Telko.id – Intel memastikan akan mengembalikan teknologi Hyper-threading (Simutaneous Multithreading/SMT) yang sempat ditinggalkan pada beberapa generasi prosesor terbaru. Fitur tersebut dijadwalkan kembali hadirpada jajaran prosesor server Intel Xeon “Coral Rapids” yang direncanakan akan diluncurkan pada 2028.
Sebelumnya, Intel menghapus Hyper-Threading pada sejumlah lini prosesor termasuk Arrow Lake, Lunar Lake, Panther Lake, hingga Xeon Diamond Rapids. Saat itu perusahaan menilai peningkatan jumlah inti (core) fisik sudah cukup untuk mendongkrak performa, sehingga Hyper-Threading tidak lagi menjadi prioritas.
Rencana ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Intel, Lip-Bu Tan, dalam konferensi laporan keuangan perusahaan untuk kuartal II-2026.
“Kami memiliki Clearwater Forest, Diamond Rapids, serta Coral Rapids yang akan dilengkapi SMT,” ujar Tan saat menjawab pertanyaan analis mengenai daya saing prosesor server Intel.
Coral Rapids diperkirakan diperkenalkan sebagai keluarga prosesor Xeon 8 pada 2028. Chip tersebut akan menjadi penerus Xeon 7 “Diamond Rapids” yang dijadwalkan meluncur pada 2027 tanpa dukungan Hyper-Threading.
Baca Juga:
- Intel Kembali Produksi Prosesor Lama karena Mahalnya DDR5
- Axioo Pongo 535, Laptop Gaming Intel Core i5 Bergaransi 3 Tahun
Bagaimana cara kerja Hyper-Threading?
Hyper-Threading merupakan nama yang digunakan Intel untuk teknologi simultaneous multithreading. Teknologi ini memungkinkan satu inti fisik prosesor berfungsi sebagai dua prosesor logis. Dengan demikian, sistem operasi dapat memberikan dua rangkaian tugas atau thread kepada satu inti secara bersamaan.
Tujuannya adalah memanfaatkan sumber daya prosesor yang sedang tidak digunakan secara lebih optimal. Hyper-Threading tidak serta-merta menggandakan kinerja prosesor. Peningkatan performanya bergantung pada jenis aplikasi dan seberapa baik perangkat lunak memanfaatkan banyak thread.
Teknologi ini dinilai lebih berguna pada lingkungan server yang menjalankan banyak tugas secara bersamaan, seperti virtualisasi, komputasi awan, basis data, dan pemrosesan data dalam skala besar.
Intel sendiri mengatakan Hyper-Threading bekerja efektif ketika setiap thread menjalankan jenis operasi yang berbeda dan masih ada sumber daya prosesor yang belum terpakai.
Kehadiran kembali fitur ini diharapkan mampu meningkatkan performa prosesor server Intel tanpa harus mengandalkan penambahan jumlah core secara signifikan.
Meski telah dikonfirmasi untuk lini Xeon, Intel belum mengungkapkan apakah Hyper-Threading juga akan kembali pada prosesor desktop dan laptop di masa yang mendatang. Fokus perusahaan saat ini masih tertuju pada segmen pusat data yang menjadi salah satu pasar paling kompetitif di industri semikonduktor.

