Telko.id – SpaceX resmi mendapatkan izin dari Federal Communications Commission (FCC) untuk menyediakan layanan telekomunikasi internasional, membuka jalan bagi Starlink Mobile untuk memperluas layanan telepon satelit ke luar Amerika Serikat, seperti melansir dari detikINET pada Selasa, 22 September 2026.
Izin berupa global facilities-based dan resale authority ini menjadi bagian dari persiapan SpaceX memperluas Starlink Mobile, layanan Direct to Cell yang memungkinkan smartphone terhubung langsung dengan jaringan satelit tanpa membutuhkan BTS atau menara telekomunikasi konvensional.
Wilayah Ekspansi dan Cara Kerja Teknologi Direct to Cell
Persetujuan FCC ini membuka ruang bagi SpaceX untuk menawarkan layanan telekomunikasi internasional di berbagai pasar tujuan tempat anak usaha Starlink beroperasi, mencakup Amerika Latin, Eropa, Asia, dan Afrika. Berbeda dengan Starlink biasa yang membutuhkan perangkat antena khusus, Starlink Mobile dirancang untuk terhubung langsung ke ponsel LTE yang sudah ada, dengan satelit yang membawa antena berfungsi layaknya menara seluler di luar angkasa sehingga dapat memperluas jaringan ke wilayah tanpa sinyal terestrial.
Baca Juga:
- Elon Musk Resmikan Rebranding xAI Menjadi SpaceXAI
- Google Sewa Kapasitas Data Center SpaceX untuk infrastruktur AI
Satelit Generasi Baru dengan Kecepatan hingga 150 Mbps
SpaceX kini tengah menyiapkan satelit generasi berikutnya, Starlink Mobile V2, untuk meningkatkan kemampuan layanan telepon dari satelit ini. Satelit tersebut dirancang untuk memancarkan layanan 5G langsung dari luar angkasa, dengan kecepatan download mencapai 150 Mbps — melampaui rata-rata kecepatan internet kabel di banyak negara berkembang.
Perusahaan mengklaim satelit V2 dapat menawarkan konektivitas seluler 5G dengan throughput sekitar 20 kali lebih tinggi dibanding generasi pertama, mendukung streaming, panggilan video, hingga penggunaan internet berkecepatan tinggi.
Fitur Global Roaming Jadi Daya Tarik Utama
Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, sebelumnya menegaskan bahwa Starlink Mobile dapat menawarkan global roaming, sehingga pengguna berpotensi tetap terhubung ketika berpindah dari satu negara ke negara lain tanpa perlu mengganti kartu SIM atau membeli paket roaming mahal — ponsel pengguna akan secara otomatis berpindah ke jaringan satelit saat sinyal terestrial menghilang.
Namun, perluasan layanan ini tetap membutuhkan kerja sama dengan operator seluler serta persetujuan regulator di masing-masing negara, sehingga izin global dari FCC menjadi langkah penting namun bukan berarti Starlink Mobile otomatis langsung tersedia di seluruh dunia.
Kolaborasi dengan Operator Lokal Sudah DimulaiSpaceX Kantongi Izin FCC, Starlink Mobile Siap Go Global
Ekspansi Starlink Mobile di luar AS mulai diikuti dengan kerja sama bersama operator telekomunikasi lokal, salah satunya KDDI di Jepang melalui brand selulernya, au, yang bahkan sudah meneken kesepakatan untuk menghadirkan layanan V2 dengan broadband dan panggilan suara langsung ke ponsel, ditargetkan mulai tersedia pada akhir 2027.
Saat ini, layanan Starlink Mobile sudah mendukung pesan dan sejumlah fungsi data melalui operator seluler mitra di berbagai negara seperti AS, Jepang, Australia, dan Kanada. Alih-alih menjadi musuh bagi operator seluler tradisional, SpaceX memilih strategi kolaborasi di berbagai wilayah untuk mempercepat adopsi layanan konektivitas satelit ini.


