spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Roket Starship SpaceX Sukses Orbit, Kerahkan Starlink V3

Telko.id – Roket raksasa Starship milik SpaceX untuk pertama kalinya berhasil mencapai orbit Bumi dan melepaskan 26 satelit Starlink pada Senin, 28 September 2026, dilaporkan oleh CNN Indonesia pada Selasa, 29 September 2026. Penerbangan uji coba ke-14 ini menjadi misi komersial pertama Starship, meskipun roket tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Gangguan Mesin Persingkat Durasi Misi

Misi yang semula dirancang berlangsung sekitar 10 jam dengan beberapa kali mengorbit Bumi ini sempat terganggu akibat masalah pada salah satu mesin utama Starship, sehingga SpaceX sempat mempertimbangkan untuk mengurungkan rencana memasuki orbit. Setelah tim kendali penerbangan melakukan evaluasi dan memastikan wahana dalam kondisi normal, Starship akhirnya berhasil menyelesaikan pendakian ke orbit dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam. Akibat gangguan tersebut, durasi misi dipangkas menjadi hanya sekitar tiga jam demi alasan keselamatan.

Setelah mencapai orbit pada ketinggian sekitar 269 kilometer, Starship menjalankan salah satu target pentingnya dengan melepaskan 26 satelit Starlink generasi ketiga satu per satu.

“Seluruh 26 satelit operasional Starlink V3 telah dilepas dan beroperasi normal,” tulis pendiri SpaceX, Elon Musk, di X. Ia menambahkan bahwa peluncuran ini merupakan pencapaian besar, terutama karena menandai penerbangan komersial pertama Starship yang menghasilkan pendapatan.

Baca Juga:

Satelit Starlink V3 yang dibawa dalam misi ini diklaim mampu menangani data sekitar 10 kali lebih banyak dibandingkan generasi V2 Mini sebelumnya, dengan kapasitas downlink sekitar 1 terabit per detik dan uplink 160 gigabit per detik.

Pemisahan Booster hingga Proses Pendaratan

Penerbangan ini turut ditandai dengan keberhasilan pemisahan antara pendorong Super Heavy dan kapsul Starship. Setelah seluruh satelit dilepaskan, tim SpaceX mengarahkan Starship keluar dari orbit, dengan bagian atas roket kembali menembus atmosfer dalam posisi tegak sebelum mesinnya menyala untuk memperlambat pendaratan di Samudra Pasifik. Meski demikian, saat menyentuh permukaan air, Starship dilaporkan miring, rebah, dan meledak dalam kobaran api besar, mengulangi pola insiden serupa yang pernah dialami dalam uji coba sebelumnya.

Langkah Penting Menuju Misi Bulan dan Mars

Keberhasilan mencapai orbit ini dinilai sebagai tonggak penting bagi pengembangan Starship ke depan, mengingat wahana ini dirancang untuk mempercepat peluncuran satelit Starlink sekaligus mendukung misi NASA ke Bulan dalam program Artemis. Elon Musk menargetkan Starship dapat digunakan kembali secara cepat, dengan rencana pendaratan di platform khusus yang dapat menangkap roket sebelum menyentuh tanah atau air, sebuah langkah krusial untuk mewujudkan ambisi jangka panjang perusahaan menuju Bulan dan Mars. Musk turut menargetkan pengiriman hingga 60 satelit V3 dalam setiap peluncuran begitu Starship dapat beroperasi secara rutin ke depannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU