spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Rusia Protes Facebook dan Google Tayangkan Iklan Politik

Telko.id, Jakarta  – Pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengatakan bahwa raksasa teknologi seperti Google dan Facebook telah mengizinkan keberadaan iklan politik selama pemilihan regional.

“Publisitas semacam itu dilarang. Apa yang mereka lakukan merupakan bentuk campur tangan urusan kedaulatan dan menghambat pelaksanaan pemilihan umum yang demokratis di Rusia,” katanya.

{Baca juga: Rusia Ancam Blokir Facebook dan Twitter, Kenapa?}

Sayang, seperti dikutip Telko.id, Senin (9/9/2019), Reuters belum bisa menghubungi Google maupun Facebook untuk meminta klarifikasi terkait tudingan Rusia dalam pemilihan regional pada Minggu (8/9/2019).

Roskomnadzor mengaku telah meminta kepada Facebook dan Google untuk melarang publikasi iklan politik selama pemilihan pada Minggu maupun sehari sebelumnya. Hal itu sesuai dengan hukum yang berlaku di Negeri Beruang Merah itu.

Baru-baru ini, Facebook, Google, Microsoft dan Twitter, melakukan pertemuan tertutup dengan agen intelijen Amerika Serikat (AS). Mereka membahas strategi keamanan jelang pemilu November 2020.

Tim keamanan perusahaan-perusahaan teknologi AS bertemu dengan perwakilan FBI, Kantor Direktur Intelijen Nasional, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di markas Facebook di Menlo Park.

{Baca juga: Pasang Ribuan Iklan di Facebook, Rusia Sabotase Pilpres AS}

Semua perusahaan media sosial di bawah tekanan untuk meningkatkan sistem keamanan setelah badan intelijen AS mengendus praktik operasi pengaruh siber Rusia. AS tak ingin kejadian 2016 terulang. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU