Kategori: Berita Google

  • Meta Perluas Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia

    Meta Perluas Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia

    Telko.id – Meta secara resmi memperluas fitur Akun Remaja dari Instagram ke Facebook dan Messenger di Indonesia. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan remaja di platform media sosial dan memberikan ketenangan lebih bagi orang tua.

    Perluasan ini didasari oleh hasil survei terbaru Ipsos yang menunjukkan dukungan kuat orang tua Indonesia terhadap akun media sosial khusus remaja dengan perlindungan tambahan.

    Survei yang dilakukan oleh Ipsos atas nama Meta mengungkap bahwa 91% orang tua dan wali di Indonesia mendukung perusahaan media sosial menciptakan akun khusus untuk remaja dengan perlindungan tambahan.

    Selain itu, 92% responden menganggap Akun Remaja Instagram bermanfaat bagi orang tua. Data ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya perlindungan digital bagi generasi muda.

    Philip Chua, Direktur Kebijakan Publik untuk Produk APAC di Meta, menyatakan: “Guna lebih membantu menjaga keamanan remaja dan memberikan ketenangan lebih bagi orang tua, kami memperluas fitur Akun Remaja dari Instagram ke Facebook dan Messenger di Indonesia. Kami, di Meta, berkomitmen mendukung keluarga dan menciptakan pengalaman online yang lebih aman dan positif bagi remaja di Indonesia.”

    Komitmen Meta dalam melindungi pengguna, termasuk remaja, telah menjadi prioritas utama selama lebih dari satu dekade.

    Perusahaan terus mengembangkan produk yang mengutamakan keselamatan remaja, seiring dengan kesepakatan industri bahwa remaja berhak mendapatkan perlindungan yang konsisten di semua platform digital yang mereka gunakan.

    Content image for article: Meta Perluas Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia

    Dukungan Orang Tua terhadap Akun Remaja

    Riset Ipsos menunjukkan respons yang sangat positif dari orang tua Indonesia terhadap kehadiran Akun Remaja. Sebanyak 87% orang tua dan wali yang disurvei mengatakan Akun Remaja Instagram membuat mereka lebih percaya diri membiarkan remajanya menggunakan Instagram. Angka ini mencerminkan efektivitas sistem perlindungan yang diterapkan Meta.

    Lebih dari 90% orang tua dan wali menyatakan setiap perlindungan bawaan yang diberikan oleh Akun Remaja Instagram akan membantu mendukung anak remaja mereka di platform tersebut.

    Dukungan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatur usia penggunaan media sosial untuk melindungi generasi muda.

    Akun Remaja dirancang khusus dengan mempertimbangkan kekhawatiran utama orang tua dan wali. Fitur ini pertama kali diperkenalkan di Instagram awal tahun ini, menghadirkan pengalaman baru bagi remaja serta orang tua dan wali mereka.

    Akun Remaja memiliki perlindungan bawaan yang membatasi siapa yang dapat menghubungi remaja dan jenis konten yang dapat mereka lihat.

    Fitur Keamanan Akun Remaja

    Akun Meta ini dirancang dengan berbagai fitur keamanan yang komprehensif. Remaja secara otomatis ditempatkan ke dalam Akun Remaja, dan remaja di bawah 16 tahun memerlukan izin orang tua atau wali untuk mengubah pengaturan bawaan menjadi lebih longgar. Sistem ini membantu memastikan waktu mereka di media sosial digunakan secara positif.

    Serupa dengan yang diterapkan di Instagram, Facebook dan Messenger kini memiliki pembatasan otomatis terhadap kontak yang tidak pantas atau tidak diinginkan.

    Fitur-fitur ini juga membantu memastikan waktu remaja di media sosial digunakan secara positif, sejalan dengan tren peningkatan trafik layanan data yang signifikan selama periode tertentu.

    Perlindungan ini mencakup pembatasan siapa yang dapat mengirim pesan kepada remaja, siapa yang dapat melihat postingan mereka, dan jenis konten yang dapat mereka akses.

    Pendekatan ini mirip dengan upaya platform lain seperti TikTok dalam menjaga keamanan pengguna mudanya.

    Pengalaman remaja lewat Facebook dan Messenger akan memberikan dukungan dan ketenangan lebih bagi orang tua dan wali, sekaligus memastikan remaja dapat terhubung dengan teman dan mengeksplorasi minat mereka di media sosial dengan perlindungan yang memadai.

    Hal ini penting mengingat dinamika industri media sosial yang terus berkembang, termasuk perkembangan terbaru mengenai kebijakan platform digital global.

    Meta berkomitmen untuk terus bermitra dengan keluarga dan komunitas dalam menciptakan lingkungan daring yang aman bagi remaja. Dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan ini, perusahaan ingin mendukung keluarga dan meningkatkan pengalaman daring yang aman bagi remaja di Indonesia.

    Langkah ini merupakan bagian dari evolusi berkelanjutan dalam ekosistem digital yang semakin kompleks.

    Perluasan yang dilakukan Meta ke Facebook dan Messenger menandai babak baru dalam upaya kolektif melindungi generasi muda di ruang digital. Sebagai salah satu penyedia platform media sosial terbesar di dunia,

    Meta terus menyelaraskan kebijakan perlindungan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat, khususnya orang tua dan remaja Indonesia.(Icha)

  • Google Rilis Gemini 2.5 Flash, Fitur Lebih Kreatif dan Produktif

    Google Rilis Gemini 2.5 Flash, Fitur Lebih Kreatif dan Produktif

    Telko.id – Google meluncurkan pembaruan besar pada Gemini yaitu Gemini 2.5 Flash. Fitur-fitur baru ini langsung menarik banyak perhatian publik karena memudahkan pengguna dalam berkreasi dan bekerja. Platform AI yang kini bukan hanya pintar menjawab pertanyaan, tetapi juga semakin mumpuni untuk mengolah gambar, audio, dan kolaborasi kreatif.

    Pembaruan ini menarik perhatian pengguna karena menghadirkan fitur-fitur yang mudah dipakai dan cepat jadi tren di media sosial. Pembaruan pertama yang diarahkan untuk membuat Gemini 2.5 Flash lebih bisa diandalkan ketika membantu mengerjakan tugas-tugas akademis.

    Google menyempurnakan cara kerja model ini agar mampu memecahkan materi yang rumit menjadi penjelasan yang lebih runtut, mudah dipahami, dan terstruktur. Selain itu, Google juga memperbaiki tampilan jawaban yang diberikan.

    Sekarang, respon dari Gemini 2.5 Flash akan disusun dengan format yang lebih rapi, misalnya dengan tambahan header, poin-poin daftar, hingga tabel. Tujuannya agar informasi yang padat dapat disajikan dengan lebih jelas dan gampang dibaca.

    Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah model pengeditan / generasi gambar Bernama ‘Nano Banana’ (alias Gemini 2.5 Flash Image). Nano Banana ini memungkinkan pengguna untuk mengubah atau menata ulang foto dengan tingkat realisme dan konsistensi subjek yang lebih baik.

    Misalnya membuat versi ‘miniatur’ dari orang atau mengubah gaya foto menjadi tampak seperti Polaroid atau figure 3D, dll. Fitur ini sempat viral karena hasilnya mudah digunakan untuk membuat edit kreatif, konten personalisasi cepat hingga membuat meme.

    Baca juga:

    Selain itu, Gemini kini juga mendukung beberapa fitur seperti;

    Unggah Audio

    Gemini kini mendukung pengunggahan dengan format file audio sepeti MP3, WAV, M4A. Rekaman bisa langsung ditranskripsikan atau diringkas otomatis. Sangat berguna bagi para pelajar, jurnalis, maupun profesional.

    Kolaborasi  & Integrasi

    Google juga memperluas fungsi Gemini ke layanan lain, termasuk Google Photos, serta menyediakan dokumentasi API agar pengembang bisa mengintegrasikan gambar dan audio dalam aplikasi mereka.

    Versi Preview Baru untuk Para Pengembang

    Selain pembaruan untuk pengguna umum, Google juga merilis versi preview baru dari Gemini 2.5 Flash dan 2.5 Flash-Lite yang dibuat khusus untuk para pengembang. Versi ini sudah bisa dicoba lewat AI Studio dan Vertex AI.

    Untuk Gemini 2.5 Flash versi preview, Google meningkatkan kemampuan penggunaan tools agar lebih efektif dalam aplikasi yang membutuhkan beberapa langkah sekaligus. Selain itu, versi ini juga dibuat lebih efisien dari sisi biaya.

    Sedangkan pada Flash-Lite, peningkatan utamanya ada pada kemampuan mengikuti instruksi dengan lebih baik, memberikan jawaban yang lebih singkat, dan menghasilkan transkripsi audio dan terjemahan yang lebih akurat.

    Dengan pembaruan-pembaruan ini, Gemini semakin menegaskan posisinya sebagai asisten AI serbaguna yang dapat membantu kerja produktif, sekaligus membuka ruang kreatif bagi semua orang. Meski fitur-fitur ini membuka peluang kreatif besar, pengguna disarankan tetap berhati-hati soal etika dan privasi.

    Menggunakan gambar promosi atau wajah orang lain hanya jika mendapat izin. Waspadai pembuatan gambar yang meniru identitas publik tanpa konteks, dan periksa ketentuan layanan sebelum menggunakan hasil generatif untuk kepentingan komersial.

    Google juga menempatkan beberapa pembatasan dan pedoman untuk mencegah penyalahgunaan, namun kewaspadaan pengguna tetap penting.

  • Google Tepis Kekhawatiran soal Peringatan Gmail

    Google Tepis Kekhawatiran soal Peringatan Gmail

    Telko.id – Beredar sebuah peringatan darutat yang diklaim berasal dari Google beberapa saat lalu. Peringatan itu menyasar 2,5 juta pengguna Gmail yang disebut berisiko terdampak pada pembobolan Salesforce.

    Google buka suara dan membantah peringatan tersebut. Dalam unggahan pada blog resminya, Google menegaskan bahwa Gmail memiliki sistem perlindungan yang kuat dan efektif.

    “Klaim terkait peringatan keamanan Gmail adalah informasi yang salah,” tertulis dalam pernyataan Google, dikutip Kamis (4/9/2025).

    Lebih lanjut, Google mengakui bahwa para penipu yang melancarkan metode phising memang kerap mencoba mengelabui korban melalui pesan masuk (inbox) di Gmail.

    Namun, Google memastikan sistem penyaringan di Inbox sudah tangguh. Raksasa asal Mountain view itu mengatakan lebih dari 99,9% upaya phising dan penyebaran malware berhasil dicegah untuk sampai ke pengguna.

    “Keamanan merupakan hal yang sangat penting bagi semua perusahaan, semua pelanggan, semua pengguna, kami menangani pekerjaan ini dengan sangat serius,” jelas Google.

    Baca juga:

    Perusahaan mesin pencari tersebut mengatakan telah berinvestasi besar-besaran, terus berinovasi, dan mengomunikasikan secara jelas tentang risiko dan perlindungan yang diterapkan.

    “Sangat penting bahwa percakapan di bidang ini akurat dan factual,” ujar Google.

    Terakhir, Google juga mengimbau pengguna untuk menambah proteksi dengan mengimplementasikan Passkey, yakni sistem keamanan alternatif dari password yang dinilai lebih aman.

    Situs Geekspin – media dibidang teknologi di New York, AS, sebelumnya pernah melaporkan bahwa Google mengeluarkan peringatan darurat kepada semua pengguna Gmail menyangkut peningkatan ancaman siber.

    Peringatan yang juga tertuju ke pihak ketiga yang bekerja sama dengan Google itu dihubungkan dengan kelompok peretas ShinyHunters berkode UNC6040. Kelompok hacker ini meretasa basis data Salesforce beberapa waktu lalu.

    Salesforce sendiri menyimpan informasi kontak dan catatan pengguna Google dari kalangan usaha kecil dan menengah. Peretas melakukan phising suara, menyasar operator perusahaan untuk meminta data.

    Mereka juga memeras  dengan meminta uang tebusan melalui bitcoin. Sebagai tindak pencegahan, pengguna diingatkan agar tidak membuka tautan apapun dari surel yang tidak jelas asalnya, serta jangan sembarangan dalam membagikan informasi atau kata sandi di situs yang meragukan.

    Meningkatkan kewaspadaan menjadi kunci utama. Pengguna Gmail diimbau hanya mempercayai notifikasi resmi dari Google dan menghindari segala bentuk peringatan mendesak yang datang melalui surel yang tidak dikenal. (AGI)

  • Meta Gunakan Layanan Google Cloud, Makan Biaya Rp163 Triliun

    Meta Gunakan Layanan Google Cloud, Makan Biaya Rp163 Triliun

    Telko.id – Google telah menandatangi kesepakatan layanan komputasi awan (cloud computing) selama enam tahun dengan Meta Platforms senilai lebih dari 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 163 triliun. Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya Meta untuk meningkatkan investasi dalam kecerdasan buatan (AI).

    Mengutip dari Reuters, dalam perjanjian ini Meta akan memanfaatkan server, penyimpanan, jaringan, dan layanan cloud lainnya dari Google. Kerja sama ini dinilai dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur Meta sehingga mereka dapat terus berkembang ke depannya.

    Kesepakatan ini terungkap setelah CEO Meta Mark Zuckerberg, memberikan komentar mengenai investasi besar di bidang kecerdasan buatan. Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaan akan menghabiskan uang hingga ratusan miliar dolar.

    Meskipun perusahaannya memiliki lebih dari dua puluh pusat data, dan sedang aktif membangun lebih banyak lagi, Zuckerberg berusaha untuk mengumpulkan daya komputasi terbanyak per peneliti AI, dan ingin melakukannya dengan cepat.

    Baca juga:

    Meta juga mengoreksi kenaikan bawah dalam proyeksi belanja modal tahunan menjadi antara 66 miliar US dolar hingga 72 miliar US dolar.

    Hal ini dilakukan untuk membangun pusat data AI-nya secara masif. Meta pun diketahui tengah mencari mitra luar untuk mendanai infrastruktur besar ini. Perusahaan itu akan melepaskan aset pusat data senilai 2 miliar dolas AS atau sekitar Rp 32 triliun.

    Kesepakatan ini menandai deal cloud computing besar pertama antara Meta dan Google yang menempati peringkat ketiga di pasar dibelakang AWS milik Amazon.com Inc. dan Azure milik Microsoft Corp.

    Ini merupakan kerja sama besar kedua Google dengan perusahaan teknologi besar lainnya. Sebelumnya, Goolge sempat bermitra dengan  OpenAI untuk memenuhi lonjakan permintaan cloud meskipun kedua perusahaan ini sering bersaing di bidang AI.

    Google Cloud juga mengumumkan akan menyediakan versi model AI open-soruce Meta, Llama, melalui platform pengembang aplikasi bernama Vertex AI.

    Kolaborasi ini mengejutkan banyak pihak, tetapi hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan yang luar biasa dari unit Google Cloud. Pada kuartal kedua, unit ini berhasil mencatat kenaikan pendapatan hampir 32 persen. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar.

  • Google Perluas AI Mode dengan Fitur Agen Cerdas di Search

    Google Perluas AI Mode dengan Fitur Agen Cerdas di Search

    Telko.id – Google hari ini, 22 Agustus 2025, mengumumkan sejumlah pembaruan signifikan untuk AI Mode di layanan pencariannya.

    Fitur ini kini telah diperluas ke 180 negara dan wilayah baru, meski masih terbatas pada bahasa Inggris dan belum tersedia di negara-negara Uni Eropa.

    Selain ekspansi geografis, Google juga memperkenalkan kemampuan agenik (agentic capabilities) pada AI Mode. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari reservasi restoran secara real-time dengan berbagai preferensi, seperti jumlah orang, tanggal, waktu, lokasi, dan jenis masakan.

    AI Mode akan mencari ketersediaan di berbagai platform reservasi dan menyajikan daftar pilihan yang sesuai.

    Setelah pengguna memilih, AI Mode memberikan tautan langsung ke halaman pemesanan. Google bekerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk OpenTable, Resy, Tock, Ticketmaster, StubHub, SeatGeek, Booksy, dan lainnya untuk memungkinkan pengalaman ini.

    Fitur agenik, saat ini tersedia melalui eksperimen “Agentic capabilities in AI Mode” di Google Search Labs, khusus untuk pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat.

    Pengguna AS yang telah mengikuti eksperimen AI Mode di Labs akan melihat hasil pencarian yang dipersonalisasi, dimulai dengan topik terkait kuliner.

    AI Mode juga memanfaatkan data dari interaksi sebelumnya, seperti percakapan dan tempat yang pernah dicari atau dikunjungi di Search dan Maps, untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan.

    Misalnya, jika pengguna mencari tempat makan siang cepat, AI akan menyesuaikan dengan preferensi sebelumnya.

    Google juga meluncurkan fitur berbagi (Share) di AI Mode untuk pengguna di AS. Pengguna dapat dengan mudah berbagi hasil pencarian AI dengan orang lain, yang menurut Google berguna untuk kolaborasi seperti merencanakan perjalanan atau pesta ulang tahun. Tautan yang dibagikan dapat dihapus kapan saja.

    Kemampuan agenik di AI Mode tidak hanya terbatas pada reservasi restoran. Google berencana memperluasnya ke layanan lokal dan pembelian tiket event dalam waktu dekat.

    Langkah ini menunjukkan komitmen Google dalam menghadirkan pengalaman pencarian yang lebih interaktif dan membantu.

    Ekspansi AI Mode juga mencerminkan strategi Google untuk memperkuat posisinya dalam persaingan layanan berbasis AI.

    Seperti yang terjadi pada Google Pixel yang menjadi ponsel paling laris di AS, inovasi AI menjadi kunci daya tarik produk-produk Google.

    Pengembangan fitur AI yang terpersonalisasi ini sejalan dengan tren industri, di mana kecerdasan buatan semakin diintegrasikan ke dalam layanan sehari-hari.

    Baik untuk kebutuhan mencoba fitur AI di perangkat lain maupun layanan khusus seperti Zomato yang berencana mengembangkan bisnis foodtech-nya di Indonesia, AI menjadi tulang punggung inovasi masa depan.

    Dengan pembaruan ini, Google tidak hanya memperluas jangkauan AI Mode, tetapi juga meningkatkan utilitasnya bagi pengguna.

    Fitur agenik dan berbagi menawarkan nilai tambah yang signifikan, terutama bagi mereka yang mengandalkan pencarian untuk perencanaan aktivitas sehari-hari. (Icha)

  • Google Bakal Tambah Opsi Backup Folder di Android

    Google Bakal Tambah Opsi Backup Folder di Android

    Telko.id – Google dikabarkan sedang mengembangkan fitur baru untuk meningkatkan kemampuan backup folder data di perangkat Android.

    Fitur backup folder data Android ini ditemukan dalam kode beta Google Play Services versi 26.32.31, yang memungkinkan pengguna memilih lebih banyak folder untuk dicadangkan ke Google Drive.

    Saat ini, backup otomatis di Android hanya mencakup foto, video, pengaturan, dan sebagian data pengguna. Namun, folder seperti “Downloads” atau dokumen tertentu belum bisa dicadangkan.

    Kode terbaru menunjukkan Google sedang menguji opsi untuk memperluas cakupan backup, termasuk folder Downloads dan kemungkinan jenis file tertentu.

    Selain itu, ditemukan string kode yang merujuk pada “documents”, mengindikasikan Google mungkin membatasi backup hanya untuk jenis file tertentu. Meski belum ada konfirmasi resmi, fitur ini diperkirakan segera dirilis dalam pembaruan mendatang.

    Fitur ini akan sangat membantu pengguna yang sering kehilangan data penting di folder non-standar.

    Seperti yang terjadi pada beberapa pengguna setelah beralih dari EMUI ke HarmonyOS, backup yang lebih komprehensif bisa mengurangi risiko kehilangan data.

    Google juga terus memperbarui sistem operasinya, seperti yang terlihat pada pembaruan Android 16 di perangkat Xiaomi. Dengan tambahan fitur backup ini, pengalaman pengguna Android diharapkan semakin baik. (Icha)

  • Pengadilan Australia Putuskan Apple dan Google Bersalah dalam Kasus Epic Games

    Pengadilan Australia Putuskan Apple dan Google Bersalah dalam Kasus Epic Games

    Telko.id – Pengadilan Federal Australia memutuskan bahwa toko aplikasi milik Apple dan Google bersifat tidak kompetitif terhadap Epics Games.

    Keputusan ini merupakan kemenangan parsial bagi Epic Games, pengembang game Fortnite, dalam gugatan hukum terhadap kedua raksasa teknologi tersebut.

    Kasus ini merupakan bagian dari perselisihan hukum global yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

    Epic Games menuduh Apple dan Google memonopoli distribusi aplikasi dengan mengenakan biaya tinggi serta menghalangi pengguna mengunduh toko aplikasi alternatif.

    Pengadilan Australia menemukan bahwa kedua perusahaan tidak memiliki perlindungan terhadap praktik anti-persaingan.

    Putusan setebal 2.000 halaman belum dirilis secara resmi, tetapi ringkasan hakim menyatakan bahwa Apple dan Google tidak secara sengaja melanggar hukum dan merugikan Epics Games.

    Dalam unggahan di X, Epic Games menyebut keputusan ini sebagai “kemenangan bagi pengembang dan konsumen di Australia.” Mereka juga mengumumkan bahwa Epic Games Store dan Fortnite akan segera hadir di iOS di Australia.

    Respons Apple dan Google

    Apple menyatakan bahwa mereka menyambut baik penolakan pengadilan terhadap beberapa klaim Epic Games, tetapi tidak setuju dengan putusan lainnya.

    “Apple menghadapi persaingan ketat di setiap pasar tempat kami beroperasi,” kata perusahaan dalam pernyataannya.

    Sementara itu, Google mengatakan mereka menghargai penolakan pengadilan atas beberapa tuduhan Epic Games, tetapi menolak karakterisasi pengadilan terhadap kebijakan pembayaran mereka.

    “Kami akan meninjau keputusan lengkap setelah diterima dan mengevaluasi langkah selanjutnya,” tambah Google.

    Epic Games, yang berbasis di AS dan didukung oleh Tencent asal China, terus memperjuangkan perubahan kebijakan di berbagai negara.

    Kasus kalah nya Apple dan Google menghadapi tuntutan Epic Games ini menjadi sorotan dalam perdebatan global tentang dominasi toko aplikasi milik Apple dan Google. (Icha)

  • Instagram Khusus Akun Remaja Punya Fitur Keamanan Tambahan

    Instagram Khusus Akun Remaja Punya Fitur Keamanan Tambahan

    Telko.id – Meta resmi memperkenalkan fitur baru bernama Akun Remaja Instagram yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman lebih aman bagi pengguna di bawah 18 tahun.

    Fitur ini secara otomatis mengaktifkan pengaturan privasi dan keamanan lebih ketat sejak awal pembuatan akun.

    Menurut keterangan resmi Meta, Akun Remaja Instagram hadir sebagai respons atas kekhawatiran orang tua terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.

    “Kami memahami tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendampingi remaja di era digital. Fitur ini membantu menciptakan lingkungan online yang lebih terkendali,” jelas perwakilan Meta dalam rilisnya.

    Fitur Keamanan Utama

    Akun Remaja Instagram menyediakan beberapa lapisan perlindungan, antara lain:

    • Kontak Terbatas: Membatasi interaksi dengan akun tidak dikenal, termasuk pesan langsung dan komentar.
    • Filter Konten: Meminimalkan paparan konten tidak pantas berdasarkan algoritma yang diperketat.
    • Pengingat Waktu Layar: Memberi notifikasi saat penggunaan melebihi durasi tertentu.

    Untuk remaja di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan ke mode lebih longgar memerlukan persetujuan orang tua. Langkah ini bertujuan memastikan kontrol tetap berada di tangan wali.

    Panduan untuk Orang Tua

    Meta juga merilis panduan komunikasi untuk orang tua, mencakup:

    • Diskusi terbuka tentang minat digital remaja tanpa sikap menghakimi.
    • Pemahaman bersama mengenai jejak digital dan privasi online.
    • Pemanfaatan fitur pelaporan dan pemblokiran sebagai solusi praktis.

    “Media sosial bisa menjadi wadah positif selama ada pendampingan tepat. Seperti program Smartfren Community yang fokus pada literasi digital, kolaborasi antara platform dan orang tua sangat krusial,” tambah pernyataan Meta.

    Orang tua dapat mengakses sumber daya lengkap melalui Meta Family Center di situs resmi perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya penguatan ekosistem digital yang semakin gencar dilakukan berbagai pemangku kepentingan. (Icha)

  • Google Resmi Gabungkan Chrome OS dan Android Jadi Satu Platform

    Google Resmi Gabungkan Chrome OS dan Android Jadi Satu Platform

    Telko.id – Google secara resmi mengumumkan rencana penggabungan Chrome OS dan Android menjadi satu platform terpadu. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi software perusahaan.

    Pengumuman disampaikan oleh Sameer Samat, Presiden Ekosistem Android di Google, dalam wawancara dengan TechRadar di sebuah acara media baru-baru ini.

    Samat mengungkapkan hal ini secara tidak langsung saat bertanya kepada seorang jurnalis mengapa mereka menggunakan Apple Watch, iPhone, dan MacBook. Ketika diminta klarifikasi, ia menjawab:

    “Saya bertanya karena kami akan menggabungkan Chrome OS dan Android menjadi satu platform. Saya sangat tertarik melihat bagaimana orang menggunakan laptop saat ini dan apa yang mereka kerjakan.”
    — Sameer Samat, Presiden Ekosistem Android di Google.

    Pernyataan ini menjadi konfirmasi pertama dari inisiatif yang telah lama beredar sebagai rumor. Menurut laporan sebelumnya, termasuk artikel yang pernah kami bahas di berita teknologi terbaru, Google tidak membangun sistem operasi baru dari nol.

    Sebaliknya, perusahaan akan memigrasi fitur dan fungsionalitas Chrome OS langsung ke dalam Android.

    Artinya, Android akan menjadi inti sistem, dengan komponen Chrome OS diintegrasikan secara bertahap.

    Pendekatan ini memungkinkan Google menyatukan upaya pengembangan tanpa harus memulai dari awal, sekaligus sejalan dengan upaya Android untuk meningkatkan pengalaman layar besar.

    Android sendiri sudah mulai bergerak ke arah ini. Google telah merilis serangkaian pembaruan khusus untuk meningkatkan produktivitas di tablet dan laptop, seperti mode desktop, multitasking berbasis jendela, dukungan layar eksternal yang lebih baik, serta perilaku aplikasi yang dioptimalkan untuk layar besar.

    Ketertarikan Samat pada penggunaan laptop saat ini mengindikasikan proyek ini masih dalam pengembangan, dengan masukan pengguna berperan penting dalam menentukan hasil akhir.

    Meski belum ada timeline rilis yang diumumkan, pernyataannya menunjukkan bahwa pekerjaan sudah dimulai.

    Penggabungan ini juga bisa memperkuat posisi Google dalam bersaing dengan ekosistem iPadOS dan macOS milik Apple, terutama bagi pengguna yang sering beralih antar perangkat.

    Dengan pengalaman yang lebih konsisten di ponsel, tablet, dan laptop, Google berpotensi mengatasi salah satu tantangan terbesar Android: fragmentasi antar platform.

    Meski detailnya masih terbatas, ini adalah sinyal paling jelas bahwa Google ingin menyederhanakan ekosistemnya.

    Penyatuan Chrome OS dan Android dapat membantu konsolidasi pengembangan, meningkatkan pengalaman pengguna, dan memperkuat posisi Android untuk produktivitas.

    Namun, sejarah Google dalam konsolidasi platform (seperti Fuchsia) menunjukkan bahwa eksekusi adalah kunci utama. Semoga strategi ini membuahkan hasil. (Icha)

  • Google Perkenalkan Fitur AI Baru di Search: Panggilan Bisnis Otomatis

    Google Perkenalkan Fitur AI Baru di Search: Panggilan Bisnis Otomatis

    Telko.id – Google secara resmi meluncurkan serangkaian fitur berbasis AI terbaru untuk layanan Search, termasuk kemampuan memanggil bisnis lokal secara otomatis.

    Pembaruan ini ditujukan untuk pengguna langganan premium, dengan fokus pada efisiensi dan penelitian mendalam.

    Fitur utama yang diperkenalkan adalah integrasi model Gemini 2.5 Pro dalam AI Mode. Model ini menawarkan kemampuan lebih canggih dibanding versi standar, seperti pemecahan masalah matematika, bantuan pemrograman, dan analisis kompleks. Pengguna dapat beralih antara asisten default dan Gemini 2.5 Pro melalui menu drop-down baru di Search.

    AI mode Gemini models

    Selain itu, Google memperluas akses ke fitur Deep Search, yang sebelumnya hanya tersedia untuk segelintir pengguna. Deep Search menggunakan Gemini 2.5 Pro untuk melakukan ratusan pencarian terkait, memindai web, dan menghasilkan ringkasan mendalam dengan sumber terpercaya.

    Fitur ini ideal untuk riset mendalam seperti perencanaan karier atau analisis keuangan.

    Fitur lain yang mencuri perhatian adalah panggilan bisnis otomatis. Ketika mencari layanan seperti “toko cuci kering terdekat” atau “salon hewan di daerah saya”, Google akan menawarkan opsi “Minta AI memeriksa harga”.

    Sistem kemudian menghubungi bisnis tersebut untuk menanyakan harga dan ketersediaan, lalu menyajikan hasilnya dalam bentuk ringkasan.

    Fitur ini saat ini tersedia untuk semua pengguna di AS, dengan batas penggunaan lebih tinggi bagi pelanggan Pro dan Ultra. Bisnis tetap memiliki kendali atas cara mereka dihubungi melalui pengaturan Business Profile.

    Pembaruan ini menandai langkah Google dalam mengintegrasikan AI lebih dalam ke Search, mengubahnya dari sekadar mesin pencari menjadi asisten pribadi yang cerdas.

    Meski beberapa fitur masih terbatas untuk pengguna berbayar, Google berencana memperluas akses secara bertahap. (Icha)