  • Trafik XL Saat GMT Naik 40%

    Trafik XL Saat GMT Naik 40%

    Telko.id – Saat fenomena Gerhana Matahari Total yang sangat jarang terjadi, tentu membuat masyarakat Indonesia sangat antusias. Dengan trend saat ini, maka mengunggah dan mengundug foto, video atau update media social pada momen ini pun terjadi lonjakan. Pada jaringan 2G, 3G dan 4G XL terjadi lonjakan sekitar 40% dibandingkan trafik rata-rata di hari biasa. Hal ini terjadi beberapa saat sebelum dan setelah proses gerhana tersebut.

    “Seperti yang telah kami prediksi, fenomena GMT akan diabadikan oleh masyarakat luas, lalu mereka akan berbagi foto dan videonya mengenai gerhana tersebut ke mana saja. Selain GMT-nya sendiri, saya kira besarnya minat masyarakat untuk mengabadikan dan membagi foto dan videonya secara serentak di waktu yang hampir berbarengan ini merupakan salah satu fenomena tersendiri di era serba digital saat ini,” ujar Yessie D. Yosetya, Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

    Menurut Yessie, atas pertimbangan prediksi kebutuhan kapasitas jaringan yang memadai tersebut maka sejak jauh-jauh hari XL sudah menyiapkan jaringannya. Optimasi jaringan dilakukan di semua area yang menjadi perlintasan GMT, terutama di area-area yang ditetapkan menjadi lokasi pengamatan yang akan didatangi wisatawan.

    Kenaikan trafik yang mencolok terlihat di beberapa area yang menjadi lokasi pengamatan utama GMT, antara lain di Belitung dan Palembang. Kedua area tersebut memang menjadi lintasan GMT. Di Palembang dan Palangkaraya terjadi kenaikan trafik lebih dari 30%, dan Balikpapan lebih dari 100%. Trafik data juga naik di Jakarta sebesar lebih dari 30%.

    Di Belitung, lonjakan trafik sangat mencolok terjadi pada layanan 4G LTE, yaitu hingga 3350%. Untuk layanan 3G, trafik juga naik signifikan, yaitu mencapai 75%. Demikian juga pada pemakaian Data melalui jaringan 2G, trafik naik sebesar 85% di banding hari-hari biasa.

    Dari data di atas terlihat bahwa pelanggan XL melakukan pengiriman materi foto dan video terkait GMT, sesuai dengan prediksi semula. Hal ini pula yang menjadi pertimbangan XL untuk mengoptimasi kualitas jaringan di lokasi-lokasi yang menjadi lintasan GMT. Lokasi yang XL perkuat jaringannya antara lain adalah Palembang, Bangka, Belitung, Palangkaraya, Sampit, Balikpapan, Palu, dan Poso.

    Khusus Belitung, sejak sepekan sebelumnya XL telah menggelar layanan 4G LTE, yang terutama meng-cover sejumlah lokasi wisata utama pulau tersebut yang sekaligus menjadi spot pengamatan GMT. Di Belitung, Bangka dan Palembang, lonjakan trafik terjadi selain karena pelanggan yang memang secara serentak mengabadikan membagi foto dan video secara bersamaan, juga karena kedatangan wisatawan dari luar wilayah ke area tersebut.

    Di Belitung, selain pelanggan asli area tersebut juga berdatangan ribuan wisatawan dalam dan luar negeri ke sana. Begitu juga dengan di area lintasan GMT lainnya. Di lokasi-lokasi yang menjadi titik pengamatan, ribuan orang, warga setempat berbaur dengan wisatawan menyaksikan fenomena alam tersebut, dan mengabadikannya dengan berbagai perangkat, termasuk gadget. Kemudian mereka serentak mengunggah foto dan video yang mereka buat. (Icha)

  • XL Gandeng Alfamart Untuk Muluskan Transformasi

    XL Gandeng Alfamart Untuk Muluskan Transformasi

    Telko.id – Dalam rangka memuluskan salah satu pilar transformasi yang dicanangkan oleh XL yakni untuk naik kelas. Di mana segmentasi pelanggan yang diharapkan bisa naik kelas. Untuk itu diperlukan juga beberapa penunjang agar apa yang ditargetkan tercapai. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan Alfamart dalam hal penjualan pulsa.

    “Untuk mendukung transformasi itu, diperlukan tempat yang sesuai juga dengan karakter pelanggan yang disasar XL. Itu sebabnya, XL bekerjasama dengan alfamart sebagai tambahan modern channel,” ujar Dian Siswarini, Direktur Utama XL Axiata menjelaskan. Lebih lanjut, Dian juga menyebutkan bahwa objektif dari kerjasama ini adalah kepuasan pelanggan XL.

    Di sisi lain, operator saat ini sangat sulit untuk mengendalikan harga di pasar. Untuk itu, dengan Alfamart dilakukan kerjasama dengan cara Host to Host direst connection secara langsung. Tidak menggunakan jasa pihak ketiga lagi. Plus, kerjasama promosi selama 1 tahun untuk program diskon 20% setiap tanggal 8. Di mana, potongan harga tersebut dapat diperoleh jika pelanggan membeli pulsa 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu dan 500 ribu. Program ini disebut dengan XL Day.

    “Melalui kerjasama ini, XL melihat peluang yang cukup baik  untuk  mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan penjualan pulsa hingga 2 kali  lipat  dari  hasil  yang diperoleh sepanjang 2015, ujar Danny Chew Kar Wai,Chief Commercial Officer XL. Sebelumnya, XL dan Alfamart  telah menjalin kerjasama melalui pihak ketiga. Target XL tersebut berdasarkan  pada  perkembangan  bisnis  Alfamart yang cukup pesat dan kini merupakan  salah  satu  retail terkemuka di Indonesia.

    Saat  ini,  jumlah  gerai Alfamart di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 11.300  gerai  yang  tersebar  di Indonesia. Lokasi yang tersebar dan dekat dengan masyarakat, menjadikan Alfamart sebagai salah satu alternatif tempat berbelanja yang sesuai dengan berbagai kalangan.

    Distribusi moden channel seperti dengan Alfamart ini melalui cukup menggembirakan hasilnya. Setidaknya, sampai akhir tahun 2015 lalu, ada peningkatan 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya saja, kontribusi untuk modern channel ini masih kecil. Masih lebih besar tradisional market. Mungkin ini juga dengan semakin banyak XL bekerjasama secara langsung dengan modern channel, para dealer XL yang menguasai tradisional market belum “teriak”. (Icha)

  • XL Siapkan 4G LTE di Belitung Jelang Gerhana Matahari Total

    XL Siapkan 4G LTE di Belitung Jelang Gerhana Matahari Total

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) memastikan bahwa layanan 4G LTE perusahaan sudah akan aktif dan bisa dinikmati warga Belitung dalam beberapa hari ke depan. Layanan ini nantinya akan bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan yang menyaksikan peristiwa alam Gerhana Matahari Total di pulau tersebut.

    Diakui Chief Service Management Officer XL, Yessie. D Yosetya, Belitung memang menjadi prioritas XL untuk segera mendapatkan layanan 4G LTE mengingat pulau ini sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata nasional untuk 2016.

    “Jadi demi menunjang dunia pariwisata Belitung kami berusaha meningkatkan kualitas layanan di sini. Selain itu, tentu saja sebagai apresiasi kami kepada masyarakat Belitung yang selama ini telah mempercayakan kebutuhan atas layanan telekomunikasi dan data kepada XL,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Rabu (2/3).

    Yessie menambahkan, di tahap awal ini, XL telah menyiapkan sekitar 10 BTS 4G LTE, yang akan meng-cover kota Tanjung Pandan, area Tanjung Binga hingga Tanjung Tinggi, dan Manggar di wilayah Belitung Timur. XL telah menyiapkan jaringan 4G LTE sejak satu bulan terakhir agar segera dapat dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan yang datang ke Pulau Belitung.

    Saat ini, hampir semua area di Belitung telah terlayani oleh layanan 3G XL. Ada setidaknya 120 BTS di seluruh Belitung, dan hampir seluruhnya adalah BTS 3G. Dengan perpaduan layanan data 3G dan 4G LTE dari XL, maka diharapkan para wisatawan makin mempopulerkan keindahan pantai, laut dan batu-batu raksasa di Belitung sebagai salah satu destinasi wisata utama nasional dan internasional melalui momentum GMT.

    Belitung akan menjadi salah satu daerah yang dilalui oleh GMT. Momentum ini oleh pemerintah kemudian dimanfaatkan untuk menjadikan Belitung sebagai distinasi wisata kelas dunia. Diperkirakan ribuan wisatawan domestik dan mancanegara akan datang menyaksikan peristiwa fenomenal tersebut. Termasuk di antara para wisatawan yang akan datang ke “Bumi Laskar Pelangi” tersebut adalah para tokoh dunia. Bahkan Presiden RI juga dikabarkan akan menyaksikan GMT dari salah satu pantai yang indah di sana, Pantai Tanjung Kelayang.

    XL mulai melayani masyarakat Belitung sejak tahun 2004. Sejak saat itu bersama dengan Bangka, kedua daerah menjadi “daerah XL” karena lebih dari 85% pengguna layanan seluler menggunakan layanan dari XL. Saat ini, layanan XL telah menjangkau semua destinasi wisata di Belitung, yang ada di dua kabupaten di pulau tersebut, yaitu Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

    Seiring dengan terus berkembangnya dunia pariwisata di Belitung, XL berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat melalui penyediaan layanan berkualitas. Selain layanan 4G LTE, XL juga telah menyiapkan sejumlah program ber-visi ekonomi digital yang diharapkan akan bisa mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk melalui edukasi pemanfaatan internet di sekolah-sekolah.

  • Sampang Banjir, Layanan XL Tetap Mengalir

    Sampang Banjir, Layanan XL Tetap Mengalir

    Telko.id – Banjir besar yang melanda wilayah Sampang, Madura, tampaknya tak menjadi masalah besar bagi XL Axiata. Layanan perusahaan tetap berjalan normal meskipun sejumlah BTS dikabarkan terendam, dan sekitar 555 ribu pelanggan di wilayah tersebut pun tetap bisa menikmati layanan seperti biasanya.

    Dalam keterangan resminya, Senin (29/2), Vice President XL East Region, Desy Sari Dewi mengugkap rasa simpatinya atas musibah yang melanda warga Sampang. “Untuk itu, kami akan terus berusaha menjamin layanan seluler bagi pelanggan dan warga. Ketika bencana melanda maka layanan harus tetap bisa berjalan. Selain itu, kami tentu juga akan menyalurkan bantuan kepada warga korban,” katanya.

    Desi menambahkan, tim XL antara lain telah mengupayakan agar BTS yang terendam banjir saat itu dapat segera dialihkan jaringannya ke BTS lainnya agar tidak menggangggu layanan. Saat ini kondisi BTS tersebut dalam tahap pemulihan dan telah kembali beroperasi seperti biasa. Walaupun saat perbaikan sempat mengalami kendala, seperti akses yang tertutup akibat banjir dan listrik padam.

    Sebagai antisiasi, selain petugas yang terus siaga menghadapi segala kemungkinan, XL juga selalu mempersiapkan genset mengingat pasokan listrik yang padam di banyak area di Sampang. Selain itu, XL juga telah membangun tanggul pada lokasi-lokasi berdirinya menara BTS. Secara berkala petugas meninjau untuk mengetahui apakah perlu menambah ketinggian tanggul pada beberapa lokasi yang terkena banjir tersebut.

    Banjir di Sampang terjadi sebagai dampak dari meluapnya Sungai Kemuning, dengan ketinggian mencapai 30-150 cm. Air banjir telah telah merendam setidkanya 13 lokasi di Kabupaten Sampang sejak Jumat (26/2).

    Saat ini XL telah melayani lebih dari 555 ribu pelanggan di Sampang, yang ditopang oleh sekitar 98 BTS. Secara total, pelanggan XL di Madura ada lebih dari 1,4 juta pelanggan, dengan total BTS 428 BTS.

  • Dukung Komunitas Difabel, XL Future Leaders Gelar Konser & Talkshow

    Dukung Komunitas Difabel, XL Future Leaders Gelar Konser & Talkshow

    Telko.id – Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi, tak terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dalam hal ini penderita tuna netra. Para siswa XL Future Leaders memahami betul hal itu. Oleh karenanya, mereka mengambil inisiatif untuk memberikan dukungan moral bagi para difabel ini, lewat sebuah acara bertajuk  “Tribute to Stevie Wonder, Everybody Is Extraordinary.”

    Vice President Corporate Communication XL, Turina Farouk mengatakan dalam keterangan resminya, terkait keputusan perusahaan untuk mengangkat sosok Stevie Wonder, seorang bintang besar yang menyandang tuna netra. Menurutnya, sosok tersebut mampu menginspirasi jutaan anak penyandang tuna netra dan difable di seluruh penjuru dunia bahwa keterbatasan fisik tak akan bisa membatasi daya kreasi dan prestasi.

    “Tidak ada perbedaan dalam menggapai mimpi, kerja keras dan tekad kuat-lah yang membedakannya. Hal tersebut dapat dilihat dari seorang seniman Stevie Wonder,” katanya.

    Dalam penyelenggaraan acara ini, XL Future Leaders bekerjasama dengan Yayasan Elsafan. Lembaga ini menaungi sekitar 42 orang anak-anak penyandang tuna netra. Yayasan yang juga didirikan oleh penyandang tuna netra sejak tahun 2006 ini memiliki sejumlah program, di antaranya memberikan ketrampilan sehingga bisa dipakai oleh para peserta didik untuk bekal hidup mandiri.

    Di antara anak-anak asuhan lembaga ini juga ada yang mampu mencetak prestasi membanggakan, antara lain Catur Tuna Netra Juara 1 tahun 2015, Candy Medali Emas Lomba Renang se-DKI, Reza mewakili Indonesia untuk lomba IT, Keminfo, YPAC, dan Kemensos, Aini Juara 1 lomba science tingkat DKI 2014, Aldin Juara 1 lomba menyanyi Mandari se-Jakut, Aldin juara 2 gospel singer se-Jakut 2014, Melanie juara 5 vocal solo se-nasional 2014, Juniar Juara 2 piano klasik tuna netra, Dustin juara 1 baca puisi se-DKI, Marchel dapat 2 medali emas olimpiade paralympic lomba lari di Riau 2013.

    Dalam acara yang bertempat di @America, Pacific Place, Jakarta, XL Future Leaders dan anak-anak penyandang tuna netra menggelar konser kecil dengan membawakan lagu-lagu lagu karya Stevie Wonder di antaranyaYou Are The Sunshine of My Life, I Just Call to Say I Love You, Diamond, Overjoyed, dan Isn’t She Lovely.

    Selain konser, acara ini juga diisi dengan talkshow yang bertujuan untuk memberikan pandangan positif mengenai penyandang difabilitas dan diharapkan dapat memberikan inspirasi bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi tanpa melihat keterbatasan fisik.

    Para pembicara yang dihadirkan seluruhnya merupakan penyandang difabilitas berprestasi. Diantaranya Dimas Presetyo Muharram, pemilik Kartunet, serta Angkie Yudistia, seorang sociopreneur dan penulis buku “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas dan Setinggi Langit” yang menceritakan pengalaman hidup dan perjuangan mereka untuk menggapai mimpi. Selain itu, ada juga pemberian motivasi oleh David Franky yang merupakan seorang motivator penyandang difabilitas.

    XL Future Leaders merupakan program pendidikan berbasis digital yang dirancang secara khusus oleh XL untuk memajukan para pemuda Indonesia agar bisa memiliki kompetensi dasar sebagai pemimpin tingkat global. Program ini berupa pelatihan terpadu yang berfokus pada tiga area kompetensi yang dibutuhkan pemimpin di masa depan agar mampu bersaing secara global.

    Ketiga area kompetensi tersebut adalah mampu melakukan komunikasi secara efektif, mampu mengasah jiwa kewirausahaan dan inovasi, serta mampu mengelola perubahan. Salah satu aktivitas yang dijalankan oleh para peserta XL Future Leaders adalah menyelenggarakan aksi-aksi sosial kemasyarakatan dalam beragam bentuk kegiatan di berbagai daerah. Mendorong para mahasiswa untuk peka pada kondisi sosial masyarakat di sekitar mereka dan mencari solusi atas persoalan yang ada merupakan salah satu materi pendidikan kepemimpinan yang mereka terima dalam program XL Future Leaders tersebut.

     

  • Layanan 4G LTE XL Siap Jangkau 85 Kota di 2016

    Layanan 4G LTE XL Siap Jangkau 85 Kota di 2016

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) terus mempercepat penetrasi layanan 4G LTE. Hingga akhir tahun 2016 nanti, anak usaha Axiata Group ini mentargetkan layanan 4G LTE bisa menjangkau 85 kota, baik di Jawa maupun luar Jawa. Langkah XL ini tidak terlepas dari benefit yang didapatkan perusahaan dari penggelaran layanan internet cepat sejauh ini. Salah satunya adalah mampu meningkatkan jumlah pelanggan yang bernilai tinggi sesuai dengan segmen pelanggan yang dituju.

    Diakui Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya, keberadaan layanan internet cepat 4G LTE tidak bisa dibantah lagi telah berhasil meningkatkan revenue perusahaan, terutama melalui akuisisi pelanggan dari segmen hight value customer.

    “Fakta ini membulatkan keputusan XL untuk segera mengembangkan layanan 4G LTE ke arah yang lebih berkualitas dan mampu menjangkau pelanggan serta masyarakat yang lebih luas lagi di tahun 2016 ini,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/2).

    Yessie menambahkan, secara teknis, keberadaan layanan 4G LTE terbukti telah mampu meningkatkan kualitas layanan internet XL. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan kinerja latency (delay) akses internet sejak layanan 4G LTE digelar, dari sebelumnya sekitar 130ms menjadi hanya 30ms. Pun demikian dari sisi kapasitas  kecepatan download, meningkat dari yang sebelumnya sekitar 1Mbps, menjadi 25Mbps.

    Layanan internet cepat 4G LTE juga telah terbukti mampu meningkatkan nilai persepsi pasar terhadap kualitas layanan data XL. Jika sebelumnya layanan data XL lebih dikenal karena tarif yang terjangkau, setelah adanya 4G LTE menjadi lebih dikenal karena kualitas layanannya.

    XL sangat serius menyiapkan semua syarat untuk bisa meyakinkan pelanggan dan masyarakat. Dari capex atau belanja modal kurang dari Rp 7 triliun yang disiapkan untuk 2016 ini, mayoritas dialokasikan untuk mendukung bisnis layanan Data termasuk memuluskan rencana pengembangan 4G LTE.

    Melanjutkan agenda transformasi yang telah diterapkan sejak tahun lalu, PT XL Axiata akan berfokus mengembangkan layanan 4G LTE di tahun 2016. Hal ini sejalan dengan salah satu target yaitu menciptakan peluang pertumbuhan bisnis baru (re-invent). Peluang-peluang baru tersebut akan berbasis pada teknologi digital, melalui pemanfaatan layanan internet cepat 4G LTE.

    Saat ini, layanan 4G XL didukung oleh lebih dari 3 ribu BTS 4G yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Adapun kota yang telah dicakup layanan 4G LTE  XL berjumlah  sekitar 35 kota, baik di Jawa dan luar Jawa.

  • XL Axiata Pilih Ericsson Untuk Implementasi Hypersclae Cloud dan NFV

    XL Axiata Pilih Ericsson Untuk Implementasi Hypersclae Cloud dan NFV

    Telko.id – Setiap operator harus mampu mengadopsi berbagai teknologi yang sesuai untuk menjamin pelayanannya di masa depan. Termasuk juga XL Axiata yang kerap melakukan transformasi jaringan agar dapat memberikan pengalaman yang terbaik pada pelanggannya.

    Namun, langkah transformasi yang dilakukan oleh XL ini harus memenuhi standar virtualisasi multi vendor dan akan memungkinkan layanan inovatif untuk dihadirkan ke pasar lebih cepat lagi. Untuk itu, XL Axiata menggandeng Ericsson sebagi mitra agar transformasi jaringannya berjalan lancar.

    Dalam kerjasama kali ini, XL Axiata bermitra dengan Ericsson untuk mengimplementasikan hyperscale cloud dan NFV. Selain itu juga, XL Axiata akan menerapkan arsitektur terpilah dalam tranformasi jaringannya. Dan Ericsson memberikan solusi full-stack cloud, termasuk Ericsson Hyperscale Datacenter System 8000 yang dibangun berdasarkan Intel ® Rack Skala Architecture.

    “Melalui inisiatif cloud hyperscale dengan Ericsson ini, kami berharap untuk menempatkan NFV dan cloud untuk penggunaan praktis. Kami akan mempercepat pengiriman layanan inovatif dengan mengekspos aset jaringan, sambil meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko dalam bagaimana jaringan sedang dibangun dan dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan,“ ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata, menjelaskan.

    Ericsson akan menyebarkan solusi cloud terpadu termasuk Ericsson Hyperscale Datacenter System 8000 yang dibangun berdasarkan Intel (R) Rack Skala Architecture, dan Virtual Network Functions (VNFs) sebagai bagian dari evolusi cloud XL Axiata dan realisasi dari Network Functions Virtualization (NFV).

    “Ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan panjang kami dengan XL Axiata, menandai langkah penting dalam evolusi cloud untuk XL Axiata. Kami akan terus memperkuat kemitraan dengan memanfaatkan kepemimpinan Ericsson di cloud dan NFV,“ ujar Thomas Jul, Presiden Direktur, Ericsson Indonesia, menjelaskan.

    Sebagai bagian dari tahap pertama transformasi, Ericsson Service Aware Policy Controller (SAPC) dan Traffic Monitoring and Analysis (TMA) VNFs juga akan dikerahkan.

    Manajemen umum dari VNFs akan diaktifkan oleh Ericsson Network Manager, yang mendukung pengelolaan kedua fungsi jaringan fisik dan virtual, menawarkan pemandangan umum dari sumber daya jaringan dan layanan di beberapa teknologi jaringan, dan menyediakan lifecycle management untuk VNFs. Ini merupakan langkah kunci bagi tranformasi cloud XL Axiata, karena kedua IT dan aplikasi jaringan akan ditempatkan di lingkungan yang sama.

    Solusi ini menawarkan arsitektur NFV terbuka dan memenuhi kebutuhan XL Axiata untuk lingkungan virtualisasi multivendor yang terstandarisasi yang akan memungkinkan operator untuk membawa layanan baru ke pasar dengan lebih cepat. Dengan mengadopsi Ericsson Hyperscale Datacenter System 8000 dengan software carrier-grade juga akan memungkinkan XL Axiata untuk mengoptimalkan NFV dan infrastruktur IT melalui infrastruktur terpilah dan software-defined yang mendukung pemanfaatan sumber daya yang lebih fleksibel dan responsif.

    Sebagi informasi tambahan, Ericsson Hyperscale Datacenter System 8000 adalah generasi baru dari sistem datacenter menggunakan arsitektur hardware terpilah untuk pemanfaatan sumber daya yang lebih baik. Fokus awal adalah pada transformasi cloud bagi operatoruntuk NFV, IT dan operasi cloud komersial. (Icha)