Telko.id – Strava, platform kebugaran global dengan lebih dari 195 juta pengguna, resmi meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mencatat sesi terapi fisik.
Langkah ini menjadikan pemulihan cedera sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan kebugaran yang tercatat secara digital.
Fitur Terapi Fisik hadir sebagai jenis aktivitas ke-50 lebih yang tersedia di Strava. Pengguna kini bisa mencatat sesi rehabilitasi untuk berbagai olahraga seperti lari, bersepeda, berjalan, dan berenang secara langsung di aplikasi.
Strava ingin memastikan fase pemulihan tidak lagi menjadi titik buta dalam pelacakan kebugaran penggunanya.
“Keseimbangan antara aktivitas, pemulihan, dan rehabilitasi telah menjadi bagian dari Strava untuk membantu pengguna tetap termotivasi dengan aman. Proses pemulihan dari cedera bisa terasa berat, bahkan lebih menantang,” ujar Matt Salazar, Chief Product Officer Strava dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan, dengan hadirnya fitur ini, pengguna bisa tetap merasa dihargai meski sedang dalam masa pemulihan.
“Kami ingin memastikan seluruh fitur Strava, yang membantu pengguna membangun kebiasaan dan meningkatkan motivasi, juga relevan dalam fase pemulihan ini, karena bangkit dari cedera sama pentingnya dengan mencetak rekor pribadi baru,” jelasnya.
Selain Terapi Fisik, Strava juga memperbarui integrasi dengan aplikasi Recover Athletics yang menyediakan latihan mobilitas, kekuatan, dan daya tahan.
Ada pula tag aktivitas Recovery yang memudahkan pengguna membedakan antara sesi latihan intens dan aktivitas pemulihan ringan.
Langkah Strava ini menarik jika dibandingkan dengan ekosistem kebugaran lainnya. Sebagai perbandingan, DeepMind Bisa Deteksi kondisi medis secara dini, sementara Strava kini fokus pada pemulihan cedera penggunanya.
Melengkapi Ekosistem Kebugaran
Cedera dan pemulihan selama ini menjadi aspek yang kerap terabaikan dalam aplikasi pelacak kebugaran. Padahal, bagi atlet amatir maupun profesional, masa pemulihan sama krusialnya dengan sesi latihan. Strava mencoba mengisi celah ini dengan pendekatan yang lebih terstruktur.
Fitur Terapi Fisik memungkinkan pengguna mencatat progres dari sesi ke sesi, mirip seperti mencatat jarak lari atau kecepatan bersepeda. Dengan begitu, pengguna bisa melihat perkembangan pemulihan mereka secara data-driven.
Integrasi dengan Recover Athletics semakin memperkuat posisi Strava sebagai platform yang tidak hanya melacak performa, tetapi juga mendukung keberlanjutan gaya hidup aktif.
Latihan mobilitas dan kekuatan yang disediakan oleh aplikasi mitra itu bisa langsung diakses dan dicatat di Strava.
Tag aktivitas Recovery juga memberikan fleksibilitas lebih. Pengguna bisa memberi label pada aktivitas ringan seperti jalan santai atau stretching sebagai bagian dari program pemulihan, bukan sekadar latihan biasa.
Bagi pengguna yang serius menjaga kebugaran, fitur ini bisa menjadi alat yang berguna untuk memastikan mereka tidak memaksakan diri terlalu keras. Strava ingin membangun kebiasaan sehat jangka panjang, bukan sekadar mengejar rekor.
Implikasi bagi Pengguna Aktif
Dengan lebih dari 195 juta pengguna di 185 negara, penambahan fitur ini berpotensi mengubah cara orang memandang pemulihan. Banyak pengguna yang selama ini hanya mencatat latihan intensif, sementara sesi terapi fisik atau pemulihan tidak tercatat sama sekali.
Strava ingin mengubah paradigma itu. Dengan mencatat sesi terapi fisik, pengguna bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang perjalanan kebugaran mereka. Ini termasuk kapan mereka cedera, bagaimana proses pemulihannya, dan kapan mereka siap kembali ke latihan normal.
Matt Salazar menekankan bahwa fitur ini dirancang untuk memberi ruang bagi pengguna yang sedang dalam masa pemulihan.
“Pengguna dapat berkata, ‘Saya hadir hari ini, saya menjalani prosesnya, dan saya terus membuat kemajuan,’” katanya.
Bagi komunitas Strava, fitur ini membuka peluang baru untuk saling mendukung. Pengguna bisa membagikan sesi terapi fisik mereka dan mendapatkan dorongan dari sesama anggota komunitas, sama seperti saat mereka berbagi pencapaian lari atau bersepeda.
Ke depan, Strava diperkirakan akan terus mengembangkan fitur terkait pemulihan. Dengan basis pengguna yang besar, platform ini memiliki potensi untuk menjadi pusat data kebugaran yang paling komprehensif, termasuk aspek rehabilitasi yang selama ini kurang terlayani.
Bagi pengguna yang ingin memulai, fitur Terapi Fisik sudah tersedia di aplikasi Strava versi terbaru. Pengguna cukup memilih jenis aktivitas “Terapi Fisik” saat mencatat sesi, dan data akan tersimpan seperti aktivitas lainnya. (Icha)


